cover
Contact Name
Muhajir
Contact Email
ppkn@unismuh.ac.id
Phone
+62411860132
Journal Mail Official
ppkn@unismuh.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Lantai 3, Universitas Muhammadiyah Makassar. Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Etika Demokrasi
ISSN : 25408763     EISSN : 26154374     DOI : -
JED (Jurnal Etika Demokrasi) bertujuan untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau ide, ulasan dan temuan penelitian yang diperoleh di bidang Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). JED (Jurnal Etika Demokrasi) berfokus pada Pendidikan & Pembelajaran; Pendidikan Pancasila; Isu-isu Pembelajaran PPKn; Pendidikan Karakter; Hukum dan Kewarganegaraan; Sosial Politik.
Articles 305 Documents
Responses to the Practice of Hate Speech at the Pancasila Youth Organization in Sidoarjo Tis'a Nur Sya’bani; Chusnul Fitriawati; Dewati Yuni Ratnasari; Siti Maizul Habibah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.4515

Abstract

The practice of hate speech is not only carried out in the real world but also through the virtual world. The number of suspects in hate speech cases is not foreign to our ears. Based on Police data during 2017, there were 3,325 cases of hate speech crimes. This figure increased 44.99% from the previous year, which amounted to 1,829 cases. Hate speech practices are always motivated by SARA (ethnic, race, religion) issues as Indonesia is a country based on pluralism or upholds diversity. This is to describe the response to the practice of hate speech at the Pancasila Youth Organization on Jl Raya Pahlawan No.82 Jetis, Lemahputro, Sidoarjo. Quantitative research method with data collection techniques through providing questionnaires (questionnaires) and interviews to respondents. The results showed that the response of members of the Pancasila youth organization about the practice of hate speech was quite good. this is also evidenced by the frequency distribution whose value reaches above 75% with the category of quite good in terms of insight into hate speech, and handling hate speech in the community. Praktik ujaran kebencian (hate speech) ini tidak hanya dilakukan  di dunia nyata tetapi juga melaui dunia maya. Banyaknya penetapan tersangka kasus ujaran kebencian (hate speech) tidak asing lagi di telinga kita. Berdasarkan data Polri selama 2017  terdapat 3.325 kasus kejahatan hate speech atau ujaran kebencian. Angka tersebut naik 44,99% dari tahun sebelumnya, yang berjumlah 1.829 kasus Praktik ujaran kebencian (hate speech) selalu di latar belakangi oleh persoalan SARA (suku, ras, agama) sebagaimana indonesia merupakan negara yang berbasis pluralisme atau menjunjung tinggi kebaragaman.Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan tanggapan tentang praktik ujaran kebencian (hatespeech) pada organisasi pemuda pancasila di Jl Raya Pahlawan No.82 Jetis, Lemahputro, Sidoarjo. Metode peneitian kuantitatif dengan keknik pengumpulan data melalui memberikan angket (kuisioner) dan wawancara kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan respon anggota organisasi pemuda pancasila tentang praktik ujaran kebencian cukup baik. hal ini juga dibuktikan dengan persebaran frekuensi yang nilainya mencapai diatas 75% dengan kategori  Cukup baik dalam hal wawasan tentang ujaran kebencian, dan penanganan ujaran kebencian di masyarakat.
The Role of Teachers in the Implementation of Online Learning for Third Grade Students in Learning Citizenship Education at Tamansari 2 Yogyakarta Elementary School Wachid Pratomo; Nadziroh Nadziroh; Chairiyah Chairiyah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.4828

Abstract

This study aims to describe the role of teachers in the implementation of online learning for third grade students in learning citizenship education at Tamansari 2 Yogyakarta Elementary School. The method used in this research is descriptive qualitative. The data analysis technique used in this study was an interactive model from Miles and Huberman which consisted of several stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the collected data indicate that: The role of teachers in online learning is more in delivering material that is made as attractive as possible so that it is easy to understand and not boring for students. Supporting factors in online learning include providing internet quotas for teachers and students, so that learning that takes place online can continue without any quota constraints. Constraints in online learning are that some parents are lacking in the use of technology, some parents of students with inadequate technology, slow internet is also one of the obstacles in this online learning. Online learning should be given in stages, because not all parents are technology savvy. Efforts to overcome obstacles in the implementation of online learning, before using technology for learning such as google classroom the teacher conducts socialization first so that parents also understand how to use this technology, provide internet quota for teachers and students so that learning goes well. Cooperation between teachers and parents of students is also important, because when the teacher conveys learning to students, the teacher must first provide direction to the parents of students and then to the students. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring untuk siswa kelas III dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini peneliti menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil data yang terkumpul menunjukkan bahwa: Peran guru dalam pembelajaran daring lebih banyak menyampaikan materi yang dibuat semenarik mungkin agar mudah dipahami dan tidak membosankan bagi siswa. Faktor pendukung dalam pembelajaran daring antara lain diberikan kuota internet untuk guru dan siswa, sehingga pembelajaran yang berlangsung secara daring dapat terus berjalan tanpa ada lagi kendala kuota. Kendala dalam pembelajaran daring adalah sebagian orang tua siswa kurang dalam penggunaan teknologi, sebagian orang tua siswa dengan teknologi yang kurang memadai, internet yang lambat juga menjadi salah satu kendala dalam pembelajaran daring ini. Pembelajaran daring harus diberikan secara bertahap, karena tidak semua orang tua paham teknologi. Upaya mengatasi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring, sebelum menggunakan teknologi untuk pembelajaran seperti google classroom guru melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar orang tua siswa juga paham bagaimana cara menggunakan teknologi tersebut, memberikan kuota internet untuk guru dan siswa sehingga pembelajaran berjalan dengan baik. Kerja sama antara guru dan orang tua siswa juga penting, karena ketika guru menyampaikan pembelajaran kepada siswa, guru harus memberikan arahan terlebih dahulu kepada orang tua siswa kemudian kepada siswa.
Bhinneka Tunggal Ika As A National Consensus And A Universal Tool Of The Indonesian Nation Nurhayati Nurhayati; Rini Setiyowati; Yunisca Nurmalisa
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.5317

Abstract

This article ims to reveal a meaning contained in Bhinneka Tunggal Ika which is used as a tool to unite the nation. In living together with diversity can be a blessing or a source of disaster depending on how we view and manage it. The existence of diversity grows and develops over time. It cannot be denied thet we live among many differences, therefore the Indonesian nation makes unity in diversity a motto that is upheld as a tool that uites all differences that exist within the nation, namely race, ethnicity, religion, and so on.Artikel ini bertujuan untuk mengungkap sebuah makna yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam kehidupan bersama kebhinekaan bisa menjadi berkah atau sebaliknya sumber bencana tergantung cara kita memandang dan mengelolanya. Eksistensi kebhinnekaan tumbuh dan berkembang seiring berjalan nya waktu. Tidak bisa disangkal bahwa kita hidup diantara banyaknya perbedaan oleh karena itu bangsa Indonesia menjadikan Bhinneka Tunggal Ika menjadi suatu semboyan yang dijunjung sebagai alat yang menyatukan segala perbedaan yang ada dalam diri bangsa yaitu ras, suku, agama, dan lain sebagainya.
The Analysis of PPKn Teacher Pedagogic Competency in Learning Activities at state high school 9 Sinjai, Tellulimpoe District Jumiati Nur; Arahim Arahim; Hasrianto Hasrianto
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.5653

Abstract

Pedagogic competence is the ability to manage student learning. The teacher must own competence because it is related to the characteristics of students seen from various aspects such as physical, moral, social, cultural, and intellectual. This implies that a teacher must master learning theories and educational learning principles because students have different characters, traits, and interests. This type of research uses qualitative research where this research is expected to explain the existing phenomena, especially those related to the pedagogic competence of Pancasila and Citizenship Education teachers. This study indicates that the pedagogical competence of PPKn teachers in SMA Negeri 9 Sinjai Kec. Tellulimpoe has a fairly good ability in mastering the characteristics of students, applying the principles of curriculum development related to the subjects being taught, mastery of learning theory using one method but using several learning methods, teachers have used technology, information, and communication in the interests of learning. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelolah pembelajaran peserta didik. kompetensi harus dimiliki guru karen berkenaan dengan karakteristik peserta didik dilihat dari berbagai aspek seperti fisik, moral, sosial, kultural, dan intelektual. Hal tersebut berimplikasi bahwa seorang guru harus mampu menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaranyang mendidik karena peserta didik memiliki karakter, sifat, dan interes yang berbeda. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dimana penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang ada terutama yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi pedagogik guru PPKn di SMA Negeri 9 Sinjai Kec. Tellulimpoe telah memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menguasai karakteristik peserta didik, menerapkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang berkaitan dengan mata pelajaran yang di ampu, penguasaan teori belajar tidak hanya menggunakan satu metode saja tetapi menggunakan beberapa metode belajar, guru telah memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi dalam kepentingan pembelajaran.
Reviewing The Handling Of Covid-19 In Indonesia In The Perspective Of The Pancasila Element Theory (TEP) I Gusti Ngurah Santika; I Made Kartika; I Gusti Ayu Mas Darwati
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.5272

Abstract

The purpose of this research was to review the handling of Covid-19 in Indonesia using the Pancasila Element Theory (TEP). The method used in this research was descriptive qualitative. Data collection methods used in this research were documentation and literature studies. Based on the Pancasila Element Theory, the handling of Covid-19 in Indonesia can be viewed from the problems, thoughts, ideas, acceptance, agreement, truth, and peace. The results of this research indicated that Covid-19 with its characteristics was a problem that encourages the emergence of thoughts from competent people. From that thought, various ideas were born in the form of appeals and regulations issued by the Government. However, citizen acceptance of the Government's efforts to prevent the spread of Covid-19 in Indonesia was very low. This happened because of a disagreement between the Government and its citizens in viewing Covid-19. If so, it is impossible for the handling of Covid-19 in Indonesia to be done properly. This means that the handling of Covid-19 in Indonesia contains problems, so it is impossible to achieve peace. Tujuan penelitian ini untuk meninjau penanganan Covid-19 di Indonesia dengan menggunakan Teori Elemen Pancasila (TEP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi dan literature. Berdasarkan Teori Elemen Pancasila penanganan Covid-19 di Indonesia dapat ditinjau dari permasalahan, pemikiran, gagasan, penerimaan, kesepakatan, kebenaran, dan kedamaian. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa Covid-19 dengan karakteristiknya merupakan permasalahan yang mendorong munculnya pemikiran dari orang-orang kompeten. Dari pemikiran itu, lahirlah berbagai gagasan dalam bentuk himbauan dan aturan yang dikeluarkan Pemerintah. Tetapi rendah sekali penerimaan warga terhadap usaha Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia. Hal itu terjadi karena adanya ketidaksepakatan antara Pemerintah dengan warganya dalam memandang Covid-19. Kalau begitu tidak mungkin penanganan Covid-19 di Indonesia bisa dilakukan dengan benar. Berarti penanganan Covid-19 di Indonesia mengandung permasalahan, sehingga tidak mungkin tercapai kedamaian.
Development of Pocket Book of Character Education Of Nautical Admiral Hang Tuah Based on Pancasila Education and Citizenship Aris Saputro; Sri Untari; Nuruddin Hady
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.4712

Abstract

History that tells related to the Indonesian nation has been a maritime nation since long ago, including known from the history of Srivijaya and Majapahit and the famous figure of Admiral Hang Tuah. This article aims to introduce and understand the values of the educational character of the VAT-based Admiral Hang Tuah. Pocket books are small, light, and practical books containing essential and interesting information (material). The religious character education pocket book contains much information related to strengthening character education, archipelago insight, nautical culture, and character values of Admiral Hang Tuah. This type of research is the development research of the ADDIE model. The results of the discussion, first, the development of the pocket book of the character of Admiral Hang Tuah consists of five stages of development: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Second, the feasibility of the media pocket book of character education of the character of Admiral Hang Tuah contains three things: the feasibility of the content of the book, the feasibility of language, and the feasibility of the media. Based on the overall results of the pocket book assessment, material experts, linguists, and media experts obtained a score of 4.4, with a very decent category. Based on the response of students of class VII A Junior High School Hang Tuah 4 Surabaya with a pocket book shows an average score of 4.6, which belongs to the category is very feasible. The conclusion of the development of pocket book media education of the character of the kebaharian Admiral Hang Tuah through five stages and the feasibility of pocket book media are based on the assessment of material experts, linguists, and media experts as well as the student's response to the pocket book of the character of the nautical.Sejarah yang menceritakan terkait bangsa Indonesia telah menjadi bangsa bahari semenjak dahulu, di antaranya diketahui dari sejarah Sriwijaya dan Majapahit serta terkenalnya tokoh Laksamana Hang Tuah. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengenalkan dan memahami nilai-nilai pendidikan karakter kebaharian Laksamana Hang Tuah Berbasis PPKn. Buku saku merupakan buku yang berukuran kecil, ringan, dan praktis yang berisi suatu informasi (materi) penting serta menarik. Buku saku pendidikan karakter kebaharian memuat banyak hal informasi terkait penguatan pendidikan karakter, wawasan nusantara, budaya bahari, dan nilai-nilai karakter Laksamana Hang Tuah. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan model ADDIE. Hasil pembahasan, pertama, pengembangan buku saku karakter kebaharian Laksaman Hang Tuah terdiri dari lima tahap pengembangan yaitu: analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kedua, kelayakan media buku saku pendidikan karakter kebaharian Laksamana Hang Tuah memuat tiga hal yaitu kelayakan isi buku, kelayakan kebahasaan, dan kelayakan media. Berdasarkan hasil keseluruhan penilaian buku saku berdasarkan ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media memperoleh skor 4,4 dengan kategori sangat layak. Berdasarkan respon siswa kelas VII A SMP Hang Tuah 4 Surabaya dengan adanya buku saku menunjukkan skor rata-rata sebesar 4,6 yang termasuk kategori sangat layak. Kesimpulan pengembangan media buku saku pendidikan karakter kebaharian Laksamana Hang Tuah melalui lima tahap dan kelayakan media buku saku didasarkan pada penilaian dari ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media serta respon siswa terhadap buku saku karakter kebaharian
Application of the Principles of Coordination between Polri Investigators and Prosecutors in Processing Criminal Cases in the Legal Territory of the Pontianak Police, West Kalimantan City Fery Suryono; Kawakib Kawakib
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6494

Abstract

The purpose of this article is to find out the actual duties and authorities of the implementation of the principle of coordination between the police investigators and prosecutors in the process of handling criminal cases in law enforcement agencies as regulated in the Criminal Procedure Code because in practice in the field it is often found that in handling crime problems there are no following reality and in the end investigators and public prosecutors gave rise to a negative stigma in the judge's decision. The type of research methodology in this article is normative juridical. Normative legal research focuses on doctrine by analyzing legal rules found in statutory regulations or various judges' decisions. The data presented are descriptive and analytical symptoms that occur in the field, namely between investigators, public prosecutors, and judges with the rule of law or actions with norms according to legal principles. Therefore, the obstacles that limit the implementation of the principle of coordination between Polri investigators and the public prosecutor include The lack of communication and coordination between the Polri and the public prosecutor because those who prioritize the interests of their institutions without paying attention to the interests of other parties, and lack of trust in Polri and other law enforcers, as is the stigma that grows in the community today, makes it difficult for the Police to carry out their duties in the field; neglect of resource aspects in law enforcement; not yet the same vision and opinion of law enforcers; and have not understood the doctrine, professional ethics of the Police by investigators causing the morale of the investigators to below, in addition to problems with welfare, equipment, and limited investigative funds.Tujuan artikel ini penulis ingin mengetahui tugas dan wewenang yang sebenarnya terhadap penerapan asas koordinasi penyidik polri dengan jaksa dalam proses menangani kriminalisasi perkara pidana diwilah penegak hukum sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang KUHAP, karena prakteknya dilapangan seringkali ditemukan bahwa dalam penanganan permasalahan tindak pidana tidak sesuai dengan kenyataan dan pada akhirnya penyidik dan jaksa penuntut umum memunculkan stigma negatif dalam putusan hakim. Jenis metodologi penelitian artikel ini bersifat yuridis normatif  yaitu; penelitian hukum normatif berfokus pada doktrin melalui analisis kaidah hukum yang ditemukan dalam peraturan perundang-undangan atau dalam berbagai putusan hakim. Data yang disajikan bersifat deskriptif dan analitis yaitu gejala yang terjadi di langan yaitu anatara penyidik, jaksa penuntut umum dan hakim dengan aturan hukum atau tindakan dengan norma-norma sesuai prinsip hukum. Oleh karena itu, kendala-kendala yang membatasi pelaksanaan asas koordinasi antara penyidik Polri dengan Jaksa Penuntut umum antara lain: Minimnya komunikasi dan koordinasi antara Polri serta jaksa penutut umum, karena yang lebih mengedepankan kepentingan lembagnya sendiri tanpa mencermati kepentingan pihak lain, serta kekurang percayaan kepada Polri serta penegak hukum yang lain, sebagaimana stigma yang tumbuh di warga dikala ini menyebabkan Polri kesuitan dalam melaksanakan tugas di lapangan; pengabaian aspek sumberdaya dalam penegakan hukum; belum samanya visi serta anggapan para penegak hukum; serta belum difakami doktrin, etika profesi Kepolisian oleh penyidik menyebabkan moral aparat penyidik rendah, disamping itu permasalahan kesejahteraan, perlengkapan, dana penyidikan yang terbatas
The Effect of Educational Training and Teacher Professional Training in Improving Teacher Professional Competence at SMA Negeri 2 Bantaeng Andi Sugiati
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6812

Abstract

This study aimed to determine the effect of teacher professional education and training (PLPG) in improving teacher competence. This research is motivated by the lack of teacher competence, so researchers want to examine the effect of educational training and teacher professional training (PLPG) in improving professional competence. The type of research used was quantitative research with data collection techniques using observation, documentation and questionnaires. The data analysis technique used quantitative data analysis techniques. The results showed that the educational training and teacher professional training (PLPG) affected teacher competence, this was seen from the significance value of 0.001 with the t-test value of 1.196. Based on the established criteria, if the significance is 0.001 0.005, then H0 is rejected, which means there is no influence of teacher professional education and training (PLPG) with teacher competence. At the same time, H11 is accepted, indicating that teacher professional education and training (PLPG) influences teacher professional competence.Penelitian ini dilatarbelakangi masih kurangnya kompetensi guru sehingga peneliti ingin meneliti pengaruh pelatihan PLPG dalam meningkatkan kompetensi profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PLPG dalam meningkatkan kompetensi guru jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggukan teknik analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan PLPG memberi pengaruh terhadap kompetensi guru, hal ini dilihat dari nilai signifikansi 0,001 dengan nilai uji-t adalah 1,196. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan jika signifikansi adalah 0,001 0,005 maka H0 ditolak itu berarti tidak ada pengaruh PLPG dengan kompetensi guru sementara H11 diterimah menunjukkan bahwa pelatihan PLPG mempunyai pengaruh terhadap kompetensi profesional guru
Civic Culture in the Values of Local Wisdom of the Dayak Kantuk Community in Bika Village Natalia Itut; Jagad Aditya Dewantara; Bistari Bistari
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6530

Abstract

Culture is a characteristic preserved by ethnic groups in the social environment. The existence of cultural preservation provides a space embedded in community groups in realizing cultural consistency from generation to generation, such as the gawai makai taun tradition as a Kantuk Dayak custom held in May every year. This article aims to analyze the local wisdom of the community as a tradition attached to the Kantuk Dayak tribal group in carrying out the Gawai tradition. This study is essential to be carried out, especially for the preparation, process, and preservation of the values of local wisdom of the gawai tradition in Bika Village. This study uses a qualitative approach with contemporary ethnographic methods. The informants were village heads, community leaders, local communities, migrant communities, and traditional stakeholders, totaling nine informants. The results obtained that the value of local wisdom of the Kantuk Dayak community upholds solidarity in carrying out the gawai makai taun tradition, which means the community's gratitude to God for the blessings and fortune given in the form of appreciation for the abundant rice harvest. In addition, the Gawai Makai Taun tradition brings the community in Bika Village to strengthen cooperation in preparing and implementing the Makai Taun tradition, which contains local wisdom values that lead to a civic culture such as the ceremony carried out by the community in Bika Village to prepare gawai and implement gawai together.Kebudayaan menjadi suatu ciri khas yang dilestarikan kelompok etnis dalam lingkungan sosial. adanya pelestarian budaya memberikan ruang yang tertanam pada kelompok masyarakat dalam mewujudkan konsitensi budaya dari generasi ke genarasi seperti tradisi gawai makai taun sebagai adat istiadat Dayak Kantuk yang dilaksanakan pada bulan Mei setiap tahunnya. Artikel ini bertujuan untuk mengalisis kearifan lokal masyarakat sebagai tradisi yang melekat pada kelompok suku Dayak Kantuk dalam melaksanakan tradisi Gawai. Kajian ini menjadi penting untuk dilakukan terutama untuk persiapan, proses serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal tradisi gawai di Desa Bika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi kontemporer. Informan yang diambil yakni kepala desa, tokoh masyarakat, masyarakat setempat, masyarakat pendatang dan pemangku adat. Jumlah seluruhnya 9 orang informan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Nilai kearifan lokal masyarakat Dayak Kantuk menjunjung tinggi solidaritas dalam melaksanakan tradisi gawai makai taun dimaknai rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas berkat dan rejeki yang diberikan dalam bentuk syukur terhadap panen padi yang melimpah. Disamping itu, tradisi gawai makai taun membawa masyarakat di Desa Bika untuk mempererat kerjasama dalam mempersiapkan dan melaksanakan tradisi gawai makai taun terkandung nilai-nilai kearifan lokal yang mengarah kepada.budaya kewarganegaraan seperti upacara gawai dilakukan masyarakat di Desa Bika untuk mempersiapan gawai dan melaksanakan gawai bersama-sama.
The Influence of Parents' Social Status and Economic Conditions on Social Studies Learning Achievement of Elementary School Students 25 Madello Soppeng regency A Hardiyanti; Shermina Oruh; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6512

Abstract

The economic role of parents, in general, can be said to have a positive relationship to increasing student learning achievement because students' teaching and learning process requires tools or a set of teaching or learning. The aims of this study are 1) to find out whether social status affects the social studies learning achievement of students at SD 25 Madello, Kabupaten Soppeng., 2) To find out whether the economic conditions of parents affect the social studies learning achievement of students at SD 25 Madello, Soppeng Regency., 3) To find out whether the social status and economic conditions of parents affect the social studies learning achievement of students at SD 25 Madello, Soppeng Regency. This research method uses quantitative expost facto research through a correlational approach. The sampling technique of this study is a probability technique with 43 students from grades III, IV, V. The results of this study and alternative hypothesis testing (H3) there is a significant influence between social status and parents' economic condition on social studies learning achievements of elementary school students. 25 Madello, Soppeng Regency.Peranan ekonomi orang tua secara umum dapat dikatakan mempunyai hubungan yang positif terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik ini, disebabkan proses belajar mengajar peserta didik membutuhkan alat-alat atau seperangkat pengajaran atau pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yakni: 1) untuk menganalisis apakah status sosial berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS peserta didik SD 25 Madello Kabupaten Soppeng., 2) Untuk mengetahui apakah kondisi ekonomi orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS peserta didik SD 25 Madello Kabupaten Soppeng., 3) Untuk menganalisis apakah status sosial dan kondisi ekonomi orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS peserta didik SD 25 Madello Kabupaten Soppeng. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian expost facto melalui pendekatan korelasional. Teknik sampling penelitian ini adalah teknik probality dengan  subjek penelitian sejumlah  43 siswa dari kelas III, IV, V. Hasil dari penelitian ini dan pengujian hipotesis alternatif (H3) ada pengaruh yang signifikan antara status sosial dan kondisi ekonomi orangtua terhadap prestasi belajar IPS peserta didik SD 25 Madello Kabupaten Soppeng.

Page 11 of 31 | Total Record : 305