cover
Contact Name
Muhajir
Contact Email
ppkn@unismuh.ac.id
Phone
+62411860132
Journal Mail Official
ppkn@unismuh.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Lantai 3, Universitas Muhammadiyah Makassar. Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Etika Demokrasi
ISSN : 25408763     EISSN : 26154374     DOI : -
JED (Jurnal Etika Demokrasi) bertujuan untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau ide, ulasan dan temuan penelitian yang diperoleh di bidang Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). JED (Jurnal Etika Demokrasi) berfokus pada Pendidikan & Pembelajaran; Pendidikan Pancasila; Isu-isu Pembelajaran PPKn; Pendidikan Karakter; Hukum dan Kewarganegaraan; Sosial Politik.
Articles 287 Documents
Youth Apathy in Political Contest: A Case Study in the 2020 Gowa Regency Head Election Nur Riswandy Marsuki; Shermina Oruh; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6296

Abstract

This study examines the political apathy that plagues youth in Gowa Regency. Political apathy is an indifference and lack of interest in politics. This research was conducted to explore the causes of apathy and alternative solutions to these problems. The apathy that afflicts young people is a serious problem that must be solved. This is because they have intellectual capital that can create social change for the better. This change can occur if youth actively participate in each stage of the contestation. The research used is qualitative research with a case study approach. Informants were selected by purposive sampling, consisting of elements of youth organizations, apathetic youth groups and the government. Collecting data through document studies, observation, in depth interviews, focus group discussions and documentation. Analysis uses the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results show that the causes of youth apathy towards politics include the lack of knowledge of the position of youth in development, a bad political image, the influence of the family/friendship environment and the contestants are only followed by one pair of candidates. Then alternative solutions that can be done to minimize apathy are to increase education or community-based political socialization and strengthen youth organizations as a forum for youth to develop themselves.Penelitian ini mengkaji tentang apatisme politik yang melanda pemuda di Kabupaten Gowa. Apatisme politik merupakan sifat acuh tak acuh serta tidak memiliki ketertarikan terhadap politik. Penelitian ini dilakukan untuk menggali penyebab apatisme dan solusi alternatif atas permasalahan tersebut. Apatisme yang menimpa kaum muda merupakan persoalan serius yang harus ditemukan solusinya. Pasalnya, mereka memiliki modal intelektual yang dapat menciptakan perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Perubahan ini dapat terjadi jika pemuda berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kontestasi. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari unsur organisasi kepemudaan, kelompok pemuda apatis dan pihak pemerintah. Pengumpulan data melalui studi dokumen, observasi, in depth interview, focus group discussion dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni reduksi data,  penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab apatisme pemuda terhadap politik diantaranya masih lemahnya pengetahuan atas posisi pemuda dalam pembangunan, citra politik yang buruk, pengaruh lingkungan keluarga/pertemanan dan kontestan hanya diikuti oleh satu pasang calon. Kemudian solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk  meminimalisir apatisme yakni, memassifkan pendidikan atau sosialisasi politik berbasis komunitas dan penguatan organisasi kepemudaan sebagai wadah bagi pemuda untuk mengembangkan dirinya.
Principal's Strategy in Overcoming Teaching and Learning Problems at SMAN 9 Tana Toraja Roberto Patabang Allolangi; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6794

Abstract

Educators as human resources in schools have a very decisive role and are the key to achieving educational goals. The focus of this research problem is how is the principal's strategy to overcome: educators who often give notes to students while the educators concerned hang out outside the classroom?; educators who are not compact?; readiness of learning tools by educators?; Do students hang around a lot during class hours? Research method: observation, interview, documentary. Findings: 1. educators often give notes to students because the classroom atmosphere is boring, students act a lot less respecting educators, the principal does not supervise educators, teaching materials are lacking, and teaching staff is not by their basic education; 2. lack of communication between educators, rare family meetings, jealousy between fellow educators; 3. almost all educators copy the learning tools of other educators; 4. lack of supervision, picket educators are less active in controlling the situation at school. Conclusion: homerooms need to organize classrooms neatly, maintain cleanliness, and discipline students, principals must control regularly, make joint rules about discipline in class, when educators carry out the teaching and learning process HP is disabled, fulfillment of facilities and infrastructure, holding training, 2. Holding family meetings; 3. educators make their learning tools or through MGMP; 4. The picket works according to the task.Tenaga pendidik sebagai sumberdaya manusia yang ada di sekolah mempunyai peranan yang sangat menentukan dan merupakan kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. fokus masalah penelitian ini adalah bagaimanakah strategi kepala sekolah mengatasi: tenaga pendidik yang sering memberikan catatan kepada peserta didik sedangkan tenaga pendidik yang bersangkutan nongkrong di luar kelas?; tenaga pendidik yang tidak kompak?; kesiapan perangkat pembelajaran oleh tenaga pendidik?; peserta didik banyak berkeliaran pada saat jam pelajaran sedang berlangsung?. Metode penelitian: observasi, wawancara, dokumenter. Temuan: 1. tenaga pendidik sering memberikan catatan kepada peserta didik karena suasana kelas memjenuhkan, peserta didik banyak bertingkah kurang menghargai tenaga pendidik, tenaga pendidik kurang diawasi oleh kepala sekolah, bahan ajar kurang, serta tenaga pendidik yang mengajar tidak sesuai dengan dasar pendidikannya; 2. kurang adanya komunikasi antara tenaga pendidik, jarang diadakan pertemuan kekeluargaan, adanya rasa kecemburuan antara sesama tenaga pendidik.; 3. hampir semua tenaga pendidik menjiblak perangkat pembelajaran tenaga pendidik lain.; 4. kurangnya pengawasan, tenaga pendidik piket kurang aktif mengontrol keadaan di sekolah. Kesimpulan: wali kelas perlu untuk menata ruang kelas dengan rapi, menjaga kebersihan serta mendisiplinkan peserta didik, kepala sekolah harus mengontrol secara rutin, membuat peraturan bersama tentang tata tertib di kelas, pada saat tenaga pendidik melaksanakan proses belajar mengajar HP di non aktifkan, pemenuhan sarana dan prasarana, mengadakan diklat, 2. Mengadakan pertemuan kekeluargaan.; 3. tenaga pendidik membuat perangkat pembelajaran sendiri atau melalui MGMP.; 4. Piket berkeja sesuai dengan tugas.
Efforts of State-Owned Enterprises (SOE) in Disseminating Pancasila by Actualizing Tri Hita Karana (THK) I Gusti Ngurah Santika; I Nengah Suastika
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6488

Abstract

This research aims to determine the efforts of SOE in disseminating Pancasila by actualizing Tri Hita Karana. This type of research is descriptive qualitative. Data was collected by means of documentation. The results of this research indicated that the dissemination of Pancasila by SOE through the actualization of Tri Hita Karana can be seen from the ESR and CSR. The harmonious relationship between SOE and God is carried out through SOE activities that are oriented towards supporting the community in religion, for example building houses of worship, Ramadan package support, Iftar with Orphans, Hajj support, Tirtayatra, Pilgrimage, and religious discussions, as well as spiritual development. The dissemination of Pancasila through the actualization of Tri Hita Karana, especially in establishing a harmonious relationship with the environment is carried out by SOE through investment in the environmentally friendly sector, maintaining a balance in the exploitation of natural resources, and waste treatment (waste recycling). The dissemination of Pancasila through the actualization of Tri Hita Karana by SOE in building harmonious relations with humans is reflected in their concern for the community by empowering them socially and economically, education/training, improving health, organizing public facilities and infrastructure.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya BUMN dalam mendiseminasikan Pancasila dengan mengaktualisasikan Tri Hita Karana. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan diseminasi Pancasila oleh BUMN melalui aktualisasi Tri Hita Karana dapat dilihat dari TJSL dan CSRnya. Hubungan harmonis antara BUMN dengan Tuhan dilakukan melalui kegiatan BUMN yang orientasinya mendukung masyarakat dalam keagamaan, misalnya membangun rumah ibadah, bantuan paket Ramadhan, Buka Puasa Bersama Anak Yatim, bantuan naik haji, Tirtayatra, Ziarah, dan diskusi keagamaan, serta pembinaan rohani. Diseminasi Pancasila melalui aktualisasi Tri Hita Karana, terutama dalam menjalin hubungan harmonis dengan lingkungan dilakukan BUMN melalui investasi pada sektor ramah lingkungan, menjaga keseimbangan eksploitasi sumber daya alam, pengolahan limbah (daur ulang limbah). Diseminasi Pancasila melalui aktualisasi Tri Hita Karana oleh BUMN dalam membangun hubungan harmonis dengan manusia tercermin dari kepeduliannya kepada masyarakat dengan memberdayakan secara sosial dan ekonominya, pendidikan/pelatihan, peningkatan kesehatan, penyelenggaraan sarana, dan prasarana umum.
Implementation of Curriculum Development: Case Study on Early Childhood Education Teachers in Sragen Regency Nurlia Yusniar; Slamet Slamet; Widya Novi Angga Dewi; Mohammad Bisri
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.7354

Abstract

This study examines the implementation of early childhood education curriculum development in rural areas by early childhood education teachers in Sragen Regency. The research aims to place teachers as facilitators in school changes based on their perceptions of implementation as a result of developing the Early Childhood Education curriculum that the Regional and Central Government continuously develops. This study used a qualitative design with a case study approach. The informants of this research were ten early childhood education teachers in rural and urban areas of Sragen Regency, where the key informants were policymakers, namely the Head of the Education and Culture Office of Sragen Regency. The study results illustrate the advantages and disadvantages of competency-based curriculum implementation based on the experience of each according to the location of the teacher where he teaches. It is also implied that effective curriculum implementation is something or information conveyed by the teacher to students when the learning process takes place. Such conditions did not run smoothly, but there were many challenges, especially for teachers in rural areas. Apart from the problem of implementing the curriculum, facilities and infrastructure, there is also a lack of funding and inadequate human resources. It is recommended that future policymakers, teacher attention, and parental involvement could employ these findings for a decision basis. It is also suggested that policymakers could prioritize educational arrangements in complex Early Childhood Education before curriculum planning and implementation. The importance of involving teachers in rural areas can accommodate the aspirations of local wisdom and cultural behaviour as a characteristic of a plural nation-state.Penelitian  ini mengkaji    penerapan pengembangan kurikulum  PAUD di pedesaan oleh guru PAUD di  Kabupaten Sragen. Penelitian bertujuan untuk menempatkan guru sebagai fasilatator dalam perubahan di sekolah dengan mendasarkan pada  persepsinya  dalam pengimplementasian sebagai hasil pengembangan  kurikulum  di kelembagaan PAUD yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Daerah dan Pusat.  Studi ini digunakan desain  kualitatif, ada 10 guru PAUD di pedesaan dan perkotaan wilayah Kabupaten Sragen sebagai informan, selain informan kunci   adalah pemangku kebijakan yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen. Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada kelebihan dan   kelemahan dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi yang didasarkan pada pengalaman masing-masing sesuai lokasi guru tempat mengajar. Tersirat juga bahwa  implementasi kurikulum yang efektif adalah  instruksi guru kepada peserta didik ketika  proses pembelajaran berlangsung. Perspektif seperti itu juga  banyak memberikan wawasan bahwa tantangan yang dialami oleh guru PAUD di pedesaan selain dalam implementasi kurikulum  juga sarana dan prasarana yang kurang memadai, selain  juga  kekurangan sumber dana dan sumber daya manusia. Hasil penelitian   merekomendasikan bahwa temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pemangku kebijakan di masa depan, perhatian guru, dan orang tua,  bahkan ditegaskan bahwa pengaturan pendidikan di PAUD yang kompleks harus  diperioritaskan oleh pembuat kebijakan sebelum  perencanaan dan penerapan  kurikulum, yang  melibatkan  guru PAUD di pedesaan sehingga kearifan lokal dan budaya perilaku sebagai ciri negara bangsa yang plural dapat terwadai.
The Impact of the COVID-19 Pandemic at the Makassar Shipping Science Polytechnic Supardi Supardi; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.6871

Abstract

The spread of COVID-19 is a threat to humanity because this pandemic has forced many global activities to close, including educational activities. To reduce the spread of the virus, educational institutions are forced to turn to e-learning using available educational platforms, despite the challenges that challenge this transformation. To further explore the potential challenges faced by learning activities, this study focuses on e-learning from the perspective of cadets and teachers in using and implementing e-learning systems in universities during the COVID-19 pandemic. This research targets the community, including cadets and teaching staff at the Engineering Study Program at the Makassar Marine Science Polytechnic. A descriptive-analytical approach was applied, and statistical methods analyzed the results. There are two types of questionnaires designed and distributed: student questionnaires and teacher questionnaires. Four dimensions have been highlighted to achieve the expected results: the extent to which e-learning is used during the COVID-19 pandemic, the advantages, disadvantages, and application of E-learning at the Makassar Shipping Science Polytechnic. By analyzing the results, we achieved an exciting result using some of the problems, challenges and advantages of using an e-learning system over traditional education in higher education in general and during times of emergency.Penyebaran COVID-19 menjadi ancaman bagi umat manusia, karena pandemi ini memaksa banyak kegiatan global ditutup, termasuk kegiatan pendidikan. Untuk mengurangi penyebaran virus, institusi pendidikan terpaksa beralih ke e-learning menggunakan platform pendidikan yang tersedia, meskipun ada tantangan yang dihadapi transformasi mendadak ini. Untuk lebih mendalami potensi tantangan yang dihadapi kegiatan pembelajaran, fokus kajian ini adalah pada e-learning dari perspektif taruna dan pengajar dalam menggunakan dan mengimplementasikan sistem e-learning di politeknik negeri selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menyasar masyarakat yang meliputi taruna dan staf pengajar pada Program Studi Teknika di Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Pendekatan deskriptif-analitis diterapkan dan hasilnya dianalisis dengan metode statistik. Ada dua jenis angket yang dirancang dan disebarkan, yaitu angket siswa dan angket pengajar. Empat dimensi telah disorot untuk mencapai hasil yang diharapkan, yaitu sejauh mana penggunaan e-learning selama pandemi COVID-19, kelebihan, kekurangan dan hambatan penerapan E-learning di Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Dengan menganalisis hasil, kami mencapai hasil yang menggembirakan yang menyoroti beberapa masalah, tantangan, dan keuntungan menggunakan sistem e-learning daripada pendidikan tradisional di pendidikan tinggi pada umumnya dan selama masa darurat. 
Analysis of Reading Comprehension in Narrative Text at Tenth Grade Students Sri Ninta Tarigan; Merry Yohana Sinaga; Delfi Suriani Sitorus
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.7296

Abstract

Language is a communication tool used to talk to each other, language can also be used to describe or express someone's feelings. As we know, language has 4 skills: listening, speaking, and writing. Each skill has its own meaning, but the researcher will discuss reading skills which are the process of thinking and obtaining information from a reading text, so that they can derive meaning from the reading text. Therefore, it is very important to learn reading skills in order to obtain important points or reading information from those who do not know to know. This study aims to analyze how many students can and are able to understand the contents of narrative texts. With this, the researcher selected the tenth graders at the Budi Murni Catholic Private High School 2 to be used as samples. This study uses a quantitative approach, the motive is to examine certain samples, with data collection techniques in the form of distributing questionnaires in the form of a Likert scale, then calculating the results of the answer instruments obtained by each student, followed by coding the answer instruments, after which the values are sought: mean, media, and mode, then the reliability test and validity test were carried out with the aim of proving the validity of the student's answer instrument. So it can be concluded based on the results of the analysis obtained by each learning target, 23 respondents found it easier to understand narrative texts after seeing and/or hearing stories with excessive frequency, there were 5 students who were declared fluent. In retelling the narrative text that has been read, 7 students are able to understand the lesson other than with the help of fingers, pens, or others, 7 students are able and as many as 6 respondents are not in a position to understand the narrative text, even though there are a few sentences left in the text.Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi atau berbicara satu dengan yang lain, bahasa juga dapat digunakan untuk menggambarkan atau mengungkapkan perasaan seseorang. Seperti yang kita ketahui dalam berbahasa harus memiliki 4 keterampilan : mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan membaca merupakan proses memperoleh informasi dari suatu teks bacaan, oleh karena itu keterampilan membaca sangat penting untuk dipelajari siswa sehingga dapat memperoleh poin penting atau infomasi dari yang tidak tahu menjadi tahu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang seberapa banyak siswa yang dapat dan mampu memahami isi bacaan teks naratif. Dengan ini peneliti memilih siswa kelas X di SMA Swasta Katolik Budi Murni 2 untuk menjadi sampelnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, motifnya untuk meneliti suatu sampel tertentu, dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner dalam bentuk skala likert, kemudian menghitung hasil instrumen jawaban yang diperoleh masing-masing siswa, dilanjut dengan melakukan coding atau pemberian kode terhadap instrumen jawaban, setelah itu mencari hasil nilai dari : mean, media, dan mode, kemudian melakukan uji reliabilitas dan uji validalitas dengan tujuan untuk membuktikan valid tidaknya instrumen jawaban siswa. Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan hasil analisis diperoleh frekuensi masing-masing target pembelajaran yaitu 23 responden lebih mudah memahami teks naratif setelah mereka menonton dan/atau mendengar cerita dengan frekuensi yang berlebihan, terdapat 5 siswa yang dapat dinyatakan lancar dalam menceritakan kembali isi teks naratif yang telah dibaca, 7 siswa mampu memahami pembelajaran selain dengan bantuan jari, bolpoin, atau lainnya, 7 siswa mampu dan sebanyak 6 responden tidak dalam posisi untuk memahami narasi teks meskipun ada beberapa kalimat yang tersisa dalam teks.
The Expansion And Equitable Access To Early Childhood Education In The City Of Baubau Asma Kurniati; Suardin Suardin
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.7168

Abstract

This study aims to determine the impact of implementing Baubau Mayor Regulation Number:   1 of 2014 regarding equitable access to early childhood education. In this research, the method used is descriptive qualitative evaluation, that is, research in which one of them describes or takes pictures of policy implementation. The results of the study indicate that the Mayor of Baubau Regulation Number 81 of 2014 concerning the Implementation of Early Childhood Education in the city of Baubau is a policy that has been carried out for a long time and has an impact on increasing and equalizing the number of units, teachers, students as a form of community participation in PAUD services. There are also supporting and inhibiting factors that use a reference in improving the rearrangement of the policy.Penelitian ini mendeskripsikan  dampak implementasi Peraturan Walikota Baubau  Nomor:81 Tahun 2014 terkait pemerataan akses pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah evaluasi bersifat kualitatif deskriptif,  yaitu penelitian yang salah satunya  menggambarkan atau memotret  tentang implemenetasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Walikota Baubau Nomor 81 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di kota Baubau merupakan kebijakan yang telah lama dilakukan dan berdampak pada peningkatan dan pemerataan pada  jumlah satuan, guru, peserta didik sebagai wujud  partisipasi masyarakat pada pelayanan PAUD. Terdapat pula faktor-faktor  pendukung dan penghambat yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam perbaikan penyusunan kembali  kebijakan tersebut.
The Effect of The Use of Project Based Learning Models and Flip Based E-Modules on Statistics Materials on Students’ Interest and Learning Outcomes of Class XI TKJ Students at SMK Ifadah Ria Irmawati Ningsih; RA Rica Wijayanti; Moh. Affaf
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.7421

Abstract

This research is motivated by the students' very low interest in learning, this makes students unmotivated in the learning process. Lack of motivation to actively participate in student learning has little effect on student learning outcomes. PjBL learning model and flip-based e-module media. This is an alternative that will be tested in this study. Researchers use PjBL learning models and flip-based e-module media for alternative learning strategies that can train students' cooperation so that students can increase their interest in learning. This study was to determine whether or not the use of PjBL learning models and flip-based e-module  media on the learning interest of class XI TKJ students in SMK. The type of research used in this research is descriptive quantitative research using One group pretest – posttest research design. The results of this study indicate that there is an effect of using the PjBL model and flip-based e-module media on statistical material on student interest and learning outcomes.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minat belajar peserta didik yang sangat rendah,hal ini membuat siswa tidak termotivasi dalam proses pembelajaran. Kurangnya motivasi untuk berpartisipasi aktif dalam belajar siswa berpengaruh kecil terhadap hasil belajar siswa. Model pembelajaran PjBL dan Media e-modul berbasis flip. Merupakan salah satu alternatif yang akan diuji cobakan pada penelitian ini. Peneliti menggunakan model pembelajaran PjBL dan media e-modul berbasis flip untuk alternatif  strategi pembelajaran yang dapat melatih kerjasama peserta didik sehingga peserta didik dapat meningkatkan minat belajar. penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan model pembelajaran PjBL dan media e-modul berbasis flip terhadap minat belajar siswa kelas XI TKJ di SMK. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian One group pretest – posttest. Hasil penelitian ini menjukan bahwa ada pengaruh penggunaan model PjBL dan media e-modul berbasis flip pada materi statistika terhadap minat dan hasil belajar siswa.
Strengthening Character Through Character Habitus in Students of the Sociology Education Study Program and Pancasila and Citizenship Education Suardi Suardi; Muhajir Muhajir
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.7539

Abstract

The problem of this research is that students experience demoralization of character so that they need character strengthening in the lecture process at college. The purpose of the research is to shape the character of students through character habitus in the lecture process. This study uses the mix-method concurrent embedded method with 10 research informants and 55 research respondents. The research data was collected using questionnaires, interviews, documentation and observations, then the data were analyzed using qualitative and quantitative data analysis. The results showed that character strengthening through character habitus in three levels, namely habitus dissemination by lecturers, acceptance of habitus by students and collective habitus by lecturers and students through the lecture process. Habitus character provides reinforcement for the character of discipline, responsibility, religious, honest, hard work, independent, curiosity, respect for achievement and a love of reading for students of the Sociology Education study program and students of the Pancasila and Citizenship Education Study Program, University of Muhammadiyah Makassar.Masalah penelitian ini adalah mahasiswa mengalami demoralisasi karakter sehingga membutuhkan penguatan karakter dalam proses perkuliahan di perguruan tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk membentuk karakter mahasiswa melalui habitus karakter dalam proses perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode mix-method concurrent embedded dengan informan penelitian 10 orang dan responden penelitian 55 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket, wawancara, dokumentasi dan observasi, kemudian data dianalisis menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penguatan karakter melalui habitus karakter dalam tiga tingkatan yaitu desiminasi habitus yang dilakukan dosen, penerimaan habitus oleh mahasiswa dan habitus kolektif oleh dosen dan mahasiswa melalui proses perkuliahan. Habitus karakter memberikan penguatan pada karakter disiplin, tanggung jawab, religious, jujur, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi dan gemar membaca pada mahasiswa program studi Pendidikan Sosiologi dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Teacher Problems in Implementing a Web-Based Assessment System in Referral Schools in West Sumatra Dian Fauziah; Warsono Warsono; Muhammad Jacky
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.7185

Abstract

Technological developments certainly affect various areas of life. Among these aspects of education can not be separated from the development and progress of technology. One of the advances applied to the education system is the change in the assessment system carried out by teachers in schools, from manual switching to web and IT-based. In this change, there are several problems and constraints that need to be adjusted. The purpose of this study was to find out the problems of teachers in implementing web-based assessments and the teacher's steps in dealing with the problems of web-based assessment in West Sumatra reference high schools. This study was analyzed using the structural functional theory proposed by Talcott Parsons known as the AGIL scheme. This study used a qualitative approach with an intrinsic case study type. The selection of informants was done by purposive sampling with the number of informants 65 people. The data was collected by means of active participation, observation, in-depth interviews and documentation study. To obtain the validity of the data, triangulation was carried out, namely, triangulation of sources and triangulation of techniques. The data obtained were analyzed using the Miles and Huberman analysis model (data reduction, data presentation, and conclusion). The findings of this study are: (1) the obstacles faced by teachers, such as: teachers experience difficulties when inputting grades, it takes a long time, problems with the e-report, system and internet network, lack of student motivation to learn and compete, loss of teacher enthusiasm for teaching; (2) the school's strategies as a form of adaptation to the implementation of E-report cards are: ranked score raport, intervention from the school, the school's target is to graduate students to state universities. The results of this study are useful as input for schools that have used the e-report card assessment system, so that the assessment can be carried out properly and can be accounted for.Perkembangan teknologi tentunya mempengaruhi berbagai bidang kehidupan. Di antaranya pada aspek pendidikan juga tidak lepas dari perkembangan dan kemajuan teknologi. Salah satu kemajuan yang diterapkan pada sistem pendidikan adalah perubahan sistem penilaian yang dilakukan oleh guru di sekolah, dari penilaian manual menjadi berbasis web dan berbasis IT. Adanya perubahan ini, muncul beberapa masalah dan kendala yang perlu disesuaikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui problematika guru dalam melaksanakan penilaian berbasis web dan langkah guru dalam menyiasati problematika penilaian berbasis web  di SMA rujukan Sumatera Barat. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori struktural fungsional yang dikemukakan oleh Talcott Parsons yang dikenal dengan skema AGIL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus intrinsik. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 65 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi aktif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan triangulasi yaitu, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model analisis Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Temuan penelitian ini adalah: (1) kendala yang dihadapi guru seperti: guru mengalami kesulitan saat penginputan nilai, membutuhkan waktu lama, masalah pada sistem e-rapor dan jaringan internet, kurangnya motivasi siswa untuk belajar dan berkompetisi, hilangnya semangat guru untuk mengajar; (2) strategi yang dilakukan sekolah sebagai bentuk adaptasi terhadap pelaksanaan E-rapor adalah : pengkatrolan nilai rapor, intervensi dari pihak sekolah, sasaran sekolah adalah meluluskan siswanya ke perguruan tinggi negeri. Hasil penelitian ini berguna sebagai masukkan bagi sekolah yang sudah menggunakan sistem penilaian e-rapor, agar penilaian dapat terlaksana dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.