JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
24,727 Documents
Penggunaan Strategi Make And Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Kampar Timur Tahun Pelajaran 2020/2021
Pinuji, Eling
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.893 KB)
Penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 1 Kampar Timur pada mata pelajaran Matematika dengan objek penelitian siswa kelas XI MIPA 5 pada semester ganjil 2021/2022. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar Matematika untuk siswa kelas XI MIPA 5. Strategi Make and Match dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran Make and Match yang terdiri dari soal-soal tes, lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Strategi Make and Match terdiri dari 3 tahap utama yaitu: memahami materi, memikirkan jawaban / soal, dan mencari pasangan kartu. Penelitian ini dapat diselesaikan dalam 2 siklus 6 kali pertemuan dan dua kali tes akhir. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rata-rata tes serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dengan siklus 2. Nilai rata-rata pra-tindakan adalah 63,03 (baik). Nilai rata-rata pada siklus 1 adalah 72,12 (baik). Nilai rata-rata pada siklus 2 adalah 80,16 (Amat baik). Aktifitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rata-rata tes dan ketuntasan belajar didapat dari nilai tes siklus I dan II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Make and Match di kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Kampar Timur mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika yang ditunjukkan dengan rata-rata tes dan ketuntasan klasikal disetiap siklus.
Peningkatan Pemahaman Program Linear melalui Pembelajaran Diagnosa dan Remidial pada Siswa Kelas XI IPA6 SMAN1 Kampar Timur Tahun Pelajaran 2020-2021
Ermita, Ermita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.035 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mencari suatu strategi pembelajaran yang efektif dan Efisien dalam mengajarkan materi Program Linier bagi siswa program IPA6 di SMA Negeri 1 Kampar Timur dengan cara mengaktifkan siswa pada pembelajarann. Strategi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan , pelaksanaan , observasi dan refleksi. Sedang untuk mengaktifkan siswa dalam penelitian ini , peneliti menggunakan lembar kerja yang diberikan kepada siswa dalam kelompok besar dan kelompok kecil. Yang menjadi subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI program IPA6 SMA Negeri 1 Kampar Timur sedang objeknya adalah pembelajaran materi Program Linier pada mata pelajaran Matematika yang diajarkan dengan cara mengaktifkan siswa dalam kelompok kecil dan kelompok besar. Dari penelitian yang diadakan dengan meneliti kondisi awal siswa yang diukur dengan alat tes tertulis dan hasil penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus terlihat adanya peningkatan hasil yang dicapai siswa dalam menguasai materi Program Linier yang diberikan. Peningkatan penguasaan materi ini mulai dari siklus I siswa dapat meningkat sebesar 30 % dari kondisi awal sedang dari kondisi di siklus I setelah dilakukan tindakan pada siklus II meningkat sebear 50 %. Dari Hasil penelitian tindakan kelas ini maka peneliti merekomendasikan pada pengambil jabatan ataupun pelaksana pembelajaran dalam hal ini yaitu pengajar untuk mengajarkan materi pembelajaran dalam kelompok kecil dan dengan tehnik mengaktifkan siswa .
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Masa Pandemi Covid - 19 Melalui Kegiatan Supervisi Kinerja Guru di SMA Negeri 2 Kampar Timur
Yatim, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (705.985 KB)
Telah dilakukan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) di SMA Negeri 2 Kampar Timur dengan objek penelitian 22 orang guru pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran di kelas melalui kegiatan supervisi akademik di SMA Negeri 2 Kampar Timur, Kampar. Penelitian ini dapat diselesaikan dalam 2 siklus. Hasil penelitian dari tigabelas komponen Supervisi akademik yakni: 1) pengembangan silabus , 2) penyusunan RPP sesuai Permendiknas No.14 Tahun 2007 oleh semua guru, 3) perumusan indikator dan tujuan pembelajaran, 4) pengembangan materi pembelajaran, 5) penggunaan media pembelajaran, 6) materi ajar, 7) penentuan KKM, 8) penggunaan metode pembelajaran, 9) penguasaan model – model pembelajaran, 10) pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas, 11) pemanfaatan belajar di luar kelas, 12) penataan kelas yang kondusif dan 13) tindak lanjut hasil pelaksanaan pembelajaran.menunjukkan telah terjadi peningkatan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran di kelas dari siklus ke siklus. Pada siklus I nilai rata-rata adalah 83,85%, dan pada siklus II 89,38%. Jadi, terjadi peningkatan 5,53% dari siklus I. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran di kelas melalui supervisi akademik di SMA Negeri 2 Kampar Timur dapat meningkat. Selain itu, Supervisi Akademik dapat memberikan motivasi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan lengkap, dan mengelola pembelajaran di kelas dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Penggunaan Media Gambar Guna Meningkatkan Hasil Belajar Seni Budaya untuk Siswa Kelas XII MIPA1 SMAN 1 Kampar Timur Tahun Pelajaran 2021/2022
Yesrelina, Nora
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.899 KB)
Telah dilakukanPenelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMAN 1 Kampar Timurpada mata pelajaran Seni Budaya dengan objek penelitian adalah siswa siswi kelas XII MIPA1 pada semester Ganjil Untuk Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini di lakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya untuk siswa kelas XII MIPA 1. Penggunaan media gambar dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil obseravasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasilobservasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan peranfkat pembelajaran berbasis pembelajaran kooperatif yang terdiri dari soal-soal tes, lembar observasi, media gambardan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Pembelajaran dengan menggunakan media gambar terdiri dari 3 langkah utama, yaitu : langkah 1 kegiatan awal, langkah 2 kegiatan inti, dan langkah 3 adalah kegiatan penutup. Penelitian ini dapat diselesaikan dengan 2 siklus,6 kali pertemuan dan post test pada setiap akhir pertemuan. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan data rekapitulasi hasil dan data rekapitulasi ketuntasan belajar telah menunjukkan rerata tes serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dan siklus 2. Nilai rata-rata pra tindakan adalah 70 (tingkat kemampuan baik), nilai rata-rata untuk siklus 1 adalah 73 (tingkat kemampuan Baik), nilai rata-rata untuk siklus 2 adalah 81 (tingkat kemampuan Amat Baik). Aktivitas siswa selama proses pembelajaran di amati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rerata tes dan ketuntasan belajar didapat dari nilai iklus 1 dan siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan penggunaan media gambar di kelas XII MIPA1 SMAN 1 Kampar Timur mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaarn seni budaya pada pokok bahasan seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi yang ditunjukkan dengan rerata tes dan ketuntasan klasikal disetiap siklus.
Pembelajaran Langsung pada PTMT Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX-4 SMPN 1 Pasir Penyu
Septianingsih, Martini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (743.799 KB)
Pembelajaran langsung adalah salah satu solusi untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas IX-4 SMPN 1 Pasir Penyu pada PTM terbatas. Durasi pembelajaran yang hanya 30 menit tidak memungkinkan guru untuk mencari variasi lain dalam pembelajaran. Belajar secara daring ternyata menimbulkan dampak negatif bagi siswa. Siswa menjadi kehilangan semangat belajar, kedisplinan bahkan tanggungjawab sehingga berpengaruh pada rendahnya hasil belajar. Untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran daring selama ini, peneliti mencobakan pembelajaran langsung pada PTMT pada materi pokok “Fungsi Kuadrat†yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus ada 4 tahap yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran langsung dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Matematika terlihat dari persentase kenaikan keaktifan siswa sebesar 13% dari siklus 1 ke siklus 2. b) peningkatkan persentase ketuntasan siswa pada kondisi awal hanya 46,7%, meningkat pada siklus 1 menjadi 73,3%, dan pada siklus 2 sudah tercapai ketuntatasan klasikal yaitu siswa tuntas mencapai 90%.
Pembelajaran Daring Menggunakan Whatsapp Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IX-5 SMPN 1 Pasir Penyu
Amolin, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (711.338 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan WhatsApp pada pembelajaran daring di kelas IX-5 SMPN 1 Pasir Penyu tahun pelajaran 2020/2021 sebagai layanan pendidikan dimasa tanggap darurat covid-19. Persoalan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana tahapan pembelajaran daring dengan menggunakan WhatsApp?. Pembelajaran daring dengan menggunakan WhatsApp adalah solusi untuk mengatasi problematika pendidikan akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini menjelaskan penggunaan WhatsApp pada mata pelajaran IPS di kelas IX-5 SMPN 1 Pasir Penyu dengan menggunakan WhatsApp. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) pembelajaran dengan menggunakan WhatsApp dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS terlihat dari persentase kenaikan keaktifan siswa sebesar 9% dari siklus 1 ke siklus 2. b) peningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) pada kondisi awal hanya 48,4%, meningkat pada siklus 1 menjadi 77,4%, dan pada siklus 2 sudah tercapai ketuntatasan klasikal yaitu persentase siswa tuntas sudah mencapai 93,6% sudah melebihi 85%.
Model Discovery Learning pada PTMT Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IX-2 SMPN 1 Pasir Penyu
Nurmawati, Nurmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (767.384 KB)
Model pembelajaran adalah kerangka kerja yang memberikan gambaran sistematis untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai. Guru dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakter serta kondisi dan inteltual siswa dengan tujuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini mencobakan penerapan model discovery learning pada siswa kelas IX-2 SMPN 1 Pasir Penyu pada PTM terbatas. Persoalan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model discovery learning pada PTM terbatas untuk mengatasi rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas IX-2 tahun pelajaran 2021/2022?. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA terlihat dari persentase kenaikan keaktifan siswa sebesar 7% dari siklus 1 ke siklus 2. b) peningkatkan persentase jumlah siswa yang KKM pada kondisi 46,9%, meningkat pada siklus 1 menjadi 78,1%, dan pada siklus 2 sudah tercapai ketuntatasan klasikal yaitu siswa tuntas mencapai 87,5%.
Pembelajaran Daring Menggunakan Youtube Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Siswa Kelas IX-7 SMPN 1 Pasir Penyu
Saminah, Saminah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (738.144 KB)
Penelitian dilatar belakangi rendahnya hasil belajar PPKn siswa kelas IX-7 SMP Negeri 1 Pasir Penyu pada materi pokok “Bentuk dan Kedaulatan Negara Republik Indonesia†dalam pembelajaran daring, dilihat dari rata-rata tugas yang dikerjakan siswa pada setiap pertemuan. Berdasarkan penilaian harian pada KD sebelumnya dari 32 siswa, hanya 15 siswa yang memperoleh nilai diatas KKM. Dari permasalahan diatas, peneliti berusaha meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan youtube pembelajaran yang di share melalui whatsApp group. Data yang dijadikan pengukuran keberhasilan siswa berupa nilai observasi keaktifan siswa dan hasil evaluasi siswa setiap siklus, dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian selama 2 siklus diperoleh nilai rata-rata kelas 83 pada siklus, meningkat pada siklus 2 menjadi 86. ketuntasan siswa sebesar 81,3% pada siklus 1, meningkat pada siklus 2 menjadi 100%. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan prosentase keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 81 % meningkat pada siklus 2 menjadi 88 %.
Manajemen Bimbingan Konseling di SMP Negeri 21 Pekanbaru
Arnisyah, Giri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (42.242 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan manajemen bimbingan konseling di SMP Negeri 21 Pekanbaru meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun subjek dalam penelitian ini merupakan anggota struktural bimbingan konseling sekolah SMP Negeri 21 Pekanbaru dan subjek pendukung Tiga orang guru wali kelas dan Enam orang siswa-siswi SMP Negeri 21 Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan dimulai dengan penyusunan program layanan bimbingan konseling yaitu RPP/RPL, program tahunan, semester, bulan, dan harian. Pengorganisasian bimbingan konseling di SMP Negeri 21 Pekanbaru ini melibatkan semua pihak yaitu kepala sekolah, waka Kesiswaan, wali kelas, guru mata pelajaran, dan siswa. Proses pengorganisasian meliputi penyusunan tugas, pembentukan dan pelaksanaan bimbingan konseling ditentukan oleh koordinator dan guru bimbingan konseling. Pelaksanaan bimbingan konseling di SMP Negeri 21 Pekanbaru dilakukan dengan mengacu pada program yang disusun pada awal tahun serta pemberian layanan dilakukan sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang semata-mata dilakukan untuk membantu peserta didik. Pengawasan bimbingan konseling di SMP Negeri 21 Pekanbaru dilakukan setiap hari dengan mengawasi setiap program yang dilaksanakan, kemudian dilakukan evaluasi setiap dua minggu sekali untuk mengetahui bagaimana efektifitas penyelenggaraan layanan bimbingan konseling yang telah dilaksanakan.
Hubungan antara Pola Asuh Keluarga dan Karakter Anak
Diastuti, Indah Mei
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.382 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2347
Pola asuh orangtua sangat mempengaruhi proses perkembangan anak salah satunya adalah karakter anak. Dalam lingkungan keluarga, anak akan mempelajari dasar-dasar perilaku yang penting bagi kehidupannya nanti. Anak meniru bagaimana orang tua bersikap, bertutur kata, mengekspresikan harapan, tuntutan, dan kritikan satu sama lain, menanggapi dan memecahkan masalah, serta mengungkapan perasaan dan emosinya. Disamping itu, dengan adanya model perilaku yang baik akan membawa dampak baik bagi perkembangan anak demikian juga sebaiknya. Pola asuh pada dasarnya diciptakan oleh adanya interaksi antara orang tua dan anak dalam hubungan sehari-hari yang berevolusi sepanjang waktu. Orang tua yang satu dengan yang lain memberikan pola asuh yang berbeda dalam membimbing dan mendidik anak-anaknya Norman (1996) menjelaskan secara garis besar pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya dapat digolongkan menjadi:1) Pola Asuh Otoriter, 2) pola asuh demokratis, 3) pola asuh permisif. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua adalah interaksi antara orang tua dengan anak untuk mengarahkan perilaku anak kearah yang baik, menstimulasikan nilai-nilai (kepribadian dan kebudayaan) yang dianggap baik oleh orang tua agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara baik dan optimal. Dalam interaksinya dengan anak anak, orang tua menggunakan cara-cara tertentu yang dianggap paling baik bagi anaknya. Orang tua perlu menerapkan pola asuh yang tepat, sehingga anak memiliki karakter positif, kepribadian yang tangguh, dan menjadikan karakter-karakter tersebut mengakar kuat dan selamanya akan menjadi prinsip hidup anak untuk mencapai kemuliaan hidup.