JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
22,841 Documents
HUBUNGAN SELF CONCEPT DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA ANAK PANTI ASUHAN HARAPAN PUTRA DI KELURAHAN TANGKERANG UTARA KECAMATAN BUKIT RAYA KOTA PEKANBARU
Deltina, Marta Mela;
Novianti, Ria;
Kurnia, Rita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (378.416 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.384
Penyesuaian diri pada anak panti asuhan Harapan Putra di Kelurahan Tangkerang Utara Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah anak panti asuhan Harapan Putra di Kelurahan Tangkerang Utara Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru yang berjumlah 85 anak. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi, adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini non probability dengan simple random sampling teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui lembar observasi untuk anak. Analisis penelitian menggunakan uji korelasi SPSS for windows ver. 22. Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan antara self concept dengan penyesuaian diri pada anak Panti Asuhan Harapan Putra di Kelurahan Tangkerang Utara Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Pada penelitian ini diperoleh data mengenai penyesuaian diri secara keseluruhannya dengan nilai 58,95% termasuk dalam kategori cukup baik yaitu dalam rentang 54%-70% (dilihat pada table 3.6). Sedangkan data mengenai self concept pada anak secara keseluruhan dengan nilai 64,34% termasuk dalam kategori cukup baik yaitu dalam rentang 54%-70%. Untuk menguji signifikansi hubungan dapat diketahui melalui hasil analisis dengan correlation pearson product moment, dengan melihat nilai probabilitas (sig) yang diperoleh. Sebagai keteria penilaian, apabila >0,05 maka Ho diterima, sedangkan apabila probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel tersebut.
IDENTIFIKASI KONFLIK MASYARAKAT DI KERINCI DENGAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN IPS
Pratiwi, Marni Emiar;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.227 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.385
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika konflik warga dalam kehidupan sosial masyarakat Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan,literasi, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika konflik warga masyarakat dalam kehidupan sosial masyarakat kerinci terjadi dipengaruhi dari berbagai aspek social seperti geografi,sosiologi, ekonomi dan sejarah dan dan dampak dari konflik dapat dikaji malalui perspektif pendidikan ilmu pengetahuan sosial
POLA PERUBAHAN INTERAKSI DALAM KELUARGA PADA MASYARAKAT AIR BATUMBUK JALUR PENDAKIAN GUNUNG TALANG
Zamra, Sawatul;
Rusdinal, Rusdinal;
Firman, Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (139.797 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i6.386
Artikel ini akan menjelaskan dan mendeskripsikan pola perubahan interaksi dalam keluarga pada masyarakat Air Batumbuk Jalur Pendakian Gunung Talang. Teori yang membantu menganalisis temuan dalam penelitian ini adalah teori perubahan sosial dari Veblen dan Ogburn sebagai kaum teknokratis dalam perspektif Materialistis. Veblen melihat masyarakat sangat ditentukan oleh teknologi. Ia terutama memusatkan perhatian pada pengaruh teknologi terhadap pikiran dan perilaku manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Jumlah informan secara keseluruhan adalah 10 orang. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan yaitu teknik wawancara mendalam dan observasi yang dilakukan yaitu teknik observasi non-partisipasi. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman (Model analisa Interaktif) yaitu reduksi data, model data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya pengaruh teknologi yang mengakibatkan adanya perubahan pola interaksi di Kawasan pada masyarakat Air Batumbuk Jalur Pendakian Gunung Talang yaitu dari interaksi secara langsung (tatap muka) menuju interaksi dengan menggunakan gadget. Interaksi secara langsung pada saat sekarang ini hanya ditemukan di malam hari saja yaitu pada saat makan malam maupun menonton televisi saja. Selain itu perubahan pola interaksi tersebut juga berdampak pada kekuasaan orang tua yang semakin berkurang, pemberian perhatian terhadap anak semakin besar dan fungsi keluarga yang semakin kecil
MAKNA PEMAKAMAN BAGI ETNIS TIONGHOA DI SUNGAI PENUH
Liza, Yana;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.173 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.389
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna pemakaman bagi etnis Tionghoa yang ada di Sungai Penuh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian sejarah yang terbagi dalam empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaman bagi etnis Tionghoa merupakan sesuatu yang sakral karena menurut etnis Tionghoa mati bukan berarti pergi begitu saja. Mereka percaya bahwa jiwanya tetap hidup bahkan akan menjaga kehidupan keturunannya di dunia.
PENERAPAN NILAI MULTIKULTURALISME DI SEKOLAH MULTI ETNIK (TENTANG INTERAKSI SOSIAL DI SMP DEK KOTA PADANG)
Ranny, Ranny;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.375 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.390
Peran sekolah dalam menerapkan nilai multikultural yaitu untuk membiasakan peserta didik terhadap nilai-nillai multikultural dalam kehidupan sosial keluarga dan lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui bagaimana pemahaman para siswa tentang nilai-nilai multikulturalisme yang didapatkan dari sekolah dan keluarga. Dalam penerapan nilai-nilai multikultural para siswa yang berbeda agama dan etnis dalam berinteraksi di dalam kelas maupun di lingkungan masyarakat. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomologi. Dari penelitian tersebut, peneliti mendapatkan hasil bahwa peserta didik memahami tentang nilai-nilai multikulturalisme yang beragam. Para siswa dari agama dan etnis yang berbeda, namun mereka paham terhadap nilai sikap toleransi, sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Meskipun berbeda agama dan berbeda etnis, namun para siswa saling menghormati perbedaan yang ada, dan nilai solidaritas yang tinggi. Jika para siswa tidak memahami penerapan nilai multikultural maka akan terjadi konflik antar etnis dan kelompok yang bisa mengancam persatuan bangsa. Dalam menerapkan nilai-nilai multikultural terhadap para siswa, sekolah yang merupakan tempat terpenting untuk para siswa dalam belajar untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai multukultural kepada siswa, sekolah juga memiliki peran penting terhadap para siswa untuk menerapkan sikap dan nilai multikulturalisme seperti fungsi akademik, fungsi fasilitator dan fungsi penegak aturan dan tata tertib sekolah yang multi etnik. Dan penerapan nilai multikulturalisme di SMP DEK Kota Padang sudah berjalan dengan sangat baik karena para siswa di SMP DEK Kota Padang meskipun berbeda agama dan etnis namun mereka memiliki sikap toleransi yang tinggi, saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Siswa yang beragama Islam, Kristen dan Budha dapat berinteraksi dengan baik dan tanpa memebeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Begitulah fenomena yang terjadi di SMP DEK Kota Padang yang memiliki siswa yang berbeda agama dan etnis namun tetap hidup rukun
TRADISI UPACARA SELAMATAN KEMATIAN DI KAMBANG UTARA KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
Kaminus, Kaminus;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.052 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.392
Tradisi merupakan hasil karya dari masyarakat yang sekaligus hukum tidak tertulis, dimana hukum tidak tertulis ini dijadikan patokan norma dalam masyarakat yang dianggap baik dan benar. Tradisi upacara selamatan kematian di Kambang Utara Kecamatan Lengayang ini merupakan salah satu diantara bagian dari hukum tidak tertulis yang harus diselenggarakan bagi keluarga yang ditinggal (masih hidup). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana tradisi upacara selamatan kematian di Kambang Utara Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif, informan dari penelitian ini adalah tokoh masyarakat, serta masyarakat yang ada di Kambang Utara, masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan tradisi upacara selamatan kematian di Kambang Utara Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan ini merupakan warisan dari tradisi dari jauh sebelum masuknya islam (tradisi hindu, buda). Meskipun sekarang sudah menganut ajaran Islam, akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahan yang digunakan (bakar kemenyan) merupakan bagian dari tradisi hindu buda, Upacara selatan kematian ini diselenggarakan pada siang Hari, dan dalam proses pelaksanaannya terlebih dahulu dilakukan pemabakaran kemenyan, dan dilanjutkan dengan masyarakat disana menyebutnya dengan sebutan atik-atik atau tahlillan, adapun bacaannya yaitu la illaha Illalloh, yang dibaca secarah bersama-sama. Serta dilanjutkan dengan bacaan doa, dan dilanjutkan dengan makan-makan bersama.
PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN MOHAMMAD HATTA
Amelia, Dessy;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol 3 No 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan dalam arti luas adalah kegiatan didik-mendidik yang terjadi di mana dan kapan saja. Sistem pendidikan yang tidak representatif pada masa kolonial telah melatarbelakangi munculnya pemikiran-pemikiran pendidikan dari kalangan bumiputra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran pendidikan Mohammad Hatta secara luas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research), yang dikumpulkan melalui arsip-arsip, buku-buku,karya-karya Bung Hatta, maupun sumber-sumber data lain yang relevan dengan masalah penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif-eksploratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Mohammad Hatta bertujuan untuk memerdekakan manusia. Pemikiran tersebut terbagi atas pemikiran pendidikan politik, ekonomi, dan sosial yang diaktualisasikan melalui PNI Baru. Selain PNI Baru, Mohammad Hatta juga mengaktualisasikan pemikiran pendidikannya melalui berdirinya Sekolah Tinggi Islam (1945) dan lingkungan keluarga dalam mendidik ketiga putrinya.
PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN
Marisyah, Ab;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.153 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.395
Perkembangan pendidikan Indonesia tidak dapat lepas dari peran Ki Hadjar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan di Indonesia. Pemikirannya dalam bidang pendidikan, pada masa kini nampaknya sudah sedikit mulai terlupakan. Oleh karena itu, melalui artikel ini penulis bertujuan untuk menguraikan konsep dan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan di Indonesia. Tulisan ini merupakan kajian pustaka dengan menggunakan pendekatan historis. Sumber data primer yang digunakan, merupakan karya yang ditulis oleh Ki Hajar Dewantara langsung, dan sumber data sekunder yang digunakan, meliputi karya tentang Ki Hajar Dewantara yang ditulis oleh orang lain. Dalam proses analisis data telah terkumpul, penulis menggunakan analisis kandungan pemikiran (content analisys) Hasil penelitian adalah 1) Sistem among yang mempunyai dua dasar yaitu azas kodrat alam dan azas kemerdekaan. 2) Konsepsi pendidikan Ki Hadjar Dewantara meliputi konsep tri pusat. 3). Sumbangan pemikiran Ki Hadjar Dewantara bagi pendidikan Indonesia yaitu taman siswa yang didalamnya terdapat system among dan juga konsep tri pusat pendidikan yang juga system asrama yang sangat cocok diterapkan dalam pendidikan militer.
PERBANDINGAN BUDAYA ANTRI ANTARA INDONESIA DENGAN JEPANG
Putri, Wulandari Dwianty;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.913 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.396
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya antri antara Indonesia dengan Jepang. Penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan metode ethnografi yang berkaitan dengan budaya. Tujuan penulisan ini adalah untuk membandingkan budaya antri antara Indonesia dan Jepang sebagai acuan untuk penulis maupun orang banyak betapa pentingnya mengantri ini. Hasil penelitian ini bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak terbiasa mengantri di tempat umum sedangkan masyarakat Jepang sudah terbiasa mengantri di tempat umum. Hal ini dikarenakan masih banyaknya keluarga pada masyarakat Indonesia yang belum mengajarkan pentingnya mengantri di tempat umum sebaliknya di dalam keluarga masyarakat Jepang, sejak kecil orang tua mengajarkan kepada anak mereka betapa pentingnya mengantri di tempat umum.
GRUBYUKAN PADA UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA JORONG PIRUKO NAGARI SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
Zarti, Fira;
Firman, Firman;
Rusdinal, Rusdinal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (623.315 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.397
Artikel ini membahas tentang kontribusi warga memberikan sumbangan dalam acara grubyukan pada masyarakat Jorong Piruko. Biasananya biaya resepsi pernikahan ditanggung oleh kedua belah pihak mempelai dan keluarga luas, sementara di Jorong Piruko selain disediakan oleh kedua belah pihak mempelai, mereka juga mendapatkan bantuan dari warga setempat melalui acara grubyukan. Pendekatan pada penelitian ini termasuk kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 23 (dua puluh tiga) orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan mengacu model analisis etnografi yang dikembangkan oleh James P Spradley. Penelitian ini mengungkap bahwa faktor warga ikut berkontribusi dalam acara grubyukan, yaitu untuk membantu biaya pelaksanaan upacara perkawinan, sebagai wujud solidaritas dan nilai kerukunan dalam bermasyarakat, dan resiprositas. Sementara kontribusi warga dalam acara grubyukan juga terlihat dalam bentuk jasa dan benda, berupa rewang yaitu warga memberikan sumbangan bantuan tenaga, selain itu warga perempuan yang sudah menikah juga membantu mengisi bahan dapur.