cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,727 Documents
Implementasi Integrasi dan Asimilasi sebagai Upaya Agar Narapidana Diterima Kembali di Lingkungan Masyarakat Imam Haidar Pratama; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.541 KB)

Abstract

Penulisan jurnal ini didasari oleh Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2021. Integrasi yaitu suatu hak yang diberikan kepada narapidana dalam bentuk pembebasan bersyarat bagi narapidana dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan. Sedangkan definisi dari asimilasi yaitu suatu hak yang diberikan kepada narapidana dalam rangka mendapatkan sebuah perubahan attitude/perilaku dengan membaurkan kembali narapidana di lingkungan masyarakat. Dalam proses implementasi asimilasi tidak bisa dianggap mudah karena setiap lingkungan hidup dan budaya pada masyarakat selalu mengalami perubahan. Asimilasi dapat diterima oleh narapidana guna memenuhi hak narapidana setelah mereka memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan berdasarkan peraturan hukum yang berlaku. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 21 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Implementasi program integrasi dan asimilasi yang di laksanakan di kediaman masing masing guna memutus mata rantai penyebaran covid 19, tentunya dalam pelaksanaanya melalui bimbingan dan pengawasan yang ketat dari pihak BAPAS. Setiap implementasi kebijakan tentunya tidak selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Dalam penulisan jurnal ini dicantumkan hambatan implementasi integrasi dan asimilasi dan cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut..
Tradisi Sumba Antar Perempuan dalam Perkawinan Adat sebagai Civic Culture Masyarakat Negeri Iha-Ulupia Tina Mutmainna Siauta; Fricean Tutuarima; Fatimah Sialana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.974 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana mendiskripsikan tradisi sumba antar perempuan dalam perkawinan adat sebagai civic culture masyarakat negeri Iha-Ulupia. Penelitian ini meggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dimana bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan tradisi sumba antar perempuan dalam perkawinana adat dan bagaimana tradisi sumba antar perempuan dalam perkawinan adat sebagai civic culture masyarakat negeri Iha-Ulupia.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara ini menunjukan bahwa tradisi sumba yang ada di negeri iha-ulupia adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan apabila ada perkawinan adat dilakukan. Tradisi sumba ini berlangsung tiga hari sebelum perkawinan atau akad nikah dilaksanakan. Tradisi sumba ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak lama dan masih dipertahakan hingga sekarang ini, tradisi ini sudah menjadi budaya dalam masyarakat setempat. dalam tradisi ini juga terdapat nilai-nilai budaya kewarganegaraannya yakni nilai kebersamaan, gotong royong, social, agama dan moral. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam sikap masyarakat.
Pengaruh Locus Of Control dan Self Regulated Learning terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Unesa di Masa Pandemi Atika Khasanah; Lifa Farida Panduwinata
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.479 KB)

Abstract

Prokrastinasi akademik ialah sebuah sikap mahasiswa dalam bidang akademik yang melakukan penundaan tugas. Aspek yang mengakibatkan prokrastinasi akademik merupakan rendahnya regulasi dalam diri dan rendahnya pengontrolan dalam mahasiswa. Penelitian yang diarahkan oleh peneliti bermaksud mencari tahu dampak dari variabel locus of control dan pembelajaran mandiri pada perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa yang dialami ketika menjalankan perkuliahan secara daring selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode regresi linier berganda yang digunakan dalam menganalisis data pada penelitian ini melalui aplikasi SPSS dan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Mengingat pemeriksaan yang telah dilakukan memperoleh hasil bahwa variabel locus of control tidak memiliki dampak yang besar pada prokrastinasi akademik dengan nilai signifikasi 0.807 > 0.05 sedangkan efek samping dari variabel pembelajaran yang dikelola sendiri juga tidak berpengaruh secara signifikan nilai 0.075 > 0.05. Sehingga, memperoleh hasil bahwa locus of control dan faktor self regulated learning secara bersamaan mempengaruhi variabel terikat dengan nilai 0.013<0,05.
Pelaksanaan Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 di SMPN 23 Palembang Feby Mon Harahap; Ulinniam Ulinniam; Ladestam Sitinjak; Samuel Urath; Afif Alfiyanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.697 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3697

Abstract

The purpose of this study was to determine the implementation of online learning during the COVID-19 pandemic at 23 Palembang Junior High School. This research uses descriptive qualitative research, namely research methods that describe the state/object of research (a person, community institution, etc.) at the present time based on the facts that appear as they are. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The implementation of online learning can be seen from 1) providing motivation to teachers; 2) direction of the principal to teachers and staff; 3) coordination between the principal and teachers or fellow teachers; and 4) good principal communication with teachers. Factors supporting the implementation of online learning, namely 1) schools facilitate WiFi for teachers to support the online learning process while the teacher is at school; 2) teachers are able to make learning videos or find learning resources from various media; 3) provide free internet quota every month to students; 4) students are able to adapt to online learning applications, such as Google Classroom and Zoom. The inhibiting factors are 1) constrained by signal and limited internet quota; 2) unstable internet network.
The Effect of Diglot-Weave Technique on Student's Vocabulary Mastery Christa N. A Manalu; Sahlan Tampubolon; Derliana H Berutu; Yunita S Siboro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.403 KB)

Abstract

Teknik Diglot Weave digunakan pada penguasaan kosakata siswa kelas XI SMA N 1 Kerajaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah penggunaan teknik Diglot Weave memiliki dampak yang signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa. Rancangan penelitian kuantitatif eksperimental untuk penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMA Negeri 1 Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, dengan melibatkan dua kelompok yaitu XI MIPA 1 sebagai kelompok eksperimen dan XI MIPA 2 sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan dua kelompok perlakuan teknik yang berbeda : teknik Diglot-Weave dan metode konvensional dengan total 40 siswa. Kelompok eksperimen terdiri dari 20 siswa, sedangkan kelompok kontrol terdiri dari 20 siswa. Data untuk penelitian ini berasal dari 40 tes kosakata pilihan ganda. Tes diberikan kepada kelompok eksperimen dan kontrol sebagai pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, nilai rata-rata kelompok eksperimen pada pre-test adalah 52,87, dan nilai rata-rata pada post-test adalah 64,75. Sementara itu, nilai rata-rata pre-test kelompok kontrol adalah 51,12, dan nilai rata-rata post-test mereka adalah 61,25. Pengujian hipotesis menghasilkan Ha diterima dan Ho ditolak karena thitung > ttabel = 1,97 > 1,68. (5%). Artinya teknik Diglot Weave berpengaruh signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa kelas XI SMA N 1 Kerajaan.
Pengaruh Perubahan Pembelajaran Daring Ke Pembelajaran Luring terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VII SMP Wesley Marindal II Evi Bunga Rosari Tumanggor; Pontas J. Sitorus; Beslina Afriani Siagian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.46 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan perubahan pembelajaran daring ke pembelajaran luring terhadap minat belajar siswa kelas VII SMP Wesley Marindal II. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. yang berupa angka dan analisis statistic untuk menganalisis data dan mengetahui pengaruh peralihan dari pembelajaran online ke offline terhadap minat belajar siswa di Sekolah Wesleyan Marindal II. Pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan alat angket atau kuesioner. Berdasarkan analisis angket dari 23 responden ternyata sebanyak 61.86% lebih memilih pembelajaran luring dibandingkan dengan memilih pembelajaran daring 44.95%. Alasan siswa mengalami lebih banyak hambatan belajar seperti sinyal tidak mendukung, sarana hp tidak memadai, kuaota internet tidak memadai. Siswa yang berminat belajar luring dengan alasan siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran, guru dapat secara langsung memantau perkembangan siswa, siswa merasakan lebih aktif dalam pembelajaran luring. Berdasarkan analisis homogenitas dan nilai probabilitas atau Sig 0.643 lebih besar dari 0.05 dan berdistribusi normal. Dengan demikian Ha diterima, yaitu perubahan pembelajaran daring ke luring berpengaruh terhadap minat belajar siswa yang artinya minat belajar siswa meningkat.
Model Pembinaan Narapidana Berbasis Masyarakat (Community Based Corrections) dalam Sistem Peradilan Pidana Kukuh Al Akbar; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.039 KB)

Abstract

Community Based Correction adalah jenis program pembinaan bagi narapidana sewaktu mereka menjalani sisa pidananya. Mereka diberi kesempatan untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan pengawasan atau supervisi tertentu. Untuk melaksanakan program operasional lapas terbuka diperlukan 5 (lima) prinsip dasar, antara lain: prinsip pertama narapidana harus memiliki kesempatan untuk memperoleh pekerjaan, prinsip kedua narapidana harus diseleksi terlebih dahulu, prinsip ketiga narapidana tidak boleh dieksploitasi, prinsip keempat sistem pengamanan harus minimum, dan prinsip kelima tanggung jawab pemindahan narapidana.
Optimalsasi Kegiatan Kerja Laduta Bistro sebagai Sarana Asimilasi Luar Tembok di Lapas Kelas IIA Tangerang Alvin Surya Pramana; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.783 KB)

Abstract

Pembinaan kemandirian merupakan serangkaian kegiatan untuk menciptakan wargabinaan yang berkualitas , dengan tujuan untuk memberikan bekal kemampuan agar dapat kembali hidup bermasyarakat pada umumnya, sehingga dapat kembali sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan bebas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana bentuk optimaslisasi dari kegiatan kerja Laduta Bistro sebagai sarana asimilasi luar tembok di Lemabaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang dan mengetahui bagaimana faktor penghambat dalam kegiatan kerja Laduta Bistro berlangsung serta cara mengatasi faktor penghambat agar kegiatan kerja Laduta Bistro dapat berjalan dengan maksimal. Hasil dari optimalisasi kegiatan kerja laduta bistro sebagai sarana asimilasi luar tembok di lapas kelas iia tangerang yaitu dengan melatih keterampilan narapidana, memberikan materi dan metode pembinaan keterampilan, serta melaksanakan program optimalisasi yang telah dilakukan. dan ada beberapa faktor penghambatnya yaitu dari segi rasa malas warga binaan pemasyarakatan dan anggaran, sarana prasarana yang harus di maksimalkan. Dengan memberikan motivasi kepada warga binaan pemasyarakatan dan memberikan pelatihan dapat mengatasi faktor penghambat dari kegiatan kerja Laduta Bistro.
Penerapan Konsep Community Based Correction alam Pembinaan Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Hestin Febbia Andriani; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.966 KB)

Abstract

Kegiatan pembinaan wajib diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan yang sedang menjalani pidana. Akan tetapi mengingat bahwa pelaku pelanggar hukum tidak hanya berasal dari kalangan dewasa namun ada juga yang masih berusia anak maka proses pembinaan tetap harus diberikan secara adil. Adil disini artinya adalah sesuai porsi penerima, bukan diberikan sama percis antara warga binaan dewasa dan anak-anak. Community Based Correction (CBC) adalah bagian dari proses pembinaan yang didalamnya melibatkan masyarakat. Program CBC akan diberikan pada proses pembinaan tahap akhir bagi warga binaan pemasyarakat. Kali ini, penulis akan membahas mengenai penerapan konsep Community Based Correction dalam pembinaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Tulisan ini akan menguraikan tentang apa saja isi dari konsep Community Based Correction dan bagaimana perannya dalam upaya pembinaan anak di LPKA. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa study kepustakaan yang kemudian diuraikan secara deskriptif yaitu menuturkan data yang ada misalnya mengenai situasi yang dialami, satu hubungan, kegiatan, pandangan, sikap yang menampak, atau tentang proses yang sedang berlangsung. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran penerapan konsep Community Based Correction dalam proses pembinaan anak sehingga dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa program CBC penting dan berguna diberikan dalam proses pembinaan karena dalam program ini warga binaan dibaurkan langsung dilingkungan masyarakat dan masyarakat tentunya ikut mengambil peran dalam usaha memperbaiki karakter anak pidana.
Pembinaan Narapidana Lanjut Usia melalui Program Asimilasi Rumah di Lembaga Pemasyarakatan Alvin Pradana Fahmi; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.318 KB)

Abstract

Tahanan yang menempuh kejahatan di Badan Sosialisasi, pada hakikatnya sepanjang menempuh kejahatan, sudah kehabisan independensi buat beraksi, maksudnya tahanan yang berhubungan cuma bisa berkiprah di dalam Badan Sosialisasi saja. Wujud perlakuan dituangkan dalam upaya Badan Sosialisasi atau Rutan buat membina tahanan, buat memahami diri sendiri, alhasil bisa mengubah diri sendiri jadi lebih bagus, jadi positif tidak lagi melaksanakan perbuatan kejahatan ataupun meningkatkan diri sendiri jadi orang yang lebih bermanfaat untuk negeri, agama, serta keluarganya. Tahap tahap yang ditempuh oleh Badan Sosialisasi buat menghindari terbentuknya klise kesalahan sebagimana sudah dipaparkan dimuka merupakan lewat pembinaan salah satunya berupa asimilasi rumah yang ditujukan untuk narapidana lanjut usia. Dalam riset ini, pengarang mempraktikkan tata cara kualitatif yang dilakukan bersumber pada riset pustaka. Dengan Pelaksanaan pembinaan narapidana ini adalah untuk pencegahan terjadinya pengulangan kehajatan. Dengan demikian Narapidana yang lanjut usia ini dapat memperoleh HAM walaupun ada di Lembaga Pemasyarakatan.

Page 465 of 2473 | Total Record : 24727