Articles
206 Documents
STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN START-UP PADA BIDANG PENDIDIKAN DI CV. BIG EDU INDONESIA
Maula, Nurkholifatul
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 02 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v5i02.221
Perkembangan startup di Indonesia cukup pesat dan telah berkembang secara merata ke seluruh daerah di Indonesia. Akan tetapi, startup yang dibidang edutech tampak tidak se-eksis startup e-commerce. Hal ini memiliki tantangan tersendiri bagi Indonesia. Terdapat perusahaan startup edutech yang cukup unik, yang bergerak dibidang riset, yaitu CV. Big Edu Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan, yaitu: bagaimanakah model bisnis CV. Big Edu Indonesia, bagaimana strategi marketing CV. Big Edu Indonesia, dan bagaimana dampaknya terhadap jumlah pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, analisis Miles dan Huberman, dengan teknik wawancara mendalam. CV. Big Edu Indonesia memiliki layanan konsultasi riset dan sekolah, serta terdapat produk Research Plan Book. Adapun strategi yang digunakan yaitu: membuat konten marketing di Instagram, LinkedIn, dan Blog; membuka volunteer di beberapa daerah; mengadakan student ambassador yang berada diberbagai daerah; membangun komunitas Big Edu Project di WhatsApp dan Facebook; mengadakan diskusi online setiap bulan dengan mengundang pembicara handal; dan melakukan pelatihan singkat di sekolah-sekolah. Dampak dari strategi tersebut yaitu dapat meningkatkan jumlah peserta diskusi online.
JEJARING KEBIJAKAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM ECOVILLAGE DI DESA MEKARMUKTI, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Gartika, Dewi;
Diana, Muthya
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 01 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v6i01.222
Pengendalian dan pengawasan kualitas lingkungan hidup tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak sangat diharapkan. Program ecovillage bertujuan untuk mewujudkan kampung/desa/kelurahan berbudaya lingkungan secara partisipatif dan mandiri, dengan harapan berdampak pada perbaikan kesejahteraan masyarakat dan kualitas Daerah Aliran Sungai. Hasil pemantauan di awal penelitian, ditemukan adanya masyarakat yang tidak turut aktif. Hal ini tidak sejalan dengan tujuan dan sasaran program serta dapat mengancam keberlanjutan program. Penelitian jejaring kebijakan dalam pelaksanaan Program Ecovillage di Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat menjadi penting untuk menganalisis jejaring yang dibentuk dan bagaimana capaian kinerjanya. Penelitian dilaksanakan pada Tahun 2019. Metode penelitian adalah desktiptif kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode snowball dengan keyperson adalah Kepala Desa Mekarmukti. Instrument yang digunakan untuk pengambilan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Pembahasan hasil penelitian dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor yang terlibat hanya terdiri dari 3 (tiga) unsur yaitu BPLHD Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Desa Mekarmukti dan para Kader Ecovillage. Dalam implementasinya menghadapi kendala : tidak adanya komitmen Kepala Desa, keterbatasan anggaran dan belum optimalnya keterlibatan para stakelhoder. Peneliti menyarankan agar para Kader Ecovillage mengoptimalkan keterlibatan media, lembaga riset/perguruan tinggi dan kelompok masyarakat lainnya dalam Program Ecovillage di desanya.
KARAKTERISASI FAKTOR PENENTU KEBERLANJUTAN PENGEMBANGAN AYAM KUB DI KABUPATEN GARUT
Prawiranegara, Darojat;
Mulijanti, Siti Lia
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 01 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v6i01.250
Inventory of factors determining the continuation of keeping KUB chickens by poor villager households, disseminated under #Bekerja program in 4 sub districts of Garut regency, was carried out through a survey study in September to November 2018. The data sampling was conducted purposely, consisting of representatives of various sources related to the development of keeping the KUB chickens gathered in FGD (Focus Group Discussion). The data consisted of primary data and secondary data. The data were analysed descriptively and by using multiple regression which was performed using SPSS 16. The results showed that internal factors consisted of quality of direct management by poor villager households, the existence of suppliers, market intermediaries, consumers and competitors. Whilst the external factors were the guidance of government services officers, the product selling price and the distance of location of the market. Furthermore the results showed that the motivation of RTM, supplier of business inputs, marketing intermediaries, consumer desires, officer guidance, selling prices, business location and quality of KUB chickens significantly influence the development of KUB chickens. Whilst competitor and promotion did not significantly influence the development of keeping KUB chickens.
FAKTOR JAM SIBUK JARINGAN JALAN PERKOTAAN DENGAN METODE INTERVAL JAM TETAP DAN INTERVAL JAM BERGERAK(STUDI KASUS RUAS JALAN DI KOTA CIMAHI)
Hendrawan, Hendra
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 01 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v6i01.256
The Peak Hour Factor (PHF) is an important variable for determining road capacity. The value of PHF will vary greatly depending on location characteristics and classification of road functions. This study aims to obtain the estimated value of PHF in the urban road network system with variations in the classification of functions and types of roads. In addition this study also aims to obtain a method of approaching the PHF value near to fluctuations in traffic flow which has limited resources for surveys based on the duration specified in the traffic survey guidelines in Indonesia. The method used is descriptive statistical analysis and parametric test using Independent T sample test. The PHF is calculated based on Fixed Hourly Interval and Moving Hourly Interval and their inverse. The results of the study show the value of PHF in the road network system in urban areas for variations function and type of road that is in the range of 0.79 to 0.98 with an average of 0.91. Other findings show that the inverse method of Moving Hourly Interval can be used as an approach to obtain the PHF value under conditions of resource constraints
PENENTUAN AREA BERISIKO ASPEK DRAINASE KOTA CIMAHI BERDASARKAN PEDOMAN STRATEGI SANITASI KOTA 2018
Utami, Elvira Rizqita;
Juwana, Iwan
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 01 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v6i01.257
Cimahi City is one of the cities that participated in the Accelerated Habitation Sanitation Development Program in 2011. This was done because the Cimahi City Government realized that the sanitation conditions in Cimahi City were still of concern. In 2015, the coverage of drainage system services reached 89.87%. Meanwhile, inundation and flood area in 2018 in Cimahi City reached 36.4 hectares or equal to 0.76% of the total area of Cimahi City. Inundation and floods that occur resulting in displaced residents as well as financial losses. Based on the following problems, this study was conducted to calculate the level of risk in each urban village in Cimahi City. The level of risk is expressed in scores ranging from 1 - 4. A score of 1 means very low risk, a score of 2 means low risk, a score of 3 means high risk, and a score of 4 means very high risk. Determination of risk scores involves exposure factors and impact factors Exposure factors consist of inundation area percentage, sanitation risk index (IRS) score based on EHRA, and OPD perceptions. While the impact factors consist of population, population density, poverty rate, and urban / rural function.
ANALISIS WILLINGNESS TO PAY MASYARAKAT TERHADAP PENGADAAN LAYANAN PDAM TIRTA RAHARJA MENGGUNAKAN METODE CONTINGENT VALUATION
Raihana, Farah Fauzia
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 01 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v6i01.258
Gandasari is one of the villages in Katapang Sub District, Bandung Regency. Most people in Gandasari Village use groundwater as their main water source to fulfill their needs of water. Groundwater in Gandasari Village has bad quality and quantity. Hence, the provision of a safe water supply is needed in Gandasari Village. On the other hand, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja is developing their House Connection (SR) in Gandasari Village RW 5,6,7,9, and 11. Provision and management of water supply required to achieve full cost recovery. Therefore, it is necessary to know the willingness to pay (WTP) value for the provision of PDAM’s pipe connection. This study aimed to determine households’ WTP for the provision of piped water service and identify the factors affecting it. The WTP was estimated through questionnaires collected from 89 households in Gandasari Village using Contingent Valuation Method (CVM) and bidding games technique. Based on the questionnaire result, the Estimated Mean WTP (EWTP) value of WTP for installation fee is Rp961.798 and Total WTP is Rp735.775.281. Meanwhile the EWTP value of WTP for retribution fee is Rp51.180/month and TWTP is Rp39.152.528. Factors affecting the value of WTP for installation fee is household size and average income, meanwhile for retribution fee WTP value average income was the affecting factor. Provision of communal well is recommended for households who cannot afford to pay for PDAM.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS UNGGUL BARU PADI DI KABUPATEN MAJALENGKA
Haryati, Yati;
Nurbaeti, Bebet;
Noviana, Irma
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 02 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v6i2.260
Varietas unggul yang cocok dan disukai oleh konsumen dapat dijadikan salah satu alternatif komponen inovasi teknologi untuk dikembangkan dalam mendukung pencapaian target peningkatan produktivitas dan produksi padi. Kegiatan Uji Adaptasi dan preferensi Varietas Unggul Baru Padi (Padjadjaran, Cakrabuana, Munawacita dan Rindang-2). Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan. Parameter yang diamati tinggi tanaman (30, 60 dan 90 HST), jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai (isi dan hampa) dan hasil (t ha-1 GKG). Data keragaan agronomis dianalisis menggunakan Uji Duncan dilanjutkan dengan uji jarak berganda (DMRT) dengan menggunakan SAS versi 9.0 for windows dan preferensi petani dianalisis menggunakan Uji Friedman. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Varietas unggul baru memberikan keragaman antar varietas dalam karakter agronomi. Varietas Padjadjaran memberikan jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai relatif lebih baik dengan produktivitas 7,98 t ha-1. Preferensi konsumen menyukai Varietas Padjadjaran dan Cakrabuana sebagai alternatif untuk pergiliran varietas pada agroekosistem dan musim yang sama di lahan sawah.
PELUANG DAN TANTANGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DALAM MENDORONG REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI SEKTOR INDUSTRI
Idris, Syaharuddin
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 02 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v6i2.270
Penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan beberapa peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong penerapan konsep-konsep Revolusi Industri 4.0 di sektor industri di Jawa Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengedepankan Analisa Lingkungan Eksternal sebagai metode penjelasannya, penelitian ini mengidentifikasi beberapa peluang dan tantangan hingga merekomendasikan beberapa pilihan kebijakan yang bisa dirujuk oleh pengambil kebijakan dalam merespon kecenderungan konsep Revolusi Industri 4.0 di Jawa Barat. Hasil penelitian menemukan peluang Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong penerapan konsep-konsep Revolusi Industri 4.0 di sektor industri di Jawa Barat pada aspek komitmen pemerintah terhadap pengembangan sektor industri, ketersediaan infrastruktur pendukung Industri, dan jaringan kerjasama yang dimiliki oleh pemerintah untuk pengembangan sektor industri. Sedangkan tantangan yang perlu untuk diantisipasi adalah persoalan ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan hambatan birokrasi. Adapun beberapa pilihan kebijakan yang direkomendasikan di antaranya adalah mendorong Riset, Pengembangan, dan Pelatihan; diversifikasi produk; dan mendorong peningkatan ekspor produk.
DILEMA PEMBELAJARAN DARING: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN BABAKAN CIWARINGIN CIREBON, JAWA BARAT
Maula, Nurkholifatul
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 02 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v6i2.279
Pandemi covid-19 telah memberikan banyak perubahan, antara lain di bidang pendidikan. Khususnya di lingkungan pesantren, tantangan yang dihadapi adalah cukup kompleks dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perspektif guru dan upaya sekolah dalam menghadapi pembelajaran secara daring di masa pandemi covid-19. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa para guru pada salah satu sekolah menengah pertama di Pondok Pesantren Babakan memiliki perspektif bahwa proses pembelajaran daring selama masa pandemi ini, berlangsung tidak efektif. Hal itu dikarenakan beberapa hal, yaitu: keterbatasan penggunaan gadget di pesantren, kurang tersedianya fasilitas yang memadai, dan kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan IT, serta ketidakdisiplinan siswa. Berdasarkan perspektif para guru di atas, pihak sekolah di lingkungan pesantren memiliki berbagai upaya dalam peningkatan efektivitas pembelajaran daring, yaitu: menggunakan Hybrid Learning, memberikan kuota gratis untuk siswa dan guru, dan memberikan ruang kepada guru untuk belajar dengan teman sebaya dalam penggunaan IT.
A LOGICAL FRAMEWORK APPROACH FOR SME'S TERM OF REFERENCE, BUDGET PLAN AND COOPERATIVE PROJECT
Putri, Dini Ajani;
Hidayat, Muhammad Thariq;
Kharisma, Bayu;
Hadian, Yudha
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 02 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34147/crj.v6i2.280
One of the most crucial stages in the new system of PP 17/2017 on Synchronization of National Development Planning and Budgeting is creating a comprehensive and accurate Terms of References (TOR) and budget plan, which define all aspects of how line ministries or stakeholders will conduct the priority project. Taking one example of priority projects of the Ministry of Cooperatives and SMEs, which is called Pusat Layanan Usaha Terpadu/ PLUT KUMKM, this study aims to identify how line ministry (the Ministry of Cooperatives and SMEs) describes its project and overall perceives the new system of planning and budgeting. Using logical framework approach, this study analyzes a number of documents such as TOR, budget plan, and government plan that related to PLUT KUMKM project. The result shows that the Ministry of Cooperatives and SMEs needs to improve the perception of the new system since the TOR and budget plan cannot fully describe the project comprehensively.