cover
Contact Name
Nurjaman Gunadi Putra
Contact Email
nurjamangunadiputra@jabarprov.go.id
Phone
+6285659246824
Journal Mail Official
admin.crjournal@jabarprov.go.id
Editorial Address
Gedung BP2D Provinsi Jawa Barat, Jalan Kawaluyaan Raya Nomor 6, Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Creative Research Journal
ISSN : 24604194     EISSN : 25799231     DOI : -
CR Journal (merupakan singkatan dari Creative Research journal) adalah media publikasi hasil penelitian ilmiah diberbagai disiplin ilmu untuk memecahkan permasalahan pembangunan di Jawa Barat. CR Journal diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun dan dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
PENGARUH SISTEM IRIGASI BERSELANG DAN JARAK TANAM LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DAN EMISI GAS RUMAHKACA (GRK) Sutrisna, Nana; Ruswandi, Agus; Surdianto, Yanto
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 4 No 01 (2018): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v4i01.174

Abstract

Sistem irigasi berselang dan jarak tanam legowo 2:1 diduga selain dapat meningkatkan produktivitas padi juga dapat menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh sistem irigasi berselang dan jarak tanam legowo 2:1 terhadap produktivitas padi dan emisi GRK gas CH4 (metan). Penelitian mengunakan rancangan petak terpisah (split plot design) dengan tiga ulangan. Petak utama adalah sistem irigasi berselang (I) terdiri atas: I1 = Irigasi berselang 3 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (3:3); I2 = Irigasi berselang 5 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (5:3); I3 = Irigasi berselang 7 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (7:3). Anak petak adalah jarak tanam legowo 2:1 terdiri atas: L1 = Legowo 2:1 (25,0 x 15,0 x 50,0 cm); L2 = Legowo 2:1 (25,0 x 12,5 x 50,0 cm); L3 = Legowo 2:1 (25,0 x 15,0 x 40,0 cm); dan L4 = Legowo 2:1 (25,0 x 12,5 x 40,0 cm). Data yang dikumpulkan terdiri atas: emisi gas CH4; pertumbuhan padi (tinggi tanaman dan jumlah anakan); bobot 1.000 butir; dan hasil padi. Data dianalisis sidik ragam (Analysis of Varians) yang dilanjutkan dengan uji nilai tengah Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara irigasi berselang dengan jarak tanam legowo 2:1 terhadap emisi gas metan. Sistem irigasi berselang 5 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (5:3) dapat menurunkan emisi gas metan dan meningkatkan produktivitas padi sebesar 17,2% dari 5,88 menjadi 6,89 t/ha. Jarak tanam legowo 2:1 yang dapat menurunkan emisi gas metan adalah 25 x 15 x 40 cm sedangkan yang dapat meningkatkan produktivitas padi adalah 25 x 12,5 x 40 cm, yaitu sebesar 13,6% dari 6,04 menjadi 6,86 t/ha Gabah Kering Giling (GKG).
MODEL A.I.D.A : MINAT PELAJAR KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN BIS SEKOLAH Solihat, Ani; Fajar, Catur Martian
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 01 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i01.175

Abstract

Tujuan penelitian adalah melakukan evaluasi pada minat para pelajar menggunakan bis sekolah yang telah disediakan oleh pemerintah Kota Bandung. Dimana program ini sudah berjalan sejak 7 Oktober 2015 tetapi target pemerintah Kota Bandung terhadap pelajar yang menggunakan bis sekolah sampai saat ini belum tercapai, dimana bis sekolah hanya terisi oleh beberapa pelajar saja baik saat jam masuk sekolah atau jam pulang sekolah, padahal fasilitas bis sekolah ini sudah ditargetkan untuk kapasitas 60 orang per bis, yaitu 30 orang yang duduk dan 30 orang yang berdiri. Adapun program pemerintah Kota Bandung ini bertujuan mengurangi kemacetan dan melindungi pelajar dari kriminal saat perjalanan serta agar para pelajar tidak menggunakan kendaraan pribadi karena masih dibawah umur tetapi target dari program pemerintah ini tidak tercapai, padahal operasional bis sekolah di Kota Bandung sampai saat ini sudah hampir berjalan 10 bulan. Hal ini lah yang menjadi permasalahan, kenapa bis sekolah di Kota Bandung sedikit sekali peminatnya terutama pelajar SMP dan SMA, padahal bis sekolah ini tidak dipungut biaya atau gratis, sehingga diperlukan penelitian dengan tujuan meningkatkan minat pelajar dalam menggunakan bis sekolah di Kota Bandung melalui Model AIDA Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan minat para pelajar terhadap Bis Sekolah yang disediakan oleh Pemerintah Kota Bandung miliki peningkatan ketertarikan pada tingkat attention ke tingkat interest, sedangkan pada tingkat desire terjadi penurunan keyakinan dan bahkan pada tingkat action semakin rendah yang artinya para pelajar di Kota Bandung semakin tidak ada tindakan untuk menggunakan bis sekolah yang disediakan pemerintah Kota Bandug sebagai sarana transportasi pergi dan pulang sekolah.
PREFERENSI PETANI TERHADAP VARIETAS KENTANG DAYANG SUMBI AGRIHORTI DAN SANGKURIANG AGRIHORTI TAHAN TERHADAP PENYAKIT BUSUK DAUN Ruswandi, Agus
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 4 No 02 (2018): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v4i02.178

Abstract

Salah satu penyakit utama kentang yaitu penyakit busuk daun yang disebabkan oleh jamur, yang seringkali menyebabkan kerugian sangat besar. Untuk menangani penyakit tersebut maka Varietas Unggul Baru (VUB) kentang toleran penyakit busuk daun diintroduksikan, yaitu Varietas Dayang Sumbi dan Varietas Sangkuriang. Penelitian preferensi petani dilakukan untuk mengetahui peluang adopsi inovasi teknologi VUB tersebut. Penelitian bertujuan: 1) Mengetahui tingkat ketahanan kedua varietas tersebut terhadap penyakit busuk daun; 2) Mengetahui preferensi petani terhadap varietas kentang toleran penyakit busuk daun; 3) melakukan analisis usahatani kentang toleran penyakit busuk daun; 4) Melakukan analisis sifat inovasi teknologi kentang toleran penyakit busuk daun. Penelitian dilaksanakan sejak Januari sampai dengan Desember 2016 dan berlokasi di Pangalengan Kabupaten Bandung. Data yang dikumpulkan meliputi data tingkat kematian tanaman akibat penyakit busuk daun, preferensi petani terhadap varietas kentang toleran penyakit busuk daun, data input dan output produksi, serta data sifat inovasi teknologi. Data dikumpulkan melalui pengamatan, pencatatan peubah usahatani, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Dayang sumbi dan Sangkuriang terbukti sangat toleran terhadap penyakit busuk daun. Hal tersebut didukung oleh Preferensi petani terhadap kedua varietas tersebut sangat baik, yaitu hasil penilaian petani menyatakan bahwa pertumbuhan dan hasil umbi kedua varietas tersebut sangat baik. Usahatani kentang dengan menggunakan kedua varietas tersebut dapat mengurangi biaya fungisida sebesar 62,96% (terhadap biaya fungisida) atau mengurangi biaya sebesar 9,19% (terhadap biaya total). Teknologi varietas kentang toleran penyakit busuk daun (Dayang sumbi dan Sangkuriang) mempunyai nilai sifat inovasi teknologi yang sangat tinggi, sehingga berpeluang sangat tinggi untuk diadopsi oleh petani
SESAR LEMBANG: POTENSI BENCANA DI KAWASAN PERKOTAAN CEKUNGAN BANDUNG (SUATU TINJAUAN YURIDIS) Rismawati
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 01 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i01.193

Abstract

Potensi bencana Sesar Lembang tidak dapat diabaikan. Meski tidak berada di ruang yang dapat dihuni oleh manusia, tetapi keberadaannya dapat mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan ruang digunakan oleh manusia sebagai wadah untuk melaksanakan berbagai macam kegiatannya. Kawasan Cekungan Bandung, tempat Sesar Lembang berada telah ditetapkan menjadi Kawasan Perkotaan, bahkan Kawasan Metropolitan dan Kawasan Strategis Nasional dari sudut kepentingan ekonomi. Padahal, kawasan tersebut merupakan kawasan rawan bencana, salah satunya gempa dan gerakan tanah yang dapat diakibatkan oleh Sesar Lembang. Dalam tulisan ini, dilakukan kajian hukum dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, terhadap peraturan perundang-undangan terkait penataan ruang yang berlaku secara umum di tingkat nasional dan secara khusus di area Cekungan Bandung. Dari hasil kajian hukum tersebut, diketahui bahwa demi terwujudnya keharmonisan dengan kondisi alam, diperlukan penataan ruang yang mengakomodir kondisi alam setempat. Arahan mitigasi dalam pengaturan penataan ruang telah ada, tetapi lebih mengarah pada apa yang seharusnya dilakukan ke depan, bukan pada perbaikan kondisi masa kini untuk mengurangi tingkat kerentanan di sekitar kawasan tersebut.
PELUANG PENERAPAN BERBAGAI INOVASI TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN DI JAWA BARAT Suryani , Ani; Prawiranegara, Darojat
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 01 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i01.198

Abstract

Saat ini inovasi teknologi pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan produksi pertanian di Jawa Barat. Lahan yang semakin terbatas dan jumlah penduduk Jawa Barat yang semakin meningkat merupakan kenyataan yang penting untuk dicari jalan keluarnya. Inovasi teknologi adalah suatu cara mengatasi kesenjangan antara produksi dan permintaan hasil produksi. Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengembangkan beberapa inovasi teknologi yang layak untuk diterapkan ditingkat pengguna/petani di Jawa Barat. Dalam penerapannya BPTP Jawa Barat mengenalkan beberapa inovasi teknologi produk Badan Litbang Pertanian kepada para pengguna teknologi di daerah diantaranya budidaya varietas kedelai tahan naungan tanaman tahunan, budidaya bawang merah ramah lingkungan, budidaya jagung dengan penggunaan biochar dan budidaya ternak ayam KUB. Pengenalan teknologi disampaikan melalui pelatihan teori, pertemuan kelompok, dan demplot kajian teknologi (kaji terap). Salah satu faktor yang mempengaruhi percepatan penyebaran adopsi adalah sifat atau karakter inovasinya itu sendiri. Tulisan ini bertujuan mereview karakteristik inovasi teknologi yang diujicobakan dan mengukur peluang adopsi inovasi teknologi tersebut. Hasil menunjukkan bahwa keempat inovasi teknologi dipersepsi positif oleh pelaksana kaji terap dan keempat teknologi mempunyai peluang yang tinggi untuk dikembangkan di Jawa Barat dengan nilai peluang adopsi masing adalah 75,25 persen inovasi budidaya bawang merah ramah lingkungan; 82,24% pengembangan biochar pada tanaman jagung; 81,07 pengembangan varietas kedelai tahan naungan dan 87,84% pengembangan ayam KUB.
STRATEGI PENGEMBANGAN AYAM KUB PADA PROGRAM #BEKERJA DI KABUPATEN GARUT PROVINSI JAWA BARAT Prawiranegara, Darojat; Liferdi; Sunandar, Bambang
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 01 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i01.199

Abstract

Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#BEKERJA) berbasis pertanian adalah upaya untuk pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan melalui kegiatan pertanian yang terintegrasi sesuai Permentan RI. No. 20/PERMENTAN/ RC.120/5/2018 sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas masyarakat kurang mampu (miskin). Namun demikian, tidak menutup kemungkinan muncul dan dijumpai masalah baru selama pelaksanaan program, yang akan mempengaruhi program setelah bantuan dihentikan. Maka perlu kiranya melakukan analisis strategi keberlanjutan pengembangan program #BEKERJA dimasa sekarang dan dimasa yang akan. Analisis dilakukan dengan metode SWOT. Melalui survai dan Focus Group Discussion (FGD) di peroleh hasil bahwa faktor penentu keberlanjutan pengembangan ayam KUB di Kabupaten Garut dipilah menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor penentu internal secara berurutan adalah: (1) Rumah Tangga Miskin (RTM); (2) pemasok sarana produksi ternak; (3) para perantara pemasaran; (4) konsumen; dan (5) para pesaing usaha sejenis. Faktor penentu eksternal secara berurutan adalah: (1) bimbingan petugas; (2) harga jual produksi; (3) lokasi pengusahaan; (4) kualitas produk; dan (5) promosi. Hasil matrik grand strategi berada pada posisi (x,y) kuadran I yaitu strategi agresif, dimana peluang dan kekuatan berpengaruh dominan dibandingkan dengan kelemahan dan ancaman dengan faktor strategis internal (FSI) nilai kekuatan > kelemahan (2,30 > -1,00) dan faktor strategis eksternal (FSE) nilai peluang > ancaman (2,45 > -0,80).
ZERO WASTE MANAGEMENT INDEX – SEBUAH TINJAUAN Sundana, Eka Jatnika; Sutadian, Arief Dhany; Juwana, Iwan
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 02 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i2.217

Abstract

Pada satu dekade terakhir, Zero Waste muncul sebagai satu dari konsep pendekatan pengelolaan persampahan yang dianggap menjanjikan. Berbagai pihak memperkenalkan Zero Waste sebagai cara baru pengelolaan sampah, yang berupaya mengurangi sekecil mungkin timbulan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir. Untuk mengukur keberhasilan penerapan Zero Waste tersebut, beberapa indeks terkait Zero Waste Management telah dikembangkan. Paper ini bertujuan untuk memberikan kontribusi yang signifikan kepada pengembangan Zero Waste Management Index di masa depan melalui sebuah tinjauan terhadap beberapa Zero Waste Management Index yang telah ada dan peluang penerapannya di Jawa Barat. Studi ini menunjukkan bahwa indikator-indikator yang dikembangkan dalam Zero Waste Management Index cenderung parsial, hanya mempertimbangkan aspek lingkungan, dan tidak mengintegrasikan pengertian pengelolaan dalam arti luas (yang juga mencakup aspek ekonomi, sosial, finansial, ataupun regulasi dan kebijakan dari sistem pengelolaan persampahan). Lebih jauh, meskipun indeks tersebut berhasil diaplikasikan dalam konteks penelitian yang bersangkutan, namun seringkali tidak dapat digunakan di wilayah atau negara lainnya. Oleh karenanya, studi ini merekomendasikan untuk mengembangkan Zero Waste Management Index yang sesuai dengan kondisi lokal atau regional tertentu dan mengatasi kelemahan-kelemahan dari indeks yang telah ada
MODAL SOSIAL, PERSEPSI TENTANG KETERLIBATAN MILITER DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PROGRAM CITARUM HARUM Diana, Muthya; Kartasasmita, Pius Suratman
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 02 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i2.218

Abstract

Restorasi Daerah Aliran Sungai Citarum melalui Program Harum Citarum, yang dalam pelaksanaannya melibatkan peran militer yang dominan, membutuhkan adanya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat, mengukur tingkat modal sosial, dan mengukur tingkat persepsi masyarakat tentang keterlibatan militer dalam pelaksanaan Program Citarum Harum, serta untuk melihat hubungan antara ketiganya. Penelitian ini menggunakan metoda survey dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan datanya. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasional deskriptif. Hasilnya menyimpulkan, bahwa tingkat partisipasi masyarakat tergolong rendah, tingkat modal sosial dalam tingkat sedang, sementara persepsi masyarakat tentang keterlibatan militer secara mengejutkan sangat baik. Analisis juga menunjukkan hubungan positif tak terduga antara partisipasi masyarakat dengan modal sosial dan antara modal social dengan persepsi masyarakat tentang keterlibatan militer dalam Program Citarum Harum. Namun tidak diperoleh hubungan antara partisipasi dengan persepsi masyarakat tentang keterlibatan militer. Oleh karena itu, upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Program Citarum Harum perlu dilakukan mulai dari tahap dasar, yaitu tahap pemberian informasi yang dapat menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan partisipasi ditahap selanjutnya dengan mengoptimalkan modal sosial masyarakat dalam implementasi program Citarum Harum. Penelitian selanjutnya merekomendasikan untuk menggali lebih dalam modal sosial masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Citarum sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat.
PENGARUH PENAMBAHAN BIOCHAR PADA KOMPONEN TEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG DI LAHAN KERING MAJALENGKA Sutrisna, Nana; Surdianto, Yanto; Ruswandi, Agus
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 02 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i02.219

Abstract

Penambahan biochar pada komponen teknologi budidaya jagung di lahan kering merupakan inovasi baru, sehingga sebelum dikembangkan perlu dilakukan pengkajian. Tujuan pengkajian: (1) mengetahui pengaruh penambahan biochar pada komponen teknologi budidaya jagung terhadap pertumbuhan, produktivitas, dan pendapatan serta (2) mengetahui persepsi petani terhadap teknologi yang dikaji. Pengkajian dilaksanakan di Kelompok Tani Sindang Makmur, Desa Cihaur, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka. Percobaan menggunakan rancangan penelitian adaptif, yaitu mengadaptasikan paket teknologi budidaya jagung yang ditambah biochar, dibandingkan dengan teknologi yang biasa dilakukan oleh petani. Varietas yang digunakan adalah BISI 18, ditanam dengan cara ditugal jarak tanam 70 x 40 cm. Variabel data yang diamati/dikumpulkan terdiri atas: (1) tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 30, 60, dan 90 Hari Setelah Tanam (HST), (2) bobot tongkol kering dengan dan tanpa kelobot, (3) produktivitas, (4) Penggunaan tenaga kerja dan sarana produksi (pupuk dll.), dan (5) persepsi petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penambahan biochar pada komponen teknologi budidaya jagung sangat baik, ditunjukkan dengan pertumbuhan jagung yang lebih baik dan produktivitas meningkat 35,7% dari 6,72 t/ha menjadi 9,12 t/ha pipilan kering. Secara finansial juga menuntungkan dengan BC Ratio sebesar 1,40 dan MBCR sebesar 3,75. Persepsi petani terhadap teknologi yang dikaji positif, diharapkan petani akan mengadopsi teknologi yang dikaji.
KINERJA TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SALIBU DI LAHAN SAWAH IRIGASI KABUPATEN CIANJUR Surdianto, Yanto; Sutrisna, Nana; Darojat; Ruswandi, Agus
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 02 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i02.220

Abstract

Salibu merupakan teknologi inovatif budidaya padi sawah dengan memanfaatkan batang bawah sisa panen, sebagai penghasil anakan yang dipelihara untuk menggantikan bibit pada sistim tanam pindah, sehingga dalam satu kali tanam petani bisa panen beberapa kali. Tujuan pengkajian ini adalah mengetahui kinerja dan sifat inovasi teknologi salibu yang diterapkan petani di lahan sawah irigasi. Pengkajian telah dilaksanakan di UPTD Perbanyak Benih Cihea, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada bulan Januari s.d. Desember tahun 2017. Pengkajian menggunakan metode percobaan lapangan, dilaksanakan pada lahan petani dengan memanfaatkan tanaman padi yang sudah ada. Luas lahan yang digunakan sekitar 0,5 ha dan luas petakan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Data teknis kinerja teknologi yang dikumpulkan terdiri atas: komponen pertumbuhan, komponen hasil, dan hasil serta gangguan hama/penyakit. Untuk mengetahui sifat inovasi dilakukan melalui metode survei dengan memilih 15 responden secara acak. Kelayakan ekonomi dianalisis finansial (R/C, B/C, dan BEP), sedangkan sifat inovasi dianalisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat inovasi teknologi Salibu cukup efektif untuk dikembangkan, sehingga petani berpeluang untuk mengadopsi teknologi tersebut. Jika teknologi Salibu dikembangkan pada skala yang lebih luas maka Indeks Pertanaman (IP) akan meningkat sehingga indeks panen juga meningkat dan akan meningkatkan produksi beras untuk mendukung ketahanan pangan di Jawa Barat.