Articles
291 Documents
Kerjasama antara Sekolah dan Orangtua Siswa di TK At-Tiin Pekanbaru
Adolf Bastian
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2017): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orangtua. Orangtua memberikan bekal berupa pendidikan dengan memasukkan anak sejak usia dini ke sekolah dengan harapan anak akan mendapat pengalaman dan rangsangan dalam tumbuh kembangnya. Meskipun orangtua mempercayakan pendidikan pada sebuah sekolah, namun tanggung jawab orangtua pada belajar anak tidak lepas begitu saja. Oleh karena itu antara orangtua dan sekolah harus ada hubungan secara teratur untuk membicarakan kemajuan anak. Kerjasama penting dilakukan agar terjadi proses yang berkesinambungan dalam menstimulasi perkembangan anak baik dari sekolah ke rumah maupun sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: (1) Upaya sekolah menjalin kerjasama dengan orangtua siswa; (2) Bentuk kerjasama antara sekolah dengan orangtua siswa; (3) Hambatan dalam kerjasama; dan (4) Upaya sekolah mengatasi hambatan dalam bekerjasama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan jenis kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan orangtua siswa di TK At-Tiin Pekanbaru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Upaya sekolah menjalin kerjasama dengan orangtua siswa yaitu dengan menciptakan iklim sekolah nyaman, melakukan komunikasi awal dengan orangtua, dan menyediakan kesempatan bagi orangtua untuk terlibat; (2) Bentuk kerjasama yang dilakukan antara lain: parenting, komunikasi, volunteer, keterlibatan orangtua pada pembelajaran anak di rumah, dan kolaborasi dengan kelompok masyarakat.
Pentingnya Keterampilan Belajar di Abad 21 sebagai Tuntutan dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia
Rifa Hanifa Mardhiyah;
Sekar Nurul Fajriyah Aldriani;
Febyana Chitta;
Muhamad Rizal Zulfikar
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2021): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v12i1.5813
Abad 21 berpusat pada perkembangan Era Revolusi Industri 4.0 yang mengedepankan pengetahuan sebagai tombak utama. Namun, dengan pengetahuan saja tidak cukup untuk mewujudkan Era Revolusi Industri 4.0, karena perlu adanya keseimbangan antara pengetahuan dengan keterampilan sebagai dasar dari sumber daya manusia yang berkualitas pada perkembangan zaman. Mengasah keterampilan melalui pembiasaan diri dan pemenuhan kebutuhan hidup dalam berbagai macam hal yang didasari oleh pengetahuan. Pembelajaran abad ke 21 diharapkan dapat membuka lebih lebar kesempatan kerja dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul. Untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, maka dibutuhkan tenaga pendidik yang siap mengajar dan mendidik melalui pembelajaran abad 21 yang tentunya diharuskan relevan dengan perkembangan Era Revolusi Industri 4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keterampilan belajar yang akan dibutuhkan pada pembelajaran abad 21, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan berupa studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran abad 21 berorientasikan kepada kegiatan untuk melatih keterampilan peserta didik dengan mengarah pada proses pembelajaran. Pembelajaran abad 21 berfokus pada student center dengan tujuan untuk memberikan peserta didik keterampilan berpikir diantara lain: (1) berpikir kritis, (2) memecahkan masalah, (3) metakognisi, (4) berkomunikasi, (5) berkolaborasi, (6) inovasi dan kreatif, (7) literasi informasi. Oleh sebab itu diharapkan pendidikan dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam bidang teknologi informasi dan juga aspek kemanusiaan karena pembelajaran abad 21 lebih mengintegrasikan terhadap pengetahuan dan keterampilan.
Analisis Kesiapan Belajar Anak di TK Islami An-Nur Bastari Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Selama Pembelajaran Daring
Ummi Fadhillah;
Ria Novianti;
Yeni Solfiah;
Enda Puspitasari
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2021): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v12i1.5872
Kesiapan belajar anak adanya pemberlakuan sistem pembelajaran daring sangatlah penting karena adanya perubahan yang sangat spontan terjadi dari sistem luring menjadi daring. Kesiapan belajar anak usia dini yang kurang akan mempengaruhi proses interaksi dan kegiatan belajar. Sehingga, semakin siap anak dalam belajar akan semakin baik proses pembelajaran yang berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan belajar belajar anak TK Islam An-Nur Bastari Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru selama pembelajaran daring. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di TK Islam An-Nur Bastari Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 orang tua anak TK Islam An-Nur Bastari Pekanbaru dengan teknik pengambilan sampel sensus sehingga semua anggota populasi dijadikan sampel. Penelitian ini menggunakan kuesioner kesiapan belajar anak dengan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan belajar anak selama pembelajaran daring di TK Islam An-Nur Bastari Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru sebanyak 45% berada pada kategori “sedang”. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan serta pendampingan dalam kebutuhan anak khususnya dalam proses belajar mengajar, baik saat pembelajaran daring maupun tidak.
Analisis Pembelajaran Daring di SD 2 Tenggeles Mejobo Kudus pada Masa Pandemi Covid-19
Muhammad Kartika;
Erik Aditya Ismaya;
Muhammad Noor Ahsin
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2021): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v12i1.5906
Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah melihat dari latar belakang kendala pembelajaran daring yang dialami oleh siswa dan guru dalam melakukan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 di SD 2 Tenggeles. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kendala pembelajaran daring yang dialami oleh siswa dan guru, dan mendeskripsikan solusi kendala pembelajaran daring di SD 2 Tenggeles pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kendala yang dialami oleh siswa yaitu siswa merasa jenuh karena selalu belajar di rumah, siswa tidak pernah bertemu untuk belajar dengan temannya dan siswa merasa kurang paham dalam memahami materi pelajaran. Selain itu kendala yang dialami guru adalah guru merasa pembelajan kurang maksimal kerena guru tidak bisa menyampaikan meteri secara tatap muka dan guru tidak bisa melihat perkembangan siswa dalam menguasai materi pelajaran. Solusi dari kendala yang dialami oleh siswa adalah orang tua selain mengasuh dan menemani anak dalam belajar diharapkan juga menggantikan peran guru untuk mengajari anak dalam memahami materi pelajaran yang sulit dan siswa diharapkan untuk bisa belajar kelompok dengan teman agar tidak jenuh dalam belajar di rumah. Lalu solusi dari kendala yang di alami oleh guru adalah guru dapat menghimbau orang tua untuk membiarkan anak mengerjakan soal evaluasi agar dapat melihat kemampuan anak dalam menguasai materi pelajaran. Berdasarkan kendala yang dialami oleh guru dan siswa solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan pembelajaran berbasis Blended Learning atau pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran berbasis komputer.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) pada Materi Prosedur Penyimpanan Arsip
Lifa Farida Panduwinata;
Ruri Nurul Aeni Wulandari;
Mokhammad Nurrudin Zanky
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2021): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v12i1.5958
Informasi menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar dan sumber pengetahuan bagi setiap orang di era modernisasi seperti saat ini dan arsip merupakan salah satu sumber informasi. Fungsi kearsipan menjadi semakin penting pada saat ini karena arsip merupakan alat bukti akuntabilitas sebuah organisasi. Berdasarkan hasil pengamatan, selama ini yang terjadi dilapangan peserta didik mengalamai kesulitan dalam memahami materi prosedur penyimpanan arsip. Tujuan dari penelitian ini adalah menggabungkan Augmented Reality (AR) ke dalam proses pembelajaran sebagai media pembelajaran, sehingga diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik tentang konsep atau gagasan abstrak yang mungkin sulit dipahami oleh peserta didik. Dengan menggunakan media pembelajaran ini diharapkan peserta didik akan lebih mudah memahami prosedur penyimpanan arsip. Metode yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran ini adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang bersumber dari Luther dan sudah dimodifikasi oleh Sutopo. Pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) diawali dengan pembuatan konsep, pembuatan desain, pembuatan video animasi, dan pengujian media terkait dengan kemampuan kamera telepon pintar mendeteksi overlays. Berdasarkan hasil pengembangan dan pengujian terhadap media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi prosedur penyimpanan arsip dapat dikatakan berhasil. Hal ini sesuai dengan yang diharapkan yaitu untuk mempertajam pengetahuan peserta didik dalam memahami prosedur penyimpanan arip sehingga lebih mudah dalam mempraktikkan sistem penyimpanan arsip.
Analisis Kemampuan Literasi Digital Orang Tua Anak Usia Dini di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Riau
Nur Ain;
Ria Novianti;
Yeni Solfiah;
Enda Puspitasari
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2021): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v12i1.6073
Literasi Digital suatu kemampuan yang perlu dimiliki oleh orang tua, untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital yang ada. Pada masa pandemi seperti saat ini, keharusan anak untuk melakukan pembelajaran dari rumah mau tidak mau mengharuskan orang tua untuk ikut terjun langsung dalam proses belajar mengajar anak-anaknya dirumah, namun pada kenyataanya tidak semua orang tua memiliki kemampuan literasi digital yang baik, bahkan beberapa diantaranya mengakui bahwa anak lebih bisa menggunakan teknologi digital terutama gadget selangkah lebih maju dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi digital orang tua anak usia dini di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Riau. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 orang tua yang memiliki anak usia dini di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru yang dipilih secara acak. Penelitian ini menggunakan kuesioner kemampuan literasi digital orang tua dengan menggunakan Teori Instant Digital Competence Assessment (Idca) sebagai instrumen yang dapat diukur dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital orang tua anak usia dini di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Provinsi Riau berada pada kategori “Rendah” yaitu dengan persentase 31%. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada orang tua agar dapat lebih memperhatikan betapa pentingnya kemampuan literasi digital bagi diri sendiri maupun orang lain terutama anak usia dini di zaman modern ini.
Perancangan Sistem Informasi Sekolah Kejuruan dengan Menggunakan Metode Waterfall (Studi Kasus SMK PGRI 1 Kota Serang-Banten)
Irwanto Irwanto
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2021): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v12i1.6093
Pengembangan sistem informasi ini bertujuan untuk menghasilkan suatu sistem layanan informasi di SMK PGRI 1 Kota Serang sebagai sistem dan sumber informasi yang layak. Teknologi informasi digunakan sebagai sarana, baik kegiatan non akademis maupun akademis. Pemanfaatan internet untuk penyampaian informasi belum di terapkan di SMK PGR1 Kota Serang. Sistem informasi sekolah berbasis website merupakan solusi dan objek dari penelitian ini.Penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Deveopment (R&D) dengan model pengembangannya waterfall yang terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu Analisis, Desain, Pengodean dan Pengujian. Model pengembangan menggunakan waterfall atau juga disebut (air terjun) ini sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau disebut juga alur hidup klasik (classic life cycle). Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara dengan wakil bidang kurikulum SMK PGRI 1 Kota Serang, observasi, uji coba ke 30 responden serta 2 orang ahli media. Hasil penelitian yang didapat adalah nilai skor rata-rata validasi ahli media yang didapatkan sebesar 72,5 dengan kategori sangat layak. Adapun hasil dari pengguna didapatkan skor nilai sebesar 71,96 dengan kategori sangat layak. Jadi dapat disimpulkan bahwa perancangan sistem informasi sekolah kejuruan dapat dikembangkan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan, dengan model waterfall dengan tahapan-tahapan penelitian diantaranya yaitu analisis, desain, pemrograman dan pengujian. Proses pembuatan sistem informasi sekolah diantaranya membuat flowchart dan storyboard, menetapkan dan menyusun konten, merancang proses alur sistem informasi sekolah berdasarkan dengan susunan konten yang sudah dibuat dengan bantuan aplikasi sublime text editor.
Penanaman Karakter Kemandirian pada Anak Disabilitas Grahita melalui Pembelajaran Tematik di SDLB Kaliwungu Kudus
Sri Wahyuningsih;
Siti Umaeroh
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2021): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v12i2.6323
Karakter kemandirian perlu ditanamkan kepada anak sejak dini terlebih pada anak disabilitas grahita yang memiliki keterbatasan. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat bersikap mandiri dalam melangsungkan kehidupan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pelaksanaan pembelajaran tematik kelas IV di SDLB Kaliwungu Kudus.2) Mengetahui pembentukan karakter kemandirian pada anak disabilitas grahita melalui pembelajaran tematik.3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan karakter kemandirian anak disabilitas grahita Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran tematik kelas IV di SDLB Kaliwungu Kudus berjalan dengan baik. 2) Upaya yang dilakukan oleh guru dalam membentuk karakter kemandirian anak disabilitas grahita kelas IV di SDLB Kaliwungu Kudus melalui pembelajaran tematik yaitu dengan menerapkan strategi dan metode yang bervariatif, menggunakan media yang inovatif, bahan ajar yang sesuai tingkat perkembangan anak. Dari upaya tersebut, empat aspek kemandirian yakni aspek intelektual, ekonomi, sosial, dan emosi peserta didik disabilitas grahita telah terbentuk. Pembentukan aspek kemandirian anak disabilitas grahita ini sudah sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Hal ini terlihat ketika terjalinnya komunikasi yang baik antara guru dan peserta didik serta penerapan kebiasaan baik dari sekolah dan orangtua 3) Faktor pendukung meliputi semangat dan percaya diri peserta didik yang tinggi, peran guru, lingkungan sekitar. Adapun faktor penghambatnya meliputi IQ peserta didik disabilitas grahita terbatas, kelas dan jumlah guru yang tidak ideal.
Tantangan dan Upaya Guru SMA dalam Melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh
Selly Puspita Azzahra;
Fitri Ariyanti Abidin;
Erna Susiati;
Surya Cahyadi
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2021): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v12i2.7160
Pandemi berdampak pada sektor pendidikan untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh memunculkan berbagai tantangan. Penelitian ini mengeksplorasi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh guru dalam proses intruksional selama pembelajaran jarak jauh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang bersifat eksploratif. Responden penelitian berjumlah 103 guru yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Hasil menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh guru beragam baik pada tahap sebelum, selama dan setelah instruksi. Terdapat tantangan yang ditemukan pada ketiga tahap yang banyak dihadapi oleh guru-guru yakni keterbatasan fasilitas yang menunjang pembelajaran pada siswa dan guru. Di samping itu, guru telah melakukan beragam upaya dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Implikasi penelitian ini disampaikan pada bagian pembahasan.
Pengembangan Media Pembelajaran dengan Video Based Learning di Akademi Kebidanan Pelamonia
Basuki Rahmat;
Darmiati Darmiati
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2021): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v12i2.7268
Video Based Learning atau pembelajaran berbasis video adalah salah satu metode yang telah menjadi tren dalam e-learning dekade ini. Akademi Kebidanan Pelamonia saat ini menjadi Center of excellent pendidikan kebidanan Indonesia, prestasi tersebut adalah sebuah hasil dari kinerja seluruh sivitas akademika Akbid Pelamonia. Mata kuliah kegawatdaruratan yang dikemas dengan porsi 6 sks menjadi tantangan tersendiri bagi dosen pengampu mata kuliah. Selain karena porsi jam yang sangat banyak, kemampuan dosen dalam menyajikan materi juga menjadi pertimbangan agar efektif dan efisien dalam penyajiaannya. Sehingga peneliti tertarik untuk membuat media pembejaran dengan Video Based Learning pada mata kuliah kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis video Persalinan Letak Sungsang pada mata kuliah kegawatdaruratan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan enam tahap, yaitu: potensi masalah, pengumpulan data, design produk, validasi desain, revisi dan uji coba produk. Berdasarkan hasil pengembangan media dan pengujian terhadap media pembelajaran dengan Video Based Learning pada mata kuliah Kegawatdaruratan Maternal Neonatal dikatakan berhasil setelah diriview oleh ahli materi dengan hasil sangat baik dan pembelajaran baik. Adapun penilaian oleh ahli media dengan hasil tanmpilan baik dan pemrograman sangat baik. Selanjutnya pada pengujian pada mahasiswa melalui dua kelompok yaitu kelompok kecil dengan rata-rata memperoleh nilai persentase 92% denga kriteria “sangat menarik”, seperti halnya pada saat pengujian di kelompok besar dengan nilai persentase 90% dengan kriteria “sangat menarik” sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah media video yang dikembangkan “sangat layak” untuk digunakan.