cover
Contact Name
M. Fadhly Farhy Abbas
Contact Email
fadhly@unilak.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fadhly@unilak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Lectura : Jurnal Pendidikan
ISSN : 20864876     EISSN : 2549063X     DOI : -
Lectura: Jurnal Pendidikan is a scientific journal containing research articles in education scope. Lectura is published twice a year (February and August) by Faculty of Teachers Training and Education University of Lancang Kuning.
Arjuna Subject : -
Articles 291 Documents
International Short Course in Pictures: Utilizing Photovoice to Promote an Indonesian Student's Intercultural Awareness Arini Nurul Hidayati; Widia Yunita; Fuad Abdullah
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i1.9287

Abstract

Capturing moments through photos has now become a common phenomenon in various circles, including academics. It aims to perpetuate every historical value in the life of an individual. In this article, the authors attempt to explore how an Indonesian student experienced her inaugural intercultural journey during a two-month short course program in Ireland, a pathway program to prepare prospective Ph.D students with academic and social skills, through photographs that she took amid the program. This perspective of intercultural travel is embedded in the personal and cultural identities of the participant. This article uses photovoice analysis to exemplify how the participant negotiated her natural identities, institutions, discourses, and affinities during intercultural interaction. The data used in this study are photographs taken by the participant and her voices on those photos guided by the SHOWeD model. The authors employed Pierce’s semiotic approach to scrutinize the symbols, icons, and indexes contained in the Photovoice. The results of the analysis indicate that the participant experienced a plethora of moments that aroused her intercultural awareness, starting from managing the initial self-conflicts, adjusting in the fast-paced academic culture by interacting with cultural actors, and responding positively to all stimuli that came during intercultural interactions. Needless to say, challenges are also present as self-development reinforcement. However, this constraint was considered as a self-defense mechanism and an attempt to respect the self, not as a failure of intercultural interaction. In conclusion, the student is currently no longer a cultural observer and imitator, but rather a cultural actor.
Students’ Interest in Learning English: A Need Analysis for Teaching Large English Classes Dinovia Fannil Kher
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i1.9288

Abstract

In many universities in Indonesia, teaching large English classes is not unusual. It is common to have more than 50 students seated in a class taking an English subject. It is also prevalent that the students are studying different majors, but none of them are English department students. This study aims at obtaining information that will be taken as the base to have a well-designed language program. This study was descriptive research using a survey as the main instrument. A set of questionnaires were distributed to 100 students taking an English subject at the university, aiming at gathering information under three notions; what students believed in learning English, what they expected and how they measured their English ability. The research findings showed that 98.4% of the students believed that English was important due to its dominance in almost every aspect of their life. In addition, 95.2% of the students expected that English class would help them in their speaking since speaking was often said the first way that people took to measure a person’s ability. However, 90% of the students admitted that their English had not improved in any significant way, that they prefer to be taught basic English. Referring to the research findings, it can be concluded that every large English class teacher should be wise to determine the input or the content of the lesson for the students, the process presented and what expected learning outcomes should be highlighted.
Pengaruh Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan Demokratik Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru melalui Motivasi Kerja Dawam Dawam; Adolf Bastian; Helwen Heri
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i1.9330

Abstract

Penelitian ini didasari dengan perlunya pemimpin memiliki kompetensi manajerial dan kemampuan demokratik. Kedua hal ini menarik untuk dikaji pada suatu penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kompetensi manajerial dan kepemimpinan demokratik kepala sekolah terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan verifikatif. Penelitian dilaksanakan di MTs yang ada di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis dengan sampel sebanyak 50 sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan melakukan penyebaran kuesioner, dengan skala Likert. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS melalui software SmartPLS Versi 2.0 M3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kompetensi manajerial berpengaruh signifikan tetapi kepemimpinan demokratik tidak berpengaruh terhadap kinerja guru. Kepemimpinan demokratik berpengaruh signifikan tetapi kompetensi manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Untuk mediasi motivasi kerja, menunjukkan hasil kompetensi manajerail dan kepemimpinan demokratik tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru MTs di Kecamatan Bukit Batu. Sebagai kesimpulan, kompetensi manajerial memiliki pengaruh terhadap kinerja guru sedangkan kepemimpinan demokratik memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja.
Identifikasi Kemampuan Mahasiswa dalam Praktek Mengajar pada Mata Kuliah Teaching English as a Foreign Language (TEFL) Destina Kasriyati; Herdi Herdi; M. Fadhly Farhy Abbas
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i1.7494

Abstract

Bahasa Inggris sebagai bahasa asing bagi pemelajar Indonesia, meskipun bahasa Inggris sebagai bahasa asing, mahasiswa bahasa Inggris harus memahami semua mata pelajaran yang diberikan dalam program studi mereka. Ibaratnya TEFL (Teaching English as a Foreign Language) merupakan mata kuliah wajib yang harus diperoleh mahasiswa semester 6 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uniersitas Lancang Kuning (UNILAK) sebelum mahasiswa calon guru praktik mengajar di sekolah pada semester 7. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan siswa dalam mengajar di mata kuliah TEFL. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam keterampilan mengajar dikategorikan baik pada pra pembelajaran yaitu sebesar 29% dapat dikategorikan baik. Pra pembelajaran meliputi cara membuka kelas dengan baik, memberikan salam, memeriksa kehadiran siswa dan memberikan pemanasan. Sedangkan kategori sedang yaitu pada keterampilan menutup yaitu sekitar 23%. Keterampilan penutup meliputi, kemampuan siswa bahasa Inggris dalam menyimpulkan materi, memberikan umpan balik. Sedangkan untuk kegiatan inti sebesar 24% meliputi kemampuan siswa dalam menjelaskan materi, mengelola kegiatan kelas, dan memberikan minat siswa. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam keterampilan mengajar dikategorikan baik di semua komponen, siswa bahasa Inggris mampu memahami aktivitas- aktivitas di dalam keterampilan mengajar.
Penggunaan Media BIP Video Call untuk Meningkatkan Kemampuan Speaking Mahasiswa Syaifullah Syaifullah; Refika Andriani; M. Fadhly Farhy Abbas
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i1.8245

Abstract

Berdasarkan hasil quiz harian pada matakuliah speaking, peneliti menemukan kemampuan mereka berada di level poor. Sebagai solusi dari masalah tersebut, peneliti telah menggunakan BIP Video Call untuk meningkatkan kemampuan Speaking sertatelah menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pada kemampuan speaking mereka. Penelitian ini telah menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak satu siklus dengan jumlah pertemuan sebanyak empat kali termasuk tes. Penelitian ini memiliki beberapa prosedur; Planning, Action, Observation, and Reflection. Penelitian ini tidak memiliki teknik sampling, tapi meamakai istilah partisipan. Mahasiswa yang telah menjadi partisipan dari penelitian ini adalah mahasiswa Semester II Pendidikan bahasa Inggris FKIP UNILAK yang diajar pada matakuliah Speaking, khususnya Speaking for Everyday Communication. Penelitian ini merupakan penelitian campuran antara kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif diperoleh dengan menggunakan instrumen wawancara. Sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui intrumen tes, yaitu tes kemampuan speaking. Hasil yang telah diperoleh dari penelitian ini yaitu adanya peningkatan nilai rata-rata speaking mereka dari angka 52 menjadi 53.2. masih kategori poor. Ada dua faktor yang memengaruhi terjadinya perubahan nilai rata-rata tersebut; pertama kualitas suara yang dihasilkan oleh BIP Video Call lebih jelas dan kedua videonya menghasilkan visualisasi yang lebih jernih. Kesimpulannya, BIP Video Call dapat membantu mahasiswa dalam memperlancar proses komunikasi mereka dalam mata kuliah speaking.
An Analysis on Students’ Speaking Ability of Procedure Text at Senior High School Karina Kurnia Marbes; Andi Idayani
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i1.9453

Abstract

This research discusses the students’ speaking ability of Procedure Text at the Second Grade Students of SMA Tri Bhakti Pekanbaru. The objective of the research is to know the students’ speaking ability in procedure text and to find out which aspectt is the most dominant problem for the students in speaking. The design of this research was qualitative research. The result of data was students’ comprehension score was 3.15 because most of them understood the directions on the speaking test well and they also conveyed the procedure text sequentially using the simple present tense correctly so that the listener could understand them although there were several problems. Students’ fluency score was 3.15 because most of the students’ present the procedure text fluently and smoothly even though some students stammered and paused several times. Students’ grammar score was 3.13 because most of them were good at arranging their sentences correctly according to the grammar rules using the simple present tense even though they made some mistakes. The students' pronunciation score was 2.86 because some students had difficulty in pronouncing some words and there were some confusions with the listener, although not all students did so. Students’ vocabulary score was 2.92 because some students had problem with vocabulary mastery and use inappropriate vocabulary, but overall the students have sufficient vocabulary to express tips simply related to the topic. In conclusion, the students' speaking ability on procedure text is in a good category.
Pengaruh Kebijakan Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19 terhadap Efikasi Diri dan Perilaku Belajar Siswa Suryono Suryono; Adolf Bastian; Fahmi Oemar
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i1.9518

Abstract

Kebijakan pembelajaran pada masa pandemi berbeda dengan keadaan normal. Efikasi diri dan perilaku belajar siswa pun juga sangat berbeda. Kedua poin ini sangat menarik untuk dikaji mendalam. Dalam penelitian ini, tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kebijakan pembelajaran terhadap efikasi diri dan perilaku belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel yang digunakan adalah 89 siswa SMKN 1 Riau. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis jalur (path analysis) yang didukung analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pembelajaran berpengaruh langsung terhadap perilaku belajar, efikasi diri berpengaruh langsung positif dan sangat signifikan terhadap perilaku belajar, dan kebijakan pembelajaran berpengaruh langsung positif dan sangat signifikan terhadap efikasi diri. Selain itu, kebijakan pembelajaran berpengaruh tidak langsung positif dan sangat signifikan terhadap perilaku belajar dengan mediasi efikasi diri. Oleh karena itu, perbaikan kebijakan pembelajaran dapat meningkatkan efikasi diri dan perilaku belajar siswa, sehingga pimpinan sekolah perlu menyesuaikan kebijakan pembelajaran sesuai kebutuhan dan kondisi aktual internal dan eksternal sekolah. Selain itu, efikasi diri siswa juga perlu ditingkatkan secara berkelanjutan melalui berbagai penguatan, misalnya supervisi, konseling, dan pemberian reward bagi siswa yang berprestasi. Demikian pula penelitian lanjutan sebagai konsekuensi teoretik hasil penelitian juga perlu dilakukan dengan sampel berbeda dengan jumlah lebih besar serta menggunakan teknik analisis yang berbeda, misalnya stuctutral equation modeling (SEM).
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Sastra Berbasis Konteks Lingkungan di Sekolah Dasar Laspida Harti; Lira Hayu Afdetis Mana; Endut Ahadiat
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i2.10019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru terhadap bahan belajar sastra yang mampu memecahkan masalah kehidupan, mampu berpikir kritis, mampu melaksanakan observasi, serta mampu menarik kesimpulan dalam kehidupan jangka panjang melalui pembelajaran. Pembelajaran berbahan sastra yang berbasis konteks lingkungan akan menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas. Pembelajaran sastra dapat membuat siswa memperoleh, mempelajari, menikmati, dan mengembangkan berbagai aspek kehidupan manusia dan kemanusiaan khususnya sastra anak. Pembelajaran sastra yang dapat mudah dijangkau siswa yaitu sastra yang berada di dekat kehidupan siswa itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan siswa terhadap pembelajaran sastra di Sekolah Dasar (SD) pada kelas V Kota Padang .Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif . Subjek Penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas V dan siswa kelas V sekolah dasar tingkat tinggi (SD Negeri 01 Ulak Karang Selatan kecamatan Padang Utara) dan tingkat rendah ( tingkat rendah) (SD Negeri 52 Parupuk Tabing kecamatan Koto Tangah) . Data penelitian ini diperoleh dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian dari analisis kebutuhan siswa adalah sebagai berikut: Pertama, guru membutuhkan bahan ajar khusus sastra dalam mengajarkan materi sastra ke anak. Kedua, guru membutuhkan panduan untuk membuat RPP khususnya mengenai pembelajaran sastra. Ketiga, guru membutuhkan bahan ajar mengenai pembuatan rpp.Keempat, guru membutuhkan penyediaan bahan-bahan sastra yang akan menjadi isi pembelajaran untuk membantu pembelajaran sastra anak.
Strengthening Students on Materials for the Rice Cultivation System (Beume) of the Nanga Mahap Village Community in the Covid-19 Pandemic Era Emi Tipuk Lestari; Melly Sulastri; Saiful Bahri; Sandie; Dewi Risalah
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i2.10049

Abstract

This study aims to support students on the material of the rice cultivation system (beume) of the Nanga Mahap Village community. The sub-objectives of this research are (1) the material for the cultivation system of the Nanga Mahap Village community, (2) the implementation of the teacher in explaining the material, (3) strengthening students on the material for the rice cultivation system (beume). This research uses a descriptive method. Samples were taken by purposive sampling technique. Data were collected by direct observation, direct communication, and documentation. The analysis used is descriptive qualitative. The results of the research show: (1) The people of Nanga Mahap Village refer to rice farming activities as beuma/beume. This farming tradition is traditional with a slash and burn system and then planting rice. (2) The implementation of the teacher in delivering lecture material and assignments. The assignment is in the form of students doing simple research on the farming system around their environment and inviting students to construct with cultivation in prehistoric times. (3) strengthening the rice cultivation system (beume) in the form of students' understanding of the material which is quite good, which is indicated by the active involvement of students in learning. This material makes students think contextually between the cultivation system of prehistoric times and the farming system (beume).
Designing and Developing Video as an Instructional Media in English Language Teaching Setting Shalawati Shalawati; Missi Tri Astuti; Arini Nurul Hidayati; Sitti Hadijah
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v13i2.10185

Abstract

Using video in educational context has been established by many scholars as an effective instructional media to support the teaching and learning process. There have been numerous videos are available on social media platforms that can facilitate both teachers and students to easily access the videos as learning resources. However, the teachers are challenged to be able to provide their own learning resources, such as videos which are aimed to deliver the lessons in more contextual and authentic senses. In this regards, this study is aimed to encapsulate the design and development process of creating a video as an instructional media in English language teaching context. ADDIE (Analysis, Designing, Developing, Implementing, and Evaluating) framework was employed in the process of designing and developing the video. Documentation, observation, and testing were administered as data collection techniques to support the design and development of the video. Furthermore, this paper depicts the researchers’ experiences on the design and development of a video lesson as well as the survey findings. Implications of the findings for instructional design and recommendation for future research are also discussed.