Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika
Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published twice a year in May and November. JC receives 40 articles per year The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles
1,419 Documents
Pemahaman Matematis Siswa Ditinjau dari Daya Juang Produktif
Syifa Ananda Mefiana;
Tatang Herman;
Aan Hasanah;
Christina Minoka Samosir;
Rini Melani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2552
Pemahaman merupakan hal yang penting dalam pembelajaran matematika, fakta yang terjadi masih banya pemahaman siswa yang rendah. Daya juang produktif menjadi salah satu faktor pendukung pembelajaran yang harus diperhatikan guru agar dapat mengoptimalkan pemahaman siswa saat proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian dilakukan kepada 20 siswa SMP kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Tes, angket dan wawancara digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkap bagaimana pemahaman instrumental dan relasional siswa ditinjau dari daya juang siswa. Analisis data untuk penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Kesimpulan pada penelitian ini adalah subjek yang memiliki daya juang produktif tinggi menguasai 3 dari 4 indikator yang di berikan yaitu dengan memenuhi seluruh indikator pemahaman instrumental dan satu indikator pemahaman relasional, pada subjek dengan daya juang sedang hanya memenuhi 2 indikator dari 4 yang diberika yaitu memenuhi seluruh indikator pemahaman instrumental namun tidak dengan pemahaman relasional dan untuk subjek dengan daya juang produktif rendah tidak memenuhi seluruh indikator yang diberikansikap subjek yang ditemukan dalam penelitian ini dapat menjadi informasi bagi guru untuk meningkatkan pemahaman serta daya juang produktif siswa.
Analisis Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Teori Bilangan Ditinjau dari Gaya Belajar
Netti Kariani Mendrova;
Kms Muhammad Amin Fauzi;
Pardomuan Sitompul
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2553
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar mahasiswa berdasarkan gaya belajar pada mata kuliah teori bilangan. Sampel penelitian adalah mahasiswa mahasiswa program studi pendidikan matematika, FKIP, Universitas Nias semester II tahun akademik 2022/2023. Jenis teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari pemberian tes hasil belajar mahasiswa berbentuk pertanyaan multiple choice berjumlah 20 pertanyaan. Anget yang dipakai adalah angket tertutup yang disusun berdasarkan O’Brien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai mahasiswa dipengaruhi oleh gaya belajar dengan hasil analisis regresi diperoleh sebesar 46,1%. Sedangkan berdasarkan analisis korelasinya maka diperoleh bahwa hubungan antara hasil belajar dengan gaya belajar sangat kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya belajar mempengaruhi hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah teori bilangan.
Eksplorasi Etnomatematika Pada Pakaian Adat Suku Mori di Sulawesi Tengah
Gledys Novrita Pakia;
Derel Filandy Kaunang;
Murni Sulistyaningsih
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2571
Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika apa saja yang terdapat pada pakaian adat suku Mori. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, instrumen penelitian ini adalah human instrument yaitu peneliti sendiri yang berhubungan langsung dengan penelitian dan berperan sebagai pengumpul data. Teknik analisis data dilakukan dengan mencari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan lainnya. Hasil penelitian ini yaitu konsep matematika yang terdapat pada pakaian adat Suku Mori yang berupa konsep geometri yaitu antara lain sudut lancip, sudut siku-siku, sudut tumpul, persegi, belah ketupat, trapesium, segitiga, lingkaran dan refleksi. Konsep-konsep matematika yang terdapat pada pakaian adat suku Mori tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan memahami konsep matematika melalui budaya lokal.
Pengaruh Langkah Polya Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Barisan dan Deret Geometri
Via Ditia Harinda;
Nicky Kurnia Tumalun;
Vivian Eleonora Regar
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2572
Tujuan penelitian adalah untuk meneliti apakah langkah Polya mempengaruhi hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Ratahan kelas XI untuk menyelesaikan soal cerita materi barisan dan deret geometri. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan yang berbentuk posttest only control group design. Di SMA Negeri 1 Ratahan penelitian ini dilaksanakan, kelas XI MIA 3 adalah kelas eksperimen dan XI MIA 2 adalah kelas kontrol. Hasil penelitian memperlihatkan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 72,46 sedangkan kelas eksperimen adalah 80,04 melalui pemberian tes akhir (posttest). Uji hipotesis menggunakan uji perbedaan dua rata-rata (uji t) diperoleh yaitu rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan langkah Polya lebih dari rata-rata hasil belajar siswa dengan tidak menggunakan langkah Polya. Hal ini berarti langkah-langkah Polya memiliki dampak kearah yang lebih baik terhadap hasil belajar siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dalam Pembelajaran Matematika Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Chelsea Mikha Supit;
Murni Sulistyaningsih;
Derel Filandy Kaunang
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2583
Penerapan model dan pendekatan pembelajaran yang tidak sesuai mengakibatkan rata-rata hasil belajar peserta didik rendah. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa yang dalam kegiatan pembelajarannya diterapkan model PBL dengan pendekatan PMR dan yang tidak menerapkan model PBL dengan pendekatan PMR pada materi SPLDV. Digunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan subjek penelitian kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dengan total seluruhannya 46 siswa di SMP Negeri 1 Remboken. Penelitian ini menggunakan desain penelitian berupa Posttest Only Control Group Design dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, selanjutnya melakukan analisis data dengan melakukan uji t yaitu uji perbedaan rata-rata dua kelompok. Dengan perhitungan uji t diperoleh hasil nilai . Sehingga tolak dan terima , artinya rata-rata hasil belajar siswa yang dalam proses pembelajaran menerapkan model PBL dengan pendekatan PMR lebih dari rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menerapkan model PBL dengan pendekatan PMR pada materi SPLDV.
Model Pembelajaran Generatif dalam Setting Team Accelerated Instruction (TAI) Ditinjau dari Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Gabariela Purnama Ningsi;
Kristianus Viktor Pantaleon;
Fulgensius Efrem Men;
Bedilius Gunur;
Ricardus Jundu;
Ifatun Izzah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2594
Peningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran generatif dalam setting TAI dalam kegiatan pembelajaran dengan siswa yang menerapkan metode pembelajaran langsung. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Peneliti mengambil secara acak 2 kelas yang setara untuk dijadikan sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Langke Rembong yang berjumlah 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran generatif dalam setting TAI lebih baik jika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran langsung. Hasil ini diperoleh berdasarkan hasil analisis data dalam uji hipotesis dengan menggunakan uji t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances dengan berbantuan Ms. Excel, dimana telah ditemukan bahwa nilai peluang (P(T<=t)) yang diperoleh baik untuk one-tail maupun two-tail kurang dari nilai α yaitu . Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dalam pembelajarannya menerapkan pembelajaran generatif dalam setting TAI lebih tinggi/lebih baik jika dibandingkan dengan kelas yang menerapkan metode pembelajaran langsung. Selain itu, model pembelajaran ini juga dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan menyenangkan.
Learning Obstacle dalam Soal Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Pembelajaran Materi Bangun Ruang Sisi Datar
M Akbar Gulvara;
Didi Suryadi;
Wafa Islamiyah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2605
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi hambatan belajar yang dihadapi oleh siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Data dipenelitian ini diperoleh melalui tes dan wawancara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan 28 siswa kelas VIII di salah satu SMPN di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Hambatan belajar yang ditemukan dalam penelitian ini bersifat ontogenik dan epistemologis. Hambatan ontogenik merupakan hambatan belajar yang muncul terkait dengan perkembangan kemampuan berpikir siswa. Hambatan belajar ini bisa diakibatkan oleh ketidaksesuaian pembelajaran atau pengetahuan yang hendak dikonstruksikan oleh siswa dengan kemampuan berpikirnya. Sedangkan hambatan epistemologis merupakan hambatan yang terjadi akibat keterbatasan pemahaman konsep yang dimiliki oleh siswa. Siswa hanya memahami konsep secara parsial, sehingga siswa mengalami kesulitan saat dihadapkan pada konteks yang berbeda.
Learning Obtacles for Junior High School Students on The Concept of Quadratic Equations
Wafa Islamiyah;
Didi Suryadi;
Sufyani Prabawanto;
M Akbar Gulvara
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2609
This research aims to identify the learning obstacles faced by students in the topic of quadratic equations. The data for this study were obtained through tests and interviews. A qualitative research method with a hermeneutic phenomenology design was employed. The study involved 30 ninth-grade students from a junior high school in Banjar Regency, South Kalimantan. Several learning obstacles were experienced by students in the concept of quadratic equations, namely: 1) ontogenic obstacles occur due to students' inability to grasp the concept of quadratic equations. This is caused by a mismatch between the learning or knowledge intended to be constructed by students and their thinking abilities; 2) Didactical obstacles arise from the lack of coherence in the material, both in terms of the interconnectedness of quadratic equation concepts and the continuity of the thinking process, as well as the presentation of less-detailed materials; 3) Epistemological obstacles occur because students' knowledge related to quadratic equations is limited to specific contexts only.
Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Open-Ended pada Materi Bangun Datar SMP
Nursani Indah Pratiwi;
Susiswo Susiswo;
Rustanto Rahardi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2616
Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah open-ended pada materi bangun datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif pada metode kualitatif. Penelitian dilaksanakn di MTsN 1 Kota Malang pada kelas VII-M, dengan menyaring siswa menjadi tiga yang mewakili ketiga aspek berpikir kreatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes masalah open-ended bangun datar dan wawancara. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ketiga subyek dengan mampu menyelesaikan masalah open-ended bangun datar dengan baik dan berbagai kemampuan siswa dalam memenuhi aspek berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, dan novelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa berbeda-beda. Subjek TBS, AFS, dan ABW pada aspek fluency dapat memecahkan masalah dengan menghasilkan jawaban yang benar dan tepat yaitu memecah bangun menjadi beberapa bangun datar untuk menentukan luas bangun yang dibentuk oleh Bima. Aspek flexibility TBS dan AFS dapat memecahkan masalah dengan cara yang bervariasi yaitu membuat dua cara berbeda untuk menentukan luas bangun Bima. Subjek ABW tidak dapat memunculkan aspek flexibility. Aspek novelty hanya terlihat pada subjek TBS, dapat membuat kombinasi berbagai macam bangun dengan cara yang unik, berbeda, dan tidak biasa yaitu memunculkan bangun jajar genjang. Subjek AFS dan ABW tidak dapat memunculkan aspek novelty karena AFS dan ABW membuat kombinasi bangun datar yang biasa digunakan oleh siswa lainnya.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Bentuk Literasi Numerasi AKM pada Konten Bilangan Ditinjau dari Disposisi Matematis
Nugraha Wirawan;
Yuyu Yuhana;
Abdul Fatah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2623
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh penalaran matematis peserta didik terhadap materi literasi numerasi AKM dalam konteks Bilangan, dengan mempertimbangkan disposisi matematis di SMPN 1 Cikupa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa dengan disposisi matematis tinggi, satu siswa dengan disposisi matematis sedang, dan satu siswa dengan disposisi matematis rendah. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan penalaran matematis terkait literasi numerasi AKM dalam konteks Bilangan, angket disposisi matematis, serta wawancara terkait kemampuan penalaran matematis. Instrumen tes dan angket yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitas, serta divalidasi oleh ahli validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disposisi matematis siswa di kelas VII-B SMPN 1 Cikupa dapat dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan disposisi matematis tinggi menunjukkan kemampuan penalaran matematis yang lebih baik meskipun masih belum sempurna. Siswa dengan disposisi matematis sedang mampu memenuhi indikator dalam mengajukan dugaan, menarik kesimpulan dari pernyataan, dan memeriksa keabsahan suatu argumen. Siswa dengan disposisi matematis rendah tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan penalaran matematis.