cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
PEMANFAATAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK MENJADI PIE SUSU ., Ketut Suartini; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12298

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pie susu tepung terigu dan pie susu tepung kulit pisang kepok ditinjau dari aspek aroma, rasa dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Penelitian ini melibatkan panelis terlatih Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pie susu tepung kulit pisang kepok dan pie susu tepung terigu dari aspek aroma menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara aroma pie susu tepung terigu dan aroma pie susu tepung kulit pisang kepok. Hasil uji t dari aspek rasa menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasa pie susu tepung terigu dan rasa pie susu tepung kulit pisang kepok. Hasil uji t dari aspek tekstur menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tekstur pie susu tepung terigu dan tekstur pie susu tepung kulit pisang kepok. Dari ketiga aspek yang diteliti tersebut maka hasil dari penelitian ini yaitu H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian maka kualitas dari pie susu tepung terigu tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan pie susu tepung kulit pisang kepok baik dari aspek aroma, rasa dan tekstur. Kata Kunci : Uji kualitas, pie susu, tepung kulit pisang kepok This experimental research aims to know the different quality between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from aroma, flavor and texture. This research is experimental research and the technique of data collection used in this research is observation method. The panelists in this research trained panelists. The result of this research shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the aroma, t test results shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the flavor, t test results shows that there is not any significant difference between egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the texture. So, from three aspects the result of this research is H0 is accepted and H1 is rejected. Therefor , there is no significant difference of the quality of egg tart made from wheat flour and egg tart made from kepok banana peel seen from the aroma, flavor and texture. keyword : Quality test, egg tart, kepok banana peel
IDENTIFIKASI HIDANGAN KHAS USABA SAMBAH DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN Lestari, Ni Luh Sri; Marsiti, Cokorda Istri Raka; Adnyawati, Ni Desak Made Sri
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.22113

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hidangan khas prosesi usaba sambah dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, dan penyajian dalam pengolahan hidangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode observasi dan wawancara, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hidangan khas di Desa Tenganan Pegringsingan dapat dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, penyajian. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Tenganan Pegringsingan, Kepala Dusun Desa Tenganan Pegringsingan, Juru Patus, dan penduduk asli Desa Tenganan Pegringsingan. Hasil penelitian dari hidangan khas disini dapat dibagi menjadi 3 tahap dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, dan penyajiannya yaitu (1) hidangan khas pada tahap persiapan usaba sambah dimana hidangan pokoknya meliputi pengepunjung, jajanan meliputi patulaya dan uduan (2) hidangan khas pada tahap pelaksanaan usaba sambah hidangan pokoknya meliputi ketambat, hidangan lauk pauk meliputi cacah, marus, pesan les, be mejakan, petis, hidangan sayuran meliputi ononan dan pademare, jajanan meliputi kembung merah, kembung putih, plegantung, abug, jambal angina, (3) hidangan khas pada tahap penutup usaba sambah hidangan sayuran meliputi kuah barak, hidangan lauk pauk meliputi madam, lawar penyu, lawar tuung, sayur blimbing, jejeruk, jajanan meliputi kukus merah, kukus putih, dan kembung merah.Kata kunci : Hidangan Khas, Usaba Sambah, Tenganan Pegringsingan
PARTISIPASI MASYARAKAT DESA WANAGIRI DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN BANYUMALA DI KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., Winda Harmoni Ni Putu; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13597

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wanagiri dengan tujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat desa Wanagiri dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Banyumala. Teknik penentuan responden menggunakan cluster sampling. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, angket. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa daftar pertanyaan atau angket langsung tertutup dengan menggunakan skala likert yang diolah melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan berupa memberikan informasi dan ikut dalam mengidentifikasi potensi objek wisata Air Terjun Banyumala, partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan berupa menjaga keamanan, keindahan di lingkungan objek wisata Air Terjun Banyumala dan terlibat dalam mempromosikan objek wisata Air Terjun Banyumala, partisipasi masyarakat pada tahap memanfaatkan hasil berupa mendukung kegiatan pariwisata yang telah ditentukan dengan baik dalam pengembangan objek wisata, partisipasi masyarakat pada tahap evaluasi adalah berupa mengawasi kegiatan pariwisata di objek wisata Air Terjun Banyumala dan mengawasi tindakan negatif yang dapat merusak objek wisata dan kenyamanan wisatawan berkunjung. Partisipasi masyarakat desa Wanagiri dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Banyumala tergolong baik dengan rata-rata persentase 57%, dimana pada tahap pengambilan keputusan persentase masyarakat hanya 58%, pada tahap pelaksanaan 57%, tahap memanfaatkan hasil 55% dan pada tahap evaluasi 57%. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi masyarakat dalam berpartisipasi yaitu bahasa, pemahaman masyarakat mengenai pariwisata masih kurang, terbatasnya pendanaan.Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Objek Wisata. This research was conducted in Wanagiri Village with the aim to analyze the participation of Wanagiri villagers in the development of Banyumala Waterfall object. Determination technique of respondents using cluster sampling. In this research, data collection technique is done by observation method, interview, questionnaire. While the instruments used in the collection of data in the form of a list of questions or questionnaires directly closed using a likert scale processed through descriptive analysis. The results of this study indicate that community participation in the decision-making phase in the form of providing information and participate in identifying the potential attractions Banyumala Waterfall, community participation in the implementation stage in the form of maintaining security, beauty in the tourist attraction Banyumala Waterfall and involved in promoting attractions Waterfall Banyumala, community participation at the stage of utilizing the results in the form of supporting tourism activities that have been well defined in the development of tourism objects, community participation in the evaluation stage is in the form of supervising tourism activities in Banyumala Waterfall attractions and oversee the negative actions that can damage tourist attractions and tourist comfort visit. The participation of Wanagiri villagers in the development of Banyumala Waterfall object is good with the average percentage of 57%, where in the decision making stage the percentage of the community is only 58%, at the implementation stage of 57%, the stage utilizes 55% and 57% evaluation stage. However, there are some obstacles faced by the community in participating in the language, public understanding of tourism is still lacking, limited funding.keyword : Participation, Community, Tourist Attraction.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA SALAK DI DESA SIBETAN KABUPATEN KARANGASEM ., Ni Nyoman Dewi Adnyani; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4784

Abstract

Agrowisata Salak Sibetan memiliki beragam sumber daya wisata, namun belum terkemas secara optimal. Oleh karena itu penelitian kualitatif ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengelolaan sumber daya pariwisata di Agrowisata Salak Sibetan dan (2) menyusun strategi alternatif pengembangan Agrowisata Salak Sibetan. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) pengumpulan data sekunder dengan metode studi dokumen dan (2) pengumpulan data primer di lapangan dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah (1) Pengelolaan sumber daya pariwisata di Agrowisata Salak Sibetan dikelola oleh masyarakat banjar adat yang masih mempertahankan nilai-nilai serta tradisi yang berlaku di banjar. Sebagai destinasi wisata yang berbasis masyarakat, maka perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya yang dimiliki dikelola secara langsung oleh masyarakat. (2) Strategi alternatif pengembangan Agrowisata Salak Sibetan berdasarkan analisis SWOT sebagai berikut : (a) Strategi SO (strength opportunities): Mengoptimalkan pengembangan keanekaragaman jenis salak dan potensi alam Pemukuran, Ceburan serta Pal, membentuk kelompok sadar agrowisata di lingkungan banjar Dukuh, mengkemas potensi seni angklung dan genjek yang ada. (b)Strategi WO (weakness opportunities): membentuk organisasi pengelola agrowisata yang lebih profesional, menggarap berbagai potensi yang dimiliki, menambah fasilitas sesuai standar pariwisata (pasar souvenir, kamar mandi/toilet, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi dibidang pariwisata. (c)Strategi ST (strength threat) : menawarkan berbagai potensi yang ada kepada pihak luar dan mengadakan studi banding ke destinasi wisata sejenis. (d) Strategi WT (weakness threat) : meningkatkan kesadaran wisata berkelanjutan masyarakat Banjar Dukuh dan mengajukan proposal pengajuan dana. Kata Kunci : agrowisata, strategi pengembangan, sumber daya pariwisata, analisis SWOT Salak Sibetan Agrotourism has a variety of tourist resources, but not packed optimally. Therefore, this qualitative study aims to (1) determine the management of tourism resources in Salak Sibetan Agrotourism and (2) developing alternative strategies Agrotourism Salak Sibetan development. Data collection was conducted in two stages: (1) secondary data collection methods of the study of documents and (2) the collection of primary data in the field with the method of observation and interviews. The results of this study were (1) Management of Agrotourism resources in Salak Sibetan managed by indigenous peoples who still maintain the values and traditions prevailing in the banjar adat. As a community-based tourism destination, then the planning, execution, and control of its resources are managed directly by the public. (2) the development of alternative strategies agrotourism Salak Sibetan based SWOT analysis as follows: (a) SO Strategies (strength opportunities): Optimizing the development of a diversity of bark and natural potential Pemukuran, Ceburan and Pal, form a group of environmentally conscious agrotourism in Banjar Dukuh, pack the potential angklung art and genjek there. (b) WO Strategies (Weakness opportunities): establish agro management organization more professional, working on various potentials, increase tourism facilities standards (market souvenirs, bathroom / toilet, cooperating with various parties who have competence in tourism. (c) ST Strategies (strength threat): offers the potential that exists to outside parties and conduct a comparative study to similar tourist destinations. (d) WT Strategies (Weakness threat): increase public awareness of sustainable tourism Banjar Dukuh and submit funding proposal. keyword : agrotourism, strategy development, tourism resources, SWOT analysis
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN LAYANAN PORTER SISWA KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN 1 SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA ., Kadek Meli Anggarsari; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran layanan porter siswa kelas XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja; (2) mendeskripsikan respon siswa kelas XI AP1 terhadap metode pembelajaran role playing dalam pembelajaran layanan porter. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk hasil belajar pada ranah kognitif menggunakan tes tulis, ranah afektif menggunakan lembar observasi, dan ranah psikomotor menggunakan tes kinerja. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk respon siswa adalah angket tertutup. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar dilihat dari analisis data pada siklus I yaitu rata-rata hasil belajar 83,6 dan ketuntasan hasil belajar 62,5%. Pada siklus II yaitu rata-rata hasil belajar 87,0 dan ketuntasan hasil belajar 87,5%. (2) respon siswa terhadap pembelajaran layanan porter dengan metode role playing pada siklus I sebesar 58,03 dan siklus II sebesar 64,18 yang terkategori positif. Kata Kunci : hasil belajar, layanan porter, role playing This research ams to (1) Describe the application of learning method role playing to improve learning on the subject student porter service XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. (2) Describe student responses class XI Ap1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja to method study role playing in learning service porter. Test was used in assessing cognitive domain, observation sheet was used in assessing affective domain, and psychomotor domain was assessed through practicing. Test the data collection tool used to respond student is aclosed questionnaire. Study was classroom action research. The result of this study shows that (1) there is an increase in learning outcomes seen from the analysis of the data on the cycle I was 83,6 and completeness of learning outcomes was 62,5% and in Cycle II average of learning outcomes was 87,0 and completeness of learning outcomes was 87,5%. (2) Student response to porter service learning by method role playing in cycle I amount 58,03 and in cycle II was 64,18 which is category positive keyword : learning outcome, porter service, role playing
TEPUNG SINGKONG SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN KUE PIA DALAM UPAYA PEMANFAATAN BAHAN LOKAL ., Putu Desinatalia; ., Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue pia menggunakan bahan lokal yaitu tepung singkong dengan formulasi 100% tepung singkong ditinjau dari segi warna segi rasa, dan segi tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang berjumlah 25 orang terdiri dari guru Tata Boga SMK Negeri 2 Singaraja, guru Tata Boga SMK Negeri 1 Seririt, dan Dosen PKK prodi Tata Boga serta laboran Prodi Tata Boga Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas kue pia tepung singkong ditinjau dari segi warna berada dalam kategori baik dengan memperoleh rata-rata 2,88 sesuai tolok ukur yaitu kuning kecoklatan. Kualitas kue pia tepung singkong ditinjau dari segi rasa berada dalam kategori baik dengan memperoleh rata-rata 2,72 sesuai tolok ukur yaitu manis dan gurih. Kualitas kue pia tepung singkong dari segi tekstur berada dalam kategori baik dengan memperoleh rata-rata 2,60 sesuai tolok ukur yaitu kering, renyah, dan berlapis. Kata Kunci : tepung singkong, kualitas, kue pia This research aimed at ascertaining the quality of pia by using local ingridients like cassava flour with 100% formulation of cassava flour that were seen from its color, taste and texture. The method of data collection of this research was observation method. The data were analyzed using quantitative descriptive. The panelists of this research were the trained panelists coming from teachers of SMK N 2 Singaraja, teachers of SMK N 1 Seririt, PKK lecturers and laboratory assistant of Tata Boga of family prosperity education department. The total number of the involved people was 25 people in total. The result of this research showed that the quality of cassava flour pia seen from its color was in the neat category with the gaining average of 2,88 in accordance to its standard was slightly brown. The quality of cassava flour pia seen from its taste was in the neat category with the gaining average of 2,72 in accordance to its standard was sweet and crisp.the quality of cassava flour pia seen from its texture was in the neat category with the gaining average of 2,60 in accordance to its standard was crunchy, crispy, and plated. keyword : cassava flour, quality,pia
Pengembangan Busana Fantasi Dengan Sumber Ide Kekaisaran Jepang ., Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15991

Abstract

Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan proses pengembangan busana fantasi 2) mengetahui hasil pengembangan pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Kekaisaran Jepang. Dalam penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation) pada setiap tahapannya. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar kuisoner diberikan kepada Expert Judgment untuk menguji instrument sebelum diberikan ke ahli produk dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan 1) Proses penelitian pengembangan busana fantasi dengan sumber ide kekaisaran Jepang menggunakan model ADDIE terdiri dari beberapa langkah-langkahnya, a) analisis busana b) mendesain busana, c) pengembangan busana d) mengimplementasikan busana e) mengevaluasi busana. 2) Hasil pengembangan busana fantasi dengan sumber ide Kekaisaran Jepang, dari hasil iuji oleh dua orang ahli produk, mendapatkan nilai 77,27% dengan hasil kualifikasi baik. Sehingga bisa dijadikan acuan dalam mengembangkan sebuah produk selanjutnya. Kata Kunci : Kata Kunci : ADDIE, Busana Fantasi, Kekaisaran Jepang, Pengembangan Abstract The objectives of this study were 1) to describe the process of developing fantasy fashion 2) to know the results of the development of making fantasy fashion with the source of the idea of the Imperial Japan. In this study using a development research model with ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation) model at each stage. The instrument used in this study in the form of questionnaire was given to Expert Judgment to test the instrument before being given to the product expert and then analyzed using qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the study show 1) The process of researching the development of fantasy fashion with sources of imperial Japanese ideas using the ADDIE model consists of several steps, a) fashion analysis with b) designing clothes, c) fashion development, d) implementing fashion, e) evaluating fashion . 2) The results of the development of fantasy fashion with the source of the idea of Imperial Japan, from the results of the tests by two product experts, scored 77.27% with good qualifications. So that it can be used as a reference in developing a further product.keyword : Keywords: ADDIE, Development, Fantasy Fashion, Imperial Japan
KAJIAN POTENSI EKOWISATA DI DESA SUDAJI SEBAGAI DESA WISATA ., I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5973

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata di Desa Sudaji yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik ekowisata. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan wawancara bertahap. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskritif kualitatif dimana data yang diperoleh akan dianalisa dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Potensi wisata di Desa Sudaji yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata adalah potensi alam, manusia, dan budaya. Kajian Potensi ekowisata berdasarkan analisis SWOT yaitu : a). Kekuatan yang cukup besar berupa potensi alam, potensi manusia dan kebudayaan yang beranekaragam. b). Kelemahan potensi wisata Desa Sudaji yaitu Potensi alam : Beberapa sarana belum mendukung, karakteristik alam di Desa Sudaji pada musim hujan. Potensi Manusia : Sumber tenaga kerja sebagai local guide, ketrampilan masyarakat seadanya. Potensi Budaya : Belum optimalnya kemampuan pengelolaan atraksi seni dan budaya, belum efektifnya networking diantara para pengelola atraksi seni dan budaya daerah. c). Peluang potensi wisata Desa Sudaji. Potensi alam: Adanya perubahan trend pariwisata, wisatawan lebih menikmati dan menghargai panorama alam pedesaan. Potensi manusia : Meningkatkan kapasitas bagi pengelola dan pemandu wisata, meningkatnya hubungan kerjasama dengan pelaku wisata. Potensi Budaya : Desa Sudaji beberapa kali ditunjuk dalam pesta Kesenian Bali, kecendrungan wisatawan Eropa terhadap pariwisata budaya. d). Ancaman yang dapat merusak potensi ekowisata di Desa Sudaji. Potensi Alam : Sampah, penebangan pohon, penggunaan air. Potensi Manusia : Sulitnya lapangan pekerjaan, semakin berkurangnya nilai budaya setiap individu. Potensi Budaya : Masuknya budaya modern, dan akulturasi budaya Kata Kunci : potensi ekowisata, kajian potensi ekowisata. This qualitative research aimed at finding out the tourist potential in Sudaji village that could be developed as ecotourism attraction. The methods used in collecting the data were gradual interview and observation. The data was analyzed descriptive qualitatively in which the data then analyzed by using SWOT analysis. The result of this study showed that the tourist potential in Sudaji village that could be developed as ecotourism were natural potential, human being, and culture. This study was based on SWOT analysis involved; a) the strengths in terms of natural potential, human potential, and cultures; b) the weaknesses of tourist potential in Sudaji village were natural potential; any unsupported facilities, the natural characteristic in Sudaji village on rainy season. Human potential; labor resources as local guide, sober people skills. Cultural potential; the capabilities art and culture attraction management were not optimize yet, the networking among managers of local art and culture attractions was not effective; c) the tourist potential opportunities of Sudaji village. Natural potential; any changes in tourism trend, the tourists were more enjoying and interesting on countryside natural panorama. Human potential; increasing the capacity of managers and tourist guides, increasing the partnership within tourism stakeholders. Cultural potential; the Sudaji village several time designated in Bali art festival show, the European tourists tendency toward cultural tourism; d) threats that could undermine the potential of ecotourism in Sudaji village. Natural potential; garbage, tree felling, water usage. Human potential; difficulties in finding a job, decreasing value of each individual culture. Cultural potential; the entry of modern culture and acculturation. keyword : potential of ecotourism, potential of ecotourism study
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENGOLAHAN PENYAJIAN MAKANAN ( P2M) SISWA KELAS XI JASA BOGA DI SMK TRIATMA JAYA SINGARAJA ., Hanifa Firdaus; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan LKS terhadap hasil belajar P2M siswa kelas XI Jasa boga di SMK Triatma Jaya Singaraja. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jasa boga berjumlah 104 orang orang yang terbagi menjadi tiga kelas yaitu XI JB 1, XI JB 2, XI JB 3. Sampel penelitian adalah teknik random sampling untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode tes untuk mengetahui hasil belajar siswa dan metode angket untuk mengetahui respon siswa. Berdasarkan analisis dengan statistic deskriptif nilai rata-rata kognitif kelas eksperimen sebesar 80,75 kontrol sebesar 75,43. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung sebesar 3,06 sedangkan ttabel 2,00 dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,00. Hal ini berarti, thitung>ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan LKS terhadap hasil belajar P2M siswa kelas XI Tata Boga di Triatma Jaya Singaraja. Data hasil respon siswa yang diperoleh yaitu sebesar 87% maka respon siswa terhadap model Discovery Learning berbantuan LKS baik. Kata Kunci : Discovery learning, LKS, P2M, Hasil belajar. This study aims to determine the effect of learning assisted discovery P2M class learning models of students on learning outcomes of LKS SMK XI Triatma Jaya Singaraja catering service. This type of research was quasi-experimental with the Nonequivalent Posttest Design Only Control Design Group. The population of this study was all students of class XI catering service amounting to 104 people divided into three classes, namely XI JB 1, JB XI 2, XI JB 3. The research sample was a random technique sampling research data to determine experimental class and control class. Collection is done by methods to find out learning outcomes and methodologies to find out the response. Based on the analysis with descriptive statistics the cognitive average value of the experimental class was 80.75 control at 75.43. Based on the results of the t-test calculation, it is calculated that 3.06 while the 2.00 table with a significance of 5% is 2.00. This means, t count> t table, so H0 is rejected and Ha is accepted. This shows that the influence of the learning learning model is guided by the worksheets on P2M learning outcomes of participants of class XI of the Education Council in Triatma Jaya Singaraja. The results of student response data obtained were 87% of responses to the Discovery Learning model assisted by LKS.keyword : Discovery learning, LKS, P2M, Learning Outcomes
KESIAPAN KERJA SISWA PROGRAM KEAHLIAN PARIWISATA DITINJAU DARI PERSEPSI KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJA PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 2 SINGARAJA ., Agus Very Frengky; ., Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kesiapan kerja siswa kelas XII Program Keahlian Pariwisata SMK N 2 Singaraja ditinjau dari persepsi kompetensi dan (2) mendeskripsikan kesiapan kerja siswa kelas XII Program Keahlian Pariwisata SMK N 2 Singaraja ditinjau dari motivasi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan yaitu siswa Program Keahlian Pariwisata SMK Negeri 2 Singaraja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dengan jumlah sampel 70 orang responden yang semuanya berasal dari kelas XII Program Keahlian Pariwisata SMK Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil sebaran kuisioner yang di olah dengan menggunakan skala Likert dan di analisis dengan statistik persentase. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) kesiapan kerja siswa Program Keahlian Pariwisata bila ditinjau dari persepsi kompetensinya dapat dinyatakan bahwa sebanyak 80.00% (56 orang responden) memiliki kesiapan kerja yang sangat baik dengan rata-rata 88.44% dan sebanyak 20.00% (14 orang responden) memiliki kesiapan kerja yang baik dengan rata-rata 76.95%. Secara keseluruhan, siswa memiliki kesiapan kerja sangat baik dengan rata-rata sebesar 86.14%; (2) kesiapan kerja siswa Program Keahlian Pariwisata bila ditinjau dari motivasi kerjanya dapat dinyatakan bahwa sebanyak 70.00% (49 orang responden) memiliki kesiapan kerja yang sangat baik dengan rata-rata sebesar 86.97% dan sebanyak 30.00% (21 orang responden) memiliki kesiapan kerja yang baik dengan rata-rata sebesar 76.60%. Secara keseluruhan, siswa memiliki kesiapan kerja yang sangat baik dengan rata-rata sebesar 83.86%. Kata Kunci : Kesiapan Kerja, Motivasi Kerja, Persepsi Kompetensi This study was aimed to (1) describe the job readiness of students in XII Program Keahlian Pariwisata SMK N 2 Singaraja which viewed from perceptions of competence and (2) describe the job readiness of students in XII Program Keahlian Pariwisata SMK N 2 Singaraja which viewed from from work motivation. This research was quantitative descriptive. The population used was the student of Program Keahlian Pariwisata SMK Negeri 2 Singaraja. The sampling technique used was stratified random sampling with 70 respondents were all from XII Program Keahlian Pariwisata SMK Negeri 2 Singaraja. This study used primary data obtained from the distribution of the questionnaire which was be treated with a Likert scale and analyzed with statistics on the percentage. The results shows (1) the job readiness of students in Program Keahlian Pariwisata when views from the perception of competence can be stated that as much as 80.00% (56 respondents) have a job readiness was very good with an average 88.44% and as much as 20.00% (14 respondents) has a good job readiness with an average of 76.95%. Overall, students have a very good job readiness with an average of 86.14%; (2) the job readiness of student in Program Keahlian Pariwisata when the review from works motivation can be stated that as much as 70.00% (49 respondents) have a job readiness was very good with an average of 86.97% and as much as 30.00% (21 respondents) have a job readiness was good with an average of 76.60%. Overall, students have a very good job readiness with an average of 83.86%.keyword : Job Readiness, Work Motivation, Perception of Competence.