cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
PEMANFAATAN TEPUNG BONGGOL PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATA BALBISIANA) MENJADI CHOCO COOKIES Saputra, Made Wira Lega; Ariani, Risa Panti; Damiati, Damiati
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v10i3.22158

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) formula choco cookies tepung bonggol pisang kepok (2) kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dari rasa, aroma dan tekstur. Objek penelitian ini adalah proses pembuatan dan kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dari aspek rasa, aroma, dan tekstur. Panelis yang dipilih adalah panelis terlatih terdiri dari guru dan dosen tata boga berjumlah 19 orang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan metode observasi. Data kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dikumpulkan melalui uji organoleptik mutu hedonik dengan skala 3 tingkatan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian, ditemukan bahwa (1) formula choco cookies tepung bonggol pisang kepok sebagai berikut tepung bonggol pisang kepok 150g, margarin 180g, choco chip 150g, gula halus 150g, cokelat bubuk 25g, kuning telur 20g dan vanilli 4g (2) kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dilihat dari aspek rasa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,94 artinya memiliki rasa manis dan gurih. Aspek aroma berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,89 artinya memiliki aroma khas bonggol pisang kepok. Aspek tekstur berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,78 artinya memiliki tekstur yaitu rapuh. Kata Kunci : choco cookies, kualitas, tepung bonggol pisang kepok, formula. Abstract This experimental research is aimed to know (1) the formula of kepok banana hump flour choco cookies (2) the quality of kepok banana hump flour seen from flavor, aroma and texture. The object of this study is process and quality of kepok banana hump flour choco cookies from the aspect of flavor, aroma and texture. The selected panelists were 19 trained panelists. The method used in this is the method of laboratory and method of observation. The data kepok banana hump flour was collected through organoleptic test of hedonic quality with scale 3 levels and then the data of this study was found some result will be analyzed by using qualitative and quantitative descriptive analysis method. Based on the results of data analysis, it was found (1) the formula of kepok banana hump flour choco cookies is a kepok banana hump flour 150g, margarine 180g, choco chip 150g, refined sugar 150g, cocoa powder 25g, egg yolk 20g, and vanillie 4g (2) the quality of kepok banana hump flour choco cookies seen from flavor aspect is good category with the average 2,94 has a desired flavor there are sweat and savory, from the aspect aroma is in the good category with the average 2,89 has a distinctive aroma of kepok banana hump flour, from the aspect of the texture is good category with the average 2,78 has a distinctive texture is fragile. Keywords: choco cookies, quality, kepok banana hump flour, formula
PENERAPAN PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TATA BUSANA PADA MATA PELAJARAN DASAR DESAIN DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Kadek Asri Cahyani; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran E-Learning berbasis Moodle terhadap hasil belajar siswa kelas X Tata Busana pada mata pelajaran dasar desain di SMK N 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah pre experimental dengan desain pretest and posttest one group design. Penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok sampel yang diberikan pembelajaran E-Learning berbasis Moodle. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Tata Busana di SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 31 siswa. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan metode tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif dan psikomotor siswa sedangkan metode non tes untuk mengetahui hasil belajar afektif siswa. Berdasarkan analisis dengan statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata posttest kognitif siswa sebesar 84,35 lebih besar dibandingkan nilai rata-rata pretest kognitif siswa sebesar 47,58; nilai rata-rata posttest afektif siswa sebesar 90,77 lebih besar dibandingkan nilai rata-rata pretest afektif siswa sebesar 66,93; dan nilai rata-rata posttest psikomotor siswa sebesar 89,5 lebih besar dibandingkan nilai rata-rata pretest psikomotor siswa sebesar 52,3. Berdasarkan perhitungan N-Gain, hasil belajar kognitif nilai rata-ratanya sebesar 0,71 dengan kriteria tinggi, hasil belajar afektif nilai rata-ratanya sebesar 0,73 dengan kriteria tinggi, dan hasil belajar psikomotor nilai rata-ratanya sebesar 0,79 dengan kriteria tinggi. Hal tersebut menyatakan bahwa penerapan pembelajaran E-Learning berbasis Moodle dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Tata Busana pada mata pelajaran dasar desain di SMK Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Hasil Belajar, E-learning berbasis Moodle, Dasar Desain This research aims to describe the application of moodle-based e-learning towards the outcomes of basic learning of design. This research was conducted of X class of Tata Busana at SMK N 2 Singaraja. This research is a pre-experimental research and used pretest and posttest one group design. This research was used a group sample which learnt by using moodle-based e-learning. The population in the study was all students of X class of Tata Busana at SMK N 2 Singaraja in the academic year 2018/2019 which totaled 31 students. The determination of sample in this study was used sampel jenuh technique. Data collection in this study was using the test method to determine the cognitive and psychomotor learning outcomes of students while the non-test method to determine the student's affective learning outcomes. Based on the analysis by using descriptive statistics, the average cognitive posttest value of students was 84.35 that is greater than the average cognitive pretest score that was 47.58; the average affective posttest value of students was 90.77 greater than the average affective pretest value of students was 66.93; and the average psychomotor posttest of students was 89.5 greater than the average psychomotor pretest value was 52.3. Based on the calculation by using N-Gain, cognitive learning outcomes averaged values 0.71 with high criteria, affective learning outcomes average values of 0.73 with high criteria, and psychomotor learning outcomes averaged values 0.79 with criteria high. The results state that the application of Moodle-based E-Learning can improve the learning outcomes of X class students of basic design learning at SMK N 2 Singaraja.keyword : Basic Design, Learning Outcomes, Moodle-based E-Learning
Pengembangan Modul Berbasis Saintifik Untuk Mata Pelajaran Boga Dasar Di Smk Negeri 2 Singaraja Kabupaten Buleleng ., Luh Sri Darmiyani; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9895

Abstract

Peneitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kelayakan modul Boga Dasar berbasis saintifik Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Jasa Boga di SMK Negeri 2 Singaraja berdasarkan uji ahli isi. (2) Mengetahui efektifitas penggunaan Modul Boga Dasar Berbasis Saintifik Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Jasa Boga di SMK N 2 Singaraja. (3) Mengetahui respon siswa terhadap Modul Boga Dasar Berbasis Saintifik Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Jasa Boga di SMK N 2 Singaraja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini siswa kelas X Jasa Boga 1 di SMK N 2 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Validasi kelayakan modul berdasarkan uji ahli isi diperoleh dengan metode angket. Validasi uji efektifitas penggunaan modul diperoleh dengan metode test berupa pre test dan post test. Validasi uji respon siswa diperoleh dengan metode angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Uji kelayakan isi terkategori sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. 2) Efektifitas penggunaan modul terkategori sedang. 3). Respon siswa terhadap modul terkategori baik. Kata Kunci : Boga Dasar, Modul, Pendekatan Saintifik Abstract This research was aimed (1) To know the feasibility of a scientific-based basic boga module for ten grade students boga expert competency in SMK N 2 Singaraja based on the expert test. (2) To know the effectivity of the used of scientific-based basic boga module for ten grade students boga expert competency in SMK N 2 Singaraja. (3) To know the students response toward the scientific-based basic boga module for ten grade students boga expert competency in SMK N 2 Singaraja. The research types that was being used in this study are the research and development (R&D) With ADDIE development model. The subject of this research were the ten grade students of boga course 1 in SMK Negeri 2 Singaraja in academic year 2016/2017. To know the validation of the feasibility of the module based on test content expert obtained by used questionnaries. The results showed that: 1) Test the feasibility of the content very well categorized and fit for use in lear. 2) the effective of use modules was categorized moderate. 3). Students' response to well categorized modules keyword : Basic Boga, Module, The Scientific Approach
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR TATA HIDANG SISWA KELAS XI TATA BOGA DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Erniasih, Erniasih; Panti, Risa; Suriani, Made
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i3.22140

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar tata hidang. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Singaraja pada siswa kelas XI Tata Boga. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Non equivalent Control Group Design). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Tata Boga di SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 berjumlah 4 kelas Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode non tes untuk mengetahui hasil belajar psikomotor siswa dan metode tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan analisis dengan statis-tic deskriptif diperoleh nilai rata-rata psikomotor siswa kelas eksperimen 86,75, kelas kontrol 85,8 dan nilai rata-rata kognitif kelas eksperimen sebesar, 82,92 kontrol sebesar 75,51. Berdasarkan hasil perhi-tungan uji-t diperoleh thitung sebesar 3,34 sedangkan ttabel 2,00 dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,00. Hal ini berarti, thitung>ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar tata hidang siswa kelas XI Tata Boga di SMK Negeri 2 Singaraja.Kata kunci : Hasil Belajar, Project Based Learning, Tata Hidang.
PEMBUATAN BUSANA FANTASI DENGAN SUMBER IDE DRAMATARI CALONARANG ., Luh Ade Haryawati; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang; (2) mendeskripsikan hasil dari pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development), menggunakan model pengembangan PPE. Proses penelitian pengembangan busana ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu yang terdiri dari 3 tahap yaitu: Perencanaan (planning), produksi (production), evaluasi (evaluation). (1) Pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah angket. Proses dari pembuatan buasana fantasi melalui beberapa tahap yakni tahap perencanaan hal pertama yang dilakukan adalah menganalisis terhadap sumber ide yang dikembangkan menjadi busana. Kemudian dilanjutkan dengan proses perancangan atau desain. Pada proses ini peneliti membuat desain busana berdasarkan analisis. Setelah proses perencanaan, kemudian tahap selanjutnya yaitu produksi. Pada proses pengembangan terdiri dari dua langkah yaitu, persiapan dan pelaksanaan. Tahap evaluasi dilakukan uji produk terhadap hasil dari pengembangan busana. (2) Hasil pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang terdiri dari dua busana dengan siluet A dan I yang bersumber ide dari tokoh busana penari Matah Gede. Berdasarkan hasil uji produk busana fantasi dari ahli busana I dan ahli II mendapatkan hasil 98,5%. Hal menunjukan bahwa pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Dramatari Calonarang memiliki tingkat pencapaian sangat baik. Kata Kunci : Kata Kunci: Busana Fantasi, Dramatari Calonarang, Sumber Ide. This study aims to (1) describe the process of making fantasy fashion with the source of Dramatari Calonarang's ideas; (2) describe the results of making a fantasy outfit with the source of Dramatari Calonarang's ideas. This research is a research and development, using PPE development model. The clothing development research process is carried out through several stages, consisting of 3 stages: Planning, Production, Evaluation.(1) Data collection used in this development is a questionnaire. The process of making fantasy atmosphere through several stages namely the planning stage the first thing to do is to analyze the source of ideas developed into clothing. Then proceed with the design process. In this process the researcher makes a fashion design based on analysis. After the planning process, then the next stage is production. In the development process consists of two steps, namely, preparation and implementation. The product evaluation phase is tested on the results of clothing development. (2) The results of making a fantasy outfit with the source of ideas Dramatari Calonarang consists of two outfits with silhouettes A and I sourced from the fashion figure of the dancer Matah Gede. Based on the test results of fantasy fashion products from fashion experts I and experts II get 98.5% results. This shows that the making of fantasy fashion with the source of ideas from Dramatari Calonarang has a very good level of achievement.keyword : Keywords: Fantasy Clothing, Development, Idea Source.
KAJIAN POTENSI WISATA DI DESA MUNDUK KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG ., Aditya Darmawan; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9910

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata yang ada di Desa Munduk Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dimana data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi wisata di Desa Munduk adalah potensi alam, manusia dan budaya. Kajian potensi wisata berdasarkan analisis SWOT yaitu : a) Kekuatan yang cukup besar berupa potensi alam, potensi manusia dan potensi budaya yang beranekaragam. b) Kelemahan potensi wisata Desa Munduk yaitu Potensi alam : Beberapa sarana belum mendukung, karakteristik alam di Desa Munduk pada musim hujan. Potensi manusia : Sumber tenaga kerja sebagai local guide, keterampilan masyarakat seadanya. Potensi budaya : Belum optimalnya kemampuan pengelolaan atraksi seni dan budaya, belum efektifnya networking diantara para pengelola atraksi seni dan budaya daerah. c) Peluang potensi wisata Desa Munduk yaitu Potensi alam : Adanya perubahan trend pariwisata, wisatawan lebih menikmati dan menghargai panorama alam pedesaan. Potensi manusia : Meningkatkan kapasitas bagi pengelola dan pemandu wisata, meningkatnya hubungan kerjasama dengan pelaku wisata. Potensi budaya : Desa Munduk beberapa kali ditunjuk dalam Pesta Kesenian Bali, kecenderungan wisatawan Eropa terhadap pariwisata budaya. d) Ancaman yang dapat merusak potensi wisata di Desa Munduk yaitu Potensi alam : Sampah, penebangan pohon, penggunaan air. Potensi manusia : Sulitnya lapangan pekerjaan, makin berkurangnya nilai budaya gotong royong setiap individu. Potensi budaya : Masuknya budaya modern dan akulturasi budaya. Kata Kunci : Potensi alam, manusia, budaya This qualitative study aimed to determine the potential of tourism in Munduk village, Banjar sub district, Buleleng regency. Data collection methods used in this research is the method of observation and interviews. Data were analyzed using qualitative descriptive technique in which the data obtained will be analyzed using SWOT. This study has shown that the potential for tourism in the Munduk village is the potential of natural, human and cultural. Assessment of tourism potential by SWOT analysis are a) A large enough force in the form of natural potential, human potential and the potential of diverse cultures. b) Munduk village tourism potential weaknesses that Natural potential :some means not yet support, the Munduk village natural characteristics during the rainy season. Human potential : as a local guide source of labor, people skill is sufficiently. Cultural potential : optimal capability of the management of arts and cultural attractions, yet effective networking among the managers of local arts and cultural attractions. c) Munduk village tourism potential opportunities that Natural potential : any changes in tourism trends, more travelers to enjoy and appreciate the natural scenery of the countryside. Human potential : increase the capacity for managers and local guide, increased partnerships with tour players. Cultural potential : several times at shows in the party art Bali, European travelers tendency towards cultural torism. d) Munduk village tourism potential threat that Natural potential : waste, tree logging, water usage. Human potential : difficult jobs, the less value of culture and than community work each. Cultural potential : the entry of modern culture and acculturation. keyword : Natural potential, Human potential, Cultural potential
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X AP PADA MATA AJAR SANITASI, HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA DI SMK PARIWISATA TRIATMA JAYA SINGARAJA TAHUN AJARAN 2018/2019 Yulianitias, Yulianitias; Marsiti, Cokorda Istri Raka; Masdarini, Luh
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v10i2.22128

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dari penggunaan model Problem Based Learning berbasis lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X-AP mata ajar Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan kerja di SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja Tahun Ajaran 2018/2019. Desain penelitian yang digunakan adalah Non equivalent Only Control Group Design. Objek dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Metode pemilihan sampel penelitian adalah dengan teknik random sampling. Proses pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk mengetahui hasil belajar siswa, kemudian melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung 7,641 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 3,460. Hal ini berarti bahwa thitung> ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa X AP Di SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Problem Based Learning berbasis lingkungan lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata hasil belajar Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan kerja kelompok eksperimen adalah 81 lebih besar dari rata-rata hasil belajar Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan kerja kelompok kontrol yaitu 76 Kata kunci: Hasil belajar Sanitasi, Hygiene dan Keselamatan Kerja, Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Lingkungan ABSTRACT The study aimed at finding out the difference of implementation of problem based learning model with environmental basis towards the achievement of class XAP students on the subjects of sanitation, hygiene, and workplace safety at SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja on the academic year 2018/2019. The research was designed with non equivalent only group control. The objects were two classes of samples, namely controlled and sample classes. Random sampling method was apllied to determine the sample of the research. The data were gathered by using test to find out the achievement of the students , then examining the hypothesis was done by implementing t-examiner technique. The results show that tvalue is 7,641 and ttable (at level of significance 5%) = 3,460. It means that tvalue> ttable. It can be interpreted that there is a significant effect towards the students’ahievement of class X AP at SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. The group of students that were treated with Problem Based Learning with the environmental basis got the mean score 81 for sanitation, hygiene, and workplace safety, it is higher than those who were treated with conventional method (controlled group).Key words : achievement, sanitation, hygiene, and workplace safety Model
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN LAYANAN PORTER SISWA KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN 1 SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA Anggarsari, Kadek Meli; Adnyawati, Ni Desak Made Sri; Marsiti, Cokorda Istri Raka
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v11i2.22122

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran layanan porter siswa kelas XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja; (2) mendeskripsikan respon siswa kelas XI AP1 terhadap metode pembelajaran role playing dalam pembelajaran layanan porter. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk hasil belajar pada ranah kognitif menggunakan tes tulis, ranah afektif menggunakan lembar observasi, dan ranah psikomotor menggunakan tes kinerja. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk respon siswa adalah angket tertutup. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar dilihat dari analisis data pada siklus I yaitu rata-rata hasil belajar 83,6 dan ketuntasan hasil belajar 62,5%. Pada siklus II yaitu rata-rata hasil belajar 87,0 dan ketuntasan hasil belajar 87,5%.  (2) respon siswa terhadap pembelajaran layanan porter dengan metode role playing pada siklus I sebesar 58,03 dan siklus II sebesar 64,18 yang terkategori positif. .        Kata Kunci: hasil belajar, layanan porter, role playing Abstract This research ams to (1) Describe the application of learning method role playing to improve learning on the subject student porter service XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. (2) Describe student responses class XI Ap1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja to method study role playing in learning service porter. Test was used in assessing cognitive domain, observation sheet was used in assessing affective domain, and psychomotor domain was assessed through practicing. Test the data collection tool used to respond student is aclosed questionnaire. Study was classroom action research. The result of this study shows that (1) there is an increase in learning outcomes seen from the analysis of the data on the cycle I was 83,6 and completeness of learning outcomes was 62,5% and in Cycle II average of learning outcomes  was 87,0 and completeness of learning outcomes was 87,5%. (2) Student response to porter service learning by method role playing in cycle I amount 58,03 and in cycle II was 64,18 which is category positive Keywords: learning outcome, porter service, role playing      
Reinventarisasi Kuliner Etnis Tionghoa Dan Etnis Arab Di Kota Singaraja ., Nurlaili Solihatun Nisa; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi kuliner etnis Tionghoa dan etnis Arabdi Kota Singaraja meliputi jenis hidangan, bahan dan teknik pengolahannya. Penelitian ini dilakukan di Kota Singaraja, dengan sumber informan yaitu dari, ibu-ibu rumah tangga, penjual makanan, dan ibu-ibu PKK yang mengolahkulineretnis Tionghoadanetnis Arab.Teknik pengkumpulan data dengan metode observasi danwawancara, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitulembar observasi danpedoman wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriftip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kuliner etnis Tionghoa di Kota Singaraja yaitu cai cuk (bubur ayam), chao fan (nasi goreng), ta mie, kolobak, bihun goreng, mie goreng, cap cay, fu yung hai, mie kuah, bakwan campur, siomay ikan, kwetiau, siobak, pao, cakwe, me pa, kue ku, wajik, kue mangkok, dan lumpia. Bahan-bahan yang digunakan meliputiberas, daging babi, kol, wortel, sawi putih, sayur hijau, pree bumbunya, bawang merah, bawang putih, saos tiram, merica, minyak wijen, kecap manis dan kecap asin bahan untuk jajanan tepung terigu, ketan, tepung beras, telur, gula pasir, baking powder, garam, touge, bihun dll.Teknik pengolahan yang digunakan antara laian, clear simmering (direbus), chaow fraying (digoreng), jin (ditumis), ji’ah (ditumis dengan minyak banyak), braising (direbus), dan jing (dikukus). (2) kuliner etnis Arab di Kota Singaraja yaitu nasi kebuli, nasi mandhi, kebab ayam, shwarma, salata, salata tamran, kari, sambosa, roti maryam dan jus kurmis (kurma kismis).Bahan-bahan yang digunakan meliputi, beras, daging ayam, daging kambing buncis, bawang bombay, selada, mentimun, tomat, seledri, kentang bumbu cengkeh, kapulaga, oregano, kayu manis dll, bahan untuk jajan, air, tepung terigu, telur, minyak goreng, kulit sambosa, mayones, saos tomat. Teknik pengolahan yang digunakan antara lain,ealaa albukhar (dikukus), maghli (direbus), makhbuz (dipanggang), almaqaliyah (digoreng), maqli (ditumis), dan makhluth (diblender).Kata Kunci : Kota Singaraja, Kuliner etnis Arab, Kulineretnis Tionghoa, Reinventarisasi This study aims to inventory the cuirin of Chinese and Arabian in Singaraja includes the type of food, ingredients and processing techniques. This research was in Singaraja, the source are the informant from, housewife, food seller, and PKK mothers who made the cusine Chines and Arabian . Technique of collecting data by observation and interview method, while research instrument used by observation and interview guidelines. Data analysis using descriptive technique. The results of this study show (1) Chinese culinary in Singaraja are cai cuk (chicken porridge), chao fan (fried rice), ta noodle, kolobak, fried vermiceli, fried noodle, cay cap, fu yung hai , noodle soup, bakwan mix, siomay fish, kwetiau, tart, pao, cakwe, me pa, my cake, diamond cupcakes, and lumpia. Basic used various of caliber, pork, cabage, carrot, chicory, green vegetables, onion, garlic, oyster sauce, pepper, sesame oil, salty soy sauce and soy sauce ingredients for snacks of wheat flour, sticky rice, rice flour, eggs, sugar sand, baking powder, salt, touge, vermicelli etc. Used between laian, clear simmering (boiled), chaow fraying (fried), jin (sauteed), ji'ah (sauteed with lots of oil), braising (boiled), and jing (steamed). (2) Arabian culinary in singaraja are kebuli rice, mandhi rice, chicken kebab, shwarma, salata, salata tamran, curry, sambosa, maryam bread and juice curdat (currant dates). Materials used, rice, chicken meat, goat meat, onion, lettuce, cucumber, tomato, celery, potato seasoning cloves, cardamom, oregano, cinnamon etc. Iingredients for snack, water, wheat flour, egg, cooking oil, sambosa skin, mayonnaise, tomato sauce. Processing techniques used include, ealaa albukhar (steamed), maghli (boiled), makhbuz (baked), almaqaliyah (fried), maqli (sauteed), and makhluth (blended).keyword : Singaraja citi, cuisine of Arabia, cuisine of Chinese, inventort
PENGGUNAAN LKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELAYANI MAKANAN DAN MINUMAN DI KELAS XI BOGA 2 SMK NEGERI 1 SERIRIT ., Ni Putu Sri Kristyani; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Peningkatan hasil belajar siswa dalam melayani makanan dan minuman di kelas XI boga 2 SMK Negeri 1 Seririt melalui penggunaan LKS, 2) Mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan LKS pada melayani makanan dan minuman di kelas XI Boga 2 SMK Negeri 1 Seririt. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dimana subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI Boga 2 SMK Negeri 1 Seririt dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang. Jumlah siswa laki-laki sebanyak 21 orang dan 15 orang jumlah siswa perempuan.Objek penelitian berupa hasil belajar siswa dan respon siswa dalam kompetensi dasar membuat minuman non-alkohol.Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes, dan observasi. Sedangkan untuk respon siswa, data di kumpulkan menggunakan angket. Pada penelitian siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 73,75, sedangkan ketuntasan klasikal sebesar 52,78%. Pada penelitian siklus II diperoleh peningkatan hasil belajar siswa, terbukti dari peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 73,75 menjadi 79,02 sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari siklus I sebesar 52,78% menjadi 94,44%. Berdasarkan angket respon siswa terhadap penggunaan LKS pada mata pelajaran melayani makanan dan minuman khususnya dalam kompetensi dasar membuat minuman non-alkohol adalah positif dengan rata-rata sebesar 51,66Kata Kunci : Kata kunci: LKS, Hasil Belajar, Respon Siswa The objectives of this research were: 1) improving students’ learning performance of XI Boga Class SMK Negeri 1 Seririt in serving food and beverage through the implementation used by Students’ Work Sheet, 2) describing students’ response through the implementation Students’ Work Sheet in used XI Boga Class SMK Negeri 1 Seririt in serving food and beverage. This research was Classroom Action-Based Research in which the subject of this research was students in XI Boga Class SMK Negeri 1 Seririt. This class consisted of 36 students, 21 males, and 15 females. The objects of this research were students’ learning performance and responses in basic competency of making non-alcohol beverage. The data of students’ learning performance was obtained through test and observation. Meanwhile, students’ responses data was obtained through questionnaire. In cycle I, the mean score of students was 73,75 meanwhile the passing classical was about 52,78%.In cycle II, it showed the improvement students’ learning performance. It was seen from the improvement of mean score in cycle I was 73,75 into 79,02 in cycle II and passing classical from cycle I was 52,78% into 94,44% in cycle II. Based on the questionnaire, the students’ responses through the implementationof used by Students’ Work Sheet in basic competency of making non-alcohol beverage was positive with the mean 50,11 keyword : Keywords: Students’ Work Sheet, Learning performance, Students’ Responses