cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
Pengaruh Penggunaan Model Teams-Games-Tournaments Terhadap Pengetahuan Siswa Tentang Pengolahan dan Penyajian Makanan di SMK Negeri 2 Singaraja KADEK SUASTIKA .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model teams-games�tournaments terhadap pengetahuan siswa tentang Pengolahan dan Penyajian Makanan di SMK Negeri 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design dengan desain ‟Pretest�Postest, Non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI tata boga di SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2018/2019. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling, pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Data dari nilai pretest dan posttest pengetahuan belajar dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t. Data diperoleh nilai-nilai signifikan α = 0,05, (thitung>ttabel) (3,60>1,99) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan belajar siswa yang menggunakan model teams-games-tournaments (TGT) dengan siswa yang belajar dengan kelas kontrol. Berdasarkan analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 85,63 lebih besar dibandingkan kelas kontrol sebesar 78,44.Kata Kunci : pengetahuan siswa, pengolahan dan penyajian makanan, teams-games-tournaments This study aimed to find out the effect of Teams-Games-Tournaments model towards the students‟ knowledge about Processing and Serving the Food in SMK Negeri 2 Singaraja. The research design was quasi-experimental design in form of Pretest-Post-test and Nonequivalent Control Groups Design. The population of this research was conduct in Nine Grade Gastronomy Students of SMK Negeri 2 Singaraja in 2018/2019 school year. The sample was determine by using random sampling technique and the method of data collection were pretest and post-test. The data of pre-test and post�test scores were analyze by using t-test. Data it is gained the significance value  = 0,05, (tcount > ttable) namely (3,60>1,99) which means H0 is rejected and Ha is accepted. The result was the significance distinction between the students‟ knowledge that given namely Teams-Games-Tournaments (TGT) model and the control class. Based on descriptive statistic analysis, it is gained the average scores in experimental class was 85,63 and control class was 78,44, which experimental class was more higher than the control classkeyword : students' knowledge, processing and serving the food, teams-games-tournaments
Busana Pengantin Desa Tenganan Pegringsingan Pada Era Modernisasi Ni Putu Dewi Sri w .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan busana pengantin Desa Tenganan Pegringsingan pada era modernisasi dilihat dari segi 1) bagian busana pengantin, 2) cara penggunaan, 3) tata rias, 4) aksesoris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana pengantin Desa Tenganan Pegringsingan mengalami beberapa perubahan yaitu dari segi 1) bagian busana pengantin pria menggunakan selendang yang dibalutkan pada leher. Bagian busana pengantin wanita menggunakan longtorso sebagai pengikat kamen dan dihilangkannya juntaian kain pada bagian dada. 2) cara penggunaan busana pengantin pria menggunakan kamen, saput, anteng, dan destar. Pengantin wanita menggunakan kamen, longtorso, selendang, kelukuh gringsing dan kemben gringsing. 3) tata rias pengantin yang lebih modern baik riasan wajah dan riasan kepala. 4) aksesoris busana pengantin mengalami penambahan berupa bros, bunga asli dan bunga emas. Kata Kunci : Aksesoris pengantin, busana pengantin, cara penggunaan, era modernisasi, tata rias. This study aims to describe the wedding dress of Tenganan Village Pegringsingan in the modernization era seen in terms of: 1) the bridal dress section, 2) how to use, 3) makeup, 4) accessories. This research was a descriptive research. Both of interview method and observation method has been used in order to collect datas needed. The instruments of this research were observation form and interview form. This research used descriptive analysis technique in order to make datas analysis. The results showed that the bridal dress of Tenganan Village Pegringsingan experienced several changes, namely in terms of 1) the groom's clothing section using a scarf wrapped around the neck. The part of the bride's dress uses longtorso as a binder for kamen and the removal of fabric strands on the chest. 2) how to use the groom's clothing using kamen, saput, anteng, and destar. The bride uses kamen, longtorso, selendang, kelukuh gringsing and kemben gringsing. 3) more modern bridal makeup both face makeup and head makeup. 4) bridal clothing accessories experience additions in the form of brooches, real flowers and golden flowers.keyword : Bridal Accessories, Bridal Dress, How to use, The era of Modernization, Makeup
PENGEMBANGAN MODUL AJAR FUSION FOOD HIDANGAN KESEMPATAN KHUSUS MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK JURUSAN JASA BOGA KELAS XII di SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA PUTU DIAN TIRTAYANTI .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16003

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli isi; (2) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli media; (3) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) atau penelitian pengembangan dengan model Dick & Carey. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil review ahli isi pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 17 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (2) hasil review ahli media pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 25 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (3) hasil analisis data respon siswa kecenderungan respon positif.Kata Kunci : Fusion Food, Hidangan Kesempatan Khusus, Saintifik This research was conducted with the aim of knowing (1) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on content expert tests; (2) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on media expert tests; (3) the feasibility of developing developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through the Scientific Approach based on student responses. The type of research used is research and development (R & D) or development research with Dick & Carey models. The research instrument is questionnaire. The results showed that: (1) the results of expert review of learning content obtained 0.88 results from 17 aspects of assessment said to be feasible to use; (2) the results of the expert learning media review obtained 0.88 results from 25 assessment aspects said to be feasible to use; (3) the results of student response data analysis tend to be positive responseskeyword : Fusion Food, Special Opportunities Dishes, Scientific
Study Eksperimen Dodol Kulit Buah Naga Merah Hylocereus Costaricensis Lalu Nanang Supriadi .; Dra. Damiati, M.Kes .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16004

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) formulasi resep baku dodol berbahan dasar kulit buah naga merah, (2) kualitas dodol kulit buah naga merah dilihat dari aspek aroma, warna, tekstur, dan rasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tahapan, yaitu pra eksperimen, perolehan resep baku, eksperimen, uji kualitas, dan analisis data. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi menggunakan lembar observasi yang diberikan pada setiap panelis untuk menilai kualitas produk dari aspek aroma, warna, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses pembuatan dodol kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) terdiri dari bubur buah kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis), tepung beras, tepung beras ketan, santan, dan gula pasir kemudian diaduk sampai mengental dan adonan tidak lengket (kalis), (2) kualitas dodol kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) dilihat dari aspek aroma, tekstur, dan rasa termasuk ke dalam kategori baik dengan rata-rata skor masing-masing 2,33, 2,39, dan 2,78. Sedangkan dilihat dari aspek warna termasuk ke dalam kategori cukup baik dengan skor rata-rata 2,17. Kata Kunci : Kata kunci: ekperimen, dodol, kulit buah naga merah Abstract This study aims to describe (1) the formulation of standard dodol recipe made from red dragon fruit peel, (2) the quality of dodol of red dragon fruit peel seen from the aspect of aroma, color, texture, and taste. This research is an experimental study with stages, namely pre-experiment, standard prescription acquisition, experiment, quality test, and data analysis. The method used to collect data is an observation method using observation sheets given to each panelist to assess product quality from aspects of aroma, color, texture, and taste. The results of this study indicate that (1) the process of making dodol of red dragon fruit skin (Hylocereus costaricensis) consists of red dragon fruit peel pulp (Hylocereus costaricensis), rice flour, glutinous rice flour, coconut milk, and granulated sugar then stirring until thickened and dough not sticky (dull), (2) dodol quality of red dragon fruit skin (Hylocereus costaricensis) seen from the aspect of aroma, texture, and taste included in the good category with an average score of 2.33, 2.39, and 2.78. While viewed from the aspect of color included in the category quite well with an average score of 2.17. keyword : Keywords: ekperiment, dodol, red dragon fruit skin
STUDI EKSPERIMEN PENGOLAHAN TEPUNG UMBI SUWEG Ida Ayu Satya Dwikandana .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16007

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan tepung umbi suweg (2) mengukur kandungan zat gizi tepung umbi suweg (3) mendeskripsikan kualitas tepung umbi suweg dilihat dari segi warna, aroma, dan tekstur. Objek dalam penelitian ini adalah proses pembutaan tepung umbi suweg, kandungan gizi tepung umbi suweg, dan kualitas tepung umbi suweg dilihat dari segi warna, aroma, dan tekstur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa (1) proses pembuatan tepung umbi suweg melalui 8 tahapan yaitu pengupasan;pengirisan, pencucian tahap I, perendaman, pencucian tahap II, pengukusan, penjemuran, penggilingan;pengayakan, dan pengemasan.(2) kandungan zat gizi tepung umbi suweg meliputi air 11,98%, abu 4,32%, protein 5,44%, lemak 1,80%, karbohidrat 76,42%, pati 56,07% dan kalori 343,79kkal. (3) kualitas tepung umbi suweg dilihat dari segi warna berada pada kategori baik dengan warna yang sesuai dengan yang diharapkan yaitu putih kecoklatan. Dari segi aroma berada pada kategori baik dengan hasil sesuai yaitu khas aroma umbi suweg. Dari segi tekstur berada pada kategori baik dengan hasil halus.Kata Kunci : Kandungan gizi, tepung, umbi suweg his research is aimed to find out: (1) described the prosess of making suweg tuber flour, (2) measured nutrient content of suweg tuber flour, (3) described the quality of suweg tuber flour in terms of color, flavor dan texture. The object in this research was making processed of suweg tuber flour, nutrient content of suweg tuber flour, and quality of suweg tuber flour in terms of color, flavor dan texture. The design of this research was laboratory experiment research. The method of this research was observation method. Data analysis techniques used are quantitative descriptive. The results of the research are: (1) the proses of making suweg tuber flour through eight steps that is stripping;incision, first washing, soaking, second washing, steaming, drying, grinding;sifting, and packaging, (2) nutrient content of suweg tuber flour is 11,98% of water; 4,32% of ash; 5,44% of protein; 1,80% of fat; 76,42% of carbohydrate; 56,07% of starch and 343,79kkal of calories, (3) the quality of suweg tuber flour in terms of color, it is in a good category with colors that are as expected, namely brownish white. In terms of flavor, it is in a good category too with flavor that are as expected, namely unique of suweg tuber. And the last, in terms of texture. From the texture suweg tuber flour is in a good point with smooth texture.keyword : Flour, Nutrient content, Suweg tuber
Tata Rias Tari Rejang Desa Adat Tenganan Pegringsingan Kabupaten Karangasem Bali Ni Ketut Dewi Tara Dipa .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata rias wajah, tata rias rambut, dan busana tari rejang di Desa Tenganan Pegringsingan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2018 di Desa Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah mendeskripsikan tata rias wajah, tata rias rambut, dan busana dari tari rejang di Desa Tenganan Pegringsingan (1) untuk tata rias wajah tari rejang Palak, Mombongin, dan Nyandang Kebo, hanya memakai riasan yang sederhana yaitu alis-alis, perona mata, shading pada hidung, perona pipi dan perona bibir, tetapi untuk tari rejang Dewa tidak memakai riasan wajah sama sekali, (2) pada tata rias rambut tari rejang Palak, rejang Mombongin, Rejang Nyandang Kebo menggunakan sanggul pusung kaput serta hiasan bunga kuping, bunga cempaka emas, sandat emas, suah, cecunduk, pacek, pending, bunga cempaka kuning, dan bunga pucuk arjuna, tetapi untuk rejang dewa tidak memakai hiasan kepala maupun sanggul pusung kaput, (3) menggunakan kain tenun gringsing sebagai busana pokok dari tari rejang yang ada di Desa Tenganan Pegringsingan. Kata Kunci : aksesoris, busana, tari rejang, tata rias wajah, tata rias rambut This study aims to describe the makeup, hair make up, and rejang dance clothes in Tenganan Pegringsingan Village. Research conducted is descriptive research. This research was conducted from July to August 2018 in Tenganan Pegringsingan Village, Manggis District, Karangasem Regency. Data collection method is done by observation and interview. Data analysis techniques used in the study are descriptive techniques. The results of this study are describing makeup, hair make up, and clothing from the rejang dance in Tenganan Pegringsingan village (1) for the makeup of the dance rejang Palak, Mombongin, and Nyandang Kebo, using only simple makeup, namely eyebrows, blushes. eyes, shading nose, blush and lip blush, but for rejang Dewa dance do not wear face makeup at all, (2) on the hair make up of the rejang Palak dance, rejang Mombongin, Rejang Nyandang Kebo using pusung kaput bun and ear flower ornaments, cempaka flowers gold, gold plate, suah, cecunduk, pacek, pending, yellow cempaka flowers, and arjuna shoot flowers, but for rejang dewa not wearing a headdress or a pusung kaput bun, (3) using gringsing woven cloth as the staple of the existing rejang dance in Tenganan Pegringsingan Village.keyword : accessories, clothing, rejang dance, makeup, hair make up
PENGEMBANGAN BUSANA PESTA MALAM DENGAN SUMBER IDE DARI MITOLOGI KERAJAAN YUNANI Agustini .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan busana pesta malam dengan sumber ide dari mitologi kerajaan Yunani. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development), menggunakan metode pengembangan Borg & Gall. Proses penelitian pengembangan busana pesta malam ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu tahap pengumpulan data, perencanaan, pengembangan, validasi dan uji coba busana pesta malam. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode kuesioner/angket. Hasil pengembangan busana pesta malam dengan sumber ide dari mitologi kerajaan Yunani terdiri dari dua busana yaitu busana pesta malam I busana yang bersumber ide dari busana perang Dewi Athena terlihat pada bagian draperi selendang. Sedangkan busana pesta malam II busana bersumber ide dari Dewi Athena terlihat pada hiasan dibagian dada, warna busana pesta, dan aksesoris. Untuk uji ahli produk dengan hasil penilaian 89,41% yang termasuk dalam kualifikasi produk pengembangan busana pesta malam dengan sumber ide dari mitologi kerajaan Yunani dikatagorikan baik.Kata Kunci : Busana pesta malam, Mitologi Kerajaan Yunani, Pengembangan, Sumber Ide. This study aims to determine the process and results of the development of evening party dress with a source of ideas from Greek royal mythology. This research is a development research (Research and Development), this study using Borg & Gall's development method. The research process for evening party fashion development was carried out through several stages, namely the stage of data collection, planning, development, validation and testing of evening party attire. Collecting data used in this study using questionnaire / questionnaire method. The results of the development of evening party dress with a source of ideas from Greek royal mythology consisted of two outfits, namely the evening party dress I, clothing that originated from the ideas of the warrior goddess Athena seen in draperi scarves. While the evening party dress II, fashion originating from the idea of the Goddess Athena, is seen on the chest decoration, party dress colors, and accessories. For expert test products with 89.41% assessment results included in the qualification of night party fashion development products with a source of ideas from Greek mythology are categorized as good.keyword : Evening party dress, Greek Kingdom Mythology, Development, Idea Source.
Pengembangan Tata Rias Fantasi dengan Sumber Ide Mitologi China Made Yunitari .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16012

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan tata rias fantasi; (2) menerangkan hasil akhir dari pengembangan tata rias fantasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development dengan model ADDIE. Subyek dari penelitian ini yaitu 2 orang ahli isi instrumen dan 2 orang ahli produk yang akan menilai hasil produk tata rias fantasi dengan sumber ide mitologi China. Penelitian menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi (1) Proses pengembangan tata rias fantasi dengan sumber ide mitologi China dimulai dari tahap analisis, desain, pengembangan terdiri dari persiapan dan pelaksanaan, implementasi dan evaluasi berupa saran para ahli produk (2) Hasil akhir berupa tata rias fantasi meliputi tata rias wajah, penataan rambut dan body painting yang dikembangkan dari sumber ide mitologi China. Hasil penilaian yang didapatkan dari para ahli produk yakni tingkat pencapaian dari validitas produk adalah 94.99% dengan kualifikasi produk dapat dikatakan sangat baikKata Kunci : Mitologi China, Pengembangan, Sumber Ide, Tata Rias Fantasi The study arrived at (1) describing the process of developing fantasy makeup; (2) explaining the final result of developing fantasy makeup. The type of this qualitative and quantitative study was research and development with ADDIE research model. The subject of this study were 2 instrument content experts and 2 product experts who assessed the result of fantasy makeup products with the source of Chinese mythological idea. The study reveals (1) The process of developing fantasy makeup with the source of Chinese mythological idea starting from the stage of analysis, design, development, consisting of preparation and implementation, implementation and evaluation in the form of advice from product experts (2) The final results in the form of fantasy makeup include facial makeup, hair styling and body painting which are developed from the source of Chinese mythological idea. The obtained assesssment result from the product experts is the level of achievement of product validity is 94.99% which means that the product is categorized as a very good product.keyword : Chinese Mythology, Development, Idea Source, Fantasy Makeup
Pengembangan Busana Pesta Malam Dengan Sumber Ide Busana Ratu Elizabeth Kerajaan Inggris NI LUH DESI ARIATI .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16013

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendefinisikan proses pengembangan busana pesta malam; (2) menerangkan hasil pengembangan produk pengembangan busana pesta malam dengan sumber ide busana Ratu Elizabeth Kerajaan Inggris. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) penelitian ini menggunakan proses pengembangan model ADDIE. Adapun langkah-langkah pengembangan model ADDIE yaitu; (a) menganalisis sumber ide dalam pengembangan busana pesta malam; (b) merancang desain busana pesta yang akan dikembangankan sesuai dengan sumber ide; (c) peneliti melakukan pengembangan terhadap desain yang telah dibuat menggunakan model pengembangan ADDIE; (d) tahap implementasi, dilakukan uji coba produk terhadap hasil pengembangan busana pesta malam; (e) tahap yang terakhir dilakukan evaluasi dari keseluruhan proses pengembangan. (2) penelitian ini ma malam menghasilkan sebuah produk berupa busana pesta malam dengan sumber ide busana Ratu Elizabeth Kerajaan Inggris. Dengan tingkat pencapaian sangat baik dengan presentase 90,52%. Kata Kunci : Busana Pesta Malam, Pengembangan, Sumber Ide. This research aimed at (1) defining the process of development of nightgown; (2) explaining the result of the development of nightgown with the source of idea based on Queen Elizabeth fashion in English Kingdom. The design of this study was Research and Development with ADDIE model. The result of development showed that, (1) this study used the development process of ADDIE model. As for the steps of ADDIE model are: (a) analyze, in this process the researcher analyzed the source of idea of the development of nightgown; (b) the researcher made the design of nightgown which was developed based on the source of idea being used; (c) development, in this step the researcher did a development to the design which had been made by using ADDIE model; (d) the next step was implementation, in this step, product test was done to the result of development of the nightgown: (e) the last step was evaluation, in this step the evaluation of the development process was done. (2) the result of this study was a product in form of a nightgown with the source of idea based on Queen Elizabeth fashion in English Kingdom. The best level of achievement with percentage 90.52%.keyword : Keywords: nightgown, development, source of idea
Studi Eksperimen Pengolahan Brownies Kukus Berbahan Baku Tepung Ubi Jalar Ungu Irham Sani .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16014

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas brownies kukus tepung ubi jalar ungu dengan bahan 100% tepung ubi jalar ungu dilihat dari aspek tekstur dan rasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) kualitas brownies kukus tepung ubi jalar ungu dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik dengan skor (2,80) yaitu memiliki tekstur lembut dan berpori, kualitas brownies kukus tepung ubi jalar ungu dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik dengan skor (2,68) yaitu memiliki rasa manis dan khas ubi jalar ungu. Kata Kunci : brownies kukus, kualitas, tepung ubi jalar ungu Abstract Experimental research is aimed to know (1) quality of brownies steamed purple sweet potato flour with materials 100% purple sweet potato flour seen from the aspect texture and taste. Method of collecting data used in this research that is method observation with use instrument in the form of sheets test organoleptic with 3 levels that is good, enough, lees. Panelists inside this research is a panelist trained which consist of 25 person panelist. Analytical techniques data used technique descriptive quantitative. Research result show (1) quality of brownies steamed purple sweet potato flour seen from the aspect texture located in good category with score (2,80) that is have texture soft and porous, quality of brownies steamed purple sweet potatoflour seen from taste located in good category with score (2,68) that is have taste sweet and typical purple sweet potato. keyword : steamed brownies, quality, purple sweet potato flour