cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
PENERAPAN RAGAM HIAS PADA TEKSTIL DENGAN PERPADUAN TEKNIK IKAT CELUP (JUMPUTAN) DAN TEKNIK BATIK. ., Ni Luh Putri Laranangis; ., Putu Agus Mayuni, S.Pd, M. Si.; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.3496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Proses penerapan ragam hias pada tekstil dengan perpaduan teknik ikatcelup (jumputan) dan teknik batik, (2) Kendala yang ditemukan dalam proses penerapan ragam hias pada tekstil dengan perpaduan teknik ikatcelup (jumputan) dan teknik batik serta cara penanggulangannya, (3) hasil dari penerapan ragam hias pada tekstil dengan perpaduan teknik ikatcelup (jumputan) dan teknik batik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment menggunakan metode pengambilan data observasi. Proses penilaian dilakukan oleh 15 orang panelis atau expert dan hasilnya menggunakan Acuan Patokan Skala 5. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa (1) proses penerapan ragam hias terdiri dari, tahap pertama merupakan tahap pra produksi yang terdiri dari persiapan alat, persiapan bahan, pencucian kain, perendaman kain dan pengeringan. Tahap kedua merupakan tahap produksi, terdiri dari proses pembuatan ragam hias atau motif dengan teknik ikat celup dan dilanjutkan dengan menerapkan ragam hias motif dengan teknik batik, (2) Kendala-kendala yang ditemukan yaitu dari segi desain, perendaman kain, proses ikat, proses membuka ikatan, proses luntur, proses pencelupan batik, dan proses pelorodan. (3) Hasil dari penerapan ragam hias menunjukan persentase 86,66% tergolong “Sangat Baik”. Sedangkan ditinjau dari segi warna menunjukan persentase 90% dalam tergolong “Sangat Baik”.Kata Kunci : Ragam hias, teknik ikat celup, jumputan, dan teknik batik. The observation aimed at knowing: (1) Implementation process of decoration style in textile with tie dye and batik technique combination, (2) Obstacle that was found in implementation process of decoration style in textile with tie dye and batik technique in overcoming, (3) Result of implementation process of decoration style in textile with tie dye and batik technique. Method was used in implementation process of decoration style in textile with tie dye and batik technique was an observation method with type of observation that was observed from its way to be experimented. The evaluation was conducted by 15 panelists or expert and the result agreed with reference of 5 scale standard. The result of observation showed, implementing decoration style in textile after passing through some processes; the first phase was pre-production phase. In this step, consisted of five steps;. The second phase, was production phase, where it consisted of two processes; making of decoration style or motif with tie dye and continued with implementing decoration style of batik technique. Regarding to the data had been obtained from observation result data on panelist’s evaluation; found that the result of decoration style implementation with tie dye and batik technique combination was observed from decoration style aspect was 86.66% “Very Good”. Whereas, the result of decoration style implementation in textile with tie dye and batik technique was observed from colors aspect was 90% “Very Good”. keyword : Decoration Style, Ikat Celup Technique, Tie Dye and Batik Technique.
Tata Rias Pengantin Agung Kabupaten Tabanan ., Kadek Monik Widi Hutami; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tata rias wajah (2) tata rias rambut, (3) tata busana (4) aksesoris dari tata rias pengantin Agung Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Sumber data dari A.A. Ayu Ketut Agung sebagai informan kunci, selaku pemilik LKP Salon Agung dan Penglingsir Puri Agung Kabupaten Tabanan, Sagung Oka Pradnyawati selaku pemiliki LKP Salon Anggun dan Made Rahayuni selaku pemilik salon Candra Dewi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli tahun 2019 di Kabupaten Kabupaten Tabanan. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias pengantin Agung Kabupaten Tabanan terdiri dari (1) tata rias wajah untuk pengantin pria yaitu alis- alis, perona mata, perona pipi, eyeliner, perona bibir dan tata rias wajah untuk pengantin wanita yaitu serinata, alis-alis, hiasan mata, hidung, perona pipi, hiasan bibir, gecek dan penampel pelengan. (2) tata rias rambut untuk pengantin pria menggunakan udeng emas dan tata rias rambut untuk pengantin wanita yaitu pembuatan semi, petitis meruncing berbentuk jantung hati, bunga mawar, bunga cempaka kuning, bunga cempaka putih, bunga sandat, bunga emas, bancangan, bunga kap, bunga kompyong, puspalembo, sanggul gelung tanduk. (3) tata busana untuk pengantin pria menggunakan baju kerah berdiri dengan hiasan emas, umpal prada, wastra prada, saput songket dan tata busana untuk pengantin wanita menggunakan selendang once jawa, selendang ktengsun, wastra songket, tapih prada, sabuk prada. (4) aksesoris untuk pengantin pria menggunakan rumbing dan keris dan aksesoris untuk pengantin wanita menggunakan kalung, subeng, gelang naga satru, gelang kana, sabuk emas, dan cincin.Kata Kunci : aksesoris, busana, tata rias, pengantin agung Kabupaten Tabanan This study aims to describe (1) facial make-up (2) hair make-up (3) fashion (4) accessories from bridal make-up Agung Kabupaten Tabanan. Type of research used is descriptive research. Data collection methods are done by observation and interviews. Source of data from A.A. Ayu Ketut Agung as the owner of the Agung salon LKP and Agung Kabupaten Tabanan castle chancellor, Sagung Oka Pradnyawati as the owner of the Anggung LKP, and Made Rahayuni as the owner of the Candra Dewi salon. This research was conducted from June to July 2019 in Kabupaten Tabanan Regency. The instrument of this study was the observation sheet and interview sheet. Data analysis used was descriptive technique. The results of this study indicate that bridal make-up Agung Kabupaten Tabanan for brides consists of (1) face make-up namely serinata, eyebrows, eye decoration, nose decoration, blush on, lip colour, gecek and penampel pelengan and bridal make-up Agung Kabupaten Tabanan for the groom is face make-up namely eyebrows, eye decoration, blush on, eyeliner, lip colour. (2) Hairdressing on the bride namely making semi, petitis heart shaped, roses, white cempaka flowers, yellow cempaka flowers, ylang flowers, golden flowers, bancangan, bunga kap, kompyong, puspalembo, and sanggul gelung tanduk and the groom’s hair dressing is using udeng emas. (3) Fashion used on the bride is the scarf once jawa, the scarf ktengsun, wastra songket, tapih prada, sabuk prada and the clothes used are baju kerah emas, umpal prada, saput songket, and wastra prada. (4) The accessories used on the bride are the rings, necklaces, gelang nagasatru, gelang kana, and sabuk emas and the accessories used are rumbing and keris. keyword : Accessories, fashion, make-up, bridal Kabupaten Tabanan
FACE MAKE OVER DENGAN TEKNIK SHADING DAN HIGHLIGHT (STUDI EKSPERIMEN PADA BENTUK WAJAH BUAH PIR DAN PERSEGI) ., Ni Made Devi Meilasari; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9912

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan mengetahui tentang teknik shading dan highlight pada face make over untuk bentuk wajah pir dan persegi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar ceklist berdasarkan tolak ukur dan dikonversi dengan pedoman skala 3 (baik, cukup, kurang baik) yang diujikan kepada 5 panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Face make over dengan teknik shading pada bentuk wajah pir berada dalam kategori baik (2,60); (2) Face make over dengan teknik highlight pada bentuk wajah pir berada dalam kategori baik (2,60); (3) Face make over dengan teknik shading pada bentuk wajah persegi berada dalam kategori baik (2,60); (4) face make over dengan teknik higlight pada bentuk wajah persegi berada dalam kategori baik (2,40) Kata Kunci : Kata kunci: Bentuk wajah buah pir, bentuk wajah persegi, teknik shading, teknik highlight The purposes of this research to know about shading and highlgiht technique to pear face shape and square face shape. Method of data collection that used in this study are based on a benchmark checklist sheet and converted to the guidelines 3 scale (good, sufficient, poor) were tested nto 5 trained panelists. Quality of the test data were analyzed using descriptive quantitative technique. Result of this research is (1) face make over with shading technique to peachface stand in good category (2.60); (2) face make over with highlight technique to pear face stand in good category (2,60); (3) face make over with shading technique to square face shape stands in good category (2,60); (4) face make over with highlight technique to square shape stand in good category (2,40). keyword : Keywords: pear face shape, square face shape, shading technique, highlight technique
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN (STAD) STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X JASA BOGA PADA MATA AJAR KEAMANAN PANGAN DI SMK PARIWISATA TRIATMA JAYA SINGARAJA Novianti, Ni Komang Ayu; Adnyawati, Ni Desak Made Sri; Masdarini, Luh
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v10i1.22126

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran STAD (Student Team Achivement Divisions) berbantuan LKS terhadap hasil belajar keamanan pangan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini adalah kelompok siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran (STAD) Student Team Achievement Divisions berbantuan LKS, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan uji t, diperoleh thitung adalah 5,36. Sedangkan ttabel sebesar 1,67 dengan taraf signifikansi adalah 5%. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar keamanan pangan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions) berbantuan LKS dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada kelas X Jasa Boga SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions), LKS. Abstrack This research is aimed at knowing the effect of STAD (Student Team Achievement Divisions) model assisted by stuctured student’s worksheet on problem student’s learning result in food safety. This type of research is a quasi-experimental desaind whit Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. This study used two sample groups, namely the experimental group and the control group. Theexperimental group in this study is a group of in this STAD (Student Team Achievement Divisions) model assisted by stuctured student’s worksheet, while the control group is group of students who use conventional learning models. The determination of this study was carried out by random sampling technique. Based on the results of hypothesis testing whit the ttest, it was found to be 5,36. While the ttable (0,05) is 1,67 with a significance level of 5%. This show that there is a significant influence on the learn by using the STAD (Student Team Achievement Divisions) model assisted by stuctured student’s worksheet whit students who learn using conventional learning models in ten grade of culinary Department at Triatma Jaya Tourism Vocational School in Singaraja Keyword : science learning result, STAD (Student Team Achievement Divisions) model, stuctured student’s worksheet
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBANTUAN PENILAIAN TEMAN SEJAWAT PADA MATA PELAJARAN RESERVASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII AP2 SMK PARIWISATA TRIATMA JAYA SINGARAJA ., Luh Detriyani; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11738

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran role playing berbantuan penilaian teman sejawat untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar menerima permintaan reservasi dan mencatat rincian reservasi pada siswa kelas XII AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja, berjumlah 27 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran role playing berbantuan penilaian teman sejawat. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk aktivitas belajar menggunakan lembar observasi. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk hasil belajar pada ranah kognitif menggunakan tes tulis, ranah afektif menggunakan lembar observasi dan ranah psikomotor menggunakan tes kinerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Aktivitas belajar siswa secara klasikal siklus I termasuk kategori aktif dengan rata-rata sebesar 83.18 meningkat pada siklus II rata-rata menjadi 86.27 dan berada pada kategori sangat aktif. 2) Hasil belajar siswa secara klasikal siklus I mencapai rata-rata sebesar 83 meningkat pada siklus II rata-rata menjadi 88. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar menerima permintaan reservasi dan mencatat rincian reservasi meningkat melalui implementasi metode pembelajaran role playing berbantuan penilaian teman sejawat pada siswa kelas XII AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Kata Kunci : Aktivitas, hasil belajar, penilain teman sejawat, reservasi, role playing The objectives of this study were improving learning activity and learning outcome in receiving reservation request and writing the details of reservation through the implementation of role playing which was combined with peer-assessment for twelfth grade students in Class XII AP2 SMK PariwisataTriatma Jaya Singaraja. Subject of this study were 27 students of ClassXII AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. In this study, independent variables were role playing and peer assessment. Mean while, dependent variables were learning activity and learning outcome.In this study, observation sheet was used as technique in collecting data about learning activity. Test was used in assessing cognitive domain, observation sheet was used in assessing affective domain, and psychomotor domain was assessed through practicing. This study was classroom action research. The result of this study shows that 1) In Cycle I, the average of learning activity was 83.18 in which it was classified as very active and in Cycle II, the average was 86.27 in which it was classified as very active, 2) In Cycle I, the average of learning outcome was 83 and in Cycle II, the average of learning outcome was 88. Based on the result of data analysis and discussion, there was improvement in learning activity and learning outcome after implementing role playing and peer assessment. It could be concluded that role playing and peer assessment were successfully implemented in improving learning activities and learning outcome in receiving reservation request in Class XII AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja.keyword : Learning activity, learning outcome, peer assessment, reservation, role playing
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN ROOM SERVICE (TRAY SET-UP) MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DI SMK N 2 SINGARAJA ., Ketut Nonik Setiawati; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan Hasil Belajar Siswa, (2) Respon Siswa terhadap pembelajaran Room Service (Tray Set-Up) setelah diterapkan model kooperatif tipe TGT berbantuan Lembar Kerja Siswa terhadap siswa kelas XlA5 di SMK N 2 Singaraja. Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XlA5 SMK Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 35 orang terdiri dari 16 orang putra dan 19 orang putri. Data hasil belajar didapat dengan tes hasil belajar dan tes unjuk kerja. Data respon siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket tertutup. Analisis data penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Penerapan Model Kooperatif tipe TGT berbantuan Lembar Kerja Siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu mencapai rata-rata pada siklus I sebesar 78.86 dengan kualifikasi belum memenuhi KKM dan pada siklus II mencapai 83.14 dengan kualifikasi memenuhi KKM, atau terjadi peningkatan sebesar4,28. Pencapaian ketuntasan klasikal siklus I sebesar 74% dan pada siklus II diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 89%, hal ini berarti terjadi peningkatan ketuntasan klasikal siklus I ke siklus II sebesar 14.29%, pada kualifikasi memenuhi KKM (2) Respon siswa terhadap penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT berbantuan LKS di peroleh rata-rata sebesar 79,80 dengan kualifikasi positif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT berbantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar Room Service (Tray Set-Up) pada siswa kelas XlA5 SMK Negeri 2 Singaraja Tahun pembelajaran 2013/2014. Kata Kunci : Kooperatif Tipe TGT, LKS,Hasil Belajar This research aimed at discovering (1) Improvement of students’ learning result, (2) Students’ response toward Room Service instruction (Tray Set-Up) after Cooperative Model Type TGT combined with students’ worksheet were implemented in class XlA5 of SMK N 2 Singaraja. This research was a classroom action research. The research was conducted in two cycles, in which each cycle consisted of planning, action, observation/evaluation and reflection. Subject of this research was the 35 students in class XlA5 of SMK N 2 Singaraja, consisted of 16 male and 19 female students. Data were gained by using learning result and performance tests. The students’ responses were gained by using closed questionnaire. Data analysis was conducted descriptive quantitatively. The result of the research showed that (1) The implementation of Cooperative Model Type TGT combined with students’ worksheet were able to improve the students’ learning result, in which mean score in cycle I was 78,86 classified as sufficient enough or had not been fulfilled passing grade, and in cycle II was 83.14 classified as good or had been fulfilled the passing grade, therefore the improvement between the mean score in cycle I and cycle II was 4.28 the classical achievement in cycle I was 74% and in cycle II was 89%, it showed that there was 14.29% classical improvement, qualified as good or had been fulfilling the passing grade (2) The students’ response toward the implementation of Cooperative Model Type TGT combined with students’ worksheet, it was gained that the mean score was 79.80 qualified as positive. Those results showed that by implementing Cooperative Model Type TGT combined with students’ worksheet was able to improve the learning result of Room Service (Tray Set-Up) in class XlA5 of SMK N 2 Singaraja Academic Year 2013/2014. keyword : Cooperative Type TGT, students’ worksheet, learning result
TATA RIAS PENGANTIN SUKU SASAK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT ., Khaeriyah Ramdani; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) pakem tata rias pengantin Suku Sasak dilihat dari tata rias wajah, rambut, busana, dan pelengkapnya, 2) makna dan fungsi tata rias pengantin Suku Sasak dilihat dari tata rias wajah, rambut, busana, dan pelengkapnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara, instrumen sumber data menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara.Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu: 1) pakem tata rias wajah seperti pembuatan Semi di daerah dahi, memakai bedak warna kekuning-kuningan, memakai eyelinear (celak mata) sedangkan pakem tata rias pengantin pria hanya memakai bedak yang tipis agar wajah pengantin tidak kelihatan pucat, pakem rambut pengantin wanita yaitu memakai sanggul kedebong malang dan kepang siak, pengantin pria memakai sapuk, busana pengantin wanita yaitu kebaya bludru model kartini sedangkan pengantin pria memakai baju pegon dan leang, aksesoris pengantin wanita memakai gelang plintiran, kalong panjang dan pendek sedangkan aksesoris pengantin pria memakai keris 2) tata rias pengantin Suku Sasak terdiri dari tata rias wajah yaitu pembuatan Semi memiliki fungsi untuk memperindah dahi dan memiliki makna telah siap untuk berumah tangga, tata rias rambut pengantin wanita yaitu pembuatan kepang siak yang berfungsi untuk keindahan rambut dan bermakna sebagai pertanda seorang wanita, busana pengantin pria yaitu memakai pegon memiliki makna kesopanan dan berfungsi untuk menutupi badan pengantin pria serta aksesoris yang digunakan pengantin wanita adalah gelang plintiran yang berfungsi sebagai hiasan dan bermakna mempersatukan kedua pengantin.Kata Kunci : fungsi dan makna, pakem tata rias pengantin. This study aims to describe: 1) Sasak bridal make-up groom is seen from the make-up, hair, clothing, and accessories. 2) meaning and function of bridal make-up Sasak tribe seen from make-up, hair, clothing, and accessories. This research is a descriptive research. Data collection was done by observation and interview method, instrument data sources using observation sheets and interview guides. Data analysis technique used is descriptive analysis technique. The results of research:1) grip makeup like the manufacture of semi in the forehead area, wear yellowish powder, wear eyeliner while grooming groom make-up only use a thin powder so that the bride's face does not look pale, grip the bride's hair that is wearing the bun of malang kedebong and siak kepang. groom wearing a sapuk, fashion bride that is kebaya velvet Kartini model while the groom wearing pegon and leang clothes, bridal accessories wear plintiran bracelets, long and short kalong while the groom accessories wear keris.2) Sasak bridal makeup consists of make-up that is making semi has a function to beautify the forehead and has the meaning of being ready to marry, bridal hair make-up is making siak kepang that work for the beauty of hair and meaningful as a sign of a woman, the groom dress that wearing pegon has the meaning of decency and serves to cover the groom's body as well as accessories used by the bride is a plintiran bracelet that serves as a decoration and meaningful to unite both bride. keyword : function and meaning, grip of bridal make-up.
Reinventarisasi Makanan Tradisional Khas Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Sebagai Upaya Pelestarian Seni Kuliner Bali ., Iga Garnish; ., Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : mereinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng meliputi: (1) makanan pokok khas Kecamatan Gerokgak (2) lauk pauk khas Kecamatan Gerokgak (3) sayuran khas Kecamatan Gerokgak (4) jajanan khas Kecamatan Gerokgak, dan (5) minuman khas Kecamatan Gerokgak. Penelitian merupakan penelitian survei yang mengambil lokasi Desa Pengulon, Desa Gerokgak dan Desa Penyabangan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Teknik penentuan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dan snow ball sampling dengan menggunakan instrument berupa (1) lembar observasi dan (2) pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) makanan pokok khas Kecamatan Gerokgak yaitu nasi tulen, masi moran sele bun, nasi moran sele sawi, nasi moran jagung. (2) lauk pauk khas Kecamatan Gerokgak yaitu ikan bakar, ikan bakar asam manis, pesan be pasih, be awan sambal tomat, remis, cumi lalah melahyag, sate panggul, palem, tum ayam, be sit sit, betutu, lawar putih, lawar getih, tum getih, pesan polo, sate be celeng, sate pentul, be mesere. (3) sayuran khas Kecamatan Gerokgak yaitu jukut liklik, jukut nangka, jukut don sele sawi, sop bakso ikan, urap bali, urap don sele. (4) jajanan khas Kecamatan Gerokgak yaitu jaja lempog, jaja sumping, jaja klepet bugis ubi ungu, jaja gipang, jaja pelpelan dan dodol ketan. (5) minuman khas Kecamatan Gerokgak yaitu yeh sanggalangit, kopi sari rasa, teh secang, loloh gamongan, es bir.Kata Kunci : Reinventarisasi, Makanan Tradisional khas, Kecamatan Gerokgak This study aims to: (1) reinventarisation of tradisional food on Gerokgak include: 1) tradisional main foods on Gerokgak 2) Tradisional side dish on Gerokgak 3) Tradisional Vegetables on Gerokgak 4) Tradisional snack on Gerokgak 5) Tradisional drink on Gerokgak. This research is survey at Pengulon Village, Gerokgak Village and Penyabangan Village on Gerokgak subdistrick in Buleleng. Sampling technique used is purposive sampling and snow ball sampling by using instrument sush as 1) observation sheet 2) interview quidance. Analysis of used is descriptive qualitative analysis. The results showed that, (1) the typical food at Gerokgak are nasi tulen, nasi moran sele sawi, nasi moran sele bun, nasi moran jagung., (2) the typical side dishes of Gerokgak namely ikan bakar, ikan bakar asam manis, pesan be pasih,be awan sambal tomat,remis, sate panggul, be mesere,palem, lawar getih,lawar putih, tum ayam, urutan be celeng, betutu, tum getih, pesan polo, sambel terasi, dan sambel kerang. (3) the typical vegetable at Gerokgak namely jukut liklik, jukut nangka,jukut don sele sawi,jejeruk, plecing kangkung, urap bali, urap don sele. (4) the typical snacks at Gerokgak namely jaja lempog, jaja sumping, jaja godoh ,jaja sirat, jaja pelpelan, dodol ketan. (5) the typical beverages at Gerokgak are yeh sanggalangit, kopi sari rasa, teh secang, loloh gamongan, es bir.keyword : Reinventarisation, Typical traditional food at Gerokgak
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MATA PELAJARAN SANITASI, HYGIENE DAN KESELAMATAN KERJA SISWA KELAS X AKOMODASI PERHOTELAN DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Kadek Diah Dharmiasih; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.14642

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) kelayakan modul berdasarkan uji coba ahli isi materi pembelajaran; (2) kelayakan modul berdasarkan uji coba ahli media pembelajaran; (3) kelayakan modul berdasarkan uji sasaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) atau penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Subjek penlitian ini yaitu kelas X AP 1 yang dipilih berdasarkan teknik Simple Random. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil analisis ahli isi materi pembelajaran diperoleh sebesar 89,2% dengan kategori sangat baik dan tidak perlu direvisi; (2) hasil analisis ahli media pembelajaran diperoleh sebesar 96,8% dengan kategori sangat baik dan tidak perlu direvisi; (3) hasil analisis uji sasaran berupa respon siswa diperoleh sebesar 91,1% dengan kategori sangat baik.Kata Kunci : hygiene, keselamatan kerja, modul, sanitasi This research is aimed to find out: (1) the feasibility module base on the expert judgment of teaching material; (2) the feasibility module base on the expert on media; (3) the feasibility module base on the student learning. The design of this research was R&D (research and development) research design accompanied with the development model of ADDIE. The subject of the research is students X AP 1 was selected based on Simple Random technique. The research instrument is quitionnaire. The results of the research are: (1) the result of the expert judgment of teaching material shows average 89,2% qualified as very good and no need revision; (2) the result of the expert on media shows average 96,8% qualified as very good and no need revision; (3) the result of the student learning as student responses shows average 91,1% qualified as very goodkeyword : hygiene, module, sanitation, work safety
PEMANFAATAN TEPUNG AMPAS TAHU MENJADI KUE KERING KAASSTENGELS ., Kadek Dian Utami Dewi; ., Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: 1) Formulasi kue kering kaasstengels dari tepung ampas tahu. 2) Kualitas kue kering kaasstengels dari tepung ampas tahu dengan 75% tepung ampas tahu dan 25% tepung terigu dilihat dari aspek rasa, warna dan tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 9 guru SMK Negeri 2 Singaraja, 8 guru SMK Negeri 1 Seririt dan 8 dosen Tata Boga. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pengolahan tepung ampas tahu menjadi kue kering kaasstengels terdiri dari 9 tahap pengolahan yaitu 1) tahap persiapan bahan dan alat, 2) proses pengocokan margarin dan kuning telur dilanjutkan dengan masukkan keju edam, 3) proses pencampuran tepung ampas tahu, tepung terigu, baking powder, dan maizena, 4) proses pengadukan adonan, 5) proses pengerolan adonan, 6) proses pencetakan adonan, 7) pemberian garnish di atas adonan kue kaasstengels yang sudah dibentuk, 8) proses pengovenan kue kering kaasstengels, 9) proses pengemasan. (2) Kualitas kue kering kaastengels dari aspek rasa diperoleh persentase 85,33% dengan kategori baik, dari aspek warna diperoleh persentase 100% dengan kategori baik, dari aspek tekstur diperoleh persentase 96% dengan kategori baik. Kata Kunci : pengolahan,kualitas, kue kering kaasstengels, tepung ampas tahu This research is aims to examine: 1) The formulation of castengels from tofu flour. 2) The quality of the flour pastries castengels tofu with tofu 75% flour and 25% wheat flour from the aspects of flavor, color and texture. Data collection methods used in this research is the method of observation. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. Panelists in this study are trained panelists consisting of nine teachers of SMK Negeri 2 Singaraja, eight teachers of SMK Negeri 1 Seririt and eight lecturers Catering. Results showed (1) The processing of pulp flour into dry cake castengels consists of 9 processing stages: 1) stage of the preparation of materials and equipment, 2) the process of shaking margarine and egg yolks followed by add edam cheese, 3) mixing process pulp flour, wheat flour, baking powder, and cornstarch, 4) dough mixing process, 5) the process of rolling the dough, 6) dough molding process, 7) giving garnish above castengels cookie dough that has been formed, 8) the oven pastries castengel, 9) packaging process. (2) Quality of pastries castengel acquired taste percentage of aspects of 85.33% with a good category, from the aspect of color obtained with a percentage of 100% good category, from the aspect of textures obtained with a percentage of 96% good category. keyword : processing, quality, pastries castengel, flour tofu

Page 5 of 61 | Total Record : 603