cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2023): December" : 8 Documents clear
PENGEMBANGAN PRODUK MINUMAN HERBAL SEROJA MILK TEA READY TO DRINK MENGGUNAKAN METODE VALUE ENGINEERING Nastiti, Tiara Ayu; Nalinda, Rika; Sadiyah, Fitria Naimatu
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea, memperoleh alternatif produk yang tepat dan analisis nilai tambah berdasarkan metode value engineering dalam pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea yang disukai konsumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga bulan Juli 2023 untuk pengembangan produk di Perusahaan X, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive sampling, pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur, eksperimen, kuesioner, dan wawancara, kemudian dianalisis dengan menggunakan skala likert untuk mengetahui tingkat kesukaan calon konsumen dan analisis deskriptif kuantitatif dengan metode value engineering. Hasil analisis data menunjukkan proses pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea menggunakan metode value engineering dilakukan dengan tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, tahap pengembangan, dan tahap rekomendasi. Alternatif produk yang terbaik berdasarkan metode value engineering dalam pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea yang disukai konsumen adalah alternatif 1 dengan perbandingan seduhan 3 meliputi 250 ml air, 25 g serai, 20 g jahe, 4 g teh, 24 g susu bubuk, 38 g vanilla, 14 g gula dan menggunakan jenis kemasan botol almond. Rasio nilai tambah dari pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea dengan metode value engineering tergolong sedang dengan persentase 40%.
PEMANFAATAN BONGGOL PISANG DALAM BENTUK APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN TRICHODERMA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Syamsiah, Melissa; Rifa'i, Khaerul Ilham; Ramli, Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3645

Abstract

Tomat (Lycopesicum esculentum Mill) merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat. Usaha budidaya perlu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Trichoderma sp. dan Pupuk Organik Cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Metode percobaan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor dan 3 ulangan dimana faktor A terdiri dari 4 level yaitu Kontrol, Trichoderma sp. 10 g; 20 g; 30 g dan faktor B terdiri dari 2 level yaitu Kontrol dan POC bonggol Pisang 80 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan faktor A Trichoderma sp. tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, dan jumlah daun. Namun pemberian perlakuan A1 konsentrasi Trichoderma sp. 10g memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah bunga pada 60 HST sampai 63 HST. Pada bobot segar buah memberikan pengaruh nyata dengan rata-rata paling baik adalah 4.95 g. Perlakuan faktor B yaitu pemberian POC Bonggol pisang memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan berat buah. Perlakuan B1 (POC 80 ml/L) memberikan pengaruh paling baik terhadap tinggi tanaman pada 12 HST, 15 HST, 36 HST dan 54 HST. Pengaruh Perlakuan B1 (POC 80 ml/L) memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun pada 42 HST, 48 HST dan 51 HST. Sedangkan pengaruh nyata terhadap jumlah bunga terjadi  pada 39 HST dan 42 HST, dan terhadap bobot segar buah memberikan hasil rata-rata terbaik 4.63 g. Namun kombinasi perlakuan faktor A (Trichoderma sp.) dan faktor B (POC bonggol pisang) tidak menunjukkan adanya pengaruh dan interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan bobot segar buah.
PEMANFAATAN MOL NASI BASI SEBAGAI BIOAKTIVATOR PENGOMPOSAN SAMPAH DAUN KERING DAN SAMPAH SAYUR Sugiharto, Bowo; Mu'alimah, Novia Kharisatul
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3612

Abstract

Sampah organik saat ini masih banyak yang dibuang begitu saja sedangkan masih banyak yang dapat dimanfaatkan, salah satunya dengan dibuat menjadi kompos organik. Pengomposan memerlukan waktu yang relatif cukup lama namun dapat lebih cepat dengan adanya bantuan aktivator. Sebetulnya kita dapat memanfaatkan bahan yang sudah tidak terpakai menjadi bioaktivator dalam membuat kompos, salah satunya yaitu nasi basi yang dapat disebut dengan Mikroorganisme Lokal (MOL). MOL adalah larutan yang di dalamnya terkandung berbagai mikroorganisme yang akan berperan aktif dalam penguraian bahan organik menjadi lebih sederhana. Dalam penelitian ini, bahan organik yang dipilih menjadi kompos adalah sampah daun kering dan sampah sayur dari sisa kegiatan rumah tangga. Pengamatan fisik kompos dianalisis secara deskriptif untuk menjelaskan kualitas kompos berdasarkan pengamatan pada warna, tekstur dan bau yang dihasilkan oleh kompos. Penambahan MOL nasi basi pada pengomposan sampah daun kering dan sampah sayur karenanya kompos dapat matang dalam waktu relatif cepat yaitu 4-6 minggu.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN CAHAYA TERHADAP MUTU UMBI KENTANG (Solanum tuberosum L.) KULTIVAR MEDIANS YANG DITANAM PADA DATARAN MEDIUM DAN TINGGI Rohima, Ira Endah; Marthia, Nabila; Ikrawan, Yusep
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3571

Abstract

Kentang merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang menjadi prioritas karenasebagai salah satu sumber karbohidrat. Kentang juga merupakan sumber bahan pangan yang dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Namun, kondisi penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya simpan umbi kentang kultivar medians yang ditanam pada ketinggian dataran dengan pencahayaan dan waktu penyimpanan yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dan dua faktor dengan lima kali ulangan dengan perlakuan  pencahayaan dan waktu penyimpanan pada masing-masing dataran. Faktor pertama yaitu waktu penyimpanan; 0 minggu (w0), 2 minggu (w2), 4 minggu (w4), 6 minggu (w6), dan 8 minggu (w8). Faktor kedua yaitu ruang penyimpanan; disimpan di ruang terkena cahaya (r1) dan di ruang gelap (r2). Respon yang diukur diantaranya kadar air, kadar pati, total padatan terlarut, gula pereduksi, susut bobot, susut diameter, kekerasan, dan jumlah tunas pada kentang kultivar medians yang ditanam pada dataran medium dan dataran tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pada semua respon dari kentang kultivar medians dengan perlakuan pencahayaan dan waktu penyimpanan. Perbedaan ketinggian dataran tempat penanaman kentang juga memiliki perbedaan.
RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) AKIBAT PEMBERIAN ABU BOILER CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM Sari, Wulan Kumala; Nofianti, Cici
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3817

Abstract

Kabupaten Dharmasraya merupakan daerah terbesar kedua penghasil kelapa sawit di Sumatera Barat. Sejalan dengan itu, limbah pabrik kelapa sawit berupa abu boiler tersedia melimpah di daerah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit berupa abu boiler cangkang kelapa sawit sebagai campuran media tanam pada pembibitan kakao (Theobroma cacao L.) klon BL-50, serta untuk mendapatkan dosis terbaik abu boiler tersebut dalam menunjang pertumbuhan bibit kakao. Penelitian telah dilakukan selama lima bulan di Kebun Percobaan Kampus 3 Universitas Andalas yang berlokasi di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Dosis abu boiler yang diaplikasikan adalah 0, 300, 350, 400 dan 450 g/polybag. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji Fdan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya respons pertumbuhan bibit kakao akibat aplikasi abu boiler cangkang kelapa sawit sebagai campuran media tanam, yaitu pada variabel diameter batang, tinggi bibit, jumlah daun, serta panjang dan lebar daun. Dosis abu boiler cangkang kelapa sawit yang terbaik dalam menunjang pertumbuhan bibit kakao klon BL-50 adalah 300 g/polybag.
EKSPLORASI SERANGGA PREDATOR PADA PERTANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) YANG MENGHASILKAN DAN YANG BELUM MENGHASILKAN Idris, Aidil Amar; Fridayati, Diah; Azhar, Rossy; ,, Munawar; Rahmi, Eka; Achwan, Syamratul; Saputra, Syifa
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3557

Abstract

Serangga predator merupakan salah satu agen pengendali hayati yang dapat menekan laju populasi hama di Lahan Kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman serangga predator pada lahan Kakao yang menghasilkan dan lahan kakao yang belum menghasilkan. Penentuan lokasi serangga dengan metode transek garis yang dibagi kedalam tiga plot. Sampling serangga dilakukan dengan metode pengamatan mangko kuning, kelambu dan perangkap tanah. Hasil penelitian diperoleh 10 dan 12 spesies serangga predator yang termasuk kedalam 10 dan 12 famili. Jenis serangga predator yang diperoleh mayoritas adalah Coccinelidae, Oxyopidae,, Hydrophilidae, Pholcidae, serta kekayaan, keanekaragaman dan kemerataan lebih tinggi pada lahan menghasilkan.  
PENGARUH PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) DAN TRICHODERMA SPP TERHADAP TANAMAN PERTUMBUHAN SELADA ROMAINE (LACTUCA SATIVA VAR. LONGIFOLIA) Imansyah, Angga Adriana; Andrian, Chandra
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3818

Abstract

Selada romaine meupakan produk hortikultura yang berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian dilakasanan pada bulan Maret sampai Mei 2022. Lokasi penelitian bertempat di area perkebunan yang berada di Kampung Bebedahan Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Trichoderma spp. terhadap pertumbuhan tanaman selada romanie (Lactuca Sativa Var. Longifolia). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0T0 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 0ml/l), P0T1 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 10ml/l), P0T2 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 15ml/l), P0T3 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 20ml/l), P1T0 (PGPR 10ml/l dan Trichoderma 0ml/l), P1T1 (PGPR 10ml/l dan Trichoderma 10ml/l), P1T2 (PGPR 10ml/l dan Trichoderma 15ml/l), P1T3 (PGPR 10ml/l dan Trichoderma 20ml/l), P2T0 (PGPR 15ml/l dan Trichoderma 0ml/l), P2T1 (PGPR 15ml/l dan Trichoderma 10ml/l), P2T2 (PGPR 15ml/l dan Trichoderma 15ml/l), P2T3 (PGPR 15ml/l dan Trichoderma 20ml/l), P3T0 (PGPR 20ml/l dan Trichoderma 0ml/l), P3T1 (PGPR 20ml/l dan Trichoderma 10ml/l), P3T2 (PGPR 20ml/l dan Trichoderma 15ml/l), P3T3 (PGPR 20ml/l dan Trichoderma 20ml/l). Parameter pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang akar (cm) dan berat basah (g). Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Hasil pengukuran pada parameter yang diamati memberkan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter bobot basah. Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman selada romaine Perlakuan P0T1 (PGPR 0ml/l dan Trichoderma 10ml/l) memberikan hasil terbaik dibuktikan dengan hasil nilai rata-rata dari parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar. Namun pada parameter berat basah semua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.
TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA FARMERS DEVELOPMENT ASSOCIATE DALAM PROGRAM BERTANI UNTUK NEGERI BATCH 5 KOMODITAS HORTIKULTURA DI KECAMATAN SUKARESMI, KABUPATEN CIANJUR Alam, Asep Saepul; Zikri, Fauzan -; Ul'haq, Muhammad Daffa Dhiya
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3782

Abstract

Program Bertani Untuk Negeri (BUN) merupakan program yang digagas oleh Yayasan Edu farmers Internasional. Farmers Development Associate (FDA) merupakan sebutan bagi peserta dari Program Bertani Untuk Negeri. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui atribut pelayanan FDA dalam Program BUN berdasarkan kinerja terhadap petani di Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, 2. Mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap kinerja FDA dalam program BUN di Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu Kinerja FDA dan variabel terikat yaitu Kepuasan Petani. Data dikumpulkan dari 35 responden dengan karakteristik berdasarkan usia rata-rata 41-60 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dan rata-rata tingkat pendidikan terakhir pada jenjang Sekolah Dasar. Teknik sampling menggunakan Nonprobability Sampling dengan metode Sensus/Sampling total. Analisis data yang digunakan adalah Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index, analisis ini digunakan untuk mengukur sejauh mana kualitas kinerja  dan menganalisis tingkat kepuasan. Hasil penelitian menunjukan atribut yang dianggap penting oleh petani, FDA tanggap ketika petani mengajukan saran atau pertanyaan, FDA mampu berinteraksi secara aktif dengan petani, FDA memberikan informasi yang dibutuhkan petani secara tepat, FDA mampu meyakinkan petani dengan materi mengenai inovasi baru dalam pertanian, FDA menggunakan alat peraga untuk memperjelas ketika menyampaikan materi, FDA mempraktikan langsung ketika memberikan pelayanan, FDA memberikan materi dengan jelas dan mudah dipahami, FDA mampu mengetahui permasalahan petani di lapangan, FDA mampu memberikan rasa percaya kepada petani untuk menyelesaikan masalah secara tuntas, FDA memberikan pelayanan yang sama kepada petani, FDA mampu memberikan pelayanan dengan penuh perhatian. Dan indeks kepuasan petani terhadap FDA masuk dalam kategori puas yaitu sebesar 88,04%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8