Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha is an open access peer-reviewed scientific journal published by Jurusan Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. The journal publishes different kinds of scientific articles based on the field research and program in the area of early childhood education. We received only articles relating to early childhood education fields, and can be written using quantitative or qualitative approaches. Articles can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2012, and from 2016 we published articles three times a year (April, August, and December).
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus"
:
20 Documents
clear
Teachers’ Role as Communicator and Motivator in Facilitating Early Childhood Sex Education in Kindergarten
Budi Rahardjo;
Nur Amalia Olby Anwar;
Ayu Aprilia Pangestu Putri;
Fachrul Rozie
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.49962
Permasalahan kekerasan seks terhadap anak di Indonesia terus meningkat dimana tercatat kenaikan 30% pengaduan kasus pada tahun 2020. Guru sebagai garda terdepan pemberian rangsangan pada anak harus mampu menjadi komunikator dan motivator yang baik sehingga pendidikan seks mampu mencegah terjadinya kekerasan seks pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai komunikator, motivator serta strategi yang mereka terapkan dalam memberikan pendidikan seks di Taman Kanak-kanak. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru pada salah satu TK di Samarinda yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk memperoleh data penelitian berdasarkan hasil pengamatan, pengumpulan data, analisis data serta kegiatan pelaporan. Data di analisis dengan teknik data reduksi lalu diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitan menunjukan bahwa guru selalu menyampaikan informasi seperti konsep menutup aurat, cara merawat diri dan lain-lain. Guru senantiasa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan kegiatan seperti forum ayah-bunda, program pembiasaan dan lain-lain. Temuan ini sejalan dengan implementasi program seks pada anak yang menekankan kegiatan dan pemberian informasi mengenai kondisi tumbuh anak, perbedaan lawan jenis dan sikap preventif. Kegiatan dialog aktif, program parenting dan fasilitas pengobatan untuk anak korban kekerasan seks dapat diterapkan sebagai strategi pendidikan seks di taman kanak-kanak.
STRATEGI ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK DI RUMAH
Magta, Mutiara;
Ni Putu, Sinta Dewi
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.50252
Kekerasan seksual pada anak masih menjadi masalah yang krusial saat ini sehingga dibutuhkan komitmen yang kuat antara negara, sekolah dan orangtua. Sebagai penanggungjawab pendidik pertama di rumah, orangtua wajib memberikan edukasi tentang pendidikan seksualitas pada anak. Pemberian edukasi bisa menggunakan bermacam-macam metode. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi orang tua dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak di rumah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan 224 orangtua orang tua yang memiliki anak TK usia 4-6 tahun. Adapun pemilihan sampel penelitian ini menggunakan teknik kuota sampling. Jenis instrument yang digunakan adalah angket tertutup. Pada kuesioner tertutup, alternative jawaban sudah ditentukan oleh peneliti. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa dengan rerata persentase 63,375 % menggunakan metode bercerita. Metode berceramah, dengan rerata persentase 58,6 %. Metode demonstrasi dengan rerata persentase 60,275 %. sebesar 68% orangtua menyetujui menerapkan metode bermain peran. Maka, metode bermain peran merupakan metode yang paling tepat digunakan untuk mengedukasi anak-anak tentang pendidikan seksualitas. Implikasi penelitian ini diharapkan orang tua dapat memberikan pendidikan kekerasan seksual anak melalui berbagai metode pembelajaran.
Video Pembelajaran Interaktif Tema Alam Semesta Sub Tema Benda Langit Untuk Anak Usia Dini
Dwi Mayuni, Ni Kadek Dwi Mayuni Warlinda Sari;
Didith Pramunditya Ambara
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.50339
Pembelajaran daring membuat guru mengalami keterbatasan dalam berkomunikasi dengan anak. Kurangnya variasi dalam pembelajaran daring, membuat anak bosan dalam mengerjakan tugas. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Tujuan penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan rancang bangun dan menguji validitas video pembelajaran interaktif pada tema alam semesta untuk anak usia dini. Penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian pengembangan yang dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah seorang ahli isi pembelajaran, ahli desain pembelajaran dan ahli media pembelajaran pada uji kelayakan, serta 3 orang anak pada uji kelompok kecil dan 3 orang anak pada uji perorangan. Data dikumpulkan menggunakan metode kuesioner atau angket. Data diolah menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil uji kelayakan memperoleh hasil yaitu: ahli isi pembelajaran memperoleh 94,64% dengan katagori sangat baik, ahli desain pembelajaran memperoleh 92,05% dengan katagori sangat baik, ahli media pembelajaran memperoleh 95,00% dengan katagori sangat baik, uji coba kelompok kecil memperoleh 91,67% dengan katagori sangat baik dan uji coba perorangan memperoleh 90,83% dengan katagori sangat baik. Jadi dapat dinyatakan bahwa produk video pembelajaran interaktif tema alam semesta sub tema benda langit ini ini layak digunakan untuk pembelajaran anak usia dini. Implikasi dalam penelitian ini yaitu video pembelajaran ini dapat membantu guru dalam memvariasikan pembelajaran dan membantu guru dalam pembelajaran daring.
Local Wisdom Values of the Bugis Community in Early Childhood Multicultural Learning
Musi, Muhammad Akil;
Muh. Yusri Bachtiar;
Herlina;
Sitti Nurhidayah Ilyas
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.50622
The value of local wisdom contains the noble values of the nation's ancestors that can be used as capital to form a nation with good and strong character. Multicultural education must be provided in schools and educational environments that have equal opportunities regardless of race, ethnicity, language, religion, gender, cultural background, socio-cultural status, and sexual orientation. This study aims to analyses the application of Bugis cultural values in early childhood learning. The research was conducted through a qualitative approach to describe a phenomenon. Data collection was carried out in the form of interviews, observations and document studies through informants at the Kindergarten. The data analysis technique used in this research is interactive model analysis using triangulation to validate the data. The results showed that the multicultural learning curriculum consisted of multiple intelligences, universal values, gender equality, and local wisdom. The values of local wisdom of the Bugis community in early childhood learning are found to be values, namely sipakatau (mutualizing one another), sipakaraja (mutual respect), sipakalebbi (mutual honoring), sipakainge (reminding each other), sipatokkong (generating enthusiasm) and sipakatuwo (supporting each other). The value of local wisdom is integrated in the early childhood learning process.
Studi Kasus Kesulitan Menulis Awal Pada Anak Kelompok B Di Tk Kencana Kumara Mas
Komang Inten Sanjiwani;
Didith Pramunditya Ambara
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.50859
Kesulitan anak dalam menulis menjadi masalah bagi anak didik dalam perkembangannya. Hal tersebut juga menjadi masalah untuk guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan kesulitan yang dihadapi oleh anak usia dini pada saat menulis awal. Penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni 3 anak usia dini, guru, serta orang tua. Subjek yang dipilih sebanyak tiga orang melalui pengamatan dan observasi dengan kriteria: Anak kelompok B yang berusia 6 tahun, mengalami kesulitan dalam menulis awal, mengalami keterlambatan perkembangan motorik, serta 3 orang tua siswa, guru serta kepala sekolah yang diwawancarai. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi dengan instrument penelitian berupa pedoman observasi dan wawancara. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mengalami kesulitan menulis awal berupa kesulitan menyalin, menebalkan, menjiplak dan melengkapi huruf, kata, angka, gambar atau simbol; kesulitan memahami perintah; mewarnai dan mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi pada saat menulis. Penyebabnya yaitu belum berkembangnya motorik halus dengan optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut guru dapat merancang program khusus dan melakukan pembelajaran remedi bagi anak yang belum mencapai ketuntasan belajar. Implikasi dalam penelitian ini yaitu memberikan hasil dan pembuktian bahwa penyebab anak mengalami kesulitan menulis adalah karena keterlambatan perkembangan motorik halus anak.
Survei Karakteristik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (Rpph) Masa New Normal Pada Taman Kanak-Kanak
Dewa Ayu Putu Ariska;
Luh Ayu Tirtayani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.52057
Kurangnya pelatihan ataupun informasi tentang rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) di masa new normal mengakibatkan guru mengalami hambatan dalam penyusunan RPPH di masa new normal pada taman kanak-kanak. Berdasarkan situasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik RPPH masa new normal pada taman kanak-kanak yang disusun oleh guru. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yakni 34 orang guru di taman kanak-kanak. Penarikan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling jenuh, dimana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan menggunakan metode kuesioner atau angket yang disebarkan melalui google form. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan responden setuju melakukan penyesuaian atau perubahan pada beberapa komponen penyusun RPPH masa new normal pada taman kanak-kanak. Dengan rincian sebagai berikut: pada komponen alokasi waktu sebesar 65%, KI dan KD sebesar 51%, materi pembelajaran sebesar 56%, metode pembelajaran sebesar 39%, media pembelajaran sebesar 66%, dan langkah-langkah pembelajaran sebesar 74%. Pada beberapa komponen lainnya guru menyatakan tidak setuju melakukan penyesuaian atau perubahan, sebagai berikut: pada komponen identitas sekolah sebesar 100%, tema/sub-tema sebesar 56%, kelas/semester sebesar 44%, penilaian hasil belajar sebesar 42% dan tidak menyertakan sumber belajar pada RPPH masa new normal sebesar 40%. Dari hasil temuan dapat dinyatakan bahwa RPPH masa new normal yang disusun guru disesuaikan dengan situasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung di lembaga TK dan peraturan yang berlaku di lingkungan lembaga TK.
PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS TRI HITA KARANA PADA ANAK USIA DINI
Ni Wayan Rasmini
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.52258
Konsep tri hita karana mengajarkan anak untuk membina hubungan harmonis dengan tuhan, sesama manusia, dan lingkungan sekitar. Hanya saja kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa implementasi tri hita karana belum dapat dilaksanakan dengan baik. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengembangkan program pembelajaran tematik berbasis tri hita karana pada anak usia dini. Penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian pengembangan yang dikembangkan dengan menggunakan model Borg & Gall dan Dick and Carey yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi subjek sasaran. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni 33 guru PAUD/TK. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik dan instrument observasi, check list. Data yang diperoleh pada setiap langkah dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa produk pengembangan program pembelajaran tematik berbasis tri hita karan pada anak usia dini memperoleh koefisien = 0,91 tergolong sangat relevan; langkah-langkah pembelajaran memperoleh koefisien validitas = 0,89 tergolong sangat relevan; pedoman asesmen dan kriteria penilaian memperoleh koefisien validitas = 0,88 tergolong sangat relevan; Hasil uji validitas pedoman RPP dengan koefisien validitas = 0,94 yang tergolong dalam kategori sangat relevan; Uji validitas empirik produk langkah-langkah pembelajaran dengan koefisien validitas = 0, 91 tergolong sangat relevan, uji validitas empirik produk rencana asesmen dan kriteria penilaian pembelajaran tematik dengan kofisien validitas = 0,88 tergolong sangat relevan. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran berbsis konsep tri hita karana valid dan empirik untuk dikembangkan dan dibelajarkan kepada anak usia dini karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Pengembangan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Model Merdeka-Belajar Berorientasi Kearifan Lokal Untuk Mahasiswa Calon Guru PAUD
Bambang Sugiyanto;
Yurita Erviana
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.52369
Pembiasaan kepada para calon guru PAUD untuk selalu memasukan unsur kearifan lokal dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kaidah kurikulum merdeka belajar, sehingga internalisasi nilai luhurnya selalu melekat disetiap perkembangan AUD. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana cara penyusunan perangkat pembelajaran model merdeka belajar yang berorientasi pada karifan lokal untuk mahasiswa calon guru. Penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian pengembangan yang dikembangkan dengan menggunakan model Borg & Gall. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni mahasiswa calon PAUD. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan Survey kebutuhan awal, FGD, angket, dan self assessment. Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dianalisis dengan Teknik pengolahan data secara kualitatif untuk mendeskripsikan hasil dari FGD, quisioner hasil wawancara. Sedangkan pengolahan data kuantitatif untuk mendiskirpsikan hasil dari survey kebutuhan awal dan angket dengan skala Likert. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa uji skala luas prosentase ketercapaiannya adalah rata-rata 92%, yang menunjukkan bahwa pengembangan penyusunan perangkat pembelajaran model merdeka belajar berorientasi kearifan lokal untuk mahasiswa calon guru PAUD layak untuk dikembangkan dan dinyatakan valid oleh tiga validator serta efektif untuk diterapkan dengan hasil pada serta praktis digunakan.
Model Pembelajaran E-Kom Untuk Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini: Tahapan Penilaian Kelayakan
Murdijanti, Eko;
Pardimin, Pardimin;
Pusporini, Widowati
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.52371
Pengenalan kemampuan bahasa khususnya membaca yang dilakukan di lembaga hasilnya tidak maksimal. Hal ini disebabkan karena pendidik belum menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Metode yang digunakan dalam pembelajaran membaca pun sangat terbatas dalam menerapkan prinsip belajar melalui bermain. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan model pembelajaran e-kom untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini. Jenis penelitian ini yaitu pengembangan. Desain prototipe model pembelajaran E-kom diberikan secara langsung dalam bentuk Buku Panduan Model Pembelajaran E-kom untuk diberikan kritik dan saran guna penyempurnaan prototype. Expert judgement dalam penelitian ini meliputi: ahli pembelajaran PAUD, ahli bahasa, dan ahli media yang berjumlah 7 ahli. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantatif. Hasil penelitian yaitu hasil kelayakan berdasarkan expert judgement menggunakan formula Aiken menunjukkan bahwa Model Pembelajaran yang dikembangan memiliki validitas dengan perolehan hasil skor minimal 0,86 dan skor maksimal 1,00. Disimpulkan Model Pembelajaran E-kom valid secara isi dan konstruk. Model memenuhi aspek penggunaan bahasa yang mudah dipahami, menggunakan media yang menarik, memiliki landasan yang kuat, dan terdapat konsistensi antar komponen model.
Technology Challenge: EFL Teacher Experience Teaching Online at Kindergarten
Na'imah;
Muassomah;
Azizah Nurul Fadlilah
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.52528
The application of learning technology makes a severe challenge for the English teachers as a foreign language (EFL) at Kindergarten learning online, which results in neglected outcomes. Various kinds of the latest tools and appropriate online learning technology are widely available, but the limited ability of EFL teachers and students can't keep up with the progress. This study aims to analyses how the challenges of EFL teachers and students using online learning technology impact output quality in kindergartens. The data for this study were sourced from the owners of the Kindergarten, the principal, and 12 EFL teachers who had considerable experience in two private Kindergartens. Data collection is done through observation, documentation, and interview. Data analysis is manually inductive with model producer which started from data collection, reduction, data display, and verification. The study results show that the importance of appropriate technology that EFL teachers and students cannot use has resulted in a fall in the quality of outcomes that have a global impact. The impact of children's education in Kindergarten affects further formal education, which should follow the demands of the development of science and technology in the present and the future. This condition does not pursue the educational vision, mission, and goals. At the same time, this study requires problem-solving based on problem-based learning, and excellent teachers must master Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK).