Articles
137 Documents
Kecenderungan Narsistik dengan Intensitas Penggunaan Aplikasi Tiktok pada Mahasiswa
Dita Hidayatul Najah;
Ardian Adi Putra;
Nurul Aiyuda
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v5i1.1914
Peningkatan penggunaan aplikasi Tiktok terjadi ketika individu menggunakan aplikasi secara terus-menerus yang disebut dengan intensitas penggunaan aplikasi Tiktok. Menggunakan aplikasi Tiktok secara berulang-ulang dan berlebihan akan memberikan dampak buruk terhadap kepribadian seperti, kecenderungan narsitik. Kecenderungan narsistik adalah kondisi dimana individu menginginkan perhatian yang berlebihan, keinginan untuk dikagumi, dan empati yang kurang terhadap orang lain. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 400 responden yakni 97 laki-laki dan 303 perempuan merupakan mahasiswa Pekanbaru yang bermain Tiktok dengan rentang usia 18-31 tahun, adapun teknik penentuan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini berjumlah 2 skala, yaitu skala kecenderungan narsistik dan skala intensitas penggunaan aplikasi Tiktok. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecenderungan narsistik dengan intensitas penggunaan aplikasi Tiktok pada mahasiswa Pekanbaru dengan arah hubungan yang positif. Semakin tinggi kecenderungan narsistik maka semakin tinggi pula intensitas penggunaan aplikasi Tiktok dan sebaliknya.
Efektivitas Terapi Zikir Istighfar untuk Mengurangi Gejala Gangguan Stres Pascatrauma Pada Istri Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Mada Kartikasari;
Fuad Nashori
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v5i2.1942
Kekerasan yang dialami oleh istri dapat menyebabkan munculnya gejala gangguan stres pascatrauma. Intervensi untuk mengatasi gangguan stres pascatrauma telah banyak dipublikasi. Namun masih sedikit penelitian yang menggunakan terapi spiritual islami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas terapi zikir istighfar dalam menurunkan gejala gangguan stres pascatrauma pada istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Partisipan pada penelitian ini adalah 10 orang istri yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dibagi ke dalam kelompok perlakuan (n=5) dan kelompok kontrol (n=5). Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain QUAN+qual. Pengumpulan data dilakukan dengan skala The PTSD Checklist for DSM-5 (PCL-5) yang memiliki 4 aspek dalam penilaian gangguan stres pascatrauma, observasi dan wawancara. Hasil dari analisis Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan terapi zikir istighfar efektif dalam menurunkan gangguan stress pascatrauma setelah ada waktu untuk menghayati dan mempraktikkan secara mandiri. Hal ini didukung dengan hasil analisis kualitatif yaitu munculnya ketenangan hati dan kesadaran diri akan kesalahan yang dilakukan di masa lalu pada masing-masing partisipan.
Kepemimpinan Transformasional dan Efikasi Kolektif Karyawan Selama Pandemi Covid-19
Danella Victoria Putri Hastika;
Diana Savitri Hidayati;
Nandy Agustin Syakarofath
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v5i2.2075
Kebijakan work from home (WFH) selama pandemi Covid-19 di Indonesia membawa dampak perubahan diberbagai bidang khususnya di dunia industri dimana banyak pekerjaan yang melibatkan kerjasama tim. Keberhasilan kerjasama tim dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan membutuhkan efikasi kolektif, yaitu sebuah keyakinan bersama sebuah tim untuk dapat menuntaskan dengan baik terkait pekerjaan yang sedang ditangani. Menurut berbagai studi salah satu faktor penentu kuatnya efikasi kolektif disebabkan oleh kepemimpinan transformasional, yaitu kemampuan pemimpin di dalam memberdayakan anggotanya dengan optimal. Tujuan penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana peran kepemimpinan transformasional terhadap efikasi kolektif karyawan selama WFH. Subjek penelitian ini adalah 152 karyawan yang bekerja di perusahaan milik negara (BUMN) dan perusahaan milik swasta (BUMS) di daerah Jawa Timur yang diperoleh menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kepemimpinan transformasional dan skala efikasi kolektif. Berdasarkan uji regresi linier sederhana didapatkan data bahwa ada peran kepemimpinan transformasional terhadap efikasi kolektif karyawan selama WFH (R=0.350, P=0,000<0,005). Artinya kepemimpinan transformasional mampu memprediski efikasi kolektif karyawan dalam menuntaskan pekerjaan yang ditangani. Kontribusi sumbangan efektif kepemimpinan transformasional terhadap efikasi kolektif karyawan dalam penelitian ini sebesar 12,3%
Kesehatan Mental Siswa SMP-SMA Indonesia Selama Masa Pandemi dan Faktor Penyebabnya
Sendi Etika Addini;
Bina Decilena Syahidah;
Betania Arinda Putri;
Hari Setyowibowo
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v5i2.2134
Kesehatan mental pada remaja merupakan permasalahan penting yang perlu diperhatikan. Pandemi COVID-19 membuat permasalahan ini menjadi semakin perlu mendapatkan perhatian serius dari para pemangku kepentingan, terutama terkait dengan implementasi kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan adanya sejumlah keluhan dari siswa terkait pelaksanaan PJJ. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran deskriptif tingkat depresi dan kecemasan pada siswa SMP dan SMA yang sedang menjalani PJJ serta mendeskripsikan beberapa faktor-faktor yang dipersepsikan mengganggu bagi para siswa dan potensial untuk menjadi penyebab kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 629 orang siswa SMP dan SMA di Indonesia yang menjalani PJJ. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Patient Health Questionaire (PHQ-9), Generalized Anxiety Disorder (GAD-7) dan survey mengenai beberapa faktor yang dirasa mengganggu bagi siswa. Kuisioner diisi secara daring dan statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 46% siswa mengalami gejala kecemasan dan 58% mengalami gejala depresi. Adapun faktor–faktor yang perlu untuk diperhatikan dalam kondisi ini adalah terkait akademik dan interaksi sosial siswa terutama dengan teman. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan mengenai pengaruh yang diberikan oleh pandemi serta hubungan faktor akademik dan sosial terhadap kondisi kesehatan mental siswa.
Evaluasi Properti Psikometris Skala Zoom Exhaustion & Fatigue (ZEF) pada Populasi Indonesia
Dessi Aryanti Dwi Putri;
Abdullah Fathur Rasyid;
Arjuna Putra Darma Wangsya;
Riangga Novrianto
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v5i2.2216
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi properti psikometris skala Zoom Exhaustion & Fatigue (ZEF) (Fauville et al, 2021a) sebagai upaya menghadirkan instrumen untuk mengukur konstruk videoconference fatigue pada populasi Indonesia. Adaptasi versi Indonesia mengikuti panduan yang disusun oleh Beaton et al (2000) kemudian diadministrasikan pada 483 mahasiswa. Confirmatory Factor Analysis (CFA) dilakukan untuk mengevaluasi validitas konstruk skala ZEF. Hasil studi mendukung model fit dengan second-order model dengan lima-faktor dan menunjukkan bahwa setiap aitem pada skala ZEF mengukur faktornya sendiri dan mampu menggambarkan konstruk videoconference fatigue sebagaimana yang diasumsikan oleh teori. Indeks goodness of fit menunjukkan hasil yang memuaskan dengan nilai Chi-Square = 214.682, df = 82 (p < .001); RMSEA = .058 (90% CI .050, .066), CFI = .975, dan SRMR = .044. Korelasi sedang-kuat juga ditemukan antara skala ZEF dengan Patient Health Questionnaire(PHQ-9) (Kroenke et al, 2001). Skala ZEF juga memiliki konsistensi internal yang baik yang ditunjukkan dengan nilai McDonald’s Omega (ω) = .755 - .924. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya juga dibahas pada studi ini.
Regulasi Emosi Pada Penari Tradisional Tari Klasik Gaya Surakarta Di Ukm Sentra Uin Raden Mas Said
Sandy Tyas Nurma Islami;
Dhestina Religia Mujahid
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v5i2.2237
Ketidakmampuan mengelola emosi dalam kehidupan membuat seseorang tidak dapat menghadapi permasalahan yang penuh tekanan. Teknik regulasi emosi sangat penting dalam kehidupan. Salah satu cara untuk mengolah emosi dengan belajar tari klasik gaya Surakarta.Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran regulasi emosi penari tradisional tari klasik gaya Surakarta di UKM SENTRA UIN Raden Mas Said. Data penelitian adalah data kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini diambil secara purprosive sampling sebanyak tiga penari putri dengan rentang usia 20-22 tahun. Sumber data berupa hasil dari wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskripsi berupa pemaparan uraian dan diolah dengan menggunakan software atlas.ti. Hasil regulasi emosi di UKM SENTRA penari memiliki regulasi emosi yang baik berupa ketenangan diri, sabar, dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, memiliki rasa empati yang baik, dan peka terhadap lingkungan. Informan menjadi lebih dapat memahami diri, percaya diri, memiliki kontrol diri yang baik, serta lebih bersemangat dalam menjalani hidup setelah tergabung dalam UKM SENTRA.
Loneliness dan Internalizing Problems Remaja
Khofifah Nur Sabrina;
Nandy Agustin Syakarofath;
Diah Karmiyati;
Dian Caesaria Widyasari
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v5i2.2337
Loneliness yaitu keadaan seseorang yang menginginkan kehadiran orang lain tetapi tidak terpenuhi. Remaja yang memiliki perasaan kesepian yang berkepanjangan dan tidak diatasi maka akan semakin besar remaja melakukan gejala Internalizing problems. Internalizing problems adalah sebuah penghayatan seseorang dalam menghadapi masalah ke dalam diri secara berlebihan. Sehingga terjadi gejala depresi, kecemasan, penarikan sosial terhadap seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan loneliness dan internalizing problems pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan teknik simple random sampling dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 616 orang. Kriteria penelitian ini adalah remaja berusia 15-18 tahun dan berdomisili di Jawa Timur. Skala yang digunakan adalah UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Strength & Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Loneliness dan Internalizing Problems ditandai dengan nilai r = 0,618, p = 0,000, yang berarti semakin tinggi tingkat Loneliness pada seseorang maka semakin tinggi pula tingkat Internalizing Problems yang dimilikinya.
Kebosanan Akademik dan Kecanduan Gadget Selama Pandemi Covid-19 Pada Remaja
Muhammad ravi khan;
Nurul Aiyuda;
Muhammad Fadhli
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v5i2.2346
Kecanduan gadget menggambarkan perilaku seseorang yang berlebihan atau kompulsif dalam menggunakan gadget. Perilaku ini dapat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, serta memungkinkan terjadinya masalah aspek sosial, emosional, mental, dan kultural. Diantara faktor yang dapat memengaruhi terjadinya kecanduan gadget adalah kebosanan akademik. Kebosanan akademik adalah keadaan gairah yang tidak optimal dalam dunia pendidikan, kurangnya minat dan motivasi belajar, tuntutan melebihi kemampuan individu dan kelelahan akibat kurangnya keterlibatan dengan rangsangan di lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kebosanan akademik dengan kecanduan gadget selama pandemic Covid-19 pada remaja. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik purposive sampling sehingga menghimpun sebanyak 306 remaja yang berusia 13-17 tahun (106 laki-laki dan 200 perempuan) di Pekanbaru. Dua buah skala digunakan dalam pengumpulan data, yaitu skala kebosanan akademik dan skala kecanduan gadget. Hasil yang signifikan ditemukan dalam penelitian ini yaitu adanya hubungan antara kebosanan akademik dengan kecanduan gadget pada remaja di Pekanbaru, yang berarti bahwa tinggi atau rendahnya kebosanan akademik memiliki korelasi dengan kecanduan gadget, dengan demikian hipotesis penelitian diterima.
Catatan Editor : Langkah-langkah agar tulisan di terima
Nurul Aiyuda;
Nandy Agustin Syakarofath;
Asti B Adwitiya;
Dhestina Religia Mujahid
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 2 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v5i2.2349
Assalamualaikum wr wb. Salam Sejahtera Dear rekan-rekan peneliti, kolega dan teman-teman pembaca yang tertarik dengan penelitian psikologi. Psychopolytan : Jurnal Psikologi merupakan salah satu jurnal dengan open journal system (ojs) yang diterbitkan sejak Agustus 2018. Sejak pengajuan akreditasi di tahun 2019, Psychopolytan lolos evaluasi dan mendapat akreditasi sinta 4. Beriringan dengan akreditasi tersebut, peningkatan artikel masuk terus terjadi. Mengingat banyak kebutuhan penerbitan yang diperlukan untuk kebutuhan kululusan mahasiswa, kepangkatan dosen, maupun sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun demikian beberapa artikel masuk masih belum mengalami peningkatan kualitas, beberapa diantaranya masih tinggi angka plagiasi, minim sitasi dan tidak menonjolkan novelty dalam penulisan naskah. Mengatasi hal ini kami bersama editor berusaha merangkum beberapa langkah agar artikel diterima di psychopolytan : jurnal psikologi. Hal ini dilakukan untuk menguraikan prosedur penulisan maupun tips untuk penulis sebelum melakukan submission. Tentu saja hal ini tidak bisa dianggap sebagai hal yang baku dan akan berbeda pada setiap jurnal. Sehingga beberapa hal mungkin tidak sejalan dengan kondisi jurnal lainnya dalam langkah penerimaan. Tulisan ini tidak hanya berangkat dari pengalaman tim editor dalam menerima naskah yang masuk, tapi juga mendapat masukan dari para editor dari beberapa jurnal ojs dan terakreditasi lainnya, serta masukan para reviewer. Dengan adanya tulisan ini, diharapkan bisa menjadi masukan dan perbaikan untuk peningkatan kualitas penulisan artikel di psychpolytan ke depan. Editor In Chief Psychopolytan : Jurnal Psikologi Nurul Aiyuda
Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Penurunan Burnout pada Tenaga Medis: Sebuah Kajian Literatur
Puspitarani, Ni Made Adinda Putri;
Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 1 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v6i1.2250
Tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi COVID-19 tentunya menjadi subjek yang rentan menghadapi permasalahan fisik dan psikologis, salah satunya adalah burnout. Burnout merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kelelahan dalam waktu lama, terjadinya penurunan tingkat motivasi, dan minat pada pekerjaan sehingga menyebabkan penurunan produktivitas kinerja. Hal ini tentu akan menghambat tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan sehingga patut disoroti. Salah satu intervensi yang efektif dalam mengatasi burnout pada tenaga medis adalah kebersyukuran. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan telaah literatur terhadap penelitian-penelitian yang menguji efektivitas kebersyukuran terhadap penurunan burnout pada tenaga medis. Tulisan ini menggunakan metode kajian literatur deskriptif yang dilakukan pada 7 penelitian dengan jumlah responden dan skala yang bervariasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan psikologi positif utamanya kebersyukuran mampu menurunkan tingkat burnout pada tenaga medis. Pengkajian literatur terkait burnout pada tenaga medis perlu dilakukan mengingat burnout akan berimbas pada penurunan produktivitas kerja.