cover
Contact Name
Tri Rahayuningsih
Contact Email
tri.rahayuningsih@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psychopolytan@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Psychopolytan (Jurnal Psikologi)
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 26145227     EISSN : 26543672     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Spritualitas Tempat Kerja dengan Keterikatan Karyawan Syarif, Khairunnisa; Fadhli, Muhammad
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 2 (2023): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i2.3108

Abstract

Keterikatan karyawan merupakan domain utama dalam melihat bagaimana efektivitas kerja karyawan. Selain itu, keterikatan kerja juga dapat menjadi tolok ukur dalam melihat seberapa cinta dan atensinya karyawan terhadap profesi, kinerja, serta menjaga nama baik tempat bekerja. Selain itu diantara faktor yang dapat menumbuhkan keterikatan karyawan adalah spiritualitas tempat kerja. Spritualitas tempat kerja akan membentuk kepribadian yang akan terus bertumbuh dan mampu untuk meningkatkan keterikatan secara lahir dan batin karyawan akan tempat bekerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah spiritualitas tempat kerja memberikan pengaruh kepada keterikatan karyawan dalam pekerjaannya. Sebanyak 119 orang karyawan dilibatkan menggunakan metode kuantitatif survey. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa spiritualitas tempat kerja berperan dalam menumbuhkan keterikatan karyawan dengan signifikansi 0.000 (P<0.05) kemudian didapatkan sumbangsih sebesar 15,2% (R2 = 0.152). Dengan demikian penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan spritualitas dapat membantu perusahan untuk meningkatkan keterlibatan kerja bagi karyawan.
Struktur Faktor dan Reliabilitas Center for Epidemiologic Studies Depression Scale Versi Ringkas (CESD-10) Pada Sampel Lansia di Indonesia Priyadi, Suwanda
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 2 (2023): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i2.3130

Abstract

Salah satu skala psikologis yang sering digunakan untuk penilaian depresi adalah Center for Epidemiologic Studies Depression Scale versi ringkas (CESD-10). Penelitian ini menguji struktur faktor dan reliabilitas CESD-10 pada sampel lansia di Indonesia. Sampel berasal dari Indonesia Family Life Survey gelombang kelima (IFLS5). Total sampel 2,932 lansia (rerata usia= 67.4; simpangan baku usia= 6.32) yang terdiri dari 1,418 laki-laki dan 1,514 perempuan. Confirmatory factor analysis (CFA) menunjukkan model satu-faktor yang memuaskan dengan data (χ2 (34) = 394.015; root mean square error of approximation (RMSEA) = .060; standardized root mean squared residual (SRMR) = .055; comparative fit index (CFI) = .957) setelah mengkorelasikan satu pasang varians residu aitem. Meskipun demikian, terdapat dua aitem CESD-10 yang memiliki muatan faktor yang rendah. Sementara itu, analisis reliabilitas menunjukkan nilai omega sebesar .66. Secara umum, CESD-10 adalah instrumen yang valid dan reliabel pada sampel lansia di Indonesia. Sehingga, CESD-10 dapat digunakan untuk lansia di Indonesia.
Bagaimana Efikasi Diri bisa meningkatkan Work-Life Balance Pada Mahasiswa Yang Bekerja ? Fitri, Vira Yuspita; Hartati, Rini; Fadhli, Muhammad
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 2 (2023): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i2.3168

Abstract

Mahasiswa yang bekerja yaitu mahasiswa kuliah sambil bekerja dimana fenomena yang sering terjadi, yang memberikan tantangan bagi mahasiswa yang menjalani dua peran tersebut. Keadaan menyeimbangkan keduanya dikenal dengan istilah work-life balance merupakan usaha yang dilakukan individu untuk menyeimbangkan peran yang dijalaninya. Salah satu faktor yang mempengaruhi work-life balance adalah efikasi diri. Efikasi diri merupakan suatu kepercayaan individu terhadap kemampuan dirinya untuk melakukan pekerjaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara efikasi diri dengan work-life balance pada mahasiswa yang bekerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui skala efikasi diri yang berisi 18 aitem dan skala work-life balance yang berisi 17 aitem. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik non parametrik Spearman Rank. Subjek pada penelitian ini berjumlah 200 mahasiswa yang bekerja. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling. Dari hasil analisis data menunjukkan hubungan yang signifikan diperoleh nilai korelasi antara efikasi diri dengan work-life balance sebesar (r = 0,625, p = 0,000). Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk mahasiswa yang bekerja dalam meningkatkan efikasi diri yang tepat untuk mengatasi keseimbangan kehidupan kerja.
Efektivitas Penggunaan Strategi Regulasi Emosi Ditinjau Dari Perbedaan Gender Azizah, Erza Agistara; Hendriani, Wiwin
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 2 (2023): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i2.3243

Abstract

Eksistensi manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari perasaan dan emosi yang tidak menyenangkan, sehingga dibutuhkan upaya dalam meregulasi emosi untuk mengubah pengalaman emosional tersebut. Studi ini bertujuan untuk meninjau hasil-hasil penelitian yang mengkaji efektivitas strategi regulasi emosi cognitive reappraisal dan expressive suppression dari perbedaan gender. Adapun metode dalam peninjauan jurnal ini menggunakan database jurnal dari ScienceDirect, ProQuest dan Google Scholar yang terbit dalam 5 (lima) tahun terakhir atau berkisar antara 2017 hingga 2022. Jurnal tersebut didapatkan dengan kata kunci ““Gender Differences”, “Cognitive Reappraisal”, “Expressive Suppression” dan “Emotion Regulation”, dalam kolom pencarian, kata kunci digabungkan dengan menggunakan kata “AND”. Jurnal yang digunakan dalam tinjauan literatur ini berjumlah 7 (tujuh) jurnal. Hasil-hasil dalam tinjauan literatur ini banyak yang menunjukkan adanya perbedaan efektivitas dan penggunaan strategi regulasi emosi antara laki-laki dan perempuan. Hasil tinjauan literatur ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan referensi untuk mengembangkan diagnostik dan intervensi klinis yang lebih tepat.
Peran Kepuasan Kerja Dalam Memediasi Ketidakamanan Kerja Terhadap Kesejahteraan Psikologis Guru Honorer Di Indonesia Febriana, Silvia Kristanti Tri; Yulianti, Iza; Istiqomah, Ermina
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 2 (2023): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i2.3277

Abstract

Sejatinya Guru PNS maupun honorer memperoleh jaminan kesejahteraan hidup. Faktanya masih ada guru honorer berpenghasilan minim dengan ketidakpastian status. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran kepuasan dan ketidakamanan kerja terhadap kesejahteraan psikologis Guru Honorer. Penelitian dilakukan secara cross sectional dengan teknik survei dan convenience sampling pada 300 Guru honorer berusia minimal 22 tahun. Instrumen penelitian menggunakan skala kesejahteraan psikologis, Job insecurity scale, dan Minnesota Satisfaction Questionnaire. Analisis data menggunakan simple mediation model Hayes PROCESS. Hasilnya kepuasan signifikan memediasi pengaruh ketidakamanan kerja terhadap kesejahteraan psikologis (β =0,0027, BootSE=0,0061, BootCI 95% [0,0076, 0.0176]). Begitupun kesejahteraan psikologis secara signifikan negatif diprediksi oleh ketidakamanan kerja (β=-0,0457, t=-0,7906, p<0,001, CI 95% [-0,2478, 0,1058]). Hal ini membuktikan semakin Guru Honerer merasakan keamanan atas gaji dan status kepegawaiannya maka semakin merasakan kepuasan kerja dan semakin sejahtera secara psikologis. Temuan ini dapat menjadi dasar pertimbangan bagi Pemerintah dalam menentukan kebijakan mengenai jaminan kesejahteraan ekonomi dan kejelasan status guna meningkatkan kesejahteraan psikologis para guru honorer.
Fenomena Victim Blaming Pada Korban Kekerasan Seksual Latra Wijayanti, Nengah Selandin Tyas Pangesti; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 7 No 1 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v7i1.3072

Abstract

Perilaku victim blaming (menyalahkan korban) masih kerap ditemukan, khususnya pada individu yang menjadi korban dari kasus kekerasan seksual. Victim blaming yang diterima korban ini pun membuat korban menjadi enggan untuk melapor ataupun mengambil tindakan tegas, dikarenakan takut pada stigma yang dilontarkan oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur jurnal yang dikumpulkan melalui beberapa database yaitu, Google Scholar, Neliti, dan juga Sage Journal. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian jurnal antara lain “victim blaming”, “kekerasan seksual”, dan “sexual abuse”. Jurnal yang telah didapatkan tersebut kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan sepuluh jurnal yang akan dikaji. Berdasarkan kajian yang dilakukan, ditemukan faktor-faktor penyebab munculnya perilaku victim blamingyang dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu faktor dari dalam diri korban dan dari luar korban. Faktor dari dalam diri korban meliputi usia, gender, serta sikap yang diambil korban ketika mengalami kekerasan seksual. Faktor dari luar diri korban sendiri meliputi adanya budaya patriarki, pendidikan, media massa, pola pikir, lingkungan, dan mitos perkosaan (rape myths).
Pengaruh Terapi Zikir Istigfar Terhadap Depresi Pada Mahasiswa Ma’rufa, Nazula Hidayatul; Rumaisha, Assyifa Nur; Nashori, Fuad
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 7 No 1 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v7i1.3319

Abstract

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang buruk dan dapat diidentifikasi dengan gejala sedih yang berkepanjangan, perasaan bersalah, putus asa, dan merasa rendah diri. Salah intervensi psikologis terbukti efektif untuk menangani kasus depresi dalam pendekatan Islam yaitu dengan zikir istighfar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak zikir istighfar terhadap tingkat depresi pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek penelitian mahasiswa yang beragama Islam, laki-laki dan perempuan, berusia 18-23 tahun (7 laki-laki dan 23 perempuan). Seluruh subjek penelitian diberikan kuesioner prates dan pasca-tes dengan menggunakan skala BDI (Beck Depression Inventory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan secara signifikan skor depresi yang diukur menggunakan T-test dengan skor mean sebelum intervensi sebesar 10.90 dan setelah intervensi turun secara signifikan menjadi 4.23. Dari hasil analisis tersebut ditemukan bahwa ada perbedaan kadar depresi pada subjek antara sebelum dan sesudah mengikuti terapi zikir. Maka dapat dikatakan bahwa terapi zikir terbukti memiliki pengaruh positif terhadap depresi yang dialami oleh mahasiswa. Semakin sering mahasiswa berzikir maka kadar depresi akan semakin rendah, begitu pula sebaliknya semakin jarang mahasiswa berzikir maka kadar depresi akan semakin tinggi.
Perilaku Pemilih dalam Menentukan Pemilihan Presiden Ditinjau dari Tingkat Religiusitas Zaharuddin, Zaharuddin; Setiawan, Kiki Cahaya; Reza, Iredho Fani
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 7 No 1 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v7i1.3399

Abstract

Perilaku pemilih dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara religiusitas dengan perilaku pemilih dalam pemilihan Presiden Republik Indonesia tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 360 orang dari 18 kecamatan di kota Palembang yang ditentukan dengan teknik proporsional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala likert yang terdiri dari skala perilaku pemilih dan skala religiusitas. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis Spearman rho’. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan perilaku pemilih dalam pemilihan Presiden Republik Indonesia tahun 2019 di Kota Palembang. Dalam artian bahwa tingkat religiustias seseorang dapat mempengaruhi dalam menentukan pilihannya. Hal ini juga diperkuat dari hasil analisis tambahan bahwa dari lima faktor perilaku pemilih yang paling tinggi memberikan kontribusi pada saat menentukan pilihannya yaitu faktor orientasi agama sebesar 84,1%. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bagaimana proses pemilu dan politik yang di jalani individu akan dipengaruhi oleh tindakan dan sikap keagamaan.
Regulasi Diri Sebagai Strategi Manajemen Waktu Mahasiswa Aktif Berorganisasi Lau, Andy; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 7 No 1 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v7i1.3678

Abstract

Mahasiswa aktif berorganisasi harus menerapkan strategi manajemen waktu yang tepat agar dapat mengikuti kegiatan kuliah dan organisasi dengan lancar. Strategi manajemen waktu yang baik bisa didapatkan melalui regulasi diri yang baik. Dalam menggambarkan strategi manajemen waktu yang berbasis kemampuan regulasi diri dari mahasiswa aktif berorganisasi, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai fenomena subjektif, maka perlu dilakukan penelitian menggunakan pendekatan interpretative phenomenological analysis (IPA). Partisipan yang terlibat dalam penelitian adalah mahasiswa yang menempuh kuliah dan aktif menjadi pengurus organisasi sosial. Peneliti melakukan wawancara dengan panduan wawancara selama tiga bulan kepada enam partisipan. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa partisipan menerapkan aspek-aspek dalam regulasi diri dengan baik terhadap agenda yang dimiliki. Enam partisipan menjalani kegiatan kuliah dan organisasi dengan menyusun agenda dan memberikan skala prioritas terhadap masing-masing kegiatan, memprediksi, melibatkan teknologi, meminta bantuan orang lain, membagi tugas dalam kelompok dan menerapkan kedisiplinan dalam menyelesaikan tugasnya.
Intensi Pencarian Pertolongan Formal Ditinjau dari Stigma Publik Gangguan Mental pada Perempuan Perkotaan Saraswati, Stella Ayu; Novianty, Anita
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 7 No 1 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v7i1.3715

Abstract

Secara global prevalensi gangguan mental terus meningkat dan menariknya banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Sedang, penanganan profesional untuk masalah gangguan mental seringkali mendapatkan hambatan yang serius dan menjadi ancaman terhadap harga diri individu karena stigma di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stigma publik gangguan mental dengan intensi pencarian pertolongan formal pada perempuan perkotaan. Pengambilan sampel partisipan ini menggunakan teknik convenience sampling. Partisipan ini berjumlah 143 perempuan perkotaan, berusia 17-24 tahun, berpendidikan terakhir SMA/SMK dan Sarjana. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah survei online dengan menggunakan dua instrumen yaitu Spanish Version of the Link's Perceived Devaluation and Discrimination Scale dan Skala Intensi Pencarian Pertolongan Formal. Uji korelasi non-parametrik dan uji beda digunakan untuk analisis data.Penelitian ini menemukan korelasi negatif yang signifikan antara stigma publik terkait gangguan mental dengan intensi pencarian pertolongan formal pada perempuan perkotaan (r = -0,208, p = 0,013). Sebagian besar perempuan perkotaan dalam penelitian ini mempunyai stigma publik gangguan mental yang tinggi terhadap pendaftar kerja yang memiliki pengalaman gangguan mental. Implikasi penelitian ini diperuntukkan bagi perusahaan atau layanan sosial untuk mempromosikan layanan dan kegiatan mengenai peduli kesehatan mental dalam konteks ketenagakerjaan.