cover
Contact Name
Tri Rahayuningsih
Contact Email
tri.rahayuningsih@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psychopolytan@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Psychopolytan (Jurnal Psikologi)
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 26145227     EISSN : 26543672     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Apakah Benar Penderita Depresi Selalu Sulit Melakukan Regulasi Emosi? Wendio Angganantyo; Zainal Abidin
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 4 No 2 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v4i2.1534

Abstract

Banyak penelitian yang menyatakan bahwa penderita depresi identik dengan adanya kesulitan dalam meregulasi emosi, namun dari hasil screening pada 64 partisipan, ternyata ditemukan penderita depresi yang tidak sulit melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hal-hal yang membuat penderita depresi tidak sulit dalam meregulasi emosi. Untuk mendapatkan gambaran terkait kasus tersebut, digunakan metode studi kasus dengan pendekatan komparatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua penderita depresi severe dimana satu orang tidak sulit melakukan regulasi emosi (subjek pertama) dan satu orang sulit meregulasi emosinya (subjek kedua) sebagai pembanding. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur yang berbasis pada dimensi konstruk Difficulties of Emotion Regulation Scale (DERS) untuk melihat gambaran regulasi emosi dan wawancara tidak terstruktur untuk melihat gambaran kondisi depresi. Hasil wawancara yang dianalisis secara thematic menunjukkan dua faktor yang membedakan sulit atau tidaknya kedua subjek meregulasi emosi, yaitu penyebab depresi dan mekanisme regulasi emosi. Penyebab depresi subjek pertama lebih berpusat pada konflik intrapersonal sedangkan pada subjek kedua lebih menekankan pada hubungan interpersonal. Subjek pertama memiliki mekanisme regulasi emosi yang terstruktur yakni relaksasi yang kemudian dilanjutkan dengan usaha untuk berpikir logis serta berfokus pada solusi, sedangkan subjek kedua hanya mengandalkan ekspresi agresi tanpa memiliki mekanisme regulasi emosi yang terstruktur.
Kesepian Sebagai Mediator Antara Dukungan Sosial dengan Kecenderungan Adiksi Video Game pada Anak Handini Hardianti; Supra Wimbarti
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 4 No 2 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v4i2.1537

Abstract

Bermain adalah kebutuhan bagi anak, meskipun saat ini memainkan video game lebih banyak diminati dibanding permainan tradisional. Kemudahan untuk mengakses permainan video game yang berlebihan dapat mengakibatkan munculnya masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rendahnya dukungan sosial offline dan kecenderungan adiksi video game dimediasi oleh kesepian pada anak usia akhir. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei yang melibatkan 308 anak dengan rentang usia 9-12 tahun. Analisis menggunakan regresi berganda dan SEM berdasarkan komponen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah dukungan sosial offline berpengaruh terhadap meningkatnya kesepian secara langsung. Anak dengan dukungan sosial offline yang rendah berdampak pada meningkatnya kecenderungan adiksi video game secara langsung, namun begitu anak yang merasa kesepian tidak berpengaruh pada kecenderungan adiksi video game yang tinggi. Hipotesis pada penelitian ini ditolak, yaitu kesepian tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan antara rendahnya dukungan sosial offline dan kecenderungan adiksi video game dengan koefisien tak langsung sebesar -0.066 (sig > 0.05), namun kesepian dan rendahnya dukungan sosial offline berperan sebagai variabel prediktor terhadap kecenderungan adiksi video game dengan sumbangan efektif sebesar 10.3%. Artinya bahwa semakin anak merasa kesepian dan mendapat dukungan sosial offline yang rendah, semakin tinggi kecenderungannya menjadi adiksi video game.
Pengaruh Intensitas Menonton Film Di Youtube Terhadap Theory-Of-Mind Anak Usia 4-5 Tahun Devi Rusli; Nurmina Nurmina; Dian Novita Ariani
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 4 No 2 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v4i2.1559

Abstract

Kemampuan anak memahami pikiran dan perasaan orang lain orang lain (theory of mind) sangat penting bagi perkembangan kognisi sosial. Film cerita anak yang ditonton melalui saluran youtube diprediksi dapat menghubungkan anak dengan situasi mental orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas menonton film di youtube terhadap theory of mind anak usia 3-5 tahun. Theory of mind diukur menggunakan skala ToM yang dibuat oleh Wellman dan Liu yang telah diadaptasi kedalam bahasa Indonesia oleh Kuntoro, Saraswati, Peterson dan Slaughter (2013). Intensitas menonton film di youtube diukur dengan menggunakan kuesioner/angket. Skala ToM diberikan kepada 215 anak (98 laki-laki, 117perempuan), usia 4-5 tahun/48-71 bulan (M = 60.25, SD = 6.482), dan kuesioner perilaku menonton film di youtube diisi oleh orangtua dari anak-anak usia 4-5 tahun. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Uji hipotetsis penelitian menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menemukan bahwa R= 0.019 dengan R2 = .000, p > 0.05, artinya perilaku menonton film di youtube tidak berpengaruh secara signifikan terhadap terhadap theory of mind anak usia 4-5 tahun..
Resiliensi Akademik dengan Kepuasan Belajar Online pada Mahasiswa Nelia Afriyeni; Tri Rahayuningsih; Erwin Erwin
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1550

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada mahasiswa belajar dari rumah secara online (daring) selama masa karantina dapat menurunkan motivasi mahasiswa karena kepuasan belajar menjadi terganggu akibat literasi digital yang rendah dan penyesuaian belajar saat di rumah. Masalah-masalah psikologis juga timbul, sehingga dibutuhkan ketahanan psikologis menghadapi situasi yang tidak menyenangkan dan kemampuan beradaptasi, yaitu resiliensi akademik untuk menjadi faktor kepuasan belajar online pada mahasiswa selama pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resiliensi akademik dengan kepuasan belajar online pada mahasiswa selama proses pembelajaran jarak jauh. Metode penelitian dibagi dalam dua tahap yakni secara kualitatif melalui 19 buah pertanyaan terbuka kepada 11 orang mahasiswa untuk merumuskan konstruk pengukuran dan secara kuantitatif menguji validitas aitem pengukuran tersebut dengan program SPSS pada 116 mahasiswa melalui survei google form. Dari hasil uji korelasi pearson sebesar 0.473 dan P<0.000 , maka diperoleh hubungan antara resiliensi akademik dengan kepuasan belajar online, sehingga kesimpulan penelitian ini yaitu hipotesa diterima. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi mahasiswa untuk meningkatkan faktor-faktor kepuasan selama belajar dari rumah, salah satunya melalui faktor resiliensi, yang akan dibahas pada tulisan ini.
Kesetaraan Skala Psikologi yang Disajikan Daring dan Luring: Kajian Literatur Deskriptif Firmanto Adi Nurcahyo; Tience Debora Valentina
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1604

Abstract

Pandemi Covid-19 menuntut berbagai aktivitas dijalankan secara berbeda dari biasanya. Skala psikologi yang sebelumnya disajikan secara offline (luring) diubah menjadi online (daring). Terdapat kelebihan dan kelemahan dalam penyajian skala psikologi secara daring. Salah satu kelebihannya adalah memungkinkan lebih banyak orang untuk mengisinya, sedangkan kekurangannya adalah sulitnya melakukan pengontrolan dalam kondisi terstandar. Pertanyaan yang mendasar adalah apakah kualitas skala psikologi yang disajikan secara daring setara dengan skala yang disajikan secara luring. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terhadap penelitian-penelitian yang membandingkan skala psikologi secara daring dan luring. Kajian literatur deskriptif dilakukan terhadap 10 penelitian dengan jumlah responden yang bervariasi. Hasil kajian literatur menunjukkan adanya kesetaraan skala daring dan luring, berdasarkan properti psikometrinya. Dari 10 penelitian, hanya satu penelitian yang menunjukkan adanya perbedaan struktur internal dari skala yang disajikan secara daring dan luring. Pemeriksaan terhadap properti psikometri suatu skala perlu dilakukan sebelum sebuah skala luring dapat diberikan secara daring.
Terapi Aba dengan Media Kartu Huruf dalam Meningkatkan Identifikasi Huruf Pada Remaja Tunagrahita Uvynavelia Hardysta
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1612

Abstract

Anak tunagrahita pada umumnya mengalami hambatan pada kemampuan intelektualnya sehingga mempengaruhi kemampuan akademiknya. Membaca adalah salah satu bentuk kemampuan akademik. Dasar dari kemampuan membaca adalah mengidentifikasi huruf. Applied Behavior Analysis (ABA) merupakan salah satu metode terapi yang terstruktur, terukur dan terarah sehinggga dalam melaksanakannya perlu perencanaan yang baik sesuai dengan kebutuhan anak, memiliki tahapan dan tujuan yang jelas. Media kartu huruf dapat meningkatkan minat dalam mengikuti kegiatan terapi dan membantu memvisualisasi simbol berupa huruf. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas terapi ABA dengan media kartu huruf untuk meningkatkan kemampuan identifiksai huruf pada remaja laki-laki tunagrahita sedang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian single case experiment dengan A-B design yang bertujuan mengkaji secara mendalam pemberian sebuah intervensi. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode purposive sampling oleh sebab itu berdasarkan rancangan eksperiman kasus tunggal subjek dari penelitian ini adalah remaja tunagrahita sedang berusia 15 tahun. Proses intervensi dilakukan sebanyak 8 kali sedangkan pengambilan baseline sebanyak 3 kali. Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi dalam bentuk lembar kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif dari grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi ABA dengan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan identifikasi huruf pada remaja laki-laki tunagrahita sedang.
Pelatihan Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Caregiver Skizofrenia Anisa Fitriani; Fuad Nashori; Indahria Sulistyarini
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan regulasi emosi untuk meningkatkan kualitas hidup caregiver skizofrenia. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Subjek terdiri atas dua puluh caregiver laki-laki dan perempuan berusia 47-63 tahun yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan pengukuran kualtias hidup dengan skala World Health Organization of Quality of Life-BREF. Data dianalisis menggunakan anava campuran untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup kelompok eksperimen dan kontrol saat prates, paskates, dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada skor kualitas hidup kelompok eksperimen setelah diberi pelatihan regulasi emosi. Skor kualitas hidup mengalami peningkatan kembali saat pengukuran tindak lanjut, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan yang signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan regulasi emosi efektif dalam meningkatkan kualitas hidup caregiver skizofrenia.
Strategi Coping pada Penyintas Covid-19 Yang Mengalami Stigma: Sebuah Studi Fenomenologi Rahma Ayuningtyas Fachrunisa
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1688

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh survivor COVID-19 tidak hanya bersumber dari faktor fisik, namun juga faktor sosial. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman psikologis dan strategi coping pada survivor COVID-19 yang mengalami stigma. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan satu orang partisipan. Hasil penelitian memunculkan tiga tema utama, yaitu: (1) tantangan sebagai survivor COVID-19, (2) stigma terhadap survivor COVID-19, dan (3) strategi coping survivor COVID-19. Penelitian ini memberikan implikasi strategi coping yang adaptif dan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan efektivitas penanganan COVID-19 di Indonesia dengan mempertimbangkan kondisi psikologis pasien.
Dukungan Komunitas Belajar dan Ketekunan Akademik Pada Mahasiswa Titin Suprihatin; Erni Agustina Setiowati
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1713

Abstract

Ketekunan akademik sangat diperlukan bagi mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan di perguruan tingggi dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi dukungan komunitas belajar terhadap ketekunan akademik pada mahasiswa. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa fakultas psikologi universitas X berjumlah (n) = 214 yang terdiri dari 47 laki-laki dan 167 perempuan, dengan teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial dengan realiabilitas alpha cronbach 0,957 dan skala ketekunan akademik dengan reliabilitas alpha cronbach 0,865. Hasil analisa data menggunakan uji korelasi product moment pearson diperoleh koefisien korelasi rxy = 0,565 dengan signifikansi (p)=0,000 (p<0,001). Hasil ini membuktikan bahwa dukungan sosial komunitas belajar berkorelasi positif dengan ketekunan akademik. Implikasi dari penelitian ini bahwa mahasiswa perlu memiliki kelompok belajar yang dapat memberi dukungan secara akademik maupun non akademik.
Keputusan Mengakhiri Relasi Suami-Istri: Sebuah Studi Fenomenologis Muhammad Zulfa Alfaruqy; Endang Sri Indrawati
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1847

Abstract

Relasi suami-istri acap dihadapkan pada situasi krisis di ujung tanduk perceraian. Tujuan penelitian ini ialah memahami dinamika relasi dan pengambilan keputusan untuk mengakhiri relasi suami-istri. Penelitian dengan pendekatan fenomenologis melibatkan empat orang istri yang menggugat cerai sebagai subjek. Penggalian data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi suami-istri bersifat dinamis. Ketidakfungsionalan suami terkait kemampuan secara personal menurunkan interdependensi seorang istri. Meskipun demikian, mekanisme adaptasi membuat relasi suami-istri tetap stabil. Kondisi berubah saat terjadi perselingkuhan yang berulang. Kepercayaan dan pemaafan istri terus tergerus. Keputusan istri mengakhiri relasi suami-istri bersandar pada pertimbangan kesiapan personal istri, ketiadaan intensi perubahan suami, dan penerimaan lingkungan sosial. Secara teoretis, penelitian berimplikasi pada penegasan tentang kompleksitas relasi interdependen di masyarakat dengan budaya kolektivis seperti Indonesia, khususnya menyangkut pernikahan.

Page 9 of 14 | Total Record : 137