cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS III SD NO 4 PENARUKAN ., Kadek Ayu Budi Suryani; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7505

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi dengan menggunakan metode bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas III SD No. 4 Penarukan Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD No 4 Penarukan tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 33 orang. Objek penelitian ini adalah keterampilan berbicara siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode nontes berupa lembar observasi. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian pada siklus I diperoleh rata-rata nilai keterampilan berbicara sebesar 56,31 dan rata-rata persentase yang diperoleh sebesar 56,31%, berada pada kategori kurang. Rata-rata nilai keterampilan berbicara yang diperoleh pada siklus II sebesar 78,94 dan rata-rata persentase yang diperoleh sebesar 78,94%. Hal tersebut menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas III SD No 4 Penarukan dengan menggunakan metode bermain peran. Kata Kunci : Kata kunci: Bermain Peran, Keterampilan Berbicara, This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection This research aims to improve student’s speaking skills in the subject of Indonesian Language, students in grade III elementary school 4 Penarukan District of Buleleng, in the academic year of 2015/2016 by applying the method of role playing. The subjects were all students of class III elementary school 4 Penarukan in the academic year of 2015/2016 totaling 33 people. The object of this research is the student’s speaking skills. The collecting data in this study was conducted using observation sheet nontes form. Data were analyzed using deskriptif statistical analysis techniques. The research showed that in cycle I obtained an average score speaking skills 11.27% and the average percentage obtained by 61%, are in the poor category. The average score speaking skills acquired in second cycle of 14.63% and the average percentage of 81.18% was obtained. It shows that there has been an increase in student’s speaking skills in class III elementary school 4 Penarukan using role playing method. keyword : Keywords: Role Playing, Speaking Skills,
MODEL EXPERIENTIAL LEARNING BERNUANSA VAK (VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK) BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD GUGUS LETKOL WISNU ., Ni Made Ayu Purwandari; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Letkol Wisnu Denpasar tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD gugus Letkol Wisnu Denpasar tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 338 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 siswa yang terdiri dari siswa kelas VA SD Negeri 1 Peguyangan sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 12 Peguyangan sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan adalah tes hasil belajar IPA dengan bentuk tes pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional (80,3 > 60,5). Berdasarkan hasil analisis uji-t dengan db = 62 ( n1+n2-2 = 64 – 2 = 62 ) pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung >ttabel (5,801 > 2,000), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Letkol Wisnu Denpasar tahun pelajaran 2013/2014. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model experiential learning bernuansa VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus Letkol Wisnu Denpasar tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : model experiential learning, VAK, hasil belajar IPA. This study aims to determine significant differences in learning outcomes of science between students that learned through experiential learning model of nuanced VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) with students that learned through conventional learning in fifth grade elementary school students in Gugus Letkol Wisnu Denpasar academic year 2013/2014. This study is a kind of quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population was fifth grade elementary school students in Gugus Letkol Wisnu Denpasar academic year 2013/2014 as many as 338 students. While the sample in this study were 64 students consisting of VA grade students of SD Negeri 1 Peguyangan as the experimental group and fifth grade students of SD Negeri 12 Peguyangan as a control group. Data collected by the test method. The test used is the science achievement test in the form of multiple choice test. Data were analyzed using t-test analysis. The results showed that the average science student learning outcomes that learned through experiential learning model of nuanced VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) higher than the average science student learning outcomes that learned through conventional learning (80,3 > 60,5). Based on the results of t-test analysis with db = 62 (n1+n2-2=64-2=62 ) at the 5% significance level obtained thit > ttab (5,801 > 2,000) , Ho is rejected and Ha accepted. This proves that there are significant differences between students science learning outcomes that learned through experiential learning model of nuanced VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) with students that learned through conventional teaching in fifth grade elementary school students in Gugus Letkol Wisnu Denpasar academic year 2013/2014. Thus, it can be concluded that the application of experiential learning model of nuanced VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) affect the learning outcome of students fifth grade elementary science in Gugus Letkol Wisnu Denpasar academic year 2013/2014.keyword : experiential learning model, VAK, science learning outcomes
Penerapan Pendekatan Saintifik dengan Penilaian Proyek untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pengetahuan IPS Tema Cita-Citaku dan Sikap Spiritual Siswa Kelas IVB SD Negeri 2 Padangsambian ., Ni Ketut Sri Mariati; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar pengetahuan IPS tema Cita-Citaku dan (2) peningkatan sikap spiritual pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Padangsambian setelah penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV B semester II SD Negei 2 Padangsambian sebanyak 38 orang. Pengumpulan data dalam penelitan ini dilakukan dengan metode tes untuk data hasil belajar pengetahuan IPS dan kuesioner untuk data sikap spiritual siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar pengetahuan IPS yang dilihat dari persentase rata-rata dan ketuntasan klasikal dengan perolehan persentase rata-rata hasil belajar pengetahuan IPS pada prasiklus sebesar 61,92% dengan kriteria rendah kemudian pada siklus I sebesar 68,02% dengan kriteria sedang meningkat menjadi 82,10% pada siklus II dengan kriteria tinggi, sementara ketuntasan klasikal yang diperoleh pada prasiklus sebanyak 47,37% kemudian pada siklus I sebanyak 65,79%, pada siklus II menunjukkan peningkatan menjadi 86,84% dan (2) terjadi peningakatan sikap spiritual siswa dari rata-rata sikap spiritual siswa pada siklus I mencapai 2,84 dengan predikat baik (B) kemudian meningkat menjadi 3,35 dengan predikat sangat baik (A-) pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPS tema Cita-Citaku dan sikap spiritual siswa kelas IV SD Negeri 2 PadangsambianKata Kunci : pendekatan saintifik, penilaian proyek, hasil belajar, sikap spiritual This study aimed to determine (1) the improved of learning outcomes of social knowledge on Cita-Citaku theme and (2) the improved of spiritual attitude to the fourth grade student in SD Negeri 2 Padangsambian after the implemetation of scientific approach with project assessment. This study was designed as a classroom action research in two different cycles. The subject of this study was the second semester of the fourth grade B student in SD Negeri 2 Padangsambian as many as 38 students. This research was conducted by using the test method for learning outcomes of social knowledge and questionnaire method for spiritual attitude. Data were analyzed by quantitative descriptive statistical analysis method. The results of this study showed (1) an increase in learning outcomes of social knowledge based on average percentage and classical completeness with the average percentage of learning outcomes of social knowledge in the pre-cycle is 61,92% with low criteria then in the first cycle is 68,02% with enough criteria, and it is increase become 82,10% in the second cycle with high criteria, while the classical completeness in the pre-cycle is 47,37% then in the first cycle is 65,79%, in the second cycle it is increase become 86,84% and (2) an increase in students’s spiritual attitude by the average value in the first cycle is 2,84 with good predicate (B), then it is increase become 3,35 with very good predicate (A-) in the second cycle. Based on these results, it can be concluded that the implemetation of scientific approach with project assessment can improve learning outcomes of social knowledge on Cita-Citaku theme and spiritual attitude of the fourth grade student in SD Negeri 2 Padangsambian.keyword : scientific approach, project assessment, learning outcomes, spiritual attitude
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP NILAI KARAKER PKn SISWA KELAS V SD ., Made Dony Marta Atmaja; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10982

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai karakter PKn antara kelas siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SAVI dan kelas siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model SAVI pada siswa kelas V tahun pelajaran 2016/2017 di sekolah dasar Gugus X Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di SD Gugus X Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 6 kelas dengan siswa 146 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN No.1 Kaliuntu, dengan jumlah siswa 27 orang dan kelas V SDN No.3 Kaliuntu, dengan jumlah siswa 26 orang yang ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan kuesioner. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi dan kuesioner. Data yang sudah di kumpulkan, dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji-t dengan rumus polled varians. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan nilai karakter yang signifikan antara kelas yang menggunakan model SAVI dan kelas yang tidak menggunakan model SAVI. Temuan menggunakan model SAVI, yaitu guru mampu menciptakan suasana menarik dan menyenangkan.Kata Kunci : SAVI dan Nilai Karakter The purpose of this study is to know the difference between the values of Civic characters between classes of students who were taught using SAVI learning model and class of students who were not taught using SAVI model on V grade students of academic year 2016/2017 at elementary school of District Buleleng District X. This research is a pseudo experiment with non-equivalent design post test only control group design. The population of this research is class V in SD Gugus X Buleleng sub district year 2016/2017, which is 6 class with student 146 people. The sample of this research is class V SDN No.1 Kaliuntu, with the number of students 27 people and class V SDN No.3 Kaliuntu, with the number of students 26 people determined by random sampling technique. The data collection of this research is done by observation method and questionnaire. Instrument of data collection used in the form of observation sheet and questionnaire. Data that have been collected, analyzed using descriptive analysis and t-test with the formula of polled variance. The result of hypothesis testing shows that there is significant difference of character value between class using SAVI model and class which do not use SAVI model. Findings using the SAVI model, ie the teacher is able to create an interesting and fun atmosphere.keyword : SAVI and Character Values
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAMPEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SD LABORATORIUM UNDIKSHA Pt. Nanci Riastini, N. Lh. Pt. Krisna Dewi, Ni. Wyn. Arini,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1277

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran PDEODE dan siswa yang belajar dengan model pembelajran konvensional pada siswa kelas V di SD Laboratorium Undiksha tahun pelajaran 2012/2013.Jenis penelitian ini adalah kuasi ekperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Laboratorium Undiksha tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 73 orang. Sampel penelitian ini adalah keseluruhan populasi, yang terdiri dari kelas VA dan VB dengan jumlah siswa masing-masing 35 orang dan 38 orang.Data kemampuan berpikir kreatif IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berpikir kreatif berbentuk esai. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis statistik inferensial menggunakan uji-t.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: 1) thit = 57,3 dan ttab = 1,98 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thit> ttab, 2) rata-rata kemampuan berpikir kreatif IPA siswa kelompok eksperimen adalah 12,89, tergolong kriteria tinggi, dan 3) rata-rata kemampuan berpikir kreatif IPA siswa kelompok kontrol adalah 8,4, tergolong kriteria sedang. Dengan demikian, model pembelajaran PDEODE berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif IPA pada siswa kelas VSD Laboraturium Undiksha tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: PDEODE, berpikir kreatif
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STM BERBANTUAN MEDIA KONKRIT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD N GUGUS VII KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG ., Ni Made Suryawati; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) berbantuan media konkrit siswa Kelas V semester I tahun pelajaran 2013/2014 di Sekolah Dasar gugus VII Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua SD Gugus VII Sukasada yang terdiri dari 6 SD dan 6 kelas yang berjumlah 173 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD 2 Selat yang berjumlah 35 siswa yang menjadi kelas eksperimen dan siswa kelas V SD 4 Selat yang berjumlah 31 siswa yang menjadi kelas kontol, sampel dipilih melalui teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes.Bentuk tes hasil belajar IPA adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) berbantuan media konkrit dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas V SD Gugus VII Kecamatan Sukasada (thitung = 4,000 > ttabel = 1,671) pada taraf signifikansi 5%. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pada hasil tes di akhir kegiatan pembelajaran, dari nilai rata-rata pada kedua kelompok, diketahui nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol ( 1 = 77,71 > 2 = 73,23).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STM berbantuan media konkrit berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Gugus VII Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Kata Kunci : model pembelajaran STM, media konkrit, hasil belajar IPA. This study aimed to know the different effects of STM (Sains Teknologi Masyarakat) supported by real media fifth grade elementary students academic year 2013/2014 of districts Sukasada cluster VII regency buleleng.This study was a quasi experimental with the study design used was Nonequivalent control Group Design.The population in this study were all elementary schools of cluster VII districts sukasada consisting of 6 elementary schools and 6 classes which total students were 173 students. The were divided elementary school the sample the research used were 35 students in the fifth grade at SD Negri 2 Selat as class experiment and 31 student in fifth grade at SD Negri 4 Selat as class control. Sample was taken by using random sampling technique. Using data collection methods is the method of testing science achievement test form is double preferred. Analyzed data using descriptive statistic and statistical follow up of inferensial t-test was used to test for differences in student learning outcomes. The results showed that H0 is received and H1 be accepted means there are significant differences in student learning outcomes are learned with learning STM (Sains Teknologi Masyarakat) supported by real media with students that learned it in class V conventional elementary districts Sukasada force VII(thitung = 4,000 > ttabel = 1,671) at the 5% significance level. These things can be seen from the test results at the end of the learning activity, from average value in both groups. Known to the average value of the experimental group is higher than control group ( 1 = 77,71 > 2 = 73,23). Thus it can be concluded that the model of STM supported by real media positive and significant effect on learning outcomes of students grade science cluster VII SDN districts of Buleleng regency Sukasada. keyword : STM learning model, real media, science learning outcomes.
Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Berbantuan Permainan Bahasa Melengkapi Cerita untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca ., Ni Ketut Alit Aryani; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 3 Banjar Tegal Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan permainan bahasa melengkapi cerita. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi/evaluasi, dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Banjar Tegal yang berjumlah 13 orang. Objek penelitian ini adalah keterampilan membaca pemahaman. Data keterampilan membaca pemahaman siswa dikumpulkan dengan metode tes. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata keterampilan membaca pemahaman siswa pada siklus I sebesar 73,08, tergolong pada kategori “sedang” dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 61,54%, tergolong pada kategori “tidak tuntas”. Pada tindakan siklus II nilai rata-rata keterampilan membaca pemahaman siswa mengalami peningkatan menjadi 81,15, tergolong pada kategori “tinggi” dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 84,62%, tergolong pada kategori “tuntas”. Berdasarkan pada penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan permainan bahasa melengkapi cerita dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 3 Banjar Tegal Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : membaca pemahaman, Teams Games Tournament (TGT), permainan bahasa. This study aimed at improving reading comprehension skill of fourth grade students in SD Negeri 3 Banjar Tegal, Buleleng District , Buleleng regency in the academic year 2015/2016 through the implementation of Teams Games Tournament (TGT) learning model supported by completing story language games. This research was a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages, namely the planning, action, observation / evaluation and reflection. The subjects of the study were fourth grade students of SD Negeri 3 Banjar Tegal which consisted of 13 people. The object of this study was the reading comprehension skill. The data of students' reading comprehension skill were collected through test method. The collected data were analyzed by quantitative descriptive analysis. The results of data analysis showed that the average value of reading comprehension skill of students in the first cycle was 73.08 which belonged to “moderate” category. The learning completeness percentage was 61.54% which belonged to “not complete" category. In the second cycle of the average value of reading comprehension skills of students increased into 81.15 which belonged to “high" category. The learning completeness percentage was 84.62% which belonged to"complete" category. Based on these study, it can be concluded that the application of Teams Games Tournament (TGT) learning model with completing story language games can improve students' reading comprehension skill of fourth class in SD Negeri 3 Banjar Tegal, Buleleng District , Buleleng regency in the academic year 2015/2016. keyword : reading comprehension, Teams Games Tournament (TGT), language game.
Pengaruh Model Course Review Horay Berbasis Media Audio Visual terhadap Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas IV SD Gugus VIII Mengwi Tahun Ajaran 2016/2017 ., Kadek Novita Yanthi; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model course review horay berbasis media audio visual dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di Gugus VIII Mengwi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode quasy eksperiment (eksperimen semu). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV di Gugus VIII Mengwi yang berjumlah 220 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 62 siswa yang terdiri dari 31 siswa kelas IV SD No. 3 Mengwi sebagai kelompok eksperimen dan 31 siswa kelas IV SD No. 1 Werdi Bhuwana. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Data penguasaan kompetensi pengetahuan IPA diperoleh dengan menggunakan teknik tes, bentuk tes adalah tes pilihan ganda biasa kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung= 4.97 > ttabel = 2.000 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model course review horay berbasis media audio visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rerata penguasaan kompetensi IPA pada kelompok eksperimen yaitu 82.41 dan kelompok control yaitu 70.48. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model course review horay berbasis media audio visual berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci : model course review horay, media audio visual, penguasaan kompetensi pengetahuan IPA This study aims to determine the difference of mastery of science knowledge competence of students who were taught by using model review course horay based on audio visual media and students who were taught by conventional learning in Mengwi VIII Cluster. This research is an experimental research by using quasy experiment method (quasi experiment). The population in this study were all fourth graders in Pengwi VIII Group, amounting to 220 people. The sample in this study amounted to 62 students consisting of 31 fourth graders of elementary school. 3 Mengwi as experiment group and 31 fourth graders of elementary school. 1 Werdi Bhuwana. Samples were taken using random sampling technique. Data on mastery of science knowledge competence is obtained by using the test technique, the test form is the usual multiple choice test then analyzed by using t-test statistic. Based on the results of analysis obtained t = 4.97> ttable = 2,000 at 5% significance level, so H0 rejected, which means there is a significant difference in the mastery of science knowledge competence of students who are taught by using model review course horay audio-visual media with students who are taught by conventional learning . The average of IPA competence in experimental group is 82.41 and control group is 70.48. Thus it can be concluded that the model course reviews horay audio-visual media influence on the mastery of science knowledge competence of fourth grade students of SD Gugus VIII Mengwi academic year 2016/2017.keyword : model course review horay, audio-visual media, mastery of science knowledge competence
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD N 1 MUNDEH KANGIN ., Komang Sudamayanto; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament siswa kelas V SD N 1 Mundeh Kangin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 1Mundeh Kangin sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 13 laki – laki dan 17 perempuan. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes yang dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis hasil belajar IPA dengan model kooperatif tipe TGT dalam penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II.. Hasil belajar IPA mencapai persentase rata – rata siklus I 72,17% ( kriteria sedang ) dan siklus II 79,00 % ( kriteria tinggi). Ketuntasan klasikal pada siklus I 40%, siklus II mencapai ketuntasan 100%. . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD N 1 Mundeh KanginKata Kunci : Model Team Game Tournament, Media Gambar,Hasil Belajar IPA. This research aims to improve learning results of the study Science through the application of cooperative learning model of the type of team games tournament grade V SD N 1 Mundeh Kangin. This research is a research action class is done in two cyles and each cycle is composed of 3 meetings. The subject of this research is the grade V students SD N 1 Mundeh Kangin as many as 30 students comprising 13 male and 17 female. The result of the study data collected using science tests were analyzed by using a quantitative descriptive method. The result of data analysis science with the cooperative model type TGT in this study show that there is an increase in cycle II. The. Learning outcome science percentages average cyle I 72,17 % ( medium criteria ) and siklus II 79,00 (high criteria ). Classical has been completed on cycle I of 40 %, cycle II reach has been completed of 100%. Thus it can be concluded that cooperative learning model type team games tournament can increase learning results science grade V students SD N 1 Mundeh Kanginkeyword : the model team games tournament, media picture,the result of study Science
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT BERBANTUAN ALAT PERAGA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V SDN 2 PUPUANSAWAH I.G.A.A Sri Asri, Ni Md. Suandewi, I Wyn. Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.882

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuanuntuk meningkatkan keaktifan belajar matematika melalui penerapan pembelajaran kooperatif  tipe teams games tournament berbantuan alat peraga konkret pada siswa kelas V SDN 2 Pupuansawah, Tabanan. Dan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament berbantuan alat peraga konkret pada siswa kelas V SDN 2 Pupuansawah, Tabanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Pupuansawah Tabanan tahun pelajaran 2012/2013, sebanyak 28 orang. Data keaktifan belajar matematika diperoleh dengan menggunakan metode observasi, sedangkan data hasil belajar matematika diperoleh dengan menggunakan metode tes. Selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian pada keaktifan belajar matematika dan hasil belajar matematika menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan persentase rata-rata keaktifan belajar sebesar 15,77% dari 66,66% pada siklus I menjadi 82,43%  pada siklus II. Peningkatan persentase rata-rata hasil belajar matematika sebesar 15,35% dari 60,00% pada siklus I menjadi 75,35 pada siklus II. Selanjutnya peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 25% dari 57,14% pada siklus I menjadi 82,14% pada siklus II.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran koopreatif tipe teams games tournament berbantuan alat peraga konkret dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika. Oleh karena itu, disarankan kepada guru di SDN 2 Pupuansawah dalam mengajar matematika agar menerapkan pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament sesuai dengan langkah yang telah ditemukan dalam penelitian ini.   Kata Kunci : Kooperatif TGT, Matematika, Keaktifan Belajar, danHasil Belajar

Page 14 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue