cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CLIS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS VII KECAMATAN SAWAN ., I Gusti Ayu Apsari Dewi; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS), (2) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CLIS dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple group random sampling. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan metode tes dengan instrumen 10 butir tes pemahaman konsep yang berbentuk uraian. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CLIS diperoleh mean (M)=38,55 termasuk dalam kategori sangat tinggi, (2) pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional diperoleh mean (M)=33,78 termasuk dalam kategori tinggi, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA siswa antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran CLIS dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung=3,4;ttabel=2,02 sehingga thitung>ttabel). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran CLIS berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa.Kata Kunci : CLIS, pemahaman konsep IPA This study aims to (1) describe the science of understanding the concept of the experimental group who followed the model of learning with instructional Children Learning In Science (CLIS), (2) describe the science of understanding the concept of a control group that followed the model of learning with conventional learning, and (3) know the difference significant in the understanding of science concepts among the group of students who take the learning and teaching model CLIS group of students who take the learning with conventional learning models. This research is a quasi experimental study to design a post-test only control group design. The population was fifth grade elementary school students in the District of Sawan Cluster VII Academic Year 2013/2014 which consists of 6 classes. Sampling was done by using simple random sampling group. Data collected by understanding the concept of the test method with 10 grain test instrument shaped understanding of the concept description. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics, namely t-test. All statistical tests performed at a significance level of 5%. The results showed that (1) students' understanding of science concepts that follow the experimental group learning learning model CLIS with the mean (M)=38,55 is included in the category of very high, (2) understanding of the concept of science students who followed the control group learning with the learning model conventional obtained the mean (M)=33,78 in the high category, and (3) there are significant differences in the students' understanding of science concepts among groups of students who take the learning model CLIS and groups of students who take conventional learning models (tcount=3,4;ttable=2,02 it’s mean tcount>ttable). Based on these results it can be concluded that the use of learning model CLIS effect on students' understanding of science concepts.keyword : CLIS, the understanding of science concepts
PENGARUH STRATEGI DLTA BERBANTUAN MEDIA AUDIO TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS VI SD ., I Gede Andri Septiadi; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi the direct listening thinking activity berbantuan media audio dan siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran langsung di kelas VI SD di gugus 6 di Kecamatan Karangasem tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VI SD di gugus 6 Kecamatan Karangasem tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 142 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VI SDN 1 Tumbu dengan jumlah 20 siswa dan 18 siswa kelas VI SDN 2 Tumbu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data keterampilan menyimak siswa. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterampilan menyimak siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi the direct listening thinking activity berbantuan media audio memiliki mean (M) = 25 termasuk dalam kategori sangat tinggi, (2) keterampilan menyimak siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran langsung memiliki mean (M) = 15,33 termasuk dalam kategori sedang, (3) hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung=8,13 > ttabel=2,021. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan keterampilan menyimak secara signifikan antara siswa yang belajar mengikuti strategi the direct listening thinking activity berbantuan media audio dengan siswa yang belajar mengikuti strategi pembelajaran langsung.Kata Kunci : DLTA, audio, pembelajaran langsung, menyimak This research was aimed to determine the difference in listening skill in Indonesian subjects among students that learned by use the strategy of direct listening thinking activity aided audio media and students that learned by use learning strategies directly in the sixth grade in cluster 6 in Karangasem district in academic year 2013/2014. This research is a quasi experiment with The Posttest-Only Control Group Design. The population is taken from six graders in cluster 6 Karangasem district in academic year 2013/2014, amounting to 142 people. Sample were sixth grade students of SD Negeri 1 Tumbu with 20 students and 18 students from sixth grade of SDN 2 Tumbu. The data collection in this study was conducted using a test. Test methods used to collect data on students' listening skill. Data analysis method used is descriptive statistical analysis and test requirements analysis. The results showed that (1) listening skills of students who take lessons with the strategy of direct listening thinking activity aided audio media has a mean (M) = 25 included in the very high category, (2) listening skills of students who take lessons with hands-on learning strategies have mean (M) = 15.33 included in the medium category, (3) the results of testing showed that thitung=8,13> ttable=2,021. This indicates a significant difference between the listening skills of students who are learning by use of the strategy of the direct listening thinking activity aided audio media with students who are learning by use of the strategy of direct learning.keyword : DLTA, audio , direct learning, listening
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) MELALUI PEMODELAN MEDIA SEDERHANA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS III KECAMATAN GIANYAR ., Ni Kadek Ayustria Nari Ratih; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2019

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui pemodelan media sederhana dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di kelas V SD Gugus III Kecamatan Gianyar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimen atau eksperimen semu dengan menggunakan rancangan nonequivalent control group design. Untuk pengambilan sampel baik sampel untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling, sampel penelitian ini yaitu kelas V SD 1 Bitera yang berjumlah 39 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD 3 Bitera yang berjumlah 40 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Selanjutnya data dianalisis dengan uji-t. Maka, berdasarkan hasil uji prasyarat data yang didapat dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t dan menunjukan thit =3,75 dan ttabel =2,00 dengan dk = 77 (n1+n2-2 = 39+40-2 =77) dan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil pengujian, thitung > ttabel (3,75 > 2,00). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan contextual teaching and learning ( CTL) melalui pemodelan media sederhana dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) melalui pemodelan media sederhana terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Gianyar.Kata Kunci : Pendekatan CTL, Pemodelan Media Sederhana, Hasil Belajar Matematika This research is an experimental research that aims to find a significant difference between mathematics learning result of students who studied with Contextual approach Teaching and Learning (CTL) through a simple media modeling and the students who studied with conventional learning in class Clusters III primary school V Subdistrict of Gianyar.The kind of research is research quasy experiment or experiment specious by using design nonequivalent control group design. Retrieval group experiments conducted used technique purposive sampling and random sampling, elected class v elementary school 1 bitera which totaled 39 students as group experimentation and class v elementary 3 bitera which totaled 40 students as a control group. Data learned mathematics collected by using test objective form multiple choice usual. Then the data analyzed by uji-t. Based on the testing of data obtained from group experimentation and the control group berdistribusi normal and homogeny. Next test the hypothesis with uji-t and indicated thit =3,75 dan ttab =2,00 dengan dk = 77 (n1+n2-2 = 39+40-2 =77) and standard significance 5 %. Based on the testing, thit> ttab (3,75 > 2,00). This means that there are differences significant results learning mathematics between approach contextual teaching and learning through modeling media simple and students learning by learning conventional.Based on the results of the study it can be concluded that a contextual approach to teaching and learning through modeling of simple media influence on the result of learning mathematics class V primary school Cluster III Subdistrict of Gianyar.keyword : Modeling CTL Media Approach is simple, the results of the Study math
PENGARUH KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH ( PROBLEM SOLVING ) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS III SEMESTER I SD NEGERI 1 BANYUNING KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Wayan Sriasih; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Banyuning yang mengikuti model pembelajaran keterampilan pemecahan masalah, (2) hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Banyuning yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang di belajarkan dengan model keterampilan pemecahan masalah dan siswa yang di belajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas III semester I SD Negeri 1 Banyuning tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 1 Banyuning tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 2 kelas dan langsung digunakan sebagai sampel. Diperoleh siswa kelas III A sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas III B sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika, bentuk tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah uraian. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Untuk menguji hipotesis digunakan uji-t yang berguna untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model keterampilan pemecahan masalah dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh (thitung = 33,75 > ttabel = 1,684) dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model keterampilan pemecahan masalah yaitu 33,25 dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 22,45. Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa model keterampilan pemecahan masalah berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas III SD N 1 Banyuning.Kata Kunci : Keterampilan pemecahan masalah, hasil belajar This study was aimed to know the differences of 1) result study of matchematics the students of third grade from SD Negeri 1 Banyuning who get problem solving teaching, 2) result study of matchematics the students of third grade from SD Negeri 1 Banyuning who get conventional teaching, and 3) result study of matchematics the students between the students who get problem solving teaching and those who get conventional teaching of third grade in semester 1 SD Negeri 1 Banyuning on school year 2013/2014. This study was quasi – experimental by using post-test only control group design. The population of this study was all of the third grade students of SD Negeri 1 Banyunig on school year 2013/2014 as much as two classes and live to use to sampling. the third A grade students as experimental group and the third B grade students as control group. In this study, the result study of mathematics data were collected by test in the form of analysis. The data were analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics. Hypothesis test in testing the differences of result study of the students was by using t-test. The result of this study showed that there were differences of study result of the students between the students who get problem solving teaching and those who get conventional teaching. It was showed by (tcount = 33.75 > ttable = 1.684) and supported by the difference of average score got by the students who get problem solving teaching that is 33.25 and the students who get conventional teaching that is 22.45. Based on the findings above, it could be concluded that problem solving teaching influenced the study result of matchematic of the third grade students in SD Negeri 1 Banyuning.keyword : problem solving teaching, study result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELECTUALY REPETITION TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS XIV KECAMATAN BULELENG ., Made Hady Priyadi; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Auditory Intelectualy Repetition (AIR) dengan kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus XIV Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus XIV Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Sampel diambil dengan cara simplee random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas IV di Sekolah Dasar No. 1 Tukadmungga sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV di Sekolah Dasar No. 1 Pemaron sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar matematika dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran AIR menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar mengikuti pembelajaran konvensionalKata Kunci : pembelajaran air, hasil belajar. This study aimed to determine differences in mathematics achievement between classroom learning model learned with Intelectualy Auditory Repetition ( AIR ) with a class that learned with conventional learning models Elementary School fourth grade students Force XIV Buleleng District , Buleleng regency . The study was quasi-experimental research . The study population was all students in fourth grade at the XIV cluster Buleleng District , Buleleng regency . Samples were taken by means simplee random sampling . Samples from this study were fourth grade students in the Elementary School No. 1 Tukadmungga as experimental class and fourth grade students at the Primary School No. . 1 Pemaron as the control class . Mathematics learning outcomes data collected through achievement test which is then analyzed by descriptive statistics and t-test . The results showed that students who learn to follow the model of the AIR study showed better learning outcomes than students who learn to follow the conventional learningkeyword : water learning, learning outcomes
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SD ., Si Ngurah Putu Suta Prawira; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus III Mengwi, Badung Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang menggunakan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V semester 1 SD Gugus III Mengwi Tahun Pelajaran 2013/2014. Dengan sampel penelitian yang ditentukan secara random sampling. Sampel penelitian yaitu SD N 2 Sempidi sebagai kelompok eksperimen berjumlah 34 orang dan SD N 4 Sading sebagai kelompok kontrol berjumlah siswa 35 orang. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan teknik tes berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Selanjutnya data dianalisis dengan uji-t. Hasil uji hipotesis dengan uji-t menunjukkan t hitung = 2.708, sedangkan t tabel dengan dk = 67 dan taraf signifikan 5% didapat angka batas penolakan hipotesis 2.00. Berdasarkan kriteria pengujian, thit > ttabel (2.708 > 2.00), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar melalui strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran aktif tipe Index Card Match berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V Gugus III Mengwi, Badung Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Index Card Match dan Hasil Belajar IPS This study aims to determine significant differences in learning outcomes between students who are learning social studies with the active learning strategy types Index Card Match with students learning with conventional learning in the fifth grade elementary school students Force III Mengwi, Badung Academic Year 2013/2014. The study was a quasi-experimental research design that uses Nonequivalent Control Group Design. The study population was all students of class V Semester 1 SD Force III Mengwi Academic Year 2013/2014. With the sample is determined by random sampling. The research sample is SD N 2 Sempidi as the experimental group numbered 34 and SD N 4 Sading as the control group numbered 35 students. Learning outcomes data collected by the IPS test techniques such as multiple choice objective test usual. Furthermore, the data were analyzed by t-test. The results of hypothesis testing with the t-test showed tcount = 2,708, while the ttable with dk = 67 and a significance level of 5% figure obtained hypothesis rejection limit 2.00. Based on testing criteria, tcount > ttable (2.708 > 2.00), so that Ha is accepted and H0 is rejected. This means that there are significant differences between the results of social studies students learn through active learning strategy types Index Card Match with students who learn through conventional learning. Based on these results it can be concluded that the type of active learning strategies Index Card Match IPS effect on learning outcomes of students in grade V Force III Mengwi, Badung Academic Year 2013/2014.keyword : Active Learning Strategies Index Card Match Type and Learning Outcomes IPS
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS PENILAIAN PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SD GUGUS VIII SUKAWATI ., Putu Pande Christiana; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning berbasis penilaian proyek dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada kelas V Gugus VIII Kecamatan Sukawati. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian yakni seluruh siswa kelas V di Gugus VIII Kecamatan Sukawati yang berjumlah 225 orang siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelas dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas V SDN 1 Singapadu Kaler sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 1 Singapadu Tengah sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 30 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes subjektif bentuk uraian. Analisis data menggunakan metode analisis statistik uji-t. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning berbasis penilaian proyek dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada kelas V Gugus VIII Kecamatan Sukawati. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata kelompok eksperimen = 72.08 > = 62.92 kelompok kontrol dan dari kriteria pengujian thitung = 2.11 > ttabel (α= 0,05, 58) = 2.000. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis penilaian proyek berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa kelas V Gugus VIII Kecamatan Sukawati. Kata Kunci : model Problem Based Learning berbasis penilaian proyek, kemampuan berpikir kritis IPA This research aimed to determine the significant differences of critical thinking skill between Science students who were taught by Project Assessment based Problem Based Learning model and to the students who were taught by conventional learning in the fifth grade at Cluster VIII in Sukawati Subdistrict. This research used quasi experiment design which was Nonequivalent Control Group Design. The population was all of fifth grade students at Cluster VIII in Sukawati Subdistrict with 225 students. The sample determination was done by using random sampling technique with the fifth grade students of SDN 1 Singapadu Kaler as the experimental group and the fifth grade students of SDN 1 Singapadu Tengah as the control group in which each of them consisted of 30 students. The data collection methods used observation method and subjective test method in descriptive form. The data analysis used t-test statistical analysis method. The analysis showed the significant differences of critical thinking skill between the group of Science students who were taught by Project Assessment based Problem Based Learning model and to the students who learned with conventional learning in fifth grade students at Cluster VIII in Sukawati Subdistrict. It could be seen from average score of experimental group = 72.08 > = 62.92 control group and from testing criteria tcount = 2.11 > ttable( α = 0.05, 58 ) = 2.000. Therefore, the implementation of Project Assessment based Problem Based Learning model affected on critical thinking skill of fifth grade Science students at Cluster VIII in Sukawati Subdistrict.keyword : Project Assessment based Problem Based Learning model, science critical thinking skills
MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SD ., Ni Luh Gede Mega Puspita Dewi; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar PKn kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran take and give berbantuan media grafisdengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN 12 Padangsambian Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V. Sampel diambil dengan teknikrandom sampling.Data dianalisis menggunakan uji-t sampel dengan rumus polled varians. Rata-rata hasil belajar PKn kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran take and give berbantuan media grafis lebih besar dari kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (79,53>75,29).Dari hasil analisis data diperoleh thitung 3,447. Sedangkan selisih ttabel dengan db 78 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Hal ini berarti thitung lebih besar dari ttabel (3,447 > 2,000). Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar PKn kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran take and give berbantuan media grafisdengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran take and give berbantuan media grafisberpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V SDN 12 Padangsambian Tahun Ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Model pembelajaran take and give, media grafis, hasil belajar PKn This study aims to know the significant difference between results of realning PKn of group student that followed learning used model Take and Give learning by assist Graphic Media with group student which took Convention Learning at the fifth grade students of SDN 2 Padang Sambian at term year 2013/2014.This study is a quasi – experimental study ( quasi experimental ) with the study design which used is Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all the fifth grade students. Samples were taken by random sampling technique. The data results of learning PKn of students were collected by instrument test formed general multiple choice. Data were analyzed using the t_tes by formula Polled Varian’s. The scores average of learning PKn of group student that followed learning used model Take and Give learning by assist Graphic Media higher than group student that took conventional learning ( 79,53>75,29 ). From data analyzed result was gained thitung 3,447. where as difference ttabel with db 78 on significant level 5% is 2,000. That means thitung is bigger than ttabel (3,447>2,000). So there were the significant difference between result of learning PKn of group student that followed model take and give learning by assist graphic media with group student that followed conventional learning. Thus, could be concluded that the model take and give learning of assist graphic media affect for result of learning PKn students in the fifth grade of SDN 12 Padangsambian at term year 2013/2014.keyword : Model Take And Give learning, Graphic Media, Result of Learning PKn
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V ., Made Widiastini; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif Tipe JIGSAW pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri 1 Tejakula tahun pelajaran 2012/2013.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus.Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode tes.Metode tes dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Tejakula yang berjumlah 30 orang.Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menyebabkan bahwadapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Tejakula. Pada siklus I hasil belajar sebesar 69,83% (kategori cukup), kemudian meningkat menjadi 86,67% (kategori baik) pada siklus II.Kata Kunci : Tipe jigsaw, Hasil Belajar This study aims to determine the students learning through Cooperatif Jigsaw Tipe on students social studies class V SD Negeri 1 Tejakula School Year 2012 or 2013. This study, an action research conducted in two cycles. Each cycles consits of the planning implementation of action observation and evaluation and reflection. Data collection Methods which are used in this research is a test method. Tes methods used to collect data on student learning outcomes. Subjects of this study were students of class V SD Negeri 1 Tejakula totaling people. Subsequent data collected were analysed using descriptive quantitative method. The results showed that learning by apply social learning could improve student learning class V SD Negeri 1 Tejakula. In the fist cycle of 69,83 % (category enough) and then increased to 86,67 % (bolt categories) in the second cycle.keyword : Jigsaw Typeoutcomes
PENGARUH PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE TERHADAP HASIL BELAJAR PKN ., I Putu Eka Pratama Putra; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs. Nyoman Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester I di SD Negeri Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Sekolah Dasar Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 118 orang. Sampel penelitian ini yaitu keseluruhan populasi yang terdiri dari kelas V SD N 2 Kalibukbuk dan kelas V SD N 4 Kalibukbuk yang berjumlah 67 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis statistik inferensial menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh (1) hasil belajar PKn siswa kelompok eksperimen dengan M = 23,43 tergolong kriteria sangat tinggi, (2) hasil belajar PKn siswa kelompok kontrol dengan M = 18,67 tergolong tinggi, (3) thit = 15,45 dan ttab = 2,021 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thit > ttab, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V di SD Negeri Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Value Clarification Technique, hasil belajar. The purpose of this research was to know the difference of the learning result among the group of students in learning PKn by using Value Clarification Technique (VCT) and the group of students in learning by using Conventional Method for the fifth grade students of the first semester of the state elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng district, in the regency of Buleleng in the academic year of 2013/2014. The type of this research was quasi experiment. The population of this research was all of the fifth grade students of the state elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng district, in the regency of Buleleng in the academic year of 2013/2014 which were 118 students in total. While the sample of this research was all the students of the fifth grade of elementary school 2 Kalibukbuk and elementary school 4 Kalibukbuk which were 67 students in total. The data of the result in learning PKn was collected with multiple choice test instruments. This data was analized by using descriptive and inferential statistics. The analization of inferential statistics used T-test. Based on the result of data analization, it was got 1) the result in learning PKn for the experiment group was scored M=23,43 was very high category, 2) the result in learning PKn for control group was scored M=18,67 was a high category and 3) thit = 15,45 and ttab = 2,021 in a significancy 5 %, it meant that thit > ttab. So, it can be concluded that there was the effect of Value Clarifiaction Technique (VCT) in learning PKn for the fifth grade students of the state elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng district, in the regency of Buleleng.keyword : Value Clarification Technique, result of learning.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue