Articles
332 Documents
METODE BARU MEMAHAMI ALQURAN DALAM PERSPEKTIF SHAHRUR
Amri, Yaser
At-Tafkir Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Raised in Syria and educated in Moscow, Shahrur's intellectual profileinfluenced by the Syrian political situation of his era as well as Marxism.Having been studied linguistic and philosophical positivism that can betraced from Bertrand Russell and Alfred Whitehead to Kant, Fichte andHegel, Shahrur believes that Islamic teachings can be reconciled withmodern rational experiences of reality. Proposing the theory of limit hetried to reinterprate Islamic concept of hudud and a better understandingof the sacred book through Hermeneutics.
EPISTEMOLOGI FILSAFAT ISLAM DALAM KERANGKA PEMIKIRAN ABID AL-JABIRI
Rizal, Syamsul
At-Tafkir Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fazlur Rahman, (1982: 157) secara tegas mengatakan, filsafatmerupakan alat intelektual yang terus menerus diperlukan. Untuk itu,ia harus berkembang secara alamiah, baik untuk perkembangan filsafatitu sendiri maupun untuk pengembangan disiplin-disiplin keilmuan yanglain. Karena itu, orang yang menjauhi filsafat dapat dipastikan akanmengalami kekurangan energi dan kelesuan darah ? dalam artikekurangan ide-ide segar ? dan lebih dari itu, ia berarti telahmelakukan bunuh diri intelektual. Di antra tokoh Islam yangmengembangkan filsafat adalah Abid al-Jabiri, ia memformulasikanbahwa epistemology filsafat Islam terdiri dari tiga bagian yaitu; bayaniburhani dan irfani. Dengan ketiga epistemology tersebut dapatmemetakan keilmuan yang terdapat dalam Islam. Dalam artikel iniakan dibahas ketiga epistemology tersebut.
PENDEKATAN TASAWUF DALAM STUDI ISLAM DAN APLIKASINYA DI ERA MODERN
Wanto, Sugeng
At-Tafkir Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tasawuf merupakan bidang studi Islam yang memusatkan perhatianpada perkembangan pembersihan aspek rohani manusia yang dapatmenimbulkan akhlak manusia. Mempelajari dan mengamalkantasawuf seperti yang ditawarkan oleh para sufi sepertinya merupakansalah satu jalan untuk membangkitkan Islam global seperti padazaman keemasan Islam. Menginternalisasikan atau membumikan nilai-nilai spritual dalam bentuk tasawuf menjadi kebutuhan secara imperatifsepanjang hidup manusia dalam semua bentuk perkembanganmasyarakat. Untuk masyarakat yang masih terbelakang, spritualismeharus berfungsi sebagai paradigma dakwah untuk mendorongpeningkatan etos kerja dan bukan sebagai pelarian dan ketidakberdayaan masyarakat untuk mengatasi tantangan hidupnya.Sedangkan bagi masyarakat maju-industrial, spritualisme berfungsisebagai paradigma dakwah dalam bentuk tali penghubung denganTuhan.
SISTEM PENGELOLAAN ZAKAT (KAJIAN TERHADAP QANUN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM NOMOR 7 TAHUN 2004)
., Fuadi
At-Tafkir Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Zakat merupakan suatu kewajiban agama yang diwajibkan oleh orang-orang muslim yang digolongkan sebagai muzakki menurut ketentuansyari?at Islam. Zakat harus berperan secara maksimum dalammemberdayakan ekonomi umat, maka zakat haruslah dilaksakan olehsetiap negara Islam sesuai dengan perintah al-Qur?an dan al-Hadits. DiIndonesia, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, kegiatanperzakatan belum berjalan secara optimal, sehingga manfaat atauhikmah yang terdapat pada program zakat itu sendiri belum maksimal.Pembentukan lembaga Baitul Mal tersebut merujuk pada QanunNomor 7 Tahun 2004. Dalam qanun tersebut telah diatur berbagaiteknis pelaksanaan pengelolaan zakat, sehingga bila terjadipenyelewengan dalam pengelolaannya, petugas akan dikenakan sanksihukum.
PERKEMBANGAN INTELEKTUAL PADA MASA DINASTI BUWAIHI
Nasir, Mohd.
At-Tafkir Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan ilmu pada masa dinasti Buwaihi adalah konsekwensilogis dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan yang telah berjalanlama. Mulai dari usaha penerjemahan, keterbukaan terhadap budayalain dan pergesekan antara berbagai aliran pemikiran yang terjadidalam umat Islam sendiri. Selain itu, terdapat juga faktor lain yanglangsung mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ilmupengetahuan pada masa dinasti bani Buwaihi. Pertama, tumbuhnyakota-kota ilmu dan budaya. Selain Bagd?d sebagai kota besar, munculpula kota-kota lain seperti, Cordova, Kairo dan Bukhara. Di daerahbani Buwaihi juga muncul kota ilmu pengetahuan selain Ba?rah danKufah, yaitu Rayy, I?fah?n dan Syir?z. Kedua, maraknya majelis-majelis ilmu yang didirikan oleh berbagai amir dan wazir. Majelis ilmuini dapat dikelompokkan kepada 3 bentuk: majlis al-umara?, majelisal-wuzara? dan majelis al-?ulama. Ketiga, perpustakaan dan Dar al-?ilm. Para ulama dan wuzara? serta banyak orang kaya berlomba-lomba mendirikan perpustakaan dan Dar al-ilm.
AL-ILLAH DAN AL-HIKMAH
Syahrial, Muhammad
At-Tafkir Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Al-illah merupakan sifat yang jelas (wasf zahir), terukur (mundhabit), memiliki hubungan dengan hukum yang ditetapkan (munashabah li al-hukm), kemudian al-hikmah sebaliknya. al-illah merupakan aspek pola pikir yang cenderung menerapkan pola pikir deduktif/bayaniy kemudian metodenya dominan metode dialektika sementara itu teorinya mengadopsi teori ruju? ila ashliyin mu?ayyin. Jika merujuk kepada konsep kausalitas dari Plato ia tergolong kepada causa legis. Sementara itu al-hikmah pada aspek pola pikir menerapkan pola pikir induktif/burhaniy kemudian metodenya dominan metode demonstartif/istiqra?i. Teori yang diterapkan dengan konsep al-hikmah adalah teori ruju? ila ashliyah al-kulliyah. Dan jika merujuk kepada konsep kausalitas dari Plato ia tergolong kepada causa finalis. Selanjutnya al-illah berfungi dominan untuk menerapkan metode qiyas dalam penetapan hukum Islam sementara itu konsep al-hikmah cenderung berfungsi untuk mempermudah menerapkan maqashid syar?iyah dalam penetapan hukum Islam.
HERMENEUTIKA QURAN REFORMIS
Mukholik, Ayis
At-Tafkir Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki tiga kata kunci yang menjadi pokok kajian, yaitu Metodologi Quran Reformis, Biografi Penyusun Quran Reformis dan makna Islam dalam Quran Reformis. Terdapat kelompok muslim progresif, mereka adalah Edip Yuksel, Layth Saleh al-Shaiban dan Martha Schulte-Nafeh yang menggagas Qur??n: A Reformist Translation. Karya unik ini berupaya memecahkan persoalan yang dihadapi Islam tersebut dengan menggabungkan antara pemikiran kontemporer dan tekstualitas al-Qur??n. Mereka mempunyai orientasi yang searah dalam hal pembaharuan Islam. Hidup di dunia kontemporer dan sering bersinggungan dengan isu-isu Barat, mengarahkan pemikirannya banyak merespon realitas modern dan berusaha untuk mendialogkan antara Islam dan Barat.Mereka memberikan paradigma baru tentang pendekatan yang digunakan untuk menafsirkan al-Quran yaitu Cross-reference (referensi silang terhadap Bible). Mereka membuka peluang terhadap Bible (Kitab Samawi) untuk digunakan sebagai salah satu hujjah yang mempunyai otoritas dalam kegiatan interpretasi. Hal ini bertujuan agar al-Quran tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat Islam secara internal, namun agar dibaca oleh penganut agama lainnya. Hal ini dapat membuka kran dialogis dan inklusif. Salah satu implementasi produk tafsir mereka tentang islam adalah, islam merupakan sebuah konsep tentang mindset dan tindakan. Orang dengan agama dan aliran apapun selama mereka masih mendedikasikan diri kepada Tuhan, percaya kepada hari akhir, dan berbuat kebaikan, maka mereka layak untuk disebut sebagai muslim. Dengan paradigma seperti ini maka mereka dengan tegas membuka kembali tabu keagamaan yang semula eksklusif dan sektarian, menjadi inklusif dan pluralis.
ISLAM DAN TRADISI KULTURAL DI ACEH
Mohd Khambali, Khadijah Binti;
Arifin, Muhammad
At-Tafkir Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Tulisan ini bertujuan menjelaskan persoalan akulturasi Islam dan budaya lokal pra Islam di Aceh. Pemikiran ini mengacu pada kerangka sosiologi budaya. Kendati akulturasi ini dimenangkan oleh budaya Islam yang lebih dominan, namun terdapat beberapa budaya dan ritual yang merupakan hasil dialektik dengan budaya lokal tersebut, baik yang bersifat menyerap maupun diologis. Hasil yang diperoleh bahwa akulturasi Islam dan budaya lokal di Aceh terjadi karena terdapat beberapa sebab di antaranya adalah bahwa sebelum Islam datang ke Nusantara, budaya lokal yang dipengaruhi Hinduisme maupun Buddhaisme sudah membudaya dalam masyarakat Aceh sehingga datangnya Islam yang di bawa oleh Da?i sufi tidak serta merta mengikis habis budaya tersebut. Dalam hal ini, adanya sikap akomodatif Da?i sufi pendai juga berpengaruh terhadap eksisnya budaya lokal tersebut.
SISTEM MATRILINEAL DAN HUBUNGANNYA TERHADAP HAK HADHANAH MENURUT ADAT MINANGKABAU DAN HUKUM ISLAM
Hidayat, Fatmah Taufik;
Mohd Qasim, Mohd Izhar Ariff Bin
At-Tafkir Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak yang telah ditinggalkan oleh orang tuanya baik karena bercerai atau meninggal dunia berhak mendapat penjagaan. Penjagaan anak yang sebegini di dalam Islam dikenal dengan Hadhanah. Islam telah mengatur siapa yang berhak menunaikan Hadhanah ini dan bagaimana Hadhanah ini dijalankan. Suku Minangkabau merupakan salah satu suku di Indonesia yang menerapkan sistem penasaban Matrilineal dimana garis keturunan diturunkan ke sebelah perempuan. Sistem Matrilineal ini juga mempengaruhi sistem Hadhanah. Maka oleh karena itu kajian ini bertujuan melihat bagaimana penerapan hadhanah di masyarakat Minangkabau dan kaitannya dengan syariah Islam. Kajian ini merupakan kajian literatur dimanadari sumber sekunder yaitu mengumpulkan informasi dari jurnal, prosiding, buku dan bahan ilmiah lainnya yang mendukung. Hasil kajian menunjukkan susunan penjaga utama di dalam sistem hadhanah yang diterapkan oleh masyarakat Minangkabau itu sejalan dengan ajaran syariah Islam. Akan tetapi terdapat perbedaan dalam memilih ibu sebagai yang utama dalam susunan sistem Hadhanah itu dijalankan di mana di dalam Islam bertujuan untuk menjaga kemashalahatan si anak, akan tetapi bagi masyarakat Minangkabau menerapkan hal itu karena adat (sistem matrilineal) mereka.
STRATEGI EKONOMI ISLAM DALAM MENEKAN ANGKA PENGANGGURAN
Safarni, Yulia;
Dayyan, Muhammad
At-Tafkir Vol 9 No 1 (2016): Vol. 9 No 1 Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tingkat pengangguran di negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim relatif tinggi, contohnya Indonesia. Masalah pengangguran merupakan salah satu isu ekonomi yang di dibahas oleh para pakar yang perlu dicari solusi penyelesaian. Terjadinya pengangguran akibat terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia, terbatasnya kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam menjadi produk yang bernilai ekonomis sebagai sumber mata pencaharian. M. Umer Chapra salah satu intelektual muslim kontemporer yang banyak menulis dalam bidang ekonomi Islam. Menurutnya pengangguran dapat diatasi dengan beberapa langkah, yaitu: Pertama, mendorong berkembangnya Industri Kecil dan Mikro (IKM) oleh pemerintah. Kedua, dengan tindakan-tindakan esensial yang dapat memberdayakan para pelaku IKM. Ketiga, pengaktifan zakat secara maksimal. Keempat, mobilisasi tabungan yaitu dengan mudharabah dan musyarakah melalui lembaga-lembaga perekonomian ummat maupun lembaga keuangan Syariah.