cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
zulfadhilalzabir@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agromix@yudharta.ac.id
Editorial Address
Jl. Yudharta No. 7, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
AGROMIX
ISSN : 2085241X     EISSN : 25993003     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Journal of Agromix as a scientific study and information on agricultural fields containing scientific writings, a summary of the results of research, service, critical thinking about Agricultural, Fisheries, Agricultural Product Technology, Animal Husbandry, and all fields related to Agriculture.
Arjuna Subject : -
Articles 360 Documents
PENGARUH LAMA BLANCHING UAP TERHADAP KANDUNGAN KADAR β-KAROTEN, KADAR AIR, DAYA SERAP AIR, DENSITAS KAMBA DAN RENDEMEN TEPUNG UBI JALAR KUNING (Ipomea batatas L.) Rika Wahyu Damayanti; I Komang Suwita

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.34 KB) | DOI: 10.35891/agx.v9i2.1424

Abstract

This study aims to determine the effect of the old steam blanching method on the content of β-carotene content, moisture content, absorbency, cage density and yield of yellow sweet potato flour (Ipomeabatatasl.). The yellow sweet potato processing technique with long steam blanching has a significant effect on β-carotene content, moisture content, water absorption, kamba density and yield. The highest β-carotene content was found in the 20-minute blaching treatment (1.1695 µg / g), the highest water content of yellow sweet potato flour was found at the treatment level without blanching for 20 minutes (9.66%), water absorption of sweet potato flour the highest yellow was found at the level of blanching treatment with a time of 20 minutes (2.90 g). The highest yield o. This study aims to determine the effect of the old steam blanching method on the content of β-carotene content, moisture content, absorbency, cage density and yield of yellow sweet potato flour (Ipomeabatatasl.). The yellow sweet potato processing technique with long steam blanching has a significant effect on β-carotene content, moisture content, water absorption, kamba density and yield. The highest β-carotene content was found in the 20-minute blaching treatment (1.1695 µg / g), the highest water content of yellow sweet potato flour was found at the treatment level without blanching for 20 minutes (9.66%), water absorption of sweet potato flour the highest yellow was found at the level of blanching treatment with a time of 20 minutes (2.90 g). The highest yield o
ANALISIS USAHA TERNAK AYAM BROILER (STUDI KASUS DI TERNAK AYAM KUNTO DEWO DUSUN DAMAR DESA SEKARMOJO) Mokh. Maghrobil Muhibbin; Idah Lumhatul Fuad

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.587 KB) | DOI: 10.35891/agx.v9i1.1426

Abstract

Usaha peternakan ayam broiler Kunto Dewo memiliki kapasitas ayam 14.000 ekor ayam per periode produksi. Peternakan tersebut bergabung dengan kemitraan PT Sinar Sarana Sentosa. Pada sistem kemitraannya, peternakan Kunto Dewo mendapat sistem harga kontrak tetap penjualan ayam. Harga itu menghindarkan peternakan Kunto Dewo dari penurunan penerimaan akibat jatuhnya harga di pasar tetapi juga menyebabkan penerimaan tetap.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem produksi usaha peternakan ayam broiler, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan bersih usaha, dan analisis efisiensi usahatani peternakan ayam broiler di ternak ayam Kunto Dewo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dan diolah kemudian dijelaskan secara deskriptif dan selanjutnya disajikan menggunakan model analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan sistem produksi usaha ayam broiler di peternakan Kunto Dewo meliputi empat tahap yaitu persiapan kandang, pemberian pakan dan minum, pencatatan, dan tahap terakhir proses pemanenan. Untuk Biaya produksi pada peternakan ayam broiler Kunto Dewo sebesar Rp 422,526,612. Sedangkan total penerimaan sebesar Rp 438,641,400. Hasil perhitungan BEP penerimaan sebesar Rp. 114.536.532,26. untuk nilai BEP produksi sebesar 6.865,43 Kg, sedangkan nilai BEP harga Rp 16.251,02/Kg, dan Nilai BEP luas sebesar 2416,1 m2. Perhitungan laba rugi peternakan Kunto Dewo mengalami keuntungan karena nilai penerimaan, hasil produksi, harga jual ayam, dan luas melebihi nilai perhitungan BEP. Sedangkan untuk nilai R/C Ratio sebesar 1.038 yang artinya bahwa usaha peternakan Kunto Dewo mendapatkan keuntungan karena nilai R/C ratio > 1. untuk hasil perhitungan B/C Ratio sebesar 3,813 yang artinya bahwa usaha peternakan Kunto Dewo berdasarkan hasil perhitungan B/C Ratio dikatakan tidak layak karena nilai B/C Ratio < dari bunga bank yang berlaku, bunga bank yang berlaku saat ini adalah 4,50%.
PENGARUH PENAMBAHAN SODA DAN ASAM JAWA (Tamarindus indicia L.) PADA MINUMAN TRADISIONAL KUNYIT ASAM TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN BERDASARKAN MUTU DAN ORGANOLEPTIKNYA Firduasi Puji Suryana; Dimas Hari Purnomo; Ana Ummu Mas’ulah; Wike Adhi Anggono; Rekna Wahyuni

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.713 KB) | DOI: 10.35891/agx.v9i1.1445

Abstract

Kunyit asam merupakan minuman tradisioan yang memiliki manfaat antioksidan, antimikroba, sumber protein, serta vitamin A. penambahan carbonated (soda) bertujuan untuk memberikan inovasi baru pada pembuatan minuman tradisional. Penelitian ini bertujuan mengetahui penambahan carbonaten (soda) dan asam jawa (Tamarindus indicia L.) yang paling tepat terhadap daya terima konsumen berdasarkan mutu dan organoleptiknya. Rancangan Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 Faktor. Faktor pertama penambahan soda (2.5 gr, 5 gr) dan faktor kedua penambahan asam jawa (2 gr, 4 gr, 6 gr). Masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 percobaan. Data diperoleh dari pengamatan karakteristik kimia dan organoleptik. Uji kimia meliputi, kadar protein, PH. Sedangkan sifat organoleptik diperoleh dari uji organoleptik kesukaan (hedonic) skor menggunaan 20 orang panelis meliputi rasa, aroma, bau, warna. Data dari pengamatan sifat fisik, kimia dilakuakan analisis ragam ANOVA 5% dan 1%. Apabila ditemukan pengaruh nyata terhadap salah satu perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT 5%). Untuk uji organoleptik dilakukan analisis menggunakan uji Friedman. Perlakuan terbaik menggunakan metode metode indeks efektifitas de Garmo et al., (1984) yang dimodifikasi oleh Susrini (2003). perlakuan terbaik didapatkan hasil perlakukan terbaik pada penambahan soda 30% dan asam jawa 15 g/liter (S1A3) dengan perolehan nilai 0.900. dengan rincian protein 1.55 %, pH 8, Rasa 3.45 (netral), Aroma 4.55 (sangat suka), warna 3.65 (Suka).
JUS BUAH BERBASIS BIT MERAH (Beta vulgaris) PENAMBAHAN NANAS SMOOTH CAYENNE (Ananas comosus (L) merr.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BAGI PENDERITA HIPERTENSI Safarotul Magfiroh; Maryam Razak

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.607 KB) | DOI: 10.35891/agx.v10i1.1458

Abstract

Hypertension is an increase in systolic blood pressure, the height of which depends on the age of the individual affected. Red beet (Beta vulgaris) is one of the vegetables rich in inorganic nitrate, betalain, folic acid, riboflavin and potassium antioxidant compounds. Potassium and folic acid play an important role in the process of regulating blood pressure. The addition of pineapple aims to reduce the smell of the soil in red beets. In addition, pineapple also contains potassium and vitamin C which can help lower blood pressure. The purpose of this study was to determine the organoleptic quality, potassium levels and antioxidant activity of red beet juice (Beta vulgaris) by adding smooth cayenne pineapple (Ananas comosus (L) merr.) To patients with hypertension. This research is a RAL study (Completely Randomized Design) with three levels of treatment, namely the ratio of red bits to pineapple, P1 (100: 37.5), P2 (100: 50) and P3 (100: 62.5). Organoleptic quality analysis descriptively and Kruskal Wallis with Mann Whitney follow-up. Potassium test using the Spectometry test and the antioxidant activity test using DPPH Spectometry and converted to IC50. Chemical quality analysis using One-way ANOVA with Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the addition of smooth cayenne pineapple had a significant influence on the quality of organoleptic juices. The panelists' acceptance of organoleptic quality of juice (smell, taste and color) tends to be favored. The level of potassium juice increased by an average of 468-1128 mg/ 100ml, the antioxidant juice activity on average was weak to moderate (166.9-101.4 µg/ml). The best treatment level is P3. Further research is needed on the use of pineapple humps, to increase antioxidant levels, and the addition of pineapple or other types of fruit is needed to increase the acceptability of juice.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SERBUK JAMU DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) Dikky Akhirta Rochman; eko sutrisno; Atmiral Ernes

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.142 KB) | DOI: 10.35891/agx.v10i1.1459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia serbuk jamu dari bahan daun beluntas (Pluchea indica L.). Serbuk jamu daun beluntas dibuat dengan perbandingan daun beluntas : asam jawa yaitu 9:1, 8:2, 7:3. Serbuk daun beluntas dianalisis karakteristik fisikokimia yang meliputi: waktu larut dalam air, bagian tidak larut air, kadar air, aktifitas Vitamin C dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu larut serbuk jamu daun beluntas dalam air rata-rata 92 detik, bagian tidak larut air sebesar 7,87 %, kadar air rata-rata 0,84 %, aktifitas Vitamin C rata-rata sebesar 2,53 % dan pH 4,59.
IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER PADA BROODER LISTRIK UNTUK KANDANG BROILER TIPE CLOSED HOUSE Gian Anantrio Putra; Handarto; Irfan Ardiansah; Iwan Setiawan

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.709 KB) | DOI: 10.35891/agx.v10i1.1460

Abstract

Broilers are aves that require a constant air temperature to grow. Extreme temperature changes cause the broiler suffering from stress, slow growing, and even death. Brooder provides heat so the air temperature of poultry house is not below the minimum optimum air temperature for broiler growth. The objectives of this research are to modify the conventional electric brooder which aims to keep the poultry house's air temperature on its optimum range automatically and to observe application of microcontroller on modified electric brooder. This research use analitical descriptive and experimental methods. Verification and validation tests are applied for four levels of brooding: 500 W, 1,000 W, 1,500 W and 2,000 W. The results showed that the control system makes the electric brooder can be operated easily and automatically, and also can record the air temperature data in real-time. Broiler merupakan unggas yang membutuhkan suhu udara yang konstan untuk tumbuh. Perubahan suhu yang ekstrim menyebabkan broiler menderita stres, lambat tumbuh, dan bahkan mati. Brooder diperlukan untuk memberikan panas agar suhu kandang tidak berada di bawah nilai minimum suhu optimal bagi pertumbuhan broiler. Penelitian ini bertujuan modifikasi brooder listrik konvensional agar dapat menjaga suhu udara kandang broiler pada kisaran optimum secara otomatis dan menganalisis hasil implementasi microcontroller pada brooder listrik hasil modifikasi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi analitik dan rekayasa. Uji verifikasi dan uji validasi dilakukan terhadap brooder dalam empat tingkat penyalaan pemanas: 500 W, 1.000 W, 1.500 W dan 2.000 W. Hasilnya adalah sistem pengendali yang membuat brooder listrik dapat dioperasikan secara otomatis dengan mudah serta secara sekaligus merekam data suhu udara secara real-time.
ESTIMASI FOOD WASTE BERAS RUMAH TANGGA DI PEMUKIMAN INDUSTRI Faridatun Nafiroh; Idah Lumhatul Fuad

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.043 KB) | DOI: 10.35891/agx.v10i1.1461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sisa makanan yang difokuskan pada sisa nasi dalam rumah tangga di Permukiman Industri. Sisa nasi yang dihitung adalah nasi yang terbuang didalam rumah tangga dalam sebulan, baik nasi basah biasa maupun nasi basah santan. Desain penelitian ini menggunakan Analisis Deskriptif Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisa nasi basah biasa di dusun Jambe sebesar 1136,425 g, Pandean sebesar 1375,161 g, Banjar sebesar 870,97 g dan Mantren sebesar 1432,763 g. Selanjutnya sisa nasi basah santan dusun Jambe sebesar 425,632 g, Pandean sebesar 742,224 g, Banjar sebesar 482,032 g, dan Mantren sebesar 801,632 g. Pendapatan responden dengan nilai rata-rata diketahui sebesar Rp. 3.700.000,00/rmhtgg/bln. Rata-rata food waste rumah tangga di objek daerah penelitian, mencapai 108 g/rmhtgg/bln atau 1.296g/rmhtgg/thn. Jika waste diluar rumah diasumsikan dengan setengah dari hasil waste didalam rumah yakni sebesar 54g/rmhtgg/bln atau 648g/rmhtgg/thn, maka rumah tangga mengalami kerugian sebesar Rp. 1.950/rmhtgg/bln atau Rp. 23.400/rmhtgg/thn. Food waste beras rumah tangga di objek penelitian dengan perlakuan sama mencapai 22.464g/bln atau 269.568g/thn. Kerugian ekonomi mencapai Rp. 405.600/bln atau Rp. 4.867.200/thn. Prosentase kerugian dari prndapatan per bulan sebesar 9,36%/bln atau 112,32%/thn. Adapun saran yang diberikan penulis adalah perlu adanya standarisasi porsi pada tiap kali makan dari Dinas ketahanan Pangan atau Dinas Kesehatan dan perlu ada pendidikan usia dini untuk anak agar tidak menyisakan makanan dari orangtua maupun guru sekolah.
KEARIFAN LOKAL SUKU TENGGER DALAM ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN KENTANG Totok Fermansah; Wenny Mamilianti

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.34 KB) | DOI: 10.35891/agx.v10i1.1462

Abstract

Beberapa penelitian menyebutkan alokasi input petani dipengaruhi oleh adanya perubahan iklim. Oleh karena itu permasalahan penelitian ini fokus pada (1) Bagaimana adaptasi suku Tengger dalam perubahan iklim?, (2) Bagaimana pengaruh adaptasi perubahan iklim masyarakat suku Tengger terhadap produksi tanaman kentang? Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mendiskripsikan adaptasi suku Tengger dalam perubahan iklim. (2) Menganalisis pengaruh adaptasi perubahan iklim terhadap produksi tanaman kentang. Penelitian ini adalah penelitian survey yaitu pengambilan data dilakukan langsung pada sampel sebagai responden melalui kuisener. Penelitian dilakukan di Kec.Tosari Kab.Pasuruan dan sampel adalah petani Suku Tengger di Ds. Wonokitri Kec.Tosari Kab.Pasuruan. Metode analisis yang digunakan adalah tabulasi data, score dan coding, serta pendekatan fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan adaptasi yang paling banyak dilakukan secara turun temurun adalah penghematan penggunaan air, penggunaan pupuk kandang, pengolahan lahan berlawanan kontur, penggunaan irigasi yang baik, penggunaan pestisida kimiawi, peningkatan intensitas penyiangan gulma, penyiapan benih yang baik, penanaman awal musim hujan, perubahan wakyu tanam, penggunaan jarak tanam rekomendasi, mencari informasi perubahan iklim, penanganan hasil panen dengan meminimalkan susut hasil, pengurangan luas lahan garapan, dan berpindah dari lokasi berisiko tinggidampak perubahan iklim. Hal ini dilihat dari prosentase terbesar yaitu 80-100%. Dan hasil kedua menunjukkan bahwa benih, urea, tenaga kerja dan dummy penerapan adaptasi perubahan iklim merupakan variable yang berpengaruh positif nyata terhadap produksi. Sedangkan penggunaan pestisida merupakan variable yang berpengaruh negative nyata terhadap produksi. dan variable yang tidak berpengaruh nyata adalah lahan, penggunaan pupuk SP, NPK, dan pupuk kandang.
ISOLASI GEN smtAB BAKTERI RESISTEN LOGAM BERAT Pb DARI LIMBAH CAIR AGAR Senja Ike Rismawati

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.162 KB) | DOI: 10.35891/agx.v10i1.1463

Abstract

Bakteri Indigen adalah bakteri asli yang memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa berbahaya termasuk logam berat Pb. Bakteri indigen yang diisolasi dari limbah cair tepung agar diketehui memiliki kemampuan mereduksi logam berat Pb adalah Bacillus alvei, Bacillus pumilus dan Bacillus lichenformis. Kemampuan bakteri dalam mereduksi logam berat Pb disebabkan karena adanya gen resisten, yaitu gen smtAB. Gen smtAB merupakan gen yang bekerja untuk menghasilkan protein pengikat logam berat yang disebut metallothionein. Setiap bakteri memiliki gen resisten logam berat yang berbeda, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies bakteri yang memiliki gen smtAB pada bakteri yang diisolasi dari limbah cair agar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu peremajaan isolat bakteri, kultur isolat bakteri, isolasi DNA dengan Presto™ Mini gDNA Bacteria Kit, Elektoforesis, amplifikasi gen smtAB dan konfirmasi sekuens dengan hasil sekuensing amplikon. Berdasarkan hasil amplifikasi, bakteri indigen limbah cair agar yang memiliki gen smtAB adalah bacillus alvei. Isolasi gen smtAB yang diakukan menghasilkan sekuen yang tidak spesifik dengan gen target.
Pengaruh varietas dan konsentrasi broth kulit pisang sebagai media alternatif pertumbuhan Aspergillus niger Nucky Istiqomah Mulyawati; Muh. Aniar Hari Swasono; Deny Utomo

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.212 KB) | DOI: 10.35891/agx.v10i2.1578

Abstract

Banana is an influential agriculture commodity in Indonesia, for consuming the fruit or making use of the leafs and steam, with high demand of banana fruit, there’s also left with tons of peel waste. Banana peel waste which usually contain cellulose (35 %–50 %), hemicellulose (25 %–30 %), and lignin (25 %–30 %). The fruit peel wastes containing sugars that are metabolized by microorganisms which make the potential of microbiology growth. Aspergillus niger as one of influental fungi for industrial can be used on production of α-Amylase. The experimental design used was Completely Randomized Design factorial with two factors. Factor I is Banana peel variety, with 4 level which contain ( Ambon Banana Peel, Kepok Banana Peel, Raja Banana Peel and Candi Banana Peel. Factor II is broth media concentration with 3 level ( 2gr banana peel : 100ml Aquadest ; 4gr banana peel : 100ml Aquadest; 6gr banana peel : 100ml Aquadest) with the result 12 combinations with 3 repeat. The result of the streak will be observed for seven days. The result of analysis will be analyzed with Analysis of Variance (ANOVA), if there’s a significant result, the analysis will be continued to LSD test 5%. The result of research pointed that variance of banana peel and concentration of broth media did show significant difference according to ANOVA result on day one until seven. Best variance of treatment found in V2K3 (Kepok Banana Peel with 6gr / 100ml concentration) resulted with average diameter reaching 55mm.

Page 11 of 36 | Total Record : 360