cover
Contact Name
Zulfan Zainal
Contact Email
zulfanzainal@serambimekkah.ac.id
Phone
+6281360353540
Journal Mail Official
jnkti@serambimekkah.ac.id
Editorial Address
Gedung H Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah Jl. T. Imum Lueng Bata, Batoh, Kota Banda Aceh - Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi
ISSN : 26208342     EISSN : 26213052     DOI : https://doi.org/10.32672/jnkti.v8i2
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi adalah jurnal nasional yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Komputer Universitas Serambi Mekkah tahun 2018 dan telah Terakreditasi SINTA 5. Jurnal ini terbit sebanyak enam edisi dalam satu tahun yaitu setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember baik cetak (P-ISSN : 2620-8342) dan online (E-ISSN: 2621-3052). Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang Komputer dan Teknologi Informasi dengan scope Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem Informasi, Jaringan Komputer, Elektronika dan Sistem Kontrol, Multimedia dan Pengolahan Citrat Digital serta bidang Komputer dan Informatika lainnya yang relevan. Artikel yang dikirimkan ke JNKTI dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Setiap artikel yang dipublikasi dalam jurnal ini akan direview terlebih dahulu dengan metode Peer-Review dan hanya artikel yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan. Artikel-artikel yang telah dipublikasikan oleh JNKTI juga sudah diindeks oleh beberapa lembaga indeksasi seperti Google Scholar, Garuda, CrossRef, BASE, Moraref dan SINTA. Bidang bidang fokus penelitian yang akan dipublikasi dalam jurnal ini antara lain : Bidang Rekayasa Perangkat Lunak Bidang Jaringan Komputer Bidang Multimedia dan Pengolahan Citra Digital Bidang Komputasi Bidang Sistem dan Teknologi Informasi Bidang Kecerdasan Buatan Multidisiplin ilmu lainnya yang relevan
Articles 1,386 Documents
Analisis Segmentasi Tayangan Netflix Berdasarkan Metadata Menggunakan PCA, Multi-Model Clustering, dan Validasi Stabilitas Klaster Wahyu Pratama; Agni Isador Harsapranata; Ahmad Rais Ruli

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9676

Abstract

Abstrak - Pertumbuhan layanan streaming seperti Netflix menghadirkan tantangan dalam memahami preferensi pengguna serta mengelola ribuan konten yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan metode analisis segmentasi untuk mengidentifikasi pola distribusi konten secara lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan segmentasi konten Netflix menggunakan pendekatan clustering dengan algoritma K-Means, serta membandingkan performanya dengan metode lain. Dataset yang digunakan terdiri dari 15.026 konten dengan 1.206 fitur, yang direduksi menggunakan Principal Component Analysis (PCA) menjadi 1.134 komponen dengan 95% varians tetap terjaga. Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan Silhouette Score dan Adjusted Rand Index (ARI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-Means dengan 9 cluster merupakan metode terbaik dengan nilai Silhouette Score 0,1481 dan ARI 0,6381. Segmentasi menghasilkan distribusi yang didominasi oleh Segmen 0 (81,5%) sebagai segmen utama dan Segmen 4 (18,4%) sebagai segmen potensial, sementara segmen lainnya (1%) dikategorikan sebagai segmen niche. Temuan ini memberikan implikasi akademis berupa kontribusi dalam pengembangan metode segmentasi berbasis machine learning, serta implikasi praktis bagi industri streaming untuk mengoptimalkan strategi investasi konten, mengembangkan sistem rekomendasi, dan mengeksplorasi peluang pasar baru.Kata Kunci: Netflix; Klastering; PCA; K-Means; Silhouette Score; Adjusted Rand Index; Abstract - The rapid growth of streaming services such as Netflix poses significant challenges in understanding user preferences and managing the vast number of available contents. Therefore, content segmentation methods are required to efficiently identify distribution patterns. This study aims to perform Netflix content segmentation using the clustering approach with the K-Means algorithm, and to compare its performance with alternative methods. The dataset consists of 15,026 contents with 1,206 features, which were reduced using Principal Component Analysis (PCA) into 1,134 components while preserving 95% variance. Model performance was evaluated using the Silhouette Score and Adjusted Rand Index (ARI). The results indicate that K-Means with 9 clusters achieved the best performance, yielding a Silhouette Score of 0.1481 and an ARI of 0.6381. The segmentation revealed that Segment 0 (81.5%) dominated as the main segment and Segment 4 (18.4%) was identified as a potential segment, while the remaining clusters (1%) represented niche segments. These findings provide both academic implications by contributing to the development of machine learning-based segmentation methods, and practical implications for the streaming industry to optimize content investment strategies, improve recommendation systems, and explore new market opportunities.Keywords: Netflix; Clustering; PCA; K-Means; Silhouette Score; Adjusted Rand Index;
Analisis Kriptografi pada Keamanan E-mail di Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo mengggunakan Algoritma Advanced Encryption Standard (AES) 256 Bit Fatmawati Meilan Harun; Wahyudin Hasyim; Alter Lasarudin

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9844

Abstract

Abstrak - Dalam konteks perkembangan teknologi yang pesat, keamanan informasi menjadi krusial, terutama dalam komunikasi resmi di instansi pemerintah. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfotik) Provinsi Gorontalo menghadapi tantangan dalam melindungi data sensitif yang dikirim melalui email. Penggunaan metode kriptografi, khususnya algoritma Advanced Encryption Standard (AES), sangat penting untuk menjaga kerahasiaan dan integritas informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan AES dalam sistem email dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE). Melalui metode AES-256, peneliti menganalisis bahwa meskipun AES efektif, terdapat kelemahan dalam implementasinya yang dapat membahayakan keamanan data. Rekomendasi diberikan untuk mengintegrasikan metode kriptografi tambahan dan melaksanakan pelatihan rutin, serta evaluasi sistem secara berkala. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi instansi pemerintah lain dalam meningkatkan keamanan informasi.Kata kunci : Kriptografi; Algoritma Advanced Encryption Standard (AES) 256 Bit; Tanda Tangan Elektronik (TTE); Abstract - In the context of rapid technological developments, information security has become crucial, especially in official communications within government agencies. The Gorontalo Province Communication and Informatics Office (Kominfotik) faces challenges in protecting sensitive data sent via email. The use of cryptographic methods, specifically the Advanced Encryption Standard (AES) algorithm, is crucial for maintaining the confidentiality and integrity of information. This study aims to analyse the application of AES in email systems and the challenges faced in implementing Electronic Signatures (TTE). Using the AES-256 method, the researcher analyses that although AES is effective, there are weaknesses in its implementation that can compromise data security. Recommendations are given for integrating additional cryptographic methods and conducting routine training and periodic system evaluations. The results of this research are expected to serve as a reference for other government agencies in improving information security.Keywords: Cryptography; Advanced Encryption Standard (AES) 256-bit Algorithm; Electronic Signature (TTE);
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Laboratorium (SIMLAB) sebagai Upaya Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium (Studi Kasus : Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus) Febrina Larasati; Noor Latifah; Fajar Nugraha

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10574

Abstract

Abstrak - Laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pembelajaran berbasis praktikum di perguruan tinggi. Fakultas pertanian universitas Muria Kudus sendiri mengelola beberpa laboratorium yang digunakan secara intensif dalam kegiatan praktikum dan penelitian. Namun, proses pengelolaan laboratorium seperti penjadwalan praktikum, pengelolaan inventaris dan peminjaman alat, serta monitoring asisten praktikum yang dilakukan manual sehingga menimbulkan permasalahan efisiensi, inkonsistensi data dan keterbatasan kualitas layanan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang sebuah sistem informasi pengelolaan laboratorium berbasis website dengan pendekatan Customer Relationship Management. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara serta studi pustaka. Menggunakan metode pengembangan model Waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian dan pemeliharaan. Hasil pengujian fungsional sistem menunjukkan bahwa keseluruhan fungsi sistem mampu untuk mendukung aktivitas pengelolaan laboratorium secara optimal sesuai kebutuhan pengguna.Kata kunci : asisten praktikum; laboratorium; sistem informasi manajemen; Abstract Laboratories play an important role in supporting practicum-based learning activities in higher education. The Faculty of Agriculture at Universitas Muria Kudus manages several laboratories that are intensively used for practicum and research activities. However, laboratory management processes such as practicum scheduling, inventory management and equipment borrowing, as well as the monitoring of laboratory assistants are still carried out manually, resulting in efficiency issues, data inconsistencies, and limitations in service quality. This study aims to design a web-based laboratory management information system using a Customer Relationship Management (CRM) approach. The research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and literature studies. The system development follows the Waterfall model, which consists of requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance stages. The results of functional testing indicate that all of the system functions are able to optimally support laboratory management activities in accordance with user requirements.Keywords : lab assistant; laboratory; management information system;
Evaluasi Usability Sistem Jaringan Administrasi Barang Menggunakan USE Questionnaire Yuda Yanuar Firmasnyah; Hardiyan Hardiyan; Yunita Yunita

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9835

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas dan usability dari sistem jaringan komputer dalam mendukung proses administrasi penerimaan dan pengeluaran barang di PT. Lion Super Indo Taman Palem. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan sistem jaringan yang handal untuk menunjang efisiensi kerja dan akurasi operasional dalam lingkungan ritel modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode observasi, wawancara, serta penyebaran kuesioner yang mengacu pada framework USE Questionnaire (Usefulness, Ease of Use, Ease of Learning, Satisfaction) kepada 40 responden. Hasil uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,922). Temuan penelitian menunjukkan bahwa komponen Ease of Learning memperoleh skor tertinggi (2,63 – cukup baik), sedangkan Usefulness (2,18), Ease of Use (2,48), dan Satisfaction (1,59) masih tergolong rendah. Hambatan utama yang diidentifikasi adalah koneksi jaringan tidak stabil, spesifikasi perangkat keras yang kurang memadai, serta keterbatasan sinyal access point pada area kerja tertentu. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur jaringan, penambahan access point, peningkatan spesifikasi perangkat, dan pelatihan pengguna secara berkala guna meningkatkan efektivitas dan usability sistem.Kata Kunci: usability; efektivitas; USE Questionnaire; Abstract - This study aims to analyze the effectiveness and usability level of the computer network system in supporting goods administration processes at PT. Lion Super Indo Taman Palem. The research is motivated by the need for a reliable network system to ensure operational efficiency and accuracy in the modern retail environment. A descriptive quantitative approach was used, with data collected through observation, interviews, and a questionnaire based on the USE Questionnaire framework (Usefulness, Ease of Use, Ease of Learning, Satisfaction) administered to 40 respondents. Validity and reliability testing using SPSS showed high instrument reliability (Cronbach’s Alpha = 0.922). The findings revealed that Ease of Learning had the highest score (2.63 – fair), while Usefulness (2.18), Ease of Use (2.48), and Satisfaction (1.59) remained low. Key issues included unstable network connectivity, inadequate hardware specifications, and poor signal coverage in some work areas. The study recommends improvements in network infrastructure, addition of access points, hardware upgrades, and periodic user training to enhance overall system effectiveness and usability.Keywords: usability; effectiveness; USE Questionnaire;
Pemeliharaan dan Penyiraman Tanaman Pot Berbasis IoT dan Machine Learning dengan Rekomendasi Perawatan Tanaman Muhammad Hidayatul Arifin; Dedy Kiswanto; Muhammad Raffi Akbar Tanjung; Ririn Amelia Br Siregar

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10275

Abstract

Abstrak - Metode irigasi konvensional sering kali memiliki keterbatasan dalam merespons dinamika mikroklimat, yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pemeliharaan tanaman otonom yang memadukan teknologi Internet of Things (IoT) dengan Hybrid Artificial Intelligence dalam kerangka arsitektur server terpusat (VPS). Berbeda dengan sistem berbasis penjadwalan waktu (timer), solusi ini menerapkan algoritma Decision Tree untuk menghasilkan keputusan adaptif yang didasarkan pada pembacaan sensor secara real-time. Pendekatan metodologi mencakup pembangkitan 3.000 data latih sintetis berdasarkan logika pakar guna melatih model dalam menangani berbagai skenario kompleks, termasuk kondisi kekeringan ekstrem dan anomali pencahayaan. Hasil evaluasi komputasional menunjukkan kinerja sistem yang presisi, dengan akurasi diagnosis mencapai 100% dan rata-rata kesalahan prediksi volume air (Mean Absolute Error) hanya sebesar 0,66 ml. Lebih lanjut, pengujian fungsional pada perangkat keras memvalidasi stabilitas dan responsivitas sistem dalam menjalankan logika kendali cerdas, seperti penundaan penyiraman saat suhu tinggi (Smart Delay) dan penguncian pompa otomatis pada malam hari (Night Mode). Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam arsitektur IoT terpusat efektif untuk mewujudkan sistem manajemen tanaman yang presisi, adaptif terhadap lingkungan, dan handal untuk implementasi praktis.Kata kunci : Internet of Things; Machine Learning; Perawatan Tanaman; Smart Farming; Irigrasi Tanaman; Abstract - Conventional irrigation methods often have limitations in responding to microclimate dynamics, potentially disrupting plant growth. This study aims to design an autonomous plant maintenance system that combines Internet of Things (IoT) technology with Hybrid Artificial Intelligence within a centralized server (VPS) architecture. Unlike timer-based systems, this solution applies a Decision Tree algorithm to generate adaptive decisions based on real-time sensor readings. The methodological approach includes generating 3,000 synthetic training data sets based on expert logic to train the model to handle various complex scenarios, including extreme drought conditions and lighting anomalies. Computational evaluation results demonstrate precise system performance, with a diagnostic accuracy reaching 100% and an average water volume prediction error (Mean Absolute Error) of only 0.66 ml. Furthermore, functional testing on hardware validates the system's stability and responsiveness in executing intelligent control logic, such as delaying watering during high temperatures (Smart Delay) and automatic pump locking at night (Night Mode). This study concludes that the integration of AI within a centralized IoT architecture is effective in realizing a precise, environmentally adaptive, and reliable plant management system for practical implementation.Keywords: Internet of Things; Machine Learning; Plant Care; Smart Farming; Plant Irrigation;
Model Desain Sistem Informasi Inklusif Berbasis Human Centered Design untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Aan Ansen Andryadi; Ridwan Zulkifli; Ratnasari Ratnasari; Indra Indra; Hendra Purnama; Sri Afriliani; Hasna Maulani Mukarom; Awaluna Nurdilan Rahmadhita

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10550

Abstract

Abstrak - Transformasi digital di perguruan tinggi menawarkan peluang untuk memperluas akses pendidikan, namun sering kali menyisakan hambatan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus (MBK) akibat desain sistem informasi yang tidak inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model desain sistem informasi akademik inklusif berbasis Human-Centered Design (HCD) yang mengintegrasikan standar aksesibilitas dan mekanisme kolaboratif antar pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods (kualitatif dan kuantitatif) mengikuti siklus iteratif ISO 9241-210 yang dilaksanakan di tiga perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pengumpulan data melibatkan 60 responden yang terdiri dari MBK, dosen, dan staf Unit Layanan Disabilitas (ULD) melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi partisipatif, serta survei. Evaluasi teknis dilakukan menggunakan standar WCAG 2.1, sementara evaluasi kegunaan diukur menggunakan System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionnaire (UEQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan HCD berhasil mengidentifikasi empat kebutuhan utama: aksesibilitas adaptif, navigasi sederhana, integrasi layanan MBK-Dosen-ULD, dan kompatibilitas teknologi bantu. Prototipe yang dikembangkan mampu menurunkan temuan kritis aksesibilitas sebesar lebih dari 60% sesuai standar WCAG 2.1. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan signifikan pada skor SUS dari 54,2 (kategori rendah) pada sistem lama menjadi 85 (kategori Excellent) pada prototipe, serta pencapaian kategori Excellent pada dimensi UEQ. Peningkatan kepuasan pengguna tercatat sebesar 40%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model desain berbasis HCD efektif dalam menciptakan ekosistem digital yang ramah disabilitas, mengurangi beban kognitif pengguna, serta memfasilitasi interaksi akademik yang lebih adil dan kolaboratif.Kata Kunci: Aksesibilitas Digital; Human-Centered Design (HCD); Mahasiswa Berkebutuhan Khusus; Pendidikan Tinggi; Sistem Informasi Inklusif; Abstract - Digital transformation in higher education offers opportunities to expand educational access, yet often creates barriers for students with special needs (MBK) due to non-inclusive information system designs. This study aims to develop an inclusive academic information system design model based on Human-Centered Design (HCD) that integrates accessibility standards and collaborative mechanisms among stakeholders. This research employed a mixed-methods approach following the iterative cycle of ISO 9241-210, conducted at three state universities in Central Java and Yogyakarta. Data collection involved 60 respondents comprising MBK, lecturers, and Disability Service Unit (ULD) staff through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), participatory observation, and surveys. Technical evaluation was conducted using WCAG 2.1 standards, while usability was measured using the System Usability Scale (SUS) and User Experience Questionnaire (UEQ). The results indicate that HCD implementation successfully identified four key needs: adaptive accessibility, simple navigation, MBK-Lecturer-ULD service integration, and assistive technology compatibility. The developed prototype reduced critical accessibility issues by over 60% according to WCAG 2.1 standards. Quantitatively, there was a significant increase in the SUS score from 54.2 (low category) in the legacy system to 85 (Excellent category) in the prototype, along with achieving an Excellent rating across UEQ dimensions. User satisfaction increased by 40%. This study concludes that the HCD-based design model is effective in creating a disability-friendly digital ecosystem, reducing user cognitive load, and facilitating fairer and more collaborative academic interactions.Keywords: Digital Accessibility; Higher Education; Human-Centered Design (HCD); Inclusive Information Systems Students with Special Needs;