cover
Contact Name
Zulfan Zainal
Contact Email
zulfanzainal@serambimekkah.ac.id
Phone
+6281360353540
Journal Mail Official
jnkti@serambimekkah.ac.id
Editorial Address
Gedung H Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah Jl. T. Imum Lueng Bata, Batoh, Kota Banda Aceh - Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi
ISSN : 26208342     EISSN : 26213052     DOI : https://doi.org/10.32672/jnkti.v8i2
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi adalah jurnal nasional yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Komputer Universitas Serambi Mekkah tahun 2018 dan telah Terakreditasi SINTA 5. Jurnal ini terbit sebanyak enam edisi dalam satu tahun yaitu setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember baik cetak (P-ISSN : 2620-8342) dan online (E-ISSN: 2621-3052). Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang Komputer dan Teknologi Informasi dengan scope Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem Informasi, Jaringan Komputer, Elektronika dan Sistem Kontrol, Multimedia dan Pengolahan Citrat Digital serta bidang Komputer dan Informatika lainnya yang relevan. Artikel yang dikirimkan ke JNKTI dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Setiap artikel yang dipublikasi dalam jurnal ini akan direview terlebih dahulu dengan metode Peer-Review dan hanya artikel yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan. Artikel-artikel yang telah dipublikasikan oleh JNKTI juga sudah diindeks oleh beberapa lembaga indeksasi seperti Google Scholar, Garuda, CrossRef, BASE, Moraref dan SINTA. Bidang bidang fokus penelitian yang akan dipublikasi dalam jurnal ini antara lain : Bidang Rekayasa Perangkat Lunak Bidang Jaringan Komputer Bidang Multimedia dan Pengolahan Citra Digital Bidang Komputasi Bidang Sistem dan Teknologi Informasi Bidang Kecerdasan Buatan Multidisiplin ilmu lainnya yang relevan
Articles 1,386 Documents
Perancangan Sistem Administrasi Pemberkasan Berbasis Web pada Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Timur Ihsan Nur Rahman; Yunita Yunita; Suwanda Aditya Saputra

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9855

Abstract

Abstrak - Perkembangan teknologi informasi telah mendorong institusi pemerintahan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan administrasi. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Timur masih menggunakan sistem pemberkasan manual yang rentan menimbulkan berbagai permasalahan, antara lain keterlambatan proses, risiko kehilangan data, serta kesulitan dalam pemantauan berkas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem administrasi pemberkasan berbasis web yang mampu mengatasi kelemahan tersebut sekaligus mendukung peningkatan kinerja administrasi internal. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah waterfall model dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, serta pemeliharaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pihak terkait, serta studi pustaka. Hasil penelitian berupa sistem berbasis web yang menyediakan fitur manajemen pengguna, pengelolaan berkas, rekap laporan, dan pemantauan status disposisi yang dapat diakses oleh berbagai peran, yaitu penyidik, kanit, kaurbin ops, kasatreskrim, dan admin. Sistem ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan akurasi, transparansi, serta keamanan data. Dengan demikian, perancangan ini diharapkan dapat menjadi solusi digital pemberkasan internal di lingkungan kepolisian dan berpotensi menjadi model penerapan e-government pada instansi kepolisian lainnya.Kata kunci: Sistem Informasi; Administrasi; Web; Pemberkasan; Satreskrim; Polres Kutai Timur; Abstract - The development of information technology has encouraged government institutions to improve effectiveness and efficiency in administrative management. The Criminal Investigation Unit (Satreskrim) of the East Kutai Police Department still employs a manual filing system, which is prone to various issues, including process delays, risk of data loss, and difficulties in monitoring case files. This study aims to design a web-based administrative filing system that can address these weaknesses while supporting the enhancement of internal administrative performance. The system development method applied is the waterfall model, consisting of requirement analysis, design, implementation, testing, and maintenance stages. Data collection techniques include observation, interviews with relevant stakeholders, and literature review. The research results in a web-based system equipped with features such as user management, file management, report recapitulation, and disposition status monitoring, accessible to various roles including investigators, unit heads, operations coordinators, the head of the criminal investigation unit, and administrators. This system not only accelerates administrative processes but also enhances accuracy, transparency, and data security. Thus, the proposed design is expected to serve as a digital solution for internal filing within the police environment and holds the potential to become a model for e-government implementation in other police institutions.Keywords: Information System; Administration; Web; Filing; Satreskrim; Kutai Timur Police;
Pengembangan Decentralized Application (Dapp) Berbasis Web 3.0 untuk Minting Non-Fungible Token (NFT) Menggunakan Smart Contract Erc-721 dan InterPlanetary File System (IPFS) Dini Rohmayani; Ilham Alfath; Castaka Agus Sugianto

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9867

Abstract

Abstrak - Implementasi Non-Fungible Token (NFT) sering menghadapi masalah permanensi data karena ketergantungan pada penyimpanan terpusat yang rentan terhadap penghapusan dan perubahan. Penelitian ini mengembangkan aplikasi web berbasis Decentralized Application (DApp) untuk pembuatan Non-Fungible Token (NFT) yang mengintegrasikan InterPlanetary File System (IPFS) dengan Smart Contract ERC-721 pada blockchain Ethereum. Metode pengembangan menggunakan pendekatan waterfall dengan implementasi React.js dan Next.js untuk frontend serta Solidity untuk smart contract. Sistem dirancang dengan arsitektur three-tier yang memfasilitasi pembuatan koleksi Non-Fungible Token (NFT) melalui kontrak Factory dan pengelolaan token melalui NFTCollection, dengan metadata dan aset digital disimpan menggunakan Content Identifier (CID) pada InterPlanetary File System (IPFS). Pengujian blackbox menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai spesifikasi, sementara User Acceptance Testing (UAT) dengan 24 responden menghasilkan tingkat penerimaan 90%. Hasil penelitian membuktikan bahwa integrasi InterPlanetary File System (IPFS) dengan smart contract ERC-721 dapat mengatasi permasalahan permanensi metadata dan aset digital, sekaligus menyederhanakan proses minting Non-Fungible Token (NFT) bagi pengguna non-teknis melalui antarmuka yang intuitif.Kata kunci: Non-Fungible Token (NFT); ERC-721; IPFS; Kontrak Pintar; Blockchain; Abstract - Podo Practical implementations of Non-Fungible Tokens (NFTs) often face data permanence issues due to reliance on centralized storage systems vulnerable to deletion and modification. This research develops a web-based Decentralized Application (DApp) for NFT creation that integrates the InterPlanetary File System (IPFS) with ERC-721 Smart Contracts on the Ethereum blockchain. The development methodology employs a waterfall approach with React.js and Next.js for frontend implementation and Solidity for smart contracts. The system is designed with a three-tier architecture facilitating NFT collection creation through the NFTFactory contract and token management through NFTCollection, with metadata and digital assets stored using Content Identifiers (CID) on IPFS. Black box testing demonstrates that all system functions operate according to specifications, while User Acceptance Testing (UAT) with 24 respondents yields an acceptance rate of 90%. The research findings prove that integrating IPFS with ERC-721 smart contracts addresses metadata and digital asset permanence issues while simplifying the NFT minting process for non-technical users through an intuitive interface.Keywords: Non-Fungible Token (NFT); ERC-721; IPFS; Smart Contract; Blockchain;
Identifikasi Best Practice Pengembangan Sistem Informasi Melalui Perbandingan Model SDLC: Tinjauan Literatur Aan Ansen Andryadi; Ridwan Zulkifli; Fikri Amrullah; Novia Nurul Puspita; Frinska Putra Pratama; Dhita Ayu Amalia; Syifa Aulya; Nadya Sri Agustina; Melati Nuraeni

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10583

Abstract

Abstrak - Pengembangan sistem informasi memerlukan metodologi yang tepat untuk memastikan perangkat lunak dapat dibangun secara efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berbagai model Software Development Life Cycle (SDLC) seperti Waterfall, Agile, Spiral, dan Prototype telah banyak digunakan, namun setiap model memiliki karakteristik, kelebihan, serta keterbatasan yang berbeda sehingga tidak terdapat satu pendekatan yang bersifat universal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi best practice pengembangan sistem informasi melalui perbandingan keempat model SDLC menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses penelitian dilakukan melalui tahapan perencanaan, pencarian, seleksi, serta sintesis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Waterfall cocok untuk kebutuhan stabil dan terdokumentasi, Agile efektif pada lingkungan dinamis dan adaptif, Spiral sesuai untuk proyek kompleks dengan risiko tinggi, sedangkan Prototype membantu klarifikasi kebutuhan pengguna pada tahap awal. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan proyek sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara karakteristik proyek dan model pengembangan yang digunakan. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis sebagai panduan pemilihan metodologi SDLC guna meningkatkan keberhasilan pengembangan sistem informasi.Kata kunci: Software Development Life Cycle; SDLC; Waterfall; Agile; Spiral; Prototype; Systematic Literature Review; Pengembangan Sistem Informasi; Abstract - Information system development requires an appropriate methodology to ensure that software can be delivered effectively, efficiently, and aligned with user requirements. Various Software Development Life Cycle (SDLC) models, including Waterfall, Agile, Spiral, and Prototype, have been widely adopted; however, each model possesses distinct characteristics, strengths, and limitations, making no single approach universally applicable. This study aims to identify best practices in information system development by comparing these four SDLC models using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The research process involves planning, searching, screening, and synthesizing relevant scientific literature. The results indicate that the Waterfall model is suitable for stable and well-defined requirements, Agile is effective in dynamic and adaptive environments, Spiral is appropriate for complex and high-risk projects, while the Prototype model facilitates early clarification of user requirements. The findings emphasize that project success largely depends on the alignment between project characteristics and the chosen development methodology. This study provides practical recommendations to support decision-making in selecting suitable SDLC approaches for improving the success of information system development projects.Keywords: Software Development Life Cycle; SDLC; Waterfall; Agile; Spiral; Prototype; Systematic Literature Review; Information System Development;
Diferensiasi Diagnosa Penyakit Lambung Berbasis Forward Chaining: Studi Kasus Klinik Dr. Hurus dengan Evaluasi Black Box Testing Rina Mayanti; Sekar Ageng Pratiwi; Syifa Afidah Nurul Arifin; Veronica Jessica Sabrina; Dsalma Wisnu Khaliza

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9815

Abstract

Abstrak - Penelitian ini mengkaji implementasi sistem pakar yang menggunakan metode forward chaining untuk diagnosis penyakit lambung di Klinik Dr. Hurus. Penelitian ini didorong oleh kebutuhan akan sistem yang mampu meniru proses berpikir ahli dalam mengidentifikasi dan menentukan jenis penyakit berdasarkan gejala yang dialami pasien, terutama yang terkait dengan gangguan lambung. Sistem ini dikembangkan menggunakan dataset gejala yang diperoleh dari sumber medis terpercaya, termasuk jurnal ilmiah yang direview oleh rekan sejawat dan situs web kesehatan resmi, yang kemudian diformulasikan menjadi aturan relasional yang menghubungkan gejala dengan penyakit spesifik. Metode forward chaining diterapkan untuk secara sistematis melacak gejala secara bertahap menuju kesimpulan diagnostik. Pengujian dilakukan menggunakan 50 dataset gejala pasien, dan sistem ini mencapai tingkat akurasi 92% dibandingkan dengan diagnosis yang diberikan oleh ahli medis. Hasil diagnosis yang dihasilkan oleh sistem ini dapat berfungsi sebagai referensi awal bagi pasien dalam menentukan pengobatan yang tepat atau langkah pencegahan sebelum kondisi mereka memburuk. Selain meningkatkan efisiensi diagnosis di Klinik Dr. Hurus, sistem ini juga bertujuan untuk meminimalkan potensi kesalahan manusia dan meningkatkan akurasi serta kualitas proses diagnosis.Kata kunci: Forward Chaining; Sistem Pakar; Penyakit Lambung; Diagnosis; Sistem Pendukung Keputusan; Abstract - This research examines the implementation of an expert system employing the forward chaining method for the diagnosis of gastric diseases at Dr. Hurus Clinic. The study is motivated by the need for a system capable of replicating an expert’s reasoning in identifying and determining the type of disease based on the symptoms experienced by patients, particularly those associated with gastric disorders. The system was developed using symptom datasets obtained from credible medical sources, including peer-reviewed journals and official health websites, which were subsequently formulated into relational rules linking symptoms to specific diseases. The forward chaining method was applied to systematically trace symptoms in a progressive manner toward a diagnostic conclusion. Testing was conducted using 50 patient symptom datasets, and the system achieved an accuracy rate of 92% when compared with diagnoses provided by medical experts. The diagnostic results generated by this system can serve as an initial reference for patients in determining appropriate treatment or preventive measures prior to the worsening of their condition. Beyond improving diagnostic efficiency at Dr. Hurus Clinic, the system also aims to minimize the potential for human error and to enhance the accuracy and quality of the diagnostic process.Keywords: Forward Chaining; Expert System; Gastric Disease; Diagnosis; Decision Support System;
Analisis Spasial Sebaran CCTV Menggunakan K-Means Clustering untuk Optimalisasi Penempatan CCTV Raden Roro Dalilati Nabilah Karamina; Andhy Permadi; Noor Wahyudi; Yunita Ardilla

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9859

Abstract

Abstrak - Sistem transportasi cerdas menjadi solusi vital untuk manajemen lalu lintas di perkotaan, dengan kamera Closed-Circuit Television (CCTV) sebagai komponen utama. Di Kota X, implementasi sistem transportasi cerdas mengandalkan 580 unit CCTV yang tersebar di berbagai titik. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah perangkat, tantangan muncul dalam mengelola distribusinya yang sering kali tidak merata. Hal ini berpotensi menciptakan blind spot dan menghambat perencanaan penempatan CCTV baru yang berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan K-Means Clustering untuk menganalisis sebaran lokasi CCTV. Data 580 titik lokasi CCTV diproses dan dikelompokkan menggunakan algoritma ini, dengan menggunakan Metode Elbow, nilai optimal Cluster ditetapkan pada K=3. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebaran CCTV di Kota X tidak merata, dengan adanya area-area yang kurang terpantau. Analisis lebih lanjut berdasarkan kepadatan Cluster  (rasio luas area per jumlah CCTV) mengidentifikasi Cluster 1 sebagai area yang paling jarang terpasang CCTV. Cluster  ini berlokasi di Bagian Barat Kota X dan memiliki skor kepadatan tertinggi, yaitu 1.700.779,70 m²/CCTV. Berdasarkan temuan ini, centroid dari Cluster tersebut direkomendasikan sebagai lokasi prioritas untuk penambahan CCTV baru. Penelitian ini menunjukkan bahwa K-Means Clustering dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk menyediakan rekomendasi strategis dalam mengoptimalkan sistem pengawasan lalu lintas. Kata kunci: Analisis Spasial; CCTV; K-Means Clustering; Optimalisasi Penempatan;Abstract - Intelligent transportation systems are becoming a vital solution for urban traffic management, with Closed-Circuit Television (CCTV) cameras serving as a core component. In X City, the city’s intelligent transport system relies on 580 CCTV units strategically placed throughout the area. However, as the number of devices increases, managing their distribution efficiently becomes a challenge. The lack of a systematic data-driven analysis of CCTV locations can lead to imbalanced surveillance and create potential blind spots, hindering the planning of new CCTV placements. This research aims to address this problem by applying K-Means Clustering to analyze the spatial distribution of CCTV locations. Data from 580 CCTV points were pre-processed and then grouped using this algorithm, using the Elbow Method, the optimal number of Clusters was determined to be K=3. The analysis revealed that the distribution of CCTV in X City is uneven, with certain areas being less monitored. Further analysis based on Cluster density (the ratio of area size to the number of CCTVs) identified Cluster 1 as the area with the sparsest CCTV coverage. This Cluster , located on the West side of X City, had the highest density score of 1,700,779.70 m²/CCTV. Based on these findings, the centroid of this Cluster  is recommended as a priority location for adding new CCTV units. This study demonstrates that K-Means Clustering can be used as an effective approach for providing strategic recommendations to optimize traffic surveillance systems. Keywords: Spatial Analysis; CCTV; K-Means Clustering; Steganography;
Perancangan Sistem Informasi Reservasi Resort Pijar Park Kudus dengan Payment Gateway dan E-Ticket QR Code Jhany Feronica Ardina; Yudie Irawan; R. Rhoedy Setiawan

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10568

Abstract

Abstrak - Resort Pijar Park Kudus merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menyediakan layanan penginapan, namun proses reservasi yang masih dilakukan secara manual menimbulkan berbagai permasalahan seperti keterlambatan konfirmasi, risiko kesalahan pencatatan, serta keterbatasan informasi ketersediaan kamar secara real time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi reservasi Resort Pijar Park Kudus berbasis web yang terintegrasi dengan payment gateway dan e-ticket berbasis QR Code guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, dengan pengembangan sistem menggunakan metode prototype serta pemodelan Unified Modeling Language (UML). Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, dan basis data MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu memfasilitasi proses pemesanan kamar secara online, menyediakan informasi ketersediaan kamar secara real time, mendukung pembayaran digital yang aman, serta menghasilkan e-ticket berbasis QR Code sebagai bukti reservasi dan proses check-in. Implementasi sistem ini terbukti membantu pengunjung dalam melakukan reservasi dengan lebih mudah serta meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan pelaporan bagi pihak pengelola resort.Kata kunci : Sistem Informasi; Reservasi Online; Payment Gateway; E-Ticket; QR Code; Abstract - Pijar Park Resort Kudus is a nature-based tourist destination that provides accommodation services; however, the reservation process is still conducted manually, leading to several issues such as delayed confirmation, data recording errors, and limited access to real-time room availability information. This study aims to design a web-based reservation information system for Pijar Park Resort Kudus integrated with a payment gateway and QR Code-based e-ticket to improve service efficiency and effectiveness. The research method employed a qualitative approach through observation, interviews, and literature studies, while system development utilized the prototype method and Unified Modeling Language (UML) modeling. The system was developed using PHP, HTML, and MySQL database. The results indicate that the proposed system is capable of facilitating online room reservations, providing real-time room availability information, supporting secure digital payments, and generating QR Code-based e-tickets as proof of reservation and check-in. The implementation of this system enhances customer convenience and significantly improves data management and reporting processes for resort management.Keywords: Information System; Online Reservation; Payment Gateway; E-Ticket; QR Code;
Klasifikasi Penyakit Diabetes Melitus Menggunakan LightGBM dengan Optimasi Hyperparameter Optuna Dina Aaliyah; Marsani Asfi; Putri Rizqiyah

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9738

Abstract

Abstrak − Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model klasifikasi otomatis untuk mendukung diagnosis dini menggunakan algoritma Light Gradient Boosting Machine (LightGBM) dengan optimasi hyperparameter tuning Optuna. Beberapa skenario eksperimen dilakukan, meliputi baseline LightGBM, LightGBM dengan Optuna, serta kombinasi dengan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) pada data latih dan keseluruhan data untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas. Evaluasi model menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, F1-score, dan AUC. Hasil menunjukkan bahwa skenario LightGBM + Optuna + SMOTE pada data latih memberikan keseimbangan terbaik dengan akurasi 96,82% dan AUC 0,9743, serta peningkatan recall pada kelas minoritas. Model terbaik kemudian diintegrasikan ke dalam platform berbasis web sebagai sistem pendukung diagnosis dini. Penelitian ini membuktikan bahwa optimasi hyperparameter dan penyeimbangan data berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja klasifikasi Diabetes Melitus.Kata Kunci: Diabetes Melitus; LightGBM; Optuna; SMOTE; Machine Learning; Abstract − Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease characterized by high blood glucose levels due to impaired insulin production or utilization. This study aims to develop an automated classification model to support early diagnosis using the Light Gradient Boosting Machine (LightGBM) algorithm with hyperparameter optimization via Optuna. Several experimental scenarios were conducted, including baseline LightGBM, LightGBM with Optuna, and combinations with the Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) applied to both the training data and the entire dataset to address class imbalance. Model performance was evaluated using accuracy, precision, recall, F1-score, and Area Under the Curve (AUC). The results demonstrated that the LightGBM + Optuna + SMOTE on training data achieved the best balance, with an accuracy of 96.82% and an AUC of 0.9743, while also improving recall for the minority class. The best-performing model was then integrated into a web-based platform, making it accessible to medical professionals and general users as a decision-support tool for early Diabetes Mellitus detection. This study highlights that hyperparameter optimization combined with data balancing techniques can significantly enhance classification performance.Keywords: Diabetes Mellitus; LightGBM; Optuna; SMOTE; Machine Learning;
Evaluasi dan Kalibrasi Model M/M/c untuk Sistem Antrian Restoran Cepat Saji Mie Gacoan Muhammad Rosyid Fauzan; Zulfahmi Indra; Fahra Febiana Putri; Ega Pratama

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9878

Abstract

Abstrak - Restoran cepat saji Mie Gacoan sering mengalami antrian panjang yang mengakibatkan waktu tunggu pelanggan menjadi lama dan berpotensi menurunkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem antrian dan mengidentifikasi bottleneck menggunakan model antrian M/M/c. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data waktu kedatangan dan waktu pelayanan, analisis distribusi data, pemodelan M/M/c, validasi model, serta kalibrasi empiris menggunakan Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model M/M/c standar menghasilkan error prediksi sebesar 84,9% pada hari pertama dan 83,4% pada hari kedua. Setelah kalibrasi empiris dengan faktor koreksi 6,3x, akurasi model meningkat signifikan menjadi error 4,7% dan 5,2%. Konfigurasi dual server terbukti lebih optimal dengan utilisasi 59,7% dan 62,5% serta waktu tunggu rata-rata di bawah 3,5 menit. Simpulan penelitian ini adalah model M/M/c yang dikalibrasi secara empiris mampu memprediksi kinerja sistem antrian restoran dengan lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.Kata kunci: sistem antrian; model M/M/c; bottleneck; kalibrasi empiris; restoran cepat saji; Abstract - Mie Gacoan fast food restaurants often experience long queues, resulting in long waiting times for customers and potentially reducing customer satisfaction. This study aims to evaluate the performance of the queueing system and identify bottlenecks using the M/M/c queueing model. The methods used include collecting arrival and service time data, analyzing data distribution, M/M/c modeling, model validation, and empirical calibration using Python. The results show that the standard M/M/c model produced a prediction error of 84.9% on the first day and 83.4% on the second day. After empirical calibration with a correction factor of 6.3x, the model's accuracy improved significantly to an error of 4.7% and 5.2%. The dual server configuration proved to be more optimal with a utilization of 59.7% and 62.5% and an average waiting time of less than 3.5 minutes. The conclusion of this study is that an empirically calibrated M/M/c model can predict the performance of a restaurant queuing system more accurately and can be used as a basis for operational decision making.Keywords: queueing system; M/M/c model; bottleneck; empirical calibration; fast food restaurant;
Implementasi If-Then Rules untuk Analisis Perintah Tidak Terstruktur pada Sistem Kendali Lampu Rumah Berbasis IoT Haryansyah Haryansyah; Endyk Noviyantono

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10407

Abstract

Abstrak - Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mendorong penerapan sistem otomasi rumah, khususnya pada sistem kendali lampu rumah berbasis jaringan internet. Namun, sebagian besar sistem kendali lampu yang telah dikembangkan masih mengandalkan perintah dengan struktur baku, sehingga tidak mampu mengenali variasi susunan kata yang memiliki makna sama. Selain itu, pendekatan berbasis kecerdasan buatan untuk analisis perintah cenderung memiliki kompleksitas tinggi dan membutuhkan sumber daya komputasi yang besar, sehingga kurang sesuai untuk sistem IoT berskala sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma If–Then Rules dalam menganalisis perintah tidak terstruktur pada sistem kendali lampu rumah berbasis IoT melalui website. Sistem yang dikembangkan memungkinkan pengguna memberikan perintah dengan susunan kata yang bervariasi tanpa harus mengikuti format tertentu. Algoritma If–Then Rules digunakan untuk mengidentifikasi kata kunci dan kondisi tertentu dalam perintah pengguna, kemudian menerjemahkannya menjadi aksi kendali lampu yang sesuai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengenali dan mengeksekusi berbagai variasi perintah dengan tingkat keberhasilan yang baik, serta memiliki kompleksitas sistem yang rendah dan mudah diimplementasikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi dalam pengembangan sistem kendali lampu rumah berbasis IoT yang lebih fleksibel, adaptif, dan efisien.Kata kunci: Internet of Things, Sistem Kendali Lampu; Perintah Tidak Terstruktur; If–Then Rules; Website; Abstract - The development of Internet of Things (IoT) technology has encouraged the implementation of home automation systems, particularly internet-based home lighting control systems. However, most existing lighting control systems still rely on rigid command structures, making them unable to recognize variations in word order that convey the same meaning. In addition, artificial intelligence–based approaches for command analysis tend to have high complexity and require significant computational resources, making them less suitable for small-scale IoT systems. This study aims to implement the If–Then Rules algorithm to analyze unstructured commands in an IoT-based home lighting control system through a website. The developed system allows users to issue commands with varying word arrangements without following a specific format. The If–Then Rules algorithm is used to identify keywords and specific conditions within user commands and translate them into appropriate lighting control actions. Experimental results show that the system is capable of recognizing and executing various command variations with a high success rate, while maintaining low system complexity and ease of implementation. This research is expected to serve as an alternative solution for developing more flexible, adaptive, and efficient IoT-based home lighting control systems.Keywords: Internet of Things; Home Lighting Control System; Unstructured Commands; If–Then Rules; Website;
Sistem Pendukung Keputusan untuk Rekomendasi Perumahan Menggunakan Metode Moora (Studi Kasus PT. Bumi Lingga Pertiwi Gresik) Mochammad Alfi Rosyidi; Darmawan Aditama; Indra Gita Anugrah

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9828

Abstract

Abstrak - Rumah atau tempat tinggal merupakan salah satu faktor penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Memiliki tempat tinggal sendiri merupakan impian bagi sebagian besar manusia dengan tambahan lingkungan tempat tinggal yang kondusif. Dewasa ini perkembangan perumahan baru meningkat dengan cepat dan kebanyakan manusia memilih untuk tinggal di daerah perumahan. Namun dengan banyaknya alternatif perumahan membuat calon pembeli merasa bimbang dalam memilihnya. Banyaknya alternatif perumahan serta dengan berbagai perumahan yang ditawarkan memiliki kemiripan yang sama membuat calon pembeli merasa bimbang ketika dihadapkan dengan kesesuaian kebutuhan konsumen dan produk perumahan. Dimana masing-masing rumah memiliki kriteria yang beragam dan tidak terkelompokkan Penyelesaian permasalahan dalam proses pemilihan perumahan agar dapat memperoleh hasil yang diinginkan calon pembeli maka perlu dibangunlah sebuah sistem pemilihan perumahan. Dalam pemilihan perumahan ini digunakan metode MOORA ( Multi Objective Optimization On The Basic Of Ratio Analysis ) adalah metode yang mengoptimalkan dua atau lebih atribut yang saling bertentangan secara bersamaan. Metode ini memiliki tingkat penyaringan alternatif yang baik karena dapat menentukan tujuan dari kriteria yang bertentangan. Dimana kriteria dapat bernilai benefit ( menguntungkan ) atau cost ( tidak menguntungkan ).Kata Kunci : Multi Objective Optimization On The Basic Of Ratio Analysis (MOORA); Perumahan; Sistem Pendukung Keputusan; Abstract - A house or residence is one of the essential factors in human life. Owning a home is a dream for most people, especially when supported by a conducive living environment. Nowadays, the development of new housing areas is rapidly increasing, and most people prefer to live in residential complexes. However, the abundance of housing alternatives often causes potential buyers to feel uncertain when choosing a residence that best suits their needs and preferences. The similarity among housing options and the diversity of ungrouped criteria further complicate the decision-making process. To assist potential buyers in selecting the most suitable housing, a Decision Support System (DSS) is required to provide recommendations based on predetermined criteria. This study employs the MOORA (Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis) method, which optimizes two or more conflicting attributes simultaneously. MOORA offers an effective filtering capability as it determines priorities based on criteria categorized as benefit (advantageous) or cost (disadvantageous). By applying this method, the system is expected to help potential buyers obtain the most optimal housing choice according to their needs.Keywords: MOORA; Housing; Decision Support System; Alternative Selection;