Articles
5,428 Documents
Pengaruh Metode Jajar Samping (JAMPING) pada Satuan Konversi Matematika dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
Dela Abesta Sari;
Murfiah Dewi Wulandari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3272
Rendahnya minat belajar matematika menuntut guru untuk kreatif dan inovatif. Tujuan pembelajaran ini yaitu mengukur besarnya pengaruh metode jamping dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design tipe one group Pretest-posttest design (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nonprobability sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan teknik pretest dan posttest. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari uji prasyarat dan uji hipotesis dan uji hipotesis. Hasil pretest menunjukkan sebelum diberi perlakuan metode jajar samping (jamping), siswa banyak yang memperoleh nilai dibawah KKM. Terdapat 5 siswa yang mendapat nilai diatas KKM dan 21 siswa mendapat nilai dibawah KKM. Setelah diberi perlakuan metode jajam samping (jamping) diperoleh bahwa banyak siswa yang sudah mendapatkan nilai diatas KKM. Hasil uji paired sample test diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Makna dari Ho ditolak dan Ha diterima yaitu sesuai dengan hipotesis bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan metode jajar samping (jamping) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV.
Relevansi Pedagogik Kritis dalam Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0
Angga Angga;
Tatang Muhtar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3112
Pendidikan Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada problematika yang bersifat fundamental. Baik itu menyangkut persoalan seputar pendidik, siswa, pembelajaran, dan mutu pendidikan. Terutama, persoalan pendidik sebagai pemimpin pembelajaran yang mengemban tugas semakin banyak dalam memasuki jaman Revolusi Industri 4.0 sekarang ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang relevansi pedagogik kritis dalam pendidikan di era Revolusi Industri 4.0. Metode yang digunakan yaitu Studi Literatur dengan mengkaji berbagai sumber yang relevan dengan topik bahasan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendidik diharuskan mempunyai berbagai kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang pesat sekarang. Selain itu, pendidik diupayakan memiliki pemahaman mengenai pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pedagogik kritis. Pemahaman mengenai pedagogik kritis ini dimaksudkan agar pendidik dapat mendorong peserta didiknya dalam menjawab tantangan jaman di masa mendatang. Peserta didik memiliki kecakapan hidup yang diperlukan di masa depan kelak. Karena itu, pembelajaran seyogyanya memiliki makna bagi peserta didik sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan mereka. Para pendidik sudah semestinya menyesuaikan prinsip-prinsip lama dan menjadikan pedagogik kritis ini sebagai pendekatan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, khususnya di Sekolah Dasar. Dengan demikian, maka artikel ini membahas sejauhmana dampak dari penyelenggaraan pedagogik kritis terhadap guru sekolah dasar dalam Revolusi Industri 4.0 saat ini.
Implementasi Model Pembelajaran Blended Learning di Masa Pandemi Covid-19: Meta-Analisis
Hendra Saputra Batubara;
Afif Rahman Riyanda;
Rahmawati Rahmawati;
Ambiyar Ambiyar;
Agariadne Dwinggo Samala
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2816
Pandemi COVID-19 juga telah merubah tatanan sistem pendidikan di seluruh dunia, hal ini mengakibatkan terjadinya penutupan lembaga pendidikan seperti sekolah dan juga perguruan tinggi secara total. Dimasa pandemi covid-19, lembaga pendidikan harus dituntut untuk mengadopsi model pembelajaran terbaik agar proses pembelajaran tetap berlangsung. Salah satu solusi yang bisa diterapkan oleh lembaga pendidikan agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik adalah dengan menerapkan model pembelajaran blended learning. Metode yang diterapkan dalam riset ini merupakan meta analisis. Peneliti mengkaji 10 artikel, dimana artikel yang digukan merupakan hasil pencarian melalui google scholar dan aplikasi publish or perish. Dari hasil analisis Implementasi model pembelajaran blended Learning dimasa pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap hasil belajar, ditunjukkan dengan size effect size 1,23 dalam kategori sedang. Peningkatan hasil belajar siswa tergolong tinggi, dengan rata-rata hasil 10 sampel naik menjadi 77,45 dari yang sebelumnya 56,88. Dari data tersebut terlihat adanya peningkatan yang jelas yaitu 20,57. Artinya model pembelajaran blended Learning ini berpengaruh positif terhadap hasil belajar selama penerapannya dimasa pandemi Covid-19.
Pengembangan Media Game Edukasi ”Marbel Fauna” pada Siswa Sekolah Dasar
Arosyid Wahyu Nugroho;
Samsul Ma’arif
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3326
Salah satu kunci pada suksesnya pembelajaran ialah dengan mudahnya anak dalam memahami pelajaran. Hal ini tentunya perlu didukung oleh prangkat pembelajaran yang menarik seperti media pembelajaran. akan tetapi pada kenyataannya masih banyak pendidik yang masih menggunakan metode konvensional (ceramah) yang dimana hal tersebut hanya akan membuat peserta didik bosan. Rendahnya kemampuan pendidik dalam mengembangkan media membuat peneliti tertarik melakukan penelitian Pengembangan Media game edukasi dengan aplikasi marbel fauna yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa sehingga hasil belajar meningkat. Riset ini bertujuan untuk menguji efektifitas game edukasi marbel fauna pada hasil belajar siswa. Pada penelitian ini menggunakan Research & Development dengan model ADDIE. Pada penelitian ini instrumen angket dipilih menjadi metode yang digunakan dalam memperoleh sempel. Jumlah siswa pada penelitian ini ialah 30 siswa. Kelas yang diujikan ialah kelas V dengan sempel 10 siswa kelompok kecil dan 20 siswa kelompok besar. Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat pengaruh peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media game edukasi, didapat hasil hipotesis dengan uji kelayakan pada kelompok kecil sebesar 86,8%, sedangkan pada kelompok besar memperoleh 87,3%. Dengan hal ini menunjukan bahwa penggunaan media game edukasi marbel fauna secara sistematik dinyatakan sangat layak digunakan pada pembelajaran di sekolah.
Penggunaan Teknik Jumping Rabbit oleh Guru pada Penjumlahan dan Pengurangan dalam Mengembangkan Keterampilan Berhitung
Galuh Karmilia Angraini;
Honest Ummi Kaltsum
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2952
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan teknik jumping rabbit oleh guru pada penjumlahan dan pengurangan dalam mengembangkan keterampilan berhitung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Wirun 5 yang terletak di Jl. Durno no 22, Dukuh Pabrik, Desa Gendengan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Subjek yang digunakan dalam penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas II SD Negeri Wirun 5. Hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan teknik jumping rabbit mampu memberikan kemudahan siswa dalam mengembangkan keterampilan berhitung dan dapat menumbuhkan sikap aktif terhadap pembelajaran khususnya matematika. Peningkatan kemampuan berhitung dapat dilihat dari peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa kelas II di SDN Wirun 5. Sebelum penerapan teknik jumping rabbit persentase ketuntasan belajar 25% atau hanya 4 siswa, kemudian setelah dilakukan pembelajaran pada tahap pertama meningkat menjadi 6 siswa dengan persentase sebesar 37,5%. Pada tahap II sebanyak 13 siswa tuntas hasil belajar yang diterapkan, ketuntasan hasil belajar meningkat menjadi 81,25%. Persentase tersebut mampu memenuhi persyaratan tuntas dari hasil belajar siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition (AIR) Berbantu Media Audio Visual Terhadap Rasa Percaya Diri Siswa Sekolah Dasar
Vebi Hasanah;
Supriansyah Supriansyah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3411
Upaya kecerdasan masyarakat dapat ditempuh dengan melanjutkan pendidikan. Di Indonesia sudah sangat canggih bagi pendidik dalam memilih model dan media pembelajaran yang kreatif dan efektif. Media yang dapat dimanfaatkan yaitu media audio visual dan model pembelajaran auditory, intellectually, repetition (AIR). Tujuan studi kasus ini ialah untuk mengetahui pengaruh model dan media ini terhadap rasa percaya diri siswa kelas IV Sekolah Dasar. Model pembelajaran auditory, intellecually, repetition (AIR) ini memberikan dampak positif bagi rasa percaya diri siswa melewati media audio visual dalam bentuk vidio dan power point karna terdapat pengaruh yang signifikan pada pembelajaran ips yang menggunakan model dan media ini. Tingkat rasa percaya diri siswa yang menggunakan Model pembelajaran auditory, intellecually, repetition (AIR) lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran yang konvensional.
Dinamika Learning Loss Materi KPK dan FPB di Masa Kebiasaan Baru
Sartika Ayu;
Nurafni Nurafni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3158
Rendahnya kemampuan siswa dalam pengetahuan dan keterampilan secara akademik secara akademik karena kurang maksimal proses pembelajaran di masa kebiasaan baru, terutama pada pelajaran matematika materi KPK serta FPB. Siswa kelas IV mengalami kesulitan untuk memahami konsep daru materi KPK serta FPB di masa kebiasaan baru. Pembelajaran tatap muka terbatas yang dilakukan tiga kali dalam seminggu dan waktu pelaksaan yang singkat, serta tingginya learning loss yang terjadi pada masa pandemi covid-19. Pada penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui perubahan learning loss materi KPK maupun FPB yang terjadi pada siswa kelas IV sekolah dasar di masa kebiasaan baru. Metode penelitian ini kualitatif studi kasus menggunakan tes kemampuan, wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian ialah 30 siswa kelas IV SDN Rawa Buaya 03 Pagi. Berdasarkan hasil yang diperoleh menyatakan bahwa siswa mengalami learning loss di masa kebiasaan baru. Kesimpulannya masih terjadi learning loss materi KPK dan FPB yang tidak terlalu tinggi dibandingkan pada pandemi covid-19.
Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan untuk Meyiapkan Pendidik pada Jenjang Sekolah Dasar
Yogi Nugraha;
Sapriya Sapriya;
Endang Danial;
Rahmat Rahmat
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3054
Dunia dihadapkan pada globalisasi yang mengharuskan setiap manusia harus siap dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di kemudian hari. Kurikulum pendidikan kewarganegaraan perlu mendapat perhatian terutama sejak proses digitalisai mulai masuk ke dunia pendidikan. Akan tetapi memang didalam perkembangan zaman tuntutan dalam pengembangan kurikulum harus terus dilakukan. Perkembangan zaman yang dimaksudkan adalah perkembangan revolusi industri 4.0 yang berkaitan dengan penggunaan teknologi digital. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui kurikulum pendidikan kewarganegaraan berbasis digital untuk menyiapkan pendidik sekolah dasar di Indonesia menghadapi era revolusi industri 4.0. Penguatan kajian kajian tersebut dilakukan menggunakan metode studi pustaka. Studi pustaka digunakan untuk memahami secara mendalam dan komprehensif tentang kurikulum pendidikan kewarganegaraan di era revolusi industri 4.0, kemudian untuk memperkuat kajian pengembangan ini, peneliti juga melakukan kajian melalui media observasi, serta observasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan kewarganegaraan seharusnya lebih diarahkan pada pengetahuan-pengetahuan terkait dengan multikulturalisme seperti yang sudah dilakukan di negara-negara maju. Kurikulum pendidikan kewarganegaraan perlu untuk memperbaharui sistem pembelajaran serta model pembelajaran mengikuti perkembangan zaman. Pada abad ke-21 ini kebutuhan akan hasil akhir dalam sebuah pendidikan bukanlah manusia-manusia yang hanya bisa membaca, menulis dan berhitung.
Potret Kurikulum Merdeka, Wujud Merdeka Belajar di Sekolah Dasar
Dewi Rahmadayanti;
Agung Hartoyo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3431
Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum alternatif mengatasi kemunduran belajar selama masa pandemi yang memberikan kebebasan “Merdeka Belajar” pada pelaksana pembelajaran yaitu guru dan kepala sekolah dalam menyusun, melaksanakan proses pembelajaran dan mengembangkan kurikulum di sekolah memperhatikan pada kebutuhan dan potensi siswa. Penelitian ini dilakukan untuk memberi gambaran Kurikulum Merdeka sebagai wujud merdeka belajar di sekolah dasar mengenai profil pelajar Pancasila, struktur Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dan perangkat ajar yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Library Research (studi kepustakaan) dan mengunjungi website yang menyajikan informasi berkaitan dengan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah dasar. Dalam persiapan implementasi Kurikulum Merdeka, guru perlu mempelajari lebih jauh mengenai Kurikulum Merdeka, mempertimbangkan projek sesuai fase siswa agar tercapai capaian pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan menyenangkan serta pelajar Pancasila yang berkompeten.
Upaya Guru dalam Melatih Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar Berbasis Teori Behaviorisme
Dwi Wulan Novitasari;
Muhammad Abduh
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3261
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi upaya guru dalam melatih disiplin siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Subyek penelitian ini yaitu guru kelas I-VI di SD Negeri 2 Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan. Hasil penelitian ini adalah (1) tingkat disiplin siswa masih kurang dilihat dari siswa yang belum memenuhi indikator disiplin, (2) upaya yang dilakukan guru dalam melatih disiplin siswa dengan menerapkan teori behaviorisme yaitu menerapkan stimulus dan respon yang berupa pemberian reward dan punishment, dan memberikan modelling (peniruan) untuk siswa dengan cara memberikan contoh sikap disiplin yang baik, (3) kendala yang dihadapi guru dalam melatih disiplin siswa yaitu adanya rasa malas dalam diri siswa untuk bersikap disiplin serta rendahnya keinginan siswa untuk bersikap disiplin, (4) solusi yang dilakukan guru dalam menghadapi kendala yaitu dengan memberikan motivasi dan pendekatan individual.