Articles
5,428 Documents
Efektifitas Graphic Organizer Story Map terhadap Kemampuan Menulis Narasi Siswa di Sekolah Dasar
Ismi Zikri;
Taufina Taufina;
Marlina Marlina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.525
Penelitian ini dilakukan atas dasar kurangnya pemahaman siswa dalam menulis narasi dan kesulitan siswa untuk mengembangkan ide atau gagasan yang ada dalam pikirannya ke bentuk tulisan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penerapan Graphic Organizer Story Map terhadap kemampuan menulis narasi siswa. Metode yang digunakan untuk penelitian ini ialah quasi eksperimen yang menggunakan desain penelitian randomize sample posttest-only control group design. Kelas eksperimen adalah siswa kelas V SD Negeri 002 Senama Nenek dan kelas control adalah siswa kelas V SD Negeri 022 Senama Nenek. Data penelitian ini diperoleh dari tes berupa hasil menulis narasi siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ttabel < thitung, berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menyimpulkan bahwa kemampuan menulis narasi siswa yang diajarkan dengan metode graphic organizer story map lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Hal ini berarti, metode graphic organizer story map berpengaruh terhadap kemampuan menulis narasi siswa
Pelaksanaan Metode Bermain Peran dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca dan Menulis pada Anak
Azizah Azizah;
Delfi Eliza
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.798
Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat penting dan menjadi perhatian yang sangat serius, karena pada tahap ini seluruh perkembangan anak berkembang dengan sangat pesat dan merupakan persiapan untuk memasuki pendidikan selanjutya. Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian ialah membaca dan menulis. Kemampuan membaca dan menulis anak usia dini merupakan salah satu yang dikembangkan dalam pendidikan anak usia dini. Untuk itu di perlukan metode yang tepat yang dapat menarik minat anak sehingga kegiatan membaca dan menulis menjadi hal yang menyenangkan bagi anak. peran pendidik dan orangtua agar perkembangan membaca dapat dikembangkan secara maksimal dan dilakukan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Salah satunya dengan menggunakan metode bermain peran.
Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Sekolah Dasar
Febrina Dafit;
Zaka Hadikusuma Ramadan
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.585
Rendahnya kemampuan literasi menyebabkan rendahnya minat baca di kalangan siswa sekolah dasar. Salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kemampuan minat baca siswa adalah dengan proram Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Namun berbagai kendala muncul terkait implementasi program GLS. Banyak guru yang mengeluhkan kurangnya motivasi dari kepala sekolah dan lingkungan masyarakat untuk memfasilitasi pelaksanaan GLS, selain itu guru juga mengeluhkkan waktu pelaksaan yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program GLS dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program GLS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode kualitatif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian dari dua sekolah terdapat beberapa tahapan GLS yang telah dilaksanakan, yaitu pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pada sekolah pertama program yang dilaksanakan adalah menulis catatan harian pada hari senin, bercerita pada hari rabu, membaca 15 menit pada hari Selasa dan Kami, tadarus pada hari jumat, lomba literasi, pemanfaatan pojok baca, pemanfaatan teras baca. Sedangkan pada sekolah kedua program GLS yang telah dilaksanakan adalah pengadaan perpustakaan sekolah, serasi (Selasa Rabu Literasi), membaca bersama setiap hari Kamis
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SENI TEMATIK DENGAN STRATEGI LESSON STUDY DI SEKOLAH DASAR
Wiwik Maladerita;
Ardipal Ardipal;
Desyandri Desyandri;
Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i3.205
Tujuan penelitian ini mengembangkan bahan ajar peserta didik. Model yang diharapkan dapat mencapai peningkatan output pada peserta didik. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D yang terdiri dari pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (dessiminate). Subjek uji coba adalah peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri 03 Tapan dan penyebaran di SDN 05 Alang Rambah. Bahan ajar peserta didik menggunakan strategi Lesson Study telah dinyatakan valid, dengan rata-rata mencapai 4.32. Hasil uji praktikalitas secara keseluruhan diperoleh persentase kepraktisan sebesar 88,2 dengan kategori sangat praktis. Selanjutnya bahan ajar peserta didik yang dikembangkan oleh peneliti telah membantu proses pembelajaran. Hasil uji efektifitas secara keseluruhan diperoleh persentase efektifitas sebesar 8,2 dengan kategori sangat efektif. Demikian, lembar kerja peserta didik yang dikembangkan oleh peneliti telah membantu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lembar kerja peserta didik dengan strategi Lesson Study di kelas V Sekolah Dasar yang telah dihasilkan dapat dinyatakan valid, praktis, dan efektif.
Etnopedagogi Pada Mata Pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) di Sekolah Dasar
Awab Syaiful Majid;
Zaka Hadikusuma Ramadan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.890
Digantinya mata pelajaran muatan lokal arab melayu menjadi muatan lokal budaya Melayu Riau dikarenakan cakupan mata pelajaran muatan lokal arab melayu lebih sempit dibandingkan budaya melayu riau, dilihat dari buku arab melayu lebih fokus kepada penulisan arab melayu dan sedikit menceritakan tentang cerita rakyat menggunakan tulisan arab melayu sedangkan dimata pelajaran budaya melayu riau mencakup bahasa, tarian, adat istiadat, penulisan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan malayu riau sehingga pembelajaran lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbasis etnopedagogi pada mata pelajaran BMR terkhusus pada karakteristik masyarakat melayu yang dilakukan di SDN 193 Pekanbaru. Peneliatian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah naturalistic inquiry. Analisis data hasil penelitian menggunakan model Miles & Huberman yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan). Dalam pembelajaran BMR guru merancang dan menggunakan media pembelajaran, yang dimulai dari penyusunan RPP dan silabus pembelajaran sesuai dengan karakteristik masyarakat melayu, selain itu media pembelajaran yang guru gunakan sudah sesuai dengan budaya melayu melayu seperti menggunakan bahasa melayu, adat melayu, kesenian melayu yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran BMR membentuk akhlak yang baik dan membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat
Apresiasi Cerita Rakyat sebagai Upaya Memperkuat Karakter Siswa dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0
Kuswara Kuswara;
Yena Sumayana
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.678
Kemajuan dunia teknologi sudah memasuki era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 merupakan optimalisasi kemajuan teknologi dengan mengubah cara kerja manusia menjadi digitalisasi. Revolusi industri tentu saja harus diimbangi dengan revolusi mental guna mempersiapkan para pengguna yang berkarakter dan berkemajuan. Di sekolah, guru harus memberikan penguatan-penguatan kepada siswa tentang dampak revolusi industri 4.0 agar karakter mereka tidak luntur serta mempunyai visi untuk maju. Cerita rakyat merupakan tradisi lisan yang diwariskan oleh para leluhur secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam cerita rakyat banyak memuat tentang sejarah, adat istiadat, pandangan hidup, politik, kepemimpinan, dan cita-cita (keinginan). Cerita rakyat berfungsi sebagai media pendidikan dan sarana hiburan guna menumbuhkan kecerdasan emosional dan sosial siswa serta dapat dijadikan sarana untuk memperkuat karakter siswa. Tujuan penulisan makalah ini untuk menguraikan kebermanfaatan apresiasi cerita rakyat bagi penguatan karakter siswa. Hal tersebut dimaksudkan bahwa kenyataan dilapangan saat ini apresiasi masyarakat khususnya siswa terhadap cerita rakyat mengalami penurunan karena tergeser oleh cerita-cerita modern. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif.
Kebijakan Pemerintah Tentang Belajar Dari Rumah Pada Masa Pandemi Di Kota Serang
Uyu Mu’awwanah;
Arita Marini;
Mohammad Syarif Sumantri
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.949
Tujuan penelitian ini dalam rangka mencegah meluasnya penularan Covid-19 pada warga sekolah khususnya dan masyarakat Kota Serang pada umumya, Pemerintah Kota Serang mengeluarkan surat edaran Nomor 421-1/2097-Dispendbudkot/2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Dari Rumah Selama Kejadian Luar Biasa Corona Virus Disease. Pelaksanaan Pembelajaran dari rumah atau pembelajaran daring menjadi kebiasaan baru yang harus dilakukan guru agar dapat terus melaksanakan tugasnya melakukan kegiatan belajar mengajar. Penulisan artikel ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi pelaksanaan pembelajaran daring di lingkungan kabupaten Serang selama masa pandemic Covid-19; 2) mengetahui hambatan dalam palaksanaan pembelajaran dalam rumah; 3) mengetahu tantangan dalam melaksanakan pembelaaran dalam rumah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan pengumpulan data melalui kajian kepustakaan. Hasil penelitian menemukan bahwa pembelajaran daring telah dilaksanakan oleh guru di lingkungan kabupaten Serang selama masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan pembelajaran daring memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan pembelajaran daring adalah pembelajaran lebih efektif dan efisien; siswa lebih leluasa untuk mempelajari materi pelajaran secara mandiri; memperluas jangkauan pembelajaran; pembelajaran terjadi secara mandiri. Kelemahan dari pembelajaran daring yaitu sulit diterapkan apabila sarana dan prasarana tidak mendukung; akses internet yang tidak merata di setiap tempat; tidak meratanya fasilitas yang dimiliki siswa. Pembelajaran dari rumah atau pembelajaran daring memang dinilai kurang efektif dari beberapa sisi akan tetapi pembelajaran daring ini merupakan solusi yang cukup efektif di masa pandemi ini.
Efektivitas Model Pembelajaran Make A Match dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan bagi Anak Disleksia di Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusif
Johandri Taufan;
Ardisal Ardisal;
Konza Yola Konitah
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.521
Artikel ini membahas tentang peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak disleksia dengan menggunaka model pembelajaran make a match. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah model pembelajaran make a match efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Metodologi penelitian ini menggunakan single subject research dengan desain A-B-A dan analisis data penelitian menggunakan teknik analisis visual grafik. Analisis data menunjukkan baseline (A1) kemampuan membaca permulaan dilakukan selama 4 hari dengan mean 30 dan kecendrungan arah tetap dan perubahan data tetap dilanjutkan dengan intervensi selama 5 hari dengan mean 96%. Kecendrungan arah meningkat dan perubahan data meningkat selanjutnya peneliti melakukan baseline (A2) dilakukan selama 4 hari dengan mean 100% dan kecendrungan arah tetap dan perubahan data tetap serta overlape data yang memiliki persentase rendah. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa metode pembelajaran make a match efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi anak disleksia kelas 2 di Sekolah Dasar.
Penggunaan Media Big Book untuk Menumbuhkan Minat Membaca di Sekolah Dasar
Anggy Giri Prawiyogi;
Tia Latifatu Sadiah;
Andri Purwanugraha;
Popy Nur Elisa
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.787
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa terutama pada minat membaca. Media pembelajarannya menggunakan media big book. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media big book terhadap minat membaca siswa sekolah dasar kelas II SDIT Cendekia, karena saat melakukan observasi di sekolah tersebut tidak semua siswanya mempunyai minat membaca yang tinggi dan kurangnya media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas II SDIT Cendekia yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 15 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner/angket, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian menunjukan bahwa penggunaan media big book dikatakan berhasil diterapkan di kelas rendah untuk menumbuhkan minat membaca. Dari hasil penilitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media big book dapat menumbuhkan minat membaca siswa di sekolah dasar kelas II SDIT Cendekia Purwakarta.
Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi Berbasis Pendekatan Kontruktivisme di Sekolah Dasar
Rahmi Agusti;
Syahrul R;
Ramalis Hakim
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.820
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan hasil menulis karangan narasi pada siswa kelas 4 SD tema berbagai pekerjaan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas (1) Tahap Perencanaan yaitu membuat rencana tindakan yang dilaksanakan, (2) Tahap Pelaksanaan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan bersama guru, (3) Tahap Pengamtan yaitu melakukan observasi aktivitas yang telah dilaksanakan guru dan siswa, (4) Tahap Refleksi, yaitu melakukan menganalisis, mengulas, interverensi dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan selanjutnya. Subjek Penelitian ini adalah 20 orang siswa kelas IV SDN 03 Batang Anai. Hasil penelitian menunjukan terjadinya peningkatan hasil karangan narasi sebanyak 18,2, pada siklus 1 memiliki rata-rata 67,4 meningkat pada siklus 2 menjadi 85,6. Hasil kemampuan menulis karangan narasi siswa terjadi peningkatan sebanyak 30%, pada siklus I sebanyak 60% siswa memperoleh nilai tuntas dan pada siklus II 90%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan kontruktivisme di kelas IV Sekolah Dasar yang telah dilaksanakan meningkatkan hasil menulis dan kemampuan menulis karangan narasi siswa.