cover
Contact Name
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
Contact Email
jproteksi@upr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jproteksi@upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
ISSN : 24604305     EISSN : 24604410     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015" : 14 Documents clear
PENGEMBANGAN SURVAI STATED PREFERENCE UNTUK MODEL PILIHAN MODA DI KOTA PALANGKA RAYA Raudah, Raudah; Silitonga, Sutan Parasian; Desriantomy, Desriantomy
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi yang sangat tinggi di Kota Palangka Raya akan semakin menekan penggunaan angkutan umum. Hal ini berdampak buruk bagi sistem transportasi berkelanjutan yang berakibat pada penambahan volume lalu lintas perkotaan. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menghasilkan model pilihan moda, juga kebijakan sistem transportasi berkelanjutan yang mendukung keberadaan angkutan umum dalam memenuhi kebutuhan mobilitasnya untuk saat ini dan di masa mendatang. Prosedur dimulai dari tahap identifikasi masalah, penetapan target, kajian literature, variabel yang dipilih, pengumpulan data, analisis data dan pemodelan, verifikasi, dan model simulasi. Model utama yang digunakan adalah model multinomial logit dalam pemilihan moda. Jenis survai yang dilakukan adalah stated preference untuk membentuk model existing dan model simulasi kebijakan.   Berdasarkan hasil penelitian didapatkan model pilihan moda di Kota Palangka Raya antara mobil, sepeda motor, dan angkutan umum. Berdasarkan model tersebut peluang penggunaan angkutan umum dapat ditingkatkan dengan  pembangunan busway, pembatasan jumlah parkir, serta mengurangi waktu tunggu pada jam puncak untuk angkutan umum di Kota Palangka Raya. Kata kunci: Stated preference, pilihan moda, model, angkutan umum
EVALUASI POLA PERGERAKAN ORANG DAN BARANG DENGAN MODA TRANSPORTASI SUNGAI DI KOTA PANGKALAN BUN Wiratama, Pradityo Harry; Desriantomy, Desriantomy; Robby, Robby
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Pangkalan Bun sebagai ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu daerah yang berkembang dengan pesat. Aliran sungai Arut yang berada tepat dijantung Kota Pangkalan Bun menjadi salah satu pendukung utama perkembangan daerah. Sarana trasportasi air sangat dikenal baik oleh masyarakat Kota Pangkalan Bun sebagai alternatif selain tranportasi darat yang infrastrukturnya belum memadai. Adapun sarana transportasi air yang digunakan adalah speedboat untuk pengangkutan penumpang dan perahu motor untuk mengangkut barang. Persoalan yang dihadapi dalam perencanaan transportasi sungai di Kota Pangkalan Bun adalah merencanakan fasilitas-fasilitas transportasi sungai yang sesuai dengan kebutuhan pergerakan orang dan barang yang memenuhi standar peraturan pemerintah yang berwenang dan aspirasi penduduk agar berfungsi secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pola pergerakan orang dan barang yang menggunakan moda transportasi air di perairan sungai Arut. Tujuan evaluasi pola pergerakan orang dan barang dengan moda transportasi air di Kota Pangkalan Bun. Untuk memenuhi tujuan penelitian di atas, disusun rancangan penelitian yang meliputi: 1) Peninjauan lokasi, 2) Pengumpulan data, 3) Analisis data, 4) Prediksi pergerakan orang dan barang, 4) penyempurnaan. Berdasarkan hasil penelitian diprediksikan pada Tahun 2019 pergerakan orang melalui transportasi sungai tidak akan beroperasi lagi, sedangkan pergerakan barang yang keluar dan masuk melalui jalur transportasi sungai walaupun mengalami kenaikan dan penurunan, akan tetap beroperasi dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Dibutuhkan perhatian pemerintah terkait dan penataan kearifan local agar transportasi sungai di Kota Pangkalan Bun tetap beroperasi. Kata kunci: Transportasi, Sungai, Speedboat, Moda
ANALISIS TARIF ANGKUTAN BIS BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (ANGKUTAN PENUMPANG BIS RUTE PALANGKA RAYA-PANGKALAN BUN) Candra, Melki; Riani, Desi; Laufried, Laufried
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Tarif  adalah  besarnya  biaya  yang  dikenakan  kepada  setiap  penumpang  kendaraan angkutan penumpang umum yang dinyatakan dalam rupiah. Penentuan besaran tarif angkutan membutuhkan penanganan dan kebijakan yang arif. Karena harus dapat menjembatani kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum.  Biaya operasional kendaraan adalah biaya yang secara ekonomis terjadi dengan dioperasikannya suatu kendaraan pada kondisi normal untuk suatu tujuan tertentu. Bagi perusahaan jasa angkutan, biaya merupakan yang harus dikeluarkan untuk memproduksi jasa pelayanan, untuk itu perlu diperhitungkan dan pembebanan biaya secara obyektif dan cermat agar dapat dipergunakan sebagai dasar acuan biaya yang harus dikeluarkan. Dalam penelitian ini tarif berdasarkan biaya operasional kendaraan angkutan bis rute Palangka Raya-Pangkalan Bun yang diteliti hanya empat perusahaan yaitu Damri, Kaswa, Logos, dan Yesoe. Biaya operasional kendaraan angkutan bis dalam penelitian ini digolongkan menjadi dua golongan yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Besarnya biaya operasional kendaraan  bis rata-rata/rit untuk rute Palangka Raya-Pangkalan Bun Rp. 2.742.055,88 dan besarnya biaya operasional kendaraan bis rata-rata/km untuk rute Palangka Raya-Pangkalan Bun Rp.6.093,46. Dari hasil pengolahan data besarnya tarif angkutan bis berdasarkan BOK rute Palangka Raya Pangkalan Bun adalah Rp.115.000. Kata Kunci: Tarif Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan
EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI TRINSING KABUPATEN BARITO UTARA Sandy, Fahri; Suyanto, Hendro; Sonianto, Wawan
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Daerah Irigasi Trinsing merupakan jaringan irigasi tua yang terdapat di Kabupaten Barito Utara yang memiliki luas pelayanan ± 687 ha. Daerah Irigasi Trinsing merupakan jaringan irigasi sistem terbuka dan terdapat suatu bendung tetap sebagai peninggi muka air yang mengairi daerah persawahan maupun perkebunan milik penduduk setempat. Dalam pelaksanaan pemberian air irigasi, jumlah air yang digunakan harus cukup untuk disalurkan ke setiap saluran sampai ke petakan sawah. Saluran pembawa memiliki peran yang sangat penting dalam menyalurkan air yang ada pada bendung Trinsing sesuai dengan kebutuhan sehingga, perlu dilakukan kajian efisiensi penyaluran air irigasi di daerah irigasi Trinsing Kabupaten Barito Utara. Efisiensi irigasi didefinisikan sebagai angka perbandingan dari jumlah air irigasi nyata yang terpakai untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman terhadap jumlah air yang keluar dari pintu pengambilan (intake). Efisiensi pemberian air irigasi adalah istilah umum yang dapat diterapkan pada pelaksanaan pemberian air irigasi dalam bentuk kuantitatif yang dinyatakan dalam persentase terhadap jumlah air yang tersedia. Maksud dari konsep efisiensi tersebut adalah untuk menunjukan sampai di mana peningkatan dapat dilakukan yang akan menghasilkan pemberian air irigasi yang lebih efisien.Hasil dari pengukuran efisiensi terhadap saluran pembawa di daerah irigasi Trinsing dengan megukur debit masuk dan debit keluar pada saluran dengan menggunakan metode pelampung menunjukan rata-rata debit yang mengalir pada saluran sekunder kiri dan saluran sekunder kanan masing-masing sebesar 0,032 m3/dtk  dan 0,267 m33) /dtk dengan efisiensi pada saluran sekunder kiri rata-rata sebesar 72,29% artinya kehilangan air yang terjadi adalah sebesar 27,71% sedangkan efisiensi saluran sekunder kanan rata-rata sebesar 54,39% artinya kehilangan air yang terjadi adalah sebesar 45,61%. Berdasarkan nilai efisiensi pada masing-masing saluran diperoleh efisiensi secara keseluruhan sebesar pada 63,65% dan kehilangan air yang terjadi adalah 36,35%. Ini menunjukan bahwa nilai efisiensi adalah di bawah rata-rata. Kata Kunci: Daerah Irigasi Trinsing, Debit, Efisiensi Penyaluran Air, Kehilangan Air
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HIRADC PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG (STUDI KASUS RUKO SARUNAI JALAN DIPONEGORO NO.18 KOTA PALANGKA RAYA) Anestesia, Yulia; Happy, Veronika; Aditama, Subrata
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Saat ini proyek konstruksi khususnya bangunan gedung, dapat dikatakan sedang berkembang pesat seiring dengan berkembangnya zaman serta kehidupan manusia. Semakin besar proyek konstruksi, tentunya akan menimbulkan permasalahan yang semakin kompleks pula, termasuk permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Berdasarkan hal tersebut, peneliti merasa perlu adanya studi penelitian tentang analisis risiko K3 pada salah satu gedung di Kota Palangka Raya yang pada kenyataannya belum menerapkan K3 pada proyeknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya-bahaya yang mungkin terjadi selama pembangunan proyek konstruksi tersebut dan mengetahui seberapa besar nilai tingkat risiko pada setiap item pekerjaannya untuk selanjutnya menetapkan pengendalian terhadap risiko yang mungkin terjadi. Data yang diperoleh berupa nilai dengan skala 1-3 untuk akibat/keparahan dan peluang/kemungkinan yang merupakan hasil wawancara kepada pengawas lapangan yang bertanggungjawab pada proyek tersebut dengan menggunakan formulir HIRADC. Selanjutnya dilakukan analisis dengan mengalikan nilai akibat dan kemungkinan hingga diperoleh nilai total tingkat risiko setiap pekerjaannya dan selanjutnya menetapkan pengendaliannya. Hasil proses identifikasi bahaya, didapat kemungkinan-kemungkinan bahaya yang dapat terjadi pada setiap pekerjaan antara lain pekerja mengalami luka/lecet/tergores pada tangan atau kaki, terjepit besi, mengalami gangguan pernafasan karena debu di lokasi kerja, semen, atau karena debu dari potongan keramik, pekerja mengalami dehidrasi/kepanasan dan sakit pinggang, kebisingan yang ditimbulkan excavator pada saat penggalian tanah, serta kemungkinan kulit tangan pekerja terkelupas karena terkena campuran semen. Dengan mengalikan nilai akibat dan peluang, maka diperoleh item pekerjaan dengan nilai tingkat risiko K3 tertinggi pertama adalah pada pekerjaan pelat lantai dan pelat atap sebesar 2,63 dengan kategori risiko K3 rendah. Nilai tingkat risiko K3 tertinggi kedua adalah pada pekerjaan galian tanah sebesar 2,5 dengan kategori risiko K3 rendah. Nilai tingkat risiko K3 tertinggi ketiga adalah pada pekerjaan pembalokan sebesar 2,43 dengan kategori risiko K3 rendah. Cara pengendalian risiko dan bahaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecelakaan kerja pada saat pembangunan gedung ruko ini adalah dengan melakukan pengendalian eliminasi serta dengan menyediakan dan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan.Kata kunci: Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Proyek Konstruksi Gedung, HIRADC.
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT PELAYANAN ANGKUTAN UMUM KOTA PALANGKA RAYA (STUDI KASUS ANGKOT PADA JALAN G OBOS DAN JALAN RAJAWALI) Stepanus, Stepanus; Salonten, Salonten; Supiyan, Supiyan
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Angkutan umum adalah sarana transportasi yang penting dalam mendukung aktivitas dan mobilitas penduduk sehari-hari disuatu perkotaan. Baik buruknya angkutan umum dan transportasi secara umum di suatu kota merupakan cerminan baik buruknya sistem kota tersebut. Pelaku perjalanan dalam memilih moda yang akan digunakan, akan melihat daya tarik yang ditawarkan dari moda tersebut sehingga pelaku perjalanan tersebut akan merasa mendapatkan keuntungan dari penggunaan moda angkutan yang dipilihnya. Tentunya pelaku perjalan tersebut secara sadar maupun tidak sadar akan melihat secara keseluruhan keuntungan tersebut dan tidak lupa akan membandingkannya dengan kerugian yang akan diterima ketika menggunakan moda angkutan tersebut. Skripsi ini membahas tentang persepsi masyarakat terhadap tingkat pelayanan angkutan umum di Kota Palangka Raya. Objek penelitian ditetapkan adalah masyarakat yang mengunakan angkutan umum. Angkutan umum dengan klasifikasi mobil penumpang umum (mikrolet). Pelayanan angkutan umum ditinjau dari aspek keandalan, kenyamanan, keamanan, cepat dan ongkos murah. Data diperoleh melalui survei lapangan dengan pedoman kuesioner selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif dari grafik frekuensi dan dianalisis chi kuadrat. Rata-rata persentase jawaban terhadap semua variabel yang termasuk kategori sangat baik 10,00%, baik 33,04%, netral 13,92%, kurang baik 38,44% dan tidak baik 4,60%. Untuk menarik kesimpulan atas semua variabel yang diuji, maka diambil rata-rata terbesar dalam tingkat pelayanan. Dari lima kategori tingkat pelayanan di atas, ternyata kategori tidak baik lebih tinggi dari kategori yang lain yaitu 38,44%. Maka didapat dari penelitian bahwa persepsi masyarakat di Kota Palangka Raya merasa tidak baik terhadap tingkat pelayanan angkutan umum. Kata Kunci: Persepsi, Pelayanan, Angkutan Umum
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MICROSOFT PROJECT DAN ORACLE PRIMAVERA TERHADAP MANAJEMEN PROYEK PADA PENJADWALAN WAKTU PROYEK Anwar, Nurul; Nuswantoro, Waluyo; Dewantoro, Dewantoro
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Proses perencanaan dan pelaksanaan, pengelolaan sumber daya, maupun biaya dalam manajemen proyek konstruksi terdapat beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut memerlukan perencanaan dan pemantauan secara cermat agar pelaksanaan proyek di lapangan dapat terlaksana sesuai rencana. Dalam proses pembuatan penjadwalan proyek ada berbagai kendala karena diakibatkan berbedanya tingkat kerumitan tiap proyek. Oleh karena itu, diperlukan software yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dalam membantu mengelola sebuah proyek konstruksi. Diantara berbagai software yang ada saat ini Microsoft Project dan Oracle Primavera adalah software professional yang terus berkembang dan paling sering digunakan hingga mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terhadap kedua software ini. Tujuan penelitian ini dapat mengetahui cara penggunaan, hasil perbandingan software Microsoft Project 2013 dan Oracle Primavera P6 R8.4 dalam mengolah data penjadwalan waktu. Selanjutnya melakukan perbandingan kedua software berdasarkan 5 dari 12 kategori menurut J. D. Witt dalam hal penjadwalan waktu proyek. Data yang diperoleh berupa data perencanaan atau pemantauan proyek seperti RAB, kurva-s, gambar struktural dan arsitektur, dan laporan mingguan. Kemudian dilakukan analisis data berdasarkan input dari masing-masing software, lalu membuat tabel hasil perbandingan. Namun keduanya mempunyai kemampuan relatif sama dalam hal cara penggunaannya, tetapi Primavera menggunakan pengkodean dalam membuat aktivitas. Di satu pihak, Microsoft Project memiliki keunggulan seperti pengaturan print preview, proses save, cell shading, tampilan report, undo dan WBS. Sedangkan, Primavera baik dalam menampilkan pesan bug dan built-in database disarankan untuk pengguna professional. Jika dilihat pada data proyek, Kedua software sama hasilnya dalam menampilkan network diagram dan Finish date. Microsoft Project sangat rapi dalam penyusunan aktivitas. Kedua software berbeda hasil output pada critical task, Primavera lebih baik dalam mengatur critical task. Kata kunci: penjadwalan proyek, software, Microsoft Project, Primavera
EVALUASI TARIF DAN MUTU PELAYANAN ANGKUTAN KOTA ANTAR PROVINSI BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (STUDI KASUS TRAVEL DAN BIS RUTE PALANGKA RAYA–BANJARMASIN) Andri, Andri; Laufried, Laufried; Silitonga, Sutan Parasian
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Biaya Operasional Kendaraan (BOK) adalah biaya yang secara ekonomis terjadi dengan dioperasikannya suatu kendaraan pada kondisi normal tertentu. Bagi perusahaan jasa angkutan, biaya merupakan suatu yang harus dikeluarkan untuk memproduksi jasa pelayanan, untuk itu perlu diperhitungkan pembebanan biaya secara objektif dan cermat agar dapat dipergunakan sebagai dasar acuan biaya yang harus dikeluarkan. Penelitian ini membahas tarif dan mutu pelayanan angkutan kota antar Provinsi berdasakan biaya operasional kendaraan (BOK) yang melayani rute Palangka Raya–Banjarmasin yang   merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survai dan wawancara kepada supir dan penumpang, pengambilan sampel dilakukan berdasarkan asumsi peneliti dan data yang digunakan adalah data primer (langsung dari lapangan) dan data sekunder (langsung dari perusahaan travel dan bis). Dari hasil pengolahan data penelitian, besarnya tarif dari Travel dan Bis berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) rute Palangka Raya- Banjarmasin adalah rata-rata sebesar Rp. 78.218,16,- untuk Travel dan rata-rata sebesar Rp. 49.126,46,- untuk Bis. Kata Kunci:Tarif dan mutu pelayanan, Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Travel dan Bis
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK CANGKANG TELUR SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN PADA BATAKO Indriani, Lilis; Triana, Desy
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Zaman semakin maju dan berkembang, iptek memberikan pengaruh besar bagi seluruh aspek kehidupan. Salah satunya adalah teknologi konstruksi yang sudah semakin maju. Penggunaan batako sebagai bahan bangunan pembuat dinding sudah sangat populer untuk masyarakat di Indonesia sampai dengan saat ini. Proses pembuatan batako tidak lepas dari reaksi-reaksi kimia yang terjadi, terutama dalam proses pemakaian bahan dasar berupa semen. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan pada proses produksi semen sangat besar. sehingga perlu dicoba untuk menggunakan material alternatif seperti cangkang atau kulit telur sebagai material substitusi pada semen dalam campuran batako, sehingga dapat mengurangi pemakaian semen dan diharapkan dapat mengurangi sampah.  Sifat yang paling penting dari batako adalah kuat tekannya. Kuat tekan tersebut biasanya berhubungan dengan sifat-sifat lain, maksudnya bila kuat tekan batako tinggi maka sifat-sifat lainnya juga baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan bubuk cangkang telur pada campuran batako dapat meningkatkan kuat tekan batako. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium. Benda uji berupa batako dengan ukuran 40 cm × 10 cm × 14 cm, dengan 4 variasi campuran yaitu batako tanpa bubuk cangkang telur (BN), batako dengan bubuk cangkang telur 10% (BC10), 20% (BC20), dan 30% (BC30), masing-masing variasi campuran terdiri dari 3 sampel, sehingga total benda uji sebanyak 12 buah. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur batako 7 hari setelah pembuatan, dan dikonversi ke umur batako 28 hari.  Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa peningkatan kuat tekan batako terjadi pada penambahan bubuk cangkang telur sebesar 10% sebagai substitusi semen dengan kuat tekan 20,759 kg/cm2 (7 hari) dan 30,5355 kg/cm2 (28 hari), selanjutnya pada penambahan bubuk cangkang telur sebesar 20% dan 30% terjadi penurunan kuat tekan batako. Dengan menggunakan analisis regresi polynomial pangkat dua, maka diperoleh kuat tekan batako optimum yaitu pada penambahan bubuk cangkang telur sebesar 14% dengan kuat tekan 18,896 kg/cmhari). Kata Kunci: Batako, Bubuk Cangkang Telur, Uji Kuat Tekan Batako
STUDI PENGENDALIAN MUTU (QUALITY CONTROL) CAMPURAN ASPAL PANAS JENIS HRS-BASE (STUDI KASUS PAKET KEGIATAN PENINGKATAN JALAN HAMPALIT–PETAK BAHANDANG STA. 26+500 s.d. STA. 29+500) Reynaldo, Prima; Murniati, Murniati; Salonten, Salonten
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Prasarana jalan merupakan suatu prasarana transportasi darat yang mempunyai peranan penting dalam pengembangan wilayah. Sebagai sarana utama, jalan raya harus memenuhi syarat-syarat teknis khususnya mutu dan kualitas. Faktor-faktor mulai dari pemeriksaan laboratorium, peralatan yang sesuai dan terkalibrasi serta pelaksanaan pengendalian kualitas (Quality Control) disetiap pelaksanaan merupakan aspek penting dalam menghasilkan perkerasan jalan yang kuat, awet dan tahan lama. Oleh karena itu perlu dilakukan Studi Pengendalian Mutu (Quality Control) terhadap berbagai aspek, salah satunya adalah Campuran Aspal Panas Jenis HRS-Base. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah uji laboratorium. Pada  pengujian di laboratorium diperlukan benda uji (Core Sample) yang didapatkan dari hasil Core Drill pada Jalan Hampalit–Petak Bahandang STA. 26+500 s.d. STA. 29+500, kemudian dilakukan pengujian meliputi pengujian sifat campuran aspal dan agregat pada Core Sample dengan alat Marshall serta pengujian kadar aspal yang dilakukan dengan metode ekstraksi dengan alat Centrifuge Ekstraktor. Dari hasil pengujian diperoleh data mengenai mutu perkerasan jalan yang digambarkan melalui nilai karakteristik Marshall dan uji ekstraksi. Data yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk dasar analisis sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan dari mutu perkerasan lapis permukaan di lokasi. Pengujian di laboratorium memberikan hasil sebagai berikut: (1) Nilai stabilitas rata-rata sebesar 1441,656 kg, mengalami penurunan 2,23% dari nilai stabilitas pada Job Mix Formula sebesar 1474,6 kg. (2) nilai flow rata-rata sebesar 3,367 mm, mengalami penurunan 0.97% dari nilai flow pada Job Mix Formula sebesar 3,40 mm. (3) nilai Marshall Quotient rata-rata sebesar 426,189 kg/mm, mengalami penurunan 1,89% dari nilai Marshall Quotient pada Job Mix Formula sebesar 434,4 kg/mm. (4) nilai VIM (Void In Mixture) rata-rata dan nilai VFB (Void Filled Bitument) rata-rata didapatkan masing-masing sebesar 4,99% dan 74,563%. (5) Nilai kadar aspal rata-rata pada core sample didapatkan sebesar 6,54%, terjadi peningkatan 12,84% dari nilai kadar aspal pada Job Mix Formula sebesar 5,7%. Secara umum nilai-nilai parameter Marshall dan uji ekstraksi dari core sample lapis permukaan jenis HRS-Base Jalan Hampalit–Petak Bahandang STA. 26+500 s.d. STA. 29+500 masih memenuhi syarat dari spesifikasi teknis Bina Marga. Kata kunci: HRS-Base, Pengendalian Mutu, Benda Uji, Uji Marshall, Uji Ekstraksi

Page 1 of 2 | Total Record : 14