cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
KARYA SENI RUPA 2 DIMENSI DI MAN 2 SITUBONDO Lailatul Choiriyah .; Dra. Luh Suartini, M.Pd. .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i1.18945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan oleh siswa MAN 2 Situbondo untuk membuat karya Seni Rupa 2 dimensi. (2) Mendeskripsikan jenis dan bentuk karya Seni Rupa 2 dimensi yang dihasilkan siswa MAN 2 Situbondo. (3) Mendeskripsikan nilai Estetik karya Seni Rupa 2 dimensi yang dibuat oleh siswa MAN 2 Situbondo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data sebagai berikut: (1) Tekhnik Observasi, (2) Tekhnik Wawancara, (3) Tekhnik Dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan karya 2 dimensi di MAN 2 Situbondo ( pensil, penghapus, penggaris, kuas, mangkok plastik, gunting, gelas plastik, hair dryer, kanvas, triplek, benang, kulit telur, kompor, canting, wajan, rol karet, pisau cungkil, kertas karton, cat, air, serbuk kayu, glitter, isolasi kertas, plastik segitiga, pernis, lem fox, biji kacang hijau, kain, remasol, daun pandan, serabut kelapa, bokol posing, karet gelang, tinta bak, cat offset, kertas gambar, dan busa ati. (2) Jenis dan bentuk dari karya seni rupa 2 dimensi di MAN 2 Situbondo berupa: mural, kaligrafi, batik, grafis, mozaik dan poster. (3) Nilai estetik yang terlihat pada karya seni rupa 2 dimensi berupa: bentuk, tema, dan aspek keindahannya. Kata Kunci : Seni Rupa, 2 dimensi, MAN 2 Situbondo This study aimed to: (1) Describe the tools and materials used by students in MAN 2 Situbondo to create 2-dimensional works of fine art. (2) Describe the types and forms of 2-dimensional works of fine art produced by students of MAN 2 Situbondo (3) Describethe aesthetic value of 2-dimensional works of fine art that was made by students of MAN 2 Situbondo. The method used in this study was descriptive qualitative with data collection techniques as follows: (1) Observation, (2) Interviews, (3) Documentation. The results of this studywere: (1) The tools and materials used in the process of making 2-dimensional works of fine art in MAN 2 Situbondo, (pencils, erasers, rulers, brushes, plastic bowls, scissors, plastic cups, hair dryer, canvas, plywood, threads, eggshells, stoves, canting, frying pans, rubber rollers, prying knives, paperboard, paint, water, wood powder, glitter, papertape, triangular plastic, varnish, wood glue, green bean seeds, cloth, remasol, pandan leaves, coconut fibers, bokolbosing, rubber bands, ink tanks, offset paint, drawing paper, and Eva sponge sheet . (2) The types and forms of 2-dimensional works of fine art in MAN 2 Situbondowere murals, calligraphy, batik, graphics, mosaics and posters. (3) The aesthetic value that could be seen in the 2-dimensional art works were the forms, the themes and the aspects of its beauty. keyword : fine Art, 2 dimensions, MAN 2 Situbondo
Analisis Komik Web Karya Wildan Ridho Sajali Fitri Yanti .; Drs. Hardiman, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i1.18947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1)sejarah keberadaan Wildan Ridho Sajali; (2) Elemen-elemen yang terdapat pada komik Wildan Ridho Sajali; dan (3) Tema apa saja yang terdapat pada komik Wildan Ridho Sajali. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi dan (2) wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara (1) data reduksi (2) data display. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah keberadaan Wildan Ridho Sajali berawal dari riwayat berkeseniaannya hingga sampai saat ini; (2) Dalam komik Wildan Ridho Sajali terdiri dari elemen-elemen komik yaitu: panel, sudut pandang, parit, balon kata, bunyi huruf, ilustrasi, cerita, splash, syimbolia dan kop komik; (3) tema yang terdapat pada komik Wildan Ridho Sajali adalah tema yang menyangkut kesehariaanya seperti tema jesmaniah yaitu tentang persoalan perasaan , tema sosial yaitu tentang hubungan dengan masyarakat, tema ketuhanan yaitu tentang kekuasaan tuhan, tema organik yaitu tentang moral atau nasehat dan tema egoik yaitu tentang ego serta harga diri. Kata Kunci : Komik Web Wildan Ridho Sajali, Elemen dan Tema This research aims to describe (1) The history of Wildan Ridho Sajali existence; (2) elements contained in the comics Wildan Ridho Sajali; and (3) What themes are found on the comics Wildan Ridho Sajali. This research is a qualitative descriptive study. The collection of data in this study was conducted with the technique of (1) Observation and (2) interviews. The collected data is then analyzed by (1) data reduction (2) data display. The results of the study show that (1) The history of Wildan Ridho Sajali originated from his history to date; (2) in the comics of Wildan Ridho Sajali consist of comic elements: panels, viewpoints, trenches, word balloons, letter sounds, illustrations, stories, splash, syimbolia and comic headers; (3) The theme contained in the comics Wildan Ridho Sajali is a theme related to its information such as the Jesmaniah theme of the question of feeling, the social theme is about the relationship with the community, the divine theme of God's power, the theme Organic is about moral or advice and Egoic theme is about the ego as well as self esteem. keyword : Web comics Wildan Ridho Sajali, elements and themes
METODE PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER BATIK DI SMA NEGERI 1 ASEMBAGUS Indah Dwi Martasari .; Drs. Hardiman, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i1.18949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) proses pembelajaran ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus; (2) metode pembelajaran ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Data dianalisis berdasar model Miles dan Huberman: (1) reduksi data, (2) penyajian data (display), dan (3) kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini adalah (1) proses pembelajaran yang berlangsung pada ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus bersifat fleksibel dengan peran guru hanya sebagai fasilitator yang mengarahkan dan mengontrol jalannya proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang berlangsug pada ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus terdiri dari empat komponen utama yang saling berkaitan, yaitu: masukan mentah (raw input), masukan sarana (instrumental input), masukan lingkungan (enviromental input), keluaran yang diharapkan (expected output); (2) Ekstrakurikuler batik di SMA Negeri 1 Asembagus menggunakan metode pembelajaran yang beragam, yaitu: metode ceramah, metode tugas dan resitasi, metode diskusi, metode ekspresi bebas, metode demonstrasi eksperimen, dan metode kerja kelompok. Dimana dalam praktik pengggunaanya, metode-metode tersebut dapat saling dikombinasikan. Metode pembelajaran yang paling nampak sering dikombinasikan dengan metode lainnya adalah metode ceramah.Kata Kunci : proses pembelajaran, ekstrakurikuler, batik This study aims to describe (1) the process of learning extracurricular batik at Asembagus 1 Public High School; (2) batik extracurricular learning methods at Asembagus 1 Public High School. This research is a qualitative descriptive study. Data collection in this study was carried out by techniques (1) observation, (2) interviews, and (3) documentation. Data were analyzed based on the Miles and Huberman models: (1) data reduction, (2) data presentation (display), and (3) conclusions (verification). The results of this study are (1) the learning process that takes place on extracurricular batik in Asembagus 1 Public High School is flexible with the teacher's role only as a facilitator who directs and controls the course of the learning process. The learning process that runs on batik extracurricular in Asembagus 1 Public High School consists of four main components which are interrelated, namely: raw input, input means (instrumental input), environmental input (environmental input), expected output (expected output ); (2) Batik extracurricular in Asembagus 1 Public High School uses diverse learning methods, namely: lecture method, assignment and recitation method, discussion method, free expression method, experimental demonstration method, and group work method. Where in the practice of using it, these methods can be combined with each other. The learning method that most often appears combined with other methods is the lecture method.keyword : learning process, extracurricular, batik
Kerajinan Anyaman Ketak Rotan di Desa Beleka Lombok Tengah Ririn Gusmawarni .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Dra. Luh Suartini, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.18973

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejarah Kerajinan Anyaman Ketak Rotan di desa Beleka Lombok Tengah, (2) untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Kerajinan Anyaman Ketak Rotan di desa Beleka Lombok Tengah, (3) untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan anyaman ketak rotan di desa Beleka Lombok Tengah, (4) untuk mengetahui bentuk kerajinan anyaman ketak rotan di desa Beleka Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Kerajinan Anyaman Ketak Rotan di desa Beleka Lombok Tengah. Metode pengumpulan data yang di lakukan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) sejarah anyaman ketak rotan di desa Beleka Lombok Tengah ini sudah mulai sejak tahun 1989, kerajinan ini sudah turun temurun dari nenek moyang kita terdahulu, (2) alat dan bahan, alat utama yaitu pusut, maje, penembek, jepitan,meteran alat pendukung yaitu ada bambu, kuas, panci, baskom, sedangkan bahan utamanya yaitu : ketak, rotan, dan bahan untuk finishing yaitu pewarna politur, mowilex,(3) proses pembuatannya terbilang cukup rumit, mulai dari tahap pengumpulan bahan, menganyam dan terakhir finishing, (4) bentuk hasil dari anyaman ketak rotan ini ada yang berbentuk oval, lingkaran dan segi empat. Kata Kunci : Kerajinan, Anyaman, Ketak, Rotan ABSTRACT This research has some purposes: (1) to know the history of “The King Of Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. (2) To know th tools and materials in prosecc of making Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. (3) to know the processing of making Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. (4) to know the shapes of Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. The kind of research is descriptive qualitative research. The objects of the research are Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. The methods tocollect the data are observation method, interview method, documentation method and literature method. The results of the research show that: (1) the history Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok has started since 1989. This handicraft has gone down from their oldest generations to the young generations. (2) the main tools and the materials are knives, small knives (maje), shooting pincers, measuring tool and some others like bamboos sweet lemonade, pan wash basin and the main materials are ketak, rattan and some others for finishing process: furnishing color and mowilex. (3) the making process is rather complicated: collecting the materials, plaiting and finishing. (4) the shapesof the ketak rattan handicraft are ovals,rounds and four sides shepes. keyword : Handicraft, plaiting, ketak rattan.
Proses Pengajaran Mosaik Di SMK Negeri 1 Sukasada PUTU DUDIK ARIAWAN .; I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21509

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ditujukan untuk (1) Mendeskripsikan perencenaan pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada. (2) mendiskripsikan proses pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada.(3)Mengetahui hasil karya Mosaik siswa kelas XII Seni Murni di SMK Negeri 1 Sukasada. Pengumpulan data menggunakan meteode survey dengan empat teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan. Seluruh data yang diperoleh dengan metode observasi, metode wawancara, dan metode kepustakaan, disusun berdasarkan urutan masalah, yaitu : data kelas XII Seni Murni, latar belakang, proses perencanaan pembelajaran Mosaik, proses pengajaran serta kelebihan dan kekurangan pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada kemudian dianalisis dengan cara (1) Analisis Domain (Domain Analysis), (2) Analisis Taksonomi ( Taxsonomic Analysis). Tahapan terakhir setelah semua data terkumpul yaitu melakukan penyusunan hasil peneliti melalui guru pengajar produktif seni Murni yang mengajarkan materi praktik Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada. Penulisan penelitian ini berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dilapangan setelah melalui beberapa tahapan yakni observasi, wawancara, dokumentasi, analisis data, dan diakhiri dengan menyusun penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga diperoleh gambaran umum tentang perencanaan pengajaran, proses pengajaran serta hasil akhir karya siswa kelas XII Seni Murni di SMK Negeri 1 Sukasada. Perencanaan Pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 sukasada tentu saja dengan penyiapan beberapa hal penting dalam pembelajaran yaitu; Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran, Sumber belajar, evaluasi. Kemudian Proses Pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada dilakukan sesuai dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang tertera pada Rencana Relaksanaan Rembelajaran (RPP). Diawali dengan (1) pendahuluan, kemudian dilanjutkan dengan (2) Kegiatan Inti yang terdiri dari proses eklprorasi,elaborasi serta konfirmasi dan yang terakhir (3) penutupan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1)Perencanaan pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada dilakukan dengan mempersiapkan silabus sebagai rambu rambu untuk pelaksanaan semua materi bahasan bahan pembelajaran satu bidang studi, kemudian RPP sebagai panduan langkah-langkah dalam proses pembelajaran. Selain itu guru juga menyiapkan media pembelajaran, sumber belajar dan evaluasi.(2) Proses pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada memiliki tiga tahapan yang pertama yaitu pendahuluan yang terdiri dari delapan kegiatan yang dilakukan selama 10 menit. Kedua kegiatan inti memiliki tiga bagian kegiatan yaitu eksplorasi, elaboeasi dan konfirmasi.tahap terakhir yaitu penutup yang memiliki tiga kegiatan dilakuan selama 30 menit.(3) Karya Mosaik siswa kelas XII SMK Negeri 1 Sukasada dari tujuh karya siswa hanya dua karya yang dapat digolongkan sebagai karya Mosaik. Dan lima karya dapat digolongkan sebagai karya Kolase. Kata Kunci : Proses Pengajaran, Mosaik, SMK Negeri 1 Sukasada. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The study was aimed at (1) Describing the planning of Mosaic teaching at SMK Negeri 1 Sukasada. (2) describe the process of teaching Mosaics at SMK Negeri 1 Sukasada (3) Knowing the work of Mosaics of class XII Pure Arts students at SMK Negeri 1 Sukasada. Data collection uses survey method with four data collection techniques, namely: observation techniques, interview techniques, documentation techniques and library techniques. All data obtained by the method of observation, interview methods, and literature methods, are arranged based on the order of the problems, namely: class XII Fine Arts data, background, the mosaic learning planning process, the teaching process as well as the advantages and disadvantages of teaching Mosaics at SMK Negeri 1 Sukasada then analyzed by (1) Domain Analysis, (2) Taxonomic Analysis. The final stage after all data has been collected is the preparation of the results of researchers through the teaching of productive Pure Arts teachers who teach Mosaic practice materials at SMK Negeri 1 Sukasada. The writing of this research is based on the facts found in the field after going through several stages, namely observation, interviews, documentation, data analysis, and ending with compiling research using qualitative descriptive methods, so that a general description of teaching planning, teaching process and the final results of student work is obtained. class XII Fine Arts at SMK Negeri 1 Sukasada. Mosaic Teaching Planning in SMK Negeri 1 Sukasada of course by preparing several important things in learning, namely; Syllabus, Learning Implementation Plan (RPP), Learning Media, Learning Resources, evaluation. Then the Mosaic Teaching Process at Vocational High School 1 Sukasada is carried out in accordance with the steps of the learning activities that are stated in the Learning Implementation Plan (RPP). It starts with (1) introduction, then continues with (2) Core Activities which consist of exploration, elaboration and confirmation processes and finally (3) closing. The conclusions of this study are (1) Mosaic teaching planning at SMK Negeri 1 Sukasada is carried out by preparing a syllabus as signposts for the implementation of all subject matter learning material in one field of study, then RPP as a guide for steps in the learning process. In addition, the teacher also prepares learning media, learning resources and evaluations. (2) The teaching process of Mosaics at SMK Negeri 1 Sukasada has the first three stages namely introduction which consists of eight activities carried out for 10 minutes. The two core activities have three parts of activities namely exploration, elaboeation and confirmation. The last stage is the closing which has three activities carried out for 30 minutes. Mosaic works. And five works can be classified as Collage works. keyword : Teaching Process, Mosaic, SMK Negeri 1 Sukasada.
ANALISIS SEMIOTIKA POSTER AKSI BALI TOLAK REKLAMASI KARYA NOBODYCORP KOMANG JUNI PARIAWAN .; Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. .; Drs. Hardiman, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21516

Abstract

    Poster merupakan media desain grafis yang memuat unsur teks dan gambar/ilustrasi, pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata. Poster secara visual biasanya dalam bentuk ilustrasi dua dimensi yang membentuk design tertentu. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna poster aksi Bali tolak reklamasi Nobodycorp karya Alit Ambara menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi pada website Nobodycorp.org atau Posteraksi.org dalam halamanya yang bertagar #BaliTolakReklamasi(download). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dari teori semiotika Charles Sanders Pierce ikon, indeks, dan symbol.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Ikon berupa gambar manusia berwajah tengkorak, gambar ekskavator, gambar Pulau Bali , gelombang air laut, gambar orang siluet hitam, gambar perahu layar, gambar orang menaiki perahu, penari wanita legong Bali, gambar tangan kiri mengepal, gambar peluru bom atom, gambar gunung, gambar pura, gambar alat pengangkut material bangunan serta kata Bali 2). Indeks berupa gambar manusia berwajah tengkorak mengenakan jas, gambar Pulau Bali, Gelombang air berbentuk tangan mengepal, manusia menaiki perahu, dan logo ForBALI. 3). Simbol antara lain wajah tengkorak sebagai penggambaran kematian, ekskavator sebagai penggambaran pengerukan reklamasi, bentuk Pulau Bali sebagai penggambaran wilayah Bali, Tangan kiri mengepal simbol melawan keburukan, Siluet hitam manusia sebagai simbol sosok misterius, Perahu layar penggambaran masyarakat pesisir, penari Bali sebagai penggambaran orang Bali, bom atom sebagai penggambaran perang/kehancuran, Pura sebagai penggambaran masrarakat Hindu di Bali, Gunung sebagai penggambaran kesuburan, dan alat pengangkut material sebagai penggambaran proyek pembangunan serta berbagai warna yang memiliki simbolnya masing-masing.     Kata Kunci : Semiotika, Poster Aksi Bali, Reklamasi.    Poster is a graphic design media that contains elements of text and images / illustrations, its application is affixed to a wall or other flat surface with eye-seeking nature. Posters visually are usually in the form of two-dimensional illustrations that make up a particular design. In this study aims to analyze the meaning of Balinese action posters reject Alit Ambara's Nobodycorp reclamation using Charles Sanders Peirce's semiotics theory. Data collection in this study was carried out by observation on the website Nobodycorp.org or Posteraksi.org in a yard that fenced #BaliTolakReklamasi (download). The collected data is then analyzed using qualitative analysis of Charles Sanders Pierce's semiotic theory of icons, indexes, and symbols.    The results showed that 1). Icons in the form of skull-faced humans, images of excavators, images of the island of Bali, waves of sea water, pictures of black silhouettes, pictures of sailboats, pictures of people boarding boats, Balinese legong dancers, pictures of left fists, pictures of atomic bomb bullets, pictures of mountains, temple drawings, pictures of building material carriers and Balinese words 2). The index is in the form of an image of a skull-faced human wearing a suit, a picture of Bali Island, a wave of hand-shaped fisted water, a human riding a boat, and the ForBALI logo. 3). Symbols include the skull's face as a depiction of death, excavators as depictions of reclamation dredging, the shape of the island of Bali as a depiction of the Bali region, the left hand clenching the symbol against ugliness, the human black silhouette as a symbol of a mysterious figure, sailboats portraying coastal communities, Balinese dancers as depictions of Bali , the atomic bomb as a depiction of war / destruction, the temple as a depiction of Hindu society in Bali, the mountain as a depiction of fertility, and the material transport as a depiction of development projects and various colors that have their respective symbols. keyword : Semiotics, Bali Action Poster, Reclamation.
Proses Kreatif Kartunis Putu Dian Ujiana Yoga Suta Wirya Made .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan catatan perjalanan Putu Dian Ujiana selama menekuni profesi sebagai kartunis. (2) Untuk mendeskripsikan proses kreatif Putu Dian Ujiana dalam mendapatkan ide dan cara memvisualisasikannya. (3) Untuk mendeskripsikan wujud karya kartun Putu Dian Ujiana. Subjek penelitian ini adalah Putu Dian Ujiana dengan objek berbagai karya kartun milik Dian. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) kepustakaan. Kemudian data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahun 2012 adalah awal bagi Putu Dian Ujiana dalam mulai berkarya kartun. Sejak saat itu Dian banyak mendapat pembelajaran tentang bagaimana menciptakan karya kartun, pengalaman mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan kartun (pameran, workshop, seminar, mengisi acara, dll), dan menghasilkan berbagai karya kartun. (2) Proses kreatif Putu Dian Ujiana berawal dari proses mendapatkan ide kemudian memvisualisasikan ide tersebut. Dian mendapatkan ide dari berbagai hal dengan cara melihat, membaca, berdiskusi, mendengarkan sesuatu, dan lain sebagainya. Dian memvisualisasikan ide menjadi karya dengan cara membungkus ide tersebut dengan identitas atau karakternya sebagai orang Buleleng. (3) Wujud karya Putu Dian Ujiana dapat dibagi berdasarkan bagaimana memodifikasi unsur visual, tokoh-tokoh apa saja yang sering muncul pada setiap karyanya, dan tema apa saja yang sering diangkat Kata Kunci : Proses kreatif, kartun. This study aims to: (1) Describe the travel notes of Putu Dian Ujiana during her profession as a cartoonist. (2) To describe the creative process of Putu Dian Ujiana in getting ideas and ways to visualize them. (3) To describe the form of Putu Dian Ujiana's cartoon work. The subject of this research is Putu Dian Ujiana with various objects of Dian's cartoons. Data collection in this study was done by techniques (1) observation, (2) interviews, (3) literature. Then the data is analyzed using domain analysis and taxonomy techniques. The results showed that: (1) 2012 was the beginning for Putu Dian Ujiana to start working on cartoons. Since then, Dian learned a lot about how to create cartoons, experiences from participating in activities related to cartoons (exhibitions, workshops, seminars, filling events, etc.), and producing various cartoon works. (2) Putu Dian Ujiana's creative process begins with the process of getting an idea and then visualizing the idea. Dian gets ideas from various things by seeing, reading, discussing, listening to something, and so on. Dian visualizes ideas into works by wrapping those ideas with her identity or character as a Buleleng people. (3) the form of Putu Dian Ujiana's work can be divided based on how to modify the visual elements, what characters often appear in each of his works, and what themes are often raised. keyword : Creative process, cartoons
KERAJINAN KERANG DI DESA KILENSARI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO AVIF VIKRI ZAHIR IBRONI .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) Bahan dan Alat apa saja yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan kerang di Desa Kilensari (2) Proses pembuatan kerajinan kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo (3) Jenis dan Bentuk karya apa saja yang dihasilkan oleh pengrajin kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah pemilik Centra Kerajinan Kerang di desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, dan (4) Tinjauan Pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian dari ini adalah (1) Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Kerajinan kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, adalah cangkang kerang, lem kayu, lem G, solasi, batu ijo/longsol, resin, cairan HCL, cairan H2O2, cat minyak, thinner A. Sedangkan alat yang digunakan adalah mesin molen, kikir, kawat jaring, keranjang, ember, acuan cetak, mesin gerinda duduk, mesin gerinda, ampelas, kompressor, pisau, mesin oven. (2) Proses pembuatan kerajinan kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo mengalami beberapa tahapan, tahap awal yaitu proses pencucian dan proses pelunakan, kemudian pada tahap inti yaitu proses pembentukan dan proses perbaikan, pada tahap akhir yaitu proses pemolesan dan proses finishing. (3) Jenis dan Bentuk karya yang dihasilkan oleh pengrajin kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo terdiri dari dua jenis yaitu fungsional dan non fungsional, adapun kerajinan fungsional yang dihasilkan berupa nampan, piring, lepek (alas cangkir), pot bunga, bingkai cermin, tempat perhiasan, asbak, gorden, dan hiasan lampu. Sedangkan kerajinan non fungsional yang dihasilkan berupa karya dua dimensi dengan figur Nyi Roro Kidul, figur Rama dan Shinta, burung cendrawasih, burung bangau, patung ikan arwana, dan hiasan gantung cing-krincing.Kata Kunci : kerajinan, kerang, desa kilensari This study aims to describe (1) what materials and tools are used in the process of making shellfish handicrafts in Kilensari village (2) the process of making shellfish handicrafts in Kilensari village, Panarukan subdistrict, Situbondo district (3) the types and forms of works produced by shellfish craftsmen in Kilensari Village, Panarukan District, Situbondo Regency. This research is a qualitative descriptive study. The target of this research is the owner of Centra Shellfish Craft in Kilensari village, Panarukan Subdistrict, Situbondo Regency. The data collection in this study was carried out by techniques (1) Observation, (2) Interviews, (3) Documentation, and (4) Literature Review. Data analysis techniques used in this study are domain and taxonomic analysis. The results of this study are (1) Materials used in the process of making shellfish crafts in Kilensari Village, Panarukan Subdistrict, Situbondo Regency, are clam shells, wood glue, G glue, solation, green stone / longsol, resin, HCL liquid, H2O2 liquid, paint oil, thinner A. While the tools used are molen, miser, wire mesh, basket, bucket, printing reference, sitting grinding machine, grinding machine, emery, compressor, knife, oven machine. (2) The process of making seashells in Kilensari Village, Panarukan Subdistrict, Situbondo Regency has several stages, the initial stage is the washing process and softening process, then at the core stage, namely the process of forming and repairing, at the final stage namely the polishing process and finishing process. (3) Types and forms of works produced by shellfish craftsmen in Kilensari Village, Panarukan Subdistrict, Situbondo Regency consist of two types, namely functional and non functional, as for the functional crafts produced in the form of trays, plates, saucers (pedestal cups), flower pots, mirror frames , jewelry, ashtrays, curtains, and lamp decorations. While the non-functional craft produced in the form of two-dimensional works with Nyi Roro Kidul figures, Rama and Shinta figures, birds of paradise, storks, arowana fish statues, and hanging cing-kincinc hanging decorations.keyword : crafts, shells, kilensari village
KERAJINAN AKAR KELAPA KARYA MADE SUKADANA DI PENUKTUKAN, TEJAKULA, BULELENG, BALI Kadek Edy Satriawan .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Munculnya ide pembuatan kerajinan; (2) Bahan dan alat yang digunakan membuat kerajinan; (3) Proses pembuatan kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana di Penuktukan, Tejakula, Buleleng, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Made Sukadana dan objek penelitian ini adalah kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisi domain dan analisi taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ide awal pembuatan kerajinan muncul karena melihat peluang dari banyaknya populasi pohon kelapa dan kurangnya pemanfaatan akar kelapa yang hanya menjadi limbah setelah pohon kelapa ditebang. (2) Bahan dan alat untuk membuat kerajinan: akar kelapa, lem cyanoacrylate etil, politur, obat anti serangga dan oli bekas. Sedangkan alat yang digunaka antara lain: kapak kayu, pahat ukir, spidol, gergaji listrik, linggis, sikat dan kuas. (3) Proses pembuatan kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana terdiri dari tiga proses inti yaitu ; Proses awal, proses pengerjaan, dan proses finishing. Tiap proses inti tersebut terdiri dari beberapa bagian proses, seperti Proses awal terdiri dari ; Mencari bahan, menyiapkan tempat, membersihkan bahan kerajinan, membuat sketsa desain untuk kerajinan akar kelapa, dan terakhir menyiapkan alat dan bahan. Proses pengerjaan juga terdiri dari beberapa proses seperti; Mengupas kulit akar kelapa, membuat sketsa pada bahan kerajinan, dan memahat atau mengukir bahan kerajinan. Terakhir proses finishing terdiri dari dua bagian proses yaitu; Proses penghalusan dan proses pewarnaan serta pengobatan. Kata Kunci : Kerajinan, akar kelapa, Penuktukan, Made Sukadana. This study aims to find out: (1) the emergence of crafting ideas; (2) Materials and tools used to make crafts; (3) The process of making coconut root crafts by Made Sukadana in Penuktukan, Tejakula, Buleleng, Bali. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The subject of this research is Made Sukadana and the object of this research is coconut root craft by Made Sukadana. The method that the researcher used for data collection in this study were observation, documentation, interviews, and literature. The Analysis of the data that the researcher used were domain analysis and taxonomic analysis. The results of the study show that: (1) The initial idea of making crafts emerged because it saw that the opportunities for the large population of coconut trees and the lack of utilization of coconut roots which only became waste after the coconut trees were cut down. (2) Materials and tools for making crafts: coconut roots, ethyl cyanoacrylate glue, politur, insect repellent and used oil. While the tools used include: wood axes, carving chisels, markers, electric saws, crowbars, brushes and brushes. (3) The process of making coconut root crafts by Made Sukadana consists of three core processes, namely; Initial process, work process, and finishing process. Each core process consists of several parts of the process, such as the initial process consists of; Search for materials, prepare places, clean craft materials, made a design sketches for crafting coconut roots, and finally prepare tools and materials. The process of make it also consists of several processes such as; Peel coconut root skin, sketch on craft materials, and sculpt or carve craft materials. Finally, the finishing process consists of two parts, namely; Smoothing process and coloring process and treatment. keyword : Crafts, coconut roots, Penuktukan, Made Sukadana.
Ruang dan Waktu dalam Anime Kimi No No Wa VINCENT CHANDRA .; Drs. Hardiman, M.Si. .; Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23188

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian “Analisis Estetik Anime Kimi No Na Wa”.Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan ruang dan waktu yang merupakan salah satu unsur visual pada anime Kimi No Na Wa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, purposive sampling dan snowball sampling. Pada penelitian ini, data yang dikumpulkan berupa fragmen atau potongan gambar yang dibekukan dari film yang diteliti dengan menyeleksi dan memilah scene yang dirasa memiliki gejala visual sesuai dengan tujuan penelitian. Sehingga dari proses pengumpulan data menghasilkan6050 fragmen yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan, kemudian direduksi menjadi sebanyak 292 fragmen dan dipilih beberapadiantaranya sebagai representasi dari tiap unsur yang ada untuk dibahas lebih detil. Artikel ini sampai pada kesimpulan bahwa ruang yang terwujud dalam anime Kimi No Na Wa ialah ruang semu, dan waktu yang dapat teramati berupa adegan yang diperlambat, dipercepat, dan adegan yang singkat.Kata Kunci : ruang dan waktu, analisis unsur visual, anime, Kimi No Na Wa This article is part of the research entitled “Aesthetic Analysis of Anime Kimi No Na Wa”. This article aims to describe space and time which is one of the visual elements in the anime Kimi No Na Wa.Data collection is done by observation, documentation, purposive sampling and snowball sampling techniques. In this study, data collected in the form of fragments or frozen images from the film under study by selecting and sorting scenes that are felt to have visual symptoms in accordance with the purpose of the study. So that from the data collection process produces 6050 fragments in accordance with the criteria specified in the study, then reduced to as many as 292 fragments and selected some of them as a representation of each element to be discussed in detail. This article comes to the conclusion that the space that is masifested in the anime Kimi No Na Wa is an imaginary space, and the time that can be observed is in the form of scene that are slowed down, speeded up and in short scene.keyword : analysis of space and time, analysis of visual elements, anime, Kimi No Na Wa