cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
KARYA SENI KAYU DI DESA BUSUNGBIU, KECAMATAN BUSUNGBIU, KABUPATEN BULELENG ., Komang Marta Wira Miharja; ., Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.69 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i2.11507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) Bahan dan alat yang digunakan dalam membuat karya seni kayu di Desa Busungbiu Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. (2)Proses pengolahan akar kayu di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu,Kabupaten Buleleng (3)Bentuk karya seni akar kayu di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pemilik dan pengrajin kayu di Desa Busungbiu , Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik, observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah (1) analisis domain dan (2) analisis taksonomi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Bahan yang di gunakan dalam Pembuatan Karya Seni Kayu yaitu bahan baku akar kayu : akar kayu jati, akar kayu intaran, akar kayu mangga, akar kayu jabon. Bahan penunjang: Kapur. Alat yang digunakan dalam pembuatan karya seni akar kayu, antara lain : Gergaji mesin, mesin gerinda, cekrek (mata gerinda berupa pahat), mata gerinda amplas. (2) Proses pembuatan Karya Seni Kayu diawali dengan proses menentukan bahan, proses pembuatan sketsa, proses pembentukan global, proses pembentukan dan mencoak. (3) Bentuk karya seni :bentuk kontemporer mengikuti bentuk akar kayu yang di gunakan dalam bentuk abstrak yang menyerupai angka 69, bentuk hati, bentuk tribal, bentuk termbu karang, bentuk daun, bentuk angka 88. Kata Kunci : Kata kunci: karya seni , akar kayu, seni rupa This research aims to obtain information about: (1) the ingredients and the tools used to create the works of art the wood in the village of Busungbiu Busungbiu, Buleleng Regency. (2)processing the root of the wood in the village of Busungbiu, Busungbiu,Buleleng Regency (3)form of the works of art the root of the wood in the village of Busungbiu, Busungbiu, Buleleng Regency. This research is a descriptive research with qualitative approach. The subject of this research is the owner and craftsmen art wood in the village of Busungbiu , Busungbiu, Buleleng Regency. Data Collection in this research done with the technique, observation, interview, documentation, and literature. The instrument used is (1) the instrument of observation, interview instrument, instruments documentation and bibliographical instruments. Analysis of the data used is (1) domain analysis and (2) taxonomy analysis. The results of this research are: (1) the material in use in the making of the Art Works wood namely raw wood root : root teak wood intaran, roots, root wood, mango wood jabon roots. Support materials: chalk. The tools used in the making of the art works root wood, among others : Saws, machine grinding machine, cekrek (eyes grinding in the form of sculpture), the eyes of the grinding abrasives, . (2) the process of making the Art Works wood begins with the process of determining the ingredients, making process of etching, the process of the formation of a global process of formation and mencoak. (3) the form of the art works wood, contemporary form follow the root form of wood in use in the form of abstract that resembles the number 69, the form of the heart, the form of tribal, form termbu coral reefs, leaf structure, Numbers 88. keyword : Key Words: art work , the root wood, art
SIKUT DAN BAHAN MENURUT KEPERCAYAAN BALI DALAM SANGGAH KAYU DI BANJAR GEROMBONG, DESA BERABAN, KECAMATAN SELEMADEG TIMUR, KABUPATEN TABANAN ., I Putu Herman Indrayana; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)keberadaan sanggah kayu (2)alat dan bahan pembuatan sanggah kayu (3)proses pembuatan sanggah kayu. (4)jenis sanggah kayu yang dihasilkan. Sasaran penelitian ini adalah sanggah kayu di Banjar gerombong, Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Sanggah kayu ini merupakan bagian dari sebuah pura yang ada di bali, yang memiliki fungsi dalam pemujaan para dewa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskritif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1)teknik observasi (2)teknik wawancara (3)teknik telaah Dokumen. Instrumen yang digunakan adalah (1)instrument observasi (2)instrument wawancara (3)insrumen dokumentasi (4)Instrumen Kepustakaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) analisis domain yang bertujuan untuk memperoleh gambaran atau pengertian umum, relatif dan menyeluruh, dan (2)analisis taksonomi untuk mengolah data lebih lanjut, lebih rinci dan mendalam. Hasil penelitian ini memaparkan (1)keberadaan sanggah kayu yang berdiri sejak tahun 1992 hingga sekarang, (2)alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut (a).gergaji, pahat, pengotok, palu, mesin jigsaw, mesin bor tangan, mesin serut kayu, kuas, pensil, sepidol (b). bahan terdiri atas kayu waru, kayu cempaka, kayu majagau, paku, lem serba guna, cat mowilek, cat pioneer, ijuk,genteng, cat genteng. (3)Proses pembuatan sanggah kayu melalui tahap pemilihan kayu sampai tahap finishing . (4) jenis sanggah kayu ini meliputi pesaren, taksu agung, manjangan salu wang, meru mas sri medandan, bale piyasan, rambut sedana, gedong catur.Kata Kunci : sanggah, sikut sanggah. This study aimed to determine (1) the existence of sanggahkayu (2) the tools and materials for sanggahkayu (3) the process of making sanggahkayu. (4) the type of sanggahkayu. The target of this research is sanggahkayu in Banjargerombong, Beraban Village, District East Selemadeg, Tabanan. Sanggah timber is part of a temple in Bali, which has a function in the worship of the gods. The approach used is descriptive qualitative approach. Data collection techniques were used: (1) observation technique (2) interviewing techniques (3) Document engineering study. The instruments used are (1) observation instruments (2) interview instrument (3) instrument documentation (4) Instrument Library. Analysis of the data used in this study were (1) a domain analysis that aims to gain an overview or a general sense, the relative and thorough, and (2) analysis taxonomy to process the data further, more detailed and in-depth. These results describe (1) the existence of objections wood that was founded in 1992 to the present, (2) the tools and materials used as follows: (a). Saws, chisels, pengotok, hammer, jigsaw machine, hand drill machine, wood planer machine , paintbrush, pencil, sepidol (b). material consists of hibiscus wood, wood of tropical manolia, majagau wood, nails, glue versatile, mowilek paint, paint pioneer, fibers, tile, tile paint. (3) The process of making wooden corrected through the stages of the selection of the wood to the finishing stage. (4) the type of wood objections include pesaren, taksuagung, manjangansaluwang, merusri mas medandan, bale piyasan, hair Sedana, gedongcatur.keyword : shrine, size shrine
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBENTUK GAMBAR BINATANG REALIS DAN GAMBAR BINATANG KARTUN TERHADAP KEGIATAN MENGGAMBAR ANAK - ANAK DI TK PRA WIDYA DHARMA KEMBANGSARI KINTAMANI ., I Kadek Budiana; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.612 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.15147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses penggunaan media pembelajaran contoh gambar binatang realis dan gambar binatang kartun di TK Pra Widia Dharma, (2) mendeskripsikan hasil belajar dengan metode mencontoh gambar binatang realis dan gambar binatang kartun. Penilitan ini adalah penelitian deskriptif dengan model pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Langkah ? langkah penelitian dilakukan dengan (1) merencanakan model pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa gambar contoh binatang realis dan gambar kartun, (2) membuat media pembelajaran berupa gambar binatang kartun dan realis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif Hasil penelitan ini adalah (1) gambar contoh yang diberikan banyak yang di kembangkan oleh anak ? anak (2) pengembangan gambar contoh paling banyak yang dilakukan anak adalah menambahkan gambar benda atau kegiatan keseharian mereka atau pengalaman yang menurut mereka berkesan seperti gambar ogoh ? ogoh karena pada saat penelitian masih suasana hari raya nyepi. Kata Kunci : Kata kunci: media pembelajaran, gambar binatang realis, gambar binatang kartun. . This study aims to (1) describe the process of using learning media of examples of realist animal images and cartoon animal images in Pra-Widya Dharma kindergarten, (2) to describe learning outcomes with the method of modeling realist animal pictures and cartoon animal images. Research is a descriptive research with a qualitative approach model. Data collection in this research is done by technique (1) observation, (2) interview, and (3) photo documentation. The research step is done by (1) planning the learning model by using the instructional media in the form of picture of realist animal sample and cartoon image, (2) making learning media in the form of cartoon animal image and realist, data analysis using qualitative descriptive analysis The results of this research are (1) sample images given by many children developed (2) the development of the most images of the children's example is to add pictures of objects or their daily activities or experiences that they think are like ogoh ogoh research is still the atmosphere of nyepi feast. keyword : Keywords: learning media, realist animal pictures, cartoon animal pictures
KERAJINAN SANDAL BERBAHAN DASAR DAUN LONTAR DI PERUSAHAAN ADI KARYA DESA BONA, KECAMATAN BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR ., Gede Wasudewa; ., Dra. Luh Suartini; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.678 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4253

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui keberadaan usaha kerajianan sandal berbahan dasar daun lontar di Perusahaan Adi Karya Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. (2) Untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kerajianan sandal berbahan dasar daun lontar di Perusahaan Adi Karya Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. (3) Untuk mengetahui proses pembuatan kerajianan sandal berbahan dasar daun lontar di Perusahaan Adi Karya Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. (4) Untuk mengetahui nilai estetis pada kerajianan sandal berbahan dasar daun lontar di Perusahaan Adi Karya Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Subyeknya adalah perusahaan dan obyeknya adalah kerajinan sandal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasian dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perusahaan berada di Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dan berdiri tanggal 10 mei 1996. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan sandal meliputi: daun lontar, spon karet, kertas karton, benang jahit, kain furing, lem latex, lem fox kuning, pewarna, dan soda api. Sedangkan alat meliputi gunting, cutter, pisau, spidol atau pulpen, mesin jahit, kompresor, penyisit, mal, manekin alas kaki, palu dan pahat ukir,drim dan tungku api. (3) Proses pembuatan kerajinan sandal ada dua tahap yaitu proses persiapan bahan dan alat serta proses perakitan sandal. (3) Nilai estetik yang terdapat pada kerajinan sandal ini adalah bentuk dan desain anyaman dari sandal,seperti motif sig-sag burik, bedeg, kotak-kotak dan kombinasi sehingga membuat kerajinan ini semakin diminati di pasaran. Kata Kunci : Kata kunci: kerajinan, sandal, daun lontar. This study aimed (1) to know the existance of sandals craft made from palm leaves in Bona Village Adi Karya Company, Blahbatuh, Gianyar. (2) to know tools and materials used to make sandals craft from palm leaves in Bona Village Adi Karya Company, Blahbatuh, Gianyar. (3) to know the process of making sandals craft from palm leaves in Bona Village Adi Karya Company, Blahbatuh, Gianyar. (4) to know the estetic value of sandals craft made from palm leaves in Bona Village Adi Karya Company, Blahbatuh, Gianyar. This study was descriptive qualitative study. Subject of the study was destricted on the company and the object was limited to the sandals craft. Method of data collection used were observation technique, interview, documentation, and source review. The result of the study showed (1) the company located in Bona Village, Blahbatuh, Gianyar and founded on May, 10th 1996. (2) tools and materials used were palm leaves, sponge rubber, cardboard, yarn sewing, fabric Furing, latex glue, glue yellow fox, dyes, and soda ash. Meanwhile the tools used were scissors, cutter, knife, marker or pen, sewing machines, compressors, penyisit, mall, mannequin footwear, hammer and chisel carving, drim and furnaces. (3) there were two steps of making sandal craft, namely preparation step and production step. (4) estetic value of the sandals craft was the shape and design of the sandals, such as the zig-zag, beged, box, and combined motive that made the craft more interested in the market. keyword : Keyword: craft, sandals, palm leaves.
PROSES KREATIF SENIMAN I WAYAN SUDARNA PUTRA ., Kadek Jefri Wibowo; ., Drs. I Gusti Nyoman Widnyana; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.472 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang, (1 ) perjalanan hidup I Wayan Sudarna Putra sebagai seniman Bali, (2) periodesasi karya I Wayan Sudarna Putra, (3) konsep penciptaan karya I Wayan Sudarna Putra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif, subjek dari penelitian ini ialah tempat dimana kediaman I Wayan Sudarna Putra. Dalam pengumpulan data, penelitian ini dilakukan dengan beberapa teknik yakni, (1) Teknik observasi, (2) Teknik wawancara, (3) Teknik pendokumentasian, dan (4) Teknik kepustakaan.Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Perjalanan hidup I Wayan Sudarna Putra sebagai seniman kontemporer Bali mengalami tahapan perkembangan dari waktu kewaktu sejalan dengan pengalaman hidupnya, (2) Perkembangan kesenimanan Sudarna Putra dapat dilihat dari periodesasi karyanya yaitu periode tradisi, periode kubisme, periode politik, periode api, periode pengalaman diri,dan periode lingkungan, dimana terdapat keragaman visual, teknik, dan media yang Sudarna Putra gunakan untuk mewujudkan karyanya (3) Konsep penciptaan karya Sudarna Putra menggunakan bahasa tanda (semiotika) dan metafora (perumpamaan), sehingga hal itu membuatnya berhasil melewati berbagai proses kreatif serta kebebasan dalam menggunakan media. Kata Kunci : Proses kreatif, Sudarna Putra, seni lukis. This study aim to find out about (1) the journey of life from I Wayan Sudarna Putra as Bali artist, (2) periodization of art work by I Wayan Sudarna Putra, (3) the art work concept of creating by I Wayan Sudarna Putra. This study is descritive research that use qualitative approach, the subject of this study is the house of I Wayan Sudarna Putra. During collect the data, this research was conducted with several technnique, such as (1) Observation technique, (2) Interview technique, (3) Documentor technique, and (4) Literature technique. The result of this study shows (1) the journey of life from I Wayan Sudarna Putra as Bali contemporary artist, a phase of development from time to time in line with the experience of his life. (2) the art work development of I Wayan Sudarna Putra views from periodization of art work, such as tradition period, cubism period, politic period, fire period, self experience period, and environment period, where there is a visual diversity, techniques, and media that Sudarna use to realize his art. (3) the concept of creating by I Wayan Sudarna Putra uses sign language (semiotic) and metaphor (parable), with the result that make his success to pass various creative proccess and free to use media.keyword : Creative Proccess, Sudarna Putra, Art Painting.
PEMBUATAN PATUNG PADAS PUTIH DI BANJAR LIMO DESA KUTAMPI KALER, NUSA PENIDA. ., I Dewa Gede Aristawan Gotama; ., Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.933 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses penggalian dan pengolahan padas putih, (2) alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan patung padas putih, (3) proses pembuatan patung padas putih, dan (4) jenis-jenis patung padas putih di Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler Nusa Penida. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Cara pencarian data dalam penelitian ini dengan melakukan wawancara dengan subjek penelitian yang diteliti. Subjek penelitian ini adalah Pande I Made Ananta Wikrama selaku pematung batu padas putih dan Made Bakte, selaku pencari batu padas putih, di Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain dan taksonomi. Penelitian ini ditunjang oleh kajian pustaka pengertian seni, seni patung, unsur visual, unsur ekstetik, pengertian ornamen dan ragam hias, padas, banjar Limo, desa Kutampi Kaler, Nusa Penida Hasil temuan penelitian ini adalah (1) proses pengolahan padas putih untuk pembuatan patung yaitu penggalian, pembelahan, pembuatan pola, pemotongan batu padas, dan pengangkutan, (2)alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan patung padas putih yaitu seperti pada umumnya, (3)proses pembuatan patung padas putih yaitu pemilihan bahan baku, penumpukan dan pengeleman, proses pembentukan global, proses penghalusan, dan proses finishing. (4) hasil karya patung batu padas yaitu patung hewan, patung raksasa dan kala, patung Dewa-Dewi, patung pewayangan, dan patung manusia. Dapat disarankan kepada para pematung diharapkan agar secara rutin mengembangkan ide-ide kreatifnya dalam segi bentuk patung.Kata Kunci : Kata Kunci: patung, batu padas putih, alat & bahan, proses, jenis, This research is aimed to describe (1) the process of mining and processing white padas rock, (2) the tools that is required in the process of making white padas rock statue, (3) the process of making white padas statue, and (4) kinds of white padas statue in Banjar Limo, Kutampi Kaler Village of Nusa Penida. This research is a descriptive qualitative research which discuss about the process of making statue. All data is acquired through observation, interview, and documentation. How to search data in this research by conducting interviews with the study subjects studied. The subject of this Pande I Made Ananta Wikrama as a white padas carver and Made Bakte as white pada miner in Banjar Limo, Kutampi Kaler Vilage, Nusa Penida. Data analysis techniques used in this research is the domain and taxonomic analysis. This research is supported by Kajian Pustaka Pengertian Seni, Seni Patung, Unsur Visual, Unsur Estetik, Pengertian Ornamen dan Ragam Hias, Padas, Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. The finding of this research are (1) the processes in making statue using white padas are mining, cutting, pattern making, and transporting; (2) tools that are required in white padas carving a in general, (3) the process in making white padas statue are selecting the material, stacking and glueing, global sketching, refining, and finishing, (4) the final product of white padas statue is in the form of animals, giants and demons, gods and demigods, characters of folktale, and humans.Can be suggested to the sculptor expected to routinely develop creative ideas in terms of the form of sculpture. keyword : Keywords:statue, white padas rock, materials & tools, process, kinds
PROFIL PELUKIS BULELENG SETELAH MASA KEMERDEKAAN SAMPAI SEKARANG ., I Made Suastika Yasa; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.499 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8049

Abstract

Abstrak Penelitian survei ini bertujuan (1) mencatat profil pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang, (2) mendeskripsikan tema dan gaya karya pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang. Sumber data berasal dari katalog pameran, museum Buleleng, wawancara langsung kepada pelukis Buleleng dan praktisi seni. Penulis menyusun data berupa data tertulis (teks). Data disusun dari usia yang paling tua hingga usia yang paling muda. Masing-masing pelukis ditulis profilnya, dideskripsikan pemikiran kepelukisan dan kekaryaannya (tema dan gaya). Profil pelukis Buleleng yang berhasil dikumpulkan berdasarkan kriteria yang dibuat berjumlah 23 pelukis meliputi Jro Dalang Diah, Made Githa, Wayan Putu Rugeg, Gede Mangku, Made Hardika, Nyoman Suma Argawa, Tini Wahyuni, Ari Sudarma, Made Saputra, Wayan Arnawa, Ketut Santosa, Karmawedha, Made Rakyana, Made Ariana, I Komang Suaka, I Ketut Adi Santiasa, I Ketut Samuderawan, Nyoman Nuyasa, I Nyoman Rediasa, Kadek Suwismaya, Kadek Suradi, I Ketut Kendy Paradika dan I Gede Kenak Eriada. Deskripsi pelukis tersebut, dalam pendidikan terdapat 2(dua) kategori yaitu pelukis akademis dan non akademis. Dalam keprofesian ada kategori pelukis yang melakoni aktivitas melukis sebagai profesi dan sampingan. Ada keseimbangan antara jumlah pelukis akademis dengan jumlah pelukis non akademis. Jumlah pelukis Buleleng yang yang melakoni aktivitas melukis sebagai sampingan lebih banyak daripada pelukis yang melakoninya sebagai sebuah profesi. Tema-tema yang diusung oleh pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang meliputi pewayangan, sosial budaya, alam, spiritual, dan potret. Gaya yang diusung pelukis Buleleng meliputi gaya dekoratif, kubistis, naif, naturalis, realis, abstrak, ekspresif dan surealis. Kata Kunci : Pelukis Buleleng, Masa Kemerdekaa,, Tema dan Gaya Abstract This survey research is purposed to (1) make a note data of Buleleng artists profiles since the independence day of Indonesia until now, (2) describe theme and style of the creations of Buleleng artists since independence day until now. Resources of the data are taken from exhibition catalogs, Buleleng’s museum, direct interview with the Buleleng’s artists and art practitioners. Writer make the data as a written data (text). The Data was described from the oldest to the youngest. Each of artist’s profiles was written, the artist’s thoughts and creations (theme and style) are described. Profiles of Buleleng’s artists which gathered by the criteria are 23 artists : Jro Dalang Diah, Made Githa, Wayan Putu Rugeg, Gede Mangku, Made Hardika, Nyoman Suma Argawa, Tini Wahyuni, Ari Sudarma, Made Saputra, Wayan Arnawa, Ketut Santosa, Karmawedha, Made Rakyana, Made Ariana, I Komang Suaka, I Ketut Adi Santiasa, I Ketut Samuderawan, Nyoman Nuyasa, I Nyoman Rediasa, Kadek Suwismaya, Kadek Suradi, I Ketut Kendy Paradika and I Gede Kenak Eriada. The described artists was described in 2 (two) categories by their education record which is academic artists and non-academic artists. In professionalism there are artists who do art activity as a profession and as a side-activity. There are a balance within the number of the profession and the side-activity artists. The number of Buleleng’s side-activity artists are more than the profession artists. The themes that used by the Buleleng’s artists after the independence day is pewayangan, social-culture, nature, spiritual, and portrait. The styles that used by Buleleng’s artists is decorative, cubistic, naïve, naturalist, realist, abstract, expressive, and surrealist. keyword : Buleleng’s artists, independence, theme and style
"COL-OCOLAN" DI DESA PERANTE, ASEMBAGUS-SITUBONDO ., Herman Susanto; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.405 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses permainan Col-Ocolan Desa Perante, Asembagus, Situbondo, meliputi peserta, aturan main dan cara bermain, (2) bentuk dan rupa mainan Col-Ocolan Desa Perante, Asembagus, Situbondo. Meliputi proses terwujudnya bentuk Col-Ocolan serta mendeskripsikan rupa Col-Ocolan yang dibuat untuk dimainkan, dan yang dibuat untuk hiasan, (3) proses pembuatan mainan Col-Ocolan Desa Perante, Asembagus, Situbondo yang dibuat untuk dimainkan dan untuk hiasan dinding. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan rekonstruksi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) peserta permainan Col-Ocolan di Desa Perante, Asembagus-Situbondo terdiri dari anak-anak berusia 4 sampai 15 tahun. Aturan main permainan Col-Ocolan di Desa Perante, Asembagus-Situbondo terdiri dari tiga aturan yaitu ghindhungan atau gendongan, kala nyambhi atau kalah bawa, dan kala push-up atau kalah push-up; (2) proses terwujudnya bentuk Col-Ocolan mengalami beberapa tahapan perkembangan bentuk dari phappana gheddeng atau pelepah pisang, bhungkana tebbhu atau batang tebu, dan bentuk akhir Col-Ocolan yang terbuat dari kayu. Bentuk Col-Ocolan, baik yang dibuat sebagai mainan maupun yang dibuat sebagai hiasan memiliki persamaan corak hias yaitu motif kartun dan motif bangun. Sedangkan pada bentuk Col-Ocolan tidak terlalu berbeda, perbedaan hanya terletak pada bagian ekor dan tebal badan, Col-Ocolan sebagai hiasanya dibuat lebih tipis dari Col-Ocolan yang dibuat sebagai mainan.; (3) Proses pembuatan Col-Ocolan sebagai mainanterdiri dari pemotongan kayu, pembentukan badan Col-Ocolan, penanaman besi, penghalusan, pembuatan ekor dan pengeleman, serta pewarnaan atau finishing. Sedangkan proses pembuatan Col-Ocolan sebagai hiasan terdiri dari pemotongan kayu, pembentukan badan Col-Ocolan, pembuatan ekor dan pengeleman, pengeboran, penghalusan, dan pewarnaan atau finishing. Kata Kunci : Col-Ocolan, bentuk, rupa, rekonstruksi This study aimed to describe (1) Describing the process a game of Col-Ocolan in Perante Village, Asembagus, Situbondo, including the player, rules of the game and how to play, (2) describing the forms and shapes of toys Col-Ocolan Perante Village, Asembagus, Situbondo. Covering the realization process of Col-Ocolan form and to describe such a Col-Ocolan are made for games, and that also made for decoration, (3) Describeing the process of making toys Col-Ocolan Perante Village, Asembagus, Situbondo are made for game and for wall decoration. This study was descriptive qualitative research. Data collection techniques used in this study is observation, interviews, and reconstruction. The results of this study showed (1) the player in the game of Col-Ocolan Perante Village, Asembagus-Situbondo consists of children aged 4 to 15 years. Rules of the game in the village of Col-Ocolan Perante, Asembagus-Situbondo consists of three rules that Ghindhungan or sling, Kala Nyambhi or lose bring, and Kala Push-ups or push-ups lose; (2) the realization of forms of Col-Ocolan experienced some form of developmental stages phappana gheddeng or banana skins, bhungkana tebbhu or sugarcane, and the final form Col-Ocolan made of wood. Col-Ocolan shape, well made as toys or created as decoration has similarities decorative patterns and motifs cartoon motifs wake. While the shape of Col-Ocolan not different, the only difference lies in the tail and thick body, Col-Ocolan as decoration made thinner than Col-Ocolan made as toys .; (3) The process of making Col-Ocolan such us from sawmill, Col-Ocolan entity formation, planting iron, refining, manufacture tail and gluing, and dyeing or finishing. While the process of making the Col-Ocolan as a decoration consisting of a cutting wood, entity shape of Col-Ocolan, manufacture tail and gluing, drilling, refining, and dyeing or finishing. keyword : Col-Ocolan, shape, appearance, reconstruction
ANALISIS GAMBAR EKSPRESI BEBAS KARYA SISWA KELAS VII DALAM KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS DI SMP N 1 TAMPAKSIRING ., I Gede Dwitra N. Artista; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tema gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar dan (2) Mendeskripsikan elemen gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar. Penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling pada saat kegiatan menggambar dengan cara mengajak anak menggambar bebas secara berkelompok sesuai kelasnya masing-masing. Sementara itu gambar-gambar hasil karya siswa akan dipilih secara acak dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tema gambar dari masing-masing siswa, sangat beragam. Setiap tema yang ditampilkan siswa dalam hasil karyanya menunjukkan adanya indikasi kecenderungan pengaruh lingkungan siswa. Faktor-faktor seperti lingkungan tempat tinggal serta pekerjaan orang tua memberi pengaruh kuat bagi siswa dalam pemilihan tema gambar mereka. Seperti pula yang dipaparkan pada tahapan Pseudo Naturalistic Stage. (2) Berdasarkan hasil observasi terhadap gambar-gambar hasil karya siswa tersebut dapat dilihat bahwa objek yang ditampilkan pada bidang gambar siswa secara keseluruhan sangatlah beragam mulai dari pepohonan, persawahan, sungai, binatang, tokoh kartoon, sarana kebudayaan, serta karikatur. Sebagian besar garis yang dihasilkan siswa sangat tegas. Pewarnaan keseluruhan karya siswa menggunakan pensil warna dengan teknik arsiran. Penggunaan ruang yang dilakukan siswa, hampir sebagian besar tampak memenuhi bidang gambar. Kata Kunci : gambar ekspresi, pseudo Naturalistic Stage, wujud karya seni This study was aimed to (1) describe the theme of the image students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring and (2) describe the image element students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring. This study used cluster-sampling technique when drawing as a means to invite children to draw freely in groups within a class. While the images of students’ art will be further randomly selected and analyzed. The results showed that (1) the theme of the image of each student is very diverse. Each theme showed the students in their work, indicated a tendency to students ‘environmental influences. Environmental factors such as residence and parents’ profession strongly influenced the choice of theme for students in their image as also described in stages Pseudo Naturalistic Stage. (2) Based on the observation of images of students' art, it could be seen that the object shown in the image area students are extremely diverse in range, begin from trees, rice fields, rivers, animals, different cartoon characters, cultural facilities, as well as caricatures. Most of the result line students were very firm. Overall student work using colored pencils with shading techniques. The use of the student space, almost the majority seemed to fill the picture area. keyword : image expression, pseudo Naturalistic Stage, form of art
POLA VISUALISASI KOMIK 101% ♥ INDONESIA ., Ni Luh Pangestu Widya Sari; ., Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.831 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2114

Abstract

Komik saat ini memiliki peran yang cukup penting salah satunya sebagai sebuah sarana dalam mengimbangi fenomena pertarungan kebudayaan. Sifatnya yang merakyat, penampilannya yang unik, dan menarik karena menyatukan gambar dengan teks verbal mampu menyedot perhatian banyak kalangan. Komik 101% ♥ Indonesia merupakan salah satu contoh peran serta seorang komikus dalam mendidik para pembacanya (baca:masyarakat) lewat tema-tema nasionalisme yang dihadirkannya. Artikel ini mengulas komik 101% ♥ Indonesia yang diluncurkan tahun 2012 oleh komikus bernama Vbi Djenggotten, dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, yang bermaksud menggambarkan dan menjelaskan pola visualisasi dari komik 101% ♥ Indonesia.Kata Kunci : komik 101% ♥ Indonesia, pola visualisasi Nowadays, comic has important roles in which one of them is as media in balancing phenomena of cultures battle. Its characteristics, which are global, unique, and attractive by connecting pictures with verbal text, are able to attract people’s attention. The 101% ♥ Indonesia comic is one example of participations of a comic author in educating the readers by presenting nasionalism themes. This article reviews the 101% ♥ Indonesia comic which was launched in 2012 by a comic author Vbi Djenggotten. By using descriptive analysis research method, it is aiming at describing and explaining the visualization pattern of the 101% ♥ Indonesia comic.keyword : the 101% ♥ Indonesia comic, vizualitation pattern

Page 4 of 54 | Total Record : 536