cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
KOMPONEN PENJOR HIAS DI DESA KAPAL, MENGWI, BADUNG ., I Gede Hendra Putrawan; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2133

Abstract

Keberadaan bisnis penjor yang ada di Desa Kapal sangat menjanjikan untuk mengangkat perekonomian masyarakat di Desa Kapal, Mengwi, Badung, disamping itu, Penjualan komponen penjor memang sangat membantu masyarakat Bali yang ada di sekitar desa Kapal, karena dengan adanya penjualan komponen-komponen penjor hias masyarakat dengan lebih praktis dan cepat untuk mengerjakan penjor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alat, bahan yang digunakan, proses pembuatan, dan komponen yang dibuat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain yang bertujuan untuk memproleh pengertian umum, relative dan menyeluruh, analisis taksonomi untuk mengolah data lebih lanjut, lebih rinci dan mendalam. Kata Kunci : Komponen penjor, ragam hias Penjor business presence in the Kapal village was very promising to lift the economy in Kapal Village society, Mengwi, Badung. In addition, the sale of penjor component was very helpful to balinese people that are around the Kapal village, cause with the sale of ornamental components Penjor people becomes more practical and faster to work Penjor. This study aimed to describe the tools, the materials used, the manufacturing process, and the components are made. Data collection techniques used were observation techniques, interviewing techniques, and documentation techniques. Analysis of the data used in this study were domain analysis that aimed to get common sense and relatively thorough, analytical taxonomy to process the data further, more detailed and in depth. keyword : Component Of Penjor , decorative art
Dawang-Dawang Di Buleleng ., Harta Diwanda Kadek; ., Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum.; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.064 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.12174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk dawang-dawang di Buleleng, (2) fungsi dawang-dawang di Buleleng, (3) makna dawang-dawang di Buleleng. Sasaran penelitian ini adalah dawang-dawang yang ada di daerah Buleleng. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukaan dengan teknik (1) observasi,untuk mendapatkan data mengenai bentuk, fungsi,dan makna dawang-dawang (2) wawancara,untuk menggali lebih dalam informasi tentang bentuk, fungsi dan makna dawang-dawang (3) dokumentasi,untuk mendapatkan foto dawang-dawang yang ada di Buleleng (4) dan kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara (1) analisis domain,untuk mendapatkan gambaran umum mengenai bentuk dawang-dawang (2) dan analisis taksonomi, untuk mengurai lebih rinci mengenai bentuk dawang-dawang. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Bentuk dawang-dawang mengambil wujud dari manusia yang berpasangan yaitu laki-laki dan perempuan, yang dibuat dari bahan bambu dengan cara dianyam dan dibungkus dengan kertas dan kain. Pada bagian kepala diberi topeng sesuai dengan karakter wajah laki-laki dan perempuan. (2) Fungsi dawang-dawang pada upacara ngaben utama di Buleleng ada tiga, yaitu fungsi religius, fungsi sosial, dan fungsi estetika. Dimana fungsi religius dawang-dawang sebagai pelengkap sarana upacara ngaben dan juga sebagai penuntun jalan roh/atma menuju surga. Sebagai fungsi estetik dawang-dawang adalah sebagai media hiburan, dimana dawang-dawang memiliki unsur keindahan didalam segi seni yang dipertontonkan dalam upacara ngaben di Buleleng, fungsi sosial dari dawang-dawang yaitu sebagai media bersedekah bagi pihak penyelenggara upacara ngaben. (3) Makna dawang-dawang adalah sebagai simbol Rwa Binedha yaitu dua hal berbeda yang selalu berdampingan di dunia ini, serta makna Purusa dan Pradana yaitu simbol laki-laki dan perempuan. Kata Kunci : Dawang-dawang, bentuk, fungsi, makna This research aimed to describe (1) Dawang-dawang form of Buleleng, (2) The function of Dawang-dawang in Buleleng, (3) the meaning of Dawang-dawang in Buleleng. The research was Dawang-dawang in Buleleng. This research was qualitative description. The collecting data of this research was implemented by the technique (1) The observation was to obtain data of the form, the function, and the meaning of Dawang-dawang. (2) The interviewing was to explore more information about the form. (3) The documentation was to take a dawang-dawang’s photo of Buleleng (4) The reference/ the bibliographer. The collecting data was analyzed such as : (1) The domain analysis was to obtain general describing of the Dawang-dawang’s form (2) The Taksonomy analysis was to explain more details of The Dawang-dawang ‘s form. The result of research showed that (1) The form of Dawang-dawang took of the human’s being partner’s form with the boy and the girl were made from the bamboo’s plaiting and wrapped by paper and cloth. The part of head was the mask form . according to the character of boy’s face and the girl’s face. (2) the function of Dawang-dawang for the main of cremation ceremony of Buleleng such as ; the religious, social, and aesthetics’s function. Which the function of Dawang-Dawang’s religious as the material’s completing of the cremation ceremony. And also to guide the soul of the human’s being to the heaven. As the function of Dawang-dawang’s aesthetic was as entertainment’s media , which The dawang-dawang had the beauty of art that showed of the cremation ceremony in Buleleng regency, the social’s function of Dawang-dawang as media’s charity for the committee’s cremation ceremony. (3) the meaning of Dawang-dawang was as Rwa Binedha’s symbol ( two character of the different human’s being that always related in the world, and the meaning of Purusa and Pradana such as Boy and Girl’s symbol. keyword : Dawang-dawang , Form, Function, Meaning
SENI TATO DI KALANGAN ANAK MUDA DI DESA PUPUAN ., I Dewa Gede Putra Ariawan; ., Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2544

Abstract

Masyarakat pada jaman dahulu masih menganggap tato itu suatu hal yang tabu. Orang-orang yang memakai tato diidentikan dengan orang jahat atau penjahat, juga dianggap orang yang selalu membuat kekacauan dan mengusik ketentraman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat luas tentang seni tato di Desa Pupuan, mengetahui alasan anak muda di Desa Pupuan menggunakan tato, mengetahui desain tato yang digunakan oleh anak muda di Desa Pupuan, mengetahui bagian tubuh yang ditato oleh anak muda di Desa Pupuan. Subjek dalam penelitian adalah 45 anak muda dan 30 orang tua di Desa Pupuan. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data-data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara, yang selanjutnya data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 75 orang yang menjadi subjek penelitian, ada 49 yang menyukai tato, 15 orang yang tidak menyukai tato, dan 11 orang biasa-biasa saja. Alasan anak muda di Desa Pupuan mempergunakan tato karena tato dianggap karya seni yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi dan bersifat atraktif, dinamis, sesuai dengan jiwa mereka yang penuh semangat. Desain yang paling banyak digunakan adalah gambar yakuza dan geisha, serta bagian tubuh yang paling banyak ditato adalah punggung dan kaki.Kata Kunci : Tato. Anak Muda, Pupuan The public in antiquity still thinks emme it ' s a thing which is taboo. Those who wear emme diidentikan with a villainous person or criminals, also considered the guy who always make chaos and harass tranquility of society. Research is aimed to know the views of the public at large about art emme in the village of pupuan, know the young man in the village of pupuan using emme, knowing design emme used by young man in the village of pupuan, knowing of body parts that ditato pupuan by young man in the village. A subject in research is 45 young man and 30 pupuan old man in the village. Research using design descriptive qualitative research. The data collected by using the method observation and interview later on data analysis using a method of analysis descriptive. The result showed that of 75 people, who became a subject of study there are 49 emme, who is fond of 15 a person who dislikes emme, and 11 people unsurprised. Reasons young man in the village of pupuan putting emme because emme considered a work of art that have value æsthetics is quite high and are attractive, dynamic, in accordance with their souls who spiritedly. Design the most widely used is a picture of yakuza and geisha, as well as of body parts that most numerous ditato is the back and feet.keyword : Tato. Anak Muda, Pupuan
BINGKAI KACAMATA KAYU DARI PAPAN SKATEBOARD BEKAS OLEH KETUT NGURAH ERI SUANDA DI SINGARAJA ., Ketut Hersa Swadharma Putro Giri; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg.; ., I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.911 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.15152

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya pengrajin yang mencoba untuk memanfaatkan kembali (reuse) limbah papan skateboard menjadi produk kerajinan, salah satunya menjadi kacamata. Pemanfaatan papan skateboard bekas memiliki kelebihan karena mengolah kembali barang bekas yang tidak dapat digunakan lagi menjadi barang bernilai seni dan mahal. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis terfokus pada rumusan masalah yaitu meliputi alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kacamata berbahan dasar skateboard bekas serta model yang dibuat dari segi ukuran dan bentuk. Kesimpulannya sebagai berikut: alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kacamata dari bahan skateboard bekas antara lain: scroll saw (alat utama dalam pembuatan kacamata yang digunakan untuk memotong papan skateboard, terdiri dari Scrool saw blade halus yang berfungsi dalam membuat lekukan-lekukan berliku yang kecil serta scroll saw blade kasar yang digunakan untuk mempercepat proses pemotongan), mini grinder pen (alat untuk menghaluskan papan yang sudah dipotong menggunakan scroll saw.), gerinda duduk (jenis lain dari mesin gerinda yang memiliki dua mata gerinda, prinsip kerjanya adalah mata gerinda berputar dan bersentuhan dengan papan skateboard sehingga menghasilkan bentuk dan ketebalan yang diinginkan pada kacamata), jangka sorong (alat pengukur diameter yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter), tang jepit bengkok (jenis tang yang memiliki ujung yang kecil dan melengkung yang berfungsi dalam pemasangan engsel kacamata), obeng (alat yang digunakan untuk mengencangkan atau mengendurkan baut pada engsel kacamata), gunting (untuk memotong pola kacamata yang telah dicetak pada kertas HVS) dan bor (alat yang digunakan untuk membuat lubang, alur, peluasan, dan penghalusan secara presisi dan akurat). Hasil kerajinan kacamata berbahan skateboard bekas yang telah dihasilkan oleh Ketut Ngurah Eri Suanda memiliki keragaman model, ukuran dan bentuk sesuai selera pembeli yaitu bentuk bingkai bulat dan segiempat.Kata Kunci : kacamata, skateboard The background of this research is the existence of the craftsman who try to reuse the waste skateboard into handicraft product that is sunglass. The utilization of the waste skateboard has advantage because the waste goods can be processed into something artistic and expensive. This research is descriptive research with qualitative approach. The analysis is focused on the statement of the problem that is (1) what tools used in the process of making sunglass from waste skateboard and (2) the style of the sunglass based on the size and the shape. The conclusion is: the tools that is used in the process of making sunglass are (1) scroll saw which is the main tool in the process of cutting the skateboard, consists of soft scroll saw blade that is used to make small curvatures and hard scroll saw blade that is used to speed up the cutting process, (2) mini grinder pen which is the tool to smooth the board that has been cut using the scroll saw, (3) bench grinder which is the other kind of grinder that has two wheel, the working principle is the grinding wheel rotates and in contact with the skateboard so it can produce the desired shape and thickness on the glass frame. (4) Calipers is the diameter gauges whose accuracy can reach one hundredth of a millimeter (5) bent tweezers is the type of pliers that have small and curved tips that work in the mounting of glasses hinges, (6) screwdrivers that is tools used to tighten or loosen the bolts on the glasses hinges, (7) scissors is to cut the pattern of glasses that have been printed on HVS paper, and (8) drill that is tools used to make holes, grooves and precision smoothing. The results of handicraft sunglass which is made from waste skateboard that has been produced by Ketut Ngurah Eri Suanda has special models, sizes and shapes according to the buyer's taste such as round frame and rectangular shape.keyword : eyeglasses, skateboard
MOTIF HIAS PADA KERAJINAN ANYAMAN BAMBU DI KEJAPA BAMBOO HANDICRAFT, DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG. ., Yeni Yuanda Putri; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.32 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Keberadaan kerajinan anyaman bambu. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan bambu. (3) Proses pembuatan kerajinan bambu. (4) Bentuk dan motif hias kerajinan anyaman bambu di Kejapa Bamboo Handycraft. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, keseluruhan populasi yang ada ditempat penelitian menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan kerajinan anyaman bambu di Desa Tigawasa. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan anyaman bambu meliputi bahan antara lain: bambu, cat kayu, woodstain, rotan, pewarna basis, benang nilon, uang kepeng, kancing batok kelapa, kulit kerang, lem, dan alumunium. Sedangkan alat meliputi gergaji, blakas, pengutik, gunting, meteran, penggaris siku, wajan, kompresor, bor, tang, kuas, jarum, dan alat tulis. (3) Proses pembuatan kerajinan anyaman bambu ada dua tahap yang berbeda yaitu pada proses pembuatan motif dari anyaman dan kerajinan anyaman dengan motif tambahan aksesoris, berikut proses pembuatan kerajinan dari motif anyaman : pemotongan bambu, proses pewarnaan, pengeringan cat, mengirat bambu, proses pengeringan bambu, penganyaman bambu, pemberian bingkai kerajinan. Pembuatan anyaman bambu dengan tambahan aksesoris prosesnya sebagai berikut: pemotongan bambu, pembelahan bambu, mengirat bambu, menyisik bagian pinggir iratan bambu, pengeringan, proses menganyam, proses pewarnaan basis, pengeringan, pewarnaan dengan woodstain, pengeringan, penambahan aksesoris. (4) Motif hias yang dihasilkan dari anyaman antara lain, nagasari, patre, tapuk manggis, pis bolong, wajik dan saudbah. Produk yang dihasilkan adalah kotak tisu, tas, kotak perhiasan, kotak cincin, bingkai foto, tempat pensil, dan aneka sokasi.Kata Kunci : Kerajinan, anyaman bambu, motif hias This study aims to determine (1) the existence of bamboo handicraft. (2) Materials and equipment used in making bamboo handicrafts. (3) The process of making bamboo handicrafts. (4) The form and decorative motifs woven bamboo handicrafts in Kejapa Bamboo Handicraft. This study is a qualitative descriptive study, the overall population is local research into the subject of research. Data collection techniques used were observation, interview, and documentation. The results showed that (1) presence of woven bamboo craft village Tigawasa. (2) Materials and equipment used in the manufacture of woven bamboo handicrafts include materials such as: bamboo, wood paint, woodstain, rattan, dye base, nylon yarn, coins, coconut shell buttons, seashells, glue, and aluminum. While tools include saws, blakas, pengutik, scissors, tape measure, ruler elbow, frying pan, compressor, drill, pliers, brushes, needles, and stationery. (3) The process of making bamboo handicrafts there are two distinct phases, namely the process of pattern making woven and woven with motifs craft additional accessories, the following process of making handicrafts from woven motifs: bamboo cutting, coloring process, paint drying, grinding bamboo, the drying process bamboo, bamboo weaving, giving the frame craft. Manufacture of woven bamboo with additional accessories as following process: cutting bamboo, bamboo splitting, sharpening the edges of the thin strip of bamboo, drying, weaving process, the base coloring, drying, staining with Woodstain, drying, addition of accessories. (4) motif generated from woven among others, nagasari, patre, tapuk manggis, pis bolong, wajik and saudbah. The resulting product is a tissue box, bag, jewelry boxes, ring boxes, photo frames, pencil, and various sokasi.keyword : Crafts, bamboo, ornamental motifs
PROSES PEWARNAAN ANTIK PADA PATUNG DI DESA TENGANAN DAUH TUKAD ., Arry Komang Gede Bhaskara; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.429 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4713

Abstract

Berkembang pesatnya kepariwisataan di Bali sangat mempengaruhi berkesenian masyarakatnya, salah satunya dalam seni pewarnaan patung. Sehingga patung yang dibuat setelah pewarnaan nampak terlihat seperti patung antik. Pewarnaan Antik Pada Patung di Desa Tenganan Dauh Tukad yang dibuat pengerajin Gede Suryanta sangat berbeda di dalam proses pewarnaanya dibandingkan dengan patung biasanya. Oleh karena itu, patung yang dibuat hampir menyerupai patung yang sudah berumur ratusan tahun. Rumusan Masalah pada penelitian ini ialah (1) Bahan dan alat apa saja yang digunakan dalam pewarnaan antik pada patung? (2) Bagaimana proses pewarnaan antik pada patung? (3) Formula apa saja yang digunakan dalam pewarnaan antik pada patung? (4) Jenis patung yang diwarna antik ? Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Subyeknya adalah I Gede Suryanta dan obyeknya adalah Patung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasian dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Bahan dan alat yang digunakan dalam dalam pewarnaan antik pada patung ialah Bahan : cat warna tembok Vinyl Acrylic Emulusion Paint , cat prada emas, serbuk tanah, Uncaria gambir, aspal, kapur sirih Kalsium Hidroksida Ca(OH)2. Alat: kuas, sikat, kompor kaleng, ember. (2) Proses pewarnan antik pada patung ada 8 tahap , yang dimulai dari menyiapkan cat dasar , menyiapka patung yang akan diwarna antik, pewarnaan dasar menggunakan warna putih, pewarnaan pada bagian kamben dan rambut, membuat detail bagian patung dengan cara di kountur , pembakaran , membuat bercak dengan cara disikat (cok-cok), dan tahap terakhir yaitu finishing dengan memoles cairan pamor(kapur sirih). (3) formula yang digunakan dalam pewarnaan antik ialah dengan mencampurkan bahan cat dasar dengan bahan lainya seperti gambir dengan perbandingan 10 cat : 1 Gambir, dan pencampuran cat dasar dengan bahan aspal, perbandingannya 5 cat : 1 aspal. (4) jenis patung yang diwarna antik ialah patung arca buddhaisme, patung arca ciwaisme, patung arca ganesha, patung arca durga, patung relief arjuna bertapa, patung manusia. Kata Kunci : pewarnaan , antik, patung The rapid growth of tourism in Bali greatly affects the artistic community. They strive to make unique innovations to attract the visitors. One of them is the art of sculpture in which the statue coloring that resemble sculptures of hundreds years old in age. This study examines four research problems, they are: 1) what materials and tools are used in the coloring of the statue; 2) How does the coloring process on the antique sculpture; 3) What formula is used in coloring antic on the statue?; and 4) Which sculptures are antic statue? This research is a qualitative descriptive. One artist from the village of Tenganan is taken as the research subject. Object of the research is the statue. Techniques of data collection were done by observation, interviews, documentation, and literature. The collected data were analyzed descriptively. The results showed that 1) the materials used in antique stain on the statue is Vinyl Acrylic paint wall color paint Emulusion. Paint on a gold prada, ground powder, Uncaria gambirr, asphalt, whiting Calcium Hydroxide Ca (OH) 2, while the tool used are, brush, stoves, cans and buckets; 2) The process of staining sculptures made through 8 stages, namely a) prepare a primer, b) prepare the statue to be colored, c) perform basic coloring with white paint, d) conduct on the part of cloth and coloring hair, e) make detailed parts of the statue with contoured, f) burn, g) make spotting a way brushed , and h) polish with lime betel liquid ; 3) The formula used in antique stain is a mixture of base paint with other materials such as in the ratio 10: 1 and the mixture priming with asphalt material with a ratio of 5: 1; and 4) the type of antique stained statue is buddhaisme statues, ciwaisme statue, ganesha statue, durga statue sculpture, relief of imprisoned arjuna sculpture , and human statues. keyword : coloring, antic, sculpture
PROSES PEMBUATAN CUTTING STIKER PADA BODY MOBIL DI PERUSAHAAN BALISTIKER DENPASAR ., I Made Arya Suwiatmika; ., Drs. I Gusti Nyoman Widnyana; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6307

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan cara pembuatan cutting stiker pada body luar mobil di Perusahaan Balistiker, Denpasar, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses perancangan (2) Bahan dan alat (3) Jenis desain dan (4) Sistem pewarisan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses perancangan cutting sticker pada body luar mobil ada beberapa tahap antara lain tahap awal desain menggunakan software coreldraw. Dilanjutkan dengan tahap cetak cutting sticker menggunakan mesin dan tahap tempel cutting sticker secara manual. (2) Bahan meliputi oracal. Sedangkan alat meliputi mesin cetak cutting sticker, cutter, gunting, penggaris, rakel, spryer, hair dryer. (3) Jenis desain meliputi anime, racing, elegant dan desain branding dengan teknik digital printing. (4) Sistem pewarisan ketrampilan perusahaan, pemilik mewariskan ilmunya kepada tenaga kerja secara langsung. Kemudian akan dipelajari serta diterapkan langsung secara mandiri atau otodidak. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil penelitian berupa: proses perancangan, bahan dan alat, jenis desain cutting sticker serta sistem pewarisan ketrampilan pembuatan cutting sticker.Kata Kunci : desain, cutting sticker The background of this study was to know the process and the way of making cutting sticker on the exterior of car?s body in Balistiker company at Denpasar. This research aimed at knowing 1) the design process, 2) the tools and equipments, 3) kinds of design, and 4) the inheritance process. This study used descriptive qualitative design. The result of this study showed that 1) the design process of cutting sticker on the exterior of car?s body was done using software coreldraw, and continued by printing the cutting sticker and using manual system in affixed the cutting sticker. 2) the equipments was oracal, and the tools were cutting sticker printing machine, cutter, scissors, rulers, rakel, spryer, and dryer. 3) kinds of design were anime, racing, elegant, and branding design using digital printing technique. 4) the inheritance process was, the owner inherit the skill to the employees directly. Then, it would be learned and practiced by them independently. The conclusion of this research was the result of this study were about the design process, the equipments and tools, kinds of cutting sticker design and the inheritance process of making cutting sticker. keyword : design, cutting sticker
TEKNIK OKSIDASI DI GAYA CERAMIC AND DESIGN, DESA SAYAN KUTUH, UBUD, GIANYAR ., Ni Wayan Septiari; ., Dra. Luh Suartini; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.579 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8051

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam proses pengerjaan teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design . (2)Proses Oksidasi itu di Gaya Ceramic and Design. (3) Rupa yang dihasilkan dari teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah industri produksi dari Marcello Massoni. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam penerapa teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design, alat: mesin pengolahan tanah, mesin penyaringan tanah, mesin pencampur tanah, timbangan tanah, ember, triplek, ember drim, putaran mesin, rak penyimpanan, putaran tangan (hand whell), timbangan glasir, tungku, sudip, butsir, pisau pemotong, senar pemotong, pahat, kuas, pulpen bekas, spon, alat penjepit, sendok sayur dan sutil, saringan glasir. Bahan: tanah liat, glasir, gas elpiji, lem, kulit padi (sekam) dan pasir. (2) proses pembuatan keramik dengan teknik Oksidasi di Gaya Ceramic and Design yang meliputi antara lain: Proses penyiapan bentuk keramik, proses pembentukan keramik, proses pengeringan pertama, proses pengeleman, proses pendekorasian, proses pengeringan tahap ke dua, proses pembakaran pertama, proses pengglasiran, proses pembakaran kedua dengan teknik Oksidasi. (3) Produk yang dihasilkan dari penerapan teknik oksidasi kulit padi (sekam) meliputi: teko, gelas minuman, mangkuk kecil, mangkuk besar, gelas sup, mangkuk minuman, tempat minuman. Produk yang dihasilkan dari penerapat teknik oksidasi pasir meliputi: teko, tempat pemerasan jeruk, tempat minum, tempat penyimpanan garam, tempat susu dan cream, tempat kopi, tempat alas makan, tempat lilin, tempat minuman teh, tempat sup, tempat nasi, tempat air minuman. Kata Kunci : teknik Oksidasi, alat dan bahan, bentuk produk Abstract This research was aimed at describing: (1) tools and materials used in the process of oxidation technique at cheramic style and design. (2) The process of oxidation technique at cheramic style and design. (3) The product that was resulted from the process of oxidation technique at cheramic style and design. This study was a kind of descriptive research with qualitative approach. The subject in this study was production industry from Marcello Massoni. The process of data collection is done using several techniques, such as (1) observation, (2) interview, (3) dokumentation, and (4) literature. The findings of this research are: (1) Tools and material used in the oxidation process at cheramic style and design; tools: soil processing machine, soil filter machine, soil mixing machine, bucket, plywood, drum, wheel machine, shelf storage, fireplace, knife mower, strings mower, chisel, small brush, pen, sponge, brace, and spatula; Materials: clay, glazing, gas, glue, husk, and sand. (2) The process of making cheramic by using oxidation technique at cheramic style and design including: the preparation process of shaping the cheramic, the cheramic shaping process, first drying process, the process of giving glue, decoration process, second drying step, first burning step, the process of penglasiran, second burning step by oxidation technique. (3) The products that was resulted from the implementation of oxidation technique using husk were: teapot, glass, small bowl, big bowl, soup bowl, drinking bowl, and place for drinking. The producst that is resulted from the implementation of oxidation technique using sand were: teapot, orange distilation, place of drinking, salt storage, milk and cream storage, place for coffe, pedestial, candelabrum, place for tea, soup, rice, and water for drink. keyword : oxidation technique, tools and materials, form of product
KERAJINAN BESI DI DESA EMBUNG KARUNG KECAMATAN KOPANG LOMBOK TENGAH ., Rido Amriadi; ., Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Sejarah kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah , (2) Bahan dan alat dari memproduksi kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (3) Proses pembuatan produk kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (4) Jenis produk kerajinan besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah. Subyek penelitian adalah pengrajin besi di desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan Kerajinan Besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah: (a) Sejarah Desa Embung Karung, (b) Sejarah Kerajinan Besi di Desa Embung Karung, (2) Bahan dan alat yang digunakan, (a) Bahan Yang digunakan Membuat kerajinan Besi di Desa Embung Karung, (b) Alat yang digunakan Dalam Proses Mengolah Besi , (3) Proses Pembuatan Kerajinan Besi, (a) Proses Membuat Mangan (Perkakas Besi), (b) Proses Membuat Selut, (c) Proses Membuat Gagang Kerajinan Besi, (4) Jenis dan Bentuk Produk kerajinan Besi di Desa Embung Karung kecamatan Kopang Lombok Tengah, (a) Produk Untuk Pertanian, (b) Produk untuk Rumah Tangga, (c) Produk Untuk Hiasan atau Pusaka.Kata Kunci : Kerajinan, besi This research was aimed to determine (1) The history of iron craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (2) Materials and tools from producing iron crafts in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (3) The process of making handicraft products of iron in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (4) The type of craft products of iron in Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok. Subject of this research is iron craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok. This type of this research was descriptive qualitative study. Methods of data collection were using observation, interview, documentation, and literature. The results showed that (1) The existence of Iron Craft in the Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok: (a) Historical of Embung Karung Village, (b) History of Iron Craft in the Embung Karung Village, (2) Materials and tools used, (a) materials used to make Iron Craft in the Embung Karung Village, (b) the tools used in the process of managing Iron, (3) Process of making Iron Craft, (a) Process to make Mangan (Tools Iron), (b) Process to make ooze, (c ) Process to make handle of Iron Crafts, (4) Types and Forms of Iron Craft product in Embung Karung village, Kopang districts, Central Lombok, (a) Products for Agriculture, (b) Products for Household, (c) Products for Decoration or Heritage.keyword : Crafts, Iron
ANALISIS GAMBAR IMAJINATIF ANAK PADA KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SINGARAJA BULELENG BALI ., Fitri Ayu Nurjannatin; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk visual gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) mengetahui tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali dikaji melalui teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain dan kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ialah observasi, wawancara, kepustakaan, dokumentasi, diskusi FGD (focus group discussion) dan life history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk visual ditinjau dari gambar imajinatif melalui pendekatan inspiratif dan permisif hasil dari visualisasi inkblot (tetesan tinta) dan teknik lipat serta dikaji dari teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain pada masa prabagan dari garis, warna dan bidang/ruang/komposisi. (2) tema gambar imajinatif anak dikaji dari kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal terdiri dari (a) Lingkunganku, (b) Tanah Airku, dan (c) Ruang Angkasa. (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif dikaji dari teori Oho Garha terdiri dari (a) gambar tipe visual, (b) gambar tipe haptik, dan (c) gambar tipe campuran. Kata Kunci : Gambar Imajinatif, Seni Rupa Anak, dan Tetesan Tinta This research aims to (1) know shape the visual image imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) know the theme of the picture the imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali, (3) interpret or analyze the results of the shape and theme pictures imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali studied through theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain and curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul . Type a descriptive qualitative research. Data collection technique is observation, interview, literature, documentation, discussion FGD (focus group discussion) and life-history. The results showed that (1) the shape of visual images in terms of inspiring and imaginative approach permissive result of visualization inkblot (ink droplets) and folding technique and studied from theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain during prabagan terms of line, color and field or space or composition. (2) theme imaginative images of children studied from curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul Athfal consisting of (a) My environment, (b) My fatherland, and (c) Outer space. (3) interpret or analyze the results of shapes and themes imaginative picture studied through theory Oho Garha including: (a) the type of visual image, (b) the type of haptic image, and (c) mixed-type image.keyword : image imaginative, visual art for play group, inkblot

Page 7 of 54 | Total Record : 536