cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 536 Documents
WAYANG WONG TEJAKULA (SEBUAH KAJIAN SENI RUPA) ., Putu Ari Widana; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Rupa topeng Wayang Wong Tejakula (2) Rupa mahkota Wayang Wong Tejakula. (3) Rupa busana Wayang Wong Tejakula. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah rupa topeng, rupa mahkota, dan rupa busana Wayang Wong Tejakula dengan memilih Gede Putu Tirta dan Putu Sentana sebagai narasumbernya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) pendokumentasian. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) Wayang Wong Tejakula mengempon 175 topeng, Topeng wayang wong dapat dikelompokkan menjadi empat karakter, yaitu karakter ksatria raja dan punggawa, karakter raksasa raja dan punggawa, karakter pluaga (kera) raja dan punggawa, dan karakter putri. (2) Mahkota setiap tokoh hampir sama, yaitu terdiri atas sekar taji,rumbing, garuda mungkur, gelung, pudakan, pidpid, bunga pucuk, daun girang. Hanya saja yang membedakan adalah motif dan gelungnya, yakni gelung agung pada tokoh ksaria dan raksasa raja, gelung kapit surang pada tokoh ksatria, raksasa dan pluaga (kera) punggawa, gelung tajug pada tokoh pluaga (kera) raja dan gelung sita pada tokoh putri. (3) Busana wayang wong tokoh ksatria sama dengan busana tokoh raksasa, yaitu terdiri atas badong, angkeb pala, awiran pendek, angkeb tundu, saput prada, baju panjang, gelang kana, kadutan, semayut, pendel, kain putih, stewel dan celana. Busana tokoh pluaga(kera), terdiri atas badong, angkeb pala, awiran pendek, angkeb tundu, awiran panjang, semayut, awiran bangkiang, ikuh (ekor), kain poleng, celana, stewel, baju kaos panjang, kilat bau, dan gelang kana. Sedangkan busana putri terdiri atas badong lanying, simping, tutup dada, lamak, ampok-ampok, sabuk lilit, baju panjang prada. Kilat bau, gelang kana, kain prada.Kata Kunci : wayang wong tejakula, topeng wayang wong, mahkota wayang wong, busana wayang wong This study was aimed to describe: (1) the masks' characteristics of Wayang Wong Tejakula, (2) the crowns' characteristics of Wayang Wong Tejakula, (3) the wardrobes' characteristics of Wayang Wong Tejakula. This research was designed as descriptive qualitative research. The objects of the research were the characteristics of masks, crowns, and wardrobes of Wayang Wong Tejakula in which Gede Putu Tirta and Putu Sentana were being the ones who were interviewed. Data of this research were obtained through (1) observation, (2) interview, and (3) documentation. The results of this research show: (1) Wayang Wong Tejakula has 175 masks that fall into 4 figures; the knight and the courtiers, the king of giant and the courtiers, the king of apes and the courtiers, and the princess. (2) The crowns of each character are quite similar that consist of sekar taji, rumbing, garuda mungkur, gelung, pudakan, pidpid, hibiscus flowers and girang leaves. The differences are only in the pattern and gelung (coil) in which the knight and the king of giant wear gelung agung (agung coil), the knights, the giants, and the courtiers of apes wear gelung kapit surang (kapit surang coil), the king of apes wears gelung tajug (tajug coil), and the princess wears gelung sita (sita coil). (3) The knights and the giants wear similar wardrobes, they are badong, angkeb pala, awiran pendek, angkeb tundu, saput, baju panjang, kadutan, semayut, pendel, white cloth, stewel, and pants. Apes kingdom wears badong, angkeb pala, awiran pendek, angkeb tundu, awiran panjang, semayut, awiran bangkiang, ikuh (tail), poleng cloth, pants, stewel, long T-shirt, kilat bau, and gelang kana. Meanwhile, the princess wears badong lanying, simpng, chest cover, lamak, ampok-ampok, sabuk lilit, baju panjang prada, kilat bau, gelang kana, and prada cloth. keyword : wayang wong tejakula, the masks of wayang wong, the crowns of wayang wong, the wardrobes of wayang wong.
Komunikasi Visual Gambar Anak-anak Periode Pra-bagan di Sekolah Laboratorium Undiksha ., Nuril Firdausia; ., Drs.Hardiman, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.075 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.11363

Abstract

KOMUNIKASI VISUAL GAMBAR ANAK-ANAK PERIODE PRA-BAGAN DI SEKOLAH LABORATORIUM UNDIKSHA Oleh Nuril Firdausia, NIM 1312031021 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan elemen visual yang memperlihatkan karakteristik gambar anak-anak periode pra-bagan karya siswa Sekolah Laboratorium Undiksha, (2) Untuk mendeskripsikan tema gambar anak-anak periode pra-bagan karya siswa Sekolah Laboratorium Undiksha., dan (3) Untuk mendeskripsikan makna komunikasi visual yang terdapat pada gambar anak-anak periode pra-bagan karya siswa Sekolah Laboratorium Undiksha. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut: (1) Observasi Partisipatif, (2) Wawancara, (3) Kepustakaan, (4) Dokumentasi, (5) Life History, dan (6) Trangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Elemen visual pada Sekoah LaboratoriumUndiksha terdiri dari, (a) Pada elemen garis Terdapat garis vertikal, garis horizontal, dan garis melingkar, (b) Elemen warna pada periode pra-bagan ini anak mewarnai menurut apa yang dia suka atau secara acak, dan (c) Pada elemen ruang ada beberapa macam cara anak menggambar ruang yaitu: anak menggambar berdasarkan x-ray, gambar penting, jauh di atas, dan dekat di bawah. (2) Tema dan sub tema gambar anak-anak dapat dikelompokkan menurut kurikulum tahun 2016-2017 yaitu (a) tema diriku dan sub tema identitasku dan kesukaanku, (b) tema keluargaku dan sub tema anggota keluargaku, (c) tema lingkunganku dan sub tema rumahku, (d)tema binatang dan sub tema binatang air dan binatang bersayap, (e) tema tanaman dan sub tema tanaman buah dan tanaman hias, (f) tema kendaraan dan sub tema kendaraan di air, kendaraan di darat, dan kendaraan di udara, dan (g) tema alam semesta dan sub tema benda-benda langit dan benda-benda alam dan benda-benda langit. (3) Hasil mendeskripsikan makna komunikasi visual pada karya anak-anak Sekolah Laboratorium yaitu: (a) Pengalamanku, (b) Khayalanku, dan (c) Alamku. Kata Kunci : Kata kunci: komunikasi visual, Gambar Anak-anak, Periode Pra-bagan. VISUAL COMMUNICATION PAINTING OF PRE-CHART CHILDREN IN UNDIKSHA LABORATORY SCHOOL By Nuril Firdausia, Student Number 1312031021 Fine Arts Education Department ABSTRACT This research for: (1) To describe visual elements which show the characteristic of Pre chart children painting in Undiksha Laboratory, (2) To describe the theme of children painting in Undiksha Laboratory, and (3) To describe the meaning of Visual comunication from children in Undiksha Lboratory. The method i used is qualitative of descriptive with collecting some data such as: (1) Observation of Participation, (2) interview, (3)Literature, (4) Documentation, (5) Life History, and (6) Triangulation. The result are: (1) The visual elements in Undiksha Laboratory those are, (a) there a vertical lines, horizontal lines, and Circular lines, (b) the colour of elemen in this research, the children painting a subject with clour what their like or randomly, and (c) in elemen of space there's some way few children do painting: They paint using X-ray, the most important paint, far in above and near in below. (2) The theme and the sub theme from children painting can be grouped according 2016-2017 curriculum those are: (a) theme my self and the sub theme my identity and my favorite, (b) theme my family and the sub theme my family member, (c) theme my neighborhood and the sub theme my house, (d) theme animals and the sub theme water animals and winged animals, (e) theme plant and the sub theme fruit plants and decorative plants, (f) theme vehicle and the sub theme water vehicle, ground vehicle, and air vehicle, and (g) theme universe and the sub theme things in sky and things in nature. (3) The result from describing the meaning of visual comunication from the children in labortaory are, (a) my experience, (b) my imagination, and (c) my nature. keyword : Keyword : Visual comunication, Children painting, Pre chart period.
SENI FIBERGLASS DI BENGKEL "DE NUSA" DENPASAR BARAT ., I Made Darsuma Jaya; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd; ., Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2149

Abstract

Material fiberglass saat ini dapat memberi solusi untuk menciptakan benda seni yang artistik dan ekonomis. Selain itu, juga merupakan alternatif untuk menggantikan material seperti kayu, logam, dan batu yang ketersediaannya mulai berkurang. “De Nusa” merupakan salah satu bengkel yang memproduksi material fiberglass sebagai benda seni. Artikel ini mengulas tentang produksi mulai dari alat, bahan, proses, bentuk, dan fungsi produk yang ada di bengkel “De Nusa” Denpasar Barat. Dan artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang material fiberglas sampai dengan pengolahannya menjadi benda seni. Artikel ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti meliputi proses produksi dengan menggunakan teknik butsir dan cetak, bahan utama pembuatannya meliputi, resin, mat fiberglass, talk, dan katalis. Alat utama pembuatan meliputi wadah takar, wadah adonan, sendok takar, dan gunting. Hasil produk meliputi benda tiga dimensi seperti patung dan furniture. Fungsi produk sebagai benda hias dan benda fungsional.Kata Kunci : benda seni tiga dimensi, fiberglass, kerajinan At present, Fiberglass material can be a solution to create an artistic art object and economical. Besides, it also can be an alternative way to replace materials such as wood , metal , and stone availability declined . " De Nusa " is one of a painter’s studio produced fiberglass material as art objects . This article discussed the production of fiberglass included : the tools , materials , processes , forms , and functions of the products in the shop " De Nusa " in West of Denpasar . The aims of this article is to inform about fiberglass material processing to become art object . This article is a qualitative descriptive study with observation , interviews , and literature method. The findings of this research included the production process with butsir and printing technique, the main ingredients included : resin , mat fiberglass , talc , and catalysts . The main tools included : containers of peck , container of dough , scoop , and scissors . The Results of products included three-dimensional objects such as sculpture and furniture . Product functions of its process is as ornamental objects and functional objects.keyword : three-dimensional objects, fiberglass, handicraft
KERAJINAN TENUN ENDEK LUKIS DI DESA SULANG, KECAMATAN DAWAN, KABUPATEN KLUNGKUNG ., A.A. Gede Nangga Bayu Suwita; ., Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum.; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.81 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i1.13601

Abstract

Tenun endek lukis merupakan jenis kain yang terdapat di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Dalam proses pembuatanya, kain tenun endek lukis menggunakan alat tradisional dinamakan alat tenun ATBM ( Alat Tenun Bukan Mesin ). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan tenun endek lukis di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, (2) Proses pembuatan kerajinan tenun endek lukis di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, (3) Motif hias yang dihasilkan pada kerajinan tenun endek lukis di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan sampelnya adalah perajin tenun endek lukis di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data obsservasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian bahan dan alat adalah : bahan (a) benang metris katun, kain endek, dan cat deco tekxtil. Alat (b) tenun ATBM, undar, jandra, palet, teropong/sekoci, boom, kayu silang, karap, seleran pipa, sisir, injak-injak, benang lungsi, mal kertas, pensil, kapur, kuas lukis, dan penempelan mal kertas. Proses pembuatan endek lukis adalah : membuat mal kertas, menempelkan mal pada kain endek, melukis pada kain endek dan tahap akhir (menyetrika). Motif hias tumbuhan bunga kembang sepatu, bunga tapak dara, bunga mawar, bunga kamboja, bunga anggrek, dan bunga matahari. Motif binatang merak, kupu-kupu, capung, dan burung madu. Motif manusia wayang (legong).Kata Kunci : Perajin, tenun endek lukis, motif hias WeavingEndek Painting is a type of fabric contained in the village Propose, Dawan, Klungkung Regency. In the process of making, woven fabric endekpainting I don't use traditional tool called ATBM looms (Looms not machines). The purposes of this study are to describe (1) tools and materials used in the manufacture of woven crafts weaving endek painting propose painters at sulang village, Dawan district, Klungkung Regency, (2) the process of making the craft of weavingEndek Painting Propose painters at Sulang village, Dawan district, Klungkung Regency, (3) the resulting ornamental Motives on the craft of weavingEndek Painting Propose painters at sulangvillage, Dawan district, Klungkung Regency. The design of this research uses qualitative descriptive with the sample is a craftsman of weavingEndek painting propose painters at sulang village, Dawan district, Klungkung Regency. Sampling techniques are purposive sampling. Observations the data are gathering techniques, interviews and documentation. Data analysis isqualitative. Results of research materials and tools are: (a) yarn of cotton fabric I don't, metris, and paint deco tekxtil. tool (b) weaving ATBM, undar, jandra, palette, binoculars/lifeboat, boom, wooden cross, karap, seleran pipe, comb, treading, thread lungsi, mal paper, pencils, chalk, brush, and snapping the Mall paper. Process of making a painting is: endek painting make the Mall of paper, pinned the Mall on fabric painting on fabric, paintingin endek painting and the final stage (ironing). The ornamental motifs of plants, Hibiscus flowers, flower Vince, roses, flower of Cambodia, orchids, and sunflowers. Animal motifs arePeacock, butterflies, dragonflies, birds and honey. The motif of the human is puppet (legong).keyword : Craftsman, weaving, painting decorative motives weaving endek painting
PROSES KREATIF PELUKIS I NYOMAN LANUSA ., I Komang Sutarman; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs. I Gusti Nyoman Widnyana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.48 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.3512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang (1) riwayat kesenimanan I Nyoman Lanusa (2) dan proses kesenimanan, (3) serta periodisasi karya I Nyoman Lanusa. Penelitian ini adalah penelitian Deskrptif dengan pendekatan Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode (1) observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi,(4) kepustakaan. . Adapun sasaran penelitian ini adalah (1) mendapatkan gambaran yang objektif tentang riwayat berkesenian I Nyoman Lanusa, (2) dan proses kesenimanan I Nyoman Lanusa, (3) serta mendeskripsikan periodisasi karya- karya I Nyoman Lanusa dari awal berkesenian sampai sekarang masih aktif berkarya. Subjek penelitian adalah I Nyoman Lanusa yang merupakan seniman lukis tradisi Bali dari Banjar Ambengan, desa peliatan, kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) riwayat kesenimanan I Nyoman Lanusa adalah seorang pelukis tradisi dari Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. (2) Proses kesenimanan I Nyoman Lanusa dilakukan dengan menemukan ide- ide baru dari imajinasinya untuk dirancang menggunakan pensil kemudian dituangkan ke atas kertas maupun kain kanvas yang melahirkan sketsa sebagai permulaan berkarya, dan selanjutnya direspon dengan menebalkan dengan menggunakan tinta cina. Setelah selesai mempertebal sket, proses selanjutnya adalah proses mewarnai lukisan. (3) periodisasi karya I Nyoman Lanusa mengalami periodisasi yaitu dari periode awal pada tahun 1972 sampai dengan 1979, periode kedua pada tahun 1980 sampai dengan 1988, periode ketiga dari tahun 1990 sampai dengan 1994, periode keempat dari tahun 1995 sampai dengan 1998, dan periode kelima I Nyoman Lanusa kembali menggunakan gaya lukisan sebelumnya yaitu periode kedua dan berlangsung sampai sekarang.Kata Kunci : riwayat kesenimanan, Periodisasi karya Lanusa This study aimed to obtain description of art history of I Nyoman Lanusa and art proces, along with periodisation by I Nyoman Lanusa. This study is descriptive study within qualitative approach. The data collection conducted by using observation method, interview, documentation, and library research. The object of the study is obtaining the objective description about art history of I Nyoman Lanusa, and art process of I Nyoman Lanusa, along with describing the periodisation of products by I Nyoman Lanusa from the beginning of his career until now. The subject of the study is I Nyoman Lanusa who is Balinese tradition painting artist from Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. The result of this study showing that the art history of I Nyoman Lanusa is a Balinese tradition painting artist from Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Art process of I Nyoman Lanusa conducted through finding new ideas from his imagination by sketching using pencil and then, putting down on the paper or canvas which is creating sketch as the beginning of the product. After that, it is responded by bolding by using chinese ink. After bolding the sketch, the next process is colouring process. I Nyoman Lanusa’s product periodisation experiencing periodisation, which is from the beginning of 1972 until 1979, second period on 1980 until 1988, third period from 1990 until 1994, fourth period from 1995 until 1998, and the fifth period, I Nyoman Lanusa using the old-own painting style, which is second period and taking place until now.keyword : art history, periodisation painting Lanusa
KARYA SENI RUPA 2 DIMENSI DI MAN 2 SITUBONDO ., Lailatul Choiriyah; ., Dra. Luh Suartini, M.Pd.; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.583 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i1.18945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan oleh siswa MAN 2 Situbondo untuk membuat karya Seni Rupa 2 dimensi. (2) Mendeskripsikan jenis dan bentuk karya Seni Rupa 2 dimensi yang dihasilkan siswa MAN 2 Situbondo. (3) Mendeskripsikan nilai Estetik karya Seni Rupa 2 dimensi yang dibuat oleh siswa MAN 2 Situbondo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data sebagai berikut: (1) Tekhnik Observasi, (2) Tekhnik Wawancara, (3) Tekhnik Dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan karya 2 dimensi di MAN 2 Situbondo ( pensil, penghapus, penggaris, kuas, mangkok plastik, gunting, gelas plastik, hair dryer, kanvas, triplek, benang, kulit telur, kompor, canting, wajan, rol karet, pisau cungkil, kertas karton, cat, air, serbuk kayu, glitter, isolasi kertas, plastik segitiga, pernis, lem fox, biji kacang hijau, kain, remasol, daun pandan, serabut kelapa, bokol posing, karet gelang, tinta bak, cat offset, kertas gambar, dan busa ati. (2) Jenis dan bentuk dari karya seni rupa 2 dimensi di MAN 2 Situbondo berupa: mural, kaligrafi, batik, grafis, mozaik dan poster. (3) Nilai estetik yang terlihat pada karya seni rupa 2 dimensi berupa: bentuk, tema, dan aspek keindahannya. Kata Kunci : Seni Rupa, 2 dimensi, MAN 2 Situbondo This study aimed to: (1) Describe the tools and materials used by students in MAN 2 Situbondo to create 2-dimensional works of fine art. (2) Describe the types and forms of 2-dimensional works of fine art produced by students of MAN 2 Situbondo (3) Describethe aesthetic value of 2-dimensional works of fine art that was made by students of MAN 2 Situbondo. The method used in this study was descriptive qualitative with data collection techniques as follows: (1) Observation, (2) Interviews, (3) Documentation. The results of this studywere: (1) The tools and materials used in the process of making 2-dimensional works of fine art in MAN 2 Situbondo, (pencils, erasers, rulers, brushes, plastic bowls, scissors, plastic cups, hair dryer, canvas, plywood, threads, eggshells, stoves, canting, frying pans, rubber rollers, prying knives, paperboard, paint, water, wood powder, glitter, papertape, triangular plastic, varnish, wood glue, green bean seeds, cloth, remasol, pandan leaves, coconut fibers, bokolbosing, rubber bands, ink tanks, offset paint, drawing paper, and Eva sponge sheet . (2) The types and forms of 2-dimensional works of fine art in MAN 2 Situbondowere murals, calligraphy, batik, graphics, mosaics and posters. (3) The aesthetic value that could be seen in the 2-dimensional art works were the forms, the themes and the aspects of its beauty. keyword : fine Art, 2 dimensions, MAN 2 Situbondo
PRODUKSI SENI KERAJINAN OGOH-OGOH DI SANGGAR GASES DENPASAR ., Ketut Ariawan; ., Drs.I Ketut Sudita, M.Si; ., Drs. I Gusti Nyoman Widnyana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.088 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4297

Abstract

Sanggar GASES merupakan sanggar seni yang didirikan pada tahun 1990 yang kemudian telah resmi memiliki izin indusrti pada tahun 1999. Proses pembuatan seni kerajinan ogoh-ogoh di sanggar GASES Denpasar diawali dengan proses pembuatan sketsa. Kemudian dilanjutkan dengan proses pembentukan secara global. Selanjutnya dibentuk secara detail mulai dari, badan, tangan, kaki, dan kepala. Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan alas ogoh-ogoh, Selanjutnya proses pengecatan yang meliputi cat warna kulit dan dilanjutkan dengan memberikan aksen dengan alat spray airbrush. Kemudian dilanjutkan dengan proses finishing dengan memberikan clear gloss agar warna kulit kelihatan mengkilap. Dan proses yang terakhir adalah memberikan hiasan pada ogoh-ogoh dan alasnya. Unsur estetis yang terdapat pada karya ogoh-ogoh di sanggar GASES Denpasar meliputi, rupa atau wujud, bentuk, dan warna. Unsur tersebut ditampilkan melalui tema dan jenis ogoh-ogoh yang dibuat seperti, tema Bhuta Kala, Dewa Murti, Pewayangan, dan Kontemporer. Sistem manajemen yang diterapkan di sanggar GASES adalah sistem manajemen kekeluargaan. Pemasaran produk ogoh-ogoh di sanggar GASES Denpasar diawali dengan pengenalan produk terhadap konsumen yang datang secara langsung ataupun memasarkannya lewat media internet seperti Berniaga.com dan OLX.co.id.Kata Kunci : produksi seni kerajinan, ogoh-ogoh, sanggar GASES GASES Studio is an art studio that was founded in 1990 which was later officially licensed of industry in 1999.The process of making ogoh-ogoh art craft in Denpasar GASES Studio begins with the process of making the sketches. Then, itcontinues with the process of making the body, hands, feet, and head. This was followed by the making of ogoh-ogoh base, then the process of painting which includes painting the skin and giving an accent by using the airbrush spray equipment. Then it continues with the process of finishing with clear gloss to make the color of the skin looks shiny. And the last one is giving decorationto the ogoh-ogoh and the base. An aesthetic element which was found in the ogoh-ogoh made by Denpasar GASES studio includes a form, shape, and color. The elements are displayed in the theme and type of ogoh-ogoh such as, Bhuta Kala theme, Dewa Murti, Pewayangan, and Contemporary. The management system which is implemented in GASES studio is the management system of family. The marketing of ogoh-ogoh in Denpasar GASES studio begins with the introduction of the product to consumers who come directly or via of internet marketing such as Berniaga.com and OLX.co.id. keyword : craft production, ogoh-ogoh, GASES studio
HIASAN CANDI KURUNG PURA BEJI DESA SANGSIT ., Putu Gede Ary Pramana; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan; ., Dra. Luh Suartini
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.618 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4730

Abstract

Candi Kurung Pura Beji Sangsit memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh Candi Kurung di Pura lain yang ada di kawasan Buleleng. Keunikan tersebut terletak pada hiasan topeng-topeng yang terdapat pada bagian badan Candi, hiasan topeng-topeng ini berkaitan dengan sejarah pembangunan Pura Beji Sangsit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dan hiasan Candi kurung Pura Beji Sangsit.Tujuan untuk mengetahui tentang (1) Sejarah Candi Kurung Pura Beji Sangsit (2) Hiasan yang terdapat di Candi Kurung Pura Beji Sangsit. Ditinjau dari tujuan, penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif adalah “penelitian yang bermaksud untuk menjabarkan (deskriftif) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian” (suryabrata, 1983: 19). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah Candi Kurung Pura Beji Sangsit meliputi 1660 M Beraban Batu Lepang yang dibantu oleh para pedagang Belanda mulai merenovasi Pura Beji dan motif ukiran, hiasan, patung hingga betuk bangunan pura dan Candi Kurung ditentukan oleh Beraban Batu Lepang dan para pedagang Belanda (2) Hiasan yang terdapat di Candi Kurung Pura Beji Sangsit meliputi Pepatraan, Kekarangan, patung dan Topeng. pepatraan yang terdapat di Candi Kurung meliputi Patra Pungel, Patra wangga, Patra Pae, dan Patra Mas masan. Kekarangan yang terdapat di hiasan Candi Kurung Pura Beji Sangsit meliputi Karang Tapel, Karang Boma, Karang Sae, Karang Goak, Karang Simbar, dan Karang Asti. Patung yang terdapat di hiasan Candi Kurung Pura Beji Sangsit meliputi Patung Naga, Patung Kura-Kura, Patung Raksasa atau Kala, Patung Patih, dan Patung Bidadari. Topeng yang terdapat pada hiasan Candi Kurung merupakan topeng pasukan Tar-Tar dan diketuai oleh Berabadan Batu Lepeng. Kata Kunci : Hiasan, Candi Kurung, Pura Beji Sangsit Candi kurung pura beji sangsit having uniqueness which is not possessed by pura candi kurung in other existing buleleng area. Uniqueness is located on an ornament mask that was found on the body of a temple, An ornament this mask deals with the history of the construction of beji temple sangsit The aims of this study are to know about (1) the history of candi kurung in beji temple, sangsit village (2) the ornaments which are there in candi kurung beji temple sangsit. In terms of the purpose , the research is descriptive kind of research with a qualitative approach. Descriptive research is ' who intends to outline research ( descriptive ) on the current situation or occurrence The result of the study showed that (1) the history of candi kurung in beji temple, sangsit was that in 1660 M, Beraban Batu Lepang helped by the dutch trader started to renovate the beji temple, in which the design of selupture, the ornament, the statue, and the form of the temple and candi kurung was decided by the beraban batu lepang and the dutch traders, (2) the ornament in the candi kurung beji temple, sangsit consist of patra punggel, patra wangga, patra pae, and patra mas-masan. The kekarangan in the ornament of candi kurung of beji temple, sangsit consists of karang tapel, karang boma, karang sae, karang guak, karang simbar, and karang asti. The statue in the ornament of candi kurung beji temple, sangsit consist of dragon statue, turtle statue, and angel statue. The mask in the ornament of the temple are the mask of tar-tar troops which was leaded by Beraban Batulepang. keyword : ornaments, candi kurung, beji temple sangsit
SENI PATUNG BATU ANDESIT KARYA I WAYAN KAMAR DI DESA KUWUM, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN ., I Made Santika Putra; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.; ., Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.396 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan patung batu andesit karya I Wayan Kamar; (2) proses pembuatan patung batu andesit karya I Wayan Kamar; (3) tema patung batu andesit karya I Wayan Kamar. Subjek dalam penelitian ini adalah pematung batu andesit, I Wayan Kamar. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahan yang digunakan dalam seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan adalah batu andesit, semen, semen hitam, super black stone coat, dan air. Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan adalah betel (belah), pahat penguku, p ahat pengrancap, kapak, meteran, penggaris siku, gerinda, ember, cetok, dan kuas (2) Proses pembuatan seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan yaitu mulai dari pemilihan bahan batu andesit, pemotongan batu andesit, membuat adonan perekat, penumpukan dan pengeleman batu andesit, proses pembentukan global (nyalonan), proses penghalusan bentuk global, dan finishing yaitu pelapisan penghitam batu alam. (3) Karya seni patung batu andesit yang dihasilkan oleh I Wayan Kamar sangat erat kaitannya dengan tema renungan, sehingga hadir karya patung batu andesit yang sangat variatif. Patung ini dibuat sesuai dengan pakem-pakem atau aturan tertentu yang digali dari nilai-nilai religius. Berikut ini adalah uraian patung batu andesit yang dihasilkan oleh I Wayan Kamar (a) Tema patung Dewa : patung Dewa Siwa, patung Dewa Brahma, patung Dewa Wisnu, dan patung Dewa Ganesha. (b) Tema patung tokoh pewayangan: patung Hanoman dan patung Anggada (Ngada), patung Nandiswara dan patung Maha Kala. (c) Tema patung hewan mitologis Hindu: patung singa.Kata Kunci : Patung Batu Andesit I Wayan Kamar The Aims of this study are to determine: (1) The tools and materials used in making andesite stone sculpture of I Wayan Kamar; (2) The process of making andesite stone sculpture of I Wayan Kamar; (3) The theme of andesite stone sculpture of I Wayan Kamar. The subject in this study is andesite stone carver, I Wayan Kamar. Data collection methods used in this research was the method of observation, interview, documentation and library method. The data was analyzed by using descriptive qualitative approach. The result showed that: (1) tools used in the manufacture of andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are betel, penguku chisel, pengrancap chisel, axes, gauge, ruler elbow, grindstone, bucket, trowel and brush. The materials used in andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are andesite, cement, black cement, super black stone coat, and water. (2) The process of making andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are starting from material selection, cutting andesite, making the dough adhesive, stacking and gluing andesite, the process of establishing a global form, coating and finishing the natural stone. (3) andesite stone sculpture by I Wayan Kamar has a close relation to the theme of reflections, so there are many varieties of andesite stone sculpture. This statue was made according to standard grip of certain rules from religious values. Here are the andesite stone sculptures produced by I Wayan Kamar (a) The theme of God statue: lord Shiva statue, the statue of lord Brahma, lord Vishnu statue, and the statue of lord Ganesha. (b) The theme of puppet character statue: Hanuman statues and sculpture Anggada (Ngada), statues and sculpture of Nandiswara and Maha Kala. (c) Hindus mithological animal statue: Singa statue.keyword : Andesite stone sculpture of I Wayan Kamar
GERABAH PERKAKAS RUMAH TANGGA DI DESA PENGEMBUR KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH ., Umrah; ., Dra. Luh Suartini; ., Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.509 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan gerabah perkakas rumah tangga di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, (2) mendeskripsikan proses pembuatan gerabah perkakas rumah tangga di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, (3) mendeskripsikan jenis, bentuk dan fungsi gerabah perkakas rumah tangga di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Kerajinan Gerabah perkakas rumah tangga di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahan utamanya yaitu: tanah liat, pasir, air, dan bahan untuk pembakaran yaitu : kayu bakar, jerami, dan sekam kulit padi, sedangkan alat yang digunakan yaitu : papan, sabut kelapa, bambu, batu kecil, sabit, alas dan alat pemutar, (2)proses pembuatan gerabah terdiri dari proses pencarian tanah, proses pengolahan tanah, proses pembuatan badan gerabah, dan proses pembakaran. (3) jenis gerabah yang dihasilkan yaitu: tungku, cobek, ulekan, penggorengan, penyamplak, pengukus, panci, bong, penutup, dan mangkok. Kata Kunci : Gerabah, Perkakas Rumah Tangga This study aims to (1) describe the tools and materials used in the manufacture of pottery utensils household in the Pengembur village Pujut Central Lombok regency, (2) describe the process of making pottery utensils household in the Pengembur village Pujut Central Lombok regency, (3) describe the type, form and function of pottery utensils household in the Pengembur village Pujut Central Lombok regency. This type of research is descriptive qualitative research. The object of this study is craft pottery utensils household in the Pengembur village Pujut Central Lombok regency. Methods of data collection is done using the method of observation, interviews, documentation and literature. The results showed that (1) the main materials were used such as clay, sand, water. The materials were used for burning steps such as firewood, straw and chaff bran, and another tools were used such a plank of wood, coconut fiber, bamboo, small stone, sickle, pedestal and rotator (2) the process of making earthenwarebbody, and the combustion process. (3) the type of pottery produced are : furnaces, mortar, pestle, mortar, frying, penyamplak, steamer, pot, bong,cover, and bowlskeyword : Pottery, Household Appliances

Page 9 of 54 | Total Record : 536