cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
VALIDITAS DAN RELIABILITAS SOAL UN BAHASA INDONESIA TAHUN 2016 UNTUK JURUSAN IPS Rahayu Budianingsih .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11612

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas dan reliabilitas soal UN bahasa Indonesia tahun 2016 untuk jurusan IPS. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah soal ujian nasional bahasa Indonesia tahun 2016. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan prosedur uji validitas isi dan reliabilitas pendekatan Alternate Form (Double Test – Double Trial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas isi dari 50 soal (100%) UN Bahasa Indonesia tahun 2016 untuk jurusan IPS tergolong sangat tinggi dan reliabilitas soal sangat tinggi dengan hasil perhitungan r_xy 0.8032895 atau 80%. Itu berarti, soal ujian nasional tersebut sudah valid.Kata Kunci : validitas reliabilitas, soal UN bahasa Indonesia This study aimed to describe the validity and reliability of the Indonesian national final exam questions test in academic year 2016 for IPS department. To reach the purpose of the study, the researcher used descriptive qualitative design and descriptive quantitative design. The subject of this study is a matter of Indonesian national exam in 2016. The data of this research were collected by documentation method and analyzed by qualitative descriptive and quantitative descriptive technique by using test procedure of content validity and reliability of Alternate Form (Double Test - Double Trial) approach. The results showed that the content validity of 50 questions (100%) of Indonesia's national final examination in 2016 for IPS majors is very high and the reliability of the test is very high with the result of calculations r_xy is 0.8032895 or 80%. That means, the national exam question is valid.keyword : validity, reliability, national final exam question of Bahasa Indonesia
PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMPARAFRASA IKLAN BARIS MENJADI WACANA EKSPLANASI LISAN SISWA KELAS XI MULTIMEDIA 1 SMK NEGERI 1 SUKASADA A.A. Sagung Putri Pramestiswari .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11614

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan (1) mengetahui langkah-langkah pembelajaran memparafrasakan iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan dengan menerapkan metode latihan terbimbing pada siswa kelas XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada, (2) mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam memparafrasakan iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan dengan menerapkan metode latihan terbimbing pada siswa kelas XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada yang berjumlah 21 orang. Objek penelitian ini adalah penggunaan metode latihan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan memparafrasakan iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan. Metode pengumpulan data ini adalah metode observasi dan metode tes. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data langkah-langkah metode latihan terbimbing dan metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil kemampuan memparafrasa iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah penerapan metode latihan terbimbing, yaitu guru memberikan umpan balik kepada siswa untuk mengetahui kesulitan siswa, guru menjelaskan materi pelajaran secara jelas, guru membimbing siswa secara intensif dalam memparafrasakan, dan guru meminta siswa menyampaikan hasil latihan parafrasa secara lisan, (2) hasil peningkatan skor yang diperoleh pada pratindakan yaitu 65,3 dengan kategori cukup. Pada siklus I skor meningkat menjadi 76,4 dengan kategori baik, dan pada siklus II menjadi 83,7 dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa metode latihan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan memparafrasakan iklan baris menjadi wacana eksplanasi lisan di kelas XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada. Kata Kunci : metode latihan terbimbing, iklan baris, parafrasa lisan, wacana eksplanasi This research is the act of class research that has purposes such as (1) it’s knowing steps the study of paraphrase advertising line that become verbal explanation discourse to apply guided exercise method of students XI grade of Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada. (2) Its knowing increase capacity students in paraphrase advertising line become verbal explanation discourse to apply guided exercise of students XI grade SMK Negeri 1 Sukasada. Subject of this research are teacher and students on eleventh grade of multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada which has totaled 21 persons. Object of this research is the use of guided exercise method to increase the ability of paraphrase advertising line it become verbal explanation discourse in students on eleventh grade of multimedia 1. Collecting data methods in this research make observation method and test method. The data of this research is analyzed it use descriptive technique, descriptive qualitative, quantitative. The results of this study indicate that (1) the steps of applying the guided practice method, that is, the teacher gives feedback to the students to know the difficulties of the students, the teacher explains the subject matter clearly, the teacher guides the students intensively in paraphrasing, and the teacher asks the students to deliver the results of paraphrase practice orally, (2) improvement results scores obtained on pre-action that is 65.3 with enough category. In the first cycle the score increased to 76.4 with good category, and in cycle II to 83,7 with good category. It can be concluded that guided training method can improve the ability paraphrased classified ads into oral explanation discourse in class XI Multimedia 1 SMK Negeri 1 Sukasada. keyword : guided exercise method, advertising line, verbal paraphrase, explanation discourse
PENGGUNAAN MEDIA SHADOW PUPPET UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA SISWA KELAS VII B SMP N 2 SERIRIT Made Novi Ismayanti .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11616

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan media shadow puppet (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan bercerita dalam pembelajaran berbicara siswa kelas VII B SMP N 2 Seririt dengan menggunakan media shadow puppet (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan media shadow puppet. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII B SMP N 2 Seririt yang berjumlah 30 orang. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran,peningkatan hasil belajar, dan respons siswa dalam penggunaan media shadow puppet. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode tes, dan metode kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) langkah-langkah pembelajaran yang tepat dalam penelitian ini ditekankan pada penegasan cara berekspresi; (2) penggunaan media shadow puppet dapat meningkatkan kemampuan bercerita dalam pembelajaran berbicara. Pada pratindakan skor rata-rata klasikal 65 (cukup),siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 73,1 (baik), sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 77,5 (baik); (3) siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap penggunaan media shadow puppet dalam pembelajaran berbicara (bercerita). Oleh karena itu, diharapkan kepada guru Bahasa Indonesia di SMP N 2 Seririt agar menerapkan pembelajaran ini sesuai langkah yang ditemukan dalam penelitian.Kata Kunci : media shadow puppet, berbicara, bercerita Classroom Action Research (PTK) is aimed (1) describing the steps taken in the use of media shadow puppet media (2) to describe improvement of storytelling skills in learning speaking students’s speaking of class VII B SMP N 2 Seririt by using shadow puppet media (3) to describe the response students against the use of shadow puppet media. Subjects in this study were teachers and students of class VII B and SMP N 2 Seririt totaling 30 people. The object of this research is the steps of learning, improvement of student learning outcomes, and student responses of students in the use of shadow puppet media. Data collection methods used in this research is the method of observation, test methods, and methods of questionnaires. Data were analyzed using descriptive techniques of quantitative and qualitative descriptive. The results showed that, (1) the appropriate learning steps in this study are emphasized on the affirmation of the way of expression; (2) the use of shadow puppet media can enhance the ability of storytelling in learning to speak. In pratindakan average score of classical 65 (enough), the cycle I obtained an average score of 73.1 classical (good), while the second cycle of the average value of classical student becomes 77.5 (good); (3) The students responded very positively to the use of shadow puppet media in learning to talk (storytelling). Therefore, it is expected to Indonesian teacher at SMP N 2 Seririt in order to apply this learning appropriate steps found in the study. keyword : shadow puppet media, speaking, story telling
STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS BIOGRAFI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA Kadek Dwi Cahyadiantari .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11622

Abstract

Abstrak Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan: (1) strategi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran membaca teks biografi; (2) pelaksanaan strategi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran membaca teks biografi; dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menerapkan strategi yang digunakan dalam pembelajaran membaca teks biografi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja. Objek pada penelitian ini adalah strategi yang digunakan oleh guru, pelaksanaan strategi yang digunakan oleh guru, serta kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran membaca teks biografi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) guru Bahasa Indonesia yang mengajar membaca teks biografi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja menggunakan strategi yang sama, yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada guru, yang berpusat pada siswa, dan strategi pembelajaran yang berpusat pada materi pelajaran; (2) pelaksanaan strategi tersebut bervariasi, baik pada awal, inti, dan akhir pembelajaran; dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menerapkan strategi yang digunakan dalam pembelajaran membaca teks biografi disebabkan oleh faktor siswa dan kurangnya kamus. Kata Kunci : Kata kunci: strategi guru, membaca teks biografi Abstract This qualitative research aims to describe: (1) strategies used by teachers in learning to read biographical texts; (2) implementation of strategies used by teachers in learning to read biographical texts; And (3) the constraints faced by teachers when implementing the strategies used in reading biography text lessons in grade VIII students of SMP Negeri 2 Singaraja. Subjects in this study were Indonesian language teachers of class VIII SMP Negeri 2 Singaraja. The object of this research is the strategy used by the teacher, the implementation of the strategy used by the teacher, as well as the constraints faced by the teacher in learning biography text on the students of grade VIII SMP Negeri 2 Singaraja. Methods of data collection in this study using observation techniques, interviews, and documentation. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis model. The results of this study show: (1) Indonesian teachers who teach reading biographical texts on grade VIII students of SMP Negeri 2 Singaraja use the same strategy, ie teacher-centered, student-centered learning strategies, and lesson-centered learning strategies; (2) the implementation of the strategy varies, both at the beginning, core, and end of learning; And (3) the constraints faced by teachers when applying the strategies used in reading biographical learning are due to student factors and lack of dictionaries. keyword : Keywords: teacher strategy, reading biographical texts
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI SATU ATAP TEJAKULA TAHUN PELAJARAN 2016-2017 Ni Made Supantini .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11623

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula Tahun Pelajaran 2016/2017, dan (2) mendeskripsikan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula dengan jumlah siswa 33 siswa yaitu 16 siswa putra dan 17 siswa putri. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah menghitung skor total dari masing-masing siswa yang kemudian dibandingkan dengan kategori keterampilan yang dibuat. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Satu Atap Tejakula melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila persentase siswa yang mempunyai keterampilan menulis karangan deskripsi dengan kategori cukup ≥ 80%. Dengan demikian, apabila indikator keberhasilan tersebut telah tercapai maka siklus dihentikan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi. Peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi pada Siklus I sebesar 5,76 kondisi awal 60,91 meningkat menjadi 66,67. Sedangkan persentase KKM yang dicapai siswa meningkat sebesar 21,21% dari 51,52% menjadi 72,73%. Peningkatan keterampilan pada siklus II sebesar 4,09 kondisi awal 66,67 meningkat menjadi 70,76. Persentase KKM pada siklus II meningkat sebesar 12,12% dari 72,73% menjadi 84,85%; dan (2) Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi adalah: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok kooperatif, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi, dan 6) memberikan penghargaan. Jadi kesimpulannya keterampilan menulis karangan deskritif dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Kata Kunci : Kooperatif tipe STAD, keterampilan menulis karangan deskritif This study aims to (1) to find out whether STAD type cooperative learning model can improve the writing skill of description description in grade X students of SMA Negeri Satu AtapTejakula Lesson Year 2016/2017, and (2) To describe STAD cooperative learning model step type in Improve the skill of writing essay description on the students of grade X SMA Negeri Satu AtapTejakula Lesson 2016/2017. This study uses a classroom action research design. Subjects in this study were the students of grade X SMA Satu AtapTejakula with 33 students, 16 boys and 17 female students. Methods of data collection using test methods, observation and documentation. Data analysis is done to calculate the total score of each student which is then compared with the skill category created. . The indicator of success in this research is the increasing of writing skill description on the students of grade X SMA Satu AtapTejakula through the use of STAD type cooperative learning model. This research is said to succeed if the percentage of students who have the skills to write the essay description with enough category ≥ 80%. Thus, if the indicator of success has been achieved then the cycle is stopped. The results showed: (1) the use of STAD type cooperative learning model can improve writing skill description. The improvement of writing skill description in Cycle I of 5.76 of initial condition 60,91 increased to 66,67. While the percentage of KKM achieved by students increased by 21.21% from 51.52% to 72.73%. Skill improvement in cycle II amounted to 4.09 initial conditions 66.67 increased to 70.76. The percentage of KKM in cycle II increased by 12.12% from 72.73% to 84.85%; And (2) The steps of STAD type cooperative learning model in improving writing skill description are: 1) convey the purpose and motivate students, 2) Present information, 3) Organize students in cooperative group, 4) guide group work and study, 5 ) Evaluation, and 6) Awarded. So the conclusion of descriptive writing skill can be improved by using STAD type cooperative learning model.keyword : cooperative type STAD, descriptive writing skill
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DI KELAS VIII E SMP NEGERI 4 KUBUTAMBAHAN Luh Putu Onny Andriyani .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11624

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembelajaran menulis teks berita melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT; (2) mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru dalam belajar menulis teks berita melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT; dan (3) mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran menulis teks berita melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII E SMP Negeri 4 Kubutambahan. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis meggunakan model analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) pelaksanaan model pembelajaran tipe NHT sudah direalisasikan dengan baik, dilihat dari kesesuaian RPP dengan realisasi di lapangan sudah berjalan dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran yakni dapat membuat siswa menulis teks berita sudah tercapai dengan hasil yang dikumpulkan berupa produk yaitu teks berita; (2) hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran menulis teks berita melalui model pembelajaran tipe NHT disebabkan oleh faktor siswa, kurangnya waktu yang tersedia, dan minimnya peralatan penunjang pembelajaran; dan (3) respons siswa terhadap model pembelajaran tipe NHT tergolong baik. Hal ini, dapat dilihat dari meningkatnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, terjalinnya interaksi antar siswa yang baik, suasana kelas menjadi lebih bervariasi, dan memudahkan siswa untuk memahami prosedur penulisan teks berita sehingga dapat menghasilkan teks berita.Kata Kunci : Numbered Heads Together (NHT), menulis teks berita This research aims to describe: (1) the implementation of learning news text writing through NHT type cooperative learning model; (2) to know the obstacles faced by teachers in learning to write news text through cooperative learning model type NHT; And (3) to know the student's response to the learning of writing news text through NHT type cooperative learning model. Subjects in this study are Indonesian language teachers class and students of class VIII E SMP Negeri 4 Kubutambahan. Methods of data collection in this study using documentation techniques, observation, interviews, and questionnaires. Data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive analysis model. The results of this study indicate: (1) the implementation of NHT type learning model has been realized well, seen from the conformity of RPP with realization in the field has been running well, so that the purpose of learning that can make students write news text has been achieved with the results collected in the form of a news text products; (2) obstacles faced by teachers in learning to write news text through NHT type learning models caused by student factors, lack of time available, and lack of learning support tools; And (3) students' responses to NHT type learning models are good. This can be seen from the increase of students' motivation in following the learning, the interaction between students is good, the classroom becomes more varied, and easier for students to understand the procedure of writing the news text so that it can produce the news text.keyword : Numbered Heads Together (NHT), writing news text
PENGGUNAAN ALAT PERAGA WAYANG TANTRI UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK PELAJARAN MENDONGENG BAGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUKAWATI Pt Bagus Gd Putra .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11625

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penggunaan alat peraga wayang tantri dapat menjadikan pelajaran mendongeng menarik bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukawati dan; (2) daya tarik penggunaan alat peraga wayang tantri dalam pelajaran dongeng kelas VII SMP Negeri 1 Sukawati. Penelitian ini menggunakan ancangan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subjek penelitian siswa kelas VII. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pengunaan wayang tantri, kemampuan siswa mendongeng, serta respons siswa terhadap penggunaan alat peraga wayang tantri dalam pelajaran mendongeng. Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) penggunaan alat peraga wayang tantri dapat menjadikan pelajaran mendongeng menarik bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukawati, sehingga siswa lebih kreatif dan termotivasi dalam mendongeng. (2) Daya tarik pembelajaran ini, ketika memainkan wayang tantri karena mereka dapat belajar secara berkelompok sambil bermain.Kata Kunci : mendongeng, alat peraga, wayang tantri This recent study aimed to describe (1) the use of tantric puppet as visual aid for making story telling class interesting in 7th grade of SMP Negeri 1 Sukawati, and (2) the attraction of tantri puppet as visual aid in story telling class in 7th grade of SMP Negeri 1 Sukawati. It used the action research framework (PTK) in which the research involved the seven graders in SMP Negeri 1 Sukawati. The research objects were the steps of using tantri puppet as visual aid, the students story telling ability, and the students responses toward the use of tantri puppet as visual aid in story telling class. The data were collected through observation, dokumentation, and interview theniques. The data analysis used the descriptive analysis technique. The result revealed (1) the tantri puppet as visual aid was interesting for seven graders in SMP Negeri 1 Sukawati and it made them more creative and motivating in telling stories, and (2) the attraction of playing this technique in the story yelling class were from their ways in learning through playing it in group works.keyword : storytelling, visual aid, puppet tantric
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA Komang Indra Kurniawan .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SMA Negeri 1 Singaraja jika dikaitkan dengan indikator kinerja pencapaian fokus kegiatan dalam pengembangan literasi sekolah, (2) kendala yang dihadapi, dan (3) manfaat yang didapatkan dari pelaksanaan program tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru Bahasa Indonesia, guru pelajaran lain, serta perwakilan siswa. Objek penelitian ini sesuai dengan masalah penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Data diolah melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, klasifikasi dan deskripsi data, interpretasi data, serta penyimpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan SMA Negeri 1 Singaraja mampu melaksanakan 20 indikator dari 26 indikator kinerja pencapaian fokus kegiatan dalam pengembangan literasi di sekolah. Kendala yang dialami dalam pelaksanaan program GLS SMA Negeri 1 Singaraja, di antaranya keluhan terhadap jam masuk dan pulang sekolah akibat literasi, kurangnya pendanaan kegiatan literasi, seringnya tersitanya jam pembelajaran pertama, dan lain sebagainya. Manfaat yang dirasakan dalam pelaksanaan GLS SMA Negeri 1 Singaraja, yakni di antaranya siswa aktif dalam menghasilkan karya tulis, terciptanya kebiasaan membaca di kalangan siswa, fasilitas pendukung literasi sangat membantu guru dan siswa, dan lain sebagainya.Kata Kunci : Implementasi, literasi, sekolah This study aimed at describing (1) the implementation of the School Literacy Program (SLP) of SMA Negeri 1 Singaraja if it was associated with performance indicators of the achievement of the focus of activities in school literacy development, (2) the obstacles encountered, and (3) the benefits of the implementation of the program. This research used descriptive qualitative research design.The subjects of this study were principals, head librarians, Indonesian teachers, other lesson teachers, and student officers. The object of this study was in accordance with the research problem. The data was collected through observation and interview method. The data was processed through several stages, namely reduction of data, classification and description of data, data interpretation, and conclusion.The results of this study indicated that SMA Negeri 1 Singaraja was able to carry out 20 indicators of 26 performance indicators achievement of the focus of activities in the development of literacy at schools. The obstacles experienced in the implementation of the SLP SMA Negeri 1 Singaraja, including complaints against the hours of entry and return of school due to literacy including lack of funding literacy activities, frequent preoccupation of the first learning hours, and so forth. The perceived benefits of the implementation of SLP in SMA Negeri 1 Singaraja were students were active in producing papers, the improvement of reading habits among students, literacy supporting facilities which were very helpful for teachers and students, and others.keyword : Implementation, literacy, school
Teknik Penilaian Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Denpasar Ni Gusti Ayu Sintadewi .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12001

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Denpasar (2) aspek- aspek penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Denpasar (3) kendala penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Denpasar, dan (4) solusi guru dalam mengatasi kendala penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru bahasa Indonesia kelas X dan XI di SMA Negeri 4 Denpasar. Objek penelitian ini adalah penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Denpasar menggunakan bentuk tes dan nontes.Tes diskusi dalam pembelajaran debat dan tes menceritakan kembali dalam pembelajaran cerpen. Nontes menggunakan bentuk observasi dan portofolio. Aspek-aspek yang dinilai yaitu aspek kebahasaan dan nonkebahasaan. Ada tiga kendala yang dialami guru dalam penilaian keterampilan berbicara, yaitu (1) kesulitan mempersiapkan siswa dalam menghadapi pembelajaran keterampilan berbicara, (2) kesulitan menilai siswa yang jumlahnya terlalu banyak dalam 1 satu kelas, (3) kesulitan dalam mengelola waktu. Ada tiga solusi yang ditawarkan oleh guru dalam mengatasi kendala penilaian keterampilan berbicara, yaitu (1) memberikan kesempatan siswa untuk menyiapkan diri dari jauh hari agar penampilan memuaskan, (2) membuat perencanaan penilaian yang sistematis agar seluruh siswa mendapatkan kesempatan merata. (3) menyampaikan sistem atau prosedur tes berbicara agar seluruh siswa mendapatkan waktu yang sama. Kata Kunci : Keterampilan berbicara, penilaian This study aimed at describing (1) the assessment forms of speaking skill in learning Indonesian Language in SMA Negeri 4 Denpasar, (2) the assessment aspects of speaking skill in learning Indonesian Language in SMA Negeri 4 Denpasar, (3) the assessment obstacles of speaking skill in learning Indonesian Language in SMA Negeri 4 Denpasar, and (4) the teacher’s solution in solving assessment obstacles of speaking skill in learning Indonesian Language in SMA Negeri 4 Denpasar. The design of study was descriptive qualitative. The subjects of study were Indonesian Language Teachers teaching students at grade X and XI in SMA Negeri 4 Denpasar. Moreover, the object of this study was speaking skill assessment in learning Indonesian Language. The methods of data collection were observation, interview, and documentation. The result of study denotes that the assessment techniques to assess speaking skill in learning Indonesian Language in SMA Negeri 4 Denpasar are test and non-test. The discussion test is in debate and story telling test is in learning short story. Non-test uses observation and portfolio. Aspects assessed are linguistic aspect and non linguistic aspect. There are three obstacles found by teachers in assessing students’ speaking skill which are (1) the difficulty to prepare students in learning speaking, (2) the difficulty to assess a huge number of students in one class, and (3) the difficulty to manage time. There are three solutions offered by teachers to solve obstacles of speaking skill assessment, namely (1) giving time to students to prepare themselves in order to show satisfactory performance, (2) creating systematic assessment planning in order to give same opportunity for the whole students, (3) conveying systems or procedures of speaking test in order to give the same opportunity for all students. keyword : Speaking skill, assessment
KONSTRUKSI CITRA PEREMPUAN DALAM PROGRAM TALK SHOW "CURAHAN HATI PEREMPUAN" DI TRANS TV BERDASARKAN KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS Rizqiyatul Kamilah .; Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) representasi perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV berdasarkan kajian analisis wacana kritis Sara Mills dan (2) konstruksi citra perempuan ditampilkan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV. Penelitian ini menggunakan pendekatatan kualitatif. Jenis penelitian ini tergolong ke dalam penelitian deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Data-data diperoleh dari hasil transkrip dialog tuturan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV. Analisis dilakukan menggunakan model analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil analisis menunjukkan (1) representasi perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” menempati narasumber dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai subjek serta objek. Hal ini dikarenakan konsep program tersebut yang bertajuk talk show. Meskipun demikian, kedudukan narasumber dominan menempati posisi objek. Posisi objek membuat kedudukan narasumber termarjinalkan. Keberadaan narasumber ditampilkan oleh moderator dan panelis sehingga narasumber tidak memiliki kesempatan menampilkan dirinya dengan konstruksi positif. Selain sebagai sumber informasi bagi media, pendengar dalam program tersebut digiring untuk berpihak pada wacana yang dibentuk baik oleh moderator maupun panelis. Dengan kata lain, pendengar digiring pada pemikiran sesuai dengan pendapat subjektif dalam wacana (2) konstruksi citra perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” lebih banyak ditampilkan secara negatif. Kondisi ini merupakan imbas dari kedudukan narasumber sebagai objek yang termarjinalkan. Konstruksi citra negatif direpresentasikan melalui wacana-wacana yang disampaikan baik oleh moderator maupun oleh panelis dalam bentuk tanggapan, kritik, penggunaan dalil serta prespektif psikologis sebagai bentuk pengukuhan wacana. Kata Kunci : konstruksi citra perempuan, analisis wacana kritis Sara Mills, analisis wacana. This research aims describe about (1) representation women in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV based on a critical discourse analysis of Sara Mills (2) construction of women image feature in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV. This research used qualitative approach. This type of research belong to descriptive research. Data collection in this research is done by using documentation method. Data obtained from the transcript of speech dialogue in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV. The data generated from the speech dialog transcripts on talk show “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV.The analysis using Sara Mills critical discourse analysis model. The result showed that (2) the repretentation of women in the talk show program “Curahan Hati Perempuan” occupies resourch in two positions at once it as subjects and objects it is because the concept program is talk show. Thus, the dominant resourch position occupies the position of the object. The position of the object makes the position of resourch marginalized. The presence of resource persons is presented by moderators and panelists so that the speakers themselves dont have the opportunity to present themselves with positive constructs. In addition to being a source of information for the media, listeners in this program are directed to support the discourse formed by moderators or panelists. In other word, the listener is led to thingking according to the opinion in the discourse (2) women image construction is more shown in the talk show program “Curahan Hati Perempuan” the conditions is the impact of the attitude of resourch as a marginalized object. Negative image construction was represented through discourses delivered by both moderators and panelists in the form of responses, criticisms, use of propositions and psychological perspectives as a form of discourses strengthening. keyword : construction of women image feature, critical discourse analysis of Sara Mills, discourse.

Page 85 of 122 | Total Record : 1214