cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JUTEKS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
PROTOTIPE MESIN POST WELD HEAT TREATMENT (PWHT) BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) MITSUBISHI FX2N 48MT Wawan Kurniawan; Muhidin; Iwan Sumirat
JUTEKS Vol 8 No 1 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i1.15885

Abstract

Post Weld Heat Treatment (PWHT) sebagai proses pemanasan untuk menghilangkan tegangan sisa pasca pengelasan suatu material perlu dilakukan inovasi sistem kontrol temperatur berbasis PLC. Pembuatan prototype mesin PWHT berbasis PLC Mitsubishi FX2N 48 MT dengan Modul Analog FX2N 4AD TC agar memudahkan sistem kontrol PWHT menjadi lebih efisien dengan hanya membuat satu program untuk mengaktivasi beberapa channel heater. PWHT berbasis PLC Mitsubishi FX2N 48 MT dengan Modul Analog FX2N 4AD TC dapat membaca perubahan temperature pada kondisi heating rate, holding time dan cooling rate. Hasilnya pada kondisi heating rate maka alat akan bekerja selama 180 detik kemudian heater OFF setelah mencapai suhu 150°C dan ON kembali jika suhu dibawah 150°C selanjutnya pada proses holding time dilakukan penahan suhu puncak disuhu maksimal 200°C heater akan OFF dan disuhu minimal 150°C maka heater akan ON kembali selama 180 detik dan cooling rate adalah akhir proses penurunan suhu secara bertahap dengan penurunan suhu di antara 150°C heater akan ON dan OFF selama 180 detik. Ini menandakan alat sudah bekerja dengan baik.
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN MOTOR INDUKSI 12 KW DENGAN MEMVARIASI JUMLAH SLOT PADA ROTOR Andrea Pangestaka Saat; Ilham Aldiansyah; Deni Muswara
JUTEKS Vol 8 No 2 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i2.15887

Abstract

– The industry and transportation technology that continues to growing every year. The electric motor driven drive reduces the use of fossil fuels. Induction motors receive special attention in the general public because of their superior efficiency and compatibility compared to other types of motors, such as low cost, flexibility, easy to control. However, designers face difficulties in designing Induction Motors with high torque, power factor, efficiency and varying number of slots and rotors with special performance, high efficiency and better operational features. This study proposes choice of design type Induction Motors. The design process and analysis program use the Simcenter Motorsolve application. Design model for Induction Motor with output power 12 Kw 50 Hz. The design process focuses on the best analysis of the torque, efficiency, output power, and power factor of the induction motor, with a value of stator slot 24, rotor slot 24, 36, 48 in Simcenter Motorsolve. The performance of the designed motor is analyzed in conditions that are not good, good and very good. The results obtained using the Simcenter Motorsolve application show that the resulting design is accurate and effective.
Analisis Perbandingan Jumlah Slot Terhadap Efisiensi dan Power Factor Desain Motor Induksi Adi Mardiansah; Muhammad Nabil Fadillah; Sukaemi Ratnasih
JUTEKS Vol 8 No 2 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i2.15888

Abstract

Motor induksi adalah motor listrik yang bekerja berdasarkan arus induksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari nilai efisiensi dari setiap motor induksi dimana semakin tinggi nilai efisiensinya, maka semakin baik dalam pengoperasiannya. Variasi jumlah slot yaitu model 24, 36 dan 48 slot yang masing-masing membutuhkan daya 300 watt dan Frekuensi pada 50 Hz untuk dapat menjalankan motor. Perancangan model kemudian disimulasikan menggunakan software Motor Solve. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan model desain dengan nilai efisiensi dan power factor tertinggi saat jumlah pole motor divariasikan . Simulasi ini menghasilkan nilai efisiensi tertinngi adalah 84,6 % yang dimiliki oleh desain dengan jumlah slot 48 dan memiliki niali power factor tertinngi 0,86. Adapun pengaplikasian dari desain motor ini adalah untuk kebutuhan motor servo
ANALISIS KONTINGENSI LEPASNYA TRAFO-II IBT 500/150 KV PADA SISTEM TENAGA LISTRIK SUBSISTEM DI BANDUNG Opa Mustopa; Sarah Chairul Annisa; Joki Irawan
JUTEKS Vol 8 No 2 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i2.15889

Abstract

Keandalan dan stabilitas suatu sistem tenaga listrik perlu dijaga karena berkaitan erat dengan kelangsungan hidup manusia. Sistem ini terbagi atas tiga, yaitu pembangkit, transmisi, dan distribusi. Kestabilan penyaluran listrik dari pembangkit sampai konsumen di lakukan dengan saling terintegrasi antara ketiga bagian tersebut. Pelaksanaan operasi dalam sistem tenaga listrik haruslah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Simulasi pada sistem tenaga listrik adalah salah satu cara mengurangi resiko kesalahan operasi agar dapat mengidentifikasi jiaka ada alat atau komponen yang lemah selanjutnya dilakukan antisipasi pencegahan gangguan yang bersifat teknis. Analisis kontingensi dilakukan untuk mengetahui perubahan aliran daya akibat terjadinya pelepasan salah satu komponen sistem tenaga listrik. Pelepasan tersebut dapat terjadi karena adanya gangguan maupun karena akan dilakukannya pemeliharaan berkala sehingga harus dilepasnya salah satu komponen sistem tenaga listrik. Oleh karena itu, analisis kontingensi dapat menjadi sebuah solusi untuk menganalisa suatu sistem tenaga listrik untuk mencegah pemadaman meluas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini antara Studi literatur, Observasi, dan Diskusi. Hasilnya adalah pada saat system tenaga listrik sub system Bandung dalam keadaan normal, terdapat under voltage pada bus Cianjur oleh karena itu perlu diantisipasi dengan penambahan Kapasitor, kemudian saat dilakukan simulasi pelepasan IBT-II, hampir semua bus mengalami under voltage sehingga system menjadi tidak stabil dan beberapa trafo mengalami over load. Dan apabila system mengalami overload, perbaikan yang dilakukan bisa dengan cara pengurangan beban, sedangkan apabila terjadi under voltage, dapat diperbaiki dengan menambah kapasitor.
Simple Methods for Observing and Utilizing Biogas as a Renewable Energy Source Arief Goeritno; Nursyamsu Mahyuddin; Walad Ahsani; Muhammad Alif Novianto; Inggar Ibn Albar; Felix Adityo Rachman
JUTEKS Vol 8 No 2 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i2.15890

Abstract

One combustible and burnable gas that can be created through an anaerobic fermentation process is biogas. An anaerobic process occurs when organic material, like animal dung, is processed in a digester (reactor) without the presence of oxygen. This observation's objectives are to (i) disseminate knowledge about the biogas production process and (ii) acquire a generation system for producing biogas. The observation methods are based on the use of an observation algorithm in the form of a flow chart, and it includes (a) observations related to various stages of choosing the type of installation, the requirements and processes for the formation of biogas observed and utilized from readily available organic materials, and influencing factors; and (b) observations related to the generation system for the production of biogas observed and utilized, including the physical reservoir, the amount of biogas produced, and the biogas utilized for supply to the electricity generator. The results of the observations related to the generation system, including the physical reservoir, the amount of biogas produced, and the biogas used for supplying the electricity generator, while the results of the observations related to the biogas production process, including the availability of installations, requirements and processes for biogas production, and influencing factors for the formation of biogas. Based on these findings, it can be said that the best period of time for biogas production is between 14 and 16 days, with a production volume of 6.0 m3 /day. While 0.64 m3 of biogas is needed for electric lighting, 0.30 m3 /hour of biogas at a pressure of 75 mm H2O is needed for cooking activities. While pure methane gas has an energy content of 8,900 kcal/m3 , the resulting calorific value is relatively high, ranging from 4,800 to 6,700 kcal/m3.
Purwarupa Sistem Elektronis Berbantuan IoT untuk Pemantauan Kinerja PLTPH secara Real-Time Inggar Ibn Albar; Arief Goeritno
JUTEKS Vol 10 No 2 (2023): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i2.15895

Abstract

Purwarupa sistem elektronis (perangkat) berbasis Arduino-board untuk pemantauan sejumlah parameter elektris pada kinerja sebuah pembangkit listrik tenaga pikohidro (PLTPH) dapat digunakan untuk pemantauan melalui mekanisme waktu-nyata (real-time) berbantuan Internet of Things (IoT). Purwarupa perangkat dirancang dan dibangun dengan tiga sasaran penelitian yang meliputi pembuatan, pemrograman, dan pengukuran kinerja fisis purwarupa perangkat. Keterbentukan fisis purwarupa perangkat dilakukan melalui pengawatan terintegrasi antar peranti elektronika, agar diperoleh proses dan kondisi handshaking secara perangkat keras (hardware). Pemrograman merupakan pembuatan algoritma dan penyusunan sintaks, agar diperoleh proses dan kondisi handshaking secara perangkat lunak (software). Pengukuran kinerja purwarupa perangkat diukur ketika diintegrasikan ke smartphone melalui aplikasi Blynk IoT, agar diperoleh proses dan kondisi handshaking secara perangkat keras dan lunak. Kinerja purwarupa perangkat saat pemantauan terhadap sejumlah parameter kinerja pada sebuah PLTPH berupa informasi tentang parameter elektris yang tertampilkan pada “sistem client”, “sistem server”, dan “smartphone”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa purwarupa perangkat dapat sebagai pemberi informasi terkait efisiensi hasil pengukuran dan pemantauan terhadap kinerja berupa parameter-parameter elektris pada PLTPH.
Analisis Efisiensi Daya dan Efisiensi Thermal Losses Pada Pemodelan Motor Induksi 24 kW Ade Sana Ruhiyat; Anwar Hidayat; Harfiq Elnanda
JUTEKS Vol 10 No 2 (2023): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i2.15896

Abstract

Penggunaan generator sebagai pembangkit listrik prinsipnya memanfaatkan kerja dari motor induksi. Dalam peracangan generator perangkat lunak dapat membantu memodelkan bentuk, desain dan ukurannya untuk mendapatkan keluaran yang paling efisien. Motor listrik dengan efisiensi dan faktor daya yang rendah akan meningkatkan pemborosan energi listrik. Pada Penelitain ini perhitungan empiris dilakukan terhadap parameter rotor dan stator dengan memvarisasikan jumah slot yaitu 3, 4 dan 6. Sedangkan jumlah pole 4, 6 dan 8. Kemudian hasil perhitungan dimasukan kedalam perangkat lunak Simcenter Motorsolve. Data dihasil simulasi diolah untuk dibandingkan variasi pemodelan yang paling efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai efisiensi optimal dan nilai efisiensi thermal losses dari masing-masing pemodelan. Hasil penelitian menunjukan jumlah slot yang paling sedikit menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 96.8% dan jumlah slot terbanyak kehilangan daya paling sedikit akibat kenaikan temperatur sebesar 0.0712 kW. Jumlah slot berhubungan dengan jumlah kutub yang mempengaruhi momen inersia putaran motor. Makin besar jumlah kutub akan mengakibatkan makin kecilnya kecepatan putar medan stator. Sedangkan Jumlah slot yang lebih banyak maka akan mengurangi jumlah lilitan sehingga meningkatkan ketahanan terhadap kenaikan suhu.
Analisis Perawatan Plant Produksi Di PT Elang Perdana Tyre Industry Ilham Rizq Fauzan; Sarah Chairul Annisa; Opa Mustopa
JUTEKS Vol 10 No 2 (2023): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i2.15898

Abstract

PT Elang Perdana Tyre Industry (PT.EPTI) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yaitu manufaktur produksi ban mobil dengan beberapa merek diantaranya yaitu merek Accelera, Forceum, dan Zeetex. Dalam proses produksi ban mobil yang dilakukan oleh PT.EPTI terdapat beberapa alur proses produksi yang harus dijalani untuk mengubah bahan bahan baku menjadi sebuah ban mobil yang siap untuk dikirim dan diperjual belikan, baik untuk domestik maupun mancanegara. Area produksi di PT.EPTI dibagi menjadi 4 Plant, mulai dari Plant Produksi 1 sampai dengan Plant Produksi 4. Plant Produksi 1 sampai dengan 3 merupakan aktivitas produksi yang mengahasilkan output produk, berbeda dengan Plant Produksi 4, pada area ini hanyalah menjalankan serangkaian pengecekan mulai dari pengecekan manual hingga pengecekan oleh mesin. Mesin-mesin di area ini merupakan mesin pengukuran yang dimana mesin ini harus andal dan tepat dalam proses pengukuran atau pengujian pada ban, karena jika keandalannya tidak bisa dipastikan maka ban yang sudah di produksi tidak diketahui kualitasnya. Oleh karena itu, mesin Balance dan Uniformity pada Plant Produksi 4 ini harus dilakukan perawatan dengan perlakuan khusus dikarenakan mesin mesin tersebut sangat sensitif dalam pengukuran. Hasilnya Proses perawatan mesin uniformity sangatlah penting dilakukan, dikarenakan mesin ini merupakan mesin pengukuran yang nilai dari hasil pengukurannya sangat sensitif dan jika tidak dilakukan perawatan secara berkala maka tingkat keandalan mesin uniformity akan menurun. General Accuracy dan Checking Load merupakan dua kegiatan yang sangat penting dalam perawatan mesin uniformity, hal ini karena pada kegiatan tersebut bisa dibilang secara tidak langsung ialah proses kalibrasi secara mekanikal untuk General Accuracy, dan proses kalibrasi secara electrical untuk Checking Load.
Pembuatan Turbin Air Tipe Crossflow sebagai Penggerak Generator Fase-tunggal pada Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Felix Adityo Rachman; Arief Goeritno
JUTEKS Vol 10 No 2 (2023): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i2.15899

Abstract

Turbin air tipe crossflow merupakan jenis turbin yang dapat dioperasikan pada head rendah dengan debit air disesuaikan dengan aliran air dengan nilai efisiensi mekanis tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai pengkonversi energi potensial air menjadi energi kinetik untuk penggerakan poros generator listrik. Pokok bahasan pada artikel ini berkaitan dengan sasaran penelitian yang meliputi (i) penghitungan debit air melalui simulasi dengan sejumlah nilai tinggi jatuh air dan penghitungan lanjutan untuk perolehan sejumlah parameter penting untuk pembuatan konstruksi turbin air, dan (ii) pembuatan turbin air berdasarkan penetapan sejumlah parameter. Hasil simulasi berdasarkan nilai asumsi beberapa variasi tinggi jatuh, diperoleh nilai debit air yang dipilih. Hasil penghitungan lanjutan berupa perolehan nilai perbandingan lebar dan diameter luar turbin untuk penghitungan sejumlah parameter sebagai pedoman dalam pembuatan fisis turbin air. Dalam rancangan terhadap fisis turbin air dilakukan melalui perhitungan, sehingga diperoleh sejumlah nilai diameter luar turbin, lebar turbin, diameter dalam turbin, jarak antar sudu, jari-jari kelengkungan sudu, dan jumlah sudu. Berdasarkan nilai hasil simulasi, diperoleh sejumlah nilai untuk pembuatan turbin air tipe crossflow yang meliputi diameter luar turbin 38,5 cm, diameter dalam turbin 25,3 cm, lebar turbin 20 cm, diameter poros turbin 20 mm, jarak antar sudu 7 cm, jari-jari kelengkungan sudu 6,27 cm, dan jumlah sudu sebanyak 18 buah. Berpedoman terhadap sejumlah nilai tersebut, maka dapat dilakukan pembuatan struktur fisis turbin air tipe crossflow.
Analisis Permasalahan Disconnecting Switch Pada Unit Induk Transmisi Jawa Barat Sarah Chairul Annisa; Adi Mardiansah; Nurhidayatulloh
JUTEKS Vol 10 No 2 (2023): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v10i2.15900

Abstract

Gardu induk sangat mempunyai peranan penting dalam pendistribusian tenaga listrik dari transmisi ke konsumen. Proses penurunan dan penaikkan tegangan melalui transmitter ada pada Gardu Induk (GI yang kemudian didistribusikan ke beban-beban. Pusat beban konsumen juga ada pada Gardu Induk. Pada saat pemeliharaan GI saklar pemisah (PMS) atau disconnecting switch bagian ini menjadi bagian yang sangat penting, karena dapat memvisualkan bahwa suatu peralatan listrik bebas tidaknya dari tegangan listrik sehingga pekerja menjadi lebih safety dalam melakukan maintenance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi lapangan dan wawancara. Hasilnya pemisah pada GI tidak dapat dijalankan ketika mesin dalam keadaan berbeban. Namun pembukaan atau penutupannya harus dilaksanakan setelah pemutus tenaga (pmt) dibuka terlebih dahulu.Ini dilakukan untuk keamanan dan penjaminan interlock antara pemisah dengan pemutus beban. Di dalam rangkaian kontrolnya, rangkaian interlock akan mencegah bekerjanya saklar pemisah apabila pemutus tenaganya masih tertutup

Page 11 of 14 | Total Record : 140