cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : -     EISSN : 25797913     DOI : https://doi.org/10.33006/ji-kes.v6i1.307
Core Subject : Health,
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan): jurnal hasil penelitian di bidang kesehatan JI-KES diterbitkan oleh LPPM Stikes Hafshawaty Zainul Hasan yang terbit sejak bulan Agustus 2017. JI-KES terbit secara berkala dua kali setahun. JI-KES berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang kesehatan seperti: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, gizi, farmasi, dan lain-lain. Pengelola menyambut baik kontribusi dalam bentuk artikel dari para dosen peneliti, dan pakar di bidang kesehatan untuk dipublikasikan di jurnal ini. Naskah yang dikirim harus asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain.
Articles 111 Documents
Usulan Rekomendasi Optimalisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Covid-19 di Masyarakat (Studi di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur) Satriya Wijaya; Akas Yekti Pulih Asih; Maya Purnia Sari; Aliya Zahro Fuadah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.342

Abstract

AbstrakCoronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit jenis baru yang belum teridentifikasi sebelumnya. Penyebab masih tingginya angka kasus positif covid-19 di dalam negeri karena penularan yang masih aktif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan rekomendasi optimalisasi pencegahan dan pengendalian penyakit Covid-19 di masyarakat pada wilayah kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bersifat kualitatif induktif dengan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah semua petugas pencegahan dan pengendalian penyakit Covid-19 terkait serta stakeholder Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Data didapatkan melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil analisis data menunjukkan Rencana Operasional Strategi Komunikasi Pesan Kunci Covid-19 Dinkes Tingkat Provinsi Jawa Timur sudah baik, perlu dilakukan secara berkelanjutan, persiapan dalam mengakomodir rencana atau langkah-langkah ke depan dalam upaya optimalisasi pencegahan dan Pengendalian Penyakit Covid-19. Saran untuk Dinkes Provinsi Jawa Timur perlu menambahkan materi sosialisasi terkait urgensi dan pentingnya pelaksanaan PPKM, mengadakan perekrutan tenaga kesehatan, penambahan tenaga kesehatan yang ditempatkan di rumah sakit lapangan dan melaksanakan kegiatan media promosi kesehatan. Kata kunci  : optimalisasi, pencegahan, pengendalian, covid-19  Abstract Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is a new type of disease that has not been previously identified. The reason for the high number of positive cases of Covid-19 in the country is because the transmission is still active. This study aims to provide recommendations for optimizing the prevention and control of Covid-19 disease in the community in the working area of the East Java Provincial Health Office. This research is inductive qualitative with descriptive method. The sample in this study were all related Covid-19 disease prevention and control officers and stakeholders from the East Java Provincial Health Office. Data obtained through data collection techniques Observation, interviews and document studies. The results of data analysis show that the Operational Plan for the Covid-19 Key Message Communication Strategy of the East Java Provincial Health Office is good, it needs to be carried out continuously, preparations to accommodate plans or future steps in an effort to optimize the prevention and control of Covid-19. Suggestions for the East Java Provincial Health Office need to add socialization materials related to the urgency and importance of implementing PPKM, recruiting health workers, adding health workers placed in field hospitals and carrying out health promotion media activities. Keywords : optimization, prevention, control, covid-19
Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Padang Rahma Nella; Fuji Astuti Febria; Mahdi Mahdi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.344

Abstract

Abstrak Pengelolaan limbah medis padat merupakan tahapan dimulai dari pemilahan hingga pemusnahan. Pada pelaksanaan pengelolaan limbah medis padat masih ditemukan beberapa tahapan yang belum sesuai dengan kebijakan seperti penggunaan kantong plastik belum sesuai dengan jenis dan karakteristik limbah, penggunaan desinfeksi terhadap wadah limbah medis yang telah digunakan, masih minimnya penggunaan Alat Pelindung Diri. Disamping itu pengetahuan dan sikap petugas pengelola limbah medis masih rendah, sehingga diperlukan dukungan pimpinan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan limbah medis padat dan mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan, sikap dan dukungan pimpinan terhadap pengelolaan limbah medis padat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebesar 58 sampel dengan analisis Regresi Berganda. Untuk FKTP sebagian besar telah melaksanakan pengelolaan limbah medis sesuai dengan peraturan yang telah. Hasil regresi berganda bahwa pengetahuan, sikap dan dukungan pimpinan berpengaruh nyata terhadap pengelolaan limbah medis padat. Untuk FKTP seperti Puskesmas dan Klinik sudah melaksanakan pengelolaan limbah medis sesuai standar yang ditetapkan namun untuk praktek dokter gigi masih rendah dalam penerapan peraturan pengelolaan limbah medis padat. Diharapkan untuk seluruh FKTP mempunyai komitmen dalam pengelolaan limbah medis padat serta adanya konstribusi dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Manajemen dari FKTP serta stake holder lainnya. Kata Kunci: Pengelolaan limbah medis, FKTP, pengetahuan, sikap, dukungan pimpinan  AbstractSolid medical waste management is a stage starting from sorting to destruction. In the implementation of solid medical waste management, several stages were found that were not following the policy. The purpose of this study was to analyze the management of solid medical waste and determine the effect of the level of knowledge, attitude and leadership support on the management of solid medical waste in the First Level Health Service Facility (FKTP) Padang City. This study uses a quantitative descriptive method with a sample of 58 samples with multiple regression analysis. Most of the FKTP have implemented medical waste management following existing regulations. Multiple regression results show that knowledge, attitudes and leadership support have a significant effect on solid medical waste management. For FKTPs such as Puskesmas and Clinics, they have implemented medical waste management according to the standards set, but for dentistry, the implementation of solid medical waste management regulations is still low. It is hoped that all FKTPs commit to solid medical waste management as well as contributions from the Environment Service, Health Service, Management from FKTP and other stakeholders. Keywords: Medical waste management, FKTP, knowledge, attitude, leadership support
Determinan Perilaku Pernikahan Dini Berdasarkan Perspektif Kesehatan Reproduksi Aman dan Fiqih Islam Widia Shofa Ilmiah; Fifin Maulidatul Azizah; Nova Hikmawati
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.356

Abstract

AbstrakPernikahan dini masih menjadi permasalahan kependudukan dan kesehatan reproduksi perempuan global. Data pernikahan dini dunia tahun 2015 (142 juta), di Indonesia tahun 2013 (2.6%) menikah umur <15 tahun, 23.9% menikah umur 15-19 tahun, tahun 2018 (1,5 juta) menikah <17 tahun; di Jawa Timur tahun 2015 (8.99%), tahun 2016 (21.16%), di Kabupaten Probolinggo tahun 2015 (21.02%), tahun 2016 (41.18%), hasil studi pendahuluan di Desa Patalan Wonomerto kepada 10 ibu diketahui 7 ibu (70%)  menikah umur <17 tahun. Tujuan penelitian menganalisis determinan paling dominan mempengaruhi perilaku pernikahan dini berdasarkan perspektif kesehatan reproduksi aman dan fiqih islam. Penelitian desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi seluruh ibu yang memiliki anak remaja di Wonomerto 45 orang, sampel 40 orang, teknik simple random sampling, instrumen kuesioner, uji statistik multiple regresi logistik. Hasil penelitian tingkat pendidikan p 0.999 > α 0.05; sikap responden p 0.365 > α 0.05; tingkat pengetahuan p 0.006 dengan nilai 1/PR = 52.632 dan niat p 0.012 dengan nilai 1/Prevalence Ratio (1/PR) = 40.000. Kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan memiliki pengaruh 52 kali terhadap perilaku pernikahan dini. Oleh karena itu, penting bagi bidan sebagai garda terdepan untuk memberikan KIE setiap melakukan pelayanan terkait kesehatan reproduksi remaja..Kata kunci : determinan, pernikahan dini, kesehatan reproduksi, fiqih islam AbstractEarly marriage is still a global women's population and reproductive health problem. Data on early marriage in the world in 2015 (142 million), Indonesia in 2013 (2.6%) married <15 y.o, and 23.9% married on 15-19 y.o, in 2018 (1.5 million) married < 17 y.o; in East Java in 2015 (8.99%), in 2016 (21.16%), in Probolinggo Regency in 2015 (21.02%), in 2016 (41.18%), the preliminary study in Patalan Wonomerto to 10 mothers found 7 mothers (70%) were married < 17 y.o. The purpose to analyze the most dominant determinants affecting early marriage behavior based on perspective of safe reproductive health and Islamic jurisprudence. This study a correlation analytic design a cross-sectional, population of 45 mothers with adolescent children in Wonomerto, sample were 40 people; simple random sampling, questionnaires, multiple logistic regression. The results that the level of education (p 0.999 > 0.05), attitude (p 0.365 > 0.05), level of knowledge p 0.006 with (1/PR) = 52.632; intention p 0.012, (1/PR) = 40,000. The conclusion that the level of knowledge has an effect of 52 times on early marriage behavior. It is important for midwives as the front line to provide IEC every time at provide services related to adolescent reproductive health. Keywords: determinant, early marriage, health reproduction, fiqih Islam 
Pelatihan Pola Asuh Demokratis Orangtua terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Bebas Narkoba Grido Handoko Sriyono; Yosef Wijoyo
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.341

Abstract

AbstrakPeredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba sudah masuk di semua lapisan masyarakat bahkan sampai di kalangan remaja, kondisi ini sangat memprihatinkan dan perlu upaya pencegahan secara serius dan berkelanjutan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan pola asuh demokratis terhadap pencegahan bahaya narkoba. Penelitian menggunakan desain quasy experiment dengan two group pre and post test design, dengan tehnik sampling menggunakan purposive sampling.  Penelitian dengan tahapan: (1) memilih pelatihan pola asuh tentang bahaya narkoba dengan kerangka teori B= f (PF,EF,RF) yaitu faktor (predisposing factors, enabling factors, reinforcing factors), (2) melakukan pelatihan pola asuh demokratis pada orangtua, dan (3) impelementasi pola asuh demokratis orangtua tentang bahaya narkoba kepada remaja.  Pengambilan data dengan kuesioner terhadap pengetahuan, sikap dan  komitmen perilaku bebas narkoba bagi remaja sebelum dan sesudah pelatihan dan dibandingkan dengan group kontrol. Analisis  Anova dari aspek pengetahuan, sikap  dan komitmen perilaku responden pada group  eksperimen dan kontrol menunjukkan nilai sig. 0,000 < 0,05 maka H1 diterima yaitu ada perbedaan yang signifikan antara group  eksperimen dengan group  kontrol. Kesimpulan pelatihan pola asuh demokratis orangtua efektive meningkatkan pengetahuan, sikap, dan komitmen perilaku hidup bebas narkoba bagi remaja.   Kata kunci : bahaya narkoba, bebas, pengetahuan, sikap AbstractIllicit trafficking and drug abuse have entered all levels of society, even among teenagers, this condition is very concerning and requires serious and sustainable prevention efforts. This study aims to examine the effectiveness of democratic parenting training on the prevention of the dangers of drugs. The study used a quasi-experimental design with two group pre and post-test designs, with a sampling technique using purposive sampling. Research with stages: (1) choosing parenting training about the dangers of drugs with a theoretical framework B = f (PF, EF, RF) namely factors (predisposing factors, enabling factors, reinforcing factors), (2) conducting democratic parenting training for parents , and (3) the implementation of democratic parenting of parents about the dangers of drugs to adolescents. Collecting data with a questionnaire on knowledge, attitudes and commitment to drug-free behavior for adolescents before and after training and compared with the control group. Anova analysis of the aspects of knowledge, attitudes and behavioral commitment of respondents in the experimental and control groups showed the value of sig. 0.000 <0.05 then H1 is accepted, that is, there is a significant difference between the experimental group and the control group. The conclusion is that democratic parenting training for parents is effective in increasing knowledge, attitudes, and commitment to drug-free behavior for adolescents. Keywords: danger of drugs, free, knowledge, attitude
Peer Support Group terhadap Well-Being Pasien Hipertensi Usia Dewasa Muda Yohanes Paulus Pati Rangga; Ode Irman; Anggia Riske Wijayanti
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.348

Abstract

AbstrakPenyakit hipertensi pada usia dewasa muda tiap tahun mengalami peningkatan. Selain itu, banyak permasalahan yang ditemui seperti penurunan kontrol pengobatan, defisit perawatan diri dan buruknya kualitas hidup yang disebabkan oleh rendahnya well-being. Meningkatkan well-being dibutuhkan intervensi yang tepat. Peer support group dipilih karena berfokus pada hubungan individu, adanya pertukaran informasi serta pengalaman. Tujuan penelitian untuk menjelaskan pengaruh peer support group terhadap well-being pasien hipertensi usia dewasa muda. Jenis penelitian menggunakan quasi-experiment dengan rancangan pre post test control group design. Populasi dalam penelitian ini  berjumlah 176 orang. Sampling yang digunakan purposive sampling.  Besar sampel sebanyak 80 orang dan dibagi ke dalam 2 kelompok (masing-masing kelompok sebanyak 40 orang). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 di Puskesmas Koting Propinsi Nusa Tenggara Timur. Instrumen untuk mengukur well-being menggunakan Indonesian Well-being Scale (IWS). Analisis data menggunakan paired t test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh peer support group terhadap well-being (p=0,000). Sebelum diberikan peer support group, kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan (p = 0,631). Namun, setelah diberikan peer support group, kedua kelompok menunjukkan perbedaan (p = 0,000). Peer support group terbukti dapat meningkatkan well-being, untuk itu Puskesmas dapat membuat program promosi kesehatan dengan mengintegrasikan peer support group dalam layanan kesehatan.  Kata kunci: peer support group, well-being, hipertensi, dewasa muda Abstract Hypertension in young adults is increasing every year. In addition, many problems were encountered such as decreased medication control, self-care deficits and poor quality of life caused by low well-being. Improving well-being requires appropriate intervention. The peer support group was chosen because it focuses on individual relationships, the exchange of information and experiences. The purpose of the study was to explain the effect of peer support groups on the well-being of hypertensive patients in young adults. This type of research uses a quasi-experimental design with a pre-post-test control group design. The population in this study were 176 people. Sampling used purposive sampling. The sample size is 80 people and divided into 2 groups (each group is 40 people). The research was carried out in October-November 2021 at the Koting Public Health Center. The instrument for measuring well-being uses the Indonesian Well-being Scale (IWS). Data analysis using paired t-test and independent sample t-test. The results showed that there was an effect of a peer support group on well-being (p=0,000). Data analysis using paired t-test and independent sample t-test. The results showed that there was an effect of a peer support group on well-being (p=0,000). Before being given a peer support group, the two groups showed no difference (p = 0,631). However, after being given a peer support group, the two groups showed a difference (p = 0,000). Peer support groups are proven to be able to improve well-being, for that public health centres can create health promotion programs by integrating peer support groups in health services. Keywords: peer support group, well-being, hypertension, young adults
Penyebab Langsung dan Penyebab Tidak Langsung Terjadinya Stunting pada Anak Balita Legina Anggraeni; Mella Yuria; Maryuni Maryuni; Irwanti Gustina
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.358

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi anak yang mengkhawatirkan. Dampak yang ditimbulkan dari kondisi tersebut antara lain dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak sehingga berisiko mengalami penurunan kemampuan intelektual dan berisiko mengalami penyakit degeneratif dikemudian hari. Ada dua klasifikasi penyebab dari stunting yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara penyebab langsung dan penyebab tidak langsung kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional di wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Sampel yang digunakan sebesar 75 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan pengukuran berat badan serta tinggi badan secara langsung kepada balita. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara penyebab langsung (berat badan lahir dengan p-value 0,001 dan tinggi badan ibu dengan p-value 0,022) dan penyebab tidak langsung (pola asuh dengan p-value 0,002, pendidikan ibu dengan p-value 0,03, pengetahuan dengan p-value 0,043) terhadap kejadian stunting pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara berat lahir, tinggi badan ibu, pola asuh, pendidikan ibu dan pengetahuan terhadap kejadian stunting. Saran kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi pra nikah dan memperkuat pelayanan kepada ibu hamil untuk mencegah komplikasi yang dapat menimbulkan stunting pada anak yang dilahirkan. Kata kunci  : Stunting, balita, penyebab langsung, penyebab tidak langsung Abstract Stunting is a worrying child nutrition problem. The impact of these conditions, among others, can inhibit brain growth and development so that they are at risk of decreased intellectual ability and at risk developing degenerative diseases in the future. There are two classifications of stunting events: direct causes and indirect causes. This study aimed to find out the relationship between immediate causes and indirect causes with stunting events. The method used is quantitative with a cross-sectional design in Kramat Jati subdistrict, East Jakarta 75 respondents used the sample. Data collection techniques using questionnaires and measurements of weight and height directly to toddlers. The results obtained in this study there is a significant relationship between direct causes (birth weight with a p-value of 0.001 and length of mother's body with a p-value of 0.022) and indirect causes (parenting with a p-value of 0.002, maternal education with a p-value of 0.03, knowledge with a p-value of 0.043) to stunting events in toddlers. This study a concludes a relationship between weight birth, maternal height, parenting, maternal education and knowledge to stunting events. Advice health workers to provide premarital education and strengthen services to pregnant women to prevent complications that can cause stunting in children born. Keywords            :               Stunting, toddler, direct cause, indirect cause
Manajemen Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Umum Daerah Polewali di Masa Pandemi Covid-19 Sukmawati Sukmawati; Maarifah Dahlan
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.326

Abstract

Abstrak Bencana pandemik Covid-19 telah mengakibatkan ribuan orang meninggal dan dirawat di  rumah sakit sehingga dalam penanganan pasien Covid-19 membutuhkan perlengkapan medis  yang lebih banyak daripada kondisi normal. Limbah B3 Medis yang dihasilkan RSUD Polewali sebangak 12.000 kg pada tahun 2020. Tujuan menelitian untuk mengetahui manajemen pengelolaan limbah selama pandemik Covid-19 di RSUD Polewali. Metode yang digunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian yaitu Kepala Rumah Sakit, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan, Petugas incinerator, cleaning service, Kepala Ruangan Instalasi dan Bagian Perencanaan. Penelitian di RSUD Polewali menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan limbah sudah melakukan identifikasi, pemisahan, labeling, pengangkutan, penyimpanan hingga pembuangan/pemusnahan serta menggunakan pihak ketiga untuk limbah dalam proses pembuangan akhir sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Limbah rumah Sakit Rujukan, Rumah Sakit Darurat dan Puskesmas yang menangani Pasien Covid-19 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini manajemen Pengelolaan Limbah Padat Domestik, Limbah Cair, dan Limbah B3 Medis Padat Rumah Sakit Umum Daerah Polewali menunjukkan dalam pengelolaan sudah memiliki SOP dengan merujuk pada Pedoman Pengelolaan Limbah rumah Sakit Rujukan. Kata kunci : beban kerja psikologis, NASA-TLX, perawat covid-19 Abstract The Covid-19 pandemic disaster has resulted in thousands of people dying and being treated in hospitals, so handling Covid-19 patients requires more medical equipment than normal conditions. Medical B3 waste generated by RSUD Polewali is 12,000 kg in 2020. The purpose of this research is to determine the management of waste management during the covid-19 pandemic at RSUD Polewali. The method used is a qualitative research design with a case study approach. Research informants are the Head of the Hospital, Person in Charge of Environmental Health, Incinerator Officer, cleaning service, Head of Installation Room and Planning Section. Research at Polewali Hospital shows that waste management management has identified, separated, labeled, transported, stored and disposed of/destroyed and used third parties for solid medical B3 waste in the final disposal process in accordance with the Waste Management Guidelines for Referral Hospitals, Emergency Hospitals and Hospitals. Health Center that handles Covid-19 Patients of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2020. The conclusion of this study is that the management of Domestic Solid Waste Management, Liquid Waste, and Medical B3 Solid Waste at the Polewali Regional General Hospital shows that the management already has an SOP by referring to the Referral Hospital Waste Management Guidelines. Keywords : waste management, hospital, covid-19
Hubungan Kunjungan Antenatal Care dan Berat Badan Lahir Rendah terhadap Kejadian Stunting di Kota Batu Anindya Hapsari; Yuyun Fadhilah; Hartati Eko Wardhani
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.258

Abstract

AbstrakStunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang menyebabkan gangguan pada masa window of opportunity anak. Stunting diketahui dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Berat Badan Lahir Bayi Rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan ANC dan berat badan lahir bayi terhadap kejadian stunting di Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan di wilayah Kelurahan Temas Kota Batu. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling, dimana didapat sampel sebanyak 70 responden. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kunjungan ANC terhadap kejadian stunting (p=0,000), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir bayi terhadap kejadian stunting di Kota Batu (p=0,140). Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa kunjungan ANC saat hamil memiliki hubungan terhadap kejadian stunting di wilayah Kota Batu. Sedangkan berat badan lahir bayi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting di Kota Batu. Kata kunci: Antenatal Care, ASI esklusif, stunting AbstractStunting is one of chronic nutritional problems that made a disruption on children’s window of opportunity period. Stunting can be caused by multifactor, including antenatal care (ANC) visit and low birth weight. This study aimed to determine the correlation between ANC visit and low birth weight with the incidence of stunting in Batu City. This study used an observational analytic study design with a cross sectional approach. The population in this study were mothers who had babies aged 0-12 months in the Temas Village, Batu City. Sampling used purposive sampling technique, which obtained respondents as many as 70 respondents. The data analysis technique used Spearman test. The results of this study indicated that there was a significant correlation between ANC visits with the incidence of stunting (p=0.000). And there was no significant correlation between low birth weight with the incidence of stunting in Batu City (p=0,140). This study concluded that ANC visits during pregnancy had a correlation with the incidence of stunting in Batu City. Meanwhile, low birth weight had no correlation with the incidence of stunting in Batu City. Keywords: Antenatal Care, exclusive breastfeeding, stunting.
Hubungan Level Aktivitas Fisik dan Pola Konsumsi Makanan dengan Status Gizi Mahasiswa Nor Isna Tauhidah; Evy Noorhasanah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 1 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v6i1.306

Abstract

AbstrakPandemi Covid-19 memberikan dampak pada perubahan kebiasaan mahasiswa terutama kondisi sedentary lifestyle akibat banyaknya kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara virtual dan berubahnya pola konsumsi makan. Status gizi dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi dan aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari, dimana gizi yang baik dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga penting memperhatikan faktor yang dapat mempengaruhi status gizi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan level aktivitas dan  pola makan dengan status gizi pada mahasiswa tingkat satu. Desain penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. menggunakan uji Spearman Rank. Sampel berjumlah 105 orang menggunakan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara level aktivitas fisik dengan status gizi, dan ada hubungan antara  variabel pola konsumsi makan dengan status gizi. Status gizi seseorang bisa diperbaiki atau dikontrol dengan meningkat pola konsumsi makan kearah yang lebih baik dan bisa didukung dengan aktifitas fisik sesuai dengan kemampuan tubuh masing-masing orang, guna mencegah munculnya berbagai penyakit akibat kurangan ataupun kelebihan gizi.Kata kunci: aktifitas fisik, pola konsumsi makanan, status giziAbstractThe Covid-19 pandemic has had an impact on alterations in student behavior, particularly the state of sedentary lifestyles as a result of the numerous virtual learning activities and alterations in eating habits. Good nutrition can boost body resistance, thus it's necessary to pay attention to things that can affect a person's nutritional status. Nutritional status can be changed by nutritional intake taken and daily physical activity. This study aims to determine the relationship between activity levels and eating patterns with nutritional status in first-year students. The design of this study is a correlation study with a cross sectional approach using the Spearman Rank test. 105 people make up the purposive sampling sample. The findings revealed a relationship between the variables of food intake patterns and nutritional status, but not between the amount of physical activity and nutritional status. In order to prevent the appearance of various diseases owing to lack of or excess nutrition, a person's nutritional status can be improved or regulated by increasing food consumption patterns in a healthier direction and can be supported by physical activity according to each person's body's capabilities.Keywords: physical activity, food consumption patterns, nutritional status
Hubungan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional (SPO) Pemasangan Infus dengan Tanda-Tanda Phlebitis Beti Kusumawati; Rahmawati Maulidia; Risna Yekti Mumpuni
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 1 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v6i1.307

Abstract

AbstrakRisiko terjadinya phlebitis akan meningkat seiring dengan tindakan pemasangan infus yang kurang baik atau tidak mengacu pada SPO rumah sakit. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan perawat dalam pemasangan infus sesuai SPO dengan tanda-tanda phlebitis di Ruang 19 RSUD Dr.Saiful Anwar Malang. Desain analitik korelasional dengan desain cohort. Responden sejumlah 44 pasien yang dipilih menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Responden perawat sejumlah 23 perawat di Ruang 19 RSUD Dr.Saiful Anwar Malang. Data dikumpulkan dengan lembar observasi pemasangan infus dan visual infusion phlebitis score. Analisa data menggunakan uji Spearman Rho dengan α = 0,05. HasilXpenelitianXmenunjukan sejumlah 38 pasien (86,4%) dilakukan pemasangan infus sesuai SPO. Sejumlah 37 pasien (84,1%) tidak mengalami tanda-tanda phlebitis. Hasil uji statistik Spearman Rho menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan perawat dalam melakukan pemasangan infus sesuai SPO dengan tanda-tanda kejadian phlebitis di Ruang 19 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dengan nilai nilai p = 0,013 atau p < 0,05. Kesimpulan: Kepatuhan perawat dalam melakukan pemasangan infus sesuai SPO berhubungan dengan tanda-tanda kejadian phlebitis. Disarankan bagi perawat untuk meningkatkan kepatuhan pemasangan infus sesuai SPO yang telah ditetapkan oleh rumah sakit untuk meminimalkan terjadinya phlebitis pada pasien selama rawat inap.Kata kunci  : Phlebitis, Pemasangan Infus, Kepatuhan AbstractHigh rates of phlebitis point to poor service quality, a rise in improper intravenous catheter placement, or a deviation from accepted practices. The purpose of the study was to examine the connection between phlebitis and nurse compliance with standard technique for inserting an intravenous catheter in Room 19 of Dr. Saiful Anwar Hospital Malang. Cohort design was used in the correlational analytic study design. 44 patients were the respondents, chosen by a procedure known as purposive sampling In this study, 23 nurses served as responders. Instruments utilized include the Visual Infusion Phlebitis Score sheet and the observation sheet for inserting the intravenous catheter. The data was analyzed using Spearman Rho test with α = 0.05. The study showed most of respondents amount 38 patients (86.4%) Infusion was carried out in accordance with SOP. Most of respondent amount 37 patients (84.1%) did not experience any signs of phlebitis. Results of spearman rho statistical test showed a significant relationship between nurse compliance in standard operational procedures (SOP) implementation on intravenous catheter insertion with phlebitis signs (p value = 0.013 or p <0.05). Conclusion: The insertion of an intravenous catheter in Room 19 of the Dr. Saiful Anwar Hospital in Malang is significantly correlated with nurse compliance with standard operational procedures (SOP) implementation. To reduce the likelihood of phlebitis during hospitalization, nurses should introduce intravenous catheters with greater compliance with SOP.Keywords    : Phlebitis, IV Catheter Insertion, Compliance

Page 10 of 12 | Total Record : 111