cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 652 Documents
PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM MELALUI PELATIHAN PENGGUNAAN BAHAN BERWAWASAN LINGKUNGAN Lasia, Ketut
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.798 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21434

Abstract

Keselamatan kerja di laboratorium merupakan dambaan bagi setiap individu, karena sangat terkait dengan kepentingan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan kerja. Salah satu caranya adalah melalui pelatihan penggunaan bahan berwawasan lingkungan. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium. Metode yang digunakan adalah diskusi dan praktek. Hasil pelatihan adalah pretes, postes, pengelola menggunakan bahan berwawasan lingkungan dalam praktikum, dan pengelola laboratorium dapat memodifikasi prosedur praktikum dengan menggunakan bahan berwawasan lingkungan. Pelatihan penggunaan bahan berwawasan lingkungan telah meningkatkan pemahaman pengelola laboratorium terhadap sifat-sifat bahan kimia, mampu mengidentifikasi bahan yang aman untuk praktikum, dan mampu mengembangkan praktikum kimia berwawasan lingkungan.  Dengan demikian, pengelola laboratorium dapat meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium melalui penggunaan bahan berwawasan lingkungan. Kata kunci: keselamatan, laboratorium, lingkungan
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran IPA di MTs Muhammadiyah 1 Malang Hindun, Iin; Wahyuni, Sri; Miharja, Fuad Jaya; Mashuri, Mashuri; Nurwidodo, Nurwidodo; Husamah, Husamah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.307 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21463

Abstract

This assistance aims to improve the quality of science learning in MTs Muhammadiyah 1 Malang. This assistance is motivated by the limitations of LS assistance services from tertiary institutions to elementary and secondary schools. Whereas learning innovations such as LS really need to be disseminated, maintained, strengthened, and improved in their field implementation so that the achievement of quality in learning is guaranteed. Assistance is carried out with the method of socialization, implementation, monitoring, evaluation and follow-up. Assistance was followed by a group of science teachers in Matsamutu and was conducted for one semester. The results of the mentoring, the socialization phase included the Matsamutu LS team in the MEPS, conducted socialization and assisted teachers in preparing lesson plans for 2 lessons, carried out an open plan with the model teacher from the school, implemented learning reflections and documented the results of the mentoring implementation and compiled collaborative publication articles. . It can be concluded that the assistance has provided benefits in increasing understanding of the procedures, principles of implementation, and scientific work resulting from the implementation of the LS
PENINGKATAN KAPASITAS DAN EFISIENSI PEMBERIAN PAKAN IKAN MELALUI TEKNOLOGI FISH FEEDER PADA MASYARAKAT DUSUN PAITON DESA PARIJATAH KULON Lusi, Nuraini; Afandi, A; Utami, S W
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.164 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.21675

Abstract

Based on the results of a survey in the village of Parijatah Kulon, Srono subdistrict, there are communities that conduct freshwater fish farming. One of the activities that must be carried out by farmers is feeding fish four times a day which is done conventionally by spreading feed from the pond side and is carried out continuously until the fish stop eating. This method is less effective because wasted feed will have an unfavorable impact on water conditions, and the energy and time used is less effective and efficient due to the limitations of farmers in determining the throwing distance, so it requires time to throw feed from one side to another pond so can provide even feed. The method used in this Community Service (PKM) activity is through the procurement of automatic fish feeder with a capacity of 30-40 kg with automatic fish feeder technology, training on how to use the equipment, maintenance and repair.
ALAT PERAGA IPA SEDERHANA UNTUK GURU SMP DI KECAMATAN BANJAR Juniartina, Putu Prima; Devi, Ni Luh Pande Latria; Ratna Dewi, Ni Putu Sri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.044 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.21689

Abstract

Hasil observasi di SMP se-Kecamatan Banjar menunjukkan, SMP di kecamatan Banjar belum memiliki peralatan lab yang lengkap untuk praktikum karena keterbatasan biaya untuk pengadaan alat tersebut. Disisi lain mata pelajaran IPA menuntut adanya praktikum dalam proses pembelajaran. Sehingga tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan guru untuk membuat alat peraga IPA sederhana untuk guru SMP di kecamatan Banjar. Pelaksaan kegiatan dilakukan dengan memberikan pelatihan yang bertempat di SMP N 3 Banjar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pelatihan pembuatan alat peraga IPA sederhana. Hasil pelatihan menunjukkan: 1) peserta pelatihan sudah dapat membuat alat peraga IPA serta LKS untuk siswa, 2) peserta pelatihan dapat menggunakan alat peraga untuk membantu proses pembelajaran, 3) antusiasme peserta kegiatan sangat baik. Harapannya dari kegiatan ini dapat terus di aplikasikan secara berkelanjutan oleh peserta sehingga dapat meningkatkan proses pembelajaran IPA
PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH REMAJA BERSTANDAR LKIR LIPI BAGI GURU DAN SISWA SMA ISLAM TERPADU IHSANUL FIKRI KABUPATEN MAGELANG Asmara, Rangga; Kusumaningrum, Widya Ratna
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.176 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21760

Abstract

Dewasa ini menulis belum menjadi minat dan kegemaran anak Indonesia. Salah satu keterampilan menulis yang harus dikuasai oleh kaum intelektual adalah menulis karya ilmiah. Salah satu SMA yang sangat konsen dengan kegiatan penulisan karya ilmiah adalah SMA Islam Terpadu Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap siswa dan guru di SMA Islam Terpadu Ihsanul Fikri, keterampilan menulis karya tulis ilmiah siswa masih sangat perlu ditingkatkan. Salah satu kendala yang mencolok tampak dari produksi karya ilmiah yang dihasilkan oleh para siswa baik dari segi kualitas dan kuantitas masih belum sesuai harapan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan Model Latihan Partisipatif (Participatory Training Model). Peserta program kemitraan masyarakat ini sebanyak 60 orang dari unsur siswa dan guru. Kegiatan ini dilakasanakan dalam 8 kali pertemuan. Secara umum pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar sesuai dengan target yang ditetapkan oleh tim pelaksana. Indikatornya: antusiasme peserta program dalam mengikuti program pengabdian, ketercapaian luaran, yaitu 10 proposal yang telah diunggah ke laman LKIR LIPI, sambutan yang positif dari kepala sekolah, serta bantuan dari guru pendamping selama kegiatan pengabdian berlangsung. Melalui pendampingan ini siswa menjadi lebih literat, mengintepretasi permasalahan secara kritis, dan ditindaklanjuti dengan kegiatan produktif yang relevan, yaitu penulisan karya ilmiah remaja.
PELATIHAN PEMERIKSAAN NEUROKOGNITIF PADA PETUGAS KESEHATAN UNTUK DETEKSI DINI DEMENSIA DAN DAN PELAYANAN PADA KELOMPOK USIA LANJUT DI LINGKUNGAN PUSKESMAS BULELENG 1 Agustini, Ni Nyoman Mestri; Arsani, Ni Luh Kadek Alit; Sudiana, I Ketut
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.914 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21768

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut, gangguan sepert demensia juga semakin meningkat. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan menambah dan meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam melakukan pemeriksaan neurokognitif serta memberikan pelayanan pemeriksaan kepada kelompok usia lanjut. Kegiatan ini penting untuk deteksi dini demensia. Pelatihan dilakukan dengan memberikan teori mengenai demansia dahulu, dilanjutkan pelatihan teknik pemeriksaan neurokognitif. Adapun pemeriksaan yang dilakukan adalah MMSE. Selanjutnya dilakukan pendampingan kepada petugas kesehatan agar dapat melaksanakan pemeriksaan ini secara berkelanjutan. Berdasarkan diskusi dan pelaksaanaan pemeriksaan MMSE, kemampuan petugas kesehatan sudah menjadi lebih baik setelah diberikan pelatihan. Mereka mampu melakukan deteksi dini demensia kepada kelompok usia lanjut. Diharapkan pemeriksaan MMSE kepada lansia dapat dilakukan secara rutin guna deteksi dini demensia. 
PEMBERDAYAAN PEMUDA DI GUBUK BACA LENTERA NEGERI MELALUI PROGRAM PELATIHAN PEMBUATAN INFOGRAFIS BERBASIS WAWASAN KEBANGSAAN Shofa, Abd. Mu'id Aris
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.072 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21807

Abstract

Media sosial dewasa ini menjadi  alat komunikasi yang digunakan oleh sebagian penduduk di Indonesia untuk bertukar informasi dan menjalin komunikasi antar sesama. Berbagai aktivitas yang dilakukan di dunia maya dapat memicu perubahan sosial dalam pola masyarakat. Munculnya konten-konten yang  bersifat hoax dan ujaran kebencian (hate speech) dalam perolehan informasi di media sosial menjadi permasalahan yang tak berujung. Hoax dan ujaran kebencian menjadikan mengundang opini publik yang semakin tidak objektif, merusak persatuan dan kesatuan, serta melanggar nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karena itu, infografis berbasis wawasan kebangsaan hadir untuk mengedukasi masyarakat yang cerdas secara moral dalam penggunaan media sosial. Infografis berbasis wawasan kebangsaan mencoba menampilkan konten-konten positif yang disesuaikan dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang pluralis-multikultural. Metode Metode pelaksanaan kegiatan  yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pertama, menentukan khalayak sasaran yaitu komunitas gubuk baca lentera negeri desa sukolilo kecamatan jabung, kedua, Pemilihan dan penetapan sasaran Pelatihan pembuatan infografis yaitu para pemuda dan masyarakat anggota komunitas. Ketiga, analisis bidang permasalahan dimana mayoritas anggota komunitas belum familiar dengan  infografis, minimnya kreatifitas dan kendala dalam pembuatan infografis khususnya yang berwawasan kebangsaan. Hasil dari pengabdian yang dicapai yaitu dimana para pemuda dan komunitas gubuk baca mampu membuat desain infografis yang berbasis wawasan kebangsaan dan pentingnya dari pengabdian ini adalah dimana para pemuda dan anggota komunitas mampu ikut dalam menyebarkan berita-bertita yang positif melalui media sosial sehingga mampu mengeliminir dan menangkal berita-berita hoax atau palsu yang menyesatkan. Kata kunci : hoax, hate speech, media sosial, infografis, wawasan kebangsaan.   ABSTRACTToday's social media is a communication tool used by some residents in Indonesia to exchange information and establish communication between people. Various activities carried out in cyberspace can trigger social change in people's lives. The emergence of hoaxic content and hate speech in the acquisition of information on social media is an endless problem. these two things invite public opinion which is increasingly not objective, damages unity and integrity, and violates the values and norms prevailing in society. Therefore, national-based infographics are present to educate morally intelligent people in the use of social media. Nationality-based infographics try to display positive content that is adjusted to the values of Indonesian pluralist-multicultural life. Methods The method of implementing the activities used in this service is first, determining the target audience, namely the community of lantern reading huts in Sukolilo village, Jabung sub-district, secondly, selecting and setting targets for training on making infographics, namely youth and community members. Third, analysis of problem areas where the majority of community members are unfamiliar with infographics, lack of creativity and obstacles in making infographics especially those with a national perspective. The results of devotion achieved are where the youth and reading shack community are able to create infographic designs based on national insight and the importance of this service is where young people and community members are able to participate in spreading positive news through social media so as to eliminate and ward off Misleading hoaxes or fake news.Keywords: Hoaxes, Hate Speech, Social Media, Infographics, National Insight.
PELATIHAN EDUTECH FOR CHILDREN UNTUK MENIMBULKAN MINAT PARA SISWA MENGENAL PROSES PERANCANGAN REKAYASA Nusyirwan, Deny
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.133 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.21824

Abstract

Kebutuhan masyarakat pesisir terhadap teknologi sudah demikian penting, hal ini dapat dilihat dengan semakin menjamurnya penggunaan telpon seluler yang tekoneksi dengan internet untuk mempermudah komunikasi dan meingkatkan perekonomian masyarakat. Hasil tangkapan nelayan yang sebelumya harus dibawa ke pasar terlebih dahulu untuk penjualan, dengan adanya sistem penjualan secara online, sudah dapat dipasarkan secara luas. Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berbatasan dengan jalur ekonomi dunia selat malaka, merupakan lokasi yang strategis untuk menjadi pusat pengembangan teknologi dengan tingkat kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, tidak bertindak sebagai pengguna saja namun mampu merancang teknologi yang sesuai untuk kebutuhan masyarakat setempat. Dengan latar belakang tersebut, jurusan Teknik Elektro Universitas Maritim Raja Ali Haji ( UMRAH) melalui tridharma perguruan tinggi, bekerjasama dengan bagian Corporate Social Respondsibility (CSR) Banyan Tree Hotel and Resorts Bintan, menghasilkan sebuah program bernama Edutech for Children (EfC).  EfC  menerapkan pola pendampingan selama pelatihan berlangsung, dengan bantuan para mahasiswa yang disebut sebagai fasilisator untuk berinterakasi langsung dengan siswa dan siswi SD/SMP selama proses pelatihan berlangsung secara reguler mingguan. Dalam program EfC ini, pemberian motivasi, membangkitkan rasa ingin tau mengenai teknologi dan pendekatan  secara emosional kepada para siswa sangat diperlukan untuk menimbulkan minat para siswa mengenal proses perancangan rekayasa. Dengan kegiatan ini didapatkan hasil memuaskan yang dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan teknis dan munculnya pola pikir inovatif sehingga siswa mampu untuk menemukan dan merancang teknologi yang sesuai untuk kebutuhan setempat
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN POWTOON BAGI GURU BAHASA JEPANG SMA/SMK DI KABUPATEN BULELENG Adnyani, Kadek Eva Krishna; Sadyana, I Wayan; Suartini, Ni Nengah; Hermawan, Gede Satya
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.898 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.21873

Abstract

Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan pengetahuan kepada guru bahasa Jepang SMA/SMK di kabupaten Buleleng mengenai cara pembuatan media pembelajaran multimedia, khususnya Powtoon. Metode kegiatan yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, praktek pembuatan Powtoon serta pendampingan pembuatan Powtoon di sekolah. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2019 dengan diikuti oleh 22 peserta, sedangkan pendampingan dilaksanakan pada 9 dan 25 September 2019 di 2 sekolah. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa  kendala-kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya ide kreatif (33%), internet yang kurang memadai (19%), kurangnya kemampuan bidang IT (19%), serta sulit mengingat fitur-fitur pada powtoon (14%). Hasil pendampingan menunjukkan masih ada beberapa kendala yang ditemui guru dalam mengembangkan powtoon, yaitu; kendala sinyal internet terutama ketika akan mengupload hasil powtoon ke youtube dan kesulitan mencari waktu untuk membuat powtoon karena harus banyak mengerjakan administrasi guru.  Kata kunci: pelatihan, pendampingan, media pembelajaran, multimedia, powtoon 
PELATIHAN PENGGUNAAN EDMODO BAGI SISWA DI SMP NEGERI 2 NUSA PENIDA Pradnyana, I Made Ardwi; Santyadiputra, Gede Saindra; Darmawiguna, I Gede Mahendra
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.387 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21890

Abstract

Salah satu komponen yang menjadi penentu kesuksesan implementasi e-learning Edmodo di sekolah adalah pengetahuan dan keterampilan guru dan juga siswa dalam menggunakan Edmodo. Pelatihan ini adalah tindaklanjut dari pelatihan dan pendampingan yang sudah dilakukan sebelumnya di SMP Negeri 2 Nusa Penida. Tahapan yang dilakukan dalam pelatihan ini yaitu (1) pengenalan pembelajaran daring, (2) pengenalan edmodo dan fitur-fiturnya, (3) praktik dan simulasi pembelajaran menggunakan edmodo, dan (4) evaluasi pelatihan.  Pelatihan ini diikuti oleh 28 orang perwakilan siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92,9% menyatakan e-learning menggunakan Edmodo menarik, dimana 78,6% nya menyatakan menarik karena Edmodo dapat diakses darimana saja. Selanjutnya, hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa 89,3% siswa menyatakan setuju jika guru mereka mengunakan e-learning Edmodo dalam proses pembelajaran, dengan dominasi alasan yaitu 50% karena memungkinkan siswa bisa belajar dimana saja dan kapan saja mereka mau (fleksibel). Untuk tanggapan kesulitan yang mungkin akan dialami ketika akan menggunakan edmodo, 53,6% menyatakan tidak merasa akan menemukan kesulitan. Selanjutnya, siswa menyatakan bahwa kendala yang akan mereka temui dominan yaitu 42,9% pada koneksi atau jaringan internet yang masih tidak lancar.