Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Undiksha. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Undiksha.
Articles
570 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK-PAIR-SHARE) BERBANTUAN MEDIA KARTU HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF
ilma, nurul;
Pudjawan, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v2i3.15715
This research is motivated by the development of children's language, especially in letter recognition. Language development requires more optimal guidance because as a child's capital to enter elementary school education. Therefore this study aims to improve the ability to recognize the language of letters applied using Think Pair Share (TPS) learning models assisted by letter card media in the TK Kartika VII-3 Singaraja B3 group in 2018/2019. The type of research used was Classroom Action Research (CAR) which was carried out in two cycles, the subject of research was the TK Kartika Singaraja VII-3 Singaraja B3 group, which consisted of 27 children, consisting of 9 girls and 18 boys. The object of research is the child's language ability to recognize letters. Data collection in this study was conducted with observation media. The analytical method used is descriptive statistical analysis method and quantitative descriptive analysis method. The results of data analysis in this study indicate that an average increase in the percentage of language ability to recognize letters in the B3 group is 25.7%. This can be seen from the increase in the average percentage of the ability of the language to recognize child letters in the first cycle of 55.31% with low criteria being 81.01% in cycle II with high criteria. Thus, it can be concluded that the application of Think Pair Share (TPS) learning models assisted by letter card media can improve the ability of the language to recognize the letters of the children of B3 TK Kartika Singaraja group in the first semester of 2018/2019
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI MELALUI KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS
wulandari, ni made ari;
Pudjawan, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v2i3.15716
This research purpose to find out the improvement of fine motor skill development through the applying demontration method by meronce activities to the children in group B1 at TK Kartika VII-3 Singaraja. Type of this research was classroom action research (CAR) which implemented two cycles. Subject of this research were 19 children of group B1 TK Kartika VII-3 Singaraja. Than the research data about fine motor skill development collected by using observation method. The data were analyzed by using descriptive statistics method, and descriptive quantitative analysis method. The result of analysis data shows there is an improvement of fine motor skill development when applying demontration method assisted by meronce activities raearches 22,43%. In the first cycle it’s reaches 59,58% which is low criteria increase in the second cycle to 82,01% which at high criteria. Thus it can be concluded that applying demontration method assisted by meronce activities can improve the fine motor skill development of the children in group B1 at TK Kartika VII-3 Singaraja.
Model Pembelajaran Make A Match Meningkatkan Perkembangan Kognitif dalam Mengenal Lambang Bilangan
Ni Made Desy Pratiwi Handaryani;
I Ketut Pudjawan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i1.15721
There are still many young children whose ability to recognize number symbols has not developed optimally. This study aims to analyze the make a match learning model on cognitive development in recognizing number symbols in group A Kindergarten child. This research was classroom action research (CAR) which was carried out in two cycles of action. The subjects of this study were group A1 kindergarten students, totaling 18 students, consisting of 8 girls and 10 boys. The observation method was used to collect data on cognitive development in recognizing number symbols. The instrument used in this study was an observation sheet. The data analysis method used is descriptive statistical analysis method and quantitative descriptive analysis method. The results of data analysis in this study showed that there was an increase in the average percentage of cognitive development in recognizing number symbols in group A1 children of 15.25%. This can be seen from the increase in the average percentage of cognitive development in recognizing children's number symbols in the first cycle of 65.25% with moderate criteria to 80.50% in the second cycle with high criteria. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the make a match learning model can improve cognitive development in recognizing the number symbols of children in group A.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA FLASH CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA
Sugiantiningsih, Ida Ayu;
Antara, Putu Aditya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v2i3.15728
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan terhadap kemampuan berbicara setelah adanya penerapan model pembelajaran talking stick berbantuan media flash card untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelompok B2 TK Kartika VII-3 Singaraja tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah dilaksanakan dengan 2 siklus penelitian. Subjek penelitian adalah anak kelompok B2 TK Kartika VII-3 Singaraja yang berjumlah 18 orang anak, terdiri dari 10 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan dokumentasi foto dan video. Data dari hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berbicara setelah adanya penerapan model pembelajaran talking stick berbantuan media flash card, hal ini dapat dilihat dari peningkatan angka rata-rata persentase pada siklus I sebesar 67,08% dengan kriteria sedang mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 81,91% yang berada pada kriteria tinggi. Dengan demikian terjadi peningkatan angka rata-rata persentase dari siklus I ke siklus II sebesar 14,83%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick berbantuan media flash card dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelompok B2 TK Kartika VII-3 Singaraja tahun ajaran 2018/2019.
Model Pembelajaran TPS (Think-Pair-Share) Berbantuan Media Kartu Huruf Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf pada Anak Kelompok B
Nurul Ilma;
I Ketut Pudjawan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i1.15739
Masih belum optimalnya perkembangan bahasa anak khususnya pada pengenalan huruf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran think pair share berbantuan media kartu huruf terhadap kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok B. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ialah kelompok B3 TK yang berjumlah 27 anak terdiri dari 9 anak perempuan dan 18 anak laki-laki. Objek penelitian adalah kemampuan bahasa anak dalam mengenal huruf. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan media observasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata presentase kemampuan bahasa mengenal huruf pada kelompok B3 sebesar 25.7% hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata presentase kemampuan bahasa mengenal huruf anak pada siklus I sebesar 55.31% dengan kriteria rendah menjadi 81,01% pada siklus II dengan criteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf kelompok B Taman Kanak-Kanak.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Bermain Plastisin
Siti Khabibatur Rohmah;
I Ketut Gading
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i1.15740
Masih kurang maskinalnya perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis bermain plastisin terhadap kemampuan motorik halus pada siswa TK kelompok A. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 18 orang anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Objek yang ditangani dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik halus anak kelompok A. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dengan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi dalam bentuk rubrik penskoran. Hasil penelitian yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan motorik halus melalui bermain plastisin. Pada siklus I capaian kemampuan motorik halus sebesar 57.62%, sehingga menunjukkan pada kategori rendah kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 81.56 % pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui bermain plastisin, kemampuan motorik halus anak kelompok A Taman Kanak-Kanak dapa meningkat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL DAN PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN
Sakaningsih, N.M.;
Margunayasa, I.G.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v1i2.16393
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar PPKn melalui penerapan model pembelajaran quantum berbantuan media audio-visual dan puzzle siswa kelas V SD Negeri 3 Banjar Jawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi atau evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V C SD Negeri 3 Banjar Jawa yang berjumlah 32 orang terdiri dari 19 orang siswa perempuan dan 13 orang siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yang instrumennya berupa tes objektif. Data hasil belajar PPKn dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan rata-rata hasil belajar PPKn siswa pada siklus I yaitu 76,6 dengan M% sebesar 76,6% berada pada kategori sedang dan berada pada interval 65 – 79 dengan kategori sedang. Pada pada siklus II rata-rata hasil belajar PPKn siswa yaitu 88,2 dengan M% sebesar 88,2% dan berada pada interval 80 – 89 dengan kategori tinggi. Peningkatan yang terjadi jika dihitung menggunakan rumus Gn skor yaitu sebesar 0,49 yang jika dikonversikan pada tabel kriteria peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang (0,30-0,69). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran quantum berbantuan media audio-visual dan puzzle dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas V C semester II tahun ajaran 2017/2018 di SD Negeri 3 Banjar Jawa. Kata kunci: hasil belajar PPKn, media audio-visual dan puzzle, model pembelajaran quantum
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS
Suryanita SP, Ni Putu;
Kusmariyatni, Ni Nyoman
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v1i2.16394
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas IVA di SD Negeri 4 Kampung Baru tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Pelaksanaan tindakan tiap siklus adalah tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVA tahun pelajaran 2017/2018 di SD Negeri 4 Kampung Baru, yang berjumlah 26 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar IPS. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan denganmetode tes. Data dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase hasil belajar pada siswa kelas IVA di SD Negeri 4 Kampung Baru. Berdasarkan tes hasil belajar, pada siklus I rata-rata hasil belajar IPS diperoleh sebesar 80,77 dengan kategori tinggi. Selanjutnya, pada siklus II rata-rata hasil belajar IPS diperoleh sebesar 86,37 dengan kategori tinggi. Berdasarkan perhitungan gains skor, kualitas peningkatan hasil belajar IPS pada siklus I sebesar 0,16 dengan predikat rendah dan siklus II sebesar 0,46 dengan predikat sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa siswa kelas IVA di SD Negeri 4 Kampung Baru tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw, Hasil Belajar IPS
PENERAPAN QUANTUM TEACHING BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS III
Trisnawati, Ni Putu Tina;
Rati, Ni Wayan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v1i2.16395
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PPKn melalui penerapan quantum teaching berbantuan media audio-visual siswa kelas IIIA SD Lab Undiksha tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IIIA SD Lab Undiksha sebanyak 35 orang, yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 21 siswa laki – laki. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode tes. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif, sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan persentase rerata hasil belajar PPKn sebesar 8% dari 83% berada pada kategori tinggi pada siklus I menjadi 91% berada pada kategori sangat tinggi pada siklus II. Selanjutnya peningkatan kuantitas siswa yang mendapat nilai minimal 85 mencapai 31,15% dari 22 siswa atau 62,85% pada siklus I menjadi 33 siswa atau 94% pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model quantum teaching berbantuan media audio-visual dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas IIIA SD Lab Undiksha tahun ajaran 2017/2018. Kata kunci: audio-visual, hasil belajar PPKn, quantum teaching
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Juniarti, Novi Dian;
Renda, Ndara Tanggu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v1i2.16396
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas 5 SD Negeri 4 Kampung Baru. Rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dalam penyampaian materi, menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Matematika dengan menerapkan model problem solving pada siswa kelas V di SDN 4 Kampung Baru tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 (dua) siklus dengan alur penyusunan yakni perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar Matematika diperoleh sebesar 73,69. Selanjutnya, pada siklus II rata-rata hasil belajar Matematika diperoleh sebesar 80,22. Pada ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga terjadi peningkatan, terlihat dari perhitungan ketuntasan belajar klasikal siklus 1 yakni 73,91%, atau berkategori cukup dan siklus II 84,78 berkategori baik. Hai ini menunjukan baik dari rata-rata kelas maupun ktuntasan belajar klasikal siswa telah mencapai kriteria yang ditetapkan yaitu mencapai KKM 75 untuk rata-rata kelas dan prosentase 80% atau berkategori baik untuk ketutasan belajar klasikal. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahawa penggunaan model Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 4 Kampung Baru Tahun 2017/ 2018. Kata-kata Kunci : model, problem solving, hasil belajar Matematika