cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 1 MELAYA I Made Tegeh, I Made Aditya Gunamanta, I Wayan Romi Sudhita,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.393 KB)

Abstract

CD multimedia berbantuan macromedia authorware untuk mata pelajaran Agama Hindu adalahmedia yang belum ada dan perlu dikembangkan di SMP Negeri 1 Melaya. Penelitian ini bertujuan (1)Untuk mengetahui proses rancang bangun pengembangan media pembelajaran CD multimediaberbantuan macromedia authorware pada mata pelajaran agama hindu kelas VIII semester genaptahun pelajaran 2012/2013 di SMP Negeri 1 Melaya. (2) Untuk mengetahui kualitas hasilpengembangan media pembelajaran CD multimedia berbantuan macromedia authorware dalammata pelajaran Agama Hindu menurut uji ahli, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan.Metode penelitian yang digunakan adalah model Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) yangdikembangkan oleh luther. Data tentang kualitas produk pengembangan dikumpulkan dengan metodekuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisisdeskriptif kualitatif. Subyek rivew terdiri dari ahli isi mata pelajaran Agama Hindu, ahli mediapembelajaran, ahli desain pembelajaran, tiga siswa uji perorangan, dua belas siswa uji kelompokkecil, dan tiga puluh siswa uji lapangan. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) Rancangbangun pengembangan media pembelajaran CD multimedia dikembangkan melalui enam tahapanyaitu: (a) konten media, (b) mendesaian produk, (c) pengumpulan materi, (d) perakitan produk, (e) ujicoba produk, dan (f) distribusi produk. (2) Uji ahli isi mata pelajaran Agama Hindu berada padakualifikasi sangat baik (persentase = 94%), uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik(persentase = 89 %), uji ahli desain media pembelajaran berada pada kualifikasi baik (persentase =77%), uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 94,36%), uji kelompokkecil berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 94,32%), uji coba lapangan berada padakualifikasi baik (persentase = 93,7%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan mediapembelajaran CD multimedia dapat digunakan di SMP Negeri 1 Melaya kelas VIII semester II.Kata kunci : pengembangan, media pembelajaran, multimedia
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MODEL 4D MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP NEGERI 3 SAWAN ., Ni Wayan Winasih; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.785 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan keterbatasan media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2) Menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas VIII SMP, dan (3) Mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahapan, yaitu (1) Tahap pendefinisian, (2) Tahap perancangan, (3) Tahap pengembangan, dan (4) Tahap penyebarluasan. Tahap validasi produk ini melibatkan seorang ahli isi, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media, untuk 3 orang siswa uji perorangan, untuk 12 orang siswa uji kelompok kecil, serta 30 orang siswa uji lapangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) pencatatan dokumen, (2) kuesioner dan (3) tes tertulis. Instrumen yang digunakan berupa lembar pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini berupa: (1) Rancang bangun pengembangan multimedia interaktif yang terdiri dari empat tahapan model 4D meliputi: (a) tahap pendefinisian, (b) tahap perancangan multimedia interaktif (c) tahap pengembangan multimedia interaktif, dan (d) tahap penyebarluasan. (2) Kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan multimedia interaktif terdiri dari: ahli isi mata pelajaran berpredikat sangat baik (90.7%), ahli desain pembelajaran berpredikat baik (85%), ahli media pembelajaran berpredikat sangat baik (92.30%), uji perorangan berpredikat sangat baik (91,3%), uji kelompok kecil berpredikat baik (94.6%), dan uji coba lapangan berpredikat sangat baik (89%). (3) Efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif diketahui dari terdapatnya perbedaan yang signifikan dalam penerapan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA. Penghitungan hasil belajar diperoleh hasil t hitung sebesar 11,02 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (58) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67). Dapat dikatakan bahwa multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, model 4D This research was done because of the problems of the limitations of media used in the learning process. This study aims to (1) describe the design development of multimedia interactive learning, (2) Test the validity of the results of the development of multimedia interactive teaching science to students of class VIII SMP, and (3) assess the effectiveness of the use of the development of multimedia interactive learning on learning outcomes of students of class VIII IPA SMP. This type of research is the development of research. The model used is the 4D development model which consists of four stages, namely (1) the definition phase, (2) design phase, (3) stage of development, and (4) Phase dissemination. This product validation stage involves a content expert, an expert in instructional design, a media expert, 3 students for individual test, the students test to 12 small groups, as well as field testing 30 students. Collecting data in this study conducted by the method of (1) the listing document, (2) questionnaire and (3) a written test. The instrument used in the form of sheets of recording documents, questionnaires, and tests. Data were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics (t-test). Results of this study are: (1) The design of an interactive multimedia development which consists of four stages 4D models include: (a) the definition phase, (b) an interactive multimedia design stage (c) an interactive multimedia development stage, and (d) the dissemination phase. (2) Eligibility quality interactive multimedia development validation results consist of: the content experts predicated excellent subjects (90.7%), instructional design experts predicated good (85%), media experts predicated excellent learning (92.30%), individual test predicated very good (91.3%), a small group of test predicated good (94.6%), and field trials predicated very good (89%). (3) The effectiveness of the use of multimedia interactive learning known of the presence of significant differences in the application of multimedia interactive learning on learning outcomes IPA. Calculation of learning outcomes obtained by the t count equal to 11.02 and the price of t table with a significance level of 5% is 2,021. The average value after using the media (58) is higher than before using the media (55.67). It can be said that multimedia interactive learning in science subjects can effectively improve learning outcomes IPA.keyword : development of multimedia interactive learning, 4D models
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATEMATIKA UNTUK KELAS V SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 4 BEBETIN ., Aprilia Dinda Permata; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.258 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu rendahnya minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika yang disebabkan keterbatasan waktu yang menyebabkan guru kesulitan memberikan contoh yang konkret untuk materi yang abstrak, dan kurangnya penggunaan media yang dilakukan oleh para guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif; dan (2) mengetahui hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran Matematika kelas V semester genap tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 4 Bebetin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan sebagai acuan adalah model Hannafin dan Peck. Tahapannya meliputi fase analisis kebutuhan, fase desain, fase pengembangan dan implementasi. Subyek penelitian terdiri dari seorang ahli isi mata pelajaran Matematika, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media pembelajaran, tiga orang siswa untuk uji coba perorangan, dua belas orang siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan dua puluh empat siswa untuk uji coba lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Desain pengembangan multimedia interaktif menghasilkan storyboard dengan mendokumenkan hasil analisis kebutuhan. Hasil evaluasi terhadap produk menurut review ahli isi mata pelajaran Matematika berada pada kualifikasi sangat baik dengan persentase 96,7%. Hasil review ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik dengan persentase 87,5%. Hasil review ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik dengan persentase 82,85%. Hasil uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik dengan persenta se 94,17%. Hasil uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik dengan persentase 92,91%. Hasil uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik dengan persentase 94,48%.Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, mata pelajaran matematika This research is motivated by the problems of the lack of students interest in learning math due to time constraints lead to the difficulties of the teachers in providing the concrete examples to abstract material, and the lack of media used by teachers in school. This study aims to (1) describe the design of interactive multimedia development; and (2) determine the result of the development of interactive multimedia on Math for grade V the second semester of academic year 2013/2014 in SD Negeri 4 Bebetin. This research is developmental research. The development model used as a reference is Hannafin and Peck model. The stages included needs analysis phase, design phase, development and implementation phases. The study subjects consisted of a content expert of Mathematics, an expert in instructional design, instructional media expert, three students for individual trials, twelve students to a small test group, and twenty-four students for field trials. The data analysis technique used is quantitative and qualitative descriptive analysis. Design of development of interactive multimedia produce a storyboard through the document results of the needs analysis. The results of the evaluation of the product according to the review contents of Mathematics experts are in very good qualification with the percentage of 96.7%. The results of the review of instructional design experts is in good qualification with the percentage of 87.5%. The results of the review of instructional media experts is in good qualification with the percentage of 82.85%. Individual trial results is very good with the percentage of 94.17%. The trial results of the small group is in a very good qualification with percentage of 92.91%. The results of field trials is in very good qualification with percentage of 94.48%.keyword : Development, Interactive Multimedia, Mathematics
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATERIYADNYA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU KELAS VI SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SERIRIT KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG I Kadek Suartama, Desak Putu Arini, Ketut Pudjawan,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.114 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di SDN 2 Seririt yakni masih rendahnya hasil belajar AgamaHindu siswa kelas VI dan kurangnya pemanfaatan media dalam pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses rancang bangun multimediapembelajaran interaktif yang dikembangkanpada mata pelajaran pendidikan agamahindu, (2) Kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yangdikembangkanpada mata pelajaran pendidikan agama hindu dilihat dari aspek isimata pelajaran, media dan desain pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitianpengembangan. Model Pengembangan yang dipakai adalah model pengembanganproduk Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) yang dikembangkan oleh Luther.Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui kualitas produkpengembangan ini adalah kuisioner/angket. Analisis data yang digunakan yaituanalisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian inimenunjukan proses rancang bangun multimedia pembelajaran terdiri dari 5 tahapyaitu konsep, desain, pengumpulan bahan, perakitan, dan uji coba.Kualitas hasilpengembangan menunjukkan bahwa ditinjau dari ahli isi mata pelajaran termasukkriteria sangat baik dengan persentase tingkat pencapaian 94%, ditinjau dari ahlidesain pembelajaran termasuk kriteria baik dengan persentase tingkat pencapaian82%, ditinjau dari ahli media pembelajaran termasuk kriteria baik dengan persentasetingkat pencapaian 86%, ditinjau dari uji coba perorangan termasuk kriteria sangatbaik dengan persentase tingkat pencapaian 94,6%, ditinjau dari uji coba kelompokkecil termasuk kriteria sangat baik dengan persentase tingkat pencapaian 93,16%,dan ditinjau dari uji coba lapangan termasuk kriteria sangat baik dengan persentasetingkat pencapaian 93%.Kata kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, agama hindu
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Putu Agus Dikantara Putra; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.205 KB)

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah rendahnya perolehan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA, siswa tidak aktif dalam pembelajaran, pembelajaran yang tidak melibatkan siswa, kurangnya media dalam proses pembelajaran dan siswa cepat mengalami kebosanan. Penelitian ini membahas tentang (1) Bagaimanakah hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional tanpa berbantuan multimedia interaktif, (2) Bagaimanakah hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) berbantuan multimedia interaktif, (3) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvesional tanpa berbantuan multimedia interaktif di kelas VII SMPN 3 Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttes-control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 3 Sawan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 208 siswa terdiri dari 8 kelas. Sampel diambil dengan teknik random sampling, yang terpilih menjadi kelas eksperimen adalah kelas VII A3 sebanyak 27 siswa dan yang terpilih menjadi kelas kontrol adalah kelas VIIA5 sebanyak 25 siswa. Data dikumpulkan dengan metode tes dengan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar IPA kelas eksperimen adalah 25,00 sedangkan kelas kontrol 20,60. Di dalam analisis data hasil uji-t menunjukkan thitung = 6,141 sedangkan ttabel = 2,021. Jadi thitung > ttabel sehingga hasil penelitian ini adalah signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) berbantuan multimedia interaktif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran, Group Investigation, dan hasil belajar The problems that faced in this research was decreasing of students’ learning result in Science subject matter, the students were not active in learning process, lack of method that involved the students learning process, lack of media and lack of motivation that made students feel bored. This research discussed about the differences which was valuable toward the result of students’ learning in science subject by using GI (Group Investigation) cooperative learning method which was combined with interactive multimedia. This method was used for students who used conventional learning method in 7th grade students in SMP N 3 Sawan academic year 2014/2015 which had some problems as follow: (1) how is the result of students’ learning that uses conventional method without interactive multimedia in science subject. (2) How is the result of students’ learning that uses GI (Group Investigation) cooperative learning method with interactive multimedia. (3) Is there any significant and differences between the result of students’ science learning that use conventional method without interactive multimedia and the result of students’ learning that uses GI (Group Investigation) cooperative learning method with interactive multimedia in 7th grade students in SMP N 3 Sawan academic year 2014/2015. This research was experiment research which designed by using posttest-control group design. The population of this research was all of 7th grade students in SMP N 3 Sawan which contained 208 students and 8 classes. Sample was obtained by using random sampling which was selected as follow: VII A3 was selected as an experiment group which was contained 27 students and VII A5 was selected as control group which was contained 25 students. The data was collected by using test and test result method. The data collections were analyzed by using descriptive-quantitative statistical analysis technique. Based on the result of data description, the average of students’ score in experiment class was 25.00 meanwhile control group class was 20.60. In data analysis, the result of T-experiment showed T-hitung = 6.141 while T-tabel = 2.021. So, T-hitung> T- table, T- hitung was bigger than T-table, it means there is a significant difference in this study. In conclusion, there is a significant difference between the result of students’ learning that uses GI (Group Investigation) cooperative learning method with interactive multimedia and the result of students’ learning that use conventional method without interactive multimedia in science subject.keyword : learning method, Group Investigation, and the result of students’ learning
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 PUPUAN ., Putu Priska Putra Pratama; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.256 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPS. Secara operasional tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pembelajaran multimedia pembelajaran, mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII C SMPN 1 Pupuan. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket, dan data hasil belajar dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran dikembangkan melalui analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan storyboard. Hasil uji ahli isi yaitu 95% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli desain 86% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji ahli media 85% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 90,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 90,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 88,6% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 24,7. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan multimedia pembelajaran (81,17) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan multimedia pembelajaran (61,17).Kata Kunci : multimedia pembelajaran, IPS, dan hasil belajar This research aims to produce multimedia learning in social studies. Operationally these objectives elaborated into three phases, namely describing multimedia learning design learning, describes the quality of the learning outcomes of multimedia development and describes the effective use of multimedia learning in social studies for students of class VIII. Type of research is the development of research. Development model used is ADDIE models. The study involved students of class VIII C SMPN1 Pupuan. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained by using a questionnaire, and the data collected with the test results to learn. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. Design is developed through the development of multimedia learning needs analysis, determine the software, develop flowcharts and storyboards. The result of the expert content of 95% at a very good qualification. The result of 86% of design experts are at a good qualification. The result of 85% of media experts are on good qualification. 90.7% of individual test results were very good in qualifying. The result of a small group of 90.7% at a very good qualification. The results of the field test were 88.6% in both qualifications. Calculation results obtained manually learning outcomes 24.7 t. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there is a significant difference between the results of social studies students before and after the use of multimedia learning. The average value after using the multimedia learning (81.17) is higher than before the use of multimedia learning (61.17).keyword : Instructional multimedia, IPS terpadu, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELASVIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA I Gde Wawan Sudatha, I Kadek Oka Meindrawan, I Wayan Romi Sudhita,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.371 KB)

Abstract

Multimedia pembelajaran untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII Semester II di SMP Negeri 2 Singaraja adalah media yang belum ada. Permasalahan yaitu rendahnya nilai rata-rata siswa dan tidak adanya media pembelajaran yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses rancang bangun dan kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian pengembangan Luther yang meliputi konsep , desain, pengumpulan bahan materi, percobaan, dan distribusi. Subyek validasi produk terdiri dari ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli desain pembelajaran. Selanjutnya produk diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap yaitu uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data adalah kuisioner/angket. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah mendeskripsikan proses rancang bangun dan kualitas hasil pengembangan. Kualitas hasil pengembangan media pembelajaran interaktif diperoleh berdasarkan data dari kuisioner yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dikonversi ke dalam PAP skala 5. Hasil analisis menunjukkan: (1) kualitas media ditinjau dari ahli isi mata pelajaran dengan persentase 93% (sangat baik), (2) kualitas media ditinjau dari aspek desain pembelajaran dengan persentase 88% (baik), (3) kualitas media ditinjau dari aspek media pembelajaran dengan persentase 92% (sangat baik), (4) uji coba perorangan dengan persentase 94% (sangat baik), uji coba kelompok kecil dengan persentase 94,63% (sangat baik), dan uji coba lapangan dengan persentase 92,33% (sangat baik). Kata kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran interaktif, pendidikan kewarganegaraan
PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN MODEL WATERFALL PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., Putu Widiadnyana; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.388 KB)

Abstract

Pengembangan e-learning ini dikarenakan kurangnya pemanfaatan fasilitas yang ada di sekolah guna menunjang kegiatan pembelajaran dan hasil belajar siswa yang kurang maksimal pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun dan mendeskripsikan hasil validasi e-learning yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk. Di samping itu penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas e-learning yang dikembangkan terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas VII semester genap di SMP Laboratorium Undiksha tahun pelajaran 2014/2015. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model waterfall. Tahapan model pengembangan ini dijadikan acuan dalam memproduksi dan memvalidasi media e-learning yang dikembangkan. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes tertulis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan uji-t independent. Hasil penelitian ini adalah e-learning yang dikembangkan dengan prosedur pengembangan model waterfall, validitas hasil pengembangan e-learning menurut review ahli dan siswa yaitu: ahli bidang studi menunjukkan kategori baik (82,7%), ahli desain pembelajaran menunjukkan kategori baik (88%), ahli e-learning menunjukkan kategori baik (89,3%), uji coba perorangan menunjukkan kategori sangat baik (90,2%), uji coba kelompok kecil menunjukkan kategori sangat baik (90%), dan uji coba lapangan menunjukkan kategori sangat baik (91%), dan efektivitas e-learning menunjukkan hasil yaitu terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang menggunakan e-learning dengan siswa yang tidak menggunakan e-learning pada mata pelajaran IPA kelas VII semester genap di SMP Laboratorium Undiksha tahun pelajaran 2014/2015. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa e-learning efektif terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci : Pengembangan, E-learning, Model Waterfall, IPA The development of e-learning is caused by the lack of utilization of existing facilities in schools to support learning activities and the minimum students’ achievement in science subjects. This study aimed to describe the design and describe the results of a developed e-learning validation according to the experts review and product trials. In addition, this study aims to test the effectiveness of a developed e-learning on learning achievement in science subjects at the second semester of seventh grade Undiksha Laboratory junior high school academic year 2014/ 2015. Development models used in this study is the waterfall model. Stages of this development model used as a reference in producing and validating the media of developed e-learning. Data collection method by recording documents, questionnaires and written test. Analysis of data using qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive and independent t-test. Results of this research is an developed e-learning with the waterfall model of development procedures, the validity of the developed e-learning results according to experts and students review, namely: expert studies showed good category (82,7%), instructional design experts showed good category (88% ), an e-learning shows good category (89,3%), individual testing showed very good category (90,2%), small group trial showed very good category (90%), and field trials showed very good category ( 91%), and the effectiveness of e-learning results showed that there were significant differences between the learning outcomes of students who use e-learning with the students who did not use e-learning in science subjects at the second semester of seventh grade Undiksha Laboratory junior high school academic year 2014/ 2015. It can be concluded that an effective e-learning on learning outcomes of students.keyword : Development, E-learning, Waterfall Model, Science
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUTHOWARE PELAJARAN IPA SISWA SMP NEGERI 3 SAWAN KELAS VIII SEMESTER GENAP ., Komang Joni Sukriantana; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.904 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia; (2) mengetahui hasil validitas multimedia pembelajaran IPA untuk siswa kelas VIII SMP; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media authoware pembelajaran terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model dari Mardika (2008) sebagai tahapan pengembangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data validasi ahli isi mata pelajaran, ahli media dan ahli desain pembelajaran serta data dari hasil belajar IPA untuk melihat efektivitas media. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dan tes untuk hasil belajar IPA berupa kuesioner untuk ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, uji coba perseorangan, dan uji coba kelompok kecil. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial. Rancang bangun multimedia yaitu membuatkan storyboard. Hasil validitas dari evaluasi ahli isi sebesar 92,86% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 87,69% pada kualifikasi baik. Ahli media sebesar 93,04% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Mengetahui efektivitas pengguna media yaitu Hasil uji kelompok kecil sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 86,29% pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 11,70. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,00. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar IPA siswa setelah menggunakan media (81,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (63).Kata Kunci : pengembangan, multimedia, IPA This study aims to (1) describe the design of multimedia; (2) determine the validity of the results of multimedia learning science for eighth grade students of SMP; and (3) determine the effectiveness of the use of media authoware learning on learning outcomes Junior High School eighth grade science students. This study uses a model Mardika (2008) as a development stage. The data collected in this study is a data validation expert subject matter content, media experts and design experts as well as data from student learning. Data collection instrument was a questionnaire for course content experts, instructional media specialists, instructional design expert, individual testing, and testing of small groups. Analysis of the data using three techniques namely qualitative descriptive analysis, descriptive analysis of narrative, descriptive and quantitative analysis techniques. The results of the expert evaluation of the content of 92.86% on the excellent qualifications. Expert design by 87.69% on good qualification. Media expert at 93.04% in very good qualification. Individual test results by 90% in very good qualification. Small group of test results by 90% in very good qualification. The results of the field test was 86.29% at good qualifications. Calculation results obtained manually learning outcomes t count of 11.70. Price t table significance level of 5% is 2.00. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. IPA student learning outcomes after using the media (81.67) was higher than before using the media (63).keyword : development, multimedia, IPA
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA TERPADU SISWA KELAS VII SMPN 1 PUPUAN SEMESTER GENAP TAHUN 2013/2014 ., I Putu Yogy Adi Pradipta ; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Nyoman Wirya
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.541 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran pada mata pelajaran IPA Terpadu. Tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media pembelajaran IPA Terpadu; mendeskripsikan kualitas pengembangan media pembelajaran IPA Terpadu dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan media pembelajaran IPA Terpadu. Jenis yang dilaksaakan adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Pupuan. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil uji ahli isi yaitu 96% berada pada kualifikasi sangat baik.Hasil uji ahli desain sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli media sebesar 88,3% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 94,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 93,4% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 15,50. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000.Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA Terpadu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (82,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (62,50).Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran, IPA Terpadu dan hasil belajar This research aims to produce instructional media on the subjects of Integrated Sciences. The aim is elaborated into three phases of work-related, which describe the development of instructional media design Integrated Sciences; describe the quality of instructional media development Integrated Science and describes the effective use of instructional media Integrated Sciences. Type the dilaksaakan is research development (research and development). Development model used is ADDIE models. The study involved grade students of SMP Negeri 1 Pupuan VIIC. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert content of 96% at a very baik.Hasil qualification test design experts by 90% at a very good qualification. The test results for 88.3% of media experts are at a good qualification. Individual test results by 95.33% at excellent qualifications. The result of a small group of 94.33% at a very good qualification. The results of the field test was 93.4% at a very good qualification. Calculation results obtained manually learning outcomes t count of 15.50. Price t table significance level of 5% is 2,000.Jadi price t is greater than the price of the t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Integrated Sciences student learning outcomes between before and after the use of instructional media. The average value after using the media (82.50) was higher than before using the media (62,50).keyword : development, instructional media, IPA Terpadu and learning outcomes