cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Ngh Wira Astawa; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7663

Abstract

Multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA untuk siswa SMP kelas VII. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif (2) mendeskripsikan hasil validasi pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dan (3) menguji efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interkatif terhadap pretasi belajar IPA siswa kelas VII SMP. Penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan, penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg & Gall sebagai tahapan pengembangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data validasi ahli isi mata pelajaran, ahli media dan ahli desain pembelajaran serta data dari siswa. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner untuk ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, uji coba perseorangan, dan uji coba kelompok kecil. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif naratif, dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 91,8% pada kualifikasi sangat baik. Ahli media sebesar 93,3% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 91,3% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 94,6% pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 89% pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 12,207. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti hasil belajar IPA terdapat perbedaan yang signifikan yaitu hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media.Kata Kunci : multimedia interaktif, IPA, prestasi belajar. Interactive learning multimedia in science subject for the seventh grade of junior high school students. The purposes of this study are (1) to describe the design of interactive learning multimedia development (2) to describe the validation result of interactive learning multimedia development (3) to examine the effectiveness of the use of interactive learning multimedia on the seventh grade of junior high school student’s achievement. This study is a development research which used Borg & Gall model as the development stage. The data in this study were collected from the validation of the course content expert, instructional media specialist, expert of the instructional design, as well as data of the student’s learning. The instrument used was questionnaire for the course content expert, instructional media specialist, expert of the instructional design, individual trial, and small group trial. The data analysis techniques were three, namely descriptive qualitative analysis technique, narrative descriptive analysis technique, and descriptive quantitative analysis technique. The result of the evaluation on the course content expert shows 90% falls on the very good qualification, instructional design expert with 91.8% on very good qualification and instructional media specialist 93.3% on the very good qualification. While the result of individual trial shows 91.3% on the good qualification, the small group with 94.6% on the good qualification, and the field tests shows 89% on the good qualification. The result of the manual learning outcome shows that t values 12.207 quantification. The value of t on the 5% significant table level was 2.021. So, the quantification of t is bigger than the significant table of t which made H0 rejected and H1 accepted. This means that there is a significant difference between the science subject learning outcomes before using the media and after using the media.keyword : multimedia interactive, science, learning achievement.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Model ADDIE Untuk Siswa Kelas VII Semester Genap Tahun Pelajaran 2014-2015 Di SMP Negeri 1 Banjar ., I Gede Hendra Prastya; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.405 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses rancang bangun multimedia pembelajaran dengan materi Peristiwa Alam pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII semester genap di SMP N 1 Banjar, (2) mengetahui kelayakan kualitas multimedia pembelajaran dengan materi Peristiwa alam tersebut, dan (3) mengetahui efektivitas hasil pengembangan Multimedia Interaktif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kelas VII semester Genap di SMP Negeri 1 Banjar tahun pelajaran 2014-2015. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banjar tahun pelajaran 2014-2015. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner dan metode pencatatan dokumen serta Penelitian pengembangan ini menggunakan tiga teknik analisis data, yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif, teknik analisis deskriptif kualitatif, dan statistika inferensial. Hasil penelitian ini adalah (1) desain multimedia interaktif yang dikembangkan dan disusun secara sistematis dengan tahap Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. (2) Kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut uji ahli isi sebesar 93% dengan kualifikasi sangat baik, ahli desain 92% dengan kualifikasi sangat baik, ahli media 88% dengan kualifikasi baik, uji perorangan 90% dengan kualifikasi sangat baik, uji kelompok kecil 91,2% dengan kualifikasi sangat baik dan uji lapangan 90,06% dengan kualifikasi sangat baik. (3) Efektifitas pengembangan multimedia pembelajaran interaktif Bahasa Indonesia telah dilakukan dengan metode tes untuk mendapat nilai rata-rata pretest sebesar 49,45 dan postest sebesar 82,37 serta nilai t hitung sebesar 58 dengan t tabel 2,000 taraf signifikan 5%. Jadi harga t hitung lebih besar daripada t tabel , h0 ditolak dan h1 diterima, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : multimedia pembelajaran, model ADDIE, bahasa indonesia This study aimed at (1) finding out the process of teaching multimedia planning about natural phenomenon in Indonesian language for grade VII even semester in SMP N 1 Banjar, (2) finding out the quality feasibility of the teaching multimedia planning about natural phenomenon,and (3) finding out the result effectiveness of interactive multimedia development toward the students’ Indonesian language learning result in grade VII eve semester in SMP Negeri 1 Banjar in the academic year of 2014-2015. The kind of this study is development study that applied ADDIE model. The subjects of this study were students in grade VII in SMP Negeri 1 Banjar in the academic year of 2014-2015. The data collection method used was questionnaire and documentation method and also this development study use 3 technique data analyze, that is analyze descriptive quantitative, analyze descriptive qualitative and statistic inferential. The result showed that (1) interactive multimedia design which was developed and arranged systematically by steps of Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation, (2) the quality of interactive multimedia development according to the expert of content is about 93% with the best qualification, design is about 92% with the best qualification, media is about 88% with the good qualification, individual is about 90% with the best qualification and field test is about 90,06% with the best qualification, and (3) the effectivty of Indonesian language interactive teaching multimedia development had been conducted by using test method to gain pretest is about 49,45 and postest is about 82,37 average score and also t score is about 58 with t table is about 2,000 degree significance 5%. T score more than t table, Ho is rejected and H1 is accepted, so there is significance diverification about the result of study Indonesia Language.keyword : teaching multimedia, ADDIE model, Indonesian language
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER 1 DI SMP NEGERI 1 BANJAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., Sang Putu Supradnyana; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu 1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pembelajaran yang dikembangkan, dan 2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) yang dilakukan di SMP Negeri 1 Banjar. Objek penelitian ini berupa pengembangan multimedia pembelajaran model kontekstual untuk pembelajaran mandiri pada mata pelajaran IPA dengan materi kalor. metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials collecting, assembly, testing, dan distribution. Instrumen pengumpulan data berupa lembar angket untuk ahli materi, ahli desain, ahli media, uji coba perorangan, dan kelompok kecil. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu digunakan untuk mengolah data hasil review yang berupa masukan, tanggapan, kritik dan saran perbaikan yang terdapat pada kuesioner, dan analisis data deskriptif kuantitatif yaitu digunakan untuk mengolah data berupa angka-angka atau persentasi yang diperoleh melalui kuesioner dalam penilaian media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah multimedia pembelajaran model kontekstual untuk pembelajaran mandiri pada mata pelajaran IPA yang dikemas dalam sebuah CD (compact disc), sedangkan prosedur pengembangan media pembelajaran yang dilakukan yaitu: (1) Konsep; (2) Design; (3) Materials collecting; (4) Assembly; (5) Testing; dan (6) Distribution. Multimedia dinyatakan layak dilihat dari hasil uji ahli isi menunjukkan nilai 92,5% dan berada pada kualifikasi sangat baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 90,47% berada pada kualifikasi sangat baik, dan penilaian dari ahli desain menunjukkan nilai 84,44% berada pada kulaifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukkan nilai 86% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukkan nilai 84% berada pada kualifikasi baik. Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran The purpose of this development study are 1) to know the draft of building of the developed multimedia learning, and 2) to know the quality of the result of developed multimedia learning development.This evaluation uses research and depelopment study approach wich was done at SMP N 1 Banjar. The object of this study is the contextual model of development of learning multimedia for individual learning in Natural Science with warmth material. Luther model method which is started by concept, design, materials collecting, assembly, testing, and distribution. The data collection instrument in form of worksheet for the material expert, designer, media expert, individual tryout and small group. The data analysis uses descriptive qualitative analysis which is used for data procession as the result in the review in form of suggestions, responds, critics, and correction advice which was stated in questioner. And the data analysis of descriptive quantitative was used the process the data in form of numbers ar presentation which was collected from questioner in the assessment of learning media which is developed. The result of this study is the contextual model of learning multimedia for individual learning in Natural Sciences which is covered in form of CD, mean while the procedure of learning media development is done by: concept, materials collection, assembly, testing, and distribution. Multimedia may be appropriate, it is seen from the results of the try out of the material expert which is shown a value 92,5%, and the qualification is very good, the tryout of the learning media expert evaluate the media with the result is 90,47% with very good qualification, and the evaluation from the designer show 84,44% as the value with good qualification. The result of personal try out shows 86% as the value with good qualification, and small group try out show the value is 84% reaches good qualification. keyword : development, luther model, multimedia learning
ANALISIS BUKU SISWA PADA KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI ASPEK DESAIN PESAN PEMBELAJARAN DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 3 BANJAR JAWA DI SINGARAJA ., Ketut Evi Sriwindayani; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.374 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7719

Abstract

Dalam kegiatan belajar, siswa tidak sebatas mencermati apa-apa saja yang diterangkan oleh guru. Siswa membutuhkan referensi atau acuan untuk menggali ilmu agar pemahaman siswa lebih luas sehingga kemampuannya dapat lebih dioptimalkan. Diperlukan pengkajian tentang kesesuaian buku terhadap desain pesan pembelajaran pada buku. Apakah buku tersebut telah memenuhi kriteria-kriteria buku yang baik dan layak di gunakan oleh siswa sebagai sumber belajar, untuk itu penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan bagaimanakah desain pesan pembelajaran yang dikembangkan dalam buku siswa di kelas V sekolah dasar, (2) untuk mengetahui bagaimanakah kualitas buku siswa yang di gunakan di kelas V sekolah dasar dilihat dari aspek karakteristik bahan ajar yang baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah buku siswa Kelas V SD Negeri 3 Banjar Jawa Singaraja. Terdapat tiga metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu (1) observasi, dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis pada buku siswa, (2) angket untuk mengumpulkan data kualitas desain pembelajaran buku siswa, (3) wawancara, dengan mewawancarai langsung guru Kelas V SD Negeri 3 Banjar Jawa sebagai informan. Data yang sudah terkumpul diolah menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) dari penilaian akumulatif guru terhadap kesesuaian isi Buku Siswa dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik terhadap peserta didik di Kelas V SD Negeri 3 Banjar Jawa, guru Kelas VA, VB dan VC memeperoleh rata-rata skor 78,21. Sesuai dengan pedoman acuan patokan (PAP) rata-rata skor 78,21 berada pada kriteria sedang. (2) Penilaian akumulatif kesesuaian buku ajar Kurikulum 2013 dengan Badan Nasional Standar Pendidikan guru Kelas VA, VB, VC memeperoleh rata-rata skor 94,72. Sesuai dengan pedoman acuan patokan (PAP) rata-rata skor 94,72 berada pada kriteria sangat baik. Kata Kunci : Analisis, Desain Pesan, Kualitas bahan ajar In learning activities, students are not limited to only look at anything that is explained by the teacher. Students need a reference or benchmark to explore the science that students' understanding wider so ability can be further optimized, for this study aims (1) to describe how the design of learning message that was developed in the book of students in the fifth grade of primary school, (2) to determine how the quality of student books were used in the fifth grade of primary school from the aspect of the characteristics of good teaching materials. This research is a descriptive study. The sample in this study is a Class V student book SD Negeri 3 Banjar Jawa Singaraja. There are three methods of data collection conducted in this study, namely (1) observation, to make observations and recording systematically the student book, (2) questionnaire to collect data quality instructional design student books, (3) interviews, interviewing directly teachers class V SD Negeri 3 Banjar Jawa as informants. Data already collected was processed using descriptive analysis techniques of quantitative and qualitative descriptive analysis. The results showed that (1) of the cumulative assessment of the appropriateness of teachers contents of Books Students with learning objectives and characteristics of learners in Grades V SD Negeri 3 Banjar Jawa, teachers Class VA, VB and VC obtain an average score of 78.21. In accordance with the standard reference guide (PAP) an average score of 78.21 was the criteria for being. (2) Ratings accumulative suitability textbook curriculum in 2013 with the National Education Standards Agency Class teacher VA, VB, VC obtain an average score of 94.72. In accordance with the standard reference guide (PAP) an average score of 94.72 was the criteria very well keyword : Analysis, Design Links, quality teaching materials
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMPN 2 SINGARAJA I Wayan Koyan, I Gst. Ag. Pt. Ratna Reiswana, A. A Gede Agung,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.556 KB)

Abstract

Media pembelajaran audiovisual untuk mata pelajaran Seni Budaya kelas VIII di SMP Negeri 2 Singaraja adalah media yang belum ada dan perlu dikembangkan. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses rancang bangun dan kualitas hasil pengembangan media pembelajaran audiovisual. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model Luther (1994). Tahapannya meliputi konsep, desain, pengumpulan bahan, perakitan, uji coba, dan distribusi. Pada tahap uji coba, produk divalidasi melalui tinjauan oleh para ahli dan uji coba produk kepada peserta didik. Instrumen pengumpulan data adalah kuisioner/angket. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah deskripsi proses rancang bangun dan kualitas hasil pengembangan media pembelajaran audiovisual pada mata pelajaran Seni Budaya kelas VIII semester genap di SMP Negeri 2 Singaraja. Proses rancang bangun media pembelajaran audiovisual terdiri dari 5 tahap yaitu konsep, desain, pengumpulan bahan, perakitan, dan uji coba. Kualitas hasil pengembangan media audiovisual diperoleh berdasarkan data dari angket yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dikonversi ke dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5. Tinjauan ahli isi mata pelajaran mencapai 91,34% katagori sangat baik, tinjauan ahli desain pembelajaran mencapai 84,61% katagori baik, tinjauan ahli media pembelajaran mencapai 91,25% katagori sangat baik, uji coba perorangan mencapai 95,6% katagori sangat baik, uji coba kelompok kecil mencapai 93,75% katagori sangat baik, dan uji coba lapangan mencapai 93,28% katagori sangat baik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS VIII ., Ni Putu Ayu Samiasih; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.653 KB)

Abstract

Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII di SMP N 4 Negara masih tergolong rendah, untuk itu dipandang perlu diadakan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran talking stick berbantuan video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran talking stick berbantuan video pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII semester II SMP N 4 Negara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP N 4 Negara dengan jumlah populasi 257 orang siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 2 kelas yang terdiri dari 64 siswa. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk teks objektif, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan (1) deskripsi data dengan model pembelajaran talking stick berbantuan video pembelajaran berada pada kategori sangat tinggi, (2) deskripsi data dengan model pembelajaran konvensional berada pada kategori tinggi, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran talking stick dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan thitung = 18,60 > ttabel = 2,000.Kata Kunci : model talking stick, hasil belajar Results of Indonesian students studying in class VIII SMP N 4 Negara are still relatively low, it is deemed necessary for the research conducted on the effect of talking stick-assisted learning model instructional video on learning outcomes Indonesian. This study aims to determine significant differences between the Indonesian learning outcomes of students who take the learning by applying the learning model talking stick video-assisted learning and the learning of students who take the conventional learning model in the second semester of eighth grade students of SMP N 4. This study is a quasi-experimental research. The study population was all students of class VIII in SMP N 4 Negara with a population of 257 students. Samples were taken at random sampling technique. The number of samples in the study were 2 class consisting of 64 students. Data were collected with the objective of text-shaped test instruments, then analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results show (1) a description of the data with the talking stick-assisted learning model instructional videos are at very high category, (2) description of the data with conventional learning models that are in the high category, and (3) there are significant differences between the Indonesian learning outcomes of students who take the learning with talking stick model of learning and the learning of students who take conventional learning models with tarithmetic = 18.60 > ttable = 2.000.keyword : talking stick model, learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V DI SDN 3 SONGAN ., Ita Purnamasari; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.736 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di SDN 3 Songan yakni masih rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V dan masih kurangnya pemanfaatan media dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk multimedia interaktif pada pembelajaran IPA. Secara operasional tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pembelajaran multimedia interaktif; mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA untuk siswa SD; dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA untuk siswa SD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Adapun subyek validasi yang terdiri dari uji ahli media, ahli isi, ahli desain, tiga siswa untuk uji perorangan, dua belas siswa untuk uji kelompok kecil dan tiga puluh orang untuk uji lapangan kemudian satu kelas digunakan untuk uji efektivitas produk. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan pretest-posttest. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Multimedia interaktif yang di kembangkan berdasarkan desain yang dirancang (2) Hasil yang di peroleh dari para uji ahli isi yaitu 100% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli desain sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli media sebesar 90,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 91,27% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 92,14% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 90,71% berada pada kualifikasi sangat baik. (3) Hasil uji efektivitas produk terdapat erbedaan hasil belajar siswasebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif, skor rata-rata pretest lebih kecil dari skor rata-rata posttest, yaitu 18,77 berbanding 23.Kata Kunci : multimedia interaktif, IPA, dan hasil belajar. The problem found in SDN 3 Songan was the lack of learning outcomes in sciene of students in V grade and the use of media in the learning process is also low. This study aims to produce interactive multimedia products on science learning. Operationally these objectives into three phases detailed work related, which describe the design of interactive multimedia learning; describe the quality of the development of interactive multimedia in teaching science to elementary students; and describe the effective use of interactive multimedia on learning outcomes of students in teaching science to elementary students. This type of research is the development of research, using ADDIE development model. The subject of validation which consists of test media experts, content experts, expert design, three students for individual trials, twelve small groups of students to test and thirty people for a class field test then used to test the effectiveness of the product. Data collection methods used were questionnaires and pretest-posttest. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results showed that (1) Interactive Multimedia which was developed based on a design that was designed (2) The results obtained from the test experts is 100% content are in very good qualification. The test results of 90% of design experts are in very good qualification. The test results for 90.6% of media experts are in very good qualification. Individual test results of 91.27% at the excellent qualifications. The test results of small group of 92.14% at the excellent qualifications. The results of the field test was 90.71% at the excellent qualifications. (3) The results of testing the effectiveness of the products contained erbedaan learning outcomes siswasebelum and after use of multimedia interactive learning, the average pretest score is smaller than the average posttest scores, ie 23 versus 18.77.keyword : Interactive Multimedia, Science, and Learning Outcomes.
ANALISIS LEMBAR KERJA SISWA (LKS) KELAS X SEMESTER GENAP DI SMAN 4 SINGARAJA DITINJAU DARI ASPEK DESAIN PEMBELAJARAN ., I Gede Yogastha Pujana; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.897 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7727

Abstract

Banyaknya administrasi yang harus dilengkapi guru dalam kurikulum 2013 menyebabkan kurangnya kesempatan bagi guru untuk menyusun LKS, sehingga guru memilih untuk menggunakan LKS yang dibeli oleh sekolah, LKS yang dibeli diyakini hanya berisi tentang uraian materi dan soal-soal, hal tersebut dinilai belum memperhatikan komponen dasar desain pembelajaran sehingga dapat menurunkan kualitas pembelajaran, untuk itu penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan kualitas desain pembelajaran yang terdapat pada lembar kerja siswa (LKS) kelas X semester genap di SMAN 4 Singaraja., (2) untuk mendeskripsikan kualitas sistematika penyusunan lembar kerja siswa (LKS) kelas X semester genap di SMAN 4 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah LKS siswa kelas X SMAN 4 Singaraja. Terdapat dua metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu (1) observasi, dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis pada LKS, (2) angket untuk mengumpulkan data kualitas desain pembelajaran serta sistematika LKS. Data yang sudah terkumpul diolah menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kualitas desain pembelajaran pada LKS kelas X semester genap di SMAN 4 Singaraja berada pada kategori baik (79,03), (2) kualitas sistematika penyusunan LKS pada LKS kelas X semester genap di SMAN 4 Singaraja berada pada kategori baik (79,08). Kata Kunci : Analisis LKS, Desain Pembelajaran, SMA The number of administrations should include teachers in curriculum in 2013 led to the lack of opportunities for teachers to prepare worksheets, so the teacher chose to use worksheets that was purchased by the school, student worksheet purchased believed to only contain the description of the material and issues, it is considered not pay attention to the basic components instructional design so that it can degrade the quality of learning. So, this experiment aimed to (1) describe the quaity of the instructional design of the teaching and learning which is found in the students' worksheets of even semester grade X of SMAN 4 Singaraja, (2) describe the quality of the worksheets writting system of even semester grade X of SMAN 4 Singaraja, The kind of this experiment is Descriptive Experiment, and as the sample is the students of SMAN 4 Singaraja Worksheets. There are two methods of data collectings in this experiment, they are (1) Observation, by observing and taking notes sytematically on those worksheets, (2) the students are asked to fill in the questionnaires to collect the data of the quality of the learning designs and system. The results of the experiment shows that (1) learning designs quality in the worksheets of even semester grade X of SMAN 4 Singaraja is in high level (79,03), (2) the quality of the worksheets writting system of even semester grade X of SMAN 4 Singaraja is in high level, too. (79,08).keyword : Worksheets Analysis, Instructional Design, Senior High School
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 3 BANJAR KABUPATEN BULELENG Luh Putu Putrini Mahadewi, I Kadek Ardi Agus Suarjaya, Ign. I Wayan Suwatra,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.479 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena adanya permasalahan keterbatasan media pembe-lajaranpada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Banjar. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan proses rancang bangun multimedia pembelajaran dan untuk mengujivaliditas hasil pengembangan multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPS kelas VIIsemester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SMP Negeri 3 Banjar. Model penelitianpengembangan yang digunakan adalah model penelitian pengembangan Luther.Tahapannya meliputi konsep, desain, pengumpulan materi, pembuatan, uji coba, dandistribusi. Setelah melalui tahap produksi dihasilkan produk awal kemudian dilakukan reviewoleh ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran.Selanjutnya dilakukan validasi siswa yaitu validasi perorangan dengan 6 siswa subjek coba,validasi kelompok kecil dengan 12 siswa subjek coba, dan validasi lapangan dengan 30siswa subjek coba. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif kuantitatifdan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah menghasilkan rancangan bangunpengembangan dan produk CD multimedia pembelajaran pada siswa kelas VII semestergenap di SMP Negeri 3 Banjar. Hasil validasi data menunjukkan tingkat pencapaianmultimedia pembelajaran ini adalah review ahli isi mata pelajaran berada pada kategori baik85,3%, review ahli desain berada pada kategori sangat baik (92,3%), review ahli mediapembelajaran berada pada kategori baik (88,4%), pada uji coba perorangan berada padakategori sangat baik (91,5%), uji coba kelompok kecil berada pada kategori baik (86,5%),dan uji coba lapangan berada pada kategori baik (87%). Oleh karena itu, multimedia yangdihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai.Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS ., Ratu Ayu Astri Desiani; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.349 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara Siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan multimedia interaktif dengan Siswa yang mengikuti model pembelajaran Konvensional di kelas VII SMP Negeri 7 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 7 Singaraja kelas VII.A yang berjumlah 22 orang dan kelas VII.D yang berjumlah 23 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes objektif yang berjumlah 37 soal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Perhitungan hasil belajar secara manual diperoleh rata-rata skor hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif sebesar 29.26 lebih tinggi dari rata-rata skor siswa siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 22.45. Hasil thitung = 4.419 > ttabel =2,000 pada taraf signifikasi 5%. Jadi harga t hitung lebih besar dari pada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensionalKata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament), multimedia interaktif, hasil belajar IPS Research is aimed at describing difference social studies lesson that significantly between students attending cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) receive aid multimedia interactive with the students learning model that follow conventional class VII junior high school 7 Singaraja. Subject in this research is that the students are junior high school 7 Singaraja class, which VII-22 people and the class VII .D, which 23 people. The method data collection that was used in this research is what amount objective testing method 37 questions. Data analyzed by using analysis of descriptive terms of quantity. The count learning manually, average scores learning social studies students attending model of teaching TGT (Teams Games Tournament) receive aid multimedia interactive learning of 29.26 the average scores students learning model students who follow conventional of 22.45 . Thitung= 4,419 > ttabel =2,000 at any level 5 percent. So rates t count higher than the price t table so H0 was rejected and H1 received. There are differences that significantly to show that learning cooperative learning that follow model type PRECARIOUS (Teams Games Tournament) receive aid multimedia interactive learning learning outcomes have an effect on to social studies students compared with groups of students who follow conventional teaching.keyword : cooperative learning model TGT (Teams Games Tournament), multimedia interactive learning, learning outcomes IPS