cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MODEL 4-D PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU ., Ni Wayan Dyah Endrayanti; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.531 KB)

Abstract

Multimedia pembelajaran interaktif ini dikembangkan untuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran IPS Terpadu. Masalah tersebut adalah hasil belajar siswa kelas VIII belum memuaskan secara merata. Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya sumber belajar yang relevan, hal ini membuat siswa kurang termotivasi dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2) menguji validitas produk multimedia pembelajaran interaktif menurut review para ahli dan uji coba produk, (3) mengetahui efektivitas penggunaan produk multimedia pembelajaran interaktif terhadap peningkatan hasil belajar IPS Terpadu pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Singaraja. Pengembangan produk menggunakan tahapan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Metode pengumpulan data yang digunakan ialah metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan secara sistematis, angket, dan lembar soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial (uji-t). Desain pengembangan menghasilkan flowchart dan storyboard. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui validitas multimedia pembelajaran interaktif adalah (1) menurut review ahli isi mata pelajaran adalah 90%, (2) menurut review ahli desain pembelajaran adalah 90,91%, (3) menurut review ahli media pembelajaran adalah 94,55%, (4) uji coba perorangan adalah 98%, (5) uji coba kelompok kecil adalah 97,33%, dan (6) uji coba lapangan adalah 95%. Secara umum multimedia pembelajaran interaktif dikategorikan sangat baik, sehingga tidak perlu direvisi dan dinyatakan valid. Berdasarkan uji hipotesis ditunjukkan bahwa harga thitung>ttable yaitu 27,153>1,990. Hasil analisis ini menunjukan bahwa penggunaan multimedia dinyatakan efektif dan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMPN 2 Singaraja.Kata Kunci : pengembangan, multimedia, IPS Terpadu Multimedia interactive learning was developed to address the problems in the learning process Integrated Social Science. The problem is a class VIII student learning outcomes have not been uniformly satisfactory. One contributing factor is the lack of relevant learning resources, it makes students less motivated in learning. This study aims to (1) describe the development of multimedia interactive learning design, (2) test the validity of multimedia interactive learning products according to the reviews of the experts and product testing, (3) determine the effectiveness of the use of multimedia interactive learning products to the improvement of learning outcomes on student Integrated Social Science eighth grade in SMPN 2 Singaraja. Stages of product development using model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Data collection method used is the method of recording documents, questionnaires, and tests. Data collection instruments used were systematically recording, questionnaire, and a booklet. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis, quantitative descriptive and inferential statistics (t-test). Designs generate flowchart and storyboard development. Based on data analysis, it can be seen validity of multimedia interactive learning is (1) according to expert review course content is 90%, (2) according to the instructional design expert review was 90.91%, (3) according to media expert review of learning is 94.55 %, (4) individual test is 98%, (5) a small test group was 97.33%, and (6) field trial was 95%. In general multimedia interactive learning very well categorized, so it does not need to be revised and declared invalid. Based on the hypothesis test indicated that the price of tarithmetic>ttable 27.153>1.990. The results of this analysis indicate that the use of multimedia and declared effective influence on improvement of learning outcomes Integrated Social eighth grade students at SMPN 2 Singaraja.keyword : development, multimedia, Integrated Social Sciences
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI DENGAN MODEL PROTOTYPE PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Putu Desi Sulistyaningsih; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.408 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7786

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP N 6 singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mendeskripsikan rancang bangun pengembangan game edukasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan game edukasi menurut review ahli dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas game edukasi untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Prototype. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kevalidan ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Setelah produk divalidasi produk pengembangan diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap, yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan diperoleh dengan menggunakan angket, dan data efektivitas produk diperoleh dari hasil belajar siswa yang dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan pengembangan game edukasi berdasarkan hasil analisis kebutuhan, flowchart dan storyboard. Hasil validasi media yang dilakukan oleh: (a) ahli isi mata pelajaran 92,8%, (b) ahli desain pembelajaran 92%, (c) ahi media pembelajaran 91,4% yang ketiganya berada pada kualifikasi sangat baik serta(d) uji coba perorangan 93,3%, uji coba kelompok kecil 94,5%, dan uji lapangan 93,5% yang ketiganya berada pada kualifikasi sangat baik. Efektivitas hasil pengembangan game edukasi menunjukan signifikansi yang diperoleh adalah thitung=10,106 > ttabel=2,000. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan game edukasi.Kata Kunci : pengembangan, game edukasi, prototype This research is motivated by the lack of utilization of instructional media interest and in accordance with the teaching materials on the subjects in English in SMPN 6 Singaraja. This study aims to: (1) describe the design of the development of educational games on the subjects of English, (2) determine the quality of the development of educational games according to expert review and testing of the student, and (3) determine the effectiveness of educational games for subjects English. This research development that uses the prototype model. The data collected in this study is the validity of the data subject content experts, instructional design experts, and expert instructional media. Once validated product development products tested on students through three stages, namely the testing of individual, small group trial and field trial is obtained by using a questionnaire, and the data obtained from the products effectiveness of student learning outcomes is collected by the test. Data were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results showed the development of educational games based on the results of a needs analysis, flowchart and storyboard. The results of the validation performed by the media: (a) expert subject matter content of 92.8%, (b) 92% of instructional design experts, (c) 91.4% of instructional media expert that all three are in very good qualifying and (d) test try individuals 93.3%, small group trial of 94.5%, and 93.5% field test that all three are in very good qualification. The effectiveness of educational game development results obtained showed significance is t count= 10.106> table = 2.000. This means there is a significant difference in student learning outcomes before and after using educational games.keyword : development, educational games, prototype model
PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS VII SEMESTER GENAP DI MTSN PATAS KECAMATAN GEROGAK TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Desak Putu Parmiti, Khumaira, I Komang Sudarma,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.478 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan ini memiliki dua rumusan masalah yaitu: 1) bagaimana rancang bangun MediaPresentasi Pembelajaran yang dikembangkan, dan 2) bagaimana kualitas hasil pengembangan MediaPresentasi Pembelajaran. Berdasarkan rumusan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk: 1)mengetahui hasil rancang bangun Media Presentasi Pembelajaran yang dikembangkan, 2) mengetahuikualitas hasil pengembangan Media Presentasi Pembelajaran yang dikembangkan. Model penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Rancang bangun pengembangan produk iniberupa flow chart dan story board yang bersifat konseptual dan mendasari pembuatan Media PresentasiPembelajaran. Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angketyang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptifkualitatif. Subyek coba terdiri dari satu ahli isi/materi bidang studi, satu ahli media pembelajaran, satuahli desain pembelajaran, enam siswa untuk uji perorangan, dua belas siswa untuk uji kelompok kecil.Hasil penelitian ini adalah Media Presentasi Pembelajaran yang layak pakai sesuai dengan karakteristiksiswa. Hasil validasi data menunjukkan tingkat pencapaian media ini adalah (1) uji ahli isi/materi bidangstudi berapa pada kualifikasi sangat baik (persentase = 92,3%), (2) uji ahli media pembelajaran beradapada kualifikasi baik (persentase = 84 %), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik(persentase = 88 %), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi baik (persentase = 87,67%), dan(5) uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (persentase = 85%). Berdasarkan hasil tersebut dapatdisimpulkan kualitas Media Presentasi Pembelajaran baik dan dapat digunakan di MTsN Patas kelas VIIsemester II.Kata kunci : pengembangan, media presentasi pembelajaran, seni budaya
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 SINGARAJA ., Kadek Ayu Marhaendy T.KSP; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.018 KB)

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Singaraja yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah siswa 106 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 2 kelas yang terdiri dari 52 siswa. Data dikumpulkan adalah hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPS siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match berbantuan multimedia interaktif adalah mean=82,56; median=83,46; modus= 85,55 (2) hasil belajar IPS siswa yang belajar dengan menggunakan model konvensional adalah mean=67,17; median=72,44; modus=74,61 (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FA=8,84>Ft=1,75). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 7 Singaraja. Kata Kunci : make a match, multimedia interaktif, hasil belajar IPS the present study aimed in 1) describe the results of IPS students who take the learning by cooperative learning using make a match model in 8th grade SMP Negeri 7 Singaraja, 2) describe the results of students who take the IPS studies learning with conventional learning model in 8th grade SMP Negeri 7 Singaraja, 3) find a significant difference of IPS students’s learning outcomes between using cooperative learning using make a match model with using conventional learning model in 8th grade SMP Negeri 7 Singaraja. This research is a quasi-experimental research design with post test only control group design. The research population was all students of 8th grade SMP Negeri 7 Singaraja which consists of 4 classes with the members of students 106 people. Samples were taken by random cluster sampling technique. The samples are two classes of 52 students. Data collected is student learning outcomes. The instrument used is an objective test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. (uji-t). The results showed that (1) the results of IPS students learn by using cooperative learning model Make a Match-assisted interactive multimedia is mean = 82.56; median = 83.46; mode = 85.55 (2) the results of IPS students learn by using the conventional model is mean = 67.17; median = 72.44; mode = 74.61 (3) there is a significant difference between the results of IPS students who take cooperative learning model Make a Match-assisted multimedia interactive learning with the students who take the conventional learning models (Fh = 8.84> Ft = 1.75). It can be concluded that Make A Match technique combined with interactive multimedia had significant effect on students’ learning outcomes on IPS of eleventh grade students in SMP Negeri 7 Singaraja in academic year 2014/2015. keyword : make a match, multimedia interactive, learning outcomes IPS
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VII SEMESTER II DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., I Gede Wahyu Anggara; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.371 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP Negeri 1 Singaraja yaitu belum adanya media pembelajaran dan hasil belajar IPS kelas VII A5 belum tuntas. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui rancangan multimedia pembelajaran, (2) mengetahui kelayakan hasil pengembangan multimedia pembelajaran, (3) mengetahui efektivitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D yaitu define/pendefinisian, design/perancangan, develop/pengembangan, dan disseminate/penyebaran. Keempat tahapan ini, dijadikan acuan dalam memproduksi, memvalidasi dan menguji efektivitas. Validasi dilakukan oleh satu ahli isi, satu ahli media, satu ahli desain, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 24 siswa uji coba lapangan. Uji efektivitas dilakukan oleh 30 siswa, menggunakan desain penelitian Pre-test and Post-test Design. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan metode tes dengan instrumen kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif. Hasil penelitian ini yaitu: (1) rancangan multimedia pembelajaran dikembangkan pada tahap design/perancangan dari model pengembangan 4D, dalam bentuk flowchart dan storyboard. (2) kelayakan hasil pengembangan multimedia pembelajaran yaitu: (a) ahli isi mata pelajaran berpredikat sangat baik (96%), (b) ahli media pembelajaran berpredikat sangat baik (93%), (c) ahli desain pembelajaran berpredikat sangat baik (92%), dan (d) uji coba perorangan berpredikat baik (87%), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan berpredikat sangat baik (91%) dan (90%). (3) efektivitas pengembangan multimedia pembelajaran menunjukan terdapat perbedaan hasil belajar IPS sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Hasil skor pretest 22,03 dan hasil skor posttest 24,73.Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia Pembelajaran, IPS. Problems found in SMP Negeri 1 Singaraja namely the absence of a medium of learning and learning outcomes A5 class VII social studies have not been completed. This study aims to (1) determine the design of multimedia learning, (2) determine the feasibility of the development of multimedia learning, (3) determine the effectiveness of the development of multimedia learning. This type of research is the development. The model used is the development of 4D models that define, design, develop, and disseminate. The fourth stage, used as a reference in producing, validating and testing the effectiveness. Validation is done by a content expert, a media expert, the expert design, 3 students individual trials, 12 trials a small group of students, and 24 students field trials. Test effectiveness conducted by 30 students, using pre-test research design and Post-test Design. Data were collected by questionnaire and a test method with questionnaires and objective testing instruments. Analyzed using descriptive qualitative, quantitative and inferential statistics/inductive. The results of this study are: (1) multimedia instructional design developed at the stage of design of 4D model of development, in the form of a flowchart and storyboards. (2) the feasibility of the development of multimedia learning, namely: (a) expert subject matter content is categorized as very good (96%), (b) instructional media experts predicated very good (93%), (c) instructional design experts predicated excellent (92%), and (d) individual test categorized as good (87%), small group testing, and field trials categorized as excellent (91%) and (90%). (3) effectiveness of multimedia learning development shows there are differences in the results of social studies before and after the use of multimedia learning. The results of the pretest scores 22.03 and 24.73 posttest score results.keyword : Development, Multimedia Learning, Social Science.
ANALISIS BERITA WARTA SIANG SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN RADIO TERHADAP MASALAH-MASALAH AKTUAL PENDIDIKAN PADA RRI SINGARAJA ., Megawati; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.611 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i3.8542

Abstract

Tingkat kepedulian RRI Singaraja terhadap masalah-masalah pendidikan relatif rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat kepedulian berita warta siang sebagai bentuk kepedulian radio terhadap masalah-masalah aktual pendidikan pada Radio Republik Indonesia Singaraja; dan (2) mengetahui wujud kongkret kepedulian warta siang sebagai bentuk kepedulian radio terhadap masalah-masalah aktual pendidikan pada Radio Republik Indonesia Singaraja. (3) Untuk mengetahui unsur-unsur anatomi berita pendidikan pada Radio Republik Indonesia Singaraja. Penelitian ini dilakukan di RRI Singaraja dari bulan 1 s/d 29 Februari 2016. Data tentang kepedulian RRI terhadap masalah-masalah aktual pendidikan dikumpulkan menggunakan pencatat dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) tingkat kepedulian siaran warta siang RRI Singaraja terhadap masalah-masalah aktual pendidikan berada pada urutan ke 2 dengan jumlah siaran sebanyak 38 berita atau sebesar 19%. Dari 9 jenis berita, termasuk prinsip masalah sosial, hal ini berarti tingkat kepeduliannya terbilang cukup. (2) Wujud kongkret masalah-masalah aktual pendidikan yang menjadi sorotan siaran warta siang RRI Singaraja didominasi oleh persoalan masalah kualitas/mutu (17.8%), masalah efektivitas dan efisiensi (19%), masalah relevansi (18.4%), dan masalah efektivitas dan efesiensi (20.4%). Dari hasil keseluruhan jumlah masalah-masalah aktual pendidikan sebesar (75.6%) dapat dikategorikan cukup, karena pada jenis berita pendidikan dan kesehatan jadi satu kategori sehingga pada jenis masalah pendidikan tidak 100% hasilnya. (3) Anatomi berita terdapat 30 berita siaran yang menyangkut masalah-masalah aktual pendidikan yang memenuhi syarat sebesar (87.2%) itu berarti, berita warta siang yang menyangkut masalah-masalah aktual pendidikan tidak semuanya memenuhi unsur-unsur anatomi, disebabkan tidak semua berita memenuhi syarat 5W+1H.Kata Kunci : analisis, berita, pendidikan, kepedulian, rri RRI Singaraja level of awareness to the problems of education is relatively low. Therefore, this study aims to (1) determine the level of awareness during the news bulletin on the radio as a form of concern for the actual problems of education in the Radio Republik Indonesia Singaraja; and (2) determine the concrete form of care as a concern during the news radio on the actual problems of education in the Radio Republik Indonesia Singaraja. (3) To know the elements of anatomy education news on Radio Republik Indonesia Singaraja. This research was conducted in RRI Singaraja from month 1 s / d February 29, 2016. Data on RRI concern to the actual problems of education were collected using a recording of documents and interviews. The study found that: (1) the degree of concern during the news broadcasts RRI Singaraja on actual problems of education was ranked second by the number of broadcast news as much as 38 or 19%. Of the nine types of news, including the principle of social problems, this means that the level of concern is quite. (2) Being a concrete actual problems of education in the spotlight broadcast news during the RRI Singaraja dominated by the issue of the quality problem / quality (17.8%), issues of effectiveness and efficiency (19%), issues of relevance (18.4%), and the issues of effectiveness and efficiency (20.4%). From the results of the overall number of actual problems of education (75.6%) can be considered sufficient, because the type of education and health news into one category so that the kind of education the problem is not 100% result. (3) Anatomy news, there are 30 news release concerning the actual problems of education are eligible for (87.2%) it means, the news bulletin afternoon concerning the actual problems of education are not all the elements of anatomy, because not all the news meet 5W + 1H requirements.keyword : analysis, news, education, awareness, RRI.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS V SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SD NEGERI 3 BUNGAYA KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM I Gde Wawan Sudatha, Ni Ketut Sri Susanti Dewi, I Wayan Koyan,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.475 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancang bangun media dan kualitas multimediapada mata pelajaran Kewarganegaraan untuk siswa Kelas V. Penelitian ini adalahpenelitian yang menggunakan model PBK (Pembelajaran Berbantuan Komputer). Subjekpenelitian ini adalah siswa Kelas V SD Negeri 3 Bungaya. Data penelitian inidikumpulkan dengan menggunakan metode kuisioner, dan selanjutnya data ini diolahdengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan sebagaiberikut. (1) Rancang bangun media dimana didalamnya terdapat model yang digunakandalam penelitian, flowcart dan storybord, tahap pembuatan media serta tahap penilaian.(2) Kualitas media pembelajaran berdasarkan validasi ahli isi sebesar 92,00%, validasiahli media sebesar 86,66% dan validasi ahli desain sebesar 88,00%. Setelah validasidilakukan selanjutnya dilakukan uji coba individu dengan presentase 90,37%, uji cobakelompok kecil dengan presentase sebesar 89,35% dan uji lapangan dengan presentase89,35%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwarancang bangun media yang dikembangkan terdiri dari, pemilihan model pembelajaran,pembuatan flowchart dan storyboard, kemudian tahap pembuatan media serta evaluasi.Kualitas media yang dikembangkan berada pada berkategori baik dan layak untukdipakai.Kata kunci : penelitian,multimedia, PBK, kewarganegaraan.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KELOMPOK KECIL, PERORANGAN DAN MENGELOLA KELAS PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING ., I Kadek Saputra; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.217 KB)

Abstract

Media video pembelajaran tentang keterampilan dasar mengajar sudah ada di Jurusan Teknologi Pendidikan, namun perlu untuk diperbarui dan dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan rancang bangun, mengetahui kualitas hasil video, mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi). Validasi video pembelajaran dilakukan oleh satu ahli isi pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 mahasiswa uji coba perorangan, 12 mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 mahasiswa menggunakan penelitian pre-test dan post-test dan 4 orang mahasiswa sebagai sampel tes unjuk kerja. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, metode tes dan metode observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah deskripsi rancang bangun pengembangan, kualitas hasil pengembangan media dan efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran. Kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu ahli isi pembelajaran 91% berada pada kategori sangat baik; ahli desain pembelajaran 91,1% berada pada kategori sangat baik; ahli media pembelajaran 84% berada pada kategori baik; uji coba perorangan 87,6% berada pada kategori baik; uji coba kelompok kecil 90% berada pada kategori sangat baik; uji coba lapangan 76,6% berada pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 5,32 > ttabel =2,000. Persentase tingkat pencapaian tes unjuk kerja dari 4 mahasiswa sebagai sampel adalah di atas 85%. Ini berarti media video pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, micro teaching The media of video learning about the teaching basi skills already exist in The department of Educational technology, but it needs to be updated and developed. The purpose of this study is to describe the design, knowing the quality of the video and find out the effectiveness of instructional video media. This research is development research by using ADDIE models (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). The validation of instructional videos made by an professional in learning content, an professional in instructional design, an professional in instructional media, 3 students in individual trials, 12 students in small group trials, and 29 students in field trials. The effectiveness of the instructional videos performed by 29 students that used pre-test and post-test research design and 4 students as a sampel Test performance. The datas were collected by questionnaire, Test methods and methods of observation. The data analysis using descriptive qualitative analysis, quantitative, and inferential statistics method. The results of this research is the description of the development design, the quality of media development and the effectiveness of the development of instructional video media. The quality of the development of media according to the professional review and student, the results are: the professional in learning content 91% are in very good category; the professional in instructional design 91,1% are in very good category; the professional in instructional media 84% are in good category; the individual trial 87.6% are in good category; the small group trial 90% are in very good category; the field trial 76.6% are in enough category. The effectiveness of the development of instructional video media gained the significance t-test= 5.32> t-table= 2.000. The percentage level of achievement test performance of the for students in The sampel si above 85%. This means instructional video media is effective in improving student learning outcomes.keyword : development, instructional video, micro teaching
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Gede Suriadhi; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.355 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam upaya mengembangkan media pembelajaran e-learning berbasis Edmodo untuk siswa SMP. Tujuan dalam penelitian ini, yaitu merancang pembelajaran e-learning berbasis Edmodo mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan e-learning berbasis Edmodo pada mata pelajaran IPA untuk siswa SMP; dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan e-learning berbasis Edmodo terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA untuk siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII.13 dan VIII.14 SMP Negeri 2 Singaraja. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 93% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 92,7% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 90,44% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 22,87. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 1,992. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan e-learning berbasis Edmodo. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (89,03) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (58,26).Kata Kunci : pengembangan, e-learning, edmodo, IPA This research was conducted in an effort to develop Edmodo-based e-learning instructional media for junior high school students. Operationally these goals is elaborated in three stages of work phase, i.e. to design Edmodo-based e-learning instructional media, to describe the quality of the development of e-learning Edmodo based on teaching IPA to junior high school students; and to describe the effectiveness of Edmodo-based e-learning instructional media usage based on student learning outcomes in teaching IPA for junior high school students. This type of research is the Research and Development, using ADDIE development model. This research involved VIII.13 and VIII.14 grade students of SMP Negeri 2 Singaraja. Testing validity data of media experts, content experts, expert design, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed with descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert evaluation of the content was 90% at the excellent qualification. The result of the expert evaluation of media was 92% at the excellent qualification. The result of the expert evaluation of design was 92% at the excellent qualification. An individual test result was 93% at the excellent qualification. The test result of small groups was 92.7% at a good qualification. The result of field tests was 90.44% at good qualification. Manual counting of learning outcomes obtained t count value was 21.95. Value of t table with 5% significance is 1.992. So the price of t is greater than the price of t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences IPA student learning outcomes between before and after the use of Edmodo-based e-learning instructional media. The mean value after using the media (90.25) was higher than before using the media (58.26).keyword : development, e-learning, edmodo, IPA
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TENTANG TUMBUHAN HIJAU PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD N 3 TEGALCANGKRING Setiawan, I Made Dedi; Jampel, I Nyoman; Sudarma, I Komang
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.303 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.10552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pada mata pelajaran IPA sebagai upaya pendukung meningkatkan minat dan proses pembelajaran, untuk mengetahui tahap-tahap pengembangan media, dan untuk mengetahui hasil validasi media pembelajaran berbasis macromedia flash yang dikemas dalam bentuk CD (compact disc) Interaktif, sesuai dengan hasil uji coba para ahli dan uji coba lapangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Luther. Validasi multimedia dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan dilakukan oleh 15 siswa. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia interaktif mulai dari langkah analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 92% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 80% berada pada kategori baik; c) ahli media pembelajaran 81% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 93,3% berada pada kategori sangat baik; e) uji coba kelompok kecil 93,8% berada pada kategori sangat baik; f) uji coba lapangan 96,4% berada pada kategori sangat baik; (3) berdasarkan uji hipotesis ditunjukkan bahwa harga thitung=19,2372 > ttabel=2,048. Dengan demikian multimedia interaktif ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD N 3 Tegalcangkring. Kata Kunci : luther, pengembangan, multimedia interaktif, IPA This study aims to produce instructional media on science subjects as a support effort to increase interest and learning process, to know the stages of media development, and to know the validation of macromedia flash based learning media packaged in the form of CD (compact disc) Interactive With the results of expert trials and field trials. This development research uses Luther model. Multidimensional validation is done by subject matter experts, instructional designers, learning media specialists, individual trials, small group trials, and field trials conducted by 15 students. Data were collected by interview method, document recording, questionnaire and objective test. Data analysis used qualitative descriptive, quantitative and inferential statistical analysis / t-test inductive. The results of this research are (1) design of interactive multimedia development starting from step analysis, design, development, implementation and evaluation; (2) the quality of media development result according to expert and student's review are: a) content learning expert 92% are in very good category; B) 80% design learning experts are in good category; C) learning media experts 81% are in good category; D) 93.3% individual trials are in very good category; E) small group trials of 93.8% are in very good category; F) 96.4% field trials are in very good category; (3) based on the hypothesis test indicated that the price tcount = 19.2372> ttable = 2.048. Thus, interactive multimedia is effective to improve the learning outcomes of science students of grade V in SD N 3 Tegalcangkring.keyword : luther, development, interactive multimedia, natural science

Page 11 of 84 | Total Record : 835