cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Suci Tuti Utami; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian Posttest-Only Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 397 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel adalah 67 orang yang terdiri dari kelas VIII-G dan VIII-D. Data hasil belajar TIK dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif dan data dianalisis menggunakan uji-t dengan teknik polled varians. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung adalah 14,136, sedangkan nilai t-tabel dengan df = 65 pada taraf signifikansi 5% yaitu 1,997 (thitung > ttabel). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dan siswa yang menerpkan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : hasil belajar, model pembelajaran kooperatif, Team Assisted Individualization, TIK This research was to know the differences of learning outcomes of information and communication technology upon the eight grade student of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2014/2015 between students who were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models and those who were taught by using conventional learning models. This is a quasi experimental research by using the Posttest Only Control Group Design. Population in this reasearch was the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja amounting to 397 students. The samples in this reasearch was using random sampling techniques. 67 students of eigth graders were selected as sample consisting of classes VIII-G and VIII-D. ICT learning outcomes data were collected by using objective tests and the data were analyzed by using t-test with polled variance techniques. The analysis showed that the value of t-test was 14.136, while the value of the t-table with df = 65 at significance level of 5% that is 1.997 (t count> ttable). It can be concluded that there are differences of learning outcomes of information and communication technology upon the eight grade student of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2014/2015 between students were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models and students were taught by using conventional learning models. The average value of ICT learning outcomes in the group of students students were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models was better than those who were treated by using conventional learning models.keyword : learning outcomes, cooperative learning model, Team Assisted Individualization, ICT
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MATA PELAJARAN PKn KELAS VII DI SMP NEGERI 1MELAYA ., I Kadek Nulus Cittalaksana; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.304 KB)

Abstract

Pembelajaran PKn di SMP N 1 Melaya belum maksimal. Hal ini dikarenakan guru menggunakan media buku dan papan tulis pada proses pembelajaran, sehingga dilakukan penelitian produk multimedia pembelajaran interaktif pelajaran PKn. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui rancang bangun pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif mata pelajaran PKn, (2) mengetahui kualitas produk Multimedia Pembelajaran Interaktif mata pelajaran PKn, dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar PKn sebelum dan setelah menggunakan Multimedia Pembelajaran Interaktif. Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan merancang flowchart dan storyboard sebagai dasar merancang produk. Validasi media dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran, ahli desain dan media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan 12 uji coba kelompok kecil, dan 30 uji coba lapangan. Efektivitas multimedia interaktif dilakukan oleh 39 siswa dengan menggunakan pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi, wawancara,tes, dan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial, yaitu uji-t.Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia interaktif; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media yang dilakukan oleh:(a) ahli isi mata pelajaran 83,3%berkualifikasi baik; (b) ahli desain pembelajaran 71,7% berkualifikasi cukup baik; (c) ahli media pembelajaran 88% berkualifikasi baik. serta (d) uji coba perorangan 83,3%berkualifikasi baik, uji coba kelompok kecil 90,7 %berkualifikasi sangat baik, dan uji coba lapangan 89,13% berkualifikasi sangat baik; (3) efektivitas hasil pengembangan multimedia interaktif yang diperoleh menunjukkan thitung =9,28> ttabel =2,000.Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif.Kata Kunci : pengembangan, multimedia, Pendidikan Kewarganegaraan Civics learning process in SMPN1 Melaya was not maximized. It was because teachers only used books and blackboard as media of learning process, so then occurred are search of Civics multimedia interactive learning products. This study aims to: (1) understand the design development of Interactive Learning Multimedia of Civics subjects, (2) understand the quality of the products Interactive Learning Multimedia of Civics subjects, and (3) understand the differences inlearning outcomes of Civics before and after using the Interactive Learning Multimedia. This study uses ADDIE model in designing flowcharts and story boards as a basis for designing a product. Media Validationis done by expert content of subjects,design experts and the learning media, 3 students in personal testing, 12 in small group testing, and 30 field testing. The effectiveness of interactive multimedia performed by 39 student susing the pre-test and post-test. Data was collected use the method of observation, documentation, interview, test, and questionnaire. Analyzed using descriptive qualitative, quantitative, and inferential statistics, namely t-test. The results of this study are (1) design of interactive multimedia development; (2) the quality of results according to review of media development experts and students. The results of the validation performed by: (a) the expert of subject content was 83.3% well-qualified; (b) instructional design experts was 71.7% qualified pretty well; (c) instructional media expert was 88% well qualified. And (d) personal testing was 83.3% well-qualified, small group testing was 90.7% very well qualified, and field testing was 89.13% very well qualified; (3) the effectiveness of interactive multimedia development results show tcount=9.28 > ttable =2.000. So there is a significant difference in student learning out comes between before and after the used of interactive multimedia.keyword : development, multimedia, Civics
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MODEL HANNAFIN AND PECK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 KERAMBITAN TABANAN ., Dewa Putu Ananda Kusuma; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.002 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif bahasa Inggris untuk siswa kelas XI SMA, dan mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa kelas XI SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model Hannafin and Peck. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kerambitan Tabanan masing-masing sebanyak 24 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi 100% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain 88% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media 81,8% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 90,6 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 91,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 90,2% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 11,02. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Inggris siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (81,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (61,88).Kata Kunci : Multimedia Pembelajaran Interaktif, Bahasa Inggris, dan Hasil Belajar This study was based on sort of difficulties concerning on the lack utilization of relevant learning media. The purpose of the study itself was to describe the design of the development of interactive learning multimedia, to examine the validity of the result gained from the development of interactive English language learning multimedia for senior high school students grade XI, and to find out the effectivity of the use of the development of interactive learning multimedia toward the learning outcomes of English subject for senior high school students grade XI. The type of this was categorized as developmental study and based on research model by Hannafin and Peck. This study involved the 24 students from grade XI at SMA Negeri 1 Kerambitan Tabanan. The data collection in this study was done through document writing, questionnaire, and test. By using document writing method, the data gained was analyzed in descriptive-qualitative way. The data gained from the questionnaire was analyzed in both descriptive-qualitative and descriptive-quantitative ways. Meanwhile the data gained from the test was analyzed through statistic inferential method. The result of the evaluation from the content-expert stood 100% at very good qualification level. Then, the result of the evaluation from the design-expert was at 88% of good qualification level. The result of the evaluation from the media-expert was at 81.8% of good qualification level. On the result of individual evaluation, 90.6% was noted at good qualification level. Then on the result of small group discussion, 91.3% was at good qualification level. Furthermore, the result of field evaluation indicated 90.6% was at very good qualification level. Based on manual calculation on the students’ learning outcomes, the result of t-test showed 11.02 points. On the other hand, the t-table value on 5% of significance level was 2.021. Thus, the value of t-test was bigger than the t-table value, and therefore H0 was not accepted, while H1 was accepted. As the result, there was a significant difference on the students’ learning outcomes on English subject before and after using the interactive learning media. The students’ average score after using the media was 81.67 or higher than before the media was used, which was only 61.88.keyword : Multimedia Interactive Learning, English Language, Learning Outcome
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATAPELAJARAN TIK PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 3 SAWAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Kadek Suartama, Dwi Suriatmaja, Desak Putu Parmiti,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.411 KB)

Abstract

Media pembelajaran multimedia interaktif untuk mata pelajaran TIK kelas VIII di SMPNegeri 3 Sawan adalah media yang belum ada dan perlu dikembangkan. Tujuanyang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesrancang bangun dan kelayakan hasil pengembangan Multimedia PembelajaranInteraktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakanmodel ADDIE. Tahapannya meliputi tahap analisis,perancangan, pengembangan,implementasi dan evaluasi. Pada tahap uji coba, produk divalidasi melalui tinjauanoleh para ahli dan uji coba produk kepada peserta didik. Instrumen pengumpulandata adalah kuisioner/angket. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptifkualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah deskripsi prosesrancang bangun dan kualitas hasil pengembangan media pembelajaran multimediainteraktif pada mata pelajaran TIK kelas VIII semester ganjil di SMP Negeri 3 Sawan.Proses rancang bangun media pembelajaran multimedia interaktif terdiri dari 5 tahapyaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Kualitashasil pengembangan media multimedia interaktif diperoleh berdasarkan data dariangket yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dikonversi ke dalamPAP tingkat ketercapaian skala 5. Tinjauan ahli isi mata pelajaran mencapai 93,33%katagori sangat baik, tinjauan ahli desain pembelajaran mencapai 80% katagorisangat baik, tinjauan ahli media pembelajaran mencapai 87% katagori sangat baik,uji coba perorangan mencapai 94,7% katagori sangat baik, uji coba kelompok kecilmencapai 93,83% katagori sangat baik, dan uji coba lapangan mencapai 90,9%katagori sangat baik.Kata kunci: pengembangan, media, multimedia interaktif, TIK.
PENGEMBANGAN COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) DALAM PROSES EVALUASI HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA. ., Komang Damayasa; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.333 KB)

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan, mendeskripsikan kualitas/validasi hasil pengembangan dan mengetahui efektivitas penggunaan Computer Assisted Test (CAT) dalam proses evaluasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian Pengembangan atau Research and Development yang menggunakan rancang bangun tipe ADDIE. Terdapat lima tahapan dalam rancang bangun tipe ADDIE yaitu meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa program yang dikembangkan telah melalui langkah-langkah validasi yang sesuai dengan rancang bangun ADDIE sehingga diperoleh program yang memiliki kualitas yang baik. Validasi dilakukan baik melalui uji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran soal serta dilakukan uji dan review dari para ahli (uji jugdes) baik ahli materi maupun ahli media. Disamping itu juga pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket/kuisioner tentang pendapat pengguna terhadap program CAT tersebut. Selanjutnya angket tersebut dikonversi dengan skala Linkert untuk selanjutnya dilakukan analisis inferensial. Dari hasil analisis terhadap uji ahli materi maupun uji media diketahui bahwa program layak digunakan dan berada pada kategori baik dimana dari ahli materi dicapai persentase sebesar 85 % dan dari uji ahli media mencapai 89 % pada kategori baik dan sangat layak. Hasil analisis terhadap instrumen penelitian juga menunjukkan bahwa program yang dikembangkan juga cukup efektif terutama dari segi penghematan waktu. Disamping itu hasil penyebaran angket kepada siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan setuju dengan penerapan model evaluasi pembelajaran berbantuan computer dan sebagian menyatakan sangat setuju dengan berbagai item penilaian positif terhadap program. Dilihat dari persentase yang mencapai 89.70 % yang artinya media sangat efektif. Terhadap tanggapan positif pada program. Pada kolom saran didapatkan beberapa alasan dan saran siswa antara lain: 1) siswa merasa bebas untuk mengerjakan tes, tanpa ada rasa khawatir terhadap pengawasan; 2) Siswa merasa tertantang untuk menelusuri lebih jauh jawaban yang diberikan, 3) siswa dapat mengakses kembali evaluasi yang pernah dikerjakan; 4) kegiatan siswa bersifat individu sehingga mengurangi kecemasan, 5) Siswa dengan cepat bisa mendapatkan umpan balik dan hasil; dan 6) siswa banyak ingin tahu karena menggunakan teknologi baru.Kata Kunci : pengembangan, computer assisted test, hasil belajar This research aims to describe the design of the development,quality / validation results of development and determine the effectiveness of the use of Computer Assisted Test (CAT) in evaluation process of students learning outcomes in science subjects in the second semester of class VIII SMP Negeri 1 Singaraja. This research is a Research and Development research that use ADDIE design type. There are five stages in the design ADDIE types which include analysis, design, development, implementation and evaluation. This research shows that the program has been developed through the steps of validation in accordance with the design ADDIE order to obtain a program that has a good quality. Validation was done either through the validity, reliability, distinguishing features and level of difficulty of questions as well as test and review of the experts (test Judges) both matter experts and media experts. Besides, the data collection was done by distributing questionnaires / questionnaire on user opinion against the CAT program. The questionnaire subsequently converted by Linkert scale for further inferential analysis. From the analysis of the material test and experts test noted that the program deserves as "well used" and either in the good category of expert material which was achieved by 85% and the percentage of test media experts reached 89% in both categories and very decent. Analysis of the research instruments also showed that the developed program was also quite effective, especially in terms of time savings. Besides, the results of questionnaire to the students showed that most of the students agreed with the application of computer assisted learning evaluation model and some states strongly disagree with various items of a positive assessment of the program. Judging from the percentage reached 89.70%, which means a very effective media. Against the positive response to the program. On the advice column obtained several reasons and suggestions of students, among others: 1) students felt free to take tests, without any anxiety to supervision; 2) Students were challenged to explore further the answers given, 3) students could access the back of evaluation ever undertaken; 4) The student activities were an individual, thereby reducing anxiety, 5) Students could quickly got feedback and results; and 6) students wanted to know because it uses many new technologies.keyword : development, computer assisted test, learning result
Pengaruh Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Pada Siswa Kelas VII Tahun Ajaran 2014/2015 di SMP Negeri 1 Banjar ., Ni Made Chindy Aryani Wardani; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. Nyoman Wirya
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.985 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas VII SMP Negeri I Banjar Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest dua kelompok (Noneqivalent Control Group Design). Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Banjar yang berjumlah 511 orang, dari 511 orang tersebut didapat 30 orang untuk kelas eksperimen dan 30 orang kelas control. Penentuan sampel dilakukan menggunakan random sampling dengan teknik undian. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA yang didapat dengan menggunakan metode tes jenis objektif pilihan ganda dengan jumlah 30 soal objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil penelitian pada siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran TAI, diperoleh rata-rata hasil belajar IPA sebesar 72,74, dengan hasil belajar yang termasuk kategori sangat baik sebesar 50% = 15 orang, kategori baik sebesar 30% = 9 orang, dan kategori cukup sebesar 20% = 6 orang. Rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional adalah 66,42, dengan hasil belajar yang termasuk kategori sangat baik sebesar 26,66% = 8 orang, kategori baik sebesar 50% = 15 orang, dan kategori cukup sebesar 23,33% = 7 orang. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 2,34 pada taraf signifikansi 5% dan dk=58, dan ttabel(α=0,05;58)=2,000. Ini berarti thitung>ttabel, maka H0 ditolak. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TAI memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa, yang berarti bahwa hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI lebih tinggi dari hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran TAI dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas VII SMP Negeri 1 Banjar tahun ajaran 2014/2015. Kata Kunci : Model Pembelajaran TAI, Model Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar, dan IPA. This study aims to determine significant differences between students science learning outcomes that learned through learning model Team Assisted Individualization (TAI) with students that learned through conventional learning in class VII Junior High School I Banjar Academic Year 2014/2015. This study was a quasi-experimental study with pretest -posttest two groups (Noneqivalent Control Group Design). The study population is the entire seventh grade students at SMP Negeri 1 Banjar, amounting to 511 people, of the 511 people come to class 30 experimental and 30 control class. The samples made using random sampling techniques lottery. The data collected is science learning outcomes obtained by using the method of multiple choice objective type test with a number of 30 objective questions. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics using t-test formula. Results of research on students that learned through learning model of TAI, gained an average of 72.74 science learning outcomes, the learning outcomes that are categorized very good by 50 % = 15 people, both categories by 30 % = 9 people, and enough categories 20% = 6. The average results of learning science students that learned through conventional teaching is 66.42, the learning outcomes that include excellent category of 26.66 % = 8, both categories by 50 % = 15 people, and enough category of 23.33 % = 7. Based on the results of t-test analysis obtained t = 2.34 at a significance level of 5 % and df = 58, and TTable ( α = 0.05 ; 58 ) = 2.000. This means tcount > ttable , then H0 is rejected. It shows that the cooperative learning model of TAI a positive impact on students science learning outcomes, which means that the results of learning science students that learned through cooperative learning model of TAI is higher than the results of learning science students that learned through conventional learning. So it can be concluded that there are significant differences between the results of learning science students that learned through TAI learning model with the students that learned through conventional learning in class VII SMP Negeri 1 Banjar academic year 2014/2015. keyword : TAI Learning Model, Model Conventional Learning, Learning Outcomes, and Science.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER PADA MATERI FENOMENA ANGIN UNTUK SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 8 PENYARINGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ketut Pudjawan, I Gede Eka Rai Bawa, I Komang Sudarma,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.741 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah nilai siswa dalam pelajaran IPA kelas IV di SD Negeri 8 Penyaringanmasih belum memuaskan, pembelajaran bersifat konvensional, dan media yang mendukung pada matapelajaran Bahasa Indonesia belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui rancangbangun multimedia interaktif yang dikembangkan, 2) mengetahui kualitas hasil pengembanganmultimedia interaktif yang dikembangkan. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahmodel pengembangan produk Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK), yang dikembangkan olehLuther. Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angket yangselanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif.Subyek coba terdiri dari satu ahli isi/materi bidang studi, satu ahli media pembelajaran, satu ahli desainpembelajaran, delapan siswa untuk uji perorangan, enam belas siswa untuk uji kelompok kecil. Hasilpenelitian ini adalah Multimedia Interaktif yang layak pakai sesuai dengan karakteristik siswa. Hasilvalidasi data menunjukkan tingkat pencapaian media ini adalah (1) uji ahli isi mata pelajaran IPA beradapada kualifikasi sangat baik (persentase = 96%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasibaik (persentase = 83%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik(persentase = 92%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 94%), ujikelompok kecil berada pada kualifikasi baik (persentase = 87%). Berdasarkan hasil tersebut dapatdisimpulkan kualitas Multimedia Interaktif baik dan dapat digunakan di kelas IV SD Negeri 8Penyaringan.Kata kunci : Kata kunci : pengembangan, model PBK, multimedia pembelajaran
pengembangan multimedia presentasi pembelajaran berorientasi pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas V semester genap di SDN 2 Banjar Bali Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 ., Pramita Yuni Astari; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.194 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan prosedur pengembangan multimedia presentasi pembelajaran; 2) mengetahui validitas multimedia presentasi pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil review para ahli dan uji coba produk; 3) menguji efektivitas multimedia presentasi pembelajaran yang dikembangkan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 2 Banjar Bali. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes tertulis. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar pencatatan dokumen, kuesioner dan tes obyektif pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) produk multimedia presentasi pembelajaran dikembangkan dengan model ADDIE melalui 5 tahapan (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, evaluasi); 2) validitas multimedia presentasi pembelajaran menurut review para ahli diperoleh hasil sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari review ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli desain pembelajaran berturut-turut yaitu 93,3%, 93,3% dan 92%. Berdasarkan uji coba produk juga diperoleh hasil sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan berturut-turut yaitu 93,73%, 93,33% dan 92,4%. 3) efektivitas multimedia presentasi pembelajaran menunjukan thitung (11,285) > ttabel (2,042) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang menggunakan dengan siswa yang tidak menggunakan multimedia presentasi pembelajaran pada pelajaran IPA kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 2 Banjar Bali. Ini berarti multimedia presentasi pembelajaran efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Kata Kunci : pengembangan, multimedia presentasi, kontekstual, ADDIE This study aims to: 1) describe the development procedures of multimedia instructional presentation; 2) determine the validity of multimedia instructional presentations developed based on review of the experts and product trials; 3) test the effectiveness of multimedia instructional presentations developed through science learning outcomes of fifth grade students in second semester academic year 2015/2016 in SDN 2 Banjar Bali. This research is a development research by using ADDIE models. The data collection is done by using method of documents recording, questionnaires, and written test. The instruments used in data collection are documents recording sheet, questionnaires, and multiple choices objective test. Analyses of the data used are qualitative descriptive, quantitative descriptive, and inferential statistics. The results of this research are: 1) product of multimedia instructional presentations developed using ADDIE model through 5 stages (analysis, design, development, implementation, evaluation); 2) the validity of the multimedia instructional presentation according to the expert reviews obtained very good results. The percentage of the achievement level from the reviews of the expert in course content, expert in instructional media, and expert in instructional design, respectively are 93.3%, 93.3%, and 92%. Based on trials of products also obtained very good results. The percentage of the achievement level of individual testing, small group testing and field testing, respectively are 93.73%, 93.33%, and 92.4%. 3) the effectiveness of instructional multimedia presentation shows tcount (11.285)> ttable (2.042) so that H0 and H1 accepted. Thus, there is a significant difference between the learning outcomes of students who apply multimedia instructional presentation with students who do not apply in science lesson of fifth grade second semester academic year 2015/2016 in SDN 2 Banjar Bali. This means multimedia instructional presentations effectively used to improve outcomes of science learning. keyword : development, multimedia presentations, contextual, ADDIE
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 SERIRIT ., I Kadek Oka Wira Satria; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.784 KB)

Abstract

Permasalahan yang melandasi penelitian ini adalah keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar untuk meningkatkan minat belajar siswa dan rendahnya kualitas belajar IPA pada siswa dari kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 2 Seririt 2) mengetahui kualitas multimedia pembelajaran interaktif 3) mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIID dan VIIIE SMP Negeri 2 Seririt. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 87,27% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 85% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 92,83% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 91,4% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 19,048. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,0017. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (89,07) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (60,27).Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia interaktif, IPA The problem underlying this research is interesting learning media limitations and in accordance with the teaching materials to increase student interest and poor quality science learning in students from a minimum completeness criteria These research objectives are: 1) to produce multimedia interactive learning of science in second semester of class VIII academic year 2013/2014 in SMP Negeri 2 Seririt, 2) to know the quality of multimedia interactive learning ,3) to know the effectiveness of multimedia interactive learning. This research type is Research and Development, with ADDIE development model. This research involved graders VIIID and VIIIE SMP Negeri 2 Seririt. Data validity test media experts, content experts, expert design, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert evaluation of the content was 94% at the excellent qualifications. The result of the expert evaluation of media was 87,27% at the good qualifications. The result of the expert evaluation of design was 85% at the good qualifications. Individual test results of 94% at the excellent qualifications. The test result of small group was 92,83% at excellent qualification. The result of field tests was 91,4% at excellent qualification. Manual counting of learning outcomes obtained t count value 19,048. Value of t table with 5% significance was 2,0017. So the value of t count is greater than the value of t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences of science student learning outcomes between before and after the use of multimedia interactive learning. The mean value after using the multimedia interactive learning (89,07) was higher than before using the media (60,27).keyword : development, multimedia interactive learning, science
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER (PBK) DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SD NEGERI 4 BEBETIN I Gde Wawan Sudatha, Made Venthy Hendrawati Ketut Pudjawan
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.176 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di SD Negeri 4 Bebetin yakni masih rendahnya hasil belajar Matematika siswa kelas IV dan kurangnya pemanfaatan media dalam  proses pembelajaran. Media yang dikembangkan pada penelitian pengembangan ini berupa Video Pembelajaran untuk mata pelajaran Matematika kelas IV semester ganjil di SD Negeri 4 Bebetin . Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses rancang bangun dan kelayakan pengembangan video pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK). Tahapan-tahap dari model ini meliputi tahap concept, design, collecting materials, assembly, test drive dan distribution. Pada tahap validasi produk, video pembelajaran di validasi melalui review oleh para ahli (ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran dan ahli desain pembelajaran) dan validasi produk kepada siswa (validasi perorangan, validasi kelompok kecil dan validasi lapangan). Instrumen yang digunakan untuk melakukan pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuisioner/angket. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi proses rancang bangun dan kelayakan pengembangan video pembelajaran dalam mata pelajaran Matematika pada kelas IV semester ganjil di SD 4 Bebetin. Proses rancang bangun video pembelajaran dijelaskan melalui metode pencatatan dokumen berdasarkan tahapan-tahapan dari model Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK). Kelayakan pengembangan video pembelajaran diperoleh berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dari angket yang dikonversi ke dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5. Review ahli isi mata pelajaran mencapai 93,44% katagori sangat baik, review ahli media pembelajaran mencapai 85,71% kategori baik, review ahli desain pembelajaran mencapai 84,64% katagori baik, validasi perorangan mencapai 96,11% katagori baik, validasi kelompok kecil mencapai 93,88% katagori sangat baik, dan validasi lapangan mencapai 93,50% katagori sangat baik.   Kata kunci: pengembangan, model Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK), video pembelajaran, Matematika.