cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN MODEL HANNAFIN DAN PECK PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU UNTUK SISWA KELAS IV SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DI SD NEGERI 3 TAMAN KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG ., I Kadek Oka Mahendra Jaya Pg; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.547 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7632

Abstract

Video pembelajaran tentang implementasi puja trisandhya pada siswa SD kelas IV. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan desain pengembangan media video pembelajaran (2) menguji validitas hasil pengembangan media video pembelajaran Agama Hindu untuk siswa kelas IV SD dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan media video pembelajaran terhadap hasil belajar Agama Hindu siswa kelas IV SD. Penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan, penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin dan Peck sebagai tahapan pengembangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data validasi ahli isi mata pelajaran, ahli media dan ahli desain pembelajaran serta data dari siswa. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner untuk ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, uji coba perseorangan, dan uji coba kelompok kecil. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif naratif, dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 96% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 92% pada kualifikasi sangat baik. Ahli media sebesar 96% pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 96,6% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 96% pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 91,5% pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 5,69. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Agama Hindu siswa setelah menggunakan media (90,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67). Kata Kunci : media video pembelajaran, agana hindu, dan hasil belajar The learning video about the implementation of Trisandhya adoration to IV grade students of elementary school. The purposes of this research are (1) describing the design of the development learning video media (2) checking the result validity of media development of Hinduism religion subject learning video to IV grade students of elementary school (3) knowing the effectiveness of using the media development of learning video toward learning result in Hinduism religion subject of IV grade students of elementary school. This research is development research, this development research used Hannafin dan Peck model as the development stages. The data gathered in this research is the data of content validity of learning course, media expert and design expert of learning and the data from the students. The instruments used in collecting the data in the form of questionnaire for the experts of the learning course content, the experts of learning media, the experts of learning design, individual test and small group test. The data analysis used three technics such as descriptive qualitative analysis, descriptive narrative analysis technic, and descriptive quantitative analysis technic. The result of the evaluation from the experts shown that 96% in very good qualification. The experts of design shown that 92% in good qualification. The experts of media shown that 96% in good qualification. Individual test shown that 96,6% in very good qualification. Small group test shown that 96% in good qualification. Field test shown that 91,5% in good qualification. The calculation of the learning result manually got the result of t arithmetic was 5,69. The result of t table significant degree 5% was 2.000. Thus, the result of t arithmetic is bigger than t table hence H0 rejected and H1 accepted. The students’ learning result in Hinduism religion when using media (90,67) is higher than before using the media (55,67). keyword : learning video media, Hinduism religion and learning result
PENGARUH MODEL TAKE AND GIVE BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Ni Luh Gede Sri Yuliastini; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.635 KB)

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Singaraja adalah rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh cara mengajar guru yang masih konvensional, oleh karena itu penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsi hasil belajar IPS siswa kelompok eksperimen yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa kelompok kontrol yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Randomize Subjects Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 555 orang dengan sampel kelas VII.13 dan VII.14.Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 24,61 berada pada kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional menunjukkan skor rata-rata 16,28 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung=11,27>ttabel1,667). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Take and Give, multimedia interaktif The problem faced in learning IPS in SMP Negeri 2 Singaraja was lowliness of the learning outcomes which was caused by the conventional teaching technique implemented, so the present study aimed in 1) to describe the learning outcomes on IPS of students in experimental group who given cooperative learning model especially Take and Give technique combined with interactive multimedia, 2) to describe the learning outcome on IPS of control group students who given conventional technique, 3) to investigate the significant difference of the learning outcomes of IPS between students who are taught by Take and Give technique combined with interactive multimedia and Conventional technique. The study was quasy experiment with Randomize Subjects Posttest Only Control Group Design. The population was seventh grade students which included 555 students. The samples were VII.13 and VII.14 classes. The data was the learning outcomes on IPS. The instrument used was objective test. The data was analyzed with descriptive statistic and inferential statistic using t-test. The result of the study showed 1) the students’ learning outcomes on IPS who are taught by Take and Give technique combined with interactive multimedia had the mean score 24.61 which is on highest category, 2) the students’ learning outcomes on IPS who are taught by conventional technique had the mean score 16.28 which was on average category, 3) there was a significant difference on students’ learning outcomes on IPS between students who are taught by Take and Give technique combined with interactive multimedia and Conventional technique where the tobserved (11.27) was higher than tcritical value (1.667). It can be concluded that Take and Give technique combined with interactive multimedia had significant effect on students’ learning outcomes on IPS of seventh grade students in SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2014/2015. keyword : Take and Give, interactive multimedia.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Putu Yogi Santosa; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.166 KB)

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya pada pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, dan minimnya penggunaan media pada setiap proses pembelajaran. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu 1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pembelajaran yang dikembangkan, dan 2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials collecting, assembly, testing, dan distribution serta untuk mengetahui kelayakan produk multimedia pembelajaran ini dilakukan dengan uji coba pada para ahli dan siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja. Metode untuk menganalisis kebutuhan berupa wawancara dan instumen pengumpulan data berupa kuesioner. Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 6 siswa untuk uji coba perorangan, dan 12 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Data dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan produk pengembangan berupa CD multimedia pembelajaran yang layak pakai pada Mata Pelajaran IPA kelas VII semester ganjil di SMP Negeri 4 Singaraja. Hasil uji ahli isi menunjukkan nilai 80% dan berada pada kualifikasi baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 90% berada pada kualifikasi sangat baik, dan penilaian dari ahli desain menunjukkan nilai 85% berada pada kulaifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukkan nilai 88,21% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukkan nilai 85,9% berada pada kualifikasi baik.Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran Problems perceived by the students of class VII in SMP Negeri 4 Singaraja in following the process of learning, especially in science lessons is the monotonous implementation of the learning process, and the lack of media used on any learning process. The purposes of this research are 1) to determine the design of multimedia instructional developed, and 2) to determine the quality of learning outcomes in developing multimedia development. This research methods of development use Luther’s model thatconcerned in the development of a model of the stages of concept, design, collecting materials, assembly, testing, and distribution as well as to determine the feasibility of multimedia learning products is done by testing experts and students in class VII in SMP Negeri 4 Singaraja. Methods for analyzing are interviews and data collection instrument in the form of a questionnaire. Test subjects of this study consisted of one expert subject matter content, an instructional design expert, an expert instructional media, 6 students for individual trials, and 12 students for small group trials. Data were analyzed using two techniques, they are qualitative and quantitative descriptive analysis. This research resulted in the development of products such as multimedia CD worthy life lessons on science Subject class VII semester in SMP Negeri 4 Singaraja. The test results demonstrate the value of expert content and 80% are in good qualifications, test media experts assess the learning outcomes of media with 90% at the excellent qualifications, and assessment of design experts demonstrates the value of 85% in wellqualification. Individual trial results demonstrate the value of 88.21% at good qualifications, and a small group trial demonstrates the value of 85.9% was well qualified.keyword : development, luther models, multimedia learning
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Ngh Wira Astawa; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.313 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7664

Abstract

Multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA untuk siswa SMP kelas VII. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif (2) mendeskripsikan hasil validasi pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dan (3) menguji efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interkatif terhadap pretasi belajar IPA siswa kelas VII SMP. Penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan, penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg & Gall sebagai tahapan pengembangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data validasi ahli isi mata pelajaran, ahli media dan ahli desain pembelajaran serta data dari siswa. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner untuk ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, uji coba perseorangan, dan uji coba kelompok kecil. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif naratif, dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 91,8% pada kualifikasi sangat baik. Ahli media sebesar 93,3% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 91,3% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 94,6% pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 89% pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 12,207. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti hasil belajar IPA terdapat perbedaan yang signifikan yaitu hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media.Kata Kunci : multimedia interaktif, IPA, prestasi belajar. Interactive learning multimedia in science subject for the seventh grade of junior high school students. The purposes of this study are (1) to describe the design of interactive learning multimedia development (2) to describe the validation result of interactive learning multimedia development (3) to examine the effectiveness of the use of interactive learning multimedia on the seventh grade of junior high school student’s achievement. This study is a development research which used Borg & Gall model as the development stage. The data in this study were collected from the validation of the course content expert, instructional media specialist, expert of the instructional design, as well as data of the student’s learning. The instrument used was questionnaire for the course content expert, instructional media specialist, expert of the instructional design, individual trial, and small group trial. The data analysis techniques were three, namely descriptive qualitative analysis technique, narrative descriptive analysis technique, and descriptive quantitative analysis technique. The result of the evaluation on the course content expert shows 90% falls on the very good qualification, instructional design expert with 91.8% on very good qualification and instructional media specialist 93.3% on the very good qualification. While the result of individual trial shows 91.3% on the good qualification, the small group with 94.6% on the good qualification, and the field tests shows 89% on the good qualification. The result of the manual learning outcome shows that t values 12.207 quantification. The value of t on the 5% significant table level was 2.021. So, the quantification of t is bigger than the significant table of t which made H0 rejected and H1 accepted. This means that there is a significant difference between the science subject learning outcomes before using the media and after using the media.keyword : multimedia interactive, science, learning achievement.
KEMAMPUAN SISWA DALAM PELAJARAN BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Dwipayana, I Kadek
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 1 (2013): Edisi Januari 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.574 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) tingkat kemampuan siswa terhadap pelajaran biologi dengan menggunakan  media pembelajaran berbasis video animasi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja dan (2) kendala yang dihadapi siswa dalam memahami pelajaran biologi dengan menggunakan  media pembelajaran berbasis video animasi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja. Desain penelitian ini adalah penelitian survei subjek  dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja. Objek dalam penelitian ini yaitu kemampuan siswa terhadap pelajaran biologi dengan menggunakan media pembelajaran berbasis video animasi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan kuesioner. Data tingkat kemampuan siswa memahami keanekaragaman mahluk hidup dengan teknik analisis kuantitatif, sedangkan data kendala yang dihadapi oleh siswa dalam memahami keanekaragaman mahluk hidup dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, tingkat kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja dalam memahami keanekaragaman mahluk hidup tergolong cukup sesuai dengan kreteria teoretis dan tergolong sedang jika menggunakan kreteria aplikatif di sekolah. Rata–rata skor hasil tes sebesar 75. Sementara itu, penguasaan materi memahami keanekaragaman mahluk hidup tergolong baik ditunjukkan dengan indeks prestasi kelompok sebesar 85. Kedua, kendala siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja adalah belum pernah diberikan  pembelajaran menggunakan media video animasi. Kendala terbanyak yang ditemui siswa adalah ketidakserasian antara gambar yang terdapat pada tampilan dan bentuk asli dari gambar tersebut. Kendala lain adalah siswa perlu diputarkan media video animasi lebih dari sekali agar mereka memahami materi dalam video.   Kata kunci: kemampuan siswa, media pembelajaran, video animasi.
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., I Gusti Ngurah Putu Mei Wartama; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.494 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMP Laboratorium Undiksha adalah belum tersedia sistem pembelajaran online mata pelajaran IPA kelas VIII dan kurangnya pemanfaatan hotspot sekolah untuk menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan proses rancang bangun e-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui hasil validasi e-learning berbasis moodle, (3) mengetahui efektivitas e-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPA. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D(define, design, develop, desseminate). Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes dengan instrumen kuesioner dan tes hasil belajar berupa tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah 1) proses rancang bangun e-learning berbasis moodle termasuk kedalam tahapan perancangan(design) dan pengembangan(develop) pada model 4-D. Proses rancang bangun e-learning melalui tiga tahapan yaitu: a)pembuatan flowchart, b)pembuatan storyboard, dan c) pengembangan storyboard. 2) hasil validasi e-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPA menurut penilaian ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 90,66%, b) ahli desain pembelajaran 92%, c) ahli media pembelajaran 90,66%, tiga ahli berada pada kategori sangat baik serta d) uji coba perorangan 91,5% berada pada kategori sangat baik, e) uji coba kelompok kecil 91,2% berada pada kategori sangat baik, dan e)uji coba lapangan 86% berada pada kategori baik. 3) Efektivitas hasil pengembangan e-learning menunjukkan thitung = 19,72 > ttabel =2,000, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA sebelum dan setelah menggunakan e-learning berbasis moodle. Dengan demikian, e-learning yang dikembangkan efektif digunakan dalam proses pembelajaran IPA.Kata Kunci : Pengembangan, E-learning, Moodle, IPA The problems were found in SMP Laboratorium Undiksha is not available online learning system for teaching science class VIII and the lack of utilization school hotspot to support learning process. This research aimed to: (1) described the design and develop process of e-learning based moodle in science subjects, (2) determined the results of the validation process of e-learning based on moodle, (3) determined the effectiveness process of e-learning based moodle in science subjects. Development models used in this researched is a model 4-D (define, design, develop, desseminate). Data were collected by questionnaire method and test method with the questionnaire instrument and tests of learning outcomes in the form of objective tests. The data were analysed use descriptive analysis qualitative, quantitative and inferential statistics. Results of this research were 1) process design of e-learning based moodle included into the design and develop stage in 4-D models. Process design of e-learning through three stages, namely: a) made a flowchart, b) made a storyboards, and c) developed a storyboards. 2) validation results e-learning based on moodle in science subjects accorded to expert assessment and students are: a) the expert of study field 90.66%, b) the expert of instructional design 92%, c) the expert of instructional media 90.66%, three experts located in the very good category and d) individual trials 91.5% are in the very good category, e) small group trials 91.2% are in the very good category, and e) field trials 86% are in the good category. 3) The effectiveness of e-learning development results t = 19.72> table = 2.000, there were significant differences in science learned outcomes before and after used e-learning based moodle. Thus, e-learning is developed effectively used in the process of learning science.keyword : Development, E-learning, Moodle, Science
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING DAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD GUGUS IX KECAMATAN BULELENG ., Made Widiari; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.394 KB)

Abstract

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional sehingga untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam penelitian ini menerapkan metode pembelajaran mind mapping. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran mind mapping, (2) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran ekspositori, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antar kelompok siswa menggunkan metode pembelajaran mind mapping dengan metode ekspositori pada siswa kelas III semester genap tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus IX kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian terdiri dari empat sekolah yaitu SDN 1 Banjar Jawa 25 siswa, SDN 3 Banjar Jawa 24 siswa, SDN 5 Banjar Jawa 29 siswa dan SDN 1 Astina 29 siswa, sehingga jumlah populasi adalah 107 siswa. Sedangkan sampel penelitian yang digunakan adalah SDN 1 Banjar Jawa dan SDN 3 Banjar Jawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) deskripsi hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan metode pembelajaran mind mapping menunjukkan skor rata-rata 42,10 berada pada kategori sangat tinggi (2) deskripsi hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol dengan menggunakan metode pembelajaran ekspositori rata-rata skor siswa adalah 32,64 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antar kelompok siswa yang menggunakan metode pembelajaran mind mapping dan yang menggunakan metode pembelajaran ekspositori. Perbedaan tersebut dilihat dari thitung > ttabel (3,89 > 1,68). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran mind mapping berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dibandingkan dengan metode pembelajaran ekspositori.Kata Kunci : mind mapping, ekspositori, hasil belajar. The problem underlying this study is the low learning outcomes of students who are taught using conventional teaching methods so as to improve student learning outcomes in this study apply mind mapping (map think learning methods. The purpose of this study was (1) to describe the mathematics learning outcomes of students who learned with the learning method of mind mapping (map think), (2) describe the mathematics learning outcomes of students who learned with expository teaching methods, (3) determine differences in mathematics learning outcomes significantly between group of students who learned with the learning method with learning methods mind mapping (map think) with expository method in class III semester of academic year 2013/2014 in the SD cluster IX Buleleng districts. This study was a quasi-experimental design with a post-test only control group design. The study population consisted of four schools namely SDN 1 Banjar Jawa 25 students, 3 Banjar Jawa SDN 24 students, 5 Banjar Jawa SDN 29 and SDN 1 Astina students 29 students, so the total population is 107 students. While the sample study is a SDN 1 Banjar Java and SDN 3 Banjar Java. The results of this study indicate that: (1) a description of the results of the experimental group students mathematics learning using learning methods mind mapping showed an average score of 42.10 was the very high category (2) a description of the results of the control group students learn mathematics with expository teaching methods the average score was 32.64 students in middle category, (3) there are differences in mathematics learning outcomes significantly between groups of students who use the learning method that uses mind mapping and expository teaching methods. The differences are seen from tcount> ttable (3.89> 1.68). Based on the research results, it can be concluded that the methods of learning mind mapping positive effect on mathematics learning outcomes compared with expository teaching methods.keyword : Key words: mind mapping, expository, learning outcomes.
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO BAHASA INDONESIA BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN AUDIO-LINGUAL DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Putu Ayu Suryaningsih; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.499 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7720

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu rendahnya mutu pendidikan dan rendahnya hasil belajar yang disebabkan oleh kurangnya perhatian guru terhadap kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media audio, (2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan media audio menurut review para ahli dan uji coba produk, dan (3) untuk mengetahui efektivitas media audio Bahasa Indonesia berorientasi pada pembelajaran audio-lingual untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Pengambilan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket dan tes objektif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 94% pada kualifikasi sangat baik. Ahli media sebesar 92% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 92% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 92,83% masing-masing pada kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 92,53% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Pada uji efektivitas media audio pembelajaran menunjukkan hasil t-hitung (9,58) > t-tabel (2,00), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebelum dan sesudah menggunakan media audio pembelajaran. Dengan demikian media audio pembelajaran yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.Kata Kunci : Pengembangan, Media Audio, ADDIE This research was conducted based on a problem of the low quality of education and low learning outcomes caused by the lack of attention from the teacher to the quality of the learning process. This research aimed to (1) describing the design of the development of audio media, (2) assessing the quality of the audio according to a review of media development experts and product trials, and (3) determining the effectiveness of audio media learning-oriented Indonesian audio-lingual for seventh grade students in SMPN 6 Singaraja academic year 2015/2016. This type research was research and development by using ADDIE model. Data collected by using the method of recording documents, questionnaires, and written test. Data collection instruments used were documents recording sheet, questionnaire, and objective tests. Data analysis techniques used in this research was descriptive and qualitative analysis, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert evaluation showed that 90% in the category of very good. The result of expert design showed that 94% in the category of very good. The result of expert media showed that 92% in the category of very good. Individual test result as 92%, small group test result as 92,83%, and each of them were on excellent qualification, also field test as 92,53 % in excellent qualification thus the media was valid to be tested. In the test the effectiveness of the learning audio media determine the results of t-test (9.58) > t-table (2.00), so that H0 and H1 accepted. This means, there is the significant difference to student learning outcomes in Indonesian subjects before and after using audio media learning. Thus developed instructional audio media effectively to improve student learning outcomes in subjects Indonesian.keyword : Development, Audio Media, ADDIE
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA I Kadek Suartama, Putu Herlina Florensia SN, A. A Gede Agung,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.469 KB)

Abstract

Sampai saat ini multimedia pembelajaran belum ada dan perlu dikembangkanuntuk mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 3 Singaraja. Tujuan penelitianini untuk mendeskripsikan rancang bangun dan menguji kelayakan hasilpengembangan multimedia pembelajaran. Model pengembangan yangdigunakan adalah model Mardika. Tahapannya meliputi analisis kebutuhan,desain pembelajaran, produksi/pengembangan media, validasi ahli, revisi, ujicoba produk. Proses rancang bangun multimedia pembelajaran ini sesuaiprosedur pengembangan dengan mengikuti alur bagan dan papan cerita yangtelah dirancang. Kemudian setiap komponen multimedia dikumpulkan, dirakit,dan akhirnya dikemas dalam sebuah CD untuk selanjutnya ditinjau dan diujicobakan. Mengenai kelayakan hasil multimedia pembelajaran berdasarkan datadari angket yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dikonversike dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5. Tinjauan ahli isi mata pelajaranmencapai 95,38% katagori sangat baik, tinjauan ahli desain pembelajaranmencapai 89,23% katagori baik, tinjauan ahli media pembelajaran mencapai88,70% katagori baik, uji coba perorangan mencapai 91,43% katagori sangatbaik, uji coba kelompok kecil mencapai 90,24% katagori sangat baik, dan uji cobalapangan mencapai 91,91% katagori sangat baik. Oleh karena itu media yangdihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai, karena telah dilakukan validasisesuai aturan.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL 4D PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Dadek Arywiantari; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.794 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMP Negeri 3 Singaraja adalah minimnya media pembelajaran yang memfasilitasi guru dalam proses pembelajaran IPA pada kelas VII semester II, sehingga dilaksanakanlah penelitian yang bertujuan menghasilkan produk multimedia interaktif. Secara operasional tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pembelajaran multimedia interaktif; mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada pembelajaran IPA; dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan 4D. Subjek uji coba terdiri dari uji ahli isi, ahli desain, ahli media, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan rancang bangun multimedia interaktif dengan model 4D meliputi empat tahap sebagai berikut: (a) pendefinisian, (b) perancangan, (c) pengimplementasian, dan (d) penyebaran. Uji ahli isi mata pelajaran IPA berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 94,28%; uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90,77%; uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90%; uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 93,07%; uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 92,64% dan uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 97,65%. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 27,746. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar dari pada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berarti nilai rerata atau mean posttest yang lebih besar dari nilai rerata atau mean pretest, dapat dikatakan bahwa multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : Multimedia Interaktif, IPA, dan Hasil Belajar. Problems were found in SMP Negeri 3 Singaraja is the lack of media that facilitates learning in the learning process of teacher’s science in class VII grade of second half, so it has been conducted research aimed at producing interactive multimedia. Operationally these objectives elaborated into three stages of work-related, which described the design of interactive multimedia learning; described the quality of the development of interactive multimedia in teaching science; and describe the effective used of interactive multimedia on learning outcomes of students in learning science. This type of the study is research and development which used the model of development of 4D. Subject test consisted of test content expert, design experts, media experts, individual test, small groups of test and field test was obtained by using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis t-test. The results showed the design of interactive multimedia 4D model includes four stages as follows: (a) define, (b) design, (c) develop, and (d) disseminate. Test content expert in the science subjects are excellent qualifications is 94.28%; test instructional design experts are on excellent qualifications is 90.77%; test learning media experts are at a very good qualification is 90%; individual testing are at a very good qualification is 93.07%; small group trial is the excellent qualifications, namely 92.64%, and field trials are in excellent qualifications is 97.65%. The calculation of learning outcomes manually is 27.746 t. T table price of significance level of 5% is 2,021. So the price of t is bigger than t table price. So that H0 was rejected and H1 was accepted. Means that, the mean of posttest value bigger than the mean of pretest value, so it can be concluded that the interactive multimedia in science subjects can improve the learning outcomes of science effectively.keyword : Interactive Multimedia, Science, and Learning Outcomes.