cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP NEGERI 1 SAWAN Nyoman Wirya, Putu Gebby Handarbeni, Ketut Pudjawan,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.213 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena adanya permasalahan mengenai keterbatasanmedia pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII di SMPNegeri 1 Sawan.Tujuan penelitian ini, untuk mendeskripsikan proses rancangbangun dan mengetahui kualitas hasil pengembangan media pembelajaran berbasismultimedia. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model penelitianpengembangan yang digunakan adalah model Luther. Tahapannya meliputi konsep,desain, pengumpulan materi, perakitan, uji coba, dan distribusi. Setelah melaluitahap produksi dihasilkan produk awal kemudian dilakukan review oleh seorang ahliisi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran.Selanjutnya dilakukan validasi siswa yaitu validasi perorangan, validasi kelompokkecil, dan validasi lapangan. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistikdeskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Proses rancang bangunpengembangan media pembelajaran berbasis multimedia ini menggunakan modelLuther terdiri dari enam tahapan yaitu konsep, desain, pengumpulan materi,perakitan, uji coba, dan distribusi. Kualitas hasil pengembangan di konversi kedalamPAP Skala 5. Kualitas hasil pengembangan menunjukkan: Menurut ahli isi matapelajaran termasuk kriteria sangat baik dengan persentase tingkat pencapaian92,3%, menurut ahli desain pembelajaran termasuk kriteria sangat baik denganpersentase tingkat pencapaian 90%, menurut ahli media pembelajaran termasukkriteria baik dengan persentase tingkat pencapaian 81%, pada validasi perorangan,kelompok kecil, dan lapangan terkonversi dengan kriteria sangat baik denganpersentase tingkat pencapaian 98,5 %, 96%, dan 92,56%. Oleh karena itu,multimedia yang dihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai.Kata kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, bahasa indonesia
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA DENGAN MODEL LUTHER PADA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN 2014/2015 DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., I Made Anindya Mardawa; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.238 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun produk multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas produk multimedia pembelajaran interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Luther. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, wawancara, kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran; 2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 83,3% berada pada kualifikasi baik b) ahli desain pembelajaran 94% berada pada kualifikasi sangat baik c) ahli media pembelajaran 83% berada pada kualifikasi baik serta d) uji coba perorangan 90 %, uji coba kelompok kecil 91,2%, dan uji coba lapangan 90,1% yang semuanya pada kategori sangat baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan Multimedia pembelajaran interaktif menunjukkan signifikansi. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 19,97. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 1,99. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Multimedia pembelajaran interaktif. Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA The research was motivated by the problems of the limitations of media learning interesting and according teaching materials. This study aimed to: (1) describe the design of multimedia interactive learning in science subjects, (2) know the quality of multimedia interactive learning products according to the review expert, and tests conducted on the students, and (3) know the effectiveness of multimedia interactive learning science subjects. This research was research development. This research used model of Luther. Data collected by the method of recording documents, questionnaires and tests. The data analysis using descriptive analysis qualitative, quantitative and statistical inferential / inductive t-test. Results of this research are 1) a description of the development of multimedia instructional design; 2) the quality of the development of media according to the review expert and students. Results of the review done by: a) Instructional content expert is 83.3% indicate good qualification b) instructional design experts is 94% indicate very good qualification c) expert instructional media is 83% in good qualification d) One-to-one testing is 90%, Small group testing is 91.2%, and Field testing is 90.1% which all in very good category; 3) The effectiveness of the development of multimedia interactive learning indicate significance. Learning outcome that was calculate manually obtains number of t count 19.97 Value of t 5% significance is 1.99. Therefore t count is higher than t table It can be concluded that H0 is refused and H1 was accepted. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using multimedia interactive learning.keyword : development, multimedia interactive, natural science
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 SERIRIT ., Ni Wayan Mei Ananda Putri; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.247 KB)

Abstract

Permasalahan yang melandasi penelitian ini adalah kurangnya pemanfaatan fasillitas hotspot di sekolah dan rendahnya kualitas belajar IPA pada siswa dari kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan e-learning berbasis Schoology pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2013/2014 di SMP Negeri 1 Seririt 2) mengetahui kualitas e-learning berbasis Schoology 3) mengetahui efektifitas penggunaan e-learning berbasis Schoology.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIID dan VIIIE SMP Negeri 1 Seririt. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,2% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 93,78% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 88,49% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 5,311. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 1,9935. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan e-learning berbasis Schoology. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (87,03) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (59,24).Kata Kunci : pengembangan, e-learning, schoology, IPA E-learning development with Schoology for IPA subject is based on lack of utilization of hotspot in school and student learning quality is below minimum achievement criteria. These research objectives are: 1) to produce Schoology-based of IPA e-learning in second semester of class VIII academic year 2013/2014 in SMP Negeri 1 Seririt, 2) to know the quality of Schoology-based e-learning,3) to know the effectiveness of Schoology-based e-learning. This research type is Research and Development, with ADDIE development model. This research involved graders VIIID and VIIIE SMP Negeri 1 Seririt. Data validity test media experts, content experts, expert design, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert evaluation of the content was 90% at the excellent qualifications. The result of the expert evaluation of media was 94% at the excellent qualifications. The result of the expert evaluation of design was 94% at the excellent qualifications. Individual test results of 95.2% at the excellent qualifications. The test result of small group was 93.78% at good qualification. The result of field tests was 88.49% at good qualification. Manual counting of learning outcomes obtained t count value=5,311. Value of t table with 5% significance was 1.9935. So the value of t count is greater than the value of t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences of IPA student learning outcomes between before and after the use of Schoology-based of IPA e-learning. The mean value after using the media (87.03) was higher than before using the media (59.24).keyword : Development, e-learning, Schoology, IPA
PENGEMBANGANMULTIMEDIA INTERAKTIFPADA MATA PELAJARAN IPA TERPADU KELAS VII SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 2 SERIRIT I Ketut Pudjawan, G.N. Hardhiyasa, I Made Tegeh,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.851 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah nilai siswa dalam pelajaran IPA Terpadu rendah, dan multimediainteraktif yang mendukung pada mata pelajaran IPA Terpadu belum tersedia. Tujuan penelitian iniadalah (1) untuk mengetahui rancang bangun pengembangan media pembelajaran berbasismultimedia interaktif, dan (2) untuk mengetahui kualitas hasil penelitian dan pengembangan mediapembelajaran berbasis multimedia interaktif menurut uji ahli, uji perorangan, uji kelompok kecil, danuji lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Setelah melalui tahap produksidihasilkan produk awal kemudian dilakukann beberapa tahap validasi oleh seorang ahli mediapembelajaran. Selanjutnya produk diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap, yaitu uji cobaperorangan dengan enam siswa subyek coba, uji coba kelompok kecil dengan duabelas siswa subyekcoba, dan uji coba lapangan dengan tiga puluh siswa subyek coba. Metoda pengumpulan data adalahmetoda kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantintatif. Penelitianini menghasilkan produk pengembangan berupa CD pembelajaran multimedia interaktif yang layakpakai. Hasil penelitian menunjukkan isi mata pelajaran termasuk kriteria sangat baik denganpersentase tingkat pencapaian 92,9%. Kualitas media ditinjau dari aspek desain pembelajarantermasuk kriteria baik dengan persentase 75,38%. Kualitas media ditinjau dari aspek mediapembelajaran termasuk kriteria baik dengan persentase 88,18%. Pada uji coba perorangan, kelompokkecil dan uji lapangan terkonversi dengan kriteria baik dengan persentase berturut-turut 85,53%,83,45%, dan 84,67%. Oleh karena itu media yang dihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai.Kata kunci: pengembangan, multimedia, multimedia interaktif
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN MODEL ADDIE PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Luh Putu Ayu Febriani; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.312 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMK Negeri 3 Singaraja adalah belum optimalnya hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas X semester genap. Salah satu indikasinya adalah capaian rerata hasil belajar Bahasa Indonesia sebesar 75 yang masih di bawah angka nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 80. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan video pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan video pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas X SMK, dan (3) mengetahui efektivitas video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas X SMK. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X TKR 1 dan X TKR 2 SMK Negeri 3 Singaraja masing-masing sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil penelitian menemukan (1) desain pengembangan video pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia dimulai pada fase analisis yang menghasilkan kompetensi sasaran, karakteristik, pengetahuan dan analisis materi pembelajaran, yang selanjutnya dijadikan acuhan dalam membuat storyboard. Storyboard inilah yang dijadikan acuhan dalam mengembangkan video pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia. (2) kualitas hasil pengembangan video pembelajaran menurut Review ahli. Hasil review ahli isi sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli desain sebesar 90,9% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli media sebesar 98,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 79% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 81,58% berada pada kualifikasi baik. (3) efektifitas video pembelajaran diperoleh t hitung hasil uji lapangan sebesar 88,6% berada pada kualifikasi baik. harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (89,83) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (69,33). Hal ini berati video pembelajaran efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia Kata Kunci : media pembelajaran, Bahasa Indonesia, dan hasil belajar The problem that was found in SMKN 3 Singaraja was the learning outcomes of Bahasa Indonesia subject at X grade students in second semester were not optimal yet. One of the indication was the average of students learning outcomes in Bahasa Indonesia subject was 75 which is under the completeness score is 80. The factor that cause it was the student have less interest in learning and the teaching method of the teacher is only giving the theory. This research aims to (1) describe the development of video instructional design, (2) determine the quality of result of the development Bahasa Indonesia of instructional videos for students at X grade SMK, and (3) determine the effectiveness of instructional video on students’ Bahasa Indonesia learning outcomes at X grade SMK. This study was a research development, with ADDIE model. The study involved students of class X TKR 1 and X TKR 2 in SMK Negeri 3 Singaraja with 30 students in each. The methods of data collection in this study were (1) the document recording, (2) questionnaire and (3) test. The data were obtained from documents recording, and analyzed descriptive qualitatively. The data from questionnaires were analyzed descriptive qualitatively and quantitatively. The data obtained from test method were analyzed by inferential statistic. The results found that (1) the design development of instructional video for Bahasa Indonesia started from the analysis phase that produces the target competencies, characteristics, knowledge and analysis of learning materials, which in turn became the reference in making storyboards. This storyboard is used as reference in developing instructional video for Bahasa Indonesian subjects. (2) the quality of the development of instructional videos according to expert review. The result of expert review contents is 90% in the very good qualifications. The result of expert review design is 90.9% in the very good qualifications. The result of media expert review is 98.3% in the very good qualifications. The result of individual test is 79% in the very good qualifications. The result of a small group of test is 81.58% in a good qualification. (3) the effectiveness of instructional video obtained t count the results of field tests is 88.6% in a good qualification. The t score is greater than the t score of table so that H0 rejected and H1 accepted. So there are significant differences of students’ Bahasa Indonesia learning outcomes between before and after the use of instructional media. The average value after using the media (89.83) is higher than before using the media (69.33). keyword : learning media, Bahasa Indonesia, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA TERPADU KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 TEGALLALANG ., I Wayan Yudiarta; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.298 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi permasalahan keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran; mendeskripsikan kualitas multimedia pembelajaran; dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu pada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 2 Tegallalang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model ASSURE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIIB di SMP Negeri 2 Tegallalang. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Rancang bangun multimedia pembelajaran ini telah dikembangkan terdiri dari melakukan analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan storyboard. Hasil evaluasi ahli isi 75,6% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media 89% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan 96,667% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 96,25% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 92,833% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 35,489. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA Terpadu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (82,33) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (59,83).Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, hasil belajar. The research is motivated development issues interesting learning media limitations and in accordance with the teaching materials. This study aims to describe the design of multimedia learning; describe the quality of multimedia learning; and describe the use of multimedia learning effectiveness in improving student learning outcomes in science subjects integrated in the second semester of eighth grade students at SMP Negeri 2 Tegallalang. Type of research is the development of research, the model ASSURE. The study involved students in Junior High School class VIIIB at SMP Negeri 2 Tegallalang. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. Data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics. The design of multimedia learning has been developed consisting of a needs analysis, determine the software, develop flowcharts and storyboards. The results of the expert evaluation of the content of 75.6% at a good qualification. The results of the expert evaluation of the media 89% at a good qualification. The results of expert evaluation of design 92% are at a very good qualification. 96.667% of individual test results are in very good qualification. The result of a small group of 96.25% at a very good qualification. 92.833% field test results are very good in qualifying. Calculation t results obtained manually learning outcomes 35,489. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Integrated Sciences student learning outcomes between before and after using the multimedia learning. The average value after using the media (82.33) was higher than before using the media (59,83).keyword : development, multimedia learning, learning outcomes.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VIII SEMESTER II DI SMPN 1 UBUD TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Wayan Romi Sudhita, Anak Agung Gede Bagus, I Dewa Kade Tastra,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.277 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMPN 1 Ubud yakni masih rendahnya hasil belajar BahasaIndonesia siswa kelas VIII dan kurangnya pemanfaatan media dalam pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pada mata pelajaranBahasa Indonesia yang relevan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiksiswa, serta mampu memberikan daya tarik dan mempermudah siswa dalam memahamimateri secara efektif dan efisien. Subyek coba terdiri dari seorang ahli isi mata pelajaranBahasa Indonesia, seorang ahli media pembelajaran, seorang ahli desain pembelajaran,enam orang siswa untuk uji perorangan, duabelas orang siswa untuk uji kelompok kecil, dantiga puluh siswa untuk uji lapangan. Model penelitian ini adalah penelitian pengembanganproduk analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation (ADDIE). Datatentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkna dengan angket atau kuisioner yangselanjutnya dianalisis dengan teknik analaisis deskriptif kualitas dan teknik analisis deskriptifkuantitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) uji ahli isi mata pelajaran Bahasa Indonesiaberada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 97%), (2) uji ahli media pembelajaranberada pada kualifikasi baik (persentase = 84%), (3) uji ahli desain CD (Compact Disc)pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 86%), (4) uji cobaperorangan berada pada kualifikasi baik (persentase = 79%), (5) uji kelompok kecil beradapada kualifikasi baik (persentase = 78%), (6) uji coba lapangan berada pada kualifikasi baik(persentase = 76%)Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran, multimedia interaktif
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF AGAMA HINDU DENGAN MODEL ADDIE UNTUK SISWA KELAS VIII SMP ., Gusti Ayu Made Mega Pertiwi; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.192 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan kurang dimanfaatkannya fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif Agama Hindu untuk siswa kelas VIII SMP, dan mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar Agama Hindu siswa kelas VIII SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIIA2 SMP Negeri 3 Sawan sebanyak 35 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner dan tes.. Data yang didapatkan dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Rancangan pengembangan multimedia interaktif dikembangkan melalui analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan stroryboard. Hasil evaluasi ahli isi mata pelajaran 96,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain 95% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 88% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 98 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 97,5% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 6,04. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Agama Hindu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (88,14) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (60,43).Kata Kunci : multimedia interaktif, Agama Hindu, dan hasil belajar The background of this research was problem of the limitation of interesting and the school’s facilities are not functioned optimally. The purposes of this research are to describe development of design for interactive learning multimedia, to verify the validity of interactive learning multimedia for hindu religion lesson in junior high school at eight class, and to know the effectiveness of instructional interactive learning multimedia for the outcomes of student learning in junior high school at eight class. This is research and development, with ADDIE model. This research involved thirthy five students of class VIIIA2 of SMP Negeri 3 Sawan. All the datas are colected by questionaire and testing methods. The datas that have been found by questionaire method were analysed by using qualitative and quantitative descriptive techniques. While, the other datas that have been found by testing method was analysed by using inferential statistic techniques. Interactive multimedia development plan developed through the analysis of need, determine the software, develop flowchat an storyboad. Instructional content expert evaluation is 96.6% indicate very good qualification. Design expert evaluation is 95% indicate very good qualification. Media expert evaluation is 88% indicate good qualification. One-to-one testing is 98% indicated very good qualification. Small group testing was 97.5% indicated very good qualification. Field testing is 93.3% indicate very good qualification. Learning outcome that was calculate manually obtains number of tcount 6.04. Value of ttable 5% significance is 2.000. Therefore tcount is higher than ttable. It can be concluded that H0 is refused and H1 was accepted. Based on the finding, there were significant differences between of hindu religion learning outcomes before and after using interactive learning multimedia. Mean score after usage of media (88.14) is higher than before (60.43).keyword : interactive multimedia, hindu religion, learning outcome
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN IPS KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 2 TEGALLALANG ., Ni Wayan Nataliani; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.027 KB)

Abstract

Permasalahan di SMP N 2 Tegallalang adalah belum tercapainya tujuan pembelajaran IPS Terpadu secara maksimal. Sebagian besar siswa memperoleh hasil belajar yang kurang dari KKM yang ditentukan, sehingga dilakukan penelitian produk multimedia pembelajaran IPS Terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia Pembelajaran untuk mata pelajaran IPS Terpadu, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia Pembelajaran menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia Pembelajaran untuk mata pelajaran IPS Terpadu. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model ASSURE. Desain multimedia Pembelajaran diproduksi dengan merancang storyboard sebagai dasar merancang produk. Validasi media dilakukan oleh satu ahli bidang studi, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 27 siswa uji coba lapangan. Efektivitas multimedia pembelajaran dilakukan oleh 27 siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media yang dilakukan oleh: (a) ahli isi mata pelajaran 96%; (b) ahli desain pembelajaran 97,5% yang keduanya mempunyai katagori sangat baik; (c) ahli media pembelajaran 84% pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 96%; uji coba kelompok kecil 93,2%, dan uji coba lapangan 91,40% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik; (3) efektivitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 13,99> ttabel =2,000. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran.Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPS Problems in SMP N 2 Tegallantang is not the achievement of learning objectives to the fullest Integrated Social Science. Most students obtain the learning outcomes that are less than the specified KKM, so do product research Integrated multimedia social studies learning. This study aims to: (1) describe the development of multimedia learning design for social studies, Integrated, (2) determine the quality of the development of multimedia learning by expert review, and pilot testing of the student, and (3) determine the effectiveness of multimedia learning to eye Integrated Social Science. This research is the development of a model using ASSURE. Learning multimedia design produced by designing a storyboard as a basis to design the product. Validation is done by an expert media field of study, the instructional design expert, an expert instructional media, 3 students individual trials, 12 trials a small group of students, and 27 students field trials. The effectiveness of multimedia learning is done by 27 students using a research design pre-test and post-test. Data collected by the method of recording documents, questionnaires and tests. Analyzed using descriptive qualitative, quantitative and inferential statistics / inductive t-test. The results of this study were (1) a description of the development of multimedia instructional design; (2) the quality of results according to a review of media development experts and students. The results of the validation performed by the media: (a) the expert subject matter content 96%; (b) 97.5% of instructional design experts who both have excellent category; (c) 84% of instructional media expert on the excellent category and (d) 96% of individual trials; small test group 93.2%, and 91.40% field trials that exist in all three categories is very good; (3) effectiveness of multimedia learning development results obtained indicate significance is tcount = 13.99> t table = 2.000. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after the use of multimedia learning.keyword : development, multimedia learning, IPS
PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KELAS IV SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SD NEGERI 2 PEJARAKAN I K. Suartama, Ni Putu Desi Lestari I W. Suwatra
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.289 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah nilai KKM bahasa Indonesia tergolong rendah dan media presentasipembelajaran Bahasa Indonesia belum ada, sehingga perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui (1) proses rancang bangun pengembangan media presentasi pembelajaran BahasaIndonesia pada siswa kelas IV dan (2) kualitas hasil pengembangan media presentasi pembelajaranBahasa Indonesia pada siswa kelas IV menurut validasi ahli, uji perorangan, dan uji kelompok kecil.Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan model pengembanganPembelajaran Berbantuan Komputer (PBK). Model ini dikembangkan oleh Luther yang melibatkan 6tahap yakni; 1) Concept, 2) Design, 3) material collecting, 4) Assembly, 5) testing, dan 6) Distribution.Proses rancang bangun pengembangan media presentasi pembelajaran ini terdiri dari melakukananalisis kebutuhan, menentukan software, dan dilanjutkan dengan mengembangkan Flowchart danStoryboard. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan teknik analisiskualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji ahli isi mata pelajaran BahasaIndonesia berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 94,6%), uji ahli desain berada padakualifikasi sangat baik (persentase = 92%), uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik(persentase = 89,2 %), uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 92.3%),dan uji kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 93.43 %).Kata kunci : pengembangan, model (PBK), media presentasi pembelajaran