cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELALARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMP ., Desak Ketut Marta Sari Dewi; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.875 KB)

Abstract

Permasalah dalam penelitian ini adalah kurangnya pemafaatan media dan nilai siswa dibawah KKM. Tujuan tersebut dirinci ke dalam tiga tahapan yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun, mendeskripsikan kelayakan, dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan media pembelajaran multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan LUTHER yang memiliki enam tahapan, yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII-C dan VIII-D SMP Negeri 1 Gianyar. Data validasi uji ahli isi bidang studi, ahli media, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 91.11% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 78% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 92,30 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 83,6% berada pada baik. Hasil uji lapangan sebesar 82,74% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 42,72. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa indonesia siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Nilai rata-rata sebelum menggunakan media (62,09) dan (86,77) setelah menggunakan media sehingga terdapat meningkatan hasil belajar. Kata Kunci : multimedia interaktif, bahasa indonesia, dan hasil belajar The problem in this study is the lack of media use and grades of students under the KKM. The goal is broken down into three phases related, which describes design, describe the feasibility, effectiveness and describe the use of interactive multimedia learning media on student learning outcomes in Indonesian subjects for junior high school students. This type of research is the development of research, using LUTHER development model which has six stages, namely the concept, design, collecting materials, assembly, testing, and distribution. The study included students of class VIII-C and VIII-D SMP Negeri 1 Gianyar. Data validation test content expert fields of study, media experts, expert design, test individual, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data is then analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of the expert evaluation of the content of 91.11% at good qualification. The results of the expert evaluation of media by 92% at the excellent qualifications. The results of the expert evaluation of design by 78% at both qualifications. Individual test results of 92.30% at the excellent qualifications. Small group of test results was 83.6% in both. The results of field tests of 82.74% at good qualification. Learning outcomes manually counting the results obtained t count of 42.72. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Indonesian student learning outcomes between before and after using interactive multimedia. The average value before using the media (62.09) and (86.77) after using the media so that there is increase learning outcomes. keyword : Interactive multimedia, Indonesian, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PRESENTASI IPA DENGAN MODEL LUTHER KELAS IV SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 1 KALIUNTU ., I Made Gusnadi; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.088 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia presentasi mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas multimedia presentasi menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, dan (3) mengetahui efektivitas multimedia presentasi mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Luther. Validasi multimedia dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Efektivitas multimedia dilakukan oleh 29 siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia presentasi mulai dari langkah konsep, perancangan, pengumpulan bahan, pembuatan, uji coba, dan distribusi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 94% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 85% berada pada kategori baik; c) ahli media pembelajaran 89% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 92% berada pada kategori sangat baik; e) uji coba kelompok kecil 92% berada pada kategori sangat baik; f) uji coba lapangan 93% berada pada kategori sangat baik; (3) berdasarkan uji hipotesis ditunjukkan bahwa harga thitung =14,10 > ttabel =2,003. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Multimedia presentasiKata Kunci : pengembangan, multimedia presentasi, IPA This study aimed to (1) describe the design of multimedia presentations in science subjects, (2) know the quality of multimedia presentations according to the expert review, and tests conducted on the students, and (3) know the effectiveness of multimedia presentation science subjects. This study is a developmental research. Research using the model of development of Luther. Validation is done by skilled multimedia course content, instructional design experts, media expert learning, individual testing, piloting small groups, and field trials. Multimedia effectiveness conducted by 29 student research design of pre-test and post-test. Data were collected by interviews, recording documents, questionnaires and objective tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis, quantitative and inferential/inductive t-test. The results of this study were (1) design multimedia development starting from step presentations the concept, design, collection of materials, manufacture, testing, and distribution; (2) the quality of the development of media according to the review expert and student: a) expert learning content 94% are in the very good category; b) 85% of instructional design experts are in both categories; c) 89% of instructional media experts are in both categories; d) 92% individual testing are in very good category; e) small group trial 92% are in the very good category; f) field trials 93% are in the very good category; (3) based on the hypothesis testing indicated that the price of t = 14.10> table = 2.003. Therefore t count is higher than t table. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using multimedia presentations.keyword : development, multimedia presentations, natural science
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MULTIMEDIA DESIGN MODELPADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDUKELAS IV SEMESTER I Luh Putu Putrini Mahadewi, I Gede Artanaya, Desak Putu Parmiti,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.504 KB)

Abstract

Media pembelajaran interaktif untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu merupakanmedia yang belum ada dan perlu dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmendeskripsikan proses rancang bangun dan validitas pengembangan mediapembelajaran interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan denganmenggunakan model Multimedia Design Model. Subyek validasi produk terdiri dari ahli isimata pelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli desain pembelajaran. Selanjutnyaproduk diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap yaitu uji perorangan, uji kelompokkecil, dan uji lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian iniadalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian ini adalah mendeskripsikan proses rancang bangun dan validitaspengembangan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Pendidikan AgamaHindu kelas IV semester I di SD No 3 Banjar Jawa. Proses rancang bangun mediapembelajaran interaktif terdiri dari empat tahap yaitu analysis, design, production, danevaluation. Validitas pengembangan media pembelajaran interaktif diperolehberdasarkan data dari kuisioner yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dandikonversi ke dalam PAP skala 5. Hasil analisis menunjukkan: 1) media pembelajaranditinjau dari ahli isi mata pelajaran termasuk kategori sangat valid dengan persentase95,29%, 2) media pembelajaran ditinjau dari aspek desain pembelajaran termasukkategori sangat valid dengan persentase 94,11%, 3) media pembelajaran ditinjau dariaspek media pembelajaran termasuk kategori sangat valid dengan persentase 93,33%,4) uji coba perorangan dengan kategori sangat valid (92,50%), uji coba kelompok kecildengan kategori sangat valid (91,89%), dan uji coba lapangan dengan kategori sangatvalid (93,19%).Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran interaktif, multimedia design model,agama hindu
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PENJASORKES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 1 NEGARA ., Putu Yadi Santika Dana; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.615 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan media video pembelajaran; (2) menguji validitas hasil pengembangan media video pembelajaran; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan media video pembelajaran terhadap hasil belajar Penjasorkes siswa kelas X SMA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin dan Peck. Prosedur pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Pengambilan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket, dan tes objektif. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 97,3% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 85,3% pada kualifikasi baik. Ahli media sebesar 89,3% pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,5% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 98,6% masing-masing pada kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 98,4% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Penjasorkes siswa setelah menggunakan media (86) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,66). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Negara ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajaran efektif digunakan dalam pembelajaran Penjasorkes kelas X.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, hannafin & peck This research aimed to (1) describe the design of instructional video development, (2) examine the result’s validity instructional video development; and (3) find out the effectiveness of instructional video development toward Penjasorkes students’ learning outcome at grade X in SMA. This research was research and development by using Hannafin and Peck model. Data collected by using the method of recording documents, questionnaires, and written test. Data collection instruments used were documents recording sheet, questionnaire, and objective tests. The result of the expert evaluation showed that 97,3% in the category of very good. The result of expert design showed that 85,3% in the category of good. The result of expert media showed that 89,3% in the category of good. Individual test result as 95,5 %, small group test result as 98,6%, and each of them were on excellent qualification, also field test as 98,4 % in excellent qualification thus the media was valid to be tested. The calculation of the learning outcome t was greater than t table so that H0 was rejected and H1 accepted. Penjasorkes students’ learning outcome was higher after using media (86) rather than using media (55,66). Thus,the research’s conclusion which conducted at SMA Negeri 1 Negara as instructional video was effective to be used in teaching Penajsorkes at grade X.keyword : development, instructional video, hannafin & peck
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL ADDIE PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA. ., I Putu Sukariasa; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.683 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di sekolah SMP Negeri 3 Singaraja adalah minimnya media pembelajaran yang memfasilitasi guru dalam proses pembelajaran IPA pada kelas VII semester II, sehingga dilaksanakanlah penelitian yang bertujuan menghasilkan produk multimedia interaktif. Secara operasional tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pembelajaran multimedia interaktif; mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada pembelajaran IPA; dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek uji coba terdiri dari uji ahli isi, ahli desain, ahli media, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan uji ahli isi mata pelajaran IPA berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 94,28%; uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 93,84%; uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 91,25%; uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 93,62%; uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 94,44% dan uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90,67%. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 10,632. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar dari pada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (76,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (59,90). Kata Kunci : Multimedia Interaktif , IPA, dan Hasil Belajar. The problems found at SMP Negeri 3 Singaraja was the limitation of the learning media that were used by the teacher in scient learning process at second semester of class VII, so this research was done in order to produce the interactive multimedia product. Operationally, those purposes were describing the plans of the learning interactive multimedia, describing the quality of the result of the interactive multimedia development in science learning, and describing the electivity of the use of the interactive multimedia toward the student’s competency in science learning. The Development research was used in this study by using ADDIE developmental model. The testing subject used in this study consisted of content expert test, design test, media test, individual test, small group test; they were collected by using questionnaire. The collected data were analyzed in the form of Descriptive Qualitative, descriptive Quantitative, and Inferential statistic analysis. The results of the study showed that the content expert test of science learning is categorized as very good qualification 94, 28%. Design expert test is categorized as very good qualification, 93, 84%. Media test is categorized as very good qualification, 91,25%. Individual test is categorized as very good qualification, 93, 62%. Small group test is categorized as very good qualification, 94,44%. Manually, the calculation of the result of the study shows that t is 10,632. The value of t table 5 % is 2,000. So, the value of t arithmetic is bigger than t table so H0 is rejected and H1 is accepted. There is a significant different in the case before and after using interactive multimedia. The average after using the media (76,67) is higher than before using the media (59,90).keyword : Interactive Multimedia , Science, and, result of the study.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF ILMU PENGETAHUAN ALAM BERORIENTASI MODEL EXAMPLE NON EXAMPLE SMPN 5 MENDOYO ., Nur Fatimah; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.881 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif; (2) mendeskripsikan validitas hasil pengembangan multimedia interaktif dan; (3) mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA berorientasi model example non example siswa kelas VIII di SMPN 5 Mendoyo. Penelitian pengembangan ini menggunkan model DDD-E. Pada tahap desain dilakukan pembuatan rancangan produk secara rinci mengenai arsitektur media pembelajaran multimedia interaktif, mulai dari pembuatan peta kompetensi, garis besar program media, flowchart, storyboard dan kebutuhan materi untuk produk media sebagai acuan alur pengembangan produk. Data yang terkumpul, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji-t. validitas ahli isi, ahli media, dan ahli desain multimedia interaktif berada pada kategori sangat baik dengan persentasi masing-masing 96,67%, 96,36%, 89%. sedangkan hasil validasi uji perorangan sebesar 93,33%, hasil uji kelompok kecil sebesar 92%, dan hasil uji lapangan sebesar 90% masing-masing berada pada kualifikasi sangat baik sehingga media valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar dari pada t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar IPA(fisika) siswa setelah menggunakan media (87,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (61,33). Dengan demikian, hasil penelitian pengembangan multimedia interaktif dengan model DDD-E untuk mata pelajaran IPA(fisika) kelas VIII di SMPN 5 Mendoyo, multimedia interaktif memiliki kontribusi yang cukup besar dalam peningkatan hasil belajar siswa.Kata Kunci : multimedia interaktif, ipa, hasil belajar. Riset aims to: 1. describe the development of interactive multimedia design. 2. describe the validity of the results of the development of interactive multimedia. 3. examine the effectiveness of the use of interactive multimedia learning to improve student learning outcomes in science subjects oriented non example a model example grade 8 students at SMPN 5 Mendoyo. developing research models a DDD-E at the design stage to do the drafting of the products in detail with respect to his architecture instructional media interactive multimedia, ranging from map-making competence, the outline of the media program, flow charts, story board and material needs for media products as a reference flow development product. The data collected, then analyzed using descriptive technique and the t test the validity of the content experts, media experts, and interactive multimedia design experts are in the very good category with percentages respectively 96.67%, 96.36%, 89% , while the results of the validation test of 93.33% of individual, small group of test results by 92%, and the results of field testing by 90%. each one is in excellent qualifications so as valid media to be tested. calculation of learning outcomes this greater than table so ho rejected. so ho rejected and H1 accepted. learning outcomes of science (physics) students have used the media (87.67) is higher than before using the media (61,33). thus the research results with the development of interactive multimedia e ddd models for science subjects of physics class 8 in SMPN 5 Mendoyo, interactive multimedia has a large enough contribution in improving student learning outcomes.keyword : interactive multimedia, science, learning outcomes.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB PAGE PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGOLAHAN INFORMASI (KKPI) KELAS X SEMESTER GENAP DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Made Tegeh, Putu Wedastama, Ketut Pudjawan,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2570.456 KB)

Abstract

Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis web page ini dikarenakan kurangnyapemanfaatan media di sekolah, rendahnya kualitas belajar siswa dari kriteria ketuntasan minimal,kurangnya kemampuan guru untuk membuat media dan masih menggunakan cara lama dalammengajar, dan merupakan tuntutan sebagai teknolog pembelajaran untuk mengembangkan mediaguna membantu guru dan siswa dalam pemecahan masalah pembelajaran. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui proses rancang bangun pengembangan media dan hasil review dari para ahli sertauji coba media yang diterapkan pada mata pelajaran KKPI. Media ini dikembangkan dengan modelADDIE. Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angket yangselanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatifdan dikonversikan dengan PAP skala 5 (lima). Subjek review terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran,satu ahli media pembelajaran, dan satu ahli desain pembelajaran, sedangkan subjek uji coba terdiridari tiga siswa untuk uji coba perorangan, 12 siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa untukuji coba lapangan. Proses rancang bangun pengembangan media ini dilakukan melalui beberapatahapan yaitu 1) Analyze, yaitu proses mengidentifikasi masalah pada tempat yang dijadikan samplepenelitian. 2) Design, merupakan tahap menentukan software dan pembuatan rancangan alur media.3) Development, adalah tahap pembuatan media sesuai dengan rancangan media pada tahapdesain. 4) Implementation, tahap untuk menginstall program atau media dan penilaian dari para ujiahli dan 5) Evaluation adalah tahap untuk melihat keberhasilan dan kelayakan media. Hasil reviewahli dan hasil uji coba yaitu 1) ahli isi mata pelajaran mencapai 96,92% kategori sangat baik, 2) ahlidesain pembelajaran mencapai 72,30% kategori cukup baik, 3) ahli media pembelajaran mencapai90,43% kategori sangat baik, 4) hasil uji coba perorangan mencapai 96,92% kategori sangat baik, 5)hasil uji coba kelompok kecil mencapai 90,25% kategori sangat baik, 6) hasil uji coba lapanganmencapai 92,35% kategori sangat baik. Berdasarkan hasil review ahli dan uji coba produk, mediapembelajaran ini layak dan dapat dipergunakan di SMK Negeri 2 Singaraja, kelas X semester genap.Kata kunci: pengembangan, media interaktif, web page
PENGEMBANGAN FILM PENDEK BERMUATAN NILAI-NILAI SOSIAL PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Dear Ramos Damanik; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.639 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu rata-rata nilai pada mata pelajaran IPS masih belum memuaskan yaitu 75. Nilai tersebut kurang dari standar nilai ketuntasan untuk mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Singaraja, yaitu 80. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain pengembangan media film pembelajaran; (2) menguji validitas hasil pengembangan media film pembelajaran IPS untuk siswa kelas VIII SMP; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan media film pembelajaran terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin dan Peck. Pada tahap desain telah dilaksanakan pembuatan rancangan spesifikasi secara rinci mengenai arsitektur media film pembelajaran, naskah, dan kebutuhan materi untuk produk media sebagai acuan alur pengembangan produk. Desain ini digunakan untuk mengembangkan sebuah produk media film pembelajaran IPS kelas VIII SMP. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis statistic inferensial, dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi ahli isi dan Ahli desain mendapatkan kualifikasi nilai sangat baik sehingga media valid dan dilanjutkan ke ahli media yang mendapatkan kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 90,3 % dan hasil uji kelompok kecil sebesar 93,1% masing-masing pada kualifikasi baik serta hasil uji lapangan sebesar 96% pada kualifikasi baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar IPS siswa setelah menggunakan media (90,17) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (67,67). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Singaraja ini memperoleh kesimpulan yaitu penggunaan media film pembelajaran meningkatkan hasil belajar IPS kelas VIII. Kata Kunci : media film pendek pembelajaran, IPS, dan hasil belajar This study was conducted based on a problem of the average value of in social science was still not satisfactory, that was only 75. This value was less, than the standard value of completeness for social science in SMP Negeri 1 Singaraja, that was. This study aimed at (1) describing the design of the development of the educational short film media; (2) testing the validity of the result of the development of the social science educational short film media for eighth graders in junior high school; (3) understanding the effectiveness of the use of the development of the educational short film media toward the learning outcomes of social science for eighth graders in junior high school. This developmental study used the model of Hannafin and Peck. Several steps were done in design phase: drafting of the detailed specifications toward the educational short film media architecture, manuscripts, and material needs for media products as a reference of product development flow. This design was used to develop the product of the social science educational short film media for eighth graders in junior high school. The data analysis used three techniques, namely descriptive analysis techniques of qualitative, analysis techniques of statistic inference, and descriptive analysis techniques of quantitative. The evaluation result of the content and design experts gained qualification of excellent value so that the media became valid and continued to the media expert which gained qualification of good. The individual test result showed 90.3% and the small group test result showed 93.1% respectively in a qualification of good as well as the field test result showed 96% in a qualification of good so that the media could be stated as valid to be tested. The calculation of learning outcomes showed that the t calculation was more than the t table which meant that H0 was rejected meanwhile H1 was accepted. The students learning outcomes of social science after using the media (90.17) was higher than before using the media (67.67). Thus, this research conducted in SMP Negeri 1 Singaraja came to the conclusion that the use of the educational short film media improved the social science learning outcomes in eighth graders. keyword : educational short film media, social science, learning outcomes.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS VIII SMP ., Luh Anggreyoni; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.199 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam upaya mengembangkan multimedia interaktif untuk siswa SMP. Secara operasional tujuan tersebut dirinci ke dalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun multimedia interaktif pada mata pelajaran Bahasa Inggris; mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran bahasa inggris untuk siswa SMP; dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan multimedia interaktif pada mata pelajaran bahasa inggris untuk siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII-G dan VIII-H SMP Negeri 5 Singaraja. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 78% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 94,9 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 93,2% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 84,97% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 13,85. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa inggris siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (85,83) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67).Kata Kunci : multimedia interaktif, bahasa inggris, dan hasil belajar This research was conducted in order to develop instructional interactive multimedia for junior high school student. Operationally, the aims were compressed in three related stages, which were: to design the blueprint, to describe the quality, and to describe the effectiveness of instructional interactive multimedia of English for junior high school student. This research used Research and Development method, with ADDIE model. The research involved students of class VIII-G and VIII-H of SMP Negeri 5 Singaraja. Expert judgments (media, instructional content, and design), one-to-one, small group and field testing was held by using questionnaire to validate the data. Those data were analyzed by using qualitative descriptive, quantitative descriptive and inferential statistic techniques. Instructional content expert evaluation is 78% indicate good qualification. Media expert evaluation is 90% indicate very good qualification. Design expert evaluation is 94% indicate very good qualification. One-to-one testing is 94.9% indicated very good qualification. Small group testing was 93.2% indicated very good qualification. Field testing is 91.3% indicate very good qualification. Learning outcome that was calculate manually obtains number of tcount 13.85. Value of ttable 5% significance is 2.000. Therefore tcount is higher than ttable. It can be conclud that H0 is refused and H1 was accepted. So, there were significant differences between of English learning outcomes before and after using interactive multimedia. Mean score after usage of media (85,83) is higher than before (55,67).keyword : interactive multimedia, English, learning outcome
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI DENGAN MATERI PENGENALAN PANCA YAMA BRATHA PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU KELAS IV SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DI SD NEGERI 1 BANJAR BALI ., I Putu Eka Sujaya; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.757 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.8532

Abstract

Permasalahan yang dihadapi guru Mata Pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Banjar Bali adalah minimnya sumber bacaan yang relevan dengan materi pelajaran Agama Hindu, jam pelajaran yang kurang berimbang terhadap padatnya materi pelajaran, dan terbatasnya media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan game edukasi; (2) menguji validitas hasil pengembangan game edukasi; dan (3) mengetahui efektifitas game edukasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model ADDIE.. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) pencatatan dokumen, (2) kuesioner dan (3) tes. Data didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik, ahli desain sebesar 84% berada pada kualifikasi baik, dan ahli media sebesar 93,07% berada pada kualifikasi sangat baik Serta hasil uji perorangan sebesar 96% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 93,2% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 93,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 16,6. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,042. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Agama Hndu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan game edukasi. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (87,35) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (59,12).Kata Kunci : Pengembangan, Game Edukasi, Agama Hindu, Hasil Belajar The problem faced by teachers Subjects Hinduism in SD Negeri 1 Banjar Bali is the lack of reading materials that are relevant to the subject matter Hinduism, hours of lessons less balanced against the density of the subject matter, and the limited learning media. Therefore, this study aims to (1) describe the design of the development of educational games; (2) test the validity of the results of the development of educational games; and (3) determine the effectiveness of educational games. This type of research is the development of research, with models ADDIE .. Collecting data in this study was conducted using (1) the recording of the document, (2) the questionnaire and (3) test. Data obtained from the method of recording documents, analyzed descriptively qualitative. Data from the questionnaires were analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test method are analyzed in inferential statistics. The results of expert evaluation of the content of 94% are in excellent qualifications, expert design by 84% at both qualifying and media expert at 93.07% in the excellent qualifications As well as the individual test results by 96% in the excellent qualifications. The test results of small group 93.2% were in excellent qualifications. Field test results of 93.6% in the excellent qualifications. Learning outcomes manually counting result of 16.6 t. Price t table 5% significance level is 2.042. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. It can be concluded that there are significant differences of the Hindu religion student learning outcomes between before and after using educational games. The average value after using the media (87.35) is higher than before using the media (59.12).keyword : Development, Educational Games, Hinduism, Learning Outcomes