cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CD MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SD NEGERI 3 BUNGAYA KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM I Wayan Koyan, Ketut Sudiartana, Anak Agung Gede Agung,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.991 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena adanya suatu permasalahan yaitu penggunaanmedia pembelajaran masih terbatas serta hasil belajar PendidikanKewarganegaraan siswa kelas IV masih kurang dari standar kriteria ketuntasanminimal, ini dikarenakan rendahnya minat belajar siswa dan juga fasilitas belajaryang masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rancangbangun dan kualitas hasil pengembangan media pembelajaran pada MataPelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas IV semester I di SDNegeri 3 Bungaya Kabupaten Karangasem. Model pengembangan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh Luther.Tahapannya meliputi konsep, desain, pengumpulan bahan materi, pembuatan, ujicoba, dan distribusi. Selanjutnya produk diuji cobakan kepada siswa melalui tigatahap, yaitu uji coba perorangan dengan 3 siswa subjek coba, uji coba kelompokkecil dengan 12 siswa subjek coba, dan uji coba lapangan dengan 30 siswa subjekcoba. Hasil penelitian ini adalah menghasilkan rancangan bangun pengembangandan produk CD multimedia pembelajaran pada siswa kelas IV semester I. Hasilvalidasi data menunjukkan tingkat pencapaian multimedia pembelajaran ini adalahahli isi mata pelajaran termasuk kriteria sangat baik dengan persentase tingkatpencapaian 96%, ahli desain pembelajaran termasuk kriteria sangat baik denganpersentase tingkat pencapaian 90%, ahli media pembelajaran termasuk kriteriabaik dengan persentase tingkat pencapaian 84,5%, pada validasi perorangan,kelompok kecil, dan lapangan terkonversi dengan kriteria sangat baik denganpersentase tingkat pencapaian berturut-turut 95%, 95,26%, dan 94,98%. Olehkarena itu, multimedia yang dihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai.Kata Kunci: multimedia pembelajaran, pengembangan
PENGEMBANGAN E-LEARNING DENGAN MODEL WATERFALL PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII ., I Wayan Aryadhi; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.447 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan kurang berimbangnya kepadatan materi dengan alokasi waktu pembelajaran. Maka dari itu, pada penelitian ini dikembangkan e-learning sebagai solusi untuk permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning, 2) mendeskripsikan hasil validasi e-learning yang dikembangkan berdasarkan review para ahli dan uji coba produk, 3) menguji efektivitas e-learning yang dikembangkan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 6 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan waterfall. Prosedur pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Pengambilan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket, dan tes objektif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi rancang bangun pengembangan e-learning dengan prosedur pengembangan model waterfall; 2) validitas e-learning menurut review ahli isi mata pelajaran diperoleh 92% dengan kualifikasi sangat baik, review ahli e-learning diperoleh 89,33% dengan kualifikasi baik, review ahli desain pembelajaran diperoleh 89,33% dengan kualifikasi baik, uji coba perorangan diperoleh 92% dengan kualifikasi sangat baik, uji coba kelompok kecil diperoleh 92,11% dengan kualifikasi sangat baik, dan uji coba lapangan diperoleh 92,6% dengan kualifikasi sangat baik; 3) efektivitas e-learning menunjukan hasil thitung (2,52) > ttabel (2,021), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang menggunakan e-learning sebagai komplemen pembelajaran dengan siswa yang tidak menggunakan e-learning pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 6 Singaraja.Kata Kunci : pengembangan, e-learning, model waterfall This research was done because there was a problem in which there was imbalance between learning material and alocation of time. So that, this reseach was deal with the development of e-learning as a solution for the problem. The research aims to: 1) describe about the development of e-learning, 2) to describe about the validity of e-learning which have been developed based on review of experts and product trials, 3) to exemine the effectivity of e-learning which has been developed toward students’ learning result in science at grade VIII in second semester of academic year 2014/2015 in SMP Negeri 6 Singaraja. This research was research and development by using waterfall model. Procedure development refers to the model chosen. Data collected by using the method of recording documents, questionnaires, and written test. Data collection instruments used were documents recording sheet, questionnaire, and objective tests. Data anlysis which was used was descriptive qualitative, descriptive quantitative and inferential ststistics. The result of the research were: 1) description about the development of e-learning with waterfall model, 2) validity of e-learning based on the experts of course content review was very good qualification was 92%, based on the e-learning expert’s review was good qualification was 89,33%, based to instructional design expert’s review was good qualification was 89,33%, individual trials was very good was 92%, small group trials was very good was 92,11%, and field trials was very good was 92,6%, 3) effectivity of e-learning show thitung (2,52) > ttabel (2,021), so H0 rejected and H1 accepted. It means, there was significant difference between the learning result of students who use e-learning as leraning complement with students who did not use e-learning in science subject grade VIII on second semester of academic year 2014/2015 in SMP Negeri 6 Singaraja. keyword : development, e-learning, waterfall model
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS FLASH MATA PELAJARAN PKn KELAS VI SD ., Ni Made Mas Yoni Pradesa; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.986 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di SD Negeri 2 Seririt yakni masih rendahnya hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas VI dan belum adanya pemanfaatan media dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk menghasilkan dan mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa dan mampu memberikan daya tarik sekaligus meningkatkan minat belajar serta prestasi siswa disekolah, 2) Untuk mengetahui kualifikasi haasil Pengembangan Media Pembelajaran CD Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran PKn Kelas VI semester Genap di SD Negeri 2 Seririt tahun pelajaran 2013/2014 dilihat dari hasil kegiatan validasi oleh ahli isi bidang studi, ahli desain pembelajaran, ahli mata pelajaran, uji perorangan dan uji kelompok kecil. Model penelitian ini adalah penelitian pengembangan produk analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation (ADDIE). Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan angket atau kuisioner yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskrip kualitatif dan kuantitatif. Subjek uji coba terdiri dari dari seorang ahli isi mata pelajaran PKn, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, tikga orang siswa untuk uji perorangan serta duabelas orang siswa untuk uji kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan (1) uji ahli isi mata pelajaran PKn berada pada kualifikasi sangat baik (presentase = 93%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada klisifikasi baik (presentase = 82%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik (presentase = 80%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (presentase = 90%), (5) uji kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (presentase 90%). Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, PKn The problems that found in SD Negeri 2 Seririt were still found the lowest of Citizenship Education learning outcomes of sixth grade students and the lack of use of media in teaching. This study aims 1) to produce and develop interactive multimedia-based learning media on subjects Citizenship Education in accordance with needed and the characteristics’ of students and are able to provide traction while increase students interest in learning and achievement in school. 2) To determine the result of Instructional Media Development qualification Interactive Multimedia CD on sixth grade Civics lesson in elementary School in the 2 semester Seririt in academic year 2013/2014 it can be seen from the results of the validation activities who fielded by expert content of study, the instructional of design expert, expert instructional media, test and test individual small in groups. The model of this research is the development of products Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The data about the development of product quality are collected by questionnaire or the questionnaires were then analyzed by using descriptive analysis of qualitative and quantitative. The test of subject consists of an expert of subject content Civics, instructional media specialists, instructional design experts, three students for individual trials and twelve students to test into small groups. This results showed (1) test expert subject matter content Civics are in excellent qualifications (percentage = 93%), (2) test instructional media specialists are in good qualification (percentage = 82%), (3) instructional design experts are testing on either qualification (percentage = 80%), (4) individual trials are in excellent qualifications (percentage = 90%), (5) a small group of test are in excellent qualifications (percentage = 90%).keyword : development, interactive multimedia, Civic Subject
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BUDAYA MASYARAKAT HINDU BALI KELAS IV SDN 3 BANJAR TEGAL ., Megasepa Duade Bekagema; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.17 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i3.8561

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pendidikan yang tercermin dari rendahnya mutu sumber daya manusia akibat dari kurangnya perhatian guru dalam kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media video pembelajaran; (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan media video pembelajaran; dan (3) menguji keefektifan media video pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar Agama Hindu kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Hannafin dan Peck. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes objektif. Hasil review ahli isi sebesar 92% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 89,3% pada kualifikasi baik. Ahli media sebesar 87,5% pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 93,3% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 91,2% masing-masing pada kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 93,1% pada kualifikasi sangat baik sehingga kualitas media video ini dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Agama Hindu siswa setelah menggunakan media (87,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,42). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SD Negeri 3 Banjar Tegal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajaran efektif untuk meningkatkan hasil belajar Agama Hindu siswa kelas IV.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, Hannafin dan Peck. The background of this research was that education problem is reflected from low quality of human resource that is caused by lacking of teacher’s attention in the quality of learning process. This research aim to (1) describe the design of educational video development; (2) to know the quality of educational video development result; and (3) to test the effectivity of educational video towards enhancement in study result of Hindus Religion subject in class IV SD. This research is a development research using Hannafin and Peck model. Data collection is done using recording sheet document, questionnaire, and objective test. Review from the content expert resulted in 92% qualified as very good. Design expert review result is 89.3% qualified as good. Media expert review result is 87.5% qualified as good. Result from individual test is 93.3% and small group test is 91.2% both qualified as very good and the field test result is 93.1% also qualified as very good which imply that the quality of educational video can be used for further research. Calculation of the study result t is higher than t from the table so H0 rejected and H1 accepted. The students’ study result of Hindus Religion after using educational video as a media (87.50) is higher compared to the result before using media (55.42). Hence, this reseach that is conducted in SD Negeri 3 Banjar Tegal can be concluded that the use of educational video as media is effective to increase study result in Hindus Religion class IV subject.keyword : development, educational video, Hannafin and Peck.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA KELAS X DI SMK PARIWISATA TRIATMA JAYA SINGAJARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Kadek Suartama, Ni Made Naranda Iswari, I Nyoman Wirya,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.733 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena adanya permasalahan mengenai keterbatasan mediapembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan di SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja.Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan proses rancang bangun multimedia pembelajaraninteraktif dan mengetahui kelayakan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajarankewirausahaan kelas X di SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Model penelitianpengembangan yang digunakan adalah Hannafin and Peck. Tahapannya meliputi fase analisiskebutuhan, desain, pengembangan dan implementasi. Setelah melalui tahap tersebut dihasilkanproduk berupa multimedia pembelajaran interaktif yang kemudian direview oleh seorang ahli isimata pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Selanjutnya dilakukanuji coba siswa yaitu uji coba perorangan dengan 3 siswa, uji coba kelompok kecil dengan 12orang, dan uji coba lapangan dengan 30 siswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknikanalisis deskriptif kuantitatif dan analisis diskritptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalahmenghasilkan produk berupa multimedia pembelajaran interaktif pada siswa kelas X di SMKPariwisata Triatma Jaya Singaraja. Hasil validasi data menunjukkan tingkat pencapaianmultimedia pembelajaran interaktif ditinjau dari aspek isi bidang studi kewirausahaanberkualifikasi sangat baik dengan persentase 93,33%, aspek desain pembelajaran berkualifikasisangat baik dengan persentase 90%, aspek media pembelajaran berkualifikasi sangat baikdengan persentase 92,85%, uji coba perorangan berkualifikasi sangat baik dengan persentase91,33%, uji coba kelompok kecil berkualifikasi sangat baik dengan persentase 95%, dan uji cobalapangan berkualifikasi sangat baik dengan persentase 96,07%. Dari perolehan data tersebut,menunjukkan multimedia yang dihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai karena sudah valid.Kata-kata kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran interaktif, kewirausahaan
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERTANYA DAN MEMBERI PENGUATAN PADA MATA KULIAH PENGAJARAN MIKRO ., Ni Wayan Wiyanthini Dewi; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.365 KB)

Abstract

Video pembelajaran tentang keterampilan bertanya dan memberi penguatan perlu untuk diperbarui di Jurusan Teknologi Pendidikan. Tujuan penelitian mendeskripsikan rancangan pengembangan, mendeskripsikan kualitas video, dan mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi). Validasi video dilakukan oleh satu ahli isi pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 orang mahasiswa uji coba perorangan, 12 orang mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 orang mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 orang mahasiswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test dan 4 orang mahasiswa sebagai sampel tes unjuk kerja. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, tes dan observasi dengan instrumen lembar kuesioner, tes objektif dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah deskripsi rancangan pengembangan, kualitas hasil pengembangan video dan efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran. Kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 93,3% pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 92% pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 86% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 85,3% pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,5% pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 82,55% pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 3,21 > ttabel =2,000. Persentase tingkat pencapaian tes unjuk kerja 4 orang mahasiswa sebagai sampel di atas 85%. Ini berarti media video pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, pengajaran mikro Video learning about teaching skills to ask and provide reinforcement need to be updated in the Department Educational of Technology. The purpose of this study is to describe the design of the development, describing the video quality, and determine the effectiveness of the instructional video media. This research is the development by using models ADDIE (analysis, design, development, implementation and evaluation). Validation videos made by an expert learning content, the instructional design experts, one expert instructional media, 3 students individual trials, 12 trials small group of students, and 29 students from field trials. The effectiveness of the instructional video performed by 29 students research design pre-test and post-test and 4 students as samples of working test. Data were collected by questionnaire, tests and observation with instruments questionnaire, objective tests and form of observation. The data analysis using descriptive analysis qualitative, quantitative and inferential statistics. Results of this research is the description of the design of the development, the quality of video development and effectiveness of the development of instructional video media. The quality of the development of media according to the review expert and student namely: a) expert learning content 93.3% are in the very good category; b) 92% of instructional design experts are in the very good category; c) 86% of instructional media experts are in the good category; d) individual testing was 85.3% in both categories; (E) testing a small group 90.5% are in the very good category; (F) and field trials which 82.55% are in the good category. The effectiveness of the development of instructional video media show gained significance is t = 3.21> t table = 2.000. The percentage of the achievement stage in working test form 4 students as samples is above 85%.This means instructional video media effective in improving student learning outcomes.keyword : development, instructional video, micro teaching
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Kadek Ari Wibawa; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.997 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi desain multimedia pembelajaran interaktif IPA, (2) menguji kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif, dan (3) mengetahui efektivitas hasil pengembangan multimedia interaktif terhadap prestasi belajar IPA siswa Kelas VIII Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 di SMP Negeri 4 Singaraja. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin and Peck yang melalui tiga fase utama (1) analisis kebutuhan, (2) desain, dan (3) pengembangan dan implementasi. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII A-1, A-2 dan B-1 SMP Negeri 4 Singaraja. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) pencatatan dokumen, (2) kuesioner dan (3) tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil review ahli isi sebesar 90,7% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli desain pembelajaran sebesar 89% dengan kualifikasi baik. Hasil review ahli media pembelajaran sebesar 91,2% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 90,2 % dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 91,39% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 90,1% dengan kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 10,33. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel, H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (79,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (68)Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia Pembelajaran Interaktif, IPA This study aimed to (1) identified interactive learning multimedia design of Nature Science of Education, (2) examine the quality of interactive learning multimedia design development, and (3) find out the effectiveness of result of interactive learning multimedia design toward eight grade students of Nature Science Education achievement in the academic year of 2013/2014 in SMP Negeri 4 Singaraja. This research development used Hannafin and Peck model that used three main phrases; (1) need analysis, (2) design, and (3) development and implementation. Subjects of this study were A-1, A-2, and B-1 eight grade students of SMP Negeri 4 Singaraja. The data collection of this study was conducted by using methods of (1) document note taking, (2) questionnaire, (3) test. Gained data of note taking method was analyzed by using descriptive quantitative. Gained data of questionnaire was analyzed by using descriptive qualitative and descriptive quantitative. Meanwhile, gained data of test method was analyzed statistically inferential. The results from the expert judgment of content were about 90.7% with great qualification. The results from the expert judgment of learning design were about 89% with good qualification. The results from the expert judgment of learning media were about 91.2% with great qualification. The results from individual test were about 90.2% with great qualification. The results from the small group were about 91.39% with great qualification. The results from the field test were about 90.1% with great qualification. Manual count of the result of study in t-test gained about 10.33. The price of t-table in 5% significant standard was about 2.000. So that, the price of t-test is bigger than the price of t-table, H0 was ignored and H1 was accepted. In conclusion, there was significant difference between previous learning result of Nature Science of Education and after using interactive learning multimedia. Average result after using interactive learning multimedia (79.67) was bigger than before using the media (68).keyword : Development, Interactive Learning Multimedia, Nature Science of Education
PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VI SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SD NEGERI 2 SAWAN I Wayan Romi Sudhita, Ni Kadek Ratna Dewi, I Made Tegeh,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.701 KB)

Abstract

Media presentasi pembelajaran berbasis komputer untuk mata pelajaran IPA kelas VIdi SD Negeri 2 Sawan adalah media yang belum ada dan perlu dikembangkan.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian adalah untuk mendeskripsikan prosesrancang bangun dan kualitas hasil pengembangan media presentasi pembelajaranberbasis komputer. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yangmenggunakan model PBK (1994). Tahapannya meliputi konsep, desain,pengumpulan bahan, perakitan, uji coba, dan distribusi. Pada tahap uji coba, produkdivalidasi melalui tinjauan oleh para ahli dan uji coba produk kepada peserta didik.Instrumen pengumpulan data adalah kuisioner/angket. Analisis data yang digunakanyaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian iniadalah deskripsi proses rancang bangun dan kualitas hasil pengembangan mediapresentasi pembelajaran berbasis komputer pada mata pelajaran IPA kelas VIsemester genap di SD Negeri 2 Sawan. Proses rancang bangun media presentasipembelajaran berbasis komputer terdiri dari 5 tahap yaitu konsep, desain,pengumpulan bahan, perakitan, dan uji coba. Kualitas hasil pengembanganmultimedia presentasi pembelajaran diperoleh berdasarkan data dari angket yangkemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dikonversi ke dalam PAP tingkatketercapaian skala 5. Tinjauan ahli isi mata pelajaran mencapai 91,34% katagorisangat baik, tinjauan ahli desain pembelajaran mencapai 93% katagori sangat baik,tinjauan ahli media pembelajaran mencapai 77% katagori baik, uji coba peroranganmencapai 86,1% katagori sangat baik, uji coba kelompok kecil mencapai 93,28%katagori sangat baik, dan uji coba lapangan mencapai 88,56% katagori sangat baik.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP SERTA MENJELASKAN PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING ., I Kadek Teguh Aditya Lorenso; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.486 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran, (3) mengetahui efektivitas video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran pada pembelajaran micro teaching. Penelitian ini merupkan penelitian pengembangan, model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Kelima tahapan model pengembangan ini, dijadikan acuan dalam memproduksi, dan memvalidasi video pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi desain pengembangan video pembelajaran yaitu mulai dari langkah membuat rancangan, mendesain produk, mengumpulkan materi produk, perakitan produk, uji coba produk dan evaluasi; 2) kualitas hasil pengembangan video menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli bidang studi 91% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 92% berada pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 86,67% berada pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,67% berada pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 77,03% yang berada pada kategori baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 11, 48 > ttabel =2,000. Berarti video pembeljaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini juga menggunakan tes psikomotor, nilai rata-rata dari tes psikomotor terhadap keterampilan dasar mengajar yaitu 84,51 dan 80,77 sehingga berada pada katagori baik, berarti pengunaan video pembelajaran efektif dalam membantu mahasiswa menguasai keterampilan mengajar.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, micro teaching. This research as a purpose (1) describe the design of video learning about opening and closing the skills and explain the learning, (2) determine the quality of the video learning about opening and closing the skills and explain the learning, (3) determine the effectiveness of the instructional video on the opening and closing skills and describes learning on micro teaching learning. This study merupkan development research, development models used in this study is the ADDIE model of which consists of five stages: analysis, design, development, implementation and evaluation. The fifth stage of this development model, used as a reference in the manufacture, and validate the developed instructional videos. Results of this study are 1) a description of the design development of instructional videos ranging from the steps to make the design, product design, collect material products, product assembly, product testing and evaluation; 2) the quality of the video according to a review of the development experts and students, namely: a) the expert field of study 91% are in the very good category; b) 92% of instructional design experts are in the very good category; c) 88% of instructional media experts are in the good category; d) individual testing 86.67% are in the good category; (E) testing a small group 90.67% are in the very good category; (F) and field trials which 77.03% are in the good category; 3) The effectiveness of the development of instructional video shows the significance obtained is t = 11, 48> table = 2.000. Means video pembeljaran effective in improving learning outcomes. This study also uses psychomotor tests, the average value of psychomotor tests against the teaching of basic skills, namely 84.51 and 80.77 so it is in good category, meaning the use of instructional video is effective in helping students master the skills taught.keyword : development, instructional video, micro teaching.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BAHASA JEPANG SISWA KELAS XI IPB 1 DI SMA NEGERI 1 DAWAN ., Putu Agus Yoga Permana; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.778 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan yang timbul pada proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Bahasa Jepang. Salah satu permasalahannya adalah keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran Bahasa Jepang; mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran Bahasa Jepang untuk siswa SMA; dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan multimedia interaktif pada mata pelajaran Bahasa Jepang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI IPB 1 di SMA Negeri 1 Dawan. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 88,3% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan 88,6% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji kelompok kecil 90,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 91,8% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 22,40. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Jepang siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (83,25) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (66).Kata Kunci : multimedia interaktif, model ADDIE, hasil belajar Development research is motivated by some problems arising in the process of learning, especially in Japanese subjects. One of the problems is the lack of instructional media interest and in accordance with the teaching materials. This study aimed to describe the stages of development of interactive multimedia on Japanese subjects; describe the quality of the development of interactive multimedia on Japanese subjects for high school students; and describe the effectiveness of the use of interactive multimedia in Japanese subjects. Type of research is the development of research, the model ADDIE. The study involved students of class XI IPB 1 at SMA 1 Dawan. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics. The results of the expert evaluation of the content of 92% at a very good qualification. The results of the evaluation of media experts 88.3% at good qualifications. The results of expert evaluation of design 92% are at a very good qualification. Individual test results are 88.6% better in qualifying. The result of a small group of 90.3% at a very good qualification. The results of the field test was 91.8% in the excellent qualifications. Calculation results obtained manually learning outcomes t 22.40. Price t table significance level of 5% is 2.021. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Japanese student learning outcomes between before and after using interactive multimedia. The average value after using the media (83.25) was higher than before using the media (66).keyword : interactive multimedia, model ADDIE, learning outcome