cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN TIK KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI MENDOYO L. P. Putrini Mahadewi, Andri Kurniadi, I Made Tegeh,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.611 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini karena kurangnya daya serap terhadap materi dan praktek,minat belajar yang kurang serta keadaan sarana dan prasana tidak seimbang. Penelitianini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaranpada mata pelajaran TIK, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimediapembelajaran berdasarkan review ahli isi, ahli desain, ahli media, uji perorangan,kelompok kecil dan uji lapangan yang telah dilakukan. Penelitian ini adalah penelitianpengembangan. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembanganPembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) yang dikembangkan oleh Luther denganenam tahap (1) konsep, (2) desain, (3) pengumpulan bahan, (4) pembuatan, (5)pengujian, dan (6) pendistribusian. Validator melibatkan review dari ahli isi matapelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran selanjutnya dilakukan ujicoba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan pada siswa kelas XI diMadrasah Aliyah Negeri Mendoyo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalahpencatatan dokumen dan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptifkuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah menghasilkan desain pengembanganmultimedia pembelajaran seperti flowchart, storyboard, penentuan kebutuhan material,dan produk multimedia pembelajaran. Kualitas multimedia pembelajaran yang telahdikembangkan adalah: (1) review ahli isi mata pelajaran menunjukkan persentase 92%kategori sangat baik, (2) review ahli desain pembelajaran menunjukkan persentase 90%kategori sangat baik, (3) review ahli media pembelajaran menunjukkan persentase 82%kategori baik, (4) uji coba perorangan menunjukkan persentase 85,33% kategori baik, (5)uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase 87,83% kategori baik, dan (6) uji cobalapangan menunjukkan persentase 87,8% kategori baik.Kata kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, mata pelajaran TIK
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF IPA DENGAN MODEL 4D UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 SINGARAJAJA ., Ni Putu Ayu Prihartini; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.025 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan keterbatasan media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2) menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas VIII SMP, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model 4D. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil penelitiannya sebagai berikut. (1) Rancang bangun pengembangan multimedia interaktif yang terdiri dari empat tahapan model 4D meliputi: (a) tahap pendefinisian, (b) tahap perancangan multimedia interaktif (c) tahap pengembangan multimedia interaktif, dan (d) tahap penyebarluasan. (2) Kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan multimedia interaktif terdiri dari: ahli isi mata pelajaran berpredikat sangat baik (93%), ahli desain pembelajaran berpredikat baik (85%), ahli media pembelajaran berpredikat baik (84,6%), uji perorangan berpredikat sangat baik (90,3%), uji kelompok kecil berpredikat baik (88,8%), dan uji coba lapangan berpredikat sangat baik (91,92%). (3) Efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif terlihat dari terdapatnya perbedaan yang signifikan dalam penerapan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA. Perhitungan hasil belajar diperoleh hasil t hitung sebesar 2,88 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (86,35) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,0). Dapat dikatakan bahwa multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Kata Kunci : pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, model 4D Abstract The reason of this research was problem of the limitation of interesting and appropriate media with the teaching materials. The purposes of this research are to (1)describe development of design for interactive learning multimedia, (2) to verify the validity of interactive learning multimedia for civic subject lesson in junior high school at eight class SMP Negeri 7 Singaraja, and (3) to know the effectiveness of instructional interactive learning multimedia for the outcomes of student learning in junior high school at eight class. This is research and development, with 4D model. All the datas are colected by recording document, questionaire and testing methods. The datas that have been found by recording were analysed by using qualitative descriptive technique,. Qualitative, quantitative descriptive and inferential statistic techniques. Research results as follows: ( 1 ) design of interactive multimedia development which consists of four stages 4D models include: ( a) The define phase, ( b ) an interactive multimedia design phase ( c ) an interactive multimedia development phase , and ( d ) the dissemination phase, (2) Instructional content expert evaluation is 93% indicate very good qualification. Design expert evaluation is 85% indicate good qualification. Media expert evaluation is 84,6% indicate good qualification. One-to-one testing is 90.3% indicated very good qualification. Small group testing was 88.8% indicated good qualification. Field testing is 91,92% indicate very good qualification. (3) Learning outcome that was calculate manually obtains number of tcount 2,88. Value of ttable 5% significance is 2.021. Therefore tcount is higher than ttable. It can be concluded that H0 is refused and H1 was accepted. Based on the finding, there were significant differences between of civic subject learning outcomes before and after using interactive learning multimedia. Mean score after usage of media (86,35) is higher than before (55,0). It can be said that multimedia interactive learning in science subjects can effectively improve learning outcomes IPA . keyword : interactive learning multimedia, 4D model
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 TEJAKULA TAHUN 2013/2014 ., Made Atmaka Wati; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.749 KB)

Abstract

Permasalah dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran yang diterapkan lebih ditekankan pada metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional serta kurang kurangnya pemafaatan media dan nilai siswa dibawah KKM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil belajar Sosiologi antara kelompok siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran mind mapping berbantuan media PowerPoint dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas X semester ganjil SMA Negeri 1 Tejakula tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan “post test only control group design”. Populasi dalam penelilitian ini adalah siswa kelas X semester genap SMA Negeri 1 Tejakula. Dari lima kelas yang ada, kelas X1 sebanyak 31 orang siswa sebagai kelas eksperimen dan X2 sebanyak 30 orang siswa sebagai kelas kontrol dengan teknik random kelas. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan metode tes dan instrumen yang digunakan sebagai penilaian berupa tes obyektif pilihan ganda (Multiple Choice Item Test) dengan satu jawaban benar. Hasil tes selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik statistik uji-t. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan dengan uji-t ditemukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Sosiologi yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran Mind Mapping berbantuan media PowerPoint dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tejakula tahun pelajaran 2013/2014, (t hitung = 2,840 > t tabel = 2,000). Hal ini terbukti dari tingginya hasil belajar siswa kelas X1 SMA Negeri 1 Tejakula tahun pelajaran 2013/2014 selaku kelompok eksperimen setelah mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran problem Mind Mapping berbantuan media pembelajaran berbasis Ms.PowerPoint, dibandingkan dengan siswa kelas X2 di SMA Negeri 1 Tejakula tahun pelajaran 2013/2014 selaku kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran konvensional ( 1=19,935> 2=17,067). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran mind mapping berbantuan media PowerPoint berpengaruh terhadap hasil belajar Sosiologi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tejakula tahun pelajaran 2013/2014 Kata Kunci : Mind Mapping , media power point, hasil belajar Sosiologi. Problems in this research is a learning process that is applied to more emphasis on teaching methods that still conventional and less lack pemafaatan media and student scores below the KKM. The purpose of this study was to determine differences in learning outcomes between groups Sociology students who are taught with strategies of media-assisted learning mind mapping PowerPoint with students who take learning using conventional learning strategies in class X SMA semester 1 2013/2014 school year Tejakula. This study was a quasi-experimental (quasi experiment) with the draft "post-test only control group design". The population in this penelilitian is class X SMA semester 1 Tejakula. Of the five classes, the class X1 as many as 31 students of the experimental class and X2 as many as 30 students as a control class with a class of random techniques. The research data was taken using the test methods and instruments used for assessment in the form of multiple choice objective test (Multiple Choice Test Items) with the correct answer. The test results were then analyzed using t-test statistical technique. Based on the results of hypothesis testing that has been done by t-test found that there are differences in learning outcomes Sociology significantly between students who take learning to use learning strategies Mind Mapping PowerPoint-assisted media with students who take learning using conventional learning models in class X in SMA 1 Tejakula 2013/2014 school year, (t = 2.840> t table = 2.000). his is evident from the high grade of student learning outcomes X1 SMA Negeri 1 Tejakula 2013/2014 school year as the experimental group after participating in learning using learning strategies Mind Mapping assisted problem-based learning media Ms.PowerPoint, compared with X2 grader at SMA 1 year Tejakula 2013/2014 subjects as a control group that followed the conventional learning using learning strategies (1 = 19,935> 2 = 17,067). Based on this it can be concluded that the strategy of media-assisted learning mind mapping PowerPoint Sociology effect on learning outcomes in class X in SMA 1 Tejakula school year 2013/2014. keyword : Mind Mapping, media power point, the results of study of Sociology.
VIDEO PEMBELAJARAN TEKNOLOGI PRODUKSI, KOMUNIKASI DAN TRANSPORTASI: PRODUK PENGEMBANGAN UNTUK MATA PELAJARAN IPS Luh Putu Putrini Mahadewi, I Gede Agung Oka Badra I Dewa Kade Tastra
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.417 KB)

Abstract

Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya daya serap siswa dalam mengikutipelajaran IPS sehingga mengakibatkan rendahnya nilai rata-rata siswa pada pelajaranIPS yaitu 5,7 lebih rendah dari standar nilai ketuntasan. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan desain pengembangan media video pembelajaran dengan model PBK.Disamping itu penelitian ini juga untuk mengetahui kelayakan media video pembelajaranpada mata pelajaran IPS kelas IV di SD Negeri 3 Tunjuk menurut review para ahli dan ujicoba produk. Model pengembangan yang digunakan adalah model pembelajaranberbantuan komputer (PBK) yang dikembangkan oleh Luther terdiri dari enam tahapyaitu; a) konsep (concept), b) desain (design), c) pengumpulan bahan materi (collectingmaterials), d) pembuatan (assembly), e) uji coba (tes drive) dan f) distribusi (distribution).Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan angket. Teknikanalisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisisdeskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menghasilkan desain pengembangan yangberupa flowchart dan storyboard untuk memproduksi media. Kelayakan pada mediavideo didapat dari hasil penyajian dan analisis data yaitu (1) menurut review ahli isi matapelajaran menunjukkan kategori sangat baik (96%), (2) menurut review ahli desainpembelajaran berada pada kategori sangat baik (90%), (3) menurut review ahli mediapembelajaran menunjukkan kategori baik (83%), (4) berdasarkan uji coba peroranganmenunjukkan kategori baik (89,44%), dan (5) berdasarkan uji coba kelompok kecilberada pada kategori sangat baik (90,83). Dengan demikian media video pembelajaranini layak pakai sesuai dengan karakteristik siswa kelas IV di SD Negeri 3 Tunjukkabupaten Tabanan.Kata Kunci: pengembangan, media video pembelajaran, IPS
PENGEMBANGAN PROGRAM SIARAN RADIO MELALUI ACARA KREATIVITAS SASTRA PROGRAMA 2 RRI SINGARAJA PADA SISWA PENGAMBIL EKSTRAKULIKULER JURNALISTIK DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ida Bagus Widiana; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.958 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan program siaran radio melalui acara kreativitas sastra Programa 2 RRI Singaraja, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan program siaran radio menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas program siaran radio untuk ektrakulikuler jurnalistik. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model RAD (Rapid Application Development), dengan menggunakan 6 tahap, yaitu (1) tahap analisis kebutuhan, (2) tahap mendesain produk , (3) tahap pengumpulan materi, (4) tahap perakitan, (5) tahap uji coba dan (6) tahap distribusi. Keenam tahap model pengembangan ini dijadikan acuan dalam memproduksi, dan memvalidasi program siaran radio yang dikembangkan. Validasi program siaran radio dilakukan oleh satu ahli isi sastra dan jurnaistik, satu ahli desain program siaran radio, satu ahli program siaran radio, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Uji efektivitas program siaran radio pada oleh 30 orang siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data penelitian dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskritif kuantitatif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) deskripsi rancang bangun pengembangan program siaran radio memuat langkah analisis peserta didik, tujuan, pemilihan bahan materi, penggunaan media, partisipasi peserta didik di kelas, penilaian serta revisi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut: (a) ahli isi program siaran radio 96,66%; (b) ahli desain program siaran radio 93,33%; (c) ahli program siaran radio 96,66% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 93,33% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 87,30%, dengan katagori baik dan uji coba lapangan 93,27% dengan kategori sangat baik; (3) uji efektivitas hasil pengembangan program siaran radio menunjukkan bahwa thitung = 13,113 > ttabel =2,000. Jadi dapat disimpulkan bahwa pogram siaran radio adalah efektif untuk meningkatkan kemampuan ekstrakulikuler sastra dan jurnalistik pada siswa pengambil ekstrakulikuler sastra dan jurnalistik di SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : pengembangan, program siaran radio, Jurnalistik dan sastra This study aims at: (1) describing the plan of broadcast program development through Kreativitas Sastra Programa 2 program of RRI Singaraja, (2) finding out the result quality of the broadcast program development regarding to expert’s review, and (3) finding out the effectiveness of the broadcast program for journalistic extracurricular. This study belonged to research and development method which used RAD (Rapid Application Development) model, by applying 6 stages, namely (1) need analysis stage, (2) product designing stage, (3) material gathering stage, (4) assembling stage, (5) executing stage, and (6) distributing stage. The six stages became the “acuan” in producing and validating the broadcast program being developed. The validity process on the broadcast program was done by a professional of linguist and journalist, a professional broadcast program designer, a professional programmer, three individual testability students, twelve testability small-group students, and thirty testability field students. The effectiveness test on broadcast program on thirty students applied pre-test and post-test research design. The research data were gathered through test and questionnaire. The data analysis used qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive and t-test inferential statistics. The research results show (1) the description of the broadcast-program development plan which consists of the analysis step on student, goal, material selection, media usage, students’ participation in class, evaluation, and revision; (2) the quality of the development result of the media regarding to: (a) the professional of broadcast program content 96.66%; (b) the professional broadcast program designer 93.33%; the professional programmer 96.66% which the three were in excellent category; and (d) individual test 93.33% in excellent category, small group test 87.30% in good category, and field test 93.27% in excellent category; (3) the effectiveness test on broadcast program development which shows that t observed = 13.113 > t table = 2.000. Therefore, it could be concluded that broadcast program is effective for improving the abilities of students of SMP Negeri 2 Singaraja in terms of linguistics and journalistic extracurricular.keyword : development, broadcast program, journalistic and linguistics
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DEGENG PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD ., Made Rasmiadi; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.974 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas V SD, dan mengetahui efektiVtas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model Degeng. Penelitian ini melibatkan siswa kelas V di SDN 2 Bengkala dan V SDN 1 Bengkala masing-masing sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain 88% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 76,7% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 90,6 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 84,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 84% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 76,73. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (85,3) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (50,77).Kata Kunci : multimedia pembelajaran interaktif, IPA, dan hasil belajar This study was motivated by concerns that media limitations exciting learning and teaching materials in accordance with. This study aims to describe the development of multimedia interactive learning design, test the validity of the results of the development of multimedia interactive learning science for fifth grade elementary school students, and knowing efektiVtas use of multimedia interactive learning to the development of science learning outcomes fifth grade elementary school students. This type of research is the development of research, with the model Degeng. The study involved fifth grade students at SDN 2 Bengkala and SDN 1 Bengkala each of 30 people. Collecting data in this study carried out by the method of recording documents, questionnaires and tests. The data obtained from the method of recording documents, a qualitative descriptive analysis. Data from the questionnaires were analyzed descriptively qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test methods of inferential statistical analysis. The results of the expert evaluation of the content of 94% at the excellent qualifications. The results of the expert evaluation of design 88% are in excellent qualifications. Media expert evaluation results are 76.7% better in qualifying. 90.6% of individual test results are in excellent qualifications. The test results of small group 84.6% were in excellent qualifications. The results of the field test was 84% better in qualifying. Calculation results obtained manually learning outcomes t 76.73. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there is a significant difference between the students science learning outcomes before and after the use of multimedia interactive learning. The average value after using the media (85.3) was higher than before using the media (50.77). keyword : multimedia interactive learning, science, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN HIRAGANA UNTUK KELAS X BAHASA DAN BUDAYA DI SMAN 1 SERIRIT ., Ida Bagus Komang Sudarma; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.098 KB)

Abstract

Kompetensi atau kemampuan menulis urutan penulisan, konsonan dan vokal rangkap, dan bentuk huruf Hiragana di SMA Negeri 1 Seririt adalah masih rendah. Rendahnya kompetensi tersebut diduga karena kurangnya penggunaan media pembelajaran yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran yang berdampak pada rendahnya prestasi belajar bahasa Jepang (kriteria kelulusan minimum = 77 ). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan produk media presentasi pembelajaran. Untuk menghasilkan produk media presentasi pembelajaran tersebut, digunakan pendekatan penelitian pengembangan dengan model 4D (Define-Design-Development-Dissemination). Subjek uji coba pengembangan adalah 35 orang siswa kelas X Bahasa dan Budaya tahun pelajaran 2014/2015 SMA Negeri 1 Seririt. Data dikumpulkan melalui wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, dan statistik inferensial teknik uji-t. Hasil penelitian menemukan bahwa rancang bangun terbagi menjadi storyboard, purwarupa berdasar-komputer I, dan purwarupa berdasar-komputer II. Persentase kualitas produk menurut ahli media adalah = 91,5% dengan kualifikasi sangat baik, ahli desain pembelajaran = 92% dengan kualifikasi sangat baik, ahli konten = 98,3% dengan kualifikasi sangat baik, dan ahli bahasa Indonesia= 86,7% dengan kualifikasi baik. Uji coba perorangan diperoleh persentase 75,3% dengan kualifikasi baik, uji coba kelompok kecil = 80,4% dengan kualifikasi baik, dan uji coba lapangan = 80,57% dengan kualifikasi baik. Melalui uji-t diperoleh thitung = 12,47 > ttabel = 2,03, yang berarti H0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media presentasi pembelajaran Hiragana berbasis multimedia efektif meningkatkan kemampuan menulis Hiragana siswa kelas X Bahasa dan Budaya.Kata Kunci : media presentasi pembelajaran, menulis Hiragana Students skills to draw stroke order, to write consonant and vowel cluster, to correspond the proportional form of Hiragana in SMA Negeri 1 Seririt was still low. It was suspected due to lack of utilization of instructional media which was considered could foster learning effectiveness. By that matter, learning otcomes became low (minimum marks requirement = 77). Therefore, this research was conducted with aim to produce instructional presentation media. To construct it, 4D approach (define-design-development-dissemination) was used. Participants of the developmental testing were 35 graders of class X Bahasa dan Budaya academic year 2014/2015 of SMA Negeri 1 Seririt. Data were collected by using interview, documenting, questionnaire, and test. Data thus analyzed by using quantitative descriptive, qualitative descriptive, and inferential statistic with t-test technique. The research outcomes shows that 3 types of prototype had developed, such as storyboard, computer-based prototype I, and computer-based prototype II. The quality according to media expert appraisal is 91.5% with excellent qualification, instructional design expert = 92% with excellent qualification, instructional content expert = 98.3% with excellent qualification, and Indonesian language expert = 86.7% with good qualification. Afterward, percentage from one-to-one testing = 75.3% with good qualification, small group testing = 80.04% with good qualification, and field testing = 80.57% with good qualification. From t-test, tcount = 12.47 > ttable = 2.03, that means H0 is rejected. As conclusion, the use of instructional presentation media of Hiragana significantly affects the writing skill of Hiragana of class X Bahasa dan Budaya graders.keyword : instructional presentation media, writing Hiragana
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MODEL LUTHER PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 1 MARGA KABUPATEN TABANAN I Gde Wawan Sudatha, I Made Dwika Handikha,, Anak Agung Gede Agung ,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.307 KB)

Abstract

Permasalahan rendahnya prestasi belajar IPA di SMP Negeri 1 Marga Tabanan disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebabnya adalah masih relatif kurangnya pengunaan media pembelajaran yang dapat secara efektif meningkatkan hasil atau prestasi belajara IPA. Oleh karena itu dalam penelitian  pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun dan untuk mengetahi kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013 berdasarkan uji para ahli dan uji lapangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model Luther, dimana model ini dikembangkan melalui enam tahap, yakni tahap (1) konsep, (2) perancangan, (3) pengumpulan bahan, (4) pembuatan, (5) uji coba, dan (6) distribusi”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Rancang bangun multimedia yang dikembangkan dapat dilihat pada laporan perkembangan produk. (2) Mengenai kualitas hasil multimedia pembelajaran berdasarkan data dari angket kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dikonversi ke dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5. Tinjauan ahli isi mata pelajaran mencapai 82% katagori baik, tinjauan ahli desain pembelajaran mencapai 82% katagori baik, tinjauan ahli media pembelajaran mencapai 84% katagori baik, uji coba perorangan mencapai 85,15% katagori baik, uji coba kelompok kecil mencapai 81,91% katagori baik, dan uji coba lapangan mencapai 85,79% katagori baik. Oleh karena itu media yang dihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai, karena telah dilakukan validasi sesuai aturan.   Kata-kata kunci: Pengembangan, Multimedia Pembelajaran, IPA.
ANALISIS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) UNTUK IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 3 BANJAR JAWA KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Gede Arnawa Riana; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.994 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7588

Abstract

Permasalahan yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP adalah belum dilengkapi KI-1 dan KI-2 pada indikator dan guru belum merevisi beberapa RPP sesuai Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pendapat guru mengenai RPP untuk implementasi kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan kesesuaian isi RPP yang dikembangkan guru dengan implementasi kurikulum 2013, (3) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP untuk implementasi kurikulum 2013, dan (4) untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi permasalahan dalam mengembangkan RPP untuk implementasi kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas rendah yang berjumlah 3 orang. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu kuesioner, observasi dan wawancara. Data yang sudah terkumpul diolah menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pendapat guru mengenai RPP berada pada kategori sedang (75,9), (2) kesesuaian isi RPP yang dikembangkan guru dengan implementasi kurikulum 2013 berada pada kategori sedang (76,2), (3) kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP yaitu guru mengalami kesulitan dalam merancang langkah pembelajaran pada kegiatan inti karena terlalu banyak dituntun untuk mengamati, dan (4) permasalahan guru dalam mengembangkan RPP dapat diatasi dengan cara mengisi diri dengan menambah wawasan melalui kegiatan workshop terkait implementasi kurikulum 2013, tanggap terhadap informasi dan sering berbagi informasi terkait kurikulum 2013 dengan guru lainya maupun dengan kepala sekolah. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kualitas RPP yang dikembangkan guru untuk implementasi kurikulum 2013 berada pada kategori sedang.Kata Kunci : RPP, kurikulum 2013 Problems faced by low-grade teacher in developing the lesson plan were the absence of the indicators of KI-1 and KI-2 and the teachers have not revised some of the lesson plan according to Permendikbud No. 103 Tahun 2014. Therefore, this study aimed to (1) describe the completeness of component of Curriculum 2013 based lesson plan that developed by the teachers, (2) describe the suitability of the content of lesson plan with the implementation of Curriculum 2013, (3) describe the difficulties faced by teachers in developing Curriculum 2013 based lesson plan, and (4) describe the efforts made by the teachers to overcome the problems in developing Curriculum 2013 based lesson plan. This research was a descriptive study. Subjek in this research is low class teacher which amount to 3 people. Methods of data collection conducted in this study, namely questionnaire, observation and interviews. Data was processed using quantitative and qualitative descriptive analysis techniques. The results shows that (1) the components completeness of lesson plan developed by the teachers is at the moderate category (75.9), (2) the suitability of the contents of the lesson plan developed by teachers with the implementation of Curriculum 2013 is at the moderate category (76.2), (3) the teachers have difficulties in designing lesson activities on its core activities as too many are required to observe, and (4) those difficulties can be overcome by filling themselves with a variety of sources such as often follow activity of related/relevant workshop of curriculum implementation 2013, listening carefully to information and often shar relevant information of curriculum 2013 with teachers and principals. it can be concluded that the quality of Curriculum 2013 based lesson plan that developed by the teachers is at the moderate category.keyword : lesson plans, curriculum 2013
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS V SD NEGERI 4 PELIATAN ., I Gede Eka Pratama; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.4 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran interaktif, (2) mengetahui hasil validitas multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas V SD, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan, yang menggunakan model ADDIE. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data validasi ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran dan ahli media pembelajaran serta data hasil belajar IPA untuk melihat efektivitas media. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner untuk ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, uji coba perorangan, dan uji coba kelompok kecil dan tes untuk hasil belajar IPA. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) rancang bangun multimedia yaitu menganalisis kebutuhan dan mengembangkan flowchart. (2) hasil validasi menunjukan bahwa evaluasi dari ahli isi memperoleh hasil sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain memperoleh hasil sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli media memperoleh hasil sebesar 92,7% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan memperoleh hasil sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil memperoleh hasil sebesar 91,6% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan memperoleh hasil sebesar 90,5% pada kualifikasi sangat baik. (3) penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 11,70. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,00. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa setelah menggunakan media (81,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (63). Dengan demikian multimedia pembelajaran interaktif ini dikatakan efektif ditinjau dari uji efektivitas yang telah dilakukan.Kata Kunci : multimedia pembelajaran interaktif, IPA This study aims to (1) describe the design of multimedia interactive learning, (2) determine the validity of the results of multimedia interactive learning science for fifth grade elementary school students, and (3) determine the effectiveness of the use of multimedia interactive learning on learning outcomes of elementary school fifth grade science students. This research is the development of research, the ADDIE model. The data collected in this study is the validation of the data subject content expert, instructional design experts and media expert learning and science learning outcome data to look at the effectiveness of the media. Data collection instruments used in the form of a questionnaire to expert course content, instructional media expert, instructional design experts, individual testing, and testing of small groups and test for science learning outcomes. Analysis of the data using three techniques qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis techniques, and inferential statistical analysis techniques. Results showed (1) multimedia design is to analyze needs and develop a flowchart. (2) validation results showed that the contents of obtaining expert evaluation of the results by 90% on a very good qualification. Expert design to obtain a yield of 90% on a very good qualification. Media experts to obtain the results of 92.7% on the excellent qualifications. Individual test results gained by 90% results in a very good qualification. Small group of test results to obtain a yield of 91.6% on the excellent qualifications. The results of the field test to obtain a yield of 90.5% on the excellent qualifications. (3) learning outcomes manually counting results obtained t count equal to 11.70. Price t table 5% significance level was 2.00. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. This means, there are significant differences between the results of learning science students after using the media (81.67) is higher than before using the media (63). Thus multimedia interactive learning is said to be effective in terms of effectiveness trials that have been done.keyword : multimedia interactive learning, science