cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Android pada Mata Pelajaran Perawatan Wajah, Badan (Body Massage) dan Waxing di SMK Abiyoga, Bayu; Rahmiati, Rahmiati
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i2.41038

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di lapangan adalah kurangnya sarana prasarana penunjang peserta didik dalam proses belajar mandiri dan belum tersediannya aplikasi yang dapat diakses dan daring di kelas XI SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media pembelajaran berbasis Android yang valid, praktis, dan efektif pada mata pelajaran perawatan wajah, badan (body massage), dan waxing. Pengembangan media pembelajaran berbasis Android menggunakan metode penelitian R&D dengan prosedur pengembangan 4D (define, design, development, dan deseminate). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMK. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan media pembelajaran berbasis Android dengan hasil uji ahli media diperoleh rata rata 89% dengan kategori valid. Hasil uji ahli materi diperoleh rata-rata sebesar 91% dengan kategori valid. Hasil uji angket praktikalitas guru diperoleh rata-rata 94,44 dengan kategori sangat praktis. Hasil uji angket praktikalitas peserta didik diperoleh rata-rata 76,54% dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil temuan penelitian di atas di simpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Android ini valid, praktis dan efektif untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran perawatan wajah, badan (body massage), dan waxing di SMK. Diharapkan kepada guru agar lebih inovatif dan kreatif mempergunakan media pembelajaran.
Independent Learning through Interactive Multimedia Based on Problem Based Learning Arifin, Zainul; Tegeh, I Made; Yuda Sukmana, Adrianus I Wayan Ilia
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i2.41292

Abstract

Penelitian ini didasari kurangnya penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Hal ini berdampak pada hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian pengembangan ini yaitu 1 ahli isi mata pelajaran, 1 ahli desain pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa untuk uji perorangan, dan 9 siswa untuk uji kelompok kecil. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini yaitu metode wawancara, metode observasi, dan metode kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.  Hasil penelitian pengembangan ini multimedia pembelajaran interaktif ini dinyatakan valid dengan hasil review ahli isi mata pelajaran sebesar 98,46% dengan kualifikasi sangat baik.  Hasil review ahli desain pembelajaran sebesar 92 % dengan kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli media pembelajaran sebesar 92,72% dengan kualifikasi sangat baik.  Hasil review dari uji perorangan sebesar 95% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil review dari uji kelompok kecil sebesar 95,17% dengan kualifikasi sangat baik. Multimedia pembelajaran interaktif berbasis model pembelajaran problem-based learning (PBL) layak digunakan untuk proses pembelajaran.
Pengembangan Multimedia Interaktif dengan Metode EPIC 5C berbasis Model Case-Based Learning pada Materi Tematik Terpadu Kelas V Kurniawan, Budi; Basri K., Ivo; Widiastuti, Ni Putu Kusuma; Ahmad, Rizqy A. R.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i2.41368

Abstract

Belum tersedianya modul yang sistematis pada mata kuliah Kewirausahaan di Program Studi Teknik Fabrikasi dan Pengelasan Logam (TFPL) serta hasil belajar peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran dan menghasilkan modul yang valid, praktis, dan efektif pada mata kuliah Kewirausahaan berbasis proyek untuk peserta didik Program Studi TFPL di Akademi Komunitas Negeri Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (penelitian dan pengembangan), dengan model pengembangan 4D. Prosedur pengembangan 4D yaitu Define (pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Teknik analisis data efektivitas dengan memakai skor N-Gain. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengembangan ini untuk efektivitas modul pembelajaran diperoleh dari nilai pretest dan posttest mahasiswa setelah menggunakan modul pembelajaran berada dalam kategori efektif. Kesimpulannya, modul pembelajaran berbasis proyek yang dikembangkan dapat digunakan pada proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Bahan Ajar IPA Berbasis Kontekstual Interaktif untuk Siswa Kelas VIII Langa, Vinsensia; Suparmi, Ni Wayan; Kua, Maria Yuliana
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v10i1.41496

Abstract

Kurangnya buku-buku pembelajaran IPA, sehingga bahan ajar yang digunakan guru masih merupakan bahan ajar biasa atau bahan ajar pasif dan kurang menarik. Di samping itu, metode yang digunakan masih bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan menciptakan bahan ajar IPA berbasis kontekstual interaktif yang valid dan praktis sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan model ADDIE. Subjek penelitian dilakukan 2 uji ahli media, 2 uji ahli produk, uji kelompok kecil yakni kepada 5 orang siswa dan 2 orang guru mata pelajaran IPA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan menggunakan lembar validasi serta angket respon. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Perolehan hasil rata-rata kevalidan bahan ajar yang dikembangkan dari validator sebesar 3,77 dengan kriteria valid dan hasil rekapitulasi angket respon siswa dan guru sebesar 3,74 dengan kriteria praktis. Maka, bahan ajar IPA berbasis kontekstual interaktif untuk siswa kelas VIII SMP layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Implikasi penelitian ini, yaitu dihasilkannya bahan ajar interaktif IPA berbasis kontekstual interaktif dapat digunakan oleh guru sebagai bahan ajar yang membantu belajar siswa.
Video Pembelajaran Berpendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kompetensi IPA Yudana, I Ketut Tresna Pradnya; Sudatha, I Gde Wawan; Ilia Yuda Sukmana, Adrianus I Wayan
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v10i1.41526

Abstract

Masih banyak guru yang kurang memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan guru mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi, sehingga berdampak pada hasil belajar IPA yang rendah. Tujuan penelitian ini yaitu menciptakan video pembelajaran berbasis kontekstual untuk meningkatkan kompensi IPA pada siswa. Jenis penelitian ini yaitu pengembangan yang menggunakan model ADDIE. Subjek uji ahli terdiri dari 3 orang ahli media pembelajaran, isi pelajaran, dan desain pembelajaran. Subjek uji coba produk terdiri dari 12 siswa. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu wawancara, observasi, kuesioner, dan pencatatan dokumen. Instrumen yang digunakan yaitu lembar wawancara dan kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu penilaian yang diberikan oleh ahli isi pelajaran yaitu 80% (sangat baik). Penilaian dari ahli desain pembelajaran yaitu 93,33% (sangat baik). Penilaian dari ahli media pembelajaran yaitu 91,11% (sangat baik). Hasil uji coba perorangan, yaitu 97,5% (sangat baik) dan hasil uji coba kelompok kecil yaitu 95,55% (sangat baik). Maka, video pembelajaran berbasis kontekstual valid dan layak diterapkan dalam pembelajaran. Implikasi penelitian ini yaitu video pembelajaran berbasis kontekstual dapat digunakan siswa dalam pembelajaran.
Media Pembelajaran Berbasis Problem Based Learnig Menggunakan VideoScribe untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Saragi, Rohaima; Tegeh, I Made
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v10i1.41538

Abstract

Rendahnya peran aktif siswa dalam proses pembelajaran IPS berdampak pada rendahnya hasil belajar. Hal tersebut juga disebabkan oleh kegiatan pembelajaran guru masih menggunakan metode konvensional. Oleh karean itu, perlu adanya inovasi pembelajaran yang dapat merangsang siswa agar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk  meningkatkan hasil belajar IPS melalui pengembangan  video pembelajaran berbasis problem based learning dengan menggunakan videoscribe. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian pengembangan yang dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni ahli isi pembelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, dan 9 orang siswa kelas V. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner. Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  validitas produk dikatakan valid dengan masing-masing penilain yakni review ahli isi pembelajaran dengan persentase 86% dengan kategori baik;  hasil review ahli desain pembelajaran dengan persentase 90% dengan kategori sangat baik;  hasil review ahli media pembelajaran dengan persentase 82% dengan kategori baik; hasil review uji coba perorangan dengan presentase 95,93% dengan kategori sangat baik; hasil review uji coba kelompok kecil dengan persentase 99,75% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hal tersebut, video pembelajaran IPS ini dapat meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran.
E-Modul Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Sumber Belajar IPA Siswa Kelas VII Raqiztya, Faradhin Amartha; Agung, Anak Agung Gede
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v10i1.41590

Abstract

Selama pandemi Covid-19, pembelajaran harus dilakukan secara daring dengan berbagai kendala dan keterbatasan yang ada. Guru kesulitan dalam menyampaikan materi dan tidak dapat melakukakan pembinaan karakter, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Oleh karena itu, perlu adanya pembelajaran yang inovatif, fleksibel, dan efektif yang dapat merangsang siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pengembangan e-modul berbasis pendidikan karakter. Jenis penelitian ini yaitu pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni ahli mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, serta 9 orang siswa sebagai subjek uji coba perorangan. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan pencatatan dokumen dan kuisioner, dengan instrumen penelitian berupa laporan pencatatan dokumen dan lembar kuesioner/angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan dinyatakan valid dengan hasil review ahli isi (97%), hasil review ahli desain (95,4%), hasil review ahli media (97,5%), hasil uji coba perorangan (90%), dan hasil uji coba kelompok kecil (93,7%). Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa bahan ajar e-modul yang dikembangkan berada dalam kualifikasi sangat baik, sehingga sangat layak untuk dikembangkan dan dibelajarkan kepada peserta didik.
Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Hidrokarbon Kartini, Ketut Sepdyana; Putra, I Nyoman Tri Anindia
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v10i1.41877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sebelum mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis android pada materi hidrokarbon. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian pengembangan, yang dikembangkan dengan model ADDIE. Hanya saja tahap yang digunakan pada penelitian ini hanya terbatas pada tahap analisis. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan metode studi literatur dan studi lapangan dengan instrumen penelitian berupa angket kebutuhan siswa dan angket kebutuhan guru. Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Adapun hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa 56% materi hidrokarbon mengandung konsep abstrak, sehingga dibutuhkan bantuan seuatu media pembelajaran interaktif untuk memahami materi tersebut. Hasil analisis kebutuhan 8 guru kimia dan 135 siswa kelas X IPA menunjukkan bahwa 83% siswa merasa kesulitan memahami materi hidrokarbon dan 60% siswa merasa belum cukup jika hanya mendengarkan penjelasan guru sehingga 94,6% guru dan 99% siswa menganggap bahwa penerapan media pembelajaran interaktif dalam kegiatan belajar mengajar memang sangat diperlukan. Seluruh guru dan 98% siswa menyatakan tertarik dan ingin menggunakan media pembelajaran tersebut dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pengembangan media pembelajara interaktif berbasis android pada materi Hidrokarbon.
Leaders’ Communication Ethics in The Innovation Diffusion Process at School System: Investigated from Balinese Philosophy of Life Mahadewi, Luh Putu Putrini; Muslim, Suyitno; Tegeh, I Made; Astawa, Ida Bagus Made
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i2.42050

Abstract

Elemen penting difusi inovasi salah satunya adalah saluran komunikasi. Setiap saluran komunikasi memiliki etika dan strategi komunikasinya masing-masing dalam upaya memengaruhi anggota suatu sistem sosial tertentu dalam mengadopsi tidaknya suatu inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi peran etika berkomunikasi pimpinan dalam proses difusi inovasi pembelajaran digital dilihat dari filosofi hidup anggota sistem sosial tempat difusi inovasi terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif (cross-sectional study) dengan menggunakan metode survey. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran etika berkomunikasi dalam proses difusi inovasi pembelajaran digital pada sistem persekolahan sangat urgen pada aspek-aspek: pihak yang wenang mengkomunikasikan, komunikasi interpersonal para pimpinan yang simetris, dan penghargaan terhadap lingkungan dan masyarakat melalui pendekatan konflik kepentingan, dan tanggung jawab sosial. Dapat disimpulkan bahwa ditinjau dari filosofi hidup masyarakat Bali, etika komunikasi pimpinan dalam proses difusi inovasi pada sistem persekolahan sangat nampak pada aspek penghargaan terhadap lingkungan yakni pendekatan konflik kepentingan difusi inovasi. Tulisan awal ini masih perlu disempurnakan dengan data empiris lebih lanjut di lapangan, sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh keterkaitan difusi inovasi dengan faktor-faktor yang potensial memengaruhi diadopsi tidaknya inovasi pada satu atau lebih sistem sosial persekolahan lainnya.
Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Kelompok Melalui LKPD Berbasis Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Stray Farid, Ayyul; Sudarma, I Komang
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v10i1.42138

Abstract

Kurangnya sumber belajar maupun penggunaan bahan ajar pembelajaran yang bervariatif, inovatif, dan interaktif berdampak pada minat dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang proses pengembangan LKPD berbasis cooperative learning tipe TSTS. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian pengembangan ini yaitu 1 ahli desain pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran, 1 ahli isi pembelajaran, 3 siswa untuk uji perorangan, dan 8 siswa untuk uji kelompok kecil. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini yakni metode observasi, metode wawancara, dan metode kuesioner dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD ini dinyatakan valid dengan hasil review ahli isi desain pembelajaran sebesar 88% dengan kualifikasi baik.  Hasil review ahli media pembelajaran sebesar 87% dengan kualifikasi baik. Hasil review ahli isi pembelajaran sebesar 100% dengan kualifikasi sangat baik.  Hasil review dari uji perorangan sebesar 97,6% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil review dari uji kelompok kecil sebesar 97,5% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis cooperative learning tipe TSTS layak dikembangkan dan digunakan untuk proses pembelajaran.