cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
Arca Megalitik di Pura Sibi Agung, Desa Pakraman Kesian, Gianyar, Bali, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Berdasarkan Kurikulum 2013 ., Made Angga Setiawan; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejarah keberadaan arca megalitik di Pura Sibi Agung Desa Pakraman Kesian, Gianyar, Bali, (2) mengetahui wujud, dan fungsi arca megalitik yang terdapat di Pura Sibi Agung Desa Pakraman Kesian, Gianyar, Bali (3) mengetahui aspek-aspek dari arca megalitik di Pura Sibi Agung yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah zaman pra aksara kelas X di SMA berdasarkan kurikulum 2013. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang dari pembuatan Arca Megalitik ini adalah adanya kepercayaan masyarakat pada zaman pra aksara terhadap arwah nenek moyang yang diwujudkan melalui pembuatan Arca Megalitik sebagai media pemujaan yang sakral, Arca Megalitik tertua di Pura Sibi Agung sudah ada jauh sebelum dibangunnya pura ini. (2) Wujud Arca Megalitik di Pura Sibi Agung keseluruhan berbentuk sederhana, dan difungsikan sebagai lambang pemujaan arwah leluhur, sebagai sarana pendidikan sosial, sebagai benda peninggalan purbakala, dan sebagai benda budaya. (3) Aspek-Aspek dari Arca Megalitik Di Pura Sibi Agung yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah Zaman Pra Aksara kelas X di SMA berdasarkan kurikulum 2013, adalah, Aspek Bentuk Fisik Arca Megalitik, Aspek Sejarah (Historis), aspek gotong royong dan kebersamaan, aspek religius (Religi).Kata Kunci : arca megalitik, wujud dan fungsi, sumber belajar This study was conducted for several purposes as; (1) to know the history of the existence of megalithic sculpture located in Sibi Agung temple, Kesian village, Gianyar regency, Bali (2) to know the form and the function of megalithic sculpture existed in Sibi Agung temple, Kesian village, Gianyar regency, Bali (3) to know the aspects of megalithic sculpture which could potentially be used as the learning source especially for the topic concerning on pre-literacy era on the history subject for grade X at SMA Negeri 1 Gianyar, Bali. In this study, the data was collected by using the qualitative method which consisted of the following steps; (1) the technique of examining the setting of the study (2) the technique of examining the informant (3) the technique of data collection (observation, interview, document-examination) (4) the technique of assuring the originality of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) the technique of data analysis. From the implementation of the study, there were several results obtained; (1) the making of megalithic sculpture was based on the belief of the society in the pre-literacy era toward the ancestral spirit which was later being manifested into the megalithic sculpture, a sacred worshiping medium. This megalithic sculpture was the oldest sculpture in Sibi Agung temple and had been existed even before the temple itself was built. (2) The overall look of the megalithic sculpture in Sibi Agung temple was in simple and it was functioned as the symbol of worshiping the spirit of the ancestor, as the learning medium for social science, as the inheritance of ancient object, and as the cultural object. (3) The aspects of megalithic sculpture in Sibi Agung temple which potentially be used as the learning source for history subject especially on the topic concerning on the pre-literacy era in grade X at SMA Negeri 1 Gianyar, Bali, were, the physical form aspect of megalithic area, the historical aspect, the aspect of mutual cooperation and togetherness, and the religious aspect.keyword : megalithic sculpture, form and function, learning source
Pondok Pesantren Abul ‘Abbas Nahdhatul Wathan (NW) di Desa Tegallinggah, Sukasada, Buleleng, Bali (Latar Belakang dan Kontribusinya bagi Pembelajaran IPS di MTs) ., MUHAMMAD RIVAI; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18523

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Abul ‘Abbas Nahdhatul Wathan di Desa Tegallinggah. (2) Perkembangan Pondok Pesantren Abul ‘Abbas NW Pondok Pesantren Nahdatul Wathandi Desa Tegallinggah tahun 2008-2018. (3)Aspek-aspek apa yang dapat dikontribusikan dalam pembelajaran IPS di MTs. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap; (1) Tahap Pengumpulan Data, (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) Kritik Sumber ( verifikasi), (3) Interpretasi ( Analisis Data), dan (4) Historiografi ( Penulisan Sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Abul ‘Abbas Nahdhatul Wathan di Desa Tegallinggah. (2) Perkembangan Pondok Pesantren Abul ‘Abbas NW Pondok Pesantren Nahdatul Wathandi Desa Tegallinggah tahun 2008-2018. (3)Aspek-aspek apa yang dapat dikontribusikan dalam pembelajaran IPS di MTs Abul ‘Abbas NW di Desa Tegallinggah. yang apa yang dapat dikontribusikan dalam pembelajaran IPS sesuai dengan kurikulum 2013. Kata Kunci : Pondok Pesantren, Sejarah, Nilai, Sumber Belajar The purpose of this study was to find out (1) the background of the establishment of Islamic Boarding School Abul ‘Abbas Nahdhatul Wathan in Tegallinggah Village. (2) Development of Abul ‘Abbas NW Islamic Boarding School Nahdatul Wath Islamic Boarding School in Tegallinggah Village in 2008-2018. (3) What aspects can be contributed to social studies at MTs . In this study, it can be collected using historical methods with stages; (1) Data Collection Phase, (observation, interview, document study), (2) Source Criticism (verification), (3) Interpretation (Data Analysis), and (4) Historiography (History Writing). The results of the study showed that, (1) The background of the establishment of Abul Islamic Boarding School ‘Abbas Nahdhatul Wathan in Tegallinggah Village. (2) Development of Abul ‘Abbas NW Islamic Boarding School Nahdatul Wath Islamic Boarding School in Tegallinggah Village in 2008-2018. (3) What aspects can be contributed to social studies at MTs Abul ‘Abbas NW in Tegallinggah Village. what can be contributed to social studies learning in accordance with the 2013 curriculum. keyword : Islamic Boarding Schools, History, Values, Learning Resource
Tradisi Ngerebeg di Desa Pakraman Tegallalang, Gianyar, Bali (Latar Belakang Pemertahanan dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Pendidikan Karakter dalam Pelajaran Sejarah) ., I Wayan Suwartika; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.4170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakang pemertahanan Tradisi Ngerebeg (2) Belum digunakannya Tradisi Ngerebeg sebagai sumber belajar sejarah (3) nilai-Nilai karakter dalam Tradisi Ngerebeg yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sejarah. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) metode pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik validitas data (triangulasi data), dan (5) teknik pengolahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Pemertahanan Tradisi Ngerebeg di latar belakangi karena adanya suatu kepercayaan dan keyakinan yang telah mengakar di masyarakit, di samping adanya alasan pelestarian budaya, psikologis, pendidikan dan ekonomi (2) Tradisi Ngerebeg belum digunakan sebagai sumber belajar sejarah karena ada beberapa faktor yang mendasari pemilihan sumber belajar yang sulit di terapkan, diantaranya: kurang ekonomis, susah diperoleh, kurang praktis, dan kurang menguasai materi. (3) nilai-nilai karakter dalam Tradisi Ngerebeg yang bisa dugunakan sebagai sumber belajar sejarah diantaranya: religius, bertanggung jawab, Disiplin, kerja keras, kreatif, nasionalis, serta peduli sosial dan lingkungan.Kata Kunci : Tradisi Ngerebeg, sumber belajar sejarah, nilai karakter. This study aims to (1) determine the background retention of Ngerebeg tradition (2) to know why Ngerebeg tradition not used as a source of learning the history (3) determine the values of characters in the Ngerebeg tradition which could serve as a source of learning history. In this study, the data collected using qualitative methods with the stages; (1) a technique of determining the location of the research, (2) determination techniques informant, (3) data collection methods (observation, interviews, document studies), (4) technical validity of the data (data triangulation), and (5) data processing techniques. The results showed that, (1) Retention Ngerebeg tradition in the background due to the presence of a background of trust and confidence that has been rooted for people, in addition to the reason for the preservation of the cultural, psychological, and economic education (2) Ngerebeg tradition not been used as a source of learning history because there are several factors underlying the selection of learning resources that are difficult to apply, including: less economical, hard-earned, less cumbersome, and less over matter. (3) The values of characters in the Ngerebeg tradition can be used as a source of learning history including: religious, responsible, discipline, hard work, creative, nationalists, as well as social and environmental care. keyword : Ngerebeg tradition, the history of learning resources, the value of the character
Identifikasi Potensi Taman Soekasada Ujung, di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal di SMA ., Wayan Devi Damayanti; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4277

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali yang bertujuan mengetahui: (1) Yang melatarbelakangi dibangunnya Taman Soekasada Ujung, di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali, (2) Struktur dan fungsi bangunan Taman Soekasada Ujung, di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali,(3)Aspek-aspek dari Taman Soekasada Ujung yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian kualitatif ialah (1) Penentuan Lokasi Penelitian,(2) Penentuan Informan, (3) Pengumpulan Data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi), (4) Validitas Data yang terdiri dari triagulasi data dan triangulasi metode, (5) Analisis Data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Taman Soekasada Ujung di bangun oleh Raja Karangasem Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Ada empat faktor yang melatarbelakangi pembangunan Taman Soekasada Ujung, yakni faktor sejarah, faktor kultur (kebudayaan), faktor politik dan faktor religius. (2) Struktur dan fungsi banguan Taman Soekasada Ujung, dalam pembangunan Taman Soekasada Ujung ini memiliki konsep ruang Tri Mandala yaitu Nista Mandala, Madya Mandala dan Utama Mandala yang dimana setiap bangunan memiliki fungsi masing-masing bangunan. (3) Aspek-aspek dari Taman Soekasada Ujung yang bisa dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah. Taman Soekasada Ujung ini merupakan peninggalan kerajaan Karangasem merupakan suatu karya yang dibuat langsung oleh Raja Karangaasem pada saat itu Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem yang sangat mencintai dunia kesenian dan Taman Seokasada Ujung ini merupaka suatu hasil karya beliau di bidang arsitektur bangunan yang memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber belajar sejarah menganai perkembangan kehidupan Negara-negara kerajaan hindu budha di IndonesiaKata Kunci : Taman Soekasada Ujung, Struktur, fungsi dan sumber belajar This research was conducted at Tumbu village, Karangasem, Bali which aims to know: (1) The background of the construction of Soekasada Ujung Garden, in Tumbu village, Karangasem regency, Bali, (2) Structure and function of the building Soekasada Ujung Garden, in Tumbu Village, Karangasem Regency, Bali, (3) aspects of Soekasada Ujung Garden that can be develoed as a source of learning local history. This research is qualitative research. The stages are carried out in a qualitative study are (1) Siting Research, (2) Determination informant, (3) data collection (observation, interview, and documentation),(4) The validity of data consisting of data and triagulasi methods triagulasi, (5) Data Analysis. The results showed: (1) Soekasada Ujung Garden was built by king of Karangasem, Anak Agung Agung Ketut Karangasem Anglurah. There are four factors behind the development of Soekasada Ujung Garden, the historical factors, cultural factors (culture), political factors and religious factors. (2) The structure and function of the building of Soekasada Ujung Garden, in the construction of Soekasada Ujung Garden has a concept, the concept is spece Tri Mandala, there are Nista Mandala, Madya Mandala and Utama Mandala in which each building has the function of each building. (3) aspects of Soekasada Ujung Garden that could be developed as a source of learning history. Soekasada Ujung Garden Karangasem kingdom is a legacy of a work created directly by King Karangaem at the time of Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem who loved the world of art and Soekasada Ujung Garden is a result of his work in the field buiding architecture that has the potential for very great as a source of learning the history of the development of life about contries Buddhist Hindu kingdom in Indonesiakeyword : Soekasada Ujung Garden, Structure, function and learning resources
KONVERSI AGAMA HINDU KE AGAMA KRISTEN DI DESA BUDUK (SEJARAH, NILAI-NILAI KARAKTER, SERTA KONTRIBUSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH PEMINATAN DI SMA) ., Ikhsan Maulana Putra Prasetyo; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5318

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui latar belakang terjadinya Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa buduk, (2) mengetahui Nilai-nilai karakter yang dapat dipetik dari Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa Buduk, (3) mengetahui kontribusi Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa Buduk sebagai sumber belajar sejarah peminatan di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian sejarah. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik atau penelusuran jejak-jejak sejarah, (2) kritik sumber yang terdiri kritik ekstern dan kritik intern, (3) melaksanakan interpretasi atau memilih sumber yang valid, (4) melakukan historiografi atau penyusunan cerita sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Desa Buduk merupakan salah satu desa yang memiliki keanekaragaman agama dan kebudayaan. Hal ini dapat dilihat dari terjadinya konversi agama di Desa Buduk. Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen ini menimbulkan banyak perubahan yang terjadi di Desa Buduk; (2) Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen di Desa Buduk menampilkan nilai-nilai karakter Religius dan Toleransi antar umat beragama yang dijadikan dasar pegangan hidup bagi generasi penerus bangsa (pemuda) dalam mengisi kerukunan dan perdamaian antar umat beragama; (3) Peristiwa sejarah Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah sosial dalam sejarah peminatan bagi siswanya, Seperti kegiatan kunjungan ke lokasi terjadinya Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen. Pemanfaatan Peristiwa sejarah Konversi Agama Hindu ke Agama Kristen sebagai sumber belajar sejarah sosial dalam sejarah peminantan di SMA berbasis kurikulum 2013 yaitu dengan menggunakan pendekatan scientificKata Kunci : Konversi Agama, Penelitian Sejarah,Nilai Karakter, kurikulum 2013, Sejarah. This research aims to (1) determine the background of the Conversion Hinduism to Christianity in the Buduk village , (2) know the values of characters that can be learned from the Conversion Hinduism to Christianity in the Buduk village, (3) determine the contribution of Hindu Religious Conversion to Christianity in the Buduk village as a source of learning the history of specialization in high school. This study is a historical research. The stages are carried out in the study of history, namely: (1) search heuristics or traces of history, (2) source criticism comprising external criticism and internal criticism, (3) implement the interpretation or choose a valid source, (4) perform historiography or the preparation of historical stories. The results showed: (1) Buduk village is a village that has a diversity of religions and cultures. It can be seen from the occurrence of religious conversion in the village Buduk. Conversion Hinduism to Christianity has led many changes that occurred in the village of Buduk; (2) Conversion of Hinduism to Christianity in the village Buduk displays the values of religious character and inter-religious tolerance as the basis of a handle on life for the next generation (youth) in charge of harmony and peace between religious communities; (3) Conversion historical events Hinduism to Christianity can be used as a source of learning social history in the history of specialization for students, such as visits to the location of the Conversion Hinduism to Christianity. Utilization of historical events Conversion Hinduism to Christianity as a source of social history in the history of learning in school-based curriculum 2013 is by using a scientific approachkeyword : Conversion of Religion, History Research, Value Character, curriculum 2013, History
Persepsi Siswa Terhadap Guru Sejarah yang Ideal (Studi Kasus Pada Kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial Tahun Pelajaran 2012/2013 di SMA Negeri 1 Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali). Wahyu Harianti, Ni Putu
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i1.1014

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui persepsi siswa terhadap penampilan fisikal guru sejarah yang ideal pada kelas XI IPS Tahun Pelajaran 2012/2013, (2) mengetahui persepsi siswa tentang sistem pengajaran guru sejarah yang ideal pada kelas XI IPS Tahun Pelajaran 2012/2013, (3) mengetahui hubungan sosial yang ideal antara guru dengan siswa di luar proses pembelajaran pada kelas XI IPS Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian deskriptif kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian deskriptif kualitatif ialah (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data, (4) Teknik Penjaminan Keabsahan Data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penampilan fisikal guru sejarah yang ideal adalah rapi, sopan, menarik, tidak berlebihan dan sesuai dengan aturan yang ada; (2) Sistem pengajaran guru sejarah yang ideal adalah mengucapkan salam, melakukan absensi, mengusai materi, memiliki wawasan yang luas, tidak terlalu cepat dalam menjelaskan materi, adanya diskusi kelompok, tanya jawab, menggunakan media pembelajaran, tegas, disiplin, humoris, sabar, penuh kasih sayang, berwibawa, dan adil dalam memberikan penilaian; (3) Hubungan sosial yang ideal antara guru sejarah dengan siswa adalah adanya keakraban yang wajar, ramah, terbuka menerima siswa yang mengalami masalah dalam belajar, bisa menempatkan diri sebagai teman dan orang tua.
IDENTIFIKASI ARTEFAK DI PURA PENGUKUR-UKURAN, DESA PEJENG KELOD, GIANYAR BALI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA MELALUI APLIKASI MICROSOFT OFFICE POWER POINT ., Kadek Aprianti; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) artefak yang tersimpan di Pura Pengukur-ukuran Desa Pejeng Kelod, Gianyar, Bali; (2). bentuk media Microsoft Office Power Point sejarah SMA melalui artefak di Pura Pengukur-ukuran Desa Pejeng Kelod, Gianyar, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumen); (3) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data dan triangulasi metode); (4) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ada empat peninggalan yang ada di Pura Pengukur-ukuran, yaitu yang pertama, candi agung yang terdiri dari dua bagian, bagian bawah candi menunjukkan konstruksi lama dan batu padasnya masih kuno dan bagian atas candi merupakan pasangan baru dengan menggunakan batu padas baru, kedua, prasasti Pura Pengukur-ukuran atau yang lebih dikenal dikalangan ahli prasasti dengan sebutan Prasasti ambang pintu, ketiga arca, semua arca yang disimpan di Pura Pengukur-ukuran ini berkaitan dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa, keempat, menhir merupakan peninggalan zaman megalitikum, (2) artefak yang ada di Pura Pengukur-ukuran dijadikan media pembelajaran sejarah melalui aplikasi Microsoft Office Power Point ke dalam materi sejarah di SMA kelas X dengan memanfaatkan artefak yang ada di Pura Pengukur-ukuran yang tidak pernah dimuat dalam buku pelajaran sejarah di SMA.Kata Kunci : Artefak, Pura Pengukur-ukuran, Microsoft Office Power Point This study aims to determine (1) the artifacts stored in Pengukuran –ukuran temple Pejeng Kelod village, Gianyar, Bali; (2). Form of media is Microsoft Office Power Point High School's history through artifacts in the Pengukuran –ukuran temple Pejeng Kelod village, Gianyar, Bali. This study used a qualitative descriptive approach, namely: (1) a technique of determining the informant; (2) The data collection techniques (observation, interviews and document study); (3) The guarantor technique authenticity of data (data triangulation and triangulation method); (4) The data analysis techniques. The results showed that, (1) there are four relics in the Pengukuran – ukuran temple, namely the first, temple grand consisting of two parts, the lower part of the temple shows the old construction and ancient of padasstone and the upper part of the temple is a new partner with using newpadasstone, second, inscriptions of the Pengukuran – ukuran templeor well known among experts inscriptions as the inscription doorway, three statues, all the statues were kept in the Pengukuran – ukuran templeis related to the cult of Shiva, the fourth, menhir is a relic megalithic age, (2) artifacts in the Pengukuran – ukuran templeused as a medium of learning history through the media of Microsoft Office Power Point into the historical material in high school class X by utilizing the existing artifacts the Pengukuran – ukuran templenever included in history textbooks in high school.keyword : artifacts, Pengukuran –ukuran temple, Microsoft Office Power Point.
MUSEUM BALI DI KOTA DENPASAR, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH, KOLEKSI, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SMA) Yunus, Fahrizal; Pageh, I Made; Purnawati, Desak Made Oka
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.36025

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Museum Bali, (2) struktur bangunan Museum Bali, (3) koleksi dari Museum Bali yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah, diantaranya adalah (1) pengumpulan sumber, (2) kritik sumber, (3) Interpretasi (penafsiran), (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini adalah (1) Kebijakan Baliseering sebagai upaya menjadikan Bali sebagai Museum dilakukan dengan upaya penyelamatan benda-benda bersejarah, (2) struktur bangunan Museum Bali berdasarkan bangunan tradisional tetapi mengikuti fungsi museum, (3) koleksi museum yang berpotensi sebagai sumber belajar. Adapun koleksi Museum Bali yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sejarah hasil analisis kurikulum dan silabus adalah (1) artefak pra-aksara, (2) berbagai jenis uang kepeng, (3) Cili, (4) Keris, dan (5) peninggalan kolonial yang selanjutnya disusun kedalam Buku Suplemen supaya dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA.
SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI TAMAN AIR TIRTA GANGGA DI DESA ABABI, ABANG, KARANGASEM SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Paramita, Ni Wayan Ratih; Purnawati, Desak Made Oka; Yasa, I Wayan Putra
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.34622

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui sejarah Taman Air Tirta Gangga di Desa Ababi, Kabupaten Karangasem, Bali (2) Mengetahui struktur dan fungsi Taman Air Tirta Gangga (3) Mengetahui potensi Taman Air Tirta Gangga sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah meliputi: (1) Heuristik (Pengumpulan Data) (2) Kritik Sumber (3) Interpretasi (4) Historiografi (Penulisan Sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa; Tirta Gangga adalah peninggalan kerajaan Karangasem yang terletak di bagian timur Pulau Bali. Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari Sungai Gangga yang merupakan penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali. Struktur di Taman Air Tirta Gangga terdiri dari dua halaman, yakni nista mandala (jaba sisi), utama mandala (jeroan). Fungsi Taman Air Tirta Gangga secara umum dapat dibagi empat yakni, (1) Fungsi Religi, (2) Fungsi Rekreasi, (3) Fungsi Sosial, (4) Fungsi Pendidikan. Potensi yang dimiliki di Taman Air Tirta Gangga sebagai sumber belajar sejarah di SMA yakni : (1) Aspek Spritual, (2) Aspek Sosial, (3) Aspek Pengetahuan, (4) Aspek Historis.
Sejarah, Struktur dan Fungsi Museum Kesultanan Bulungan Sebagai Sumber Belajar Sejaeah Di SMA Satyayu, Ni Made Wibhu; Arta, Ketut Sedana; Purnawati, Desak Made Oka
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.39813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) latar belakang berdirinya Museum Kesultanan Bulungan, (2) struktur dan fungsi Museum Kesultanan Bulungan, (3) aspek-aspek Museum Kesultanan Bulungan yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu : (1) Pengumpulan data (Heuristik), (2) kritik sumber, (3) interpestasi, (4) historiografi (prinsip penulisan sejarah). Hasil penelitian ini adalah rangkaian peristiwa pada masa Kesultanan Bulungan yang termasuk dalam peristiwa Dwikora pada tahun 1963-1966. Adapun potensi Museum Kesultanan Bulungan hasil analisi kurikulum dan silabus yaitu nilai kerja keras, nilai patriotisme/cinta tanah air, nilai rasa kebangsaan, nilai rasa ingin tahu yang selanjutnya disusun kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar dapat di manfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA