cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
TRADISI NGUSABA BUKAKAK DI DESA GIRI EMAS, SAWAN, BULELENG, BALI: DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI SMP ., I Gede Justiasa; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang masyarakat Desa Giri Emas melaksanakan trasdisi Ngusaba Bukakak, (2) mengetahui sistem pelaksanaan tradisi Ngusaba Bukakak, (3) mengetahui aspek-aspek dari tradisi Ngusaba Bukakak yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) tradisi Ngusaba Bukakak adalah sebuah rangkaian kegiatan upacara keagamaan yang berhubungan dengan pertanian di Desa Giri Emas, (2) tradisi Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas adalah kegiatan upacara yang dilaksanakan oleh Krama Subak, kemudian di dukung oleh Krama Desa (3) tradisi Ngusaba Bukak memiliki fungsi yakni; (a) fungsi religius, (b) fungsi mempekuat solidaritas sosial, dan (c) fungsi menjaga hubungan harmonis dengan alam. (4) di dalam tradisi Ngusaba Bukakak terdapat aspek-aspek yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP diantaranya meliputi: (a) aspek kognitif, (b) aspek afektif, dan (c) aspek psikomotor. (5) kontribusi dalam mengembangkan tradisi Ngusaba Bukakak pada pembelajaran IPS di SMP yaitu; (a) bidang sejarah (b) bidang sosiologi (c) bidang geografi (d) bidang ekonomi. (6) Rekomendasi yang dapat dilakukan dalam kajian belajar-mengajar adalah melalui lembaga sekolah serta guru sebagai agen yang melaksanakan pembelajaran IPS.Kata Kunci : Kata Kunci : tradisi Ngusaba Bukakak, potensi, sumber belajar, IPS, SMP. This research aims to (1) know the background of the village of Giri Emas in implementing the tradition of Ngusaba Bukakak, (2) know the system of implementating Ngusaba Bukakak tradition, (3) know the aspects of tradition Ngusaba Bukakak that have potential source of learning IPS in SMP. In this study, the data were collected using qualitative methods by stages; (1) the technique of determining the location of the research, (2) The technique of determining the informants, (3) the technique of collecting the data (observation ,interviews , document studies), (4) the technique of guaranting the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) the technique of analysing the data. The finding of this, research are: (1) Ngusaba Bukakak tradition is a series of religious ceremonies associated with agriculture in the village of Giri Emas, (2) Ngusaba Bukakak tradition in the village of Giri Emas is a ceremony conducted by Krama Subak then supported by Krama Desa, (3) Ngusaba Bukakak tradition has a functions those are; (a) the religious function, (b) the function of strengthening the social solidarity, and (c) the function of maintaining a harmonious relationship with nature. (4) in the tradition of Ngusaba Bukakak, there are aspects that have potential source of learning in junior high school among others include; (a) cognitive aspects, (b) affective aspect, and (c) psychomotor aspects. (5) contribution in developing Ngusaba Bukakak tradition in learning social studies in junior high that; (a) field history,(b) field sociology (c) field of geography (d) field economics. (6)Recommendations that can be done in the study of teaching and learning is through the institution of the school and teachers as agents that implement learning IPS in SMP.keyword : Keywords : Bukakak Ngusaba tradition, potential, learning resources, IPS, SMP.
IDENTIFIKASI KEUNIKAN PURA GUNUNG KAWI DI DESA PEKRAMAN KELIKI, GIANYAR, BALI SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS SUDIANA, I WAYAN
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i1.1003

Abstract

Penelitian     ini     dilakukan     di          Keliki,     Kecamatan    Tegalalang, Gianyar, Bali yang bertujuan untuk mengetahui : (1) Sejarah     keberadaan Pura Gunung Kawi di Desa Pakraman Keliki; (2) Struktur dan Fungsi     Pura Gunung Kawi; dan (3) Keunikan Pura Gunung Kawi yang bisa dimanfaatkan     sebagai sumber pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif,     dengan langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut (1) tehnik penentuan     informan;(2) tehnik pengumpulan data;(3)     Berdasarkan temuan di lapangan Pura Gunung Kawi diperkirakan berdiri pada     abad ke VIII pada era Maha Rsi Markandhya yang mengembangkan konsep     ajaran Agama Siwa. Hal ini dapat dilihat dari letak Pura Gunung Kawi di kawasan     Munduk Gunung Lebah yang merupakan bagian dari rute perjalanan suci/     Darmayatra dan tirtayatra Rsi Markandhya dari India menuju ke Nusantara     tepatnya di Balidwipa dan Pura Gunung Kawi merupakan Perhyangan Dewa     Siwa. Struktur Pura Gunung Kawi terdiri dari tiga halaman, yakni nista mandala     atau jaba sisi, madya mandala atau jaba tengah, dan utama mandala atau jeroan.     Fungsi Pura Gunung Kawi secara umum dapat dibagi lima yakni, (1) Fungsi     Religius; (2) Fungsi Sosial; (3) Fungsi Pendidikan; (4) Fungsi Budaya; dan (5)     Fungsi Ekonomi. Keunikan Pura Gunung Kawi sebagai sumber pembelajaran IPS     karena terdapat artefak berupa sarkofagus, Siwakrana dan Pelinggih Ratu Arak     Api yang bias dijadikan sebagai suplemen pembelajaran     
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pada Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri 1 Nusa Penida Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015 ., I Nyoman Oka Hendrawan; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5392

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (3) mengetahui respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah yang dilakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 60,33 dengan kategori tinggi, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 68,58 dengan kategori sangat tinggi; (2) hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 73,08% dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 81,45% dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada siklus I mencapai rata-rata 40,33 dengan kategori cukup positif, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 42,50 dengan kategori positif. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI), Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Respon Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) This study aimed (1) to determine the increase of students' motivation in class VIII B on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (2) to improve student learning outcomes class VIII B semesteron second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the school year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (3) studied the response of B class VIII on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida second in academic year 2014/2015 towards the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies. This research is a classroom action research (CAR). The steps are performed in a Class Action Research (CAR) are: (1) determining the subject of research, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) make observations, (5) reflection and evaluation. The results showed: (1) motivation of students of class VIII B of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 60.33 with the high category, on the second cycle increased with the average being 68.58 with the every high category; (2) the results of class VIII B student's SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 73.08% with a high category, on the second cycle increased with the average being 81.45% with a high category; (3) response of VIII B class students of SMP Negeri 1 Nusa Penida to the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in the first cycle reached an average of 40.33 with a quite positive category, on the second cycle increased with the average being 42,50 with the positive category. keyword : Cooperative Learning Model Technique Group Investigation (GI), Student Motivation, Learning Outcomes, Student Response, Social Science.
“IDENTIFIKASI POTENSI MONUMEN PUPUTAN KLUNGKUNG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL” Dwipayana, I Kadek
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i3.1019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang didirikanya Monumen Puputan Klungkung, dan (2) mengetahui potensi yang dimiliki Monumen Puputan Klungkung sebagai media pembelajaran sejarah lokal. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) metode penentuan informan, (3) metode pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), (5) metode analisis data, dan (6) metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) ada dua faktor yang melatar belakangi pembangunan Monumen Puputan Klungkung dilihat dari faktor historis dan faktor pariwisata, (2) potensi yang dimiliki Monumen Puputan Klungkung sebagai media pembelajaran sejarah lokal yaitu makna struktur bangunan, patung Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe beserta pengikutnya yang gugur dalam perang puputan Klungkung, dan diorama yang ada dalam ruangan monumen.
“PURA ULUWATU DI DESA PECATU, KECAMATAN KUTA SELATAN, BADUNG, BALI” (Studi Tentang Perkembangan Pura Sebagai Destinasi Pariwisata serta Kontribusinya Bagi Pendidikan Sejarah) Candra Yastari, Ni Luh Putu
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i2.1030

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) sejarah berdirinya Pura Uluwatu di Desa Pecatu; (2) perkembangan Pura Uluwatu, sebagai destinasi pariwisata di Bali; dan (3) kontribusi Pura Uluwatu bagi pendidikan sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) rancangan penelitian; (2) teknik penentuan lokasi penelitian; (3) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen); (4) validitas data (triangulasi data atau triangulasi sumber data dan triangulasi metode); dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, ada dua sumber mengenai Pura Uluwatu yaitu sumber tertulis dan sumber lisan. Perkembangan Pura Uluwatu sebagai objek wisata di Bali, Kontribusi keberadaan Pura Uluwatu bagi pendidikan sejarah antara lain : (a) Pura Uluwatu menyimpan amanat yang terkandung dalam kisah sejarah yaitu tentang keberadaan Pura Uluwatu itu sendiri, (b) Menumbuhkan kecintaan siswa atau peserta didik terhadap peninggalan sejarah / budaya yang menjadi warisan leluhur Bali, (c) Menumbuhkan kesadaran kesejarahan dan wawasan budaya pada diri siswa untuk ikut serta dalam menjaga dan melestarikan peninggalan purbakala / sejarah yang ada disekitar kita, (d) Kunjungan ke Pura Uluwatu dapat membantu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih gamblang tentang materi-materi pembelajaran di sekolah yang berkaitan materi sejarah lokal. Kata Kunci: sejarah, perkembangan sebagai destinasi pariwisata, kontribusi
BIOGRAFI I KETUT WIDJANA (PERJUANGAN, NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH) ., Purwa Aditya; ., Drs. I Made Pageh,M.Hum.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.9604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Biografi I Ketut Widjana; (2) Perjuangan I Ketut Widjana; (3) Nilai-nilai kepahlawanan dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka); (4) teknik penjaminan keabsahan data; (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa I Ketut Widjana adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Pada masa revolusi fisik I Ketut Widjana pernah menjadi pemimpin pasukan Gabungan II di Tabanan. Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok I Ketut Widjana antara lain: (1) nilai patriotisme; (2) nilai rela berkorban; (3) nilai tanpa pamrih; (4) nilai keberanian; (5) nilai kewibawaan; (6) nilai kerjasama; (7) nilai kejujuran; (8) nilai nasionalisme; (9) nilai persatuan dan kesatuan; (10) nilai disiplin; (11) nilai religius. Nilai kepahlawanan I Ketut Widjana sangat cocok dijabarkan pada materi sejarah (1) Perubahan dan perkembangan politik masa awal kemerdekaan; (2) Perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. Penelitian ini masih jauh dari sempurna sehingga masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.Kata Kunci : Kata Kunci: biografi, nilai kepahlawanan, sumber belajar. This study aims to determine (1) Biography I Ketut Widjana; (2) The struggle I Ketut Widjana; (3) The values of heroism and its potential as a source of learning history. This study used a qualitative approach, namely: (1) determining the location of the study; (2) determination techniques informant; (3) data collection techniques (observation, interviews, document studies and literature); (4) techniques guaranteeing the validity of the data; (5) data analysis techniques. The results showed that I Ketut Widjana is the youngest of four siblings. On the physical revolution I Ketut Widjana been a squad leader Combined II in Tabanan. Heroic values embodied by the figure I Ketut Widjana among others: (1) the value of patriotism; (2) the value of self-sacrifice; (3) the value of selfless; (4) the value of courage; (5) the value of authority; (6) the value of cooperation; (7) the value of honesty; (8) the value of nationalism; (9) the value of unity; (10) the value of discipline; (11) a religious value. Value heroism I Ketut Widjana very suitable translated at the historical material (1) changes and political developments early days of independence; (2) The struggle of the Indonesian nation in defending the independence of the threat of Allied and Dutch. This research is still far from perfect so it still requires further exploration.keyword : Keywords: biography, the value of heroism, learning resources.
NYEPI LUH DAN NYEPI MUANI di DESA PEKRAMAN ABABI, ABANG, KARANGASEM, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH SMA ., I Kadek Dharma Tanaya; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2391

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Mengapa masyarakat Desa Pekraman Ababi, Abang, Karangsaem Melakukan Nyepi Luh dan Nyepi Muani.; (2) Bagaimana proses pelaksanaan upacara Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Pekraman Ababi, Abang, Karangasem; (3) Nilai-nilai pendidikan sejarah yang terdapat pada pelaksanaan Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Pekraman Ababi, Abang, Karangasem, yang bisa di jadikan sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1)lokasi dan subjek penelitian.(2) Teknik Penentuan Informan menggunakan Purposive Sampling, (3) Teknik Pengumpulan Data (observasi, wawancara, pencatatan dokumen,reduksi data,penyajian data,penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani sangat erat kaitanya dengan kehidupan pertanian masyarakat Desa Pakraman Ababi. Tradisi ini dilaksanakan atas dasar rasa syukur para petani kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas panen yang berlimpah di desa ini. Disamping beberapa hal yang diuraikan di atas ada beberapa latar belakang lain yang mendorong dilaksanakannya Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Pakraman Ababi antara lain : Kekhawatiran Akan Marabahaya atau Takut Terhadap Hal-hal Yang Gaib, Media Memohon Kesuburan, Memohon Kemakmuran dan Kesejahteraan, Mempertebal Keyakinan Ajaran Agama Hindu, Media Mempererat Hubungunan Sosial Keluarga dan Masyarakat. (2) Pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani dilakukan dalam dua tahap yaitu nyelampar dan nyirenin,.upacara Nyepi Luh dan Nyepi masing-masing terdiri dari tiga rangkaian, yaitu :Ngejaga, Nyepi,dan Ngembak Geni.waktu pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani ini dilaksanakan pada hari Sasih kapitu dan kaulu., yang dimana peserta dalam tradisi ini dilakukan oleh krama lanang dan istri baik muda maupun dewasa. (3) Pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani juga mengandung nilai-nilai pendidikan sebagai sumber belajar sejarah bagi generasi muda. Nilai-nilai pendidikan sejarah yang terdapat dalam pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani tersebut yaitu: (1) Religius, (2) Sosial, (3) Budaya, (4) Etika (5) Estetika.Kata Kunci : Latar Belakang Sejarah, Pelaksanaan, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to ( 1 ) Why villagers Pekraman Ababi , brother , Karangsaem Doing Luh and Nyepi Nyepi Muani . ; ( 2 ) How does the process of implementation Luh and Nyepi Nyepi ceremony Muani Ababi Pekraman Village , Abang , Karangasem , (3 ) Value - educational value of history contained in the implementation of Nyepi Luh and Nyepi Muani Ababi Pekraman Village , Abang , Karangasem , which can be made a source of learning history . This study used a qualitative approach , namely : ( 1 ) the location and subject of study . ( 2 ) Determination Techniques informants using purposive sampling , ( 3 ) Data Collection Techniques ( observation , interviews , document recording , data reduction , data presentation , drawing conclusions and verification of data . Results showed that ( 1 ) tradition Luh and Nyepi Nyepi Muani very close relation to the agricultural community life Pakraman Ababi . tradition is being carried out on the basis of the farmers' gratitude to Ida Sang Hyang Wasa Widhi over abundant harvest in the village . Besides some case described above there are some other background that drives the implementation tradition Luh and Nyepi Nyepi Muani in Pakraman Ababi among others : Concerns Will Marabahaya or Fear Of things That invisibility , Media Fertility Invoke , Invoke Prosperity and Welfare , strengthening of the Doctrine of Faith Hinduism , Media Strengthening Family and Community Social Hubungunan . ( 2 ) The tradition of Nyepi Luh and Nyepi Muani carried out in two stages, nyelampar and nyirenin , . Luh and Nyepi Nyepi ceremony , each consisting of three series , namely : Ngejaga , Nyepi , tradition and Ngembak Geni.waktu implementation Luh and Nyepi Nyepi this Muani held on Sasih kapitu and kaulu . , in which the participants in this tradition performed by lanang manners and wife both young and adult . ( 3) The tradition of Nyepi Luh and Nyepi Muani also contains the values of education as a learning resource for the history of the younger generation . educational values contained in the execution history of tradition and Nyepi Nyepi Luh Muani are: ( 1 ) Religious , ( 2 ) Social , ( 3 ) Culture , ( 4 ) Ethics ( 5 ) Aesthetics .keyword : Historical Background, Implementation, Learning Resources History
TRADISI SAMPI GERUMBUNGAN DI DESA KALIASEM, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG, BALI (PEMERTAHANAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI RANCANGAN BUKU SUPLEMEN BAHAN AJAR IPS SMP) ., I Gusti Ayu Ratnasari; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12554

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Sistem permainan Sampi Gerumbungan (2) latar belakang pemertahanan tradisi Sampi Gerumbungan oleh masyarakat Desa Kaliasem,(3) Pemanfaatan hasil penelitian tentang Sampi Gerumbungan sebagai rancangan buku suplemen bahan ajar IPS SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Uji validitas data dilakukan dengan metode triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Sampi Gerumbungan telah ada jauh sebelum tahun 1910-an dan petani Sampi Gerumbungan terorganisasi dalam kelompok yang disebut baga. Perlengkapan yang digunakan yaitu uga, lampit, penyelah, penanggu, pot, kober, rumbing, badong, keroncongan, dan gelang sapi; (2) alasan pemertahanan Sampi Gerumbungan adalah karena faktor fungsional sebagai sarana naur sangi, identitas budaya Buleleng dan sarana hiburan serta faktor ekonomi; (3) hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai buku suplemen bahan ajar IPS SMP karena mengandung nilai-nilai karakter seperti nilai religius, kejujuran, toleransi, disiplin, kreativitas, semangat kebersamaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, persahabatan, cinta damai, peduli lingkungan, sosial dan tanggung jawab.Kata Kunci : Sampi Gerumbungan, pemertahanan tradisi, buku suplemen, nilai karakter This study aims to know (1) the system of Sampi Gerumbungan’s tradition (2 the reason behind the will to keep the Sampi Gerumbungan tradition alive by Kaliasem Villagers, (3) the use of this study about Sampi Gerumbungan result as draft of supplementary book for social science in Junior High School.This research is a qualitative research that was conducted in Kaliasem Village,.Informans were determined by purposive sampling and snowball sampling.The data validity test was done by triangulation method of source and triangulation method.The result of this research indicated that, (1) sampi Gerumbungan existed well before year 1910s and Sampi Gerumbungan farmers were organized in groups called ‘baga’. The equipment used were uga, lampit, penyelahs, penanggu, pot, kober, rumbing, badong, keroncongan, and cow bracelets called gongseng, (2) the reason for maintaining Sampi Gerumbungan was due to functional factors such as a means of naur sangi, cultural identity of Buleleng and entertainment amusement as well as economic factors; (3) the results of this research can be used as a draft of supplementary book for social science in Junior High School because it contains values of character such as religious values, honesty, tolerance, discipline, creativity, and spirit of togeherness.keyword : Sampi Gerumbungan, tradition retention, suplementary book, character value
Pengintegrasian Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah Melalui Penerapan Model STAD Sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Nasionalisme Pada Siswa Kelas XI IPB 1 SMA Karya Wisata Singaraja Tahun Ajaran 2013/2014. ., I Made Budiana; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3616

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pengintegrasian pendidikan karakter melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) dapat meningkatkan kesadaran nasionalisme pada siswa kelas XI IPB 1 SMA Karya Wisata Singaraja tahun ajaran 2013/2014. (2) mengetahui bagaiman tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD). Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas XI IPB I SMA Karya Wisata Singaraja yang berjumlah 38 orang yaitu 6 laki-laki dan 32 perempuan. Objek penelitian adalah kesadaran nasionalisme siswa dan tanggapan siswa. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan tes. Dari hasil penelitian tindakan kelas dan analisis dapat diperoleh hasil sebagai berikut dengan pelaksanaan penelitian sebanyak 2 siklus: (1) Nilai kesadaran nasionalisme siswa, skor rata-rata 74,00% pada siklus I dan 95,00% pada siklus 2, dari siklus I ke siklus II meningkat 21,00%. (2) Aktivitas yang menunjukan sikap kesadaran nasionalisme siswa berdasarkan hasil observasi dan analisis data diperoleh hasil aktivitas siswa pada siklus I 11% termasuk katagori cukup sadar nasionalisme, pada siklus II 12,34% termasuk kedalam kategori sadar nasionalisme. Dari siklus I ke siklus II meningkat 1,34%. (3) Hasil respon siswa dilakukan dengan perbandingan antar siklus, yaitu pada siklus 1 dan siklus 2 respon siswa mengalami peningkatan 10,09%. Kata Kunci : Kata Kunci: Pengintegrasian Pendidikan Karakter, Pembelajaran Kooperatif STAD, Kesadaran Nasionalisme, dan Tanggapan Siswa. ABSTRACT The purpose of research measure this class; (1) To know is that the integration of education character by learning model application cooperative type of student team achievement division (STAD) can increase the consciousness of nationality for the students class XI IPB I SMA Karya Wisata Singaraja in 2013/2014. (2) To know how the student reations to learning model application cooperative type student team achievement division (STAD). In this research, who is the subject is the student class XI IPB I SMA Karya Wisata Singaraja who were the number are 38 students they are 6 boys and 32 girls. The research object is the consciousness of nasionality student and the student reaction. The method of data collection are observation, interview, and test. For the result of measure the class and the analysis that found the result as follow with the research implementation for 2 cycle! (1) the value of consciousness nationality the student, the eve rage score 74, 00%, in 1 cycle an 95, 00% in 2 cycle From 1 cycle to 2 cycle rise in 21, 00%. (2) The Activity that indicate attitude of consciousness student nationality according the observation result and data analysis find out the result student activity in 1 cycle is 11% include the enough aware category in nationality, in 2 cycle is 12, 34% include in the enough aware category in nationality. From 1 cycle to 2 cycle rise in 1, 34%. The result of student reaction did with the ratio inter cycle, is for 1 cycle and 2 cycle of student have a raising 10, 09%. keyword : Key words: The Integration Charater of Education, Cooperative Learning of STAD, The consciousness of nationality and The reaction of student.
Dari Masjid Jami’ Ke Masjid Pahlawan di Desa Airkuning Jembrana Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Tahun 1945-1973 di SMA ., FITRIYANAH; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.14942

Abstract

Secara umum tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengatahui proses berubahnya nama Masjid Jami’ menjadi Masjid Pahlawan di Desa Airkuning; (2) untuk mengetahui fungsi Masjid Jami’ pada masa Revolusi Fisik tahun 1945-1950 di Desa Airkuning; (3) untuk mengetahui nilai-nilai yang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah yang berkaitan dengan Masjid Pahlawan di Desa Airkuning. Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, teknik penentuan informan dengan purposive sampling dan informan terus dikembangkan dengan teknik snowball. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan: (1) Wawancara ; (2) Observasi partisipasi agar observasi partisipasi bisa terarah, maka ditetapkan aspek-aspek yang di observasi; (3) Analisis Dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan hasil bahwa (1) proses perubahan nama masjid jami menjadi masjid pahlawan di karenakan faktor sejarah dimana masjid Jami berperan penting pada masa revolusi fisik 1945-1950 sebagai tempat persembunyian senjata, yang di bawa oleh rombongan I Gusti Ngurah Rai dari Jawa sebagai pertahan melawan serdadu Belanda, mengacu pada peristiwa tersebut masyarakat Airkuning ingin Masjid Jami memiliki nilai sejarah yang terus di kenang keberadaannya, sehingga penduduk Desa Airkuning menginginkan perubahan nama Masjid Jami menjadi Masjid pahlawan untuk mengenang kejadian pada masa Revolusi Fisik 1945-1950. atas dasar kesepakatan bersama pada tahun 1973 bergantilah nama masjid Jami menjadi Masjid Pahlawan serta di resmikan oleh bapak presiden Soeharto pada tahun 1996 menetapkan masjid sebagai peninggalan bersejarah (2) fungsi khusus masjid Jami selain sebagai tempat beribadah umat muslim pada masa revolusi fisik yaitu sebagai tempat persembunyian peti yang berisikan senjata dan bahan peledak, yang di sembunyikan di dalam masjid tepatnya di bagian atap masjid (3) nilai-nilai yang terdapat pada masjid pahlawan sebagai sumber pembelajaran sejarah antara lain (a) nilai religius (b) nilai sosial budaya (c) nilai patriotisme (d) nilai toleransi (e) nilai kepahlawanan, masjid jami menjadi salah satu komponen pendukung dalam keberhasilan pemuda desa saat melawan serdadu Belanda yang ada di Jembrana. Kata Kunci : Masjid, revolusi Fisik 1945-1950, sumber belajar sejarah In general the purpose of this study is (1) to know the process of changing the name of the mosque jami become mosque hero in Airkuning village (2) to know the function of mosque mosque jami during physical revolution 1945-1950 (3) to know the values that can be used as a historical learning resource related to the hero mosque in Airkuning village This research methodologically using qualitative approach, technique of determination of informant with purposive sampling and informant continue to be developed by snowball technique. in the data collecting researcher use (1) interview (2) participant observation, so that observation of participation can be focused then in applying aspects observed (3) document analysis The results of this study show that (1) the process of changing the name of the mosque jami become a hero mosque in because of the historical factor where the mosque Jami played an important role during the physical revolution 1945-1950 as a weapon hideout, brought by entourage I Gusti Ngurah Rai from Java as defense against Dutch soldiers, referring to the event the Airkuning people want the Jami Mosque has a historical value that continues in the memory of its existence, so that the residents of the Airkuning Village want to change the name of the Jami Mosque into a hero's mosque to commemorate the events of the 1945-1950 Physical Revolution. on the basis of a collective agreement in 1973 to replace the name of the mosque Jami became the Mosque of Heroes and inaugurated by the father of President Soeharto in 1996 set the mosque as a historic relic. (2) the special function of the Jami mosque as a place to worship Muslims during the physical revolution as a hiding place of a crate containing weapons and explosives, hidden in the mosque precisely in the roof of the mosque (3) the values contained in the mosque heroes as a source of historical learning, among others (a) religious values (b) socio-cultural values (c) patriotism value (d) value of tolerance (e) hero value, jami mosque became one of the supporting components in the success of village youth against the Dutch soldiers is in Jembrana.keyword : Mosque, Physical Revolution 1945-1950, source of learning history