cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
SEJARAH KERAJINAN BATIK SANGGAR SEBLANG DI KELURANGAN MOJOPANGGUNG KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 1994-2022 POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Yunia Wulandari; Desak Made Oka Purnawati; I Wayan Pardi
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.57886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakang sejarah pendirian industri  Batik Sanggar Seblang Kelurahan Mojopanggung. (2) Proses produksi Batik Sanggar Seblang Kelurahan Mojopanggung. (3) Perkembangan pemasaran industri Batik Sanggar Seblang dari tahun 1994-2022. (4) Potensi-potensi yang terkandung di dalam industry Batik Sanggar Seblang sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan beberapa cara, yaitu (1) teknik observasi/pengamatan: mengamati dan mengumpulkan bukti dokumentasi melalui beberapa foto dan beberapa rekaman video. (2) teknik wawancara: pemilik Industri Batik Ibu Umi Sukaisih. (3) teknik studi dokumentasi: menggunakan teknik dokumen yang biasanya disebut dengan kritik intern dan kritik ekstern, dan kritik sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran di SMA yang menggunakan kerajinan Batik Sanggar Seblang memiliki peluang tinggi sebagai sumber belajar sejarah.  Faktor yang mendukung dalam penerapan sistem pembelajaran ini yaitu sejarah yang dimiliki oleh Batik Sanggar Seblang dan corak – corak yang cukup variatif. Pembelajaran sejarah di jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Atas di Indonesia cenderung repetitive dan membosankan. Penerapan penelitian ini diharapkan sistem pembelajaran di SMA Indonesia menjadi lebih fresh dan menyenangkan dalam mempelajari sejarah Indonesia. Kata Kunci: Sejarah, Kerajinan batik, Potensi sumber belajar Sejarah
The Kehidupan Warga Pande Di Sekitar Danau Tamblingan Dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA (Tinjauan Tentang Prasasti Dan Tinggalan Arkeologi): Ni Ketut Anggriani; I Made Pageh; I Wayan Pardi
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.58296

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah kajian terkait dengan sejarah lokasl di Bali, mengingat bahwa lebih banyak kajian yang membahas kebesaran dan kejayaan Raja-raja Jawa di Bali. Penelitian ini fokus membahas mengenai kehidupan warga pande besi di sekitar Danau Tamblingan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian sejarah yakni, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pada pembahasan dijelaskan kehidupan warga pande besi dalam beberapa aspek, yakni keyakinan, sosial, politik, dan kesenian. Warga pande besi Tamblingan adalah satu kelompok klan yang tergabung dalam masyarakat Tamblingan dengan keahliannya memande atau membuat peralatan rumah tangga bahkan senjata perang pada saat itu. Keberadaan pande besi sangat diistimewakan oleh raja, terbukti dengan adanya pembebasan pajak untuk warga pande besi yang tertuang dalam prasasti. Namun keberadaan warga pande besi terancam setalah kedatangan Arya Cengceng yang mengganggu ketenangan warga pande besi, sehingga menyebabkan mereka meninggalkan Tamblingan. Upaya raja untuk mengembalikan warga pande besi ke Tamblingan di lakukan dengan mengeluarkan prasasti Tamblingan berangka tahun1306 Saka, yang isinya agar warga pande besi kembali ke Tamblingan, dan Arya Cengceng diperintahkan untuk tidak lagi mengganggu masyarakat Tamblingan dan bertempat tinggal di Lo Gajah. Namun perintah ini tidak berhasil membuat warga pande besi kembali ke Tamblingan. Kemudian tahun 1320 dikeluarkan prasasti dengan perintah serupa, dan tidak membuahkan hasil. Terbukti hingga saat ini di sekitar Danau Tamblingan tidak ada masyarakat yang berprofesi sebagai pande besi dan ataupun mengatakan dirinya keturunan pande Tamblingan. Kata kunci: pande besi, tamblingan, prasasti
Sarkofagus Di Desa Pedawa (Tradisi Penguburan Dari Masa Pra Aksara Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA) Krisna Hendro Setiono; I Made Pageh; I Wayan Pardi; R Ahmad Ginanjar Purnawibawa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.58632

Abstract

Sarkofagus merupakan salah satu peninggalan dari masa pra aksara yang ada di Bali tepatnya di Desa Pedawa, kabupaten Buleleng sebagai desa kuno yang dapat ditemui hingga sekarang. Desa Pedawa yang dikatagorikan sebagai desa tua yang sudah berkembang sejak masa pra aksara. Sarkofagus sebagai peninggalan kebudayaan megalitik bagi orang-orang yang memiliki strata sosial tinggi memiliki pengaruh dalam masyarakat terkait dengan budaya lokal Desa Pedawa yang masih dipertahankan hingga saat ini. Penelitian ini akan berfokus pada (1)dimensi dan sejarah dari sarkofagus di Desa Pedawa dan (3) bagaiamana komunitas masyarakat pedawa dalam menghormati sarkofagus. Selain itu juga (2) bagiamana sarkofagus di Desa Pedawa dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kesejarahan dengan meminjam sedikit dari metode arkeologi dengan tujuan untuk mengidentifikasi dari sarkofagus. Sehingga hasil-hasil yang didapatkan di lapangan dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA.Hasil dari penelitian ini dapat menunjukan keberadaan sarkofagus berdasarkan ukuran dimensi selain itu juga pemertahanan nilai kepercayaan lokal masyarakat Desa Pedawa dari masa Bali Mula hingga Bali modern. Kata kunci : Sarkofagus, pra aksara, sumber belajar
The AGUNG KARNO MUSEUM, DENPASAR, (HISTORY AND ITS POTENTIAL AS A SOURCE OF LEARNING HISTORY IN SMA): MUSEUM AGUNG BUNG KARNO DENPASAR, (SEJARAH DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Mathias Maranata Surbakti; Ketut Sedana Arta; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.58944

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latar belakang pendirian Museum Agung Bung Karno, (2) Mendeskripsikan koleksi-koleksi yang terdapat pada Museum Agung Bung Karno (3) Mengetahui nilai-nilai yang terdapat pada Museum Agung Bung Karno yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah, diantaranya adalah (1) pengumpulan sumber, (2) kritik sumber intern dan ekstern, (3) Interpretasi (penafsiran), (4) Historiografi (penulisan sejarah).  Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang sejarah pendirian Museum Agung Bung Karno didirikan karena dedikasi Gus Marhaen sebagai pekerja sejarah dan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai tokoh Bung Karno sehingga dapat menambahkan rasa nasionalisme. (2) Koleksi-koleksi yang ada di Museum Agung Bung Karno terdiri dari foto-foto bung karno, mobil klasik, buku-buku yang membahas tokoh Bung karno, tempat tidur Bung karno. (3) Nilai-niai yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah yaitu nilai nasionalisme dan patriotism, nilai religi, nilai estetika, nilai rekreatif, dan nilai edukasi.   Kata kunci: Museum Agung Bung Karno, Sejarah, Sumber Belajar Sejarah.
Peran Sanggar Karawitan Rumah Budaya Sekar Tanjung Gunung Terhadap Masyarakat di Desa Segawe Kecamatan Pagerwojo Tulungagung Erika Yuliani Rahma; Dita Hendriani
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.60803

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kelompok-kelompok karawitan yang berlatih di Sanggar Karawitan Rumah Budaya Sekar  Tanjung Gunung. Sanggar tersebut memiliki tujuan guna melestarikan serta mengembangkan seni budaya lokal dari masyarakat Desa Segawe. Peneliti melihat indikasi keterlibatan Sanggar Karawitan Rumah Budaya Sekar Tanjung Gunung terhadap masyarakat Desa Segawe. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualiatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah 1) sejarah Sanggar Karawitan Rumah  Budaya Sekar Tanjung Gunung awalnya didirikan oleh Bapak Suharno pada tahun 2019 sebagai apresiasi terhadap kesuksesan kesenian karawitan di Desa Segawe, sanggar tersebut saat ini dipimpin oleh Bapak Markup. Pada saat ini jumlah kelompok karawitan yang tergabung dalam sanggar sebanyak 6 kelompok 2) peran Sanggar Karawitan Rumah Budaya Sekar Tanjung Gunung terhadap masyarakat di Desa Segawe yaitu: sebagai wadah pengembangan bakat/minat, sebagai fasilitator, sebagai motivator organisasi, sebagai mitra kerjasama, sebagai sarana memperoleh penghasilan tambahan, sebagai sarana hiburan, sebagai wadah pendidikan luar sekolah, dan sebagai sarana dalam melestarikan budaya   Kata Kunci: Masyarakat, Peran, Sanggar Karawitan
PONDOK PESANTREN NURUL HUDA (NW) DI DESA SUBGAN, KARANGASEM, BALI KAJIAN TENTANG SEJARAH DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA/MA Bintang Prakasa; Tuty Maryati; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.64072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Nurul  Huda, Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Huda, Potensi Pondok Pesantren Nurul Huda yang dapat digunakan sebagai sumber belajar dan nilai Pendidikan Karakter di SMA/MA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah melalui beberapa langkah yakni, heuristik ( teknik penentuan informan, observasi, studi dokumen dan wawancara), interpretasi dan historiografi. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan, Pondok Pesantren Nurul Huda berdiri pada tahun 1965 yang diusulkan oleh Abdul Karim melalui kesepakatan warga sekitar, Struktur kurikulum Pondok Pesantren Nurul Huda ini meliputi ranah pengembangan kognitif (pengetahuan tentang agama islam), affective (sikap yang diharapkan sebagai seorang muslim, dan psikomotor (kompetensi berdasarkan bakat dan minat seperti kaligrafi, dll) santri dan santriwati dan nilai nilai Pondok Pesantren sebagai pendidikan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila di SMA/MA adalah beriman,bertakwa kepada tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.. Kata kunci: media pembelajaran, pendidikan karakter, sistem pendidikan
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS SMAN 1 SUKASADA Ida Ayu Widya Pratiwi; Tuty Maryati; Ketut Sedana Arta
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.64111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pola pendidikan karakter yang diterapkan di SMAN 1 Sukasada, (2) pola pendidikan karakter yang diterapkan pada pembelajaran Sejarah di kelas XI IPS SMAN 1 Sukasada, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam penerapan pola pendidikan karakter pada pembelajaran Sejarah di kelas XI IPS SMAN 1 Sukasada. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan karakter di SMAN 1 Sukasada diterapkan dengan baik pada kegiatan intrakurikuler maupun esktrakurikuler sekolah. Selain itu pendidikan karakter juga diterapkan pada proses pembelajaran termasuk pada pembelajaran Sejarah. Implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran Sejarah diterapkan pula pada kelas XI IPS melalui berbagai bentuk kegiatan dalam tahapan pembelajaran di dalam maupun luar kelas. Penerapan pendidikan karakter pada pembelajaran Sejarah di kelas XI IPS juga mengalami kendala- kendala yang dihadapi oleh guru maupun siswa. Perbedaan latar belakang keluarga dari siswa menjadi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi proses implementasi pendidikan karakter tersebut, Ketidakmampuan guru mengembangkan perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan pendidikan karakter juga akan mempengaruhi proses implementasi pola pendidikan karakter yang diinginkan.   Kata kunci: Implementasi, Karakter, Pendidikan
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL NYAMA BALI-NYAMA SELAM UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI BERAGAMA DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA Ni Putu Ristiana Rahitasari; Ketut Sedana Arta; I Wayan Pardi
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i2.65617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak penerapan media komik digital berbasis kearifan lokal Nyama Bali-Nyama Selam terhadap peningkatan toleransi beragama siswa SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian dan Pengembangan (R & D). Pengembangan media pembelajaran komik berbasis budaya lokal Nyama Bali-Nyama Selam dilaksanakan dengan mengadopsi metode R & D dari Borg and Gall, yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan dan perancangan produk, (3) pengujian produk. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus-Oktober 2022 dengan alokasi waktu selama 3 bulan, yang diawali dengan tahap persiapan, pelaksanaan, analisis data sampai penyusunan laporan. Uji coba media komik digital akan dilaksanakan di SMA Negeri 4 Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Produk media komik digial menghasilkan 5 epidode yang terdiri dari 20-40 panel didalam satu episode, selain itu juga terdapat satu episode yang digunakan untuk mengenalkan tokoh utama. Dimana media akan menjadi alternatif sumber belajar yang menyenangkan. Validitas media komik digital memperoleh hasil sebesar 4, 30 untuk uji validitas ssehingga berdasarkan tabel dapat dikategorikan sangat valid sebagai sebuah media pembelajaran yang digunakan di kelas. Hasil dari penelitian juga diperoleh hasil dimana berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil dan juga perorangan diperoleh hasil dengan indikator sangat praktis dimana diperoleh hasil dari uji coba perorangan dan kelompok kecil. Hasil uji dari statistik menunjukkan data bersifat homogen dan berdisribusi normal. Beranjak dari uji homogenitas yang dilanjutkan kepada statistik parametrik yang memperoleh hasil uji T Hitung sebesar 0.970 maka terdapat pengaruh yang signifikan yang hampir sempurna diantara variabel penerapan media pembelajaran komik digital The Hanging Enclaves terhadap toleransi siswa SMA Negeri 4 Singaraja. Berdasarkan tabel kriteria keeratan hubungan 0,970 terletak dalam kategori sangat erat.   Kata kunci: Media Pembelajaran, Komik Digital, Sejarah Masuknya Islam
Dari Aniem Ke Ebalom: Jejak Listrik Dalam Perkembangan Kota Singaraja Pada Masa Kolonial Serta Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA: Dari Aniem Ke Ebalom: Jejak Listrik Dalam Perkembangan Kota Singaraja Pada Masa Kolonial Serta Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Luttfy Chateriyan, Ivan; Purnawati, Desak Made Oka; Arta, Ketut Sedana; Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i3.58297

Abstract

Singaraja City is a city that has a long historical story. In 1849 it was conquered by the Dutch and then brought changes to the city structure in Singaraja. This is because the Singaraja City area has many natural resource commodities, the Dutch then wanted to make Singaraja City an economic, governmental, social center and so on. The city of Singaraja was made the center of the capital of the Lesser Sundas so that a lot of changes were made by the Dutch regarding urban structures and functions such as making many public facilities related to the economy, government, social and others. One example is electricity, the existence of electricity in Singaraja City cannot be released by the Dutch colonialists because they brought electricity to Singaraja City. This is evidenced by the existence of 3 electrical substations which have Dutch colonial characteristics. This electricity has a big impact on the development of the city of Singaraja, at this stage the community changes from rural to urban. Changes in the structure of the city have also turned into complexity, there are many special areas so this can be evidence of changes in the city due to electricity in the city of Singaraja. This study related to the history of the city of Singaraja is important to do because it can be used as a learning resource for high school students. Knowledge of history on things that are often encountered by students so that they can make knowledge of the importance of history for people's lives. Then in the tourism aspect it is also important because it can make the city of Singaraja also a city historical tour that gives the impression or feel of living in the past
Dari Desa Nelayan Sampai Desa Wisata Studi Historis Desa Wisata Pemuteran Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Anjali, Alina Ratna; Yasa, I Wayan Putra; Purnawati, Desak Made Oka
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i3.58300

Abstract

This study aims to find out: (1) the background of Pemuteran Village changed from a fishing village to a tourist village, (2) the dynamics of tourism development in Pemuteran Village, (3) find out the development of tourism in Pemuteran Village which can be used as a source of history learning in high school. The research method used is historical research with a qualitative approach including: (1) heuristics, (2) source criticism or verification, (3) interpretation, and (4) historiography. The results of the study show that: the historical development that occurred in Pemuteran Village from being a fisherman to being a tourism actor. Pemuteran Village can develop in the tourism sector which is supported by the attractiveness of marine tourism. The development of tourism in Pemuteran Village has an impact, namely increasing the economy of the people who are tourism actors. As for the potential from fishing villages to tourist villages, study the history of Pemuteran Tourism Village and its potential as a source of learning history in high school: historical aspects, educational character aspects, socio-cultural aspects and environmental aspects.